Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Pada Lembaga Pendidikan Tri Yulianto1. Nopri Dwi Siswanto2. Hasbi Indra3. Abdul Hayyie Al-Kattani4 Universitas Ibn Khaldun Bogor. Indonesia1,3,4. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung2 triyulianto3@darunnajah. id1, nopridwisiswanto@gmail. indra@bogor-uika. id3, alkattani@gmail. ABSTRACT As a top manager, of course the role of the school principal in managing and improving teacher competence cannot be ignored. The principal has a very significant role in creating a learning environment and can support, motivate and encourage teachers to continue to develop their abilities. Starting from preparing relevant professional programs to applying technology to innovative education. In carrying out their role, school principals must also be able to overcome obstacles or problems such as (SD) limited resources, resistance to change, and dynamics that are said to be complex in educational institutions. Collaboration with teachers, parents and the surrounding community is an important key in creating a holistic and sustainable educational This type of research is qualitative with a library research approach. The collection of literature related to the above theme can be classified into two. Firstly, primary sources . rimary source. and secondly secondary sources . econdary source. Keywords: Management. Headmaster. Teacher Competency ABSTRAK Sebagai top manager tentunya peran kepala sekolah dalam mengatur dan meningkatkan kompetensi guru tidak dapat diabaikan. Kepala sekolah memiliki peran tanggung jawab yang sangat signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar serta dapat mendukung, memotivasi, dan mendorong guru untuk terus mengembangkan kemampuan Mulai penyusunan program profesional yang relevan hingga penerapan teknologi pada pendidikan yang inovatif. Kepala sekolah dalam menjalankan perannya juga harus mampu mengatasi kendala atau permasalahan seperti (SD) sumber daya terbatas, resistensi terhadap perubahan, dan dinamika yang dikatakan kompleks dalam lembaga pendidikan. Kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat menjadi sekitar menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan terus-menerus. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. Adapun pengumpulan literaturAeliteratur yang berkaitan dengan tema diatas dapat diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, sumber primer . rimary sourc. dan kedua sumber sekunder . econdary sourc. Kata kunci: Manajemen. Kepala Sekolah. Kompetensi Guru 1349 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan tonggak utama dalam pembentukan masa depan suatu bangsa. Di tengah dinamika perkembangan zaman dan tuntutan global, peran guru sebagai pilar pendidikan semakin mendapat sorotan. Era disrupsi dibutuhkan pemimpin yang berani bersikap, kritis, dan inovatif dalam menjawab tantangan Pemimpin era disrupsi harus memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Mutu pendidikan merupakan hal tentang dua sisi yang sangat penting yaitu proses dan hasil. 2 Guru yang memiliki kompetensi yang kuat tidak hanya menjadi fasilitator pengetahuan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan yang pertumbuhan intelektual, kreativitas, dan karakter siswa. Namun, tantangan dalam mengembangkan kompetensi guru tidak dapat diabaikan begitu saja. Di sinilah manajemen kepala sekolah memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang memungkinkan guru untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, perencanaan dan evaluasi program, kurikulum, pembelajaran, pengelolaan personalia, sarana dan sumber belajar, keuangan, pelayanan siswa, hubungan dengan masyarakat, dan penciptaan iklim kondusif. 3 Manajemen kepala sekolah tidak hanya berfokus pada administrasi sekolah, tetapi juga melibatkan perencanaan strategis dan tindakan konkret yang mendukung peningkatan kompetensi guru. Dalam era yang ditandai dengan perubahan cepat, teknologi baru, dan tuntutan kurikulum yang berkembang, kepala sekolah berperan sebagai pengarah visi, motivator, dan fasilitator pengembangan profesional guru. Artikel ini akan membahas bagaimana manajemen kepala sekolah menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kompetensi guru. Dengan menganalisis berbagai pendekatan, strategi, dan praktik terbaik dalam manajemen kepala sekolah, kita dapat lebih memahami bagaimana kepala sekolah dapat mengoptimalkan potensi guru untuk mencapai standar yang lebih tinggi dalam mengajar dan Dari penyusunan program pengembangan profesional yang berfokus pada kebutuhan individu hingga pemanfaatan teknologi pendidikan yang inovatif, peran kepala sekolah dalam membentuk budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran akan dijelaskan secara komprehensif. Elen Inderasari. AuKEPEMIMPINAN TRANFORMATIF KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN PROFESIONALITAS MANAJEMEN MADRASAH (Studi Kasus MA Darul Ulum Kota Semaran. ,Ay Intelegensia : Jurnal Pendidikan Islam 9, no. Juni 2. : 40Ae52, https://doi. org/10. 