JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 PENGARUH INDEPENDENSI. KOMPETENSI DAN AKUNTABILITAS TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL PERIODE 2024 (Studi pada Auditor Internal Bank BJB Tbk Cabang Rangkasbitun. Firmansyah. Susana Dewi. Maesaroh. Wahyu Hari Prihantono. Sri Intan Purnama. Herlina. Adiliya. Sri Juminawati 1,2,3,4,5,6,7 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas La Tansa Mashiro Politeknik Digital Boash Indonesia *Corresponding Author: dewisusana625@gmail. DOI: https://doi. org/10. 58217/joceip. Abstract Internal auditors have a significant influence on the process of establishing accountability and transparency in managing regional finances, as financial reports must be transparent to see the allocation of government funds from regional financial accounts. Auditors must also maintain an independent attitude. Independence is an attitude that must be maintained to maintain public trust. Auditors perform important functions in managing and overseeing the financial sector to provide accurate and reliable information for decision-making. Bank BJB was established with the aim of meeting the needs of the people of West Java in maximizing the use of banking services. One of the bank's efforts to survive, creativity and innovation are very important because the banking industry is becoming more competitive. Bank BJB must change its products and technology or introduce new concepts. The background of this research is the fluctuation in the number of employees and the number of auditors that affect the number of audit case findings at Bank BJB's Rangkasbitung branch office. This study aims to analyze the influence of independence, competence, and accountability on internal audit quality. The study population is internal auditors at Bank BJB Tbk. Rangkasbitung branch with a sample of 30 The research method uses a quantitative/statistical approach, data testing with the SPSS version 26 program. The results of the study indicate that independence does not effect on internal audit quality, competence has a significant effect on internal audit quality, accountability does not effect on internal audit quality. Independence, competence, and accountability simultaneously effect on internal audit quality at Bank BJB Tbk. Rangkasbitung branch. The implications of this study are that it for can be a benchmark to further improve the quality of internal audits in the future on an ongoing basis, especially for the banking world in Indonesia, and can be a reference for further research. Keywords: Independence. Competency. Accountability. Internal Audit Quality PENDAHULUAN Audit internal adalah yang sangat berguna dan serbaguna bagi manajemen yang memungkinkan penilaian gambaran akurat tentang organisasi dan mengambil tindakan Oleh karena itu, audit internal telah dianggap sebagai fungsi penting bagi suatu organisasi untuk bertahan dan Suatu perusahaan mendapatkan manfaat yang besar dengan hadirnya departemen audit internal karena dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional bisnis. Tujuan audit internal adalah untuk membantu para manajer organisasi atau seluruh manajer dalam melaksanakan tugasnya dengan memberikan analisis, evaluasi, kritik dan saran mengenai kegiatan audit. Auditor internal perusahaan harus mempunyai kemampuan untuk menyajikan laporan JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 keuangan yang jujur, bermanfaat dan dapat diandalkan karena laporan keuangan berguna dalam pengambilan keputusan dan memberikan pedoman untuk meningkatkan pengelolaan Dalam penelitian ini, kualitas audit yang diteliti adalah mengenai sikap auditor tersebut. Dalam praktiknya, banyak auditor yang melanggar peraturan atau kontrol sehingga menimbulkan citra buruk di mata masyarakat. Kualitas audit sangat penting karena kualitas audit dapat memberikan pelaporan keuangan yang dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kualitas audit internal penting bagi perusahaan dalam hal meningkatkan kepercayaan auditor eksternal, seperti pihak independen di luar perusahaan dan pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Grand theory yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Atribusi. Peneliti menggunakan teori atribusi dalam penelitian ini karena peneliti akan melakukan studi empiris faktor-faktor mempengaruhi auditor terhadap kualitas audit yang dihasilkan auditor, khususnya pada karakteristik personal auditor itu sendiri. Proses yang menjelaskan bagaimana kita dapat menentukan penyebab dan motif tentang perilaku seseorang disebut dengan teori atribusi. Karakteristik personal yang dimiliki oleh seorang auditor sebagai penentu kualitas hasil audit internal yang dilakukannya berasal dari faktor internal atau eksternal yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan. lingkungan hidup, perbankan, perindustrian, investigasi dan lain-lain. (Sukrisno Agoes dalam Ariany, 2. Kualitas audit merupakan hasil kerja auditor yang ditunjukkan dengan laporan audit yang dapat diandalkan berdasarkan standar standar yang telah ditentukan (Sukriah et al. dalam Press et al. , 2. Press et al. Kualitas audit sebagai Auevaluasi . pasarAy terhadap kemungkinan bahwa auditor . menemukan kasus-kasus kesalahan penyajian material dalam sistem keuangan dan akuntansi suatu perusahaan, dan . melaporkan hasil audit tersebut. Penemuan salah saji material. Apakah auditor menemukan kasus kesalahan penyajian material yang signifikan bergantung pada kompetensi auditor dan apakah auditor melaporkan kasus kesalahan penyajian material yag ditemukan tersebut bergantung pada independensi auditor. Kualitas audit merupakan segala kemungkinan . dimana auditor pada saat mengaudit laporan keuangan klien dapat menemukan pelanggaran yang terjadi dalam sistem akuntansi klien dan melaporkannya dalam laporan keuangan audit, yang dimana dalam melaksanakan tugasnya tersebut seorang auditor berpedoman pada standar auditing dan kode etik akuntan publik yang relevan. Adapun indikator kualitas audit menurut Simamora dalam Aprianti . ada 8 prinsip yang harus dipatuhi auditor yaitu: Tanggung jawab profesi . Kepentingan publik . Integritas . Objektivitas . Kompetensi dan kehati-hatian profesional . Kerahasiaan . Perilaku Profesional . Standar Teknis Independensi Auditor Internal Independensi adalah atribut utama audit internal (Al-Twaijry et al. , 2. Demeke dan Kaur . mendefnisikan independensi sebagai Aukebebasan auditor internal untuk memasukkan temuan audit apapun ke dalam laporan auditAy. Francis . menganggap bahwa kualitas audit yang lebih Kualitas Audit Internal Audit internal adalah audit yang dilakukan oleh bagian audit internal perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen puncak yang telah ditentukan dan ketaatan terhadap peraturan pemerintah dan ketentuanketentuan dari ikatan profesi yang berlaku. Peraturan pemerintah yang terkait misalnya peraturan dibidang perpajakan, pasar modal. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 tinggi dapat dicapai ketika auditor kompeten dan independen. Independensi artinya tidak mudah di pengaruhi oleh pihak manapun, karena auditor melaksanakan pekerjaannya untuk kepentingan umum sehingga auditor tidak dibenarkan memihak kepada kepentingan siapapun dan harus bersikap netral (Siti Kurnia Rahayu dan Ely Suhayati dalam Piorina dan Ramantha, 2. Jika auditor tidak bersikap independen dalam menjalankan tugasnya maka para pengguna tidak akan mempunyai kepercayaan terhadap laporan keuangan dan opini auditor yang dihasilkan. Dengan demikian, kredibilitas auditor tidak hanya tergantung dari sikap independensi yang dimilikinya, tetapi juga tergantung pada persepsi independensi dari para pengguna laporan keuangan. Independensi dalam sikap penampilan merupakan dua hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara kepercayaan masyarakat bagi profesi auditor sendiri. Indikator independensi menurut Mautz dan Sharaf dalam Puspatriani . mencakup tiga dimensi, yaitu: Independensi program audit . Independensi Investigatif . Independensi Pelaporan auditor harus memiliki kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimilikinya dalam mengaudit sehingga auditor