. ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Perbandingan Kinerja Superplasticizer Berbasis Naftalena dan Polimer Pada Kuat Tekan Beton Comparison Of The Performance Of Naphthalene And Polymer Based Superplasticizers On Concrete Compressive Strength Ramdhani Nur Saputra1,. Nurul Izmi Fuadah. Saddam Husein. Indrasurya Setiabudhi. Ulfah. Rut Handayani. Ahmad Zulfadilah. 1,2,3,4,5,6,. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ujung Pandang Koresponden: . ramdhanisaputra@poliupg. ABSTRAK Penelitian ini membahas perbandingan kinerja superplasticizer berbasis naftalena dan polimer pada beton dengan rancangan campuran . ix desig. yang sama. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi workability, retensi slump, dan kekuatan tekan pada berbagai umur beton . , 7, 14, dan 28 har. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan superplasticizer berbasis polimer menghasilkan kekuatan tekan yang lebih tinggi dan perkembangan kekuatan yang lebih cepat dibandingkan dengan berbasis Beton dengan aditif berbasis polimer mencapai kekuatan tekan 185 kg/cmA pada umur 1 hari, 508 kg/cmA pada 7 hari, 533 kg/cmA pada 14 hari, dan 550 kg/cmA pada 28 hari. Sementara itu, beton dengan aditif berbasis naftalena menunjukkan peningkatan kekuatan yang lebih lambat. Temuan ini menunjukkan keunggulan superplasticizer berbasis polimer untuk aplikasi beton berkinerja tinggi, terutama pada proyek yang memerlukan percepatan konstruksi. Kata Kunci : superplasticizer, naftalena, polimer, kuat tekan memberikan retensi slump yang lebih lama (Mehta & Monteiro, 2. PENDAHULUAN Superplasticizer merupakan salah satu bahan tambahan pada beton yang workability tanpa mempengaruhi rasio airsemen secara signifikan. Dua jenis superplasticizer yang banyak digunakan adalah berbasis naftalena dan polimer. Superplasticizer berbasis naftalena telah lama digunakan dalam industri konstruksi karena kemampuannya mengurangi kadar air hingga 20-30% tanpa mengorbankan kekuatan beton (Neville, 2. Namun, kemajuan teknologi telah memperkenalkan superplasticizer berbasis polimer, seperti Polycarboxylate Ether (PCE), yang diklaim lebih unggul karena dapat mengurangi kadar air hingga 40% dan Kemajuan memperkenalkan superplasticizer berbasis polimer, seperti kebutuhan akan beton berkinerja tinggi, terutama pada proyek konstruksi yang memerlukan percepatan jadwal, memunculkan kebutuhan untuk membandingkan kinerja kedua jenis superplasticizer ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja superplasticizer berbasis naftalena dan polimer terhadap kekuatan tekan beton, menggunakan desain campuran yang sama. 25/31 ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 TINJAUAN PUSTAKA dan distribusi gradasi yang baik untuk menghasilkan workability yang optimal" (SNI 2847:2. Air pencampur harus bebas dari minyak, asam, alkali, garam, atau bahan organik yang dapat merusak beton, sesuai SNI 7064:2014 tentang spesifikasi air pencampur beton" (SNI 2847:2. Mix design beton adalah proses perencanaan untuk menentukan proporsi bahan-bahan dalam campuran beton agar durabilitas, dan workability sesuai kebutuhan proyek konstruksi. Dalam mix design, bahan utama yang digunakan meliputi semen sebagai pengikat, agregat halus . untuk mengisi rongga, agregat kasar . erikil atau batu peca. untuk memberikan kekuatan, air untuk hidrasi semen, dan bahan tambahan . seperti superplastizer untuk meningkatkan sifat Proses mempertimbangkan berbagai parameter, seperti kuat tekan yang diinginkan, kemudahan pengerjaan . , rasio air-semen . /c rati. , dan durabilitas terhadap kondisi lingkungan yang agresif. Dengan perencanaan yang baik, mix design bertujuan menghasilkan beton yang efisien secara biaya, mudah diaplikasikan, dan mampu bertahan dalam jangka panjang sesuai spesifikasi proyek. Perhitungan