Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 742-750 KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL ATTRIBUTE QUALITY PERFORMACE OF LOCAL FRUIT Agriani Hermita Sadeli*. Hesty Nurul Utami Departemen Sosial Ekonomi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran Jalan Ir. Soekarno km. Jatinangor. Indonesia. *E-mail: agriani. hermita@unpad. (Diterima 20-02-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Penawaran buah di Indonesia dipenuhi dari impor dan lokal. Impor buah dari tahun 2015 sampai dengan 2020 mengalami peningkatan. Hal tersebut menjadi ancaman bagi pelaku agribisnis lokal. Oleh karena itu, perlu untuk dilakukan penelitian mengenai kualitas buah lokal agar menjadi masukan kepada para pelaku agribisnis untuk meningkatkan daya saingnya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik survey. Data didapatkan dari hasil pengisian kuesioner dari 100 responden yang ditemui di pasar tradisional dan pasar modern yang tersebar di Jakarta. Data diolah menggunakan Importance-Performance Analysis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesegaran merupakan atribut kualitas yang terpenting dan rasa merupakan atribut dengan tingkat kinerja yang Strategi perlu diterapkan dengan mempertahankan kualitas rasa, kesegaran dan vitamin, serta meningkatkan atribut penampilan dan keamanan pangan. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan perbaikan dari mulai budidaya, panen dan pasca panen agar keamanan pangan dan penampilan buah lokal meningkat dan terjaga dengan baik. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan meneliti kepuasan konsumen terhadap buah lokal. Kata kunci: kualitas, buah lokal, importance-performance analysis ABSTRACT Fruit supply in Indonesia comet from imports and locally. The number of fruit import increased from 2015 to 2020. Its a threat to local fruit agribusiness actors. Therefore, it is necessary to conduct research on the quality of local fruit so that it becomes input for agribusiness actors to increase their competitiveness. This research method is quantitative with survey technique. Data were obtained from the results of filling out questionnaires from 100 respondents who were found in traditional markets and modern markets in Jakarta. Data were processed using ImportancePerformance Analysis. The results represent reshness is the most important quality attribute and taste is the attribute with the highest level of performance. Strategies need to be implemented by maintaining the quality of taste, freshness and vitamins, as well as improving appearance attributes and food safety. This can be done by making improvements starting from cultivation, harvesting and post-harvest so that food safety and the appearance of local fruit are imporved and Further research needs to be done by examining consumer satisfaction with local fruit. Keywords: quality, local fruit, importance-performance analysis PENDAHULUAN Buah sebaiknya dapat dipenuhi oleh produsen. penyumbang gizi yang penting terutama Oleh karena itu, produsen perlu untuk dalam masa pandemi. Kualitas buah yang mengetahui kinerja dari atribut buah KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL Agriani Hermita Sadeli. Hesty Nurul Utami lokal, sehingga akan menjadi bahan pertimbangan dalam memproduksi buah. setelah mengkonsumsi buah. Atribut Penawaran Indonesia dipenuhi dari dalam dan luar negeri. berikaitan dengan parameter penampilan. Jumlah buah impor di Indonesia dapat tekstural, rasa dan nutrisi (Kader, 2. dilihat pada Tabel 1. Faktor Impor buah mengalami peningkatan dari 2015 sampai dengan 2020 (Badan Pusat Statistik, permukaan yang halus dan bebas dari cacat dan busuk. Faktor kualitas tekstural Tabel 1. Impor Buah Tahun 2015 sampai Tahun Berat bersih . 