MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG MALOKLUSI DENGAN MINAT PENGGUNAAN ALAT ORTODONTI CEKAT DI SMA NEGERI 7 BALIKPAPAN Salsabila Amelia Usmana. Saiful Rokhimb. Wahyuni Dwi Cahyac Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Laboratorium Biologi Oral. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email : salsabilaameliau01@gmail. Abstrak Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada rongga mulut adalah maloklusi. Maloklusi merupakan ketidaksejajaran gigi atau hubungan yang tidak tepat antara gigi rahang atas dan rahang bawah. Sebagian besar maloklusi terjadi pada usia remaja dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda. Kejadian masalah gigi dan mulut yang dialami remaja dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan remaja mengenai kesehatan gigi dan mulut. Maloklusi bisa dirawat menggunakan alat ortodonti dan alat yang sering digunakan adalah alat ortodonti cekat. Remaja merupakan salah satu kelompok masyarakat yang tertarik untuk menggunakan alat ortodonti untuk memperbaiki estetika dan fungsi rongga mulut yang lebih baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang maloklusi dengan minat penggunaan alat ortodonti cekat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada siswa SMA Negeri 7 Balikpapan. Sebagian besar . %) siswa memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebagian besar . ,2%) siswa memiliki minat sedang terhadap penggunaan alat ortodonti cekat. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang maloklusi dengan minat penggunaan alat ortodonti cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan . = 0,. Kata kunci: Maloklusi, alat orotodonti cekat, pengetahuan remaja Abstract Malocclusion is one of the most common oral problems. It is a misalignment of the teeth or an abnormal alignment of the upper and lower teeth. This problem most often occurs during adolescence with different severity level. The prevalence of dental and oral problems among adolescents is influenced by their level of knowledge on dental and oral health. Molocclusion can be treated with the help of orthodontic appliance and fixed orthodontic appliance is mostly used to treat it. Adolescents as part of community members show interest in using orthodontic appliance for the purpose of aesthetic restoration and fixing oral and dental This study aimed to investigate the association between adolescentsAo knowledge level on malocclusion and studentsAo interest in using fixed orthodontic appliance. This analytical observational method used cross-sectional approach. Proportionate stratified random sampling was used to select research There were 294 students fulfilling inclusion and exclusiom criteria. The data were collected through administering questionnaire to students at State Senior High School 7 Balikpapan. It was revealed that most students . %) had moderate level of knowledge on malocclusion and around 76. 2% of students also showed moderate interest in using fixed orthodontic appliance. adolescentsAo knowledge level on malocclusion is associated with studentsAo interest in using fixed Orthodontic appliance at State Senior High School 7 Balikpapan . = 0. Keywords: Malocclusion, fixed orthodontic appliance, adolescentAos knowledge MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 PENDAHULUAN menunjukkan angka yang tinggi pada Salah satu permasalahan yang sering remaja Indonesia usia sekolah7. Maloklusi dapat terjadi jika salah satu Maloklusi komponen yaitu gigi, skeletal, dan jaringan penyakit tetapi variasi dalam susunan gigi, lunak berubah dari keadaan normalnya. morfologi rahang, wajah, dan kranium2. Perubahan Maloklusi merupakan ketidaksejajaran gigi atau hubungan yang tidak tepat antara gigi Beberapa pendapat mengenai penyebab rahang atas dan rahang bawah3. Menurut maloklusi juga telah ditetapkan, yang World (WHO) dapat membantu dokter untuk membuat maloklusi didefinisikan sebagai anomali rencana perawatan yang tepat dan secara dentofasial yang mengacu pada oklusi efektif dapat mengatasi penyebabnya3. tidak normal atau hubungan kraniofasial Maloklusi dapat menyebabkan tiga jenis Health Organization masalah bagi pasien yaitu diskriminasi sosial karena penampilan wajah. kesejahteraan psikososial4. menelan, atau berbicara. dan kerentanan Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. penyakit periodontal, atau kerusakan gigi8. nasional untuk masalah gigi dan mulut di Sebagian besar maloklusi terjadi pada Indonesia 57,6%, usia remaja dengan tingkat keparahan prevalensi ini naik dibandingkan tahun yang berbeda-beda. Salah satu bentuk 2013 yaitu sebesar 25,9%. Prevalensi maloklusi yang paling sering terjadi pada remaja adalah crowding atau gigi berjejal9. Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2018 Maloklusi sebesar 61,52%5. Prevalensi maloklusi di Indonesia masih tinggi yang terjadi pada ortodonti yang paling sering digunakan adalah alat ortodonti cekat. Salah satu meningkatkan masalah kesehatan gigi dan kelompok masyarakat yang tertarik untuk Beberapa ortodonti mengatakan bahwa maloklusi Alat MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Remaja adalah masa dimana seseorang keputusan dan menentukan tindakan mengalami transisi dari anak menuju terhadap masalah yang di hadapi14. Ada dewasa yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun mental11. mempengaruhi pengetahuan seseorang Penampilan fisik adalah salah satu hal yang yaitu pendidikan, pekerjaan, umur, minat, paling penting bagi remaja terutama remaja permasalahan gigi dan mulut Remaja Remaja usia 15 sampai 18 tahun Pada memiliki minat yang sangat tinggi dan pengetahuan tentang kesehatan gigi dan remaja dengan usia tersebut paling banyak Pengetahuan tentang kesehatan berada pada tingkat Sekolah Menengah gigi dan mulut merupakan kemampuan Atas (SMA)12. Minat sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan seseorang memiliki keinginan terhadap gigi dan mulut dan sebagai edukasi agar sesuatu yang disertai keinginan untuk seseorang dapat mencapai kesehatan yang membuktikan lebih lanjut12. Meningkatnya Berdasarkan minat untuk menjaga kesehatan gigi dan dipaparkan di atas, peneliti tertarik untuk mulut tidak lagi terbatas pada penambalan mengetahui bagaimana hubungan tingkat dan pencabutan gigi, akan tetapi juga pengetahuan remaja tentang maloklusi meningkat pada perawatan ortodonti. dengan minat penggunaan alat ortodonti Sebagian besar remaja memiliki keinginan cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan. terhadap perawatan ortodonti memperbaiki estetika dan fungsi rongga Penelitian ini merupakan penelitian mulut yang lebih baik13. Pengetahuan diketahui seseorang setelah melakukan Pengetahuan merupakan dasar METODE PENELITIAN observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah siswa siswi SMA Negeri 7 Balikpapan yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan probability sampling MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 dengan metode proportionate stratified regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh dari variabel independen ke berusia 15-18 tahun, siswa variabel dependen. Metode analisis data siswi SMA Negeri 7 Balikpapan yang yang digunakan adalah analisis univariat bersedia menjadi responden penelitian, dan analisis bivariat. Analisis univariat menyetujui informed consent, mampu mengisi kuesioner, dan tidak sedang dalam karakteristik setiap variabel penelitian dengan menghitung distribusi frekuensi Kriteria eksklusi: siswa siswi SMA setiap variabel. Analisis bivariat digunakan Negeri 7 Balikpapan yang sudah mengikuti untuk melihat hubungan antara variabel studi pendahuluan, dan jawaban kuesioner tidak lengkap. Jumlah sampel yang diambil Analisis bivariat menggunakan uji statistik dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin, dengan besaran sampling error 5% signifikan () sebesar 0,05 . = 0,. Hasil (=0,. , maka jumlah sampel yang analisis memiliki hubungan jika nilai dibutuhkan adalah 294 orang. p<0,05. Kriteria KendallAos Tau-b Data yang diperoleh adalah data primer dari hasil pengisian kuesioner oleh responden melalui google form. Kuesioner yang digunakan pada penelitian ini ada 2, yaitu kuesioner tentang pengetahuan maloklusi dan kuesioner tentang minat Kuesioner tentang pengetahuan maloklusi telah dilakukan uji validitas menggunakan Product Moment reliabilitas digunakan Cronbach Alpha untuk menghitung