Jurnal Peduli Masyarakat Volume 6 Nomor 3. September 2024 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM EDUKASI PEMBERIAN KOMPRES BAWANG MERAH UNTUK MENURUNKAN DEMAM BALITA PADA KADER DAN IBU DI POSYANDU MELATI 6 DESA KARANG DUREN Firli Nursyafaah*. Etika Dewi Cahyaningrum. Murniati Fakultas Kesehatan. Universitas Harapan Bangsa. Jl. Raden Patah No. Kedung Longsir. Ledug. Kembaran. Banyumas. Jawa Tengah 53182. Indonesia *firlinursyafaah638@gmail. ABSTRAK Penyakit dimana suhu tubuh naik diatas normal mencapai suhu di atas 37,5AC disebut demam. Berdasarkan hasil rapat yang dilakukan pada Senin, 16 Oktober 2023 bersama salah satu kader Posyandu Melati 6 di Desa Karang Duren. Wilayah Sokaraja, terdapat 20 kasus demam pada anak usia enam hingga dua tahun di September 2023. Mayoritas kasus ini disebabkan oleh cuaca yang sangat panas, namun ada juga yang disebabkan oleh gejala suatu penyakit. Kader juga menyatakan bahwa 100% ibu memperkirakan tingkat panas dalam tubuh mereka menggunakan tangan. Kegiatan PkM dirancang dengan memadukan metode ceramah dan diskusi guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat, khususnya ibu balita, dalam memanfaatkan kompres bawang merah sebagai pengobatan tradisional agar dapat meredakan demam pada anak. Media yang digunakan adalah buku saku, power point, dan leaflet. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang kader dan 23 orang ibu dalam dua pertemuan. Pengetahuan kader meningkat dari rata-rata 78,3 menjadi 88,0 pada kegiatan ini, sedangkan pengetahuan ibu meningkat dari rata-rata 58,3 menjadi 87,8. Selain itu, keterampilan tiga kader mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 100 dibandingkan ratarata sebelumnya 66,7. Melalui kegiatan edukasi kesehatan seperti edukasi dan simulasi penggunaan kompres bawang merah untuk mengatasi demam pada balita, kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Kata kunci: demam. ibu balita. kompres bawang merah EDUCATION ON GIVING RED ONION COMPRESSES TO REDUCE TODDLER FEVERS IN CADERS AND MOTHERS AT POSYANDU MELATI 6. KARANG DUREN VILLAGE ABSTRACT A fever is a medical condition characterized by an elevated body temperature exceeding 37. 5AC. Based on the findings of an interview conducted on Monday 16 October 2023 with one of the cadres of Posyandu Melati 6. Karang Duren Village. Sokaraja District, during September 2023, there were 20 cases of fever in children aged 6 years. up to 24 months. Although the primary cause of heatstroke is intense heat, it can also be exacerbated by existing health problems. This community service (PkM) activity aims to expand the knowledge and skills of the community and mothers of toddlers in the use of shallot compresses to treat fever in children through lecture and discussion methods. Pocket books, powerpoints, and leaflets are the media used. This activity was attended by five cadres and 23 mothers in two meetings. Cadres' knowledge increased from an average of 78. 3 to 88. 0 in this activity, while mothers' knowledge increased from an average of 58. 3 to 87. In addition, the skills of three cadres have increased with an average score of 100 compared to the previous average of 66. Through health education activities such as education and simulations on the use of shallot compresses to treat fever in toddlers, this activity results in increased knowledge and skills. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Keywords: fever. toddler mother. onion compress PENDAHULUAN Balita adalah anak yang usianya kurang dari lima tahun tetapi lebih dari satu tahun. Menurut Gunawan & Ash shofar . , rentang usia ini terbagi menjadi dua fase, yakni balita dengan usia 1 hingga 3 tahun serta anak prasekolah berusia 3 hingga 5 tahun. Salah satu masalah paling umum dalam sistem layanan kesehatan di Indonesia adalah masalah kesehatan anak. Karena maraknya berbagai penyakit, kesehatan anak menjadi perhatian khusus orang tua, keluarga anak, dan pemerintah (Febryana & Dewi Cahyaningrum, 2. Demam yaitu suatu kondisi dimana tingkat panas dalam lebih tinggi dari biasanya, yakni 37,5AC hingga 37,5AC. Penyebab demam antara lain infeksi yang terjadi ketika mikroorganisme masuk ke dalam tubuh baik sebagai infeksi, bakteri, parasit atau mikroba (Cahyaningrum & Murniati. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa demam menyebabkan antara 33 juta kasus dan 500 hingga 600. 000 kematian setiap tahunnya diseluruh dunia. Menurut laporan. Indonesia memiliki tingkat kasus demam yang lebih tinggi dibandingkan negara lain. Sementara itu, pada tahun 2013, ditemukan bahwa antara 2 dan 5% anak berusia setengah tahun hingga 5 tahun mengalami demam secara konsisten di Jawa Tengah. Menurut Febryana & Dewi Cahyaningrum . Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melaporkan 50. 422 kasus demam pada tahun 2018, menempati urutan ketiga setelah diare dan tuberkulosis (TB) meningen. Pada tahun 2019, jumlah kasus demam meningkat menjadi 54. Penyembuhan demam terutama pada anak, tidak lepas dari peran vital seorang ibu. Pengobatan demam terbaik pada anak dapat diberikan oleh ibu yang lebih mengetahui demam dan pandai memberikan perawatan. Risiko demam berdarah pada eksekutif 7 kali lebih tinggi bagi ibu dengan tingkat informasi rendah dibandingkan ibu yang memiliki tingkat informasi lebih tinggi (Sudibyo et al. , 2. Selain ibu, tenaga kesehatan masyarakat seperti kader juga harus mampu menangani demam. Kader adalah orang yang dipilih oleh masyarakat yang bertanggung jawab menangani berbagai permasalahan kesehatan individu atau masyarakat dan bekerjasama erat dengan penyedia layanan kesehatan. Kader juga merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat menyebarkan informasi mengenai cara pengobatan demam (Mujiyanti et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara pra survey dengan salah satu kader posyandu desa Karang Duren yang dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Oktober 2023, kader mengatakan belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan dan keterampilan tentang kompres bawang merah untuk menurunkan demam, sehingga kader belum memberikan informasi kepada para ibu. Selain itu, hasil wawancara dengan salah satu kader Posyandu desa Karang Duren yang dilaksanakan pada hari Senin, 16 Oktober 2023 terdapat 7 posyandu dimana periode bulan Oktober 2023 memiliki jumlah balita yaitu Posyandu Melati 1 sejumlah 37 balita. Posyandu Melati 2 sejumlah 40 balita. Posyandu Melati 3 sejumlah 40 balita. Posyandu Melati 4 sejumlah 38 balita. Posyandu Melati 5 sejumlah 42 balita. Posyandu Melati 6 sejumlah 45 balita dan Posyandu Melati 7 sejumlah 40 Posyandu Melati 6 terdapat lebih banyak ibu balita daripada posyandu Melati yang lain dan pada periode bulan September 2023 terjadi kasus demam pada anak usia rentang 6-24 bulan sejumlah 20 anak yang sebagian besar penyebabnya karena kondisi cuaca yang sangat panas, selain itu juga ada beberapa yang disebabkan karena gejala dari suatu penyakit. Kader mengatakan 100% ibu mengukur suhu tubuh menggunakan punggung tangan, 100% ibu tidak Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group memiliki thermometer dan pengetahuan ibu tentang penanganan demam berbeda-beda, serta belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang penanganan demam secara tradisional salah satunya dengan menggunakan kompres bawang merah. Ada dua jenis pengobatan demam: farmakologis dan nonfarmakologis. Pengobatan farmakologis menurut Kristianingsih et al. melibatkan pemberian obat antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh. Pengobatan non farmakologi adalah pengobatan yang dilakukan dengan memberikan pengobatan luar biasa yang dapat membantu menurunkan tingkat panas dalam, misalnya dengan bungkus bawang merah (Hidayati & Faozi, 2. Bawang merah (Allium Cepa var. telah lama dikenal sebagai obat tradisional untuk menurunkan demam. Senyawa sulfur organik seperti Allylcystein sulfoxide (Alli. yang terkandung dalam bawang merah berperan penting dalam hal ini. Seperti yang ditunjukkan oleh Harnani . , menggerus bawang merah akan menghasilkan zat kimia aliinse yang berfungsi sebagai