34001/intelegensia. Rahman Tanjung dkk. AuMANAJEMEN MUTU DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN,Ay JURNAL PENDIDIKAN GLASSER 6, no. Februari 2. : 29, https://doi. org/10. 32529/glasser. Hendi Hidayat. Ahmad Sukandar, dan Marwan Setiawan. AuManagemen Supervisi Kepala Madrasah untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam,Ay Edukasi: Journal of Educational Research 2, no. Agustus 2. : 194Ae213, https://doi. org/10. 57032/edukasi. 1350 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Dengan menggali lebih dalam tentang bagaimana manajemen kepala sekolah dapat mendorong pertumbuhan kompetensi guru, kita dapat mengapresiasi pentingnya sinergi antara kepemimpinan yang visioner dan kemajuan pendidikan. Melalui artikel ini, mari kita eksplorasi bagaimana kerja sama antara kepala sekolah dan guru dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan dalam pembelajaran dan perkembangan siswa, sambil terus menantang batasan-batasan dalam menghadapi kompleksitas dunia pendidikan saat ini. METODE PENELITIAN Artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. Jika dilihat dari kedekatan isi, literatur dapat diklasifikasikan menjadi dua. Pertama, sumber primer . rimary sourc. dan kedua sumber sekunder . econdary sourc. Sumber primer adalah karangan asli yang ditulis oleh seorang yang melihat, mengalami, atau mengerjakan sendiri. Bahan Literatur semacam ini dapat berupa buku harian . , tesis, disertasi, laporan penelitian, dan hasil wawancara. Selain itu sumber primer dapat berupa laporan pandangan mata suatu pertandingan, statistik sensus penduduk dan lain Sedangkan yang dimaksud dengan sumber sekunder . econdary sourc. adalah tulisan tentang penelitian orang lain, tinjauan, ringkasan, kritikan, dan tulisantulisan serupa mengenai hal-hal yang tidak langsung disaksikan atau dialami sendiri oleh penulis. Dalam penelusuran beberapa literatur menggunakan mesin cari atau mungkin lebih mudahnya adalah pengindeks jenis apa saja dokumen. Misalnya kita gunakan Google Scholar, mendeley dengan kueri mengandung anak kalimat Social Network, tentunya akan dihasilkan jumlah anak kalimat dengan daftar dokumen HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Kompetensi Guru dalam Pendidikan Peran kompetensi guru dalam pendidikan sangatlah penting karena mereka merupakan kunci utama dalam membentuk kualitas pendidikan dan perkembangan siswa. Kompetensi merupakan suatu kemampuan seseorang agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, benar, dan sesuai dengan kaidah yang ada. 4 Kompetensi guru mencakup kombinasi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan prinsip yang diperlukan untuk mengajar dengan efektif dan berkontribusi pada kesuksesan siswa. Guru dengan kompetensi yang tinggi mampu merancang dan mengirimkan pengalaman pembelajaran yang menarik Dede Suhaeni. AuPeran Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa Kelas Vi di SMP Insan Kamil Legok Tangerang,Ay JM2PI: Jurnal Mediakarya Mahasiswa Pendidikan Islam 1, no. Juni 2. : 156Ae83, https://doi. org/10. 33853/jm2pi. 1351 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dan efektif. Mereka memiliki pemahaman mendalam tentang materi pelajaran dan strategi pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru yang kompeten mampu menyesuaikan pendekatan mereka untuk mengatasi gaya belajar yang berbeda di dalam kelas. Mendorong berpikir kritis dan kreatif yang dilakukan oleh guru. Tugas maupun fungsi guru merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Akan tetapi, tugas dan fungsi seringkali disejajarkan sebagai peran. 5 Guru yang kompeten mampu merangsang pemikiran kritis dan kreatif pada siswa. Mereka mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, menganalisis informasi, dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri. Guru dengan kompetensi mengakui perbedaan individual dalam gaya belajar, tingkat pemahaman, dan kecepatan belajar siswa. Ini memungkinkan mereka untuk memberikan dukungan yang lebih efektif kepada siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Guru yang kompeten tidak hanya mengajar materi pelajaran, tetapi juga menjadi contoh teladan dalam hal etika dan perilaku. Mereka membantu siswa memahami nilai -nilai moral, tanggung jawab sosial, dan etika profesional. Membangun hubungan siswa-guru yang positif. Guru yang kompeten mampu membangun hubungan yang positif dan saling percaya dengan siswa. Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan pribadi siswa. Di era teknologi, guru yang kompeten mampu mengintegrasikan teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran. Mereka membantu siswa mengembangkan literasi digital yang diperlukan dalam masyarakat yang semakin terhubung. Guru dengan kompetensi dalam penilaian memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa untuk membantu mereka memahami kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan. Ini mendorong siswa untuk terus belajar dan berkembang. Kolaborator pendidikan yang bermutu dijalankan oleh guru. Guru yang kompeten mampu bekerja sama dengan sesama guru, staf sekolah, orang tua, dan komunitas lokal. Kolaborasi ini mendukung pengembangan kurikulum yang holistik dan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang beragam. Guru yang kompeten membantu siswa memahami pilihan karir dan jalur pendidikan yang mungkin, berdasarkan pemahaman mereka tentang bakat dan minat siswa. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik, pengembangan kompetensi guru menjadi perhatian utama. Melalui pelatihan, pengembangan profesional, dan dukungan yang tepat, guru dapat terus Muhammad Iqbal. Zulkhairi Zulkhairi, dan Budi Budi. AuPERAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 11, no. September 2. : 595, https://doi. org/10. 22373/jm. 1352 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. meningkatkan kompetensinya untuk memberikan dampak positif pada pembelajaran dan perkembangan siswa. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Guru Kompetensi guru dipengaruhi oleh berbagai faktor yang meliputi pendidikan, pengalaman, lingkungan kerja, dan motivasi. Tingkat pendidikan dan kualifikasi akademik guru memiliki dampak langsung pada kompetensi Pendidikan yang solid dalam mata pelajaran yang diajarkan serta pemahaman tentang metode pengajaran yang efektif menjadi dasar penting dalam mengembangkan kompetensi guru. Pengalaman mengajar yang luas memberikan guru wawasan yang mendalam tentang dinamika kelas, tantangan belajar siswa, dan strategi pengajaran yang efektif. Guru dengan pengalaman panjang cenderung memiliki kemampuan untuk mengatasi berbagai situasi pembelajaran. Program pelatihan dan pengembangan profesional yang berkelanjutan membantu guru memperbarui pengetahuan mereka tentang metode pengajaran terbaru, teknologi pendidikan, dan strategi evaluasi. Ini juga memungkinkan guru untuk mengembangkan keterampilan baru seiring perkembangan dunia pendidikan. Motivasi intrinsik guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan hasil belajar siswa sangat berpengaruh pada kompetensinya. Guru yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap profesi mereka cenderung berusaha untuk terus belajar dan meningkatkan kinerja. Lingkungan kerja dan dukungan administratif yang baik dapat mempengaruhi kompetensi guru. Kepala sekolah dan manajemen sekolah yang mendukung memberikan ruang untuk pengembangan profesional dan pengujian ide- ide baru. Akses terhadap sumber daya seperti bahan ajar, teknologi pendidikan, dan bahan bacaan memainkan peran penting dalam meningkatkan kompetensi Sumber daya yang memadai memungkinkan guru untuk merancang pengalaman pembelajaran yang beragam dan menarik. Interaksi dan kolaborasi dengan guru-guru lainnya memungkinkan pertukaran ide dan praktik terbaik. Dukungan dari rekan sejawat juga dapat memotivasi guru untuk terus mengembangkan kompetensinya. Lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan inspiratif dapat berkontribusi pada peningkatan kompetensi guru. Fasilitas yang memadai dan atmosfer positif menciptakan kondisi yang mendukung proses belajar-mengajar yang efektif. Guru yang memiliki sikap terbuka terhadap pembelajaran terusmenerus dan pengembangan diri cenderung memiliki kompetensi yang lebih Kemauan untuk belajar dari pengalaman dan terus meningkatkan keterampilan mereka berkontribusi pada pertumbuhan profesional. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terdiri dari dua faktor yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang bersangkutan, yaitu. keadaan fisik dan psikis contohnya 1353 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. seperti disiplin belajar, gaya belajar, motivasi belajar, konsentrasi, rasa percaya diri, intelegensi, kebiasaan belajar, dan lain-lain. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu yang bersangkutan atau lingkungannya contohnya keluarga, sarana dan prasarana, kurikulum, dan lainlain. Kombinasi beberapa faktor ini mempengaruhi kompetensi guru dan membentuk latar belakang unik yang memengaruhi pendekatan mereka dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswa. Kontribusi Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Manajemen kepala sekolah memiliki peran krusial dalam meningkatkan kompetensi guru. Guru adalah seorang pendidik yang merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa. 7 Dengan pendekatan yang efektif, kepala sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan profesional guru dan memastikan bahwa mereka memiliki alat dan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kompetensi mereka. Kepala sekolah berperan dalam merancang program pengembangan profesional yang relevan dan berfokus pada kebutuhan individu serta tujuan Program ini dapat mencakup pelatihan, lokakarya, dan kegiatan pembelajaran yang berkelanjutan untuk membantu guru meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka. Manajemen kepala sekolah melibatkan pemilihan metode pengajaran yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan Kepala sekolah dapat memberikan panduan kepada guru mengenai pendekatan pengajaran yang inovatif dan efektif. Kepala sekolah dapat mendorong kolaborasi antara guru- guru, baik dalam tim kerja atau proyek bersama, untuk berbagi pengalaman dan ide- ide Ini menciptakan ruang bagi pertukaran pengetahuan dan keterampilan antar guru. Kepala sekolah memiliki peran memberikan umpan balik konstruktif kepada guru berdasarkan observasi kelas atau evaluasi kinerja. Umpan balik ini membantu guru mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan, serta mengarahkan mereka menuju peningkatan kompetensi. Manajemen kepala sekolah melibatkan memastikan bahwa guru memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan, seperti bahan ajar, buku, dan perangkat teknologi. Ini membantu guru merencanakan dan melaksanakan Ni Luh Wayan Nopa Suartini dan Ni Ketut Suarni. AuFaktor yang Mempengaruhi Kompetensi Pengetahuan IPS Ditinjau dari Disiplin Belajar,Ay Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran 4, no. Agustus 2. : 331, https://doi. org/10. 23887/jp2. Annisa Alfath. Fara Nur Azizah, dan Dede Indra Setiabudi. AuPENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYONGSONG KURIKULUM MERDEKA BELAJAR,Ay Jurnal Riset sosial humaniora, dan pendidikan 1, no. Juli 2. : 42Ae50, https://doi. org/10. 56444/soshumdik. 1354 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembelajaran yang beragam dan menarik. Kepala sekolah dapat membentuk budaya pembelajaran yang berpusat pada pembaruan dan pengembangan diri. Mereka bisa memotivasi guru untuk terus mencari peningkatan dan merayakan prestasi mereka dalam mengembangkan kompetensi. Kepala sekolah dapat mendorong penerapan teknologi pendidikan dan metode pengajaran inovatif di kelas. Ini tidak hanya menghidupkan suasana pembelajaran, tetapi juga membantu guru dan siswa mengikuti perkembangan teknologi dan tren pendidikan terbaru. Manajemen kepala sekolah melibatkan penilaian kinerja guru secara adil dan obyektif. Penilaian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan pribadi dan rencana pengajaran yang lebih Kepala sekolah dapat menjadi mentor dan pembimbing bagi guru, memberikan arahan dalam merancang pembelajaran, menghadapi tantangan kelas, dan mengembangkan strategi pengajaran yang efektif. Dengan berperan sebagai pemimpin pendidikan di sekolah, kepala sekolah memiliki potensi untuk membentuk lingkungan yang merangsang perkembangan kompetensi guru. Dengan strategi yang tepat, kepala sekolah dapat menciptakan budaya yang mendukung pertumbuhan profesional dan inovasi dalam pendidikan. Strategi Mengatasi Tantangan dalam Manajemen untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Mengatasi tantangan dalam manajemen untuk meningkatkan kompetensi guru memerlukan pendekatan yang strategis dan berkelanjutan. Guru memiliki peran sebagai agent of change yang sangat vital dan fundamental dalam membantu dan memandu siswa dalam proses terjadinya perubahan dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak menguasai menjadi menguasai dan sebagainya. 