435 004,1 480 528,8 663 810,7 662 753,2 724 131,1 638 556,3 Sumber: Badan Pusat Statistik, 2022 merupakan kualitas yang penting untuk Peningkatan (Kader. Rozan. Stenger, & Willinger, 2. Faktor kualitas rasa meliputi kualitas yang berhubungan dengan selera dan aroma (Kader, 2. merupakan ancaman terhadap keberadaan buah lokal. Hal ini berdampak terhadap Tuntutan kualitas ini merupakan posisi persaingan petani buah lokal, tantangan bagi petani untuk memenuhi karena dengan meningkatnya impor buah, kebutuhan pasar (Mukti. Rasmikayati, maka persaingan antara buah lokal dan Andriani. Kusumo, & Fatimah, 2. Evaluasi kualitas dari sudut pandang Persaingan ini dapat dimenangkan oleh konsumen akan menjadi masukan dalam produsen buah lokal jika dapat memenuhi penerapan strategi pemasaran. Strategi atribut kualitas yang diinginkan oleh konsumen, sehingga konsumen akan lebih memilih membeli buah lokal. sehingga perlu untuk dilakukan penelitian Kualitas mengenai perilaku konsumen terhadap buah lokal agar produsen dan pelaku agribisnis mengetahui atribut kualitas konsumen (Kader, 2. Kualitas dapat dinilai konsumen baik saat melakukan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 742-750 konsumen sehingga dapat memberikan Tabel 2. Variabel Penelitian Variabel Indikator Penampilan Kemulusan Warna Ukuran Tekstural Kesegaran Tekstur Daya tahan Rasa Rasa Aroma Nutrisi Keamanan Pangan Vitamin Sumber: Kader, 2002. Oude Ophuis & Van Trijp. Rozan et al. , 2004 kinerja yang baik kepada konsumen. METODE PENELITIAN Penelitian metode kuantitatif dengan teknik survey yang bertujuan untuk meneliti populasi Responden penelitian ini adalah 100 konsumen yang Pengambilan Importance Performance analysis adalah teknik yang berfungsi untuk convenience sampling dan dilakukan di menganalisis dan menilai sejauh mana dan toko khusus bua. yang tersebar di produk buah lokal digunakan skala likert 1 sampai dengan 5. Skala . Kedua, dan kepuasan konsumen terhadap atribut responden yang meliputi jenis kelamin. Untuk mengetahui tingkat kepentingan pertanyaan mengenai dua hal. Pertama, konsumen terhadap atribut buah lokal. konsumen terbesar di Indonesia. Kuesioner Teknik ini digunakan untuk bua. dan pasar modern . upermarket Jakarta, pemasaran (Martilla. And, & James, pasar tradisional . asar induk dan kios 1 = sangat tidak penting 2 = tidak penting tingkat kepentingan dan kinerja buah 3 = netral lokal dengan variable penelitian berupa 4 = penting penampilan, tekstural, rasa dan nutrisi 5 = sangat penting (Kader, 2002. Oude Ophuis & Van Trijp. Skala likert untuk tingkat kinerja Rozan et al. , 2. pada Tabel 2 . sebagai berikut, jawaban menggunakan skala likert. 