IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman p-ISSN 2550-0627 e-ISSN 2656-9442 PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENANAMKAN AKHLAKUL KARIMAH PADA MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO Hani NafiAoah Rachmawati. Muhammad Jadid Khadavi Institut Ahmad Dahlan Probolinggo. Indonesia *Email: haninafiah28@gmail. Abstract The aim of this research is to analyze the role of religious figures in instilling good morals in the fishing community in Tongas Wetan Village. Tongas District. Probolinggo Regency. Religious figures have a very important role in guiding and providing direction to the community so that they always behave well and avoid inappropriate behavior. The research approach used in this research is qualitative with a case study type of research. Research informants include: religious leaders, community leaders, and residents. The results of the research show that the role of religious figures in instilling morals in the fishing community of Tongas Wetan Village is as leaders, role models . swah hasana. , and guides . Being a leader means not only leading congregational prayers but also providing spiritual and social guidance. Being a role model means being able to become a figure and moral guide for society who reflects religious values in daily actions. Being a mentor means actively providing guidance in religious and social activities and implementing Islamic teachings. The form of instilling good morals is through being active in religious and social activities in the community. Keywords: Religious Leaders. Good Moral. Fishermen Community. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran tokoh agama dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan memberikan arahan kepada masyarakat agar selalu bersikap baik dan menghindari perilaku yang tidak terpuji. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan dengan jenis penelitian studi kasus. Informan penelitian meliputi: tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran tokoh agama di dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan yaitu sebagai Pemimpin . Teladan . swah hasana. , dan Pembimbing . Sebagai pemimpin artinya tidak hanya memimpin sholat berjamaah tetapi juga memberikan bimbingan spiritual dan Sebagai teladan artinya mampu menjadi figur dan panduan moral bagi masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai agama dalam tindakan sehari-hari. Sebagai pembimbing artinya aktif memberikan bimbingan dalam kegiatan keagamaan dan sosial dan menerapkan ajaran agama Islam. Bentuk penanaman akhlakul karimah ialah melalui keaktifan dalam kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Kata kunci: Tokoh Agama. Akhlakul Karimah. Masyarakat Nelayan. PENDAHULUAN Ajaran Islam merupakan ajaran yang mengajarkan manusia untuk berperilaku terpuji dan menghindari tindakan yang tercela. Jika ajaran ini dipahami secara mendalam, diimplementasikan dengan sungguh-sungguh, dan diterapkan dengan penuh ketaatan, maka akan menciptakan suatu masyrakat yang kualitas, berakhlakul karimah, dan menjauhi tindakan-tindakan yang dapat merugikan masyarakat, keluarga, bahkan diri IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 69 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA sendiri (Khadavi, 2. Berbicara mengenai akhlakul karimah, akhlak karimah memiliki arti perilaku terpuji yang merupakan tanda kesempurnaan iman seseorang kepada Allah yang dilahirkan berdasarkan sifat-sifat dalam bentuk tingkah laku yang sesuai menurut ajaran yang terkandung di dalam Al-QurAoan maupun Hadits (Susiatik et al. , 2. Akhlakul karimah merupakan perangai atau budi pekerti yang dimiliki oleh individu yang mana dengan budi pekerti itu menjadikan cerminan yang dilakukan pada seseorang di dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani kehidupan akhlakul karimah sangat diperlukan, sebab dengan berkhlakul karimah kita lebih mudah diterima