Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 PENGARUH JARAK TEMPAT TINGGAL DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KUNJUNGAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS POASIA KOTA KENDARI Sri Mulatsi1. Rosmawati Ibrahim2. Wa Ode Sri Kamba Wuna3* STIKes Pelita Ibu * waodesrikambawuna543@gmail. Received: 11-03-2024 Revised: 13-05-2024 Approved: 25-05-2024 ABSTRACT This study aims to determine the effect of distance between residence and husband's support on antenatal care visits in the working area of the Poasia Community Health Center. Kendari City. This type of research is quantitative with an analytic survey design that uses a cross sectional study approach that aims to determine the relationship between certain factors and diseases or other health problems. The population in this study were all pregnant women totaling 817 people. The sampling technique used in this study was purposive sampling. The number of samples is 55 pregnant women. The results showed that in the category of distance to residence with a value of sig = 002 <0. 05, it means that there is an influence on antenatal care visits. In the category of husband's support with a sig = 0. 0015 <0. 05, it means there is an antenatal care Suggestions are expected for health workers, especially midwives, to provide counseling about the importance of Antenatal Care (ANC) so that they can increase visits by pregnant women and social support from husbands and families is needed to motivate pregnant women to visit. Keywords: Distance of Residence. Husband's Support and Antenatal Care Visits. PENDAHULUAN Antenatal care merupakan komponen pelayanan kesehatan ibu hamil terpenting untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu dan frekuensi pemeriksaan antenatal care dalam kehamilan tidak dapat terdeteksi sedini mungkin. Antenatal care merupakan suatu pelayanan yang diberikan oleh bidan kepada wanita selama hamil. Misalnya dengan pemantauan kesehatan secara fisik, psikologis, termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin serta mempersiapkan proses persalinan dan kelahiran supaya ibu siap menghadapi peran baru sebagai orang tua (Nugroho, 2. Pelayanan antenatal care merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu hamil beserta janin yang dikandungnya. Pelayanan antenatal care yang dilakukan secara teratur dan komrehensif dapat mendeteksi secara dini kelainan dan resiko yang mungkin timbul selama ehamilan, sehingga resiko dan kelainan tersebut dapat diatasi dengan cepat dan Adapun tujuan utama ANC adalah untuk memfasilitasi hasil yang sehat dan positif bagi ibu dan bayi dengan cara membina hubungan saling percaya dengan ibu, mendeteksi komplikasi komplikasi yang dapat mengancam jiwa, mempersiapkan kelahiran dan memberikan pendidikan (Mochtar, 2. Sustainable Development Goals (SDG. merupakan program berkelanjutan dari program Milenium Development Goals (MDG. Sustainable Development Goals (SDG. memiliki 17 target capaian yang berlaku dari tahun 2016 hingga 2030. Dari Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 beberapa target tujuan SDGs, salah satunya ialah memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan seluruh orang di semua usia Salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan di suatu negara, yaitu angka kematian ibu. Pada 2019, angka kematian ibu (AKI) di dunia sebesar 216 per 100. 000 kelahiran hidup atau 303. Angka kematian ibu mengalami penurunan menjadi 211 per 100. 000 kelahiran hidup atau 295. 000 kasus di dunia pada tahun 2020 (WHO, 2. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kematian ibu ialah pelayanan antenatal care (ANC). Antenatal care merupakan pemeriksaan pada kehamilan yang bertujuan meningkatkan kesehatan ibu hamil, baik fisik dan mental secara optimal, persiapan dalam menghadapi persalinan dan masa nifas, persiapan dalam pemberian ASI eksklusif, serta memulihkan kesehatan alat reproduksi (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Faktor yang dapat mempengaruhi kunjungan antenatal care pada ibu hamil yaitu usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, sikap, jarak tempat tinggal, penghasilan keluarga, media informasi, dukungan suami, dukungan keluarga dan dukungan dari