Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. 410 - 412 http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pembedayaan Keluarga Dalam Kepatuhan Makan Obat Pada Lansia Hiperetensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Buhit 2022 Siska Evi Martina1. Rumondang Gultom2. Janno Sinaga3. Leny Renova Lumbantobing4 1,2,3,4Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Sari Mutiara Indonesia *penulis korespondensi : siskaevi21@gmail. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test. Sebanyak 50 lansia hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Buhit berpartisipasi dalam penelitian ini. Intervensi dilakukan melalui program edukasi dan pelatihan kepada anggota keluarga tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan makan obat sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan makan obat meningkat dari 60% sebelum intervensi menjadi 84% setelah intervensi. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan . < 0,. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan keluarga efektif dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi. Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 02 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Abstract. This study aims to evaluate family empowerment in improving medication adherence in elderly with hypertension in the Buhit Health Center work area. The method used is a quantitative approach with a pre-test and post-test design. A total of 50 elderly with hypertension registered at the Buhit Health Center participated in this study. The intervention was carried out through an education and training program for family members about the importance of adherence in hypertension treatment. Data were collected using a questionnaire that measured the level of medication adherence before and after the intervention. The results showed that the level of medication adherence increased from 60% before the intervention to 84% after the The paired t-test showed a significant difference . <0. The conclusion of this study shows that family empowerment is effective in improving medication adherence in elderly with hypertension. Kata Kunci: Pemberdayaan keluarga, kepatuhan, makan obat, lansia, hipertensi. Puskesmas Buhit. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum di kalangan lansia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Kepatuhan dalam pengobatan adalah kunci untuk mengontrol hipertensi dan mencegah komplikasi. Namun, banyak lansia yang mengalami kesulitan dalam mematuhi regimen pengobatan mereka. Pemberdayaan keluarga dapat berperan penting dalam mendukung kepatuhan makan obat pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberdayaan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit. METODE Penelitian ini menggunakan desain pre-test dan post-test dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari 50 lansia hipertensi yang terdaftar di Puskesmas Buhit. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Intervensi dilakukan melalui program edukasi dan pelatihan kepada anggota keluarga tentang pentingnya kepatuhan dalam pengobatan hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. kuesioner yang mengukur tingkat kepatuhan makan obat sebelum dan setelah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji t berpasangan untuk membandingkan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi sebelum intervensi adalah 60%, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 84%. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi . < 0,. Pembahasan ini menyoroti bahwa pemberdayaan keluarga melalui edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan kesadaran dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan makan obat lansia. Keluarga yang terlibat aktif dalam proses pengobatan dapat membantu lansia mengingat waktu dan dosis obat, serta memberikan motivasi yang diperlukan untuk mematuhi pengobatan. KESIMPULAN Pemberdayaan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan makan obat pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Buhit. Oleh karena itu, disarankan agar program pemberdayaan keluarga diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan untuk mendukung pengelolaan hipertensi pada lansia. DAFTAR PUSTAKA