1 = sangat buruk 2 = buruk KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL Agriani Hermita Sadeli. Hesty Nurul Utami 3 = netral Matriks Importance-Performance 4 = baik Analysis ini yang terbagi menjadi empat 5 = sangat baik kuadran, yaitu: Penentuan rata-rata Prioritas utama pada kuadran I yang merupakan wilayah dengan atribut- menggunakan rumus sebagai berikut (Supranto, 2. namun harapan konsumen belum Atribut yang berada pada wilayah ini kinerjanya perlu untuk Rumus untuk memetakan dalam Pertahankan prestasi pada kuadran II performance analysis sebagai berikut: merupakan wilayah dengan atributatribut dengan tingkat kepentingan dan kinerja yang relatif tinggi. Atribut K = banyaknya atribut produk dalam wilayah ini merupakan atribut X = skor rata Ae rata setiap atribut i yang harus dipertahankan karena Y = skor rata Ae rata setiap atribut i merupakan keunggulan dari sudut n = total responden Diagram Performance pandang konsumen. Analysis Importance- Prioritas rendah pada kuadran i merupakan wilayah yang memuat kepentingan dan kinerja, dapat terlihat kepetingan dan kinerja yang relatif pada Gambar 1. Kepentingan Konsumen manfaat yang kecil dari atribut ini. Prioritas Utama Pertahankan Prestasi Prioritas Rendah Berlebihan Berlebihan merupakan wilayah yang berisi atribut yang memiliki tingkat kepentingan yang relatif rendah dengan tingkat kinerja yang berlebihan. Pengeluaran Kinerja biaya yang dipakai untuk atribut ini Gambar 1. Matriks Important-Performance Analysis dapat ditekan. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 742-750 HASIL DAN PEMBAHASAN (Novandari, 2. Karakteristik responden pembelian pangan, termasuk buah. Responden yang mengkonsumsi Mayoritas pendidikan responden diatas S1 sebesar 62 persen. Dengan karakteristik pada Tabel 3. Mayoritas semakin meningkatnya pendidikan maka jenis kelamin respoden adalah perempuan kesadaran dan pengetahuan akan pangan yaitu sebesar 72 persen. Perempuan yang diperlukan tubuh akan semakin memiliki kekuatan dalam berbelanja serta tinggi (Zepeda & Deal, 2. pengambil keputusan dalam pemilihan Usia responden tersebar mulai dari pangan dan pembelian pangan karena 19 tahun sampai dengan 60 tahun. Hal ini menunjukan bahwa buah merupakan kebutuhan yang dibutuhkan oleh berbagai kebutuhan pangan (Surendran et al. umur untuk memenuhi gizinya. Tabel 3. Karakteristik Responden buah-buahan Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah tanggungan =<4 Pekerjaan Karyawan Swasta Wiraswasta PNS Ibu Rumah Tangga Pelajar Belum bekerja Lainnya Pendapatan Tidak bersedia mengisi < 1 juta 1 - 2 juta 2 juta - 5 juta 5 juta ke atas Pendidikan SMP SMU Diploma Usia memenuhi gizi keluarganya. Jumlah tanggungan yang di bawah sama dengan empat orang dan yang di atas empat orang hampir sama, masingmasing 46 dan 51 persen. Jumlah tanggungan ini akan bengaruh terhadap Jumlah tanggungan yang lebih banyak akan (Meitasari. Mutisari. Widyawati, 2. Pekerjaan responden paling banyak pendapatan di atas 2 juta. Jenis pekerjaan Semakin tinggi pendapatan maka akan memengaruhi daya beli KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL Agriani Hermita Sadeli. Hesty Nurul Utami 3,80. Diikuti oleh rasa, dan kesegaran Importance-Performance Analysis Importance-Performance Analysis dengan nilai masing-masing adalah 3,65 dan 3,53. Sedangkan nilai tingkat kinerja mengetahui posisi dari masing-masing atribut kualitas buah. Responden menilai tingkat kinerja dan kepentingan dari buah menilai tingkat kinerja yang baik adalah lokal, dapat dilihat pada Tabel 4. faktor kualitas nutrisi, rasa dan tekstural. Tabel 4. Tingkat Kinerja dan Kepentingan Buah Lokal Atribut Kinerja Kepentingan Kemulusan 3,00 4,20 Warna 3,27 3,61 Ukuran 3,11 3,32 Kesegaran 3,53 4,40 Tekstur 2,98 3,83 Daya tahan 2,99 3,94 Rasa 3,65 4,36 Aroma 3,39 3,91 Keamanan Pangan 3,30 4,27 Vitamin 3,80 4,39 Rata-rata 3,30 4,02 sedangkan kinerja yang rendah adalah