petugas kesehatan. Faktor-faktor tersebut merupakan sebab perilaku yang mendasari seorang ibu hamil melakukan kesehatan (Padila, 2. Jarak tempat tinggal adalah ruang sela yang menunjukan panjang luasnya antara satu titik ke titik yang lain. Semakin jauh jarak fasilitas kesehatan dari tempat tinggal ibu hamil serta semakin sulit akses menuju ke fasilitas kesehatan akan menurunkan motivasi ibu hamil untuk melakukan kunjungan ANC. Jauhnya jarak akan membuat ibu berfikir dua kali untuk melakukan kunjungan karena akan memakan banyak tenaga dan waktu setiap melakukan kunjungan (Padila, 2. Dukungan suami merupakan salah satu faktor yang berperan penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan kunjungan pemeriksaan ANC. Banyak bukti yang ditunjukkan bahwa wanita yang diperhatikan dan dikasihi oleh pasangannya selama kehamilan akan menunjukkan lebih sedikit gejala emosi dan fisik, lebih mudah melakukan penyesuaian diri selama kehamilan dan sedikit resiko komplikasi persalinan (Rukiyah, 2. Pengetahuan, dukungan suami, status sosial ekonomi, dan waktu tempuh ANC ibu hamil: temuan dari penelitian Ida Indarti et al. Pendekatan deskriptif kuantitatif cross-sectional diadopsi untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini dilakukan random sampling. 45 orang mengisi survei. Wawancara kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data. Studi ini menemukan bahwa nilai-p untuk pendidikan adalah 0,000, nilai-p untuk dukungan pasangan adalah 0,000, nilai-p untuk status sosial ekonomi adalah 0,006, dan nilai-p untuk lokasi tempat tinggal dalam kaitannya dengan kehadiran ANC adalah 0,000. Perilaku kunjungan ANC ibu hamil di BPM I berhubungan dengan pemahaman ibu hamil terhadap dukungan suami dan jarak sosial ekonomi ibu hamil dari rumah. Studi lain oleh Yulia Safitri dan rekan kerja di tahun 2020. Judul Dorongan Suami. Pendidikan Istri, dan Perspektif Mereka tentang Perawatan Prenatal. Hasil menunjukkan bahwa 52,6% kunjungan ANC oleh ibu hamil di bawah standar, dibandingkan dengan 47,4% yang memenuhi kriteria. Dukungan suami . = 0,. , pengetahuan . = 0,. , dan sikap . = 0,. semuanya berhubungan dengan peningkatan kunjungan ANC ibu hamil di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Kunjungan ANC yang paling berpengaruh signifikan adalah variabel Wanita yang menjalani kehamilan dengan tingkat pemahaman yang lebih baik berpeluang 13,7 kali lebih besar untuk mendapatkan jumlah kunjungan ANC yang Jika dukungan suami kuat dan pengetahuan ibu kuat, maka 90,99% ibu hamil akan patuh pada kunjungan ANC yang dianjurkan. Cakupan K1. K4, dan K6 dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program asuhan persalinan. Akses ibu hamil ke perawatan prenatal dan kepatuhan Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 mereka terhadap pemeriksaan prenatal diukur dengan metrik ini. Cakupan K1 menunjukkan persentase ibu hamil yang mendapatkan kunjungan pranatal pertama dari tenaga medis terlatih. Persentase ibu hamil yang mendapatkan empat atau lebih kunjungan pemeriksaan kehamilan yang direkomendasikan selama setiap trimester dikenal dengan cakupan AuK4Ay. Sedangkan cakupan K6 mengacu pada persentase ibu hamil yang telah mendapatkan jumlah pemeriksaan kehamilan yang dibutuhkan, yaitu minimal enam kali kunjungan ke dokter dan dua kali pemeriksaan setiap trimester (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Tabel 1 Data Cakupan Kunjungan Ibu Hamil di Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Jumlah Ibu Hamil 86,4 % 73,8% 88,7% 77,4% 93,1% 77,2% 66,8% 52,5% 93,3% 73,8% Sumber : Data Dinkes Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017-2021 Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara pada tahun 2017 jumlah ibu hamil sebanyak 64. 368 dimana jumlah K1 55. ,4%) dan K4 47. ,8%), pada tahun 2018 jumlah ibu hamil sebanyak 61. 542 dimana jumlah K1 54. ,7%) dan K4 47. ,4%), pada tahun 2019 jumlah ibu hamil 844 dimana jumlah K1 58. ,1%) dan K4 48. ,2%), pada tahun 2020 ibu hamil berjumlah 88. 646 dimana K1 berjumlah 59. ,8%) dan K4 613 . ,5%), pada tahun 2021 ibu hamil berjumlah 58. 