dapat melaksanakan auditnya secara cermat, akurat, dan objektif. Semakin tinggi tingkat kompetensi maka semakin baik kualitas auditnya. Menurut Murtanto . , dalam Aprianti . indikator kompetensi mencakup tiga dimensi, yaitu: Pengetahuan . Pengalaman . Ciri-ciri psikologi, seperti kemampuan berkomunikasi, kreativitas dan kemampuan bekerja sama. Akuntabilitas Auditor Internal Akuntabilitas merupakan salah satu bentuk dorongan psikologis itu membuat seseorang berusaha mempertanggungjawabkan segala tindakan dan keputusannya diambil oleh Dalam hal menghadapi bukti bertentangan dengan temuan awal dalam proses audit, tanggung jawab dan akuntabilitas pekerjaan audit yang dilakukan dan tekanan kekhawatiran atas hilangnya reputasi dan kemungkinan penyembunyian bukti audit meningkat (Barzideh dan Kheirollahi, 2. Jika seorang auditor menyadari akan betapa besar perannya bagi masyarakat dan bagi profesinya, maka ia akan memiliki keyakinan dengan melakukan pekerjaan dengan sebaikbaiknya akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat dan profesinya Auditor merasa berkewajiban untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan profesinya tersebut dengan melakukan pekerjaannya dengan sebaik mungkin. Indikator akuntabilitas menurut Bustami . ada tiga dimensi, yaitu: Motivasi . Kemampuan berpikir . Keyakinan Kompetensi Auditor Internal Kompetensi menurut Lyle Spencer & Signe Spancer . yang dikutip oleh Sudarmanto Wibawa . menyatakan bahwa kompetensi merupakan karakteristik dasar perilaku individu yang berhubungan dengan kriteria acuan efektif dan atau kinerja unggul dalam pekerjaan atau situasi. Kompetensi auditor merupakan kemampuan auditor untuk mengaplikasikan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya dalam melakukan audit sehingga auditor dapat melakuan audit dengan teliti, cermat, intuitif, dan obyektif (Triarini dan Latrini dalam Rialdy et al. , 2. Kompetensi merupakan hal penting yang harus dimiliki auditor dalam melakukan pekerjaan sebagaimana auditor menyadari bahwa hasil audit yang dikerjakan merupakan kepentingan umum, sehingga METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian explanatory dengan tujuan untuk mengetahui JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 pola hubungan kausal antara variabel independen dan variabel dependen. Penggunaan metode causal explanatory sesuai dengan tujuan penelitian yaitu melakukan pengujian hipotesa yang menguji hubungan dan pengaruh diantara variabel yang diteliti. Data dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah auditor internal perusahaan BUMD pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten. Tbk. Cabang Rangkasbitung. Dalam penelitian ini metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Kriteria penarikan sampel yang ditetapkan oleh peneliti adalah sebagai berikut: Tabel 1 Kriteria Penarikan Sampel Kriteria Jenis Kelamin Jabatan P/L Junior Auditor Senior Auditor Manajer Supervisor Umur 25 - 56 Tahun Status Pendidikan Telah mengikuti pendidikan dan pelatihan . sebagai auditor. Sumber : Data Diolah Penulis . Berdasarkan atas kriteria penentuan HASIL DAN PEMBAHASAN sampel diatas, maka dalam penelitian ini sampel Analisis Deskripsi Penelitian yang digunakan adalah sebanyak 30 responden Berikut adalah jumlah sampel dan tingkat auditor internal PT Bank Pembangunan Daerah pengembalian dalam penelitian ini ditunjukan Jawa Barat dan Banten. Tbk. Cabang dalam tabel 2 dibawah ini: Rangkasbitung di Provinsi Banten. Tabel 2 Jumlah Sampel dan Tingkat Pengembalian No. Keterangan Kuesioner yang disebar Kuesioner yang kembali Kuesioner yang tidak kembali Kuesioner yang dapat diolah Jumlah Kuesioner Persentase (%) Sumber : Data kuesioner yang diolah . Dari tabel 2 menunjukkan bahwa sebanyak 30 kuesioner disebar kepada responden dengan 30 kuesioner yang kembali dan dapat diolah menjadi sampel untuk dianalisis dalam penelitian ini. Karakteristik Responden Berikut adalah karakteristik responden yang akan disajikan meliputi jenis kelamin, usia, dan jabatan. JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Tabel 3 