pendorong reaksi aliin dengan campuran lain, misalnya kulit, yang membantu memisahkan gumpalan darah. Phlorogusin, cycloaliin, metialin, dan kaemfarol merupakan bagian dari bawang merah yang mampu menurunkan tingkat panas dalam (Khoirul Waroh et al. , 2. Melalui kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan, seseorang dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan. Pendidikan kesehatan bertujuan untuk membekali individu, kelompok, dan masyarakat dengan pengetahuan, perilaku, maupun sikap yang mendukung upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan, sebagaimana dijelaskan oleh Aryawati . Program PkM di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren. Kecamatan Sokaraja. Kabupaten Banyumas, yang mengusung kompres bawang merah sebagai solusi demam balita, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kader dan ibu. METODE Pendidikan kesehatan secara langsung merupakan cara pelaksanaan kegiatan PkM ini. Persiapan dan koordinasi kegiatan ini diawali dengan pra survei, pengurusan izin pendataan dan masalah mitra, wawancara kader, penyiapan bahan, dan penandatanganan kontrak waktu pelaksanaan. Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren, kader dan ibu balita menjadi fokus kegiatan PkM ini. Lima kader dan 23 ibu balita termasuk di antara 40 orang yang mendapat undangan hadir. Mengidentifikasi pengetahuan ibu dan kader kompres bawang merah merupakan langkah awal dalam melaksanakan kegiatan PkM ini. Pada gerakan ini, anggota dinilai dengan cara menangani soal pre-test dan post-test berupa kuesioner yang berisi 20 soal benar atau salah yang diberi waktu selama 15 menit. Kegiatan ini dilakukan dengan mengevaluasi keterampilan kader dalam mengompres bawang merah. Di sini kader berupaya mempraktekkan tata cara penggunaan bawang merah dan dievaluasi menggunakan instrumen penilaian yang dilakukan oleh pelaksana. Kegiatan ini meliputi penentuan keterampilan kader dalam mengompres bawang merah dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi untuk mengajarkan kader dan ibu balita tentang penggunaan kompres bawang merah untuk menurunkan demam dalam pendidikan Selain itu, power point, leaflet, dan buku saku digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dan dibagikan kepada peserta setelah edukasi selesai. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM dilaksanakan secara tatap muka atau melalui interaksi langsung dengan kader dan ibu balita di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren. Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam dua kali pertemuan mulai tanggal 1 Maret 2014 dan tanggal 6 Maret 2024. Kegiatan ini dilaksanakan Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group melalui pembelajaran dan praktek dengan Kompres Bawang Merah. Kegiatan dilaksanakan agar dapat memberikan penjelasan mengenai upaya menurunkan demam yang memanfaatkan bawang Kegiatan awal yang dilakukan adalah memberikan penjelasan mengenai pengertian demam, berbagai penyebabnya, dampak yang ditimbulkan, cara mengobatinya, manfaat bawang merah, serta langkah-langkah detail untuk melakukan kompres bawang merah selama 35 menit. Media dan alat power point, leaflet, dan buku saku digunakan dalam suasana perkuliahan dan Simulasi prosedur kompres bawang merah dilanjutkan dengan kegiatan edukasi setelah Sebuah pantom bayi dan alat untuk melakukan kompres digunakan sebagai alat peraga dalam simulasi ini. Anda memerlukan waktu 20 menit untuk menyelesaikan aktivitas simulasi Pengetahuan serta kemampuan ibu-ibu dan kader ketika mengolah bawang merah akan diukur dan dibandingkan, baik sebelum maupun sesudah mengikuti pelatihan. Penilaian Pengetahuan Kader Mengenai Kompres Bawang Merah Tabel 1. Hasil Penilaian Pengetahuan Kader Mengenai Kompres Bawang Merah Nama Peserta Ny. Ny. Ny. Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Pre Test Kategori Post test Kategori Selisih Cukup Baik Baik Cukup Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Hanya tiga kader yang dapat dievaluasi, hal ini terlihat dari hasil tes pengetahuan kader sebelum dan sesudah tes di atas. Tabel di atas menunjukkan bahwa pengetahuan mengalami peningkatan dari cukup menjadi baik. Selain itu, nilai perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa satu peserta memiliki pengetahuan yang konstan dan tiga peserta memiliki pengetahuan yang Selain itu, perbandingan hasil pengukuran pengetahuan kader telah dijelaskan pada Gambar 1: Gambar 1. Diagram Perbandingan Nilai Pengetahuan Kader Tentang Kompres Bawang Merah Dari grafik gambar 1 diatas terlihat bahwa hanya ada 3 kerangka yang dapat dinilai dalam gerakan ini, sebagian besar pesertanya mendapat perluasan informasi, yaitu derajat informasi dalam jumlah besar. klasifikasinya adalah 2 peserta . %). Namun, pengetahuan satu peserta tetap tidak berubah . %). Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Evaluasi Pengetahuan Kader Mengenai Kompres Bawang Merah Tabel 2. Hasil Pengetahuan Ibu Mengenai Kompres Bawang Merah Nama Responden Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Ny. Nilai Rata-rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Pre Test Kategori Post Test Kategori Selisih Kurang Kurang Kurang Kurang Kurang Cukup Cukup Cukup Kurang Kurang Cukup Kurang Kurang Cukup Cukup Cukup Kurang Baik Kurang Kurang Kurang Baik Kurang Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Dua puluh ibu memenuhi syarat untuk dievaluasi, seperti yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil sebelum dan sesudah tes diatas. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat pada tabel di atas, terlihat dari peningkatan kategori dari kurang menjadi cukup. Selain itu, terdapat perbedaan nilai yang besar antara sebelum dan sesudah tes. Masih ada satu peserta pada kategori tetap, namun pengetahuan 19 peserta bertambah. Selain itu, hasil pengukuran pengetahuan ibu dibandingkan pada Gambar 2: Gambar 2. Perbandingan Hasil Evaluasi Pengetahuan Ibu Tentang Kompres Bawang Merah Terlihat dari diagram pada Gambar 2 di atas, hanya 20 orang ibu yang mampu mengikuti kegiatan ini. Namun, sebagian besar ibu mendapatkan pembelajaran, dengan 20 peserta mendapat nilai baik . Meskipun demikian, pengetahuan satu peserta tetap tidak berubah . %). Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group Efektivitas Simulasi dalam Meningkatkan Keterampilan Kader Tabel 3. Tingkat Keterampilan Kader sebelum dan sesudah diberikan simulasi Nama Responden Ny. Ny. Ny. Nilai Rata-Rata Nilai Tertinggi Nilai Terendah Nilai Sebelum Simulasi Kategori Baik Baik Baik Baik Baik Baik Evaluasi Kategori Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Selisih Pendidikan kesehatan merupakan salah satu langkah dalam proses perubahan diri menjadi lebih Pendidikan kesehatan menurut Aryawati . bertujuan untuk mengurangi perilaku tidak sehat pada individu, kelompok, dan masyarakat. Salah satu cara untuk mengajarkan tentang kesehatan adalah melalui kegiatan yang membantu masyarakat. PkM ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, dengan setiap tahapannya terbagi menjadi dua pertemuan. Simulasi dan edukasi kompres bawang merah telah dilakukan. Peserta akan belajar mengenai kompres bawang merah pada kegiatan ini. Kegiatan berdurasi 35 menit ini diawali dengan pemaparan informasi mengenai pengertian demam, penyebab, dampak, pengobatan, kegunaan bawang merah, dan teknik pengemasan bawang merah. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan diskusi. Menurut penelitian Sulistiani & Hanum . , persentase masyarakat yang merespons dengan benar terhadap konseling dengan pendekatan ceramah jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum konseling . persen bena. Pilihan tersebut diambil karena dianggap sebagai metode yang baik. Sementara itu, responden dapat memperoleh manfaat dari pendidikan yang diberikan oleh penyuluh, seperti yang diungkapkan oleh (Sukmawati et al. , 2. Pendidikan kesehatan ini juga disertai dengan media alat bantu berupa power point, leaflet dan buku saku. Pendidikan kesehatan menggunakan media power point membantu pelaksana dalam penyampaian informasi dengan menampakkan tulisan