952 dimana jumlah K1 55. ,3%) dan K4 43. ,8%) orang yang melakukan kunjungan Antenatal Care (Dinkes Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2017-2. Tabel 2 Data Cakupan Kunjungan Ibu Hamil di Kota Kendari Tahun Jumlah Ibu Hamil 96,6 % 97,9% 99,8% 98,9% 96,4% 97,5% 94,4% 95,7% 89,6% Sumber : Data Dinkes Kota Kendari Tahun 2017-2021 Berdasarkan data yang diperoleh di Dinas Kesehatan Kota Kendari pada tahun 2017 jumlah ibu hamil sebanyak 8697 dimana jumlah K1 8402 . ,9%) dan K4 8514 . ,9%), pada tahun 2018 jumlah ibu hamil sebanyak 9020 dimana jumlah K1 9005 . ,8%) dan K4 8747 . %), pada tahun 2019 jumlah ibu hamil sebanyak 9655 dimana jumlah K1 9547 . ,9%) dan K4 9307 . ,4%), pada tahun 2020 ibu hamil berjumlah 8153 dimana K1 berjumlah 7952 . ,5%) dan K4 berjumlah 7696 . ,4%), pada tahun 2021 ibu hamil berjumlah 7961 dimana jumlah K1 7622 . ,7%) dan K4 7132 . ,6%) orang yang melakukan kunjungan Antenatal Care (Dinkes Kota Kendari Tahun 20172. Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 Tabel 3 Data Kunjungan Ibu Hamil di Puskesmas Poasia Tahun Jumlah Ibu Persen Hamil 96,3% 98,6% 91,8% 96,4% 95,7% 98,7% Sumber : Data Sekunder Diolah Tahun 2019-2022 Berdasarkan data yang diperoleh di Puskesmas Poasia Kota Kendari pada tahun 2019 jumlah ibu hamil sebanyak 832 dimana jumlah K1 801 . ,3%) dan K4 820 . ,6%), pada tahun 2020 jumlah ibu hamil sebanyak 735 dimana jumlah K1 675 . ,8%) dan K4 720 . %), pada tahun 2021 jumlah ibu hamil sebanyak 715 dimana jumlah K1 645 . %) dan K4 689 . ,4%), pada tahun 2022 ibu hamil berjumlah 817 dimana K1 berjumlah 782 . ,7%) dan K4 berjumlah 806 . ,7%) orang yang melakukan kunjungan Antenatal Care. Menunjukan bahwa kunjungan ibu hamil dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 mengalami fluktuatif (Rekam Medik Puskesmas Poasi. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Aupengaruh jarak tempat tinggal dan dukungan suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Poasia Kota KendariAy METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosectional untuk menganalisis hubungan antara jarak tempat tinggal dan dukungan suami terhadap kunjungan antenatal care (ANC) ibu hamil. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Poasia pada Januari 2023, dengan populasi ibu hamil sebanyak 817 orang dan sampel sebanyak 55 orang yang dipilih melalui teknik purposive Data primer diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data sekunder berasal dari dokumentasi kunjungan ibu hamil. Instrumen telah diuji validitas dan Variabel independen adalah jarak tempat tinggal dan dukungan suami, sedangkan variabel dependen adalah kunjungan ANC. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan regresi logistik sederhana dengan bantuan SPSS 23, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabulasi silang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Poasia pada bulan Januari 2023 dengan jumlah sampel yang diteliti 55 orang. Data dikumpulkan kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan sebagai berikut: Karakteristik Responden Umur Ibu Tabel 3 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Ibu di Puskesmas Poasia Jumlah Umur Ibu < 20 Tahun 20-35 Tahun > 35 Tahun Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 3 menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan umur Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 ibu, responden umur < 20 tahun sebanyak 13 . ,6%), responden umur 20-35 tahun sebanyak 37 . ,3%), dan responden umur > 35 tahun sebanyak 5 . ,1%) tahun 2022 di Puskesmas Poasia. Pendidikan Ibu Tabel 4 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Ibu di Puskesmas Poasia Jumlah Pendidikan Ibu SMP SMA/SMK Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 4 menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan ibu, responden pada pendidikan SD sebanyak 15 . ,3%), responden pada pendidikan SMP sebanyak 26 . ,3%), responden pada pendidikan SMA/SMK sebanyak 11 . %) dan responden pada pendidikan perguruan tinggi (PT) sebanyak 3 . ,5%) tahun 2022 di Puskesmas Poasia. Pekerjaan Ibu Tabel 5 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Ibu di Puskesmas Poasia Jumlah Pekerjaan Ibu IRT Wiraswasta PNS/Swasta Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 5 menunjukan bahwa karakteristik responden berdasarkan pekerjaan ibu, responden pada pekerjaan IRT sebanyak 31 . ,4%), responden