koefisien reliabilitas. Hasil dari pengisian kuesioner diolah dan dianalisis menggunakan program komputer Microsoft Excel 2016 dan SPSS Statistics 26. Data di uji menggunakan uji HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Maloklusi Pengetahuan adalah hasil tahu dari penginderaan terhadap objek tertentu. Pengetahuan merupakan dominan yang tindakan seseorang. Perilaku yang didasari dibandingkan dengan perilaku yang tidak didasari pengetahuan17. Berdasarkan tabel 1 didapatkan tingkat pengetahuan remaja tentang maloklusi pada siswa SMA Negeri 7 Balikpapan yaitu 141 siswa . %) dengan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 kategori cukup, 78 siswa . ,5%) dengan kategori kurang yaitu sebanyak 75 siswa kategori baik, dan paling sedikit pada . ,5%). Tabel 1. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Maloklusi pada Siswa SMA Negeri 7 Balikpapan Kategori Kurang Cukup Baik Total Pengetahuan Frekuensi . yang dikaitkan adalah adalah informasi. berbeda tergantung dari pengindraan Pendidikan yang tinggi apabila tidak orang tersebut terhadap objek atau didukung dengan informasi dari media massa akan memengaruhi pengetahuan penelitian yang dilakukan oleh Ayuningrum seseorang, sebaliknya apabila pendidikan . yang menunjukkan hasil bahwa seseorang rendah tetapi dapat mencari responden paling banyak memiliki tingkat informasi lebih luas melalui media massa pengetahuan sedang sebanyak 52 siswa maupun pendidikan tidak resmi maka pengetahuannya akan jauh lebih baik kemungkinan karena anak remaja dengan daripada seseorang yang pendidikannya pendidikan SMA memiliki pengetahuan Hasil Persentase (%) Hal yang diperoleh melalui proses pendidikan Pengetahuan dan kesadaran sangat yang berfokus pada proses belajar dengan berpengaruh pada kesehatan gigi dan tujuan agar terdapat perubahan perilaku Pengetahuan tentang maloklusi dari tidak tahu menjadi tahu20. penting untuk mengurangi prevalensi Pada penelitian yang dilakukan oleh maloklusi pada seseorang. Penelitian yang Fitrianty . menunjukkan hasil yang dilakukan oleh Wardhani et al. , . tidak sejalan dengan penelitian ini dimana pada ibu murid SDN 005 Penajam responden paling banyak memiliki tingkat melaporkan hasil yang tidak sejalan pengetahuan baik atau tinggi dengan dengan penelitian ini yang menunjukkan Perbedaan bahwa paling banyak ibu memiliki tingkat pengetahuan baik tentang maloklusi yaitu banyak faktor yang dapat memengaruhi sebanyak 36,09%. Hal ini kemungkinan pengetahuan seseorang. Salah satu faktor karena adanya kesadaran ibu untuk MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 melakukan pencegahan maloklusi pada sesuatu yang disertai keinginan untuk Pengetahuan orang tua di mulai dari kesadaran terhadap masalah yang membuktikan lebih lanjut12. Berdasarkan terjadi yaitu maloklusi. Orang tua akan tabel 2 menunjukkan bahwa dari 294 menyadari adanya kelainan pada giginya sendiri ataupun anaknya sehingga muncul terdapat 224 siswa dengan persentase motivasi untuk mencari tahu tentang 76,2% memiliki minat sedang, 54 siswa maloklusi gigi dan cara menanganinya22. dengan persentase 18,4% memiliki minat Minat Penggunaan Alat Ortodonti Cekat tinggi dan 16 siswa dengan persentase Minat 5,45% memiliki minat rendah. seseorang memiliki keinginan terhadap Tabel 2. Distribusi Frekuensi Minat Penggunaan Alat Ortodonti Cekat pada Siswa SMA Negeri 7 Balikpapan Kategori Rendah Sedang Tinggi Total Frekuensi . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jolanda et Persentase (%) kesadaran dan keinginan untuk tampil yang terbaik10. , . pada pelajar SMAK X Bandung Hasil penelitian ini tidak sejalan yang melaporkan bahwa kebanyakan dengan penelitian yang dilakukan oleh responden berada pada kategori minat Ardianti . yang menunjukkan hasil responden paling banyak memiliki minat persentase 73,2%. Hal ini dapat diartikan tinggi untuk menggunakan alat ortodonti bahwa anak usia remaja mempunyai keingian yang cukup terhadap penggunaan 71,3%. alat ortodonti cekat. Remaja adalah salah satu kelompok masyarakat yang tertarik maloklusi yang terjadi pada usia remaja untuk menggunakan alat ortodonti. Pada memiliki tingkat keparahan yang berbeda- masa remaja telah terjadi perkembangan Tangkat