oleh Selain itu akhlakul karimah juga sebagai bekal dalam hidup agar hidup menjadi damai baik itu di dunia dan di akhirat (Ulfah & Suyadi, 2. Dalam konteks ini, tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing masyarakat agar bersikap baik dan menghindari perilaku yang tidak terpuji. Tokoh agama dianggap sebagai teladan yang menjadi panutan dan pemimpin bagi umat (Taufik, 2. Oleh karena itu, diharapkan pada tokoh agama agar dapat menjalankan tugas serta tanggung jawab secara optimal sebagai pelaku dakwah yang selalu menegakkan kebaikan dan menentang tindakan yang tidak baik di kalangan umat. Mengingat bahwa peran dan pengaruh dari tokoh agama begitu besar dalam suatu masyarakat, maka hendaknya tiap aktivitas yang dilakukan oleh tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya dapat menjadi sumber petunjuk dan pedoman hidup yang menenangkan, serta memberikan arahan kepada umat Islam mengenai norma-norma untuk meningkatkan moral, memperkuat mental, keuletan, dan dorongan untuk memahami serta mengimplementasikan ajaran agama dengan optimal dalam kehidupan ini, dengan tujuan mencapai kebahagiaan dan keselamatan di akhirat nanti (Inah, 2. Peran tokoh agama juga sangat penting di dalam suatu masyarakat terutama di masyarakat nelayan. Untuk daerah yang peneliti jadikan objek penelitian di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan wawancara awal dengan tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat, mengungkapka bahwa tingkat religiusitas masyarakat nelayan di desa Tongas Wetan cukup tinggi. Hal ini terlihat pada antusias anak-anak masyarakat nelayan ketika pulang dari sekolah formal, sore harinya melanjutkan ke madrasah diniyah dan setelah maghrib dilanjutkan mengaji di musholla sampai isyaAo. Di samping itu, setelah lulus SD/MI anak-anak desa Tongas Wetan kebanyakan melanjutkan sekolah di pondok pesantren. Sedangkan untuk para orang tuanya, menurut tokoh agama tingkat ketaatan dalam beragama cukup tinggi meskipun dari segi ilmu tergolong kurang. Dalam hal sholat berjamaah, masyarakat nelayan ini dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Artinya jika waktu sholat telah tiba, sedangkan nelayan masih bekerja di tengah laut dalam kondisi air laut sedang dalam gelombang yang besar, maka warga yang 70 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA mengikuti sholat berjamaah tidak banyak. Begitu pula sebaliknya, jika waktu sholat berjamaah saat nelayan tidak pergi ke laut maka yang mengikuti sholat berjamaah relatif Namun berbeda ketika Sholat JumAoat berlangsung. Antusias warga menunjukkan banyak yang mengikuti Sholat JumAoat di masjid, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, maupun lansia. Dalam hal pergaulan anak muda di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan, biasanya jika waktu libur sekolah ada anak muda yang bermain gadget di warung yang menyediakan wifi gratis maupun bermain Play Station ketika malam hari. Upaya orang tua dalam mendidik anak cukup baik, namun masih terdapat beberapa anak yang menunjukkan perilaku kurang baik. Ini disebabkan karena pengaruh teman dan juga pengaruh dari gadget. Dalam hal berkomunikasi antara anak muda dengan orang yang lebih tua, kebanyakan menggunakan bahasa seperti berbicara dengan teman sebayanya. Begitupun dalam hal sikap anak muda terhadap orang yang lebih tua. Menurut tokoh agama, sopan santunnya kurang. Misalnya permisi saat melewati orang yang lebih tua, mengucapkan salam saat bertemu, mencium tangan saat bersalaman dengan orang yang lebih tua. Melihat fenomena di atas, maka peneliti merasa tertarik melakukan penelitian mengenai kontribusi tokoh agama dalam menanamkan akhlakul karimah yang ada di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan. Kabupaten Probolinggo. Sebelum melakukan penelitian lapangan, peneliti melakukan kajian penelitian terdahulu yang mana untuk mencari judul atau topik penelitian yang telah dibahas