Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA SISWI-SISWI MTSN KOTO TANGAH PADANG Chyka Febria Program Studi Di Kebidanan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Jl. By Pass No. Aur Birugo Tigo Baleh. Bukittinggi. Sumatera Barat e-mail : chykafebria91@gmail. ABSTRAK Masalah keputihan yang terjadi pada wanita umumnya adalah masalah kesehatan reproduksi. Menurut data internasional sebanyak 75% perempuan di Indonesia pernah mengalami keputihan 1 kali dalam hidupnya. Depkes RI . menunjukkan bahwa prevalensi infeksi vagina yang dialami wanita, disebabkan oleh bakteri vaginitis 38%, tricomonas 3,7% dan candidiasis 52. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain penelitian adalah Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di MTsN Koto Tangah Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi-siswi yang berjumlah 355 orang, sedangkan sampelnya sebanyak 78 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan menggunakan teknik pengumpulan data stratified random sampling. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 93,6 % yang mengalami keputihan, sebanyak 52,6% yang tingkat pengetahuan yang rendah dan sebanyak 51,3% sikap siswi yang negatif terhadap keputihan. Pada hasil uji chi-square didapatkan nilai = 0,184 . > 0,. dimana tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan. Pengetahuan tidak mempengaruhi terjadinya keputihan namun ada faktor lain yaitu personal hygiene dan gaya hidup. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan dapat meningkatkan program pendidikan perkembangan kesehatan reproduksi remaja dengan memasukkan materi dalam pelajaran ekstra kurikuler. Kata Kunci : keputihan, remaja putri Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 87 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT The problem of vaginal discharge that occurs in women is generally a reproductive health According to international data, 75% of women in Indonesia have experienced vaginal discharge once in their life. The Indonesian Ministry of Health . shows that the prevalence of vaginal infections experienced by women, caused by bacterial vaginitis is 38%, tricomonas 7% and candidiasis 52. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and the incidence of vaginal discharge in the students of MTsN Koto Tangah Padang. This research is analytic with the research design is cross sectional. This research was conducted at MTsN Koto Tangah Padang. The population in this study were all female students totaling 355 people, while the sample was 78 people. Data collection was carried out by means of a questionnaire and using data collection techniques stratified random sampling. Data analysis was carried out by univariate and bivariate. The results of this study indicated that as many as 93. had vaginal discharge, 52. 6% had a low level of knowledge and as much as 51. 3% had a negative attitude towards vaginal discharge. In the chi-square test results obtained value = 0. > 0. where there is no significant relationship between the level of knowledge and the incidence of vaginal discharge. Knowledge does not affect the occurrence of vaginal discharge, but there are other factors, namely personal hygiene and lifestyle. Based on the results of the research, it is hoped that it can improve adolescent reproductive health development education programs by including material in extra-curricular lessons. Keywords: leucorrhoea, young women Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 88 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Kesehatan reproduksi dikalangan wanita harus memperoleh perhatian yang Beberapa penyakit-penyakit infeksi kandidiasisvulvovaginitis, gonore, klamida, sifilis, ulkus mote/chncroid. Salah satu gejala dan tanda-tanda penyakit infeksi organ reproduksi wanita adalah terjadinya Keputihan merupakan salah satu masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Keputihan (Fluor Albu. adalah cairan berlebih yang keluar dari vagina (Dwiana, 2. Menurut WHO . masalah kesehatan