dan gambar yang jelas, sehingga peserta mampu melihat dan membaca dengan mudah. Menurut penelitian Ramadhani . , penggunaan power point secara bersamaan dapat merangsang mata dan telinga sehingga peserta dapat lebih berkonsentrasi pada konten. Hal ini ditunjukkan dengan hasil evaluasi pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 13,93 persen dan setelah dilakukan penyuluhan sebesar 18,33 persen. PowerPoint tak hanya unggul dalam menyajikan informasi secara tekstual, tetapi juga memungkinkan penayangan program multimedia dengan cara yang interaktif dan menarik. Kelebihan lainnya yakni mudah dibuat serta digunakan, menjadikannya pilihan tepat untuk presentasi dengan beberapa slide yang tertata rapi dan mudah dipahami oleh audiens. Hal ini memungkinkan pendengar memahami penjelasan melalui visualisasi teks gambar (Hanifah et al. Sedangkan pemberian medaia penyuluhan berupa leaflet dan buku saku agar peserta dapat mempelajarinya berulang kali. Menurut Eva Purwita . , selebaran adalah selembar kertas kecil yang dilipat menjadi dua hingga tiga halaman dan berisi pesan-pesan informasi yang dapat dipelajari kembali secara mandiri oleh pembaca. Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan simulasi yang berlangsung selama 20 menit, tujuan dari simulasi ini untuk memberikan gambaran secara langsung kepada peserta bagaimana prosedur kompres bawang merah dengan baik dan Para peserta menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat, dibuktikan dengan persiapan mereka yang matang. Sebaliknya, peserta yang pengetahuannya kurang bisa Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group memanfaatkan ilustrasi buku saku yang disajikan secara lugas dan diberikan secara langsung. Ilustrasi ini juga dapat berfungsi sebagai sumber saran dan jawaban terhadap pertanyaan (Asrina et al. , 2. Hasil Evaluasi Pengetahuan Kader dan Ibu Tentang Kompres Bawang Merah Baik pada pertemuan pertama yang berlangsung pada tanggal 1 Maret 2024 maupun pertemuan kedua yang berlangsung pada tanggal 6 Maret 2024, kegiatan ini bertempat di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk memisahkan informasi tentang ibu dan kerangka saat pelatihan. Evaluasi ini dilakukan dengan mengerjakan dua puluh pertanyaan benar atau salah untuk setiap poin pada kuesioner berdurasi 25 menit dengan pertanyaan sebelum dan sesudah tes. Berdasarkan nilai persentase di bawah ini. Nursalam . dalam Lestari . mengklasifikasikan tingkat pengetahuan seseorang menjadi beberapa tingkatan: Nilai yang lebih besar dari 75% menunjukkan tingkat pengetahuan yang baik. Nilai antara 56 dan 74 persen menunjukkan tingkat pengetahuan cukup. Nilai yang kurang dari 55% menunjukkan tingkat pengetahuan yang rendah. Hasil pre-test yang dilakukan oleh kader dan ibu balita menunjukkan bahwa dua kader mendapat nilai baik dan satu kader mendapat nilai kurang. Sedangkan pada ibu balita, terdapat 14 peserta pada klasifikasi kurang baik, 8 anggota pada klasifikasi cukup dan 1 anggota pada klasifikasi Sementara itu, nilai post test kader dan ibu meningkat, nilai terendah yang didapatkan adalah 80 dan nilai tertinggi didapatkan adalah 95. Hal ini terjadi karena beberapa alasan, dan peserta dengan nilai rendah mungkin tidak mengetahui tentang kompres bawang merah. Tingkat pendidikan rata-rata peserta yang tertinggi adalah sekolah menengah pertama juga menunjukkan adanya faktor lain. Menurut penelitian sebelumnya, pengetahuan seseorang meningkat seiring dengan pendidikan, begitu pula sebaliknya. (Febryani et al. , 2. Selain itu pemanfaatan alat komunikasi berupa gadget secara tepat dapat dimanfaatkan untuk mencari sumber informasi terkait pengobatan demam, salah satunya dengan memanfaatkan bungkus bawang merah (Marpaung, 2. Baik faktor internal maupun eksternal dapat memberikan dampak terhadap tingkat pengetahuan seseorang. Aspek fisiologis dan biologis tubuh seseorang merupakan contoh faktor internal. Faktor lingkungan sosial dan non sosial merupakan contoh faktor eksternal. Unsur sosialnya antara lain wali, keluarga, sahabat dan lingkungan