sebelumnya, diantaranya penelitian yang dilakukan Bonde, menyatakan bahwa kompleksitas masalah yang dihadapi remaja menekankan perlunya perhatian khusus dalam penanganannya. Penelitian tersebut menyoroti peran tokoh agama dalam menghadapi tantangan pergaulan bebas remaja. Sebab Tokoh agama dianggap mampu mempengaruhi pembentukan kepribadian remaja. Maka ada hal-hal yang harus dilakukan peran tokoh agama dalam mengatasi pergaulan bebas bagi remaja antara lain dengan melakukan pembinaan moral dan peran dalam mempertebal rasa keimanan. Peran tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan di kehidupan remaja dianggap sebagai suatu sistem nilai yang menciptakan norma-norma dan berfungsi sebagai penyaring untuk menghindari pergaulan bebas. (Bonde et al. , 2. Kedua, penelitian yang ditulis oleh Mochamad Aris Yusuf dan Robby Aditya Putra dengan judul AuPeran Tokoh Agama Dalam Kriminal Remaja di Kota PekalonganAy. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi kriminalitas remaja di Kota Pekalongan, tokoh agama memberikan arahan agar remaja menjunjung tinggi nilai-nilai ulama sebagai teladan, dengan harapan perlakuan negatif dapat tergerus. Pertanyaan etis pun diajukan untuk merangsang renungan remaja terkait dampak perilaku buruk mereka. Meskipun tokoh agama berupaya memperkuat moralitas, realitas menunjukkan IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 71 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA kurangnya partisipasi remaja dalam kegiatan positif, meski mendapat dukungan dari ulama dan tokoh masyarakat. Tantangan besar masih ada, dan partisipasi aktif para tokoh masyarakat menjadi kunci dalam mengubah perilaku negatif remaja di kota tersebut. (Aris Yusuf & Aditya Putra, 2. Ketiga, penelitian yang ditulis oleh Neliwati. Samsul Rizal. Hemawati dengan judul AuPeranan Tokoh Agama Dalam Meningkatkan Motivasi Pelaksanaan Keagamaan MasyarakatAy. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tokoh agama di Dusun Karang Sari. Desa Tanjung Putus. Kecamatan Padang Tualang. Kabupaten Langkat, berperan penting dalam meningkatkan keberagamaan masyarakat dengan menyampaikan pengetahuan, mengajak kegiatan positif, dan memantau kondisi sehari-hari. Faktor pendukung melibatkan pengetahuan masyarakat yang masih awam, sistem kegotong royongan, keuletan tokoh agama, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, ada hambatan seperti kurangnya dukungan masyarakat, kesulitan ekonomi, minimnya pemahaman tentang keagamaan, kebiasaan lingkungan yang kurang agamis, tingginya jumlah penduduk berpendidikan rendah, dan minimnya bantuan pemerintah dalam hal dana kegiatan keagamaan. (Neliwati et al. , 2. Dari ketiga penelitian terdahulu yang telah peneliti paparkan di atas, ada pembeda antara penelitian terdahulu dengan penelitian ini yaitu peneliti akan membahas tentang peran tokoh agama dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan di Desa Tongas Wetan Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif yang mana jenis penelitiannya menggunakan studi kasus. Informan penelitian dalam penelitian ini meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Penelitian kualitatif yang dilakukan menggunakan penelitian lapangan . ield researc. yaitu dengan mengadakan penelitian terhadap objek yang dituju untuk memperoleh data yang benar dan terpercaya (Fadli, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik Analisa data penelitian ini adalah dengan reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Desa Tongas Wetan Desa Tongas Wetan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Tongas. Di Kecamatan Tongas sendiri terdapat 14 desa, yang meliputi Desa Tambak Rejo. Desa Curah Tulis. Desa Tongas Kulon. Desa Tongas Wetan. Desa Curah Dringu, 72 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA Desa Dungun. Desa Bayeman. Desa Sumendi. Desa Sumber Rejo. Desa Sumber Kramat. Desa Wringin Anom. Desa Pamatan. Desa Klampok, dan Desa Tanjung Rejo. Luas wilayah Desa Tongas Wetan ini seluas 6,62 km 2. Adapun perbatasan wilayah Desa Tongas Wetan ini yaitu: Sebelah Utara: Selat Madura Sebelah Timur: Desa Curah Dringu Sebelah Selatan: Desa Wringin Anom Sebelah Barat: Desa Tongas Kulon Jumlah penduduk di Desa Tongas Wetan sebanyak 6. 