Tingkat Hal Gambar 2. Importance-Performance Analysis Buah Lokal. adalah pada atribut kualitas kesegaran Prioritas Utama (Kuadran I) dengan nilai 4,40. Hal ini menunjukan Pada kuadran I terdapat atribut bahwa konsumen paling memperhatikan kemulusan dan keamanan pangan yang kesegaran ketika melakukan pembelian atau konsumsi buah. Setelah itu, diikuti Hal menunjukan bahwa kedua atribut ini oleh atribut vitamin dan rasa, dan merupakan atribut yang relatif penting keamanan pangan dengan nilai masing- bagi konsumen, tetapi di sisi lain masing 4,39. 4,36. dan 4,27. Sedangkan konsumen menilai bahwa atribut ini nilai tingkat kepentingan terendah adalah masih belum sesuai dengan harapan Hal ini menunjukan bahwa konsumen sehingga memiliki penilaian responden lebih menekankan kepada yang relatif rendah dari segi kinerja. faktor kualitas tekstural, rasa dan nutrisi Atribut dibandingkan penampilan. Berdasarkan tingkat kinerja, urutan nilai tertinggi adalah vitamin dengan nilai Penampilan buah lokal dapat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 742-750 ditingkatkan dengan menjaga buah dari dipertahankan karena merupakan faktor kecacatan dan kerusakan selama proses panen dan pasca panen. Perlakuan yang tepat pada komoditas tertentu diperlukan. Rasa penanganan pasca panen dengan baik Selain itu, untuk meningkatkan penyimpanan dengan suhu yang tepat. mulai dari penyimpanan, pengiriman sehingga buah sampai ke konsumen akhir melakukan budidaya dengan mengurangi dengan keadaan masih segar dengan tidak mengurangi rasa dari buah. Kandungan pengurangan penggunaan pestisida kimia. Keamanan pangan dapat ditingkatkan memiliki kandungan vitamin tinggi. mendukung kepada sistem penjaminan Prioritas Rendah (Kuadran . mutu dan keamanan pangan. Dengan Hazard tekstur, daya tahan, ukuran dan warna Analysis Critical Control Point (HACCP) sebagai atribut dengan prioritas rendah. dapat membantu untuk meningkatkan Hal ini menunjukkan bahwa keempat Pada kuadran i terdapat atribut (Kafetzopoulos. Psomas, & Kafetzopoulos, 2. kepentingan dan kinerja yang rendah di mata konsumen. Atribut pada kuadran ini Pertahankan Prestasi (Kuadran II) memiliki pengaruh yang relatif kecil Pada kuadran II terdapat atribut terhadap manfaat yang dirasakan oleh kesegaran, rasa dan kandungan vitamin Hal menunjukan bahwa ketiga atribut tersebut Pada kuadaran IV terdapat hanya tinggi dan didukung oleh tingginya satu atribut yaitu atribut aroma yang kinerja yang dirasakan oleh konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa Atribut ini dianggap sebagai keunggulan tingkat kepentingan dari atribut aroma Berlebihan (Kuadran IV) KINERJA ATRIBUT KUALITAS BUAH LOKAL Agriani Hermita Sadeli. Hesty Nurul Utami relatif rendah tetapi konsumen merasakan Untuk kepuasan yang relatif tinggi. Berdasarkan sebaiknya peneliti tidak hanya melihat Importance-Performance Analysis menambahkan faktor mengenai kepuasan dipertahankan dan ditingkatkan terutama dibandingkan dengan impor sehingga penampilan dan keamanan pangan harus mengetahui kesenjangan antara kedua Dengan perbaikan kinerja atribut dapat meningkatkan kepuasan Konsumen yang memiliki kepuasan yang konsumen (Harimurti. Sadeli. Utami, & tinggi terhadap buah lokal diharapkan Mukti, 2. dan daya saing (Utami, akan melakukan pembelian ulang dan Daryanto, & Rujito, 2. memenuhi kebutuhan gizi akan buah dimasa yang akan datang. KESIMPULAN DAN SARAN Pelaku agribisnis lokal baik petani DAFTAR PUSTAKA