keparahan maloklusi yang berbeda mengakibatkan minat terhadap Perbedaan perawatan maloklusi yang berbeda juga MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 dan disesuaikan dengan kebutuhan akan cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan bahwa tentang maloklusi sebagian besar berada Pada penelitian yang dilakukan oleh pada kategori cukup dengan persentase Fitrianty . juga menunjukkan hasil 48% dan minat penggunaan alat ortodonti yang tidak sejalan juga dengan penelitian cekat sebagian besar berada pada kategori ini dimana responden paling banyak sedang dengan persentase 76,2%. Setelah memiliki minat tinggi terhadap perawatan dilakukan analisis bivariat menggunakan uji ortodonti dengan persentase 61,7%. Hal KendallAos Tau-b menunjukkan nilai p = 0,02 ini kemungkinan karena minat seseorang . <0,. yang berarti terdapat hubungan diantaranya pengetahuan, pengamatan, tanggapan, persepsi, dan sikap yang dapat penggunaan alat ortodonti cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan. Pengetahuan Tingkat manfaat penggunaan alat ortodonti cekat kesehatan gigi dan mulut pada usia remaja dapat memengaruhi minat seseorang. memengaruhi terjadinya permasalahan Pengetahuan gigi dan mulut. Pengetahuan tentang manfaat penggunaan alat ortodonti cekat kesehatan gigi dan mulut merupakan menyebabkan seseorang memiliki minat kemampuan seseorang untuk mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut dan sebagai Hubungan tingkat pengetahuan remaja edukasi agar seseorang dapat mencapai kesehatan yang optimal16. Salah satu penggunaan alat ortodonti cekat di SMA permasalahan yang sering terjadi pada Negeri 7 Balikpapan rongga mulut adalah maloklusi. Maloklusi Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil dapat dirawat dengan menggunakan alat ortodonti dan alat ortodonti yang paling pengetahuan remaja tentang maloklusi sering digunakan adalah alat ortodonti dengan minat penggunaan alat ortodonti MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Maloklusi dengan Minat Penggunaan Alat Ortodonti Cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan Tingkat Pengetahuan Minat Penggunaan Alat Ortodonti Cekat Rendah Sedang Tinggi Kurang Cukup Baik Total P Value 0,02 Maloklusi dapat terjadi pada anak sejak ortodonti cekat adalah keinginan atau usia masih sangat muda dan kelainan dapat dorongan yang muncul dari dalam diri berkembang seiring dengan bertambahnya usia anak. Pencegahan maloklusi bisa ortodonti cekat26. Perawatan ortodonti dilakukan dengan cara melakukan tindakan memiliki manfaat untuk meningkatkan kontrol ke dokter gigi agar maloklusi tidak kualitas hidup terkait kesehatan mulut bertambah parah. Sebagian orang memiliki seseorang melalui peningkatan estetika dan fungsional serta dapat meningkatkan maloklusi yang dapat terjadi sejak anak kepercayaan diri seseorang27. usia muda dan harus dilakukan kunjungan ke dokter gigi akan tetapi tidak dilakukan karena tidak menunjangnya ekonomi, dalam hal ini menyebabkan orang tidak mampu membayar biaya Pengetahuan dan minat yang tinggi akan semakin menguatkan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan yang Tingkat pengetahuan yang baik tentang maloklusi akan memengaruhi minat seseorang untuk menggunakan alat ortodonti cekat25. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antar diri sendiri dengan sesuatu di luar SIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan tentang maloklusi pada siswa SMA Negeri 7 Balikpapan sebagian besar berada pada kategori cukup yaitu sebanyak 141 siswa . %). Minat penggunaan alat ortodonti cekat pada siswa SMA Negeri 7 Balikpapan sebagian besar berada pada kategori sedang yaitu sebanyak 224 siswa . ,2%). Terdapat pengetahuan remaja tentang maloklusi dengan minat penggunaan alat ortodonti Sedangkan minat menggunakan alat MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN : 2828-5883 cekat di SMA Negeri 7 Balikpapan . = 0,. UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu peneliti mengucapkan terima kasih banyak kepada Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman, seluruh dosen pembimbing dan pengajar, pihak responden, teman sejawat, orang spesial dan kedua orang tua serta kerabat. DAFTAR PUSTAKA