424 jiwa yang terdiri dari 247 KK. Adapun yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 3. 184 jiwa dan yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 3. 240 jiwa. Agama yang dianut oleh penduduk di Desa Tongas Wetan 100% beragama Islam. Sedangkan yang berprofesi sebagai nelayan berjumlah 447 orang atau 294 KK. Desa Tongas Wetan merupakan desa yang sebagian wilayahnya terletak di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Yang mana kepala keluarganya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan yang mencari rajungan di laut. Adapun hasil tangkapan dari laut tersebut ada yang diolah sendiri dulu di rumah dan ada juga yang langsung dijual ke pedagang (Nabila & Umro, 2. Peran Tokoh Agama bagi Masyarakat Keterlibatan tokoh agama sangat diperlukan sebagai sarana untuk memperkuat keyakinan penganut agama yang dianutnya. Setiap tokoh agama sangat berperan di Indonesia, karena secara khusus, memegang tanggung jawab yang sangat besar dalam memperkuat dan menyampaikan ajaran agama kepada umatnya. (Zuhriah, 2. Tokoh agama dalam masyarakat nelayan di Desa Tongas Wetan ini adalah Bapak Hubbul Khoiri. Beliau merupakan asli warga daerah nelayan Desa Tongas Wetan. Bapak Khoiri adalah tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat di daerah tersebut. Beliau juga adalah seorang pensiunan guru Pendidikan Agama Islam di tingkat Sekolah Dasar. Kemudian, beliau adalah ketua jamaAoah tibaiyah. Beliau juga menjadi imam dalam sholat berjamaah di Masjid Sunan Ampel. IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 73 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA Gambar 1. Wawancara Peneliti bersama Tokoh Agama Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan bahwasannya seorang tokoh agama mempunyai peranan yang penting dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat terlebih lagi di dalam masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan. Hal tersebut sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab beliau sebagai seorang tokoh agama untuk menjadikan masyarakat agar menjadi individu yang berakhlakul karimah. Untuk mendapatkan gambaran tentang peran tokoh agama di dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan, peneliti menggunakan teknik wawancara. Adapun peran tokoh agama di dalam menanamkan akhlakul karimah masyarakat sebagai berikut: Sebagai Pemimpin (Leade. Pada masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan, peran seorang tokoh agama bukan hanya terbatas pada fungsi spiritual, tetapi juga harus menjadi seorang pemimpin yang berperan penting di dalam kehidupan sehari-hari. Seorang tokoh agama yang berpengetahuan mendalam dan memiliki karisma, mampu memberikan dorongan yang bersifat spiritual dan sosial, menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi masyarakat. Pengetahuan agama yang dimiliki oleh tokoh agama menjadi landasan bagi pengaruh positif bagi masyarakat nelayan (Umami, 2. Selain itu, karisma yang dimiliki oleh tokoh agama menjadikannya sebagai figur pemimpin yang dihormati dan diikuti oleh Kehadiran mereka tidak hanya memberikan arahan dalam urusan spiritual, tetapi juga membimbing dalam hal-hal sosial dan kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, tokoh agama tidak hanya menjadi imam sholat berjamaah, tetapi juga memberikan bimbingan dan inspirasi dalam aspek-aspek spiritual. Selain itu, keterlibatan aktif mereka dalam kegiatan masjid mencakup berbagai inisiatif sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, yang menjadikan mereka pemimpin yang merangkul dan memberdayakan komunitas secara menyeluruh. Peran ini mencerminkan tanggung jawab