pada pekerjaan wiraswasta sebanyak 16 . ,1%) dan responden pada pekerjaan PNS dan K. Swasta sebanyak 8 . ,5%) tahun 2022 di Puskesmas Poasia. Analisis Univariat Analisis univariat bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi dari suatu jawaban responden terhadap variabel berdasarkan masalah penelitian yang dituangkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Tabel-tabel distribusi yang diperoleh adalah sebagai berikut : Kunjungan Antenatal Care (ANC) Tabel 6 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kunjungan ANC di Puskesmas Poasia Jumlah Kunjungan ANC Tidak Teratur Teratur Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 6 menunjukan bahwa karakteristik responden di Puskesmas Poasia Tahun 2022 berdasarkan kunjungan Antenatal Care (ANC) pada kategori tidak Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 teratur sebanyak 20 . ,4%) responden dan pada kategori teratur sebanyak 35 . ,6%) responden. Jarak Tempat Tinggal Tabel 7 Ditribusi Frekuensi Berdasarkan Jarak Tempat Tinggal di Puskesmas Poasia Jumlah Jarak Tempat Tinggal Jauh Dekat Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 7 menunjukan bahwa karakteristik responden di Puskesmas Poasia Tahun 2022 berdasarkan jarak tempat tinggal terbanyak pada kategori jauh sebanyak 18 . ,7%) responden dan kategori dekat sebanyak 37 . ,3%) Dukungan Suami Tabel 8 Ditribusi Frekuensi Berdasarkan Dukungan Suami di Puskesmas Poasia Jumlah Dukungan Suami Tidak Mendukung Mendukung Jumlah Sumber : Data Primer Tabel 8 menunjukan bahwa karakteristik responden di Puskesmas Poasia Tahun 2022 berdasarkan dukungan suami terbanyak pada kategori kategori tidak mendukung sebanyak 15 . ,3%) responden dan pada kategori mendukung sebanyak 40 . ,7%) responden. Analisis Regresi Tabel 9 Pengaruh Jarak Tempat Tinggal dan Dukungan Suami Terhadap Kunjungan Antenatal Care Variables in the Equation Wald df Step 1a Jarak 95,0% EXP(B) Sig. Exp(B) Lower Upper Dukungan Constant Variable. entered on step 1: jarak tempat tinggal, dukungan suami. Dari tabel merupakan tabel utama dari analisis data dengan menggunakan regresi logistik. Nilai p-value signifikansi variabel status jarak tempat tinggal sebesar 0. 002 < 0. 05 maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh jarak tempat tinggal terhadap kunjungan ANC dengan nilai koefisien pengaruh sebesar 3. Nilai p-value signifikansi variabel status Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 dukungan suami sebesar 0. 015 < 0. 05 maka Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dukungan suami terhadap kunjungan ANC. Nilai exp(B) pada jarak tempat tinggal sebesar 23. 142 artinya bahwa risiko bagi jarak tempat tinggal dekat untuk kunjungan ANC mengalami 23 kali lipat jika dibandingkan jarak tempat tinggal jauh. Nilai exp(B) pada dukungan suami sebesar 22. 062 artinya bahwa risiko bagi dukungan suami tidak baik mengalami 22 kali lipat jika dibandingkan dengan dukungan suami kategori baik. Tabel 10 Besar Pengaruh Jarak Tempat Tinggal dan Dukungan Suami Terhadap Kunjungan Antenatal Care Model Summary Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Estimation terminated at iteration number 6 because parameter estimates changed by less than ,001. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa model dengan memasukkan tiga variabel independen dengan penaksiran parameter (-2 Log likelihoo. sebesar Jika dilihat nilai R-square sebesar 0. 527 (Cox & Snel. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa dengan dua variabel, yaitu Jarak tempat tinggal dan dukungan suami yang dapat dijelaskan sebesar 72,2% memiliki pengaruh terhadap kunjungan ANC. Pembahasan Pengaruh Jarak Tempat Tinggal terhadap Kunjungan Antenatal Care (ANC) Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa jarak tempat tinggal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keteraturan kunjungan Antenatal Care (ANC), dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,002 (< 0,. Sebagian besar ibu yang tinggal dekat dengan fasilitas kesehatan . ,3%) menunjukkan kepatuhan lebih tinggi terhadap jadwal ANC, di mana 63,6% di antaranya melakukan kunjungan secara teratur. Hal ini menunjukkan bahwa kedekatan geografis memainkan peran penting dalam akses dan pemanfaatan layanan