E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Hubungan Antara Konsep Diri dan Lingkungan Sosial Dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Di SMA Negeri 42 Jakarta Dary Hafizh Anas1. Tatiyani. Universitas Persada Indonesia Y. Pangeran Diponegoro No. RT. 2/RW. Kenari. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430 E-mail : dary_Hafizh_19@upi-yai. id 1, tatiyani@upi-yai. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Dalam penelitian menggunakan tiga variabel Konsep Diri. Lingkungan Sosial, dan Kemampuan Komunikasi Interpersonal. Populasi yang jumlah anggota yang terdaftar sebanyak 248 orang laki-laki dan perempuan dan sampel berjumlah 148 orang laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan skala likert dan pengambilan sampe menggunakan Random Sampling. Hasil uji validitas skala kemampuan komunikasi interpersonal 29 item valid dan 11 item gugur, skala konsep diri 12 item valid dan 0 item gugur, lingkungan sosial 20 item valid dan 0 item gugur. Hasil Penelitian diperoleh hasil r = 0,294 dan p = 0. 000 < 0,05. Maka (Ho. :Autidak ada hubungan antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 JakartaAy ditolak. (Ha. :AuTerdapat Hubungan antara Konsep Diri dengan Kemampuan Komunikasi interpersonal pada siswa Kelas XI SMA Negeri 42 JakartaAy diterima. Kata kunci : Konsep Diri. Lingkungan Sosial. Komunikasi Interpersonal. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the relationship between self-concept and social environtment with interpersonal communication ability in grade XI students of SMA Negeri 42 Jakarta. the study using three variables Self-Concept. Social Environment. And Interpersonal Communication Ability. The population of registered members was 248 men and women and the sample was 148 men and Data collection using Likert scale and sampling using Random Sampling. The results of the validity test of the interpersonal communication ability scale are 29 valid items and 11 deciduous items, the selfconcept scale is 12 valid items and 0 deciduous items, the social environment is 20 items are valid and 0 items are fall. The results of the study obtained results r = 0. 294 and p = 0. 000 < 0. So (Ho. : "there is no relationship between Self-Concept and Interpersonal Communication in grade XI students of SMA Negeri 42 Jakarta" was rejected. (Ha. : "There is a relationship between self-concept and interpersonal communication skills in grade XI students of SMA Negeri 42 Jakarta" accepted. Keyword : self-concept, social environtment, interpersonal communication ability PENDAHULUAN Latar belakang Setiap mengalami perubahan disetiap tumbuh kembangnya, begitu juga remaja. Setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama, remaja akan melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah atas. Monks. Knoers dan Haditono . membagi masa remaja menjadi tiga bagian yaitu remaja awal pada usia 12-15 tahun, remaja pertengahan pada usia 15-18 tahun, dan remaja akhir pada usia 18-21 tahun. Jika mengikuti teori Monks. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Knoers dan Haditono, siswa SMA termasuk pada kategori remaja pertengahan. tulisan yang muncul pada combo box di sebelah Masa remaja . memiliki arti yang lebih luas yang meliputi kematangan mental, emosional, sosial dan fisik (Hurlock, 2. Menurut Hall . alam Santrock, 2. Masa remaja adalah masa yang penuh badai dan penuh tekanan. Itu adalah waktu yang penuh gejolak yang dipenuhi dengan konflik dan perubahan suasana hati, kebingungan pikiran, perasaan, dan tindakan. Remaja di masa SMA seharusnya mampu menyesuaikan diri dengan Mampu berkomununikasi dengan baik dengan tema sebaya, guru, kakak tingkat dan orang-orang di lingkungan sekolah maupun keluarga. Dalam buku Dinamika Komunikasi menurut Effendy . Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari satu orang ke orang lain untuk menginformasikan atau mengubah sikap, pendapat atau perilaku, secara langsung, lisan atau tidak langsung. Komunikasi yang dilakukan secara lisan, langsung tanpa perantara disebut komunikasi Komunikasi interpersonal sangat penting bagi siswa SMA dalam menjalin relasi dengan orang-orang disekitar, karena memudahkan bertukar pikiran dengan orang lain yang menghasilkan tujuan. lingkungan sekolah SMA masih banyak terdapat kesalahan antara siswa dengan siswa, antara siswa dengan guru, atau antara siswa dengan personel sekolah lainnya. Kesalahan ini biasanya terjadi karena kesalahan menerima informasi yang mereka terima. Kesalahan dalam menerima informasi tersebut dapat menimbulkan pertengkaran yang dapat mempengaruhi aktivitas sosial mereka di Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan wakil kepala sekolah bagian kurikulum SMA NEGERI 42 JAKARTA, beberapa murid memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah, hal ini disebabkan karena para murid yang memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang rendah cenderung tidak adanya sikap keterbukaan terhadap siswa lain, rasa empati, kurangnya komunikasi terhadap lingkungan sosial nya. Mereka cenderung menyendiri dan susah dalam melakukan sosialisasi karena kurangnya pemahaman konsep diri sehingga sering terjadi kesalahan menerima informasi yang diberikan oleh teman-teman, guru. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 maupun staff sekolah yang lain. Kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal ini juga cenderung lebih diam dan tidak menonjol karna merasa kurang mampu. Fenomena diatas menunjukkan bahwa tingkat kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa SMA NEGERI 42 JAKARTA belum sepenuhnya berada di tingkatan yang Masih terdapat siswa yang masih belum memahami pentingnya kemampuan komunikasi interpersonal di dalam kehidupan sosial nya. Konsep diri dan lingkungan sosial dengan komunikasi interpersonal memiliki hubungan yang sangat berpengaruh. Apabila siswa memiliki pemahaman tentang konsep diri nya dengan baik dan di dukung oleh lingkungan sosial yang baik, maka kemampuan komunikasi interpersonal nya akan baik sehingga siswa mampu mencapai tujuannya dengan sempurna. Sebaliknya apabila siswa tidak memahami konsep diri dan berada di lingkungan sosial yang kurang baik, maka kemampuan komunikasi interpersonal nya akan rendah sehingga siswa akan mengalami kesulitan dalam mencapai Berdasarkan hasil uraian latar belakang diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Antara Konsep Diri dan Lingkungan Sosial Terhadap Kemampuan Komunikasi Interpersonal Pada Siswa Kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTAAy. Rumusan Masalah Berdasakan uraian latar belakang diatas, maka penulis mengemukakan masalah yang dirumuskan sebagai berikut : Apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal? Apakah ada hubungan antara lingkungan sosial denga kemampuan komunikasi Apakah ada hubungan antara konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk Hubungan antara Konsep Diri dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA. Hubungan antara Lingkungan Sosial dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa Kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA. Hubungan Antara Konsep Diri dan Lingkungan Sosial Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai efek dan kemampuan untuk memberikan tanggapan segera. TINJAUAN PUSTAKA Faktor Ae Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Komunikasi Interpersonal Faktor-faktor kemampuan komunikasi interpersonal pada seseorang menurut Rakhmat . , yaitu : Persepsi Interpersonal Jika, selama komunikasi, seseorang salah mengartikan pesan yang kesalahan komunikasi dapat terjadi. Kegagalan ini dapat diperbaiki jika benar persepsi yang disimpulkan oleh individu tersebut salah. Oleh karena itu, ketika melakukan interaksi interpersonal, individu tidak boleh langsung mengambil kesimpulan tentang pesan yang dikomunikasikan tanpa mengetahui faktanya terlebih Konsep Diri Konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal, karena seringkali orang berperilaku sesuai dengan konsep Dari konsep diri inilah individu dapat mengenal dan mengenal satu sama lain, sehingga proses komunikasi interpersonal berjalan dengan lancar. Karena individu sudah tahu bagaimana dan siapa dia. Atraksi Interpersonal Atraksi kemampuan untuk memprediksi di mana pesan akan muncul dan kepada siapa pesan itu akan disampaikan. Kesukaan seseorang terhadap orang lain, sikap positif, dan daya tarik Hubungan Interpersonal Hubungan hubungan yang melibatkan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya karena masing-masing Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan manfaat Adapun manfaat penelitian ini Manfaat Teoritis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat pembelajaran pentingnya memahami konsep diri dan dukungan sosial untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai informasi selanjutnya yang berkaitan dengan konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi Komunikasi Intepersonal Komunikasi DeVito . adalah pengiriman pesan oleh satu orang dan penerima pesan dari orang lain https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Konsep Diri Pendapat lainnya mengenai konsep diri. Calhoun dan Acocella . mendefinisikan konsep diri sebagai citra mental diri sendiri. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Hurlock . menyatakan bahwa konsep diri adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri, perpaduan antara keyakinan, fisik, psikologis, sosial, emosional, dan persepsi yang dia capai. Burn . mendefinisikan konsep diri sebagai kesan diri seseorang secara total yang meliputi pendapat seseorang tentang diri sendiri, pendapat seseorang tentang citra diri di mata orang lain, dan citra diri seseorang tentang apa yang telah Aspek Ae aspek yang mempengaruhi Konsep Diri Calhoun Acocella mengatakan konsep diri terdiri dari tiga dimensi atau aspek : Pengetahuan umum Pengetahuan umum adalah apa yang diketahui individu tentang diri mereka sendiri. Individu dalam pikirannya memiliki daftar yang menggambarkan dirinya, kepenuhan atau kekurangan fisik, usia, jenis kelamin, etnis, pekerjaan, agama dan lain-lain. Pengetahuan diri juga berasal dari kelompok sosial yang diidentifikasi oleh individu. Harapan Individu mempunyai harapan bagi dirinya sendiri untuk menjadi diri yang ideal. Diri yang ideal sangat berbeda pada masingmasing individu. Penilaian Didalam berkedudukan sebagai penilai tentang dirinya Lingkungan Sosial Menurut Sartaim . alam Ngalim Purwanto, 2006:. lingkungan sosial berarti sekumpulan orang atau orang lain yang Pengaruh lingkungan sosial merupakan sesuatu yang diterima secara langsung, seperti dalam interaksi sehari-hari dengan orang lain, keluarga, rekan kerja, teman sekelas, dan lain-lain. Dan secara tidak langsung melalui radio, televisi, membaca buku, surat kabar, dll. dan banyak bentuk Aspek Ae aspek yang mempengaruhi Lingkungan Sosial Aspek-aspek lingkungan sosial menurut Syah . Lingkungan sosial masyarakat Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 Lingkungan sosial masyarakat dimana warga memiliki latar belakang pendidikan yang cukup, terdapat lembaga-lembaga pendidikan dan sumber-sumber belajar didalamnya akan memberikan dampak terhadap semangat dan perkembangan belajar Lingkungan sosial keluarga Cara orangtua mendidik anaknya memiliki pengaruh yang besar terhadap proses belajar dari sang anak. Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Lingkungan sosial sekolah Sekolah adalah tempat belajar bagi siswa dan teman-temannya untuk memperoleh ilmu pengetahuan dari tenaga pendidik. Sekolah adalah lingkungan yang mengembangkan dan meneruskan pendidikan anak menjadi warga negara yang cerdas, terampil dan bertingkah laku baik. Hipotesis . Terdapat Hubungan antara Konsep Diri Kemampuan Komunikasi interpersonal pada siswa Kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA. Terdapat Hubungan antara Lingkungan Sosial dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa Kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA. Terdapat Hubungan antara Konsep Diri Lingkungan Sosial Kemampuan Komunikasi Interpersonal pada siswa Kelas XI SMA NEGERI 42 JAKARTA. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling, yaitu pemilihan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono,2. Hasil perhitungan dengan metode analisis data Bivariate Correlation dan dengan koefisien korelasi antara Konsep Diri dengan Kemampuan Komunikasi Interpersonal adalah r = 0,294 dan p = 0,000 < 0,05, maka ada hubungan yang signifikan antara arah korelasi positif antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 Semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri maka semakin rendah juga kemampuan komunikasi interpersonal. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh M. Reza Kurniawan. Ernita Arif & Asnawi . yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan ke arah positif antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi sehingga bila semakin baik konsep diri maka akan semakin interpersonal, begitupun sebaliknya semakin menurun konsep diri maka semakin menurun kemampuan komunikasi interpersonal. Pada hasil analisis kedua dengan menggunakan metode analisis data Bivariate correlation dengan koefisien korelasi antara Lingkungan Sosial dengan Kemampuan Komunikasi Intepersonal adalah r = 0,363 dan p = 0,000 < 0,05, maka ada hubungan yang signifikan kearah positif antara lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Semakin tinggi lingkungan sosial maka semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah lingkungan sosial komunikasi interpersonal. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Setiawati . yang berjudul Hubungan lingkungan sosial dan komunikasi interpersonal pada remaja SMA terdapat hubungan positif yang signifikan yang menunjukkan apabila lingkungan sosial nya baik maka akan semakin baik juga komunikasi interpersonal nya. Sebaliknya, jika lingkungan sosial buruk akan buruk juga kemampuan komunikasi intepersonal nya. Berdasarkan hasil analisis statistik pada hipotesis ketiga dengan menggunakan metode analisis Multivariate Correlation antara variabel konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal diperoleh koefisien korelasi R sebesar Nilai R = 0,428 dan R square 0,183, p = 0,000 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. Selanjutnya, kontribusi konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal dapat diperoleh melalui uji analisis dengan metode Multivariate Stepwise menggunakan program SPSS versi 25. Dari hasil analisis diperoleh R square sebesar 0,183 yang berarti bahwa konsep diri dan lingkungan sosial memberikan sumbangan sebesar 18,3% interpersonal, selebihnya sebesar 100% 18,3% = 81,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil stepwise yang dominan adalah lingkungan sosial dan yang kedua adalah konsep diri. Skala Lingkungan sosial memberikan sumbangan sebesar 0,132 x 100% = 13,2% pada kemampuan komunikasi interpersonal dan konsep diri sebesar 0,051 x 100% = 5,1 pada kemampuan komunikasi interpersonal. Dari hasil penelitian ini, peneliti berharap para siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta agar lebih mendapatkan dukungan dari disekitarnya untuk interpersonal yang dimiliki para siswa, sehingga para siswa dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan pada babbab sebelumnya, maka dapat disimpulkan Terdapat hubungan signifikan kearah positif antara konsep diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Begitu Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 1 Maret 2024 https://doi. org/10. 37817/psikologikreatifinovatif. E-ISSN:2808-3849 P-ISSN:2808-4411 pula sebaliknya, semakin rendah konsep diri maka semakin rendah juga kemampuan komunikasi interpersonal. Terdapat hubungan signifikan kearah positif antara lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi lingkungan sosial maka semakin tinggi kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah lingkungan sosial maka semakin rendah juga kemampuan komunikasi interpersonal. Terdapat hubungan signifikan kearah positif antara konsep diri dan lingkungan sosial dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada siswa kelas XI SMA Negeri 42 Jakarta. DAFTAR PUSTAKA