8 Merancang program pengembangan profesional yang sesuai dengan kebutuhan individu dan tujuan sekolah. Program ini harus mencakup berbagai aspek kompetensi, seperti metode pengajaran, literasi digital, dan penilaian Memanfaatkan teknologi pendidikan, seperti platform e-learning dan alat pembelajaran berbasis digital, untuk memberikan pelatihan dan sumber daya kepada guru. Teknologi dapat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh, berbagi informasi, dan memungkinkan guru belajar secara mandiri. Mendorong kolaborasi antara guru- guru untuk berbagi pengalaman, ide, dan praktik terbaik. Tim kerja atau kelompok studi dapat menjadi wadah untuk berdiskusi, mengatasi masalah bersama, dan mengembangkan kreativitas. Menyediakan mekanisme yang efektif untuk memberikan umpan balik kepada Observasi kelas, evaluasi kinerja, dan refleksi mandiri dapat membantu Madya Giri Aditama dkk. AuPeningkatan Kompetensi Guru dalam Project Based Learning melalui Temu Pendidik Daerah,Ay Buletin KKN Pendidikan 4, no. November 2. : 90Ae 98, https://doi. org/10. 23917/bkkndik. 1355 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. guru mengidentifikasi area yang perlu pengembangan diri. ditingkatkan dan merencanakan Menciptakan budaya di sekolah yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan berkelanjutan. Ini termasuk memotivasi guru untuk mencari peluang pengembangan diri, merayakan pencapaian mereka, dan memberikan Memastikan bahwa guru memiliki akses ke sumber daya yang diperlukan, baik fisik maupun digital. Ini mencakup buku -buku, bahan ajar, perangkat teknologi, dan pelatihan yang diperlukan untuk mengoptimalkan Memberikan waktu dan ruang bagi guru untuk berpartisipasi dalam pelatihan, lokakarya, dan program pengembangan profesional. Hal ini memungkinkan guru untuk terlibat dalam pembelajaran berkelanjutan tanpa terbebani oleh tuntutan harian. Menyediakan mentor atau pembimbing untuk guru baru atau yang sedang menghadapi tantangan khusus. Mentor dapat memberikan bimbingan, saran, dan dukungan yang diperlukan dalam pengembangan kompetensi. Mengikutsertakan guru dalam proses pengambilan keputusan yang terkait dengan pembelajaran dan pengembangan profesional. Ini memberikan mereka rasa memiliki dan mengakui kontribusi mereka dalam pengembangan Melakukan evaluasi rutin terhadap efektivitas strategi pengembangan kompetensi guru yang diimplementasikan. Setiap program atau inisiatif harus dinilai secara berkala dan disesuaikan agar tetap relevan dengan kebutuhan yang berkembang. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Dengan mengadopsi beberapa strategi ini, sekolah dapat mengatasi tantangan dalam manajemen dan menciptakan lingkungan yang mendukung guru dalam meningkatkan kompetensi mereka secara berkelanjutan. KESIMPULAN Dalam era pendidikan yang terus berkembang dan kompleks, peran manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru tidak dapat Kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung, memotivasi, dan mendorong guru untuk terus mengembangkan diri. Dari penyusunan program pengembangan profesional Hanafiah Hanafiah dkk. AuUpaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru melalui Supervisi Klinis Kepala Sekolah,Ay JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5, no. Oktober 2. : 4524Ae29, https://doi. org/10. 54371/jiip. 1356 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1349-1358 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. yang relevan hingga penerapan teknologi pendidikan yang inovatif, upaya manajemen kepala sekolah memiliki dampak besar pada peningkatan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan yang cermat dan strategi yang efektif, kepala sekolah dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru. Pengelolaan yang baik tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mampu membentuk budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran, inovasi, dan pengembangan diri. Ketika guru merasa didukung, dihargai, dan diberdayakan, mereka akan memiliki dorongan lebih untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran, menerapkan teknologi baru, dan memenuhi kebutuhan individual siswa. Dalam menjalankan perannya, kepala sekolah juga harus mampu mengatasi kendala-kendala seperti sumber daya terbatas, resistensi terhadap perubahan, dan dinamika kompleks dalam dunia pendidikan. Kolaborasi dengan guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan. Dengan menghadapi tantangan dan peluang yang ada, manajemen kepala sekolah yang efektif dan berfokus pada pengembangan kompetensi guru akan memberikan dampak jangka panjang yang positif pada kualitas pendidikan di Melalui dedikasi, visi, dan usaha bersama, kepala sekolah dan guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang merangsang, inklusif, dan inovatif, yang pada akhirnya akan membantu menghasilkan generasi siswa yang siap menghadapi dunia yang semakin kompleks dan dinamis. DAFTAR PUSTAKA