kekuatan tekan beton digunakan sesuai dengan SNI 1974:2011. dengan persamaan . - . yce Ayca = yceycayc Oe yco . Superplasticizer Penggunaan berbasis naftalena sering kali terbatas pada aplikasi konvensional karena sifatnya yang kurang efektif pada rasio air-semen sangat rendah dan retensi slump yang lebih singkat (ACI Committee 212, 2. Hal ini menjadi tantangan pada proyek dengan beton yang memerlukan transportasi jarak jauh atau pengendalian workability dalam waktu yang lama. Sebaliknya, superplasticizer berbasis polimer memiliki kemampuan unggul mempertahankan slump lebih lama, dan mempercepat perkembangan kekuatan Studi menunjukkan bahwa beton dengan aditif polimer mencapai kekuatan tekan yang lebih tinggi pada umur awal dibandingkan dengan aditif berbasis naftalena (Ghafoori et al. , 2. Namun, masih terdapat performa kedua jenis superplasticizer ini dengan parameter dan desain campuran yang seragam untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Beton Beton tersusun 4 unsur material utama yaitu semen, agregat kasar . , agregat halus . , dan air. Semen yang digunakan untuk beton harus memenuhi persyaratan sesuai SNI 2049:2015 tentang semen Portland, dengan memperhatikan mutu dan jenis yang sesuai dengan kebutuhan desain struktur beton" (SNI 2847:2. Agregat SNI 1970:2008, termasuk ukuran maksimum agregat yang disesuaikan dengan dimensi struktur, bersih, tidak mengandung lumpur lebih dari 1% berat, serta memiliki gradasi yang sesuai" (SNI 2847:2. yceyca = ycE ya yceycayc = . Oc yaycycayc ycNyceycoycaycu Dimana fc = sampel kuat tekan (Kg/cm. P = Beban ultimit (N). A = Luas penampang atas . FAoc = kuat tekan rencana (Kg/cm. fcr = kuat tekan rata-rata (Kg/cm. (Sumber : SNI 1974:2. Agregat halus harus memenuhi ketentuan dalam SNI 1971:2011, dengan kandungan lumpur maksimum 5% berat 26/31 ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 METODE PENELITIAN Bili-bili. Kabupaten Gowa, dan semen OPC dan bahan adittif dari merek Consol. Kegiatan pengujian benda uji dilakukan di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan pasir dari sungai bendungan Bili-bili, batu pecah dari sungai bendungan Sistematika penelitian dilaksanakan berdasarkan bagan alir pada Gambar 1. Gambar 1. Bagan Alir Penelitian Tabel 1. Identifikasi Benda Uji Kuat Tekan Kode Sampel % Additif Jumlah Sampel Umur Pengujian . NAF 1,7,14, 28 POL 1,7,14, 28 27/31 Keterangan Jumlah sampel 1,7,14 hari masing-masing 1 sampel, dan 28 hari 3 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Sebelum melaksanakan pembuatan beton dipastikan semua material baik pengujian material pasir sesuai tabel 2, dan pengujian material batu pecah sesuai tabel 3, untuk kedua material ini harus sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan sehingga dapat menghasilkan beton yang sesuai standart yang disyaratkan Tabel 2. Pengujian Pasir Pengujian Spesifikasi Satuan Water content 3Ae5 Kadar lumpur Kadar organik 0,2 Ae 5 Kuning (O. SNI 03-4142- 1996/ASTM C117 Modulus kehalusan 2,2 Ae 3,1 Berat isi 1,4 Ae 1,9 Kg/liter Spesific gravity 1,6 Ae 3,2 Spesific gravity SSD 1,6 Ae 3,2 Spesific gravity semu 1,6 Ae 3,2 Absorption 0,2 Ae 4,0 ASTM C136 SNI 03-1968- 1990/ASTM C SNI 03-1969- 1990/ASTM C SNI 03-1969- 1990/ASTM C SNI 03-1969- 1990/ASTM C SNI 03-1969- 1990/ASTM C Spesifikasi SNI 1971- 2011 ASTM C40 Tabel 3. Pengujian Batu Pecah Pengujian Spesifikasi Satuan Water content Kadar lumpur Modulus kehalusan 5,5 Ae 8,5 Berat isi 1,4 Ae 1,9 Kg/liter Spesific gravity 1,6 Ae 3,2 Spesifikasi SNI 1971-2011 SNI 03-4142- 1996/ASTM C ASTM C 104 SNI 03-1968- 1990/ASTM C29 SNI 03-1969- 1990/ASTM C 0,5 - 2 Absorption 0,2 Ae 4,0 SNI 03-1969- 1990/ASTM C Abrasion Mak 40 SNI 03-2417- 2008 0,2 - 1 ANALISIS PENELITIAN teknik sipil politeknuk negeri ujung pandang, tabel 4, tabel 5, menunjukkan hasil pengujian untuk agregat. Untuk hasil M . dan TM . idak memenuh. Pengujian pendahuluan dilakukan untuk memastikan karateristik agregat baik Lokasi dilaksanakan di laboratorium jurusan 28/31 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 4. Hasil Uji Pasir No. Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Hasil (M/TM) 3,505 3Ae5 Kadar air Kadar lumpur 0,2 Ae 5 Kadar organik No. Kuning (O. Modulus kehalusan 2,99 2,2 Ae 3,1 Berat isi 1,54 1,4 Ae 1,9 Kg/liter Berat jenis curah 2,60 1,6 Ae 3,2 Berat jenis uji SSD 2,60 1,6 Ae 3,2 Berat jenis semu 2,69 1,6 Ae 3,2 Penyerapan 1,30 0,2 Ae 4,0 Tabel 5. Hasi Uji Batu Pecah No. Pengujian Hasil Spesifikasi Satuan Hasil (M/TM) Kadar air 1,93 0,5 - 2 Kadar lumpur 0,48 0,2 - 1 Modulus kehalusan 6,41 5,5 Ae 8,5 Berat isi 1,52 1,4 Ae 1,9 Kg/liter Berat jenis 2,51 1,6 Ae 3,2 Penyerapan 3,26 0,2 Ae 4,0 Keausan 21,45 Mak 40 Tabel 6. Proporsi campuran Per m3 Volume (M. (Lite. Semen (K. Pasir (K. 29/31 Batu 1/2 (K. Air (K. Additif (K. ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Tabel 7. Proporsi Campuran Untuk Sampel Kuat Tekan Volume . 0,024 Semen (K. 14,58 Pasir (K. 14,58 Batu 1/2 (K. 27,94 Air (K. Additif (Gra. Keterangan Untuk 6 Tabel 8. Hasi Uji Kekuatan Beton Superplastizer Polimer Umur (Har. Berat Luas Penampang . Hasil pengujian kuat tekan beton dengan menggunakan aditif superplastizer berbasis polimer memberikan gambaran yang sangat menarik terkait perkembangan kekuatan beton dari waktu ke waktu. Pada umur satu hari, kuat tekan beton mencapai 331 kg/cmA, yang menunjukkan bahwa aditif ini mampu memberikan kontribusi signifikan pada pembentukan kekuatan awal beton. Hal ini sangat penting dalam proyek konstruksi yang membutuhkan percepatan waktu pengerasan awal untuk mengurangi risiko kerusakan atau Beban Max (KN) Kuat Tekan (Kg/cm. Slump . waktu yang lebih singkat dibandingkan tanpa aditif. Pada umur 14 hari, pengujian menunjukkan lonjakan kekuatan yang sangat signifikan dengan mencapai 575 kg/cmA. Hal ini mencerminkan keunggulan pertumbuhan kristal-kristal kalsium silikat hidrat (CSH), yang merupakan komponen utama dalam pembentukan kekuatan beton. Saat beton berumur 28 hari, hasil pengujian stabilitas yang sangat baik pada tingkat kekuatan tinggi. Nilai kuat tekan yang diperoleh adalah 620 kg/cmA, 615 kg/cmA, dan 630 kg/cmA. Jika dirataratakan, kuat tekan pada umur ini mencapai kg/cmA, konsistensi dalam hasil pengujian dan pencapaian kekuatan optimal yang sesuai dengan spesifikasi untuk beton berkinerja Nilai ini mengindikasikan bahwa penggunaan superplastizer polimer tidak hanya meningkatkan kekuatan awal, tetapi juga memberikan performa yang stabil dan optimal pada usia matang beton. Seiring berjalannya waktu, kuat tekan beton terus meningkat dengan konsistensi yang baik. Pada umur tujuh hari, beton menunjukkan peningkatan kekuatan yang signifikan hingga mencapai 458 kg/cmA. Angka ini menegaskan peran aditif superplastizer berbasis polimer dalam mempercepat proses hidrasi semen, sehingga struktur mikro beton dapat terbentuk lebih padat dan lebih kuat dalam 30/31 . ISSN 2775-0213 Journal of Applied Civil and Environmental Engineering Ae Vol. No. Oktober 2024 Kuat Tekan Kg/cm2 Naftalena Polimer Umur (Har. Gambar 2. Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton KESIMPULAN polimer lebih susah di padatkan, diakibatkan sifat aditif polimer yang kental dan nilai viskositasnya tinggi. Berdasarkan analisa data dari hasil pengujian, maka dapat disimpulkan bahwa: Persen selisih kenaikan kuat tekan beton aditif superplatizer polimer dibandingkan aditif superplatizer naftalena umur satu hari adalah 18,21%, umur tujuh hari 15,94%, umur 14 hari 36,90, dan umur 28 hari 20,63%, pengerasan beton menggunkan aditif superplasizer polimer lebih tinggi dibandingkan aditif superplastizer DAFTAR PUSTAKA