sekitar. Rumah yang anda tinggali, dimana letaknya, bahan belajar anda, cuaca, dan kapan anda belajar semuanya merupakan faktor non sosial (Dharmawati & Wirata, 2. Menurut Shorayasari et al. , pendidikan berperan dalam meningkatkan pengetahuan individu melalui proses pembelajaran yang melibatkan Selain itu, penelitian-penelitian terdahulu menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh pendidikan, baik informasi tersebut diperoleh darimedia elektronik, media cetak, maupun promosi kesehatan. Penerimaan informasi secara berlimpah berkontribusi pada perluasan pengetahuan individu (Zakiyah et al. , 2. Semakin banyak informasi yang diterima, maka semakin kaya pula pengetahuan yanng dimiliki. Melalui perbandingan kedua test teridentifikasi satu kader dan satu ibu yang memiliki skor yang stabil, tanpa menunjukkan peningkatan atau penurunan. Hal ini mungkin terjadi karena peserta kurang peduli terhadap kegiatan atau informasi yang diberikan. Sesuai temuan penelitian Donny Nurhmasyah . , minat merupakan hal yang sangat penting dalam pendidikan. Penilaian Keterampilan Kader sebelum dan sesudah diberikan Simulasi Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan tingkat kemampuan kader sebelum dan sesudah dilakukan simulasi. Kader yang mengikuti kegiatan ini belajar langsung cara mengompres Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 6 No 3. September 2024 Global Health Science Group bawang merah dan dievaluasi menggunakan instrumen penilaian prosedurnya. Menurut Narliah . , kelas tingkat keterampilan peserta dalam melakukan latihan adalah sebagai berikut: Jika nilainya antara 76-100, tingkat keterampilannya sangat baik Jika nilainya antara 51 dan 75, tingkat keahliannya baik. Jika skornya antara 26 hingga 50, tingkat keterampilannya cukup baik. Jika skornya antara 0-25, tingkat keterampilannya kurang baik. Dari hasil yang sudah disampaikan dapat disimpulkan bahwa rata-rata keterampilan kader yaitu 66,7, sesuai referensi yang digunakan hal tersebut termasuk dalam tingkat keterampilan dengan kategori baik. selain itu, hanya 3 kader yang dinilai keterampilannya dengan nilai tertinggi 70 dan terendah 60. Dalam hal ini kader masih tampak kurang tepat dalam melakukan kompres bawang merah, hal itu dilihat pada lembar penilaian. Hal ini karena kader sudah pernah mendapatkan informasi sebelumnya. Banyaknya informasi yang diperoleh kader dari petugas kesehatan melalui kegiatannya dapat menjelaskan hubungan antara tingkat pengetahuan kader dengan lama pelayanan. Hasilnya, kader yang bekerja lebih lama akan memperoleh lebih banyak Selain itu, informasi dapat diperoleh dari pengalaman sebelumnya, termasuk pengalaman sendiri dan orang lain. Informasi seseorang dapat dibentuk oleh beberapa hal yang berbeda dalam jangka waktu yang lama (Himmawan, 2. Sementara itu, nilai rata-rata penilaian keterampilan meningkat menjadi 100. Selain itu, hal ini juga terlihat dari perkembangan kategori keterampilan dari awal baik menjadi sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa kader dapat melakukan praktik sesuai protokol yang telah ditetapkan. Dalam penelitian sebelumnya, pendekatan simulasi ditemukan efektif untuk pengembangan keterampilan. Temuan penelitian yang signifikan, seperti . 0,05 dari penelitian Rahmah . menunjukkan bahwa edukasi melalui simulasi merupakan metode edukasi yang menarik dan efektif untuk meningkatkan keterampilan, khususnya dalam hal penyampaian informasi kesehatan. SIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat ini berjalan lancar berkat komponen edukasi pemberian kompres bawang merah pemberantasan balita kepada kader dan ibu-ibu di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari rata-rata 78,3 menjadi 88,0, sedangkan untuk ibu, rata-rata 58,3 meningkat menjadi 87,8. Selain itu, rata-rata nilai keterampilan kader meningkat dari 66,7 menjadi 100. Kesimpulannya, kegiatan pendidikan kesehatan yang melibatkan edukasi dan simulasi kompres bawang merah menyebabkan adanya kenaikan nilai dalam pengetahuan serta keterampilan kader dan ibu. DAFTAR PUSTAKA