reproduksi wanita yang buruk telah mencapai 33% dari jumlah seluruh badan penyakit yang diderita para perempuan didunia. Angka ini lebih tinggi dibanding kesehatan reproduksi pria yang hanya mencapai 12,3%. Menurut data Internasional 75% wanita minimal pernah mengalami candidiasis atau keputihan satu kali dalam kehidupannya. Depkes RI . menunjukkan bahwa prevalensi infeksi vagina yang dialami wanita. Disebabkan oleh bakteri vaginitis 38%, tricomonas 3,7% dan Wanita membutuhkan informasi tentang keputihan baik yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan parasit, agar wanita khususnya para agar mengerti dan tidak mengabaikan masalah keputihan (Fluor albu. , agar dapat mengubah perilaku yang mendukung penyebab terjadinya keputihan. Sebagaimana tentang data yang terkait dengan pengalaman ibu yang menderita Banyak wanita di Indonesia yang tidak tahu tentang keputihan sehingga mereka menggangap keputihan sebagai hal yang umum dan sepele, di samping itu rasa malu ketika mengalami keputihan kerap membuat wanita enggan berkonsultasi ke Padahal keputihan tidak bisa di anggap sepele, karena akibat dari keputihan ini sangat fatal bila lambat di tangani tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil di luar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher yang bisa berujung pada kematian. (Sugi, 2. Indonesia, mengalami keputihan ini sangat besar, 75% wanita Indonesia pasti mengalami keputihan minimal satu kali dalam hidupnya. Angka ini berbeda tajam dengan Eropa yang hanya 25% saja. Kondisi cuaca Indonesia yang lembab menjadi salah satu penyebab Indonesia JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 mengalami keputihan, hal ini berbeda dengan eropa yang hawanya kering sehingga wanita dapat tidak mudah terinfeksi jamur (Elistiawaty, 2. Meskipun termasuk penyakit yang sederhana kenyataanya keputihan adalah penyakit yang tak mudah di sembuhkan. Penyakit ini menyerang sekitar 50% populasi perempuan dan mengenai hampir pada semua umur. Data penelitian tentang kesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderita keputihan paling tidak sekali umur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminya sebanyak dua kali atau lebih (Putu, 2. Berdasarkan dilakukan oleh Nidia Ramadhani mahasiswa AKBID Alifah tahun 2008 yang berjudul "Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswi SMP Negeri 08 Padang Tentang Keputihan pada tahun 2008Ay dengan jumlah populasi 430 orang dan sampel sebanyak 43 orang, penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengambilan sampel secara random sampling dan pengolahan data secara univariat didapatkan hasil bahwa terdapat 74% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap keputihan dan 23,2% memiliki pengetahuan yang sedang tentang keputihan dan 2,3% memiliki pengetahuan yang rendah tentang keputihan. Dari data di atas maka penulis ingin melakukan penelitian pada MTsN Koto Tangah Padang berdasarkan survey awal. Siswi-Siswi MTsN Koto Tangah Padang, masih ada yang belum mengetahui tentang keputihan dilihat dari demografi dimana lokasi MTsN tersebut jauh dari keramaian media informasi, dan sumber air yang digunakan berasal dari sungai yang ada didaerah tersebut yang kurang terjaga dan berdasarkan data yang diperoleh, jumlah siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang sebanyak 355 orang, dari hasil wawancara dengan 25 orang siswi, 19 orang mengalami keputihan dengan keluhan gatal-gatal disekitar alat kemaluannya karena pemakaian dalam yang lembab dan ketat, dan 6 orang tidak pernah mengalami keputihan dengan keluhan gatal-gatal pemakaian dalam yang lembab dan ketat. berkaitan dengan uraian diatas maka penulis tertarik untuk meneliti hubungan tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dengan kejadian keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian yang dilakukan adalah bersifat analitik yaitu tujuannya untuk mengetahui hubungan tingkat Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 89 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 