ANC. Temuan ini konsisten dengan studi Padila . , yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan cenderung melakukan kunjungan ANC kurang dari empat kali. Faktor geografis menjadi penghalang utama, terutama ketika tidak tersedia sarana transportasi atau ketika jarak tempuh terlalu jauh sehingga menimbulkan keengganan ibu untuk memeriksakan kehamilan secara rutin. Penelitian serupa oleh Anita Joana dkk . di Puskesmas Suai Vila juga menemukan bahwa ibu dengan jarak tempat tinggal yang dekat dan pengetahuan yang baik tentang ANC memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menyelesaikan kunjungan K4. Ini menunjukkan interaksi antara kedekatan fisik dan kesiapan kognitif ibu dalam memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal. Secara lebih luas. Kementerian Kesehatan RI . merekomendasikan enam kali kunjungan ANC selama kehamilan, mencakup dua kali di trimester pertama, satu kali di trimester kedua, dan tiga kali di trimester ketiga. Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendeteksi komplikasi secara dini, meningkatkan status kesehatan ibu dan janin, serta memastikan kesiapan persalinan dan masa nifas. Dengan demikian, keberadaan fasilitas kesehatan yang mudah diakses sangat penting untuk menjamin pelaksanaan jadwal ini. Faktor-faktor seperti usia ibu, pendidikan, pekerjaan, paritas, media informasi, dan pendapatan keluarga juga berkontribusi terhadap keputusan untuk melakukan ANC, namun jarak tempat tinggal tetap menjadi penentu dominan karena berhubungan Jurnal Pelita Sains dan Kesehatan (JPASAIK) Volume 4. No 2 Mei 2024 langsung dengan kemungkinan akses dan kenyamanan ibu (Padila, 2019. Fatkhiyah et , 2. Penelitian ini mempertegas bahwa ibu yang tinggal lebih dekat dengan fasilitas kesehatan memiliki peluang lebih besar untuk taat pada jadwal kunjungan ANC, dan hal ini dapat dijadikan pijakan dalam penyusunan kebijakan distribusi fasilitas layanan primer seperti Puskesmas atau Poskesdes. Pengaruh Dukungan Suami terhadap Kunjungan Antenatal Care (ANC) Dukungan suami juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap keteraturan kunjungan ANC, dengan nilai signifikansi sebesar p = 0,0015 (< 0,. Sebanyak 72,7% ibu hamil dalam penelitian ini melaporkan menerima dukungan suami yang baik, yang berkorelasi positif dengan kunjungan ANC yang teratur. Temuan ini sejalan dengan teori Rukiyah . , yang menyatakan bahwa perempuan hamil yang menerima dukungan emosional dan praktis dari suaminya akan mengalami adaptasi psikologis lebih cepat, gejala stres lebih rendah, serta cenderung tidak mengalami komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Dukungan tersebut mencakup motivasi verbal, pendampingan ke fasilitas kesehatan, hingga penguatan emosional yang membuat ibu merasa dihargai dan tidak sendiri dalam proses Lebih jauh, studi oleh Ida Indarti dkk . menemukan bahwa dukungan pasangan, pengetahuan, dan status sosial ekonomi secara signifikan berkorelasi dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan ANC. Bahkan dalam konteks pandemi COVID-19 sekalipun, dukungan dari pasangan menjadi salah satu determinan utama yang ANC . id, 2. Secara konseptual, dukungan sosial dari suami bukan hanya berfungsi sebagai alat bantu fisik atau ekonomi, tetapi juga sebagai faktor psikologis yang memperkuat keputusan ibu dalam menjaga kesehatan kehamilannya. Menurut Kuntjoro . , bentuk dukungan ini dapat berupa komunikasi, saran, bantuan langsung, hingga kehadiran emosional yang mengurangi kecemasan dan meningkatkan keberdayaan ibu Dengan demikian, peran suami harus diakui sebagai elemen penting dalam upaya promotif dan preventif kehamilan. Kunjungan ANC bukan hanya tanggung jawab ibu hamil, tetapi juga bagian dari kerja sama pasangan untuk memastikan proses kehamilan berjalan lancar dan aman. Intervensi berbasis keluarga yang melibatkan suami secara aktif sangat direkomendasikan sebagai strategi peningkatan cakupan ANC di wilayah kerja seperti Puskesmas Poasia. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa : Ada pengaruh jarak tempat tinggal terhadap kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Poasia. Ada pengaruh dukungan suami terhadap kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Poasia. DAFTAR PUSTAKA