Karakteristik Responden Karakteristik Responden Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan Usia : 25-30 tahun 31-35 tahun 36-40 tahun Diatas 40 tahun Status Pendidikan : Jabatan : Manajer Supervisor Senior Auditor Junior Auditor Sumber : Data kuesioner yang diolah . Jumlah Persentase (%) 46,7% 53,3% 56,7% 13,3% 93,3% 6,7% 16,7% 23,3% 43,3% 16,7% Berdasarkan tabel 3 tersebut maka dapat Jabatan sebagai manajer berjumlah 5 dijelaskan sebagai berikut : responden atau sebesar 16,7%, jabatan Menunjukkan bahwa lebih dari 50% sebagai supervisor dengan kriteria telah responden dari keseluruhan responden yang mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai akan dianalisa dalam penelitian ini berjenis auditor dan memiliki pengalaman kerja kelamin perempuan yaitu 53,3% dan sebagai auditor selama 5 tahun berjumlah 7 responden yang lain berjenis kelamin lakiresponden atau sebesar 23,3%, jabatan laki sebesar 46,7%. sebagai senior auditor dengan kriteria telah mengikuti pendidikan dan pelatihan sebagai Usia responden dibawah 30 tahun yaitu auditor dan memiliki pengalaman kerja sebanyak 3 responden atau sebesar 10%. sebagai auditor selama 3 tahun berjumlah 13 Responden yang usia nya 31-35 tahun responden atau sebesar 43,3% dan jabatan sebanyak 6 responden atau sebesar 20%, sebagai junior auditor dengan kriteria responden yang usia nya 36-40 tahun memiliki pengalaman kerja sebagai auditor sebanyak 17 responden atau sebesar 56,7%, selama 1 tahun berjumlah 5 responden atau dan responden yang usia nya diatas 40 tahun sebesar 16,7%. sebanyak 4 responden atau sebesar 13,3%. Pendidikan terakhir responden yang Deskriptif Statistik Data Penelitian memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah Adapun deskriptif statistik data dari 28 responden atau sebesar 93,3% dan variabel Ae variabel dalam penelitian ini adalah responden yang memiliki tingkat pendidikan sebagai berikut: S2 berjumlah 2 responden atau sebanyak 6,7%. Tabel 4 Deskriptif Statistik Data Penelitian Minimum Maximum Independensi Auditor Internal Kompetensi Auditor Internal Akuntabilitas Auditor Internal Kualitas Audit Internal Valid N . Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Mean 39,87 44,67 41,53 39,27 Std. Deviation 4,392 6,718 3,875 4,059 JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Data primer diatas adalah deskriptif statistik ditunjukkan untuk memberikan gambaran atau deskriptif data dari variabel dependen yaitu kualitas audit internal serta variabel independen yaitu independensi auditor internal, kompetensi auditor internal dan akuntabilitas auditor internal. Hasil Uji Validitas Tabel 5 Hasil Uji Validitas X3. 0,640 X3. 0,504 X3. 0,803 X3. 0,865 Akuntabilitas Auditor X3. 0,559 Internal (X. X3. 0,756 X3. 0,662 X3. 0,756 X3. 0,612 X3. 0,664 0,646 0,814 0,468 0,646 0,694 Kualitas Audit Internal (Y) 0,740 0,674 0,537 0,720 0,766 X1. 0,513 X1. 0,516 X1. 0,747 X1. 0,744 X1. 0,857 Independensi Auditor Internal (X. X1. 0,717 X1. 0,792 X1. 0,637 X1. 0,513 X1. 0,516 X2. 0,917 X2. 0,965 X2. 0,980 X2. 0,965 X2. 0,980 X2. 0,965 Kompetensi Auditor Internal (X. X2. 0,980 X2. 0,972 X2. 0,953 X2. 0,953 X2. 0,953 X2. 0,953 Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Dari data tabel 5 menunjukkan bahwa nilai r hitung dari semua butir pernyataan pada tiap variabel menunjukkan hasil lebih kecil dari sig . -taile. 0,05 dan nilai rhitung dari semua 0,000 0,005 0,000 0,000 0,001 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,009 0,000 0,000 0,000 0,000 0,002 0,000 0,000 0,004 0,004 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,004 0,004 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid menunjukkan hasil lebih besar dari rtabel, nilai rtabel yaitu . = n-2 = 30-2 = 28 sebesar 0,361. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataanpernyataan mengenai independensi auditor JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 akuntabilitas auditor internal dan kualitas audit internal adalah valid. Hasil Uji Realibilitas Tabel 6 Hasil Uji Realibilitas Variabel Independensi Auditor Internal Kompetensi Auditor Internal Akuntabilitas Auditor Internal Kualitas Audit Internal CronbachAos Alpha 0,857 0,993 0,872 0,860 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Dari data tabel 6 menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha semua variabel menunjukkan hasil yang lebih besar dari 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independensi auditor internal, kompetensi auditor internal, akuntabilitas auditor internal dan kualitas audit internal reliabel untuk digunakan dalam Hasil Uji Normalitas Tabel 7 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov - Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual 0,0000000 3,38497519 0,092 0,092 -0,089 0,092 0,200 Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Berdasarkan tabel 7 diatas, hasil uji menunjukkan bahwa nilai signifikansi Asymp . - taile. sebesar 0,200. Hasil nilai signifikansi Asymp . -taile. 0,200 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa residual dalam penelitian ini memiliki distribusi normal. Untuk menguatkan hasil uji normalitas dengan uji kolmogorov Ae smirnov, maka dilakukan uji normalitas dengan menggunakan grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual sebagai berikut: Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Gambar 1 Output Grafik Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Berdasarkan gambar 1 hasil output grafik diatas, menunjukkan bahwa data ploting mengikuti diagonalnya, hal ini menunjukkan bahwa regresi yang dilakukan berdistribusi JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 8 Hasil Uji Heteroskedastisitas - Uji Glejser Model Sig. (Constan. Independensi Auditor Internal Kompetensi Auditor Internal Akuntabilitas Auditor Internal 0,801 0,597 0,863 0,693 Sumber : Hasil Output SPSS V. 25data diolah penulis . Berdasarkan tabel 8 diatas, hasil uji menunjukkan bahwa semua variabel bebas mempunyai nilai siginifikansi lebih dari tingkat signifikansi 5% atau > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dan tergolong data yang baik untuk digunakan dalam penelitian ini. Untuk menguatkan hasil uji heteroskedastisitas dengan Scatterplot sebagai berikut : Gambar 2 Output Grafik Scatterplot Berdasarkan gambar 4. 2 hasil output grafik diatas, menunjukkan bahwa terdapat pola yang tidak jelas serta titik- titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini menunjukkan bahwa regresi yang dilakukan tidak terjadi heteroskedastisitas. Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Hasil Uji Multikolineritas Tabel 9 Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Independensi Auditor Internal 0,987 Kompetensi Auditor Internal 0,966 Akuntabilitas Auditor Internal 0,967 Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Dari data tabel 9 menunjukkan bahwa semua variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan VIF (Variance Inflation Factor. kurang dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semua variabel bebas tidak ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas lainnya dan tidak terjadi multikolinearitas, sehingga seluruh variabel bebas dikatakan baik dan dapat digunakan dalam penelitian ini. 1,014 1,035 1,034 JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Hasil Regresi Linear Berganda Tabel 10 Hasil Regresi Linear Berganda Variabel (Constan. Independensi Auditor Internal Kompetensi Auditor Internal Akuntabilitas Auditor Internal Adjusted R Square Koefisien 15,331 0,091 0,338 0,126 0,224 Uji t Sign. 1,329 0,195 0,599 0,555 3,359 0,002 0,722 0,477 Uji F 3,797 Sign. 0,022 Sumber : Hasil Output SPSS V. 25 data diolah penulis . Berdasarkan tabel 10 maka dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 e Kualitas Audit Internal = 15,331 0,091 0,338 0,126 e Berdasarkan model regresi tersebut maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 15,331 artinya keadaan saat variabel kualitas audit internal belum dipengaruhi oleh variabel lainnya yaitu independensi auditor internal (X. , kompetensi auditor internal (X. dan akuntabilitas auditor internal (X. Koefisien regresi sebesar 0,091 artinya bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel independensi auditor internal (X. maka akan mempengaruhi kualitas audit internal sebesar 0,091. Koefisien regresi sebesar 0,338 artinya bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel kompetensi auditor internal (X. maka akan mempengaruhi kualitas audit internal sebesar 0,338. Koefisien regresi sebesar 0,126 artinya bahwa setiap kenaikan 1 satuan variabel akuntabiitas auditor internal (X. maka akan mempengaruhi kualitas audit internal sebesar 0,126. Auditor Internal memiliki t hitung 0,599 < 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,555 > 0,05. Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak atau dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh Independensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Menguji Apakah Kompetensi Auditor Internal berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Audit Internal Untuk Kompetensi Auditor Internal (X. tingkat signifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Kompetensi Auditor Internal memiliki t hitung 3,359 > 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H2 diterima atau dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan Kompetensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Menguji Apakah Akuntabilitas Auditor Internal berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Audit Internal Untuk Akuntabilitas Auditor Internal (X. tingkat signifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Akuntabilitas Auditor Internal memiliki t hitung 0,722 < 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,477 > 0,05. Hal ini berarti H0 diterima dan H3 ditolak atau dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh Akuntabilitas Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Uji Hipotesis Uji t (Parsia. Berdasarkan tabel 10 tersebut maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Menguji Apakah Independensi Auditor Internal berpengaruh secara parsial terhadap Kualitas Audit Internal Untuk Independensi Auditor Internal (X. tingkat signifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Independensi Uji F (Simulta. Menguji Apakah Independensi Auditor Internal. Kompetensi Auditor Internal dan Akuntabilitas Auditor Internal berpengaruh secara simultan terhadap Kualitas Audit Internal JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 Pada penelitian ini diambil tingkat signifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan F tabel sebesar 2,96. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Independensi Auditor Internal. Kompetensi Auditor Internal dan Akuntabilitas Auditor Internal memiliki F hitung 3,797 > 2,96 dengan tingkat signifikansi 0,022 < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H4 diterima atau dapat dikatakan terdapat pengaruh secara simultan Independensi Auditor Internal. Kompetensi Auditor Internal dan Akuntabilitas Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Pengaruh Independensi Auditor Internal (X. terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa tingkat singnifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Independensi Auditor Internal memiliki t hitung 0,599 < 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,555 > 0,05. Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak atau dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh Independensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Meidawati & Assidiqi . yang menyatakan bahwa independensi tidak berpengaruh terhadap kualitas audit internal. Pengaruh Kompetensi Auditor Internal (X. terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa tingkat singnifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Kompetensi Auditor Internal memiliki t hitung 3,359 > 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,002 < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H2 diterima atau dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan Kompetensi Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Hasil tersebut mendukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Rialdy et al. , 2. , (Sukriati et al. , 2. (Meidawati & Assidiqi, 2. , (Gita & Dwirandra, 2. dan (Press et al. , 2. menyatakan bahwa kompetensi auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Pengaruh Akuntabilitas Auditor Internal (X. terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa tingkat singnifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan t tabel sebesar 2,055. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui Akuntabilitas Auditor Internal memiliki t hitung 0,722 < 2,055 dengan tingkat signifikansi 0,477 > 0,05. Hal ini berarti H0 diterima dan H3 ditolak atau dapat dikatakan tidak terdapat pengaruh Akuntabilitas Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Hasil sebelumnya yang dilakukan oleh Marganingsih . yang menyatakan bahwa akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap kualitas audit Pengaruh Independensi Auditor Internal (X. Kompetensi Auditor Internal (X. dan Akuntabilitas Auditor Internal (X. secara simultan terhadap Kualitas Audit Internal Berdasarkan uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikan a = 5% atau a = 0,05 dengan F tabel sebesar 2,96. Berdasarkan tabel 10 diatas dapat diketahui bahwa Independensi Auditor Internal. Kompetensi Auditor Internal dan Akuntabilitas Auditor Internal memiliki F hitung 3,797 > 2,96 dengan tingkat signifikansi 0,022 < 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan H4 diterima atau dapat dikatakan terdapat pengaruh secara simultan Independensi Auditor Internal. Kompetensi Auditor Internal dan Akuntabilitas Auditor Internal terhadap Kualitas Audit Internal. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,224 x 100% = 22,4% artinya bahwa variabel kualitas audit internal (Y) dapat dijelaskan oleh variabel bebas yang terdiri dari independensi auditor internal (X. , kompetensi auditor internal (X. dan akuntabilitas auditor internal (X. sebesar 22,4%. , sedangkan sisanya . % - 22,4% = 77,6%) dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: Independensi tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit Internal pada Bank BJB. Tbk. cabang Rangkasbitung. Kompetensi JOCE IP Vol. 19 No. September 2025 ISSN: 1978-6875 terhadap Kualitas Audit Internal pada Bank BJB. Tbk. cabang Rangkasbitung. Akuntabilitas tidak berpengaruh terhadap Kualitas Audit Internal pada Bank BJB. Tbk. cabang Rangkasbitung. Independensi. Kompetensi Akuntabilitas terhadap Kualitas Audit Internal pada Bank BJB. Tbk. cabang Rangkasbitung. Selatan. Skripsiditerbitkan. (Onlin. Ariany. Pengaruh Independensi dan Kompetensi Auditor Terhadap Kualitas Audit Internal Pada Bank BUMN di Medan. Riset & Jurnal Akuntansi, 1. , 62Ae69. Bustami. Afif. Pengaruh Independensi. Akuntabilitas dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakart. Skripsi. Jakarta: Universitas Islam Negeri Dewi. , & Setyohadi. Pengaruh Independensi . Kompetensi dan Pengalaman Kerja Auditor Terhadap Kualitas audit Program Studi Pendidikan Ekonomi . Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial . Universitas Indraprasta PGRI Email : adhisti1206@gmail. Sosio E-Kons, 11. , 37Ae45. Dr. Bhavesh Prabhakar, . International Journal of Research in Science. Commerce. Arts. Management Technology, 410Ae421. https://doi. org/10. 48175/ijarsct-13062 Fajriani. , & Achmad. Pengaruh Mandatory Auditor Switching Terhadap Kualitas Audit. Diponegoro Journal of Accounting, 12. , 1Ae11. http://ejournals1. id/index. php/accounting Faturachman. , & Nugraha. Pengaruh Due Professional Care TerhadapKualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik Di Kota Bandung. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. Finamore. da S. Kys. Corrya. Collange Grecco. De Freitas. Satie. Bagne. Oliveira. De Souza. Rezende. Duarte. de A. Grecco. Oliveira. Batista. Lopes. de O. Serradilha. Souza. Bella. A Dodson. No Title Journal of Chemica IMPLIKASI Implikasi dari penelitian ini: Menjadi tolak ukur untuk dapat lebih meningkatkan kualitas audit internal ke depannya secara berkelanjutan khususnya bagi dunia perbankan di Indonesia Bisa menjadi bahan acuan penelitian beberapa variabel yang relevan. DAFTAR PUSTAKA