pengetahuan dan sikap remaja putri tentang Tabel 2 kejadian keputihan dengan cara pendekatan Gambaran Distribusi Tingkat cross sectional dimana variabel dependent Pengetahuan Tentang Kejadian Keputihan Pada Siswi-Siswi MTsN Koto (Notoatmodjo, 2. Tangah Padang Sampel adalah sebagian atau wakil Tingkat populasi yang diteliti (Aritkunto, 2002:. Pengetahuan Sampel yang akan diambil adalah semua Tinggi siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang. Rendah Total (Notoatmodjo, 2. Berdasarkan jumlah populasi maka Pada Tabel 2 terdapat 52,6 % sampel yang diambil sebanyak 78 orang siswi dengan tingkat pengetahuan siswi dan pengambilan sampel secara rendah tentang keputihan pada siswistratified random sampling. siswi MTsN Koto Tangah Padang. Teknik pengambilan sampel yang akan diteliti adalah dengan menggunakan Analisis Bivariat random sampling yang dilakukan secara Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan simple random sampling yaitu dengan cara Kejadian Keputihan menuliskan inisial siswi MTsN Koto Tangah Tabel 3 Padang diatas kertas kecil-kecil, kemudian Hubungan Tingkat Pengetahuan kertas digulung berdasarkan masing-masing Dengan Kejadian Keputihan Pada kelas dan diambil secara acak. Setelah Siswi-Siswi MTsN Koto Tangah diacak didapatkan sampel kelas VIIa Padang sebanyak 8 siswi. VIIb sebanyak 8 siswi. Kejadian VIIc sebanyak 7 siswi, kelas Via sebanyak Keputihan 7 siswi. Vib sebanyak 7 siswi. Vic Tingkat Tidak Total sebanyak 7 siswi. Vid sebanyak 7 siswi. Pengetahuan kelas IXa sebanyak 7 siswi. XIb sebanyak 7 N % IXc sebanyak 7 siswi. IXd sebanyak 6 Rendah 1 2,4 40 97,6 41 100 siswi hingga didapatkan sebanyak sampel Tinggi 4 10,8 33 89,2 37 100 0,184 yaitu 78 siswi (Suharsimi, 2. HASIL Analisis Univariat Kejadian keputihan Pada hasil penelitian, distribusi frekuensi kejadian keputihan pada siswisiswi MTsN Koto Tangah Padang dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 1 Gambaran Distribusi Kejadian Keputihan Pada Siswi-Siswi MTsN Koto Tangah Padang Kejadian Keputihan Tidak Total Pada tabel 1 terdapat 93,6% siswi mengalami keputihan di MTsN Koto Tangah Padang. Tingkat Pengetahuan siswi-siswi MTsN Koto Tangah Pada hasil penelitian, distribusi frekuensi tingkat pengetahuan siswi-siswi dapat dilihat pada tabel berikut ini : Total Pada tabel 3 terlihat proporsi responden dengan tingkat pengetahuan tinggi lebih banyak mengalami kejadian keputihan . ,2%) dibandingkan dengan tidak mengalami keputihan sebanyak . ,8%). Hasil uji chi square didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan kejadian keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang . value > 0,. PEMBAHASAN Analisis Univariat Kejadian Keputihan Pada tabel 1 terlihat sebagian besar 93,6 % remaja putri mengalami keputihan dan sebanyak 6,4,% remaja putri tidak mengalami Keputihan. Pada hal ini kejadian keputihan pada siswi hampir seluruh siswi mengalami keputihan. Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Dalam keadaan biasa, cairan ini tidak sampai keluar, namun belum tentu bersifat patologis. Keputihan yang normal meliputi : saat menjelang menstruasi atu setelah menstruasi dan stess, baik fisik maupun psikologis sedang kan keputihan Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 90 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index yang patologi meliputi : infeksi jamur, infeksi bakteri, infeksi parasit jenis protozoa, infeksi gonorhoe serta keganasan kanker leher rahim. (Farida, 2. Hampir semua wanita mengeluarkan cairan dari vagina . ang diistilahkan dengan keputihan oleh awa. , terutama di tengahtengah periode menstruasi . asa ovulas. Keluarnya cairan ini juga umum terjadi pada remaja putri dan sering kali dalam jumlah yang lebih banyak karena pada usia belasan tahun ini level hormon remaja putri sedang tinggi-tingginya. sepanjang keluarnya cairan ini tidak disertai dengan bau yang tidak enak, berubahnya warna cairan menjadi lebih pekat, rasa gatal, rasa sakit, merah atau melepuh maka hal tersebut merupakan kejadian