sosial dan spiritual tokoh agama yang melampaui ranah ibadah ritual, membentuk fondasi kuat bagi kehidupan dan penerapan nilai-nilai agama Islam di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Teladan (Uswah Hasana. Tokoh agama di masyarakat Desa Tongas Wetan memiliki peran yang sangat dihormati oleh warganya. Sikap dan sifat yang dimiliki oleh para tokoh agama membuat mereka menjadi sosok yang diakui sebagai panutan utama dalam berbagai aspek kehidupan yang berkaitan dengan ajaran agama. Kepentingan dan keperkasaan mereka tidak hanya terbatas pada ranah spiritual, tetapi juga meluas ke dalam keputusankeputusan penting dalam kehidupan sehari-hari. Sikap penuh kesabaran, kedamaian, dan kebijaksanaan yang dimiliki oleh tokoh agama membuat mereka menjadi teladan bagi seluruh masyarakat. Warga Desa Tongas Wetan cenderung mencari pandangan dan nasihat dari tokoh agama ketika mereka dihadapkan pada situasi yang memerlukan 74 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA pemikiran moral dan etis. Dalam banyak hal, para tokoh agama dijadikan sebagai cerminan yang mencerminkan ajaran agama dalam tindakan sehari-hari, menjadi panduan moral yang menuntun warga untuk menjalani kehidupan sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Selain itu, tokoh agama menjadi figur yang disegani dalam kehidupan Penghormatan ini tidak hanya bersumber dari pengetahuan agama yang mereka miliki, tetapi juga dari dedikasi mereka dalam melayani dan membimbing Keberadaannya membawa rasa aman dan ketenangan. Maka dari itu hal ini menjadikan mereka sebagai pemimpin spiritual yang dihormati dan diandalkan. Sebagai Pembimbing (Mento. Tokoh agama di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan tidak hanya menjalankan tugas sebagai imam dalam sholat berjamaah, tetapi juga memegang peran penting sebagai pembimbing spiritual. Dengan keterlibatan aktif mereka dalam berbagai kegiatan di masjid, tokoh agama membimbing masyarakat dalam memahami dan menerapkan ajaran agama Islam di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pembimbing spiritual, tokoh agama tidak hanya memimpin sholat berjamaah sebagai bentuk pelayanan ritual, melainkan juga memberikan arahan dan nasehat. Bentuk Penanaman Akhlakul Karimah pada Masyarakat Nelayan Desa Tongas Wetan Bentuk penanaman akhlakul karimah di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan dapat diketahui dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masyarakat tersebut yaitu seperti kegiatan keagamaan dan kegiatan sosial. Adapun kegiatan keagamaan yang meliputi sholat berjamaah, kegiatan di masjid . embacaan rotibul hadad dan jamaAoah tibaiya. , yasin dan tahlilan, perayaan hari besar Islam, dibaAoan, mengaji Al-QurAoan di musholla, madrasah diniyah . Kemudian dalam hal kegiatan sosial seperti gotong royong, takziah, menjenguk warga yang terkena musibah, saling tolong menolong baik itu ketika ada warga yang meninggal maupun ketika ada hajatan. Adapun penanaman akhlakul karimah pada anak di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan yang pertama melalui orang tua. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama kali dikenal anak, memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan nilainilai moral seorang anak. Orang tua menjadi panutan utama karena figur yang paling awal dikenal oleh anak-anak sejak lahir. Keluarga adalah sekolah tempat anak-anak belajar. Dari sana mereka belajar sifat-sifat mulia, sifat-sifat kesetiaan, kasih sayang semangat, dan sebagainya. Hubungan antara orang tua dan anak merupakan bagian penting penting dalam kehidupan keluarga (Tarmizi et al. , 2. Interaksi pertama kali anak dengan dunia luar terjadi melalui hubungan yang dibangun dengan orang tua, sehingga nilai-nilai IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 75 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA yang ditanamkan dalam proses ini memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk kepribadian anak. Orang tua di Desa Tongas Wetan menjadi pelopor dalam membimbing anak-anak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai seperti kejujuran, tolong-menolong, dan rasa tanggung jawab. Melalui keteladanan dan pembinaan secara langsung, mereka menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter yang kuat dan berakar pada nilai-nilai positif. Dengan demikian, penanaman akhlakul karimah diawali dan diperkuat oleh peran sentral orang tua, yang memastikan bahwa anak-anak tumbuh menjadi individu yang berkontribusi positif dalam masyarakat nelayan mereka. Selain itu, penanaman akhlakul karimah pada anak di Desa Tongas Wetan bukan hanya terbatas pada lingkup keluarga, melainkan juga melalui pendidikan, baik itu dari pendidikan formal maupun pendidikan non formal. Pendidikan formal, yang umumnya dilaksanakan di sekolah-sekolah, mempunyai peran yang penting di dalam membentuk karakter anak. Kurikulum yang disusun tidak hanya mencakup aspek akademis, tetapi juga menyelipkan nilai-nilai moral yang menjadi bagian integral dari proses Di dalam lingkungan sekolah, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar namun juga sebagai sosok panutan yang dapat memotivasi anak-anak untuk mengembangkan akhlakul karimah. Penanaman nilai-nilai moral juga dilakukan melalui pendidikan non formal, khususnya melalui sekolah madin . adrasah diniya. Setelah menjalani kegiatan formal di sekolah, anak-anak setempat melanjutkan pendidikan agama di madin, yang berlangsung setiap hari setelah pukul 14. 00 hingga pukul 16. 00 WIB. Santri tidak hanya memperdalam pemahaman agama Islam tetapi juga diajarkan untuk mengamalkan nilainilai etika, seperti kesabaran, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama. Gambar 2. Kegiatan Madrasah Diniyah (Madi. di Desa Tongas Wetan 76 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA Setelah kegiatan pendidikan di madin, anak-anak di daerah masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan tidak berhenti setelah jam pelajaran, melainkan dilanjutkan dengan kegiatan mengaji Al-Qur'an di musholla setelah sholat maghrib hingga waktu isyaAo. Dengan demikian, waktu yang dihabiskan di madin tidak hanya menjadi ajang pembelajaran agama, tetapi juga menjadi momen untuk memupuk akhlakul karimah melalui praktik sehari-hari. Melalui kombinasi pendidikan formal dan non formal ini, masyarakat Desa Tongas Wetan berupaya memberikan landasan kuat bagi anak-anak untuk berkembang serta tumbuh menjadi individu yang berakhlak mulia dalam lingkup agama dan sosial. Tantangan dalam Penerapan Akhlakul Karimah Berdasarkan dari hal tersebut, maka dapat dianalisis beberapa tantangan dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak muda: Pengaruh Negatif dari Lingkungan Pergaulan Tantangan yang dihadapi dalam menanamkan akhlakul karimah pada anak muda terutama berasal dari pergaulan yang cenderung tidak sehat. Anak muda seringkali terjebak dalam kegiatan yang tidak mendukung pengembangan nilai-nilai moral, seperti bermain gadget di tempat wifi atau bermain PS (Play Statio. hingga larut malam. Kejadian ini menjadi penghambat utama dalam usaha menciptakan generasi yang berakhlakul karimah. Penyebab utama dari tantangan ini dapat ditemukan dalam adanya pengaruh dari teman sebaya. Aktivitas yang kurang mendukung akhlak seringkali menjadi daya tarik bagi anak muda yang ingin merasa diterima di lingkungan sekitarnya (Halimah, 2. Selain itu, pengaruh negatif dari media sosial dan gadget juga turut berkontribusi dalam membentuk pola perilaku yang tidak sehat. Informasi dan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dapat dengan mudah diakses, memberikan dampak buruk pada perkembangan akhlak anak muda. Keterbatasan Orang Tua dalam Mengawasi Anak Tantangan dalam menanamkan akhlakul karimah di masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan melibatkan keterbatasan orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka. Penyebab utama dari tantangan ini dapat ditelusuri pada profesi mayoritas orang tua di desa tersebut, yang sebagian besar adalah nelayan yang mencari rajungan di laut. Aktivitas mencari nafkah ini menuntut kehadiran mereka di laut untuk jangka waktu yang cukup lama, membatasi waktu dan energi yang dapat mereka alokasikan untuk mengawasi perkembangan akhlak dan perilaku anak-anak. Kondisi kerja keras di laut, seringkali dihadapi oleh orang tua sebagai kepala keluarga, dapat meningkatkan risiko kurangnya keterlibatan langsung dalam pengasuhan anak-anak. Terkadang, hasil tangkapan laut harus diolah di rumah terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sementara sebagian dijual secara langsung kepada pedagang untuk IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 | 77 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA mendapatkan penghasilan tambahan. Selain itu, jadwal yang tidak pasti dan kondisi laut yang tidak selalu memungkinkan kembali tepat waktu, semakin meningkatkan keterbatasan orang tua dalam memberikan pengawasan yang konsisten. Kurangnya Kesadaran tentang Sopan Santun Tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tongas Wetan terkait perilaku anak muda mencerminkan kurangnya perhatian terhadap norma-norma sopan santun, seperti tidak permisi saat melewati orang yang lebih tua atau ketidakpedulian dalam mengucapkan salam saat bertemu. Fenomena ini dapat dihubungkan dengan sejumlah penyebab, terutama kurangnya pemahaman atau kesadaran terhadap nilai-nilai sopan santun yang seharusnya menjadi bagian integral dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang yang lebih tua. Pemahaman terhadap norma-norma sopan santun seringkali tidak hanya berkaitan dengan tata krama formal, tetapi juga mencerminkan rasa hormat dan penghargaan terhadap generasi yang lebih tua. Mungkin beberapa anak muda belum sepenuhnya menyadari bahwa tindakan sekecil tidak meminta izin atau tidak mengucapkan salam dapat memberikan dampak signifikan terhadap hubungan antargenerasi dan citra kepribadian mereka. Pengaruh Gadget Tantangan yang dihadapi oleh anak muda di Desa Tongas Wetan adalah penggunaan gadget yang berlebihan, yang dapat merusak nilai-nilai moral dan etika Kecenderungan terpaku pada dunia maya seringkali dapat menghambat perkembangan akhlakul karimah, yang seharusnya menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter anak. Fenomena ini dapat dihubungkan dengan sejumlah penyebab, diantaranya adalah tergantung pada konten yang dikonsumsi melalui gadget dan kurangnya pengawasan yang memadai dari orang tua. Pentingnya pengawasan orang tua dalam pemakaian gadget oleh anak muda tidak dapat diabaikan (Allika Mawarti. Tanpa pengawasan yang memadai, anak-anak mungkin terpapar pada konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral yang diajarkan oleh keluarga dan Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak konten di dunia maya yang tidak selalu mendukung pembentukan karakter yang baik, dan anak-anak perlu dibimbing agar mampu memilih dengan bijak dan menilai mana yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. KESIMPULAN Berdasarkan hal di atas maka dapat disimpulkan bahwa peran tokoh agama di dalam menanamkan akhlakul karimah pada masyarakat nelayan Desa Tongas Wetan yaitu sebagai pemimpin, sebagai panutan, dan sebagai pembimbing. Sebagai pemimpin, mereka tidak hanya memimpin sholat berjamaah tetapi juga memberikan bimbingan 78 | IMTIYAZ. Volume 7 Nomor 1. Maret 2023 Hani NafiAoah Rachmawati, etc. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Akhlakul KarimahA spiritual dan sosial. Sebagai panutan, tokoh agama dihormati sebagai figur yang mencerminkan nilai-nilai agama dalam tindakan sehari-hari, menjadi panduan moral bagi Sebagai pembimbing, mereka aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial, membimbing masyarakat dalam penerapan ajaran agama Islam. DAFTAR PUSTAKA