alami dan tidak perlu ditakuti bahwa terjadi keputihan atau infeksi pada Berdasarkan dilakukan oleh Nurul Aniza tahun 2006 didapatkan hasil bahwa terdapat 74% responden dengan kejadian keputihan. Tingkat Pengetahuan Siswi-Siswi Pada tabel 2 terlihat sebanyak 78 orang responden, terdapat 52,6 % dengan pengetahuan rendah tentang keputihan pada siswi-siswi. Masih banyak siswi tersebut mengalami keputihan dengan pengetahuan rendah, dan dapat diambil kesimpulan dari tabel tersebut siswi dengan tingkat pengetahuan rendah bisa mengalami Pengetahuan adalah hasil dari tahu, dan hal ini terjadi setelah penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurul Aniza tahun 2006 didapatkan hasil bahwa terdapat 74% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap Hasil penelitian tingkat pengetahuan responden masih rendah tentang kejadian keputihan, ini disebabkan kurangnya responden mendapatkan informasi tentang kejadian keputihan. informasi secara formal didapat selama pendidikan, sedangkan informasi informal tidak diperoleh dari bangku pendidikan tetapi dari majalah, poster-poster, media massa dan media Maka secara tidak langsung remaja putri MTsN Koto Tangah Padang akan salah kehidupan dan sebaiknya apabila remaja JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 putri dapat memahami informasi yang didapat dengan baik, maka remaja putri kehidupan yang baik pula. Analisa Bivariat Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Keputihan Hasil penelitian pada tabel 3 terlihat dari 78 responden, 93,6% kejadian keputihan sebanyak 97,6 % yang keputihan karena tingkat pengetahuannya yang rendah dan hanya 89,2% yang keputihan dengan tingkat pengetahuan yang tinggi. Hasil ini diperkuat dengan uji chi square yang dilakukan oleh peneliti diperoleh nilai = 0,184 . > 0,. dimana tidak terdapat pengetahuan dengan kejadian keputihan. Pengetahuan seseorang tentang suatu objek atau suatu hal. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan Suatu tindakan yang didasari oleh pengetahuan yang baikj, akan lebih langgeng bila dibandingkan tindakan yang tidak didasari oleh pengetahuan yang baik. (Notoatmodjo, 2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Nurul Aniza tahun 2006 didapatkan hasil bahwa terdapat 74% responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi terhadap keputihan dan 23,2% memiliki pengetahuan yang sedang tentang keputihan dan 2,3% memiliki pengetahuan yang rendah tentang Pada disimpulkan bahwa hasil penelitian berbeda dengan teori yang ada menurut Siswono. Dari hasil pengalaman dan peneliti terbukti bahwa prilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada prilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Siswono, 2. Perilaku yang terjadi melalui proses perubahan pengetahuan, mengacu pada sikap dan pelaksanaan. Namun, meskipun teori mengungkapkan seperti itu, ada juga beberapa penelitian yang membuktikan bahwa proses tersebut tidak selalu seperti Di dalam praktek sehari-hari kadang terjadi sebaliknya. Artinya seseorang yang punya pengetahuan tinggi belum tentu mempunyai perilaku yang baik juga, begitupun sebaliknya. Rendah pengetahuan responden tentang keputihan disebabkan karena kurang mendapatkan informasi tentang keputihan dari media masa maupun media elektronik. Pengetahuan yang rendah tidak berpengaruh pada seseorang menderita Jurnal Menara Medika Vol 2 No 2 Maret 2020 | 91 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2020 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : Sebagian besar siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang mengalami keputihan Lebih dari sebagian siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tarhadap Keputihan Lebih dari setengah siswi memiliki sikap negatif terhadap kejadian Keputihan Tidak Ada hubungan bermakna tingkat pengetahuan siswi dengan kejadian Keputihan pada siswi-siswi MTsN Koto Tangah Padang . value > 0,. Tidak Ada hubungan bermakna sikap dengan kejadian keputihan pada siswisiswi MTsN Koto Tangah Padang. value > 0,. Saran KEPUSTAKAAN