Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Yulandari Universitas Negeri Medan Korespondensi penulis: yulandari9697@gmail. Asmin Universitas Negeri Medan Abstract. This research aims to find out the results of research analysis of students abilities through the Two Stay Two Stray (TSTS) type cooperative learning model from various literature, as well as to analyze the difficulties of students mathematical communication skills through the Two Stay Two Stray model. This type of research is descriptive qualitative and uses a literature study research method which was carried out at the Digital Library. Medan State University in July Ae September 2022. The instrument in this study was the author himself. The steps of this research are: . Designing the . Carry out the research design. Analyze and provide conclusions on the results of the analysis. The analysis technique used in the selection of information related to data analysis techniques is the Miles and Huberman analysis technique. The data source used secondary data consisting of 5 journals. The conclusions of the results of this study show that: . The average results of tests of students mathematical communication abilities through the application of the TSTS model are: . The indicator of mathematical representation is 51. 93%, . The indicator of writing/explaining mathematics was 40. 31%, . The indicators describe is 37. There are several difficulties experienced by students and teachers are: . Students have difficulty connecting real objects, pictures, and diagrams into mathematical models, . Students lack confidence in communicating arguments and ideas in mathematical problems, ( . Students are less thorough in working on questions, . Students have difficulty expressing mathematical ideas in the form of graphs, pictures, or tables, . Low student skills in understanding mathematical communication problems and drawing conclusions about mathematical communication problems, . ) The role of the teacher is less than optimal in carrying out learning activities. Keywords : Two Stay Two Stray (TSTS). Students Mathematical Communication Ability Received Febuari 07, 2023. Revised Maret 2, 2023. April 01, 2023 * Yulandari, yulandari9697@gmail. ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis penelitian tentang kemampuan siswa melalui model pembelajaran Two Stay Two Stray dari berbagai literatur, serta menganalisis kesulitan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model Two Stay Two Stray. Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskriptif dan menggunakan metode penelitian studi literatur yang dilaksanakan di Digital Library Universitas Negeri Medan pada Juli Ae September 2022. Instrumen dalam penelitian ini merupakan penulis sendiri. Langkah Ae langkah dalam penelitian ini, yaitu: . Merancang . Melaksanakan rancangan penelitian. Menganalisis dan memberi kesimpulan hasil analisis. Teknik analisis yang digunakan dalam pemilihan informasi yang berkaitan dengan teknik analisis data ialah teknik analisis Miles and Huberman. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari 5 jurnal. Adapun kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan bahwa: . Hasil rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa melalui penerapan model TSTS, yaitu: . Pada indikator representasi matematis sebesar 51,93%, . Pada indikator menuliskan/ menjelaskan matematis sebesar 40,31%, . Pada indikator menggambarkan sebesar 37,94%. Terdapat beberapa kesulitan yang dialami siswa dan guru, yakni: . Siswa kesulitan menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam model matematika, . Siswa kurang percaya diri dalam hal mengkomunikasikan argumen dan gagasan dalam permasalahan matematika, . Siswa kurang teliti dalam mengerjakan soal, . Siswa kesulitan dalam menyatakan ide-ide matematika ke bentuk grafik, gambar, atau tabel, . Rendahnya keterampilan siswa dalam memahami permasalahan komunikasi matematis dan menarik kesimpulan terhadap permasalahan komunikasi matematis, . Peran guru kurang maksimal dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Kata Kunci: Two Stay Two Stray. Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa LATAR BELAKANG Menurut (Aufa, 2016 : . Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di setiap jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga jenjang Pendidikan Tinggi. Matematika juga merupakan ilmu yang mendasari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga matematika dipandang sebagai ilmu yang terstruktur dan terintegrasi, studi tentang pola dan hubungan, dan ilmu berpikir untuk memahami dunia sekitar. Dari pemaparan Ansari dan Aufa, dapat disimpulkan bahwa matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di setiap pendidikan yang berguna untuk membantu memperjelas dan menyederhanakan keadaan yang bersifat abstrak melalui bahasa dan ide matematika sehingga memudahkan memahami pemecahan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Mayasari, 2015 : 102-. menyatakan AuKemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan seseorang untuk menulis pernyataan matematis, menulis alasan atau penjelasan dari setiap argumen matematis yang digunakannya untuk menyelesaikan masalah matematika, menggunakan istilah, tabel, diagram, notasi atau rumus matematis dengan tepat, menyatakan peristiwa sehari-hari dalam bahasa atau simbol matematika, serta menjelaskan dan membuat pernyataan tentang matematika yang Dari paparan Mayasari di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 komunikasi matematis adalah kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan hasil pemikirannya kepada orang lain secara lisan atau tulisan dalam menyelesaikan masalah matematika dengan menggunakan tabel, diagram, gambar, notasi matematika serta menjelaskan dan membuat pernyataan tentang matematika yang dipelajari. Dengan adanya komunikasi matematis maka seseorang mampu mengkomunikasikan permasalahan dan membantu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan hasil belajar siswa. Kemampuan komunikasi matematis siswa yang rendah maka akan mempersulit siswa dalam mengomunikasikan dan memecahkan berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ketidakmampuan seseorang dalam mengkomunikasikan masalah yang diberikan pada saat proses pembelajaran tentu akan menurunkan hasil belajar siswa. Namun, pada kenyataannya kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Nazla Nurul Aulia Panggabean, 2. sewaktu observasi menyimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas Vi SMP Negeri 30 Medan 2018/2019 masih tergolong rendah. Banyak ditemukan siswa pada awal pembelajaran terkadang tidak mengetahui apa yang diketahui dan apa yang ditanya, jarang mengajukan pertanyaan dan mengemukakan ide pengerjaannya. Sebagian siswa memilih diam meskipun mengetahui jawabannya. Kemudian ketika siswa dihadapkan dengan persoalan matematika, sebagian siswa merasa kesulitan dalam mengubah soal permasalahan matematika ke dalam kalimat atau model matematika dan mentransformasikan ide-ide matematika dalam bentuk gambar, tabel atau diagram. Berdasarkan kondisi demikian, maka perlu adanya perbaikan dalam proses pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang tepat digunakan yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Penelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis yang dimiliki peserta didik dalam proses pembelajaran melalui penerapan suatu model pembelajaran Two Stay Two Stray. AyBerdasarkan permasalahan di atas, maka salah satu solusi yang dipandang dapat memperbaiki masalah yang ada adalah dengan melakukan penelitian yang berjudul AuAnalisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTSAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilalksanakan di Digital Library Universitas Negeri Medan yang beralamat di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Kec. Percut Sei Tuan. Kab. Deli Serdang. Kodepos 20221. Selain itu, penelitian ini juga dilaksanakan di rumah secara online dengan mengakses jurnal, skripsi, e-book dan dokumen lainnya dari berbagai situs. Jenis penelitian ini yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Menurut (Siyoto, 2015 :. menyatakan bahwa: AuPenelitian kualitatif memiliki dua tujuan utama yaitu untuk menggambarkan dan mengungkapkan . o describe alnd explor. dan tujuan yang kedua yaitu menggambarkan dan menjelaskan . o describe and explai. ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi literatur/studi kepustakaan . ibrary researc. Library research adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Hal ini dilakukan dengan melihat dan menghubungkan indikator kemampuan komunikasi matematis siswa terhadap sintaks model pembelajaran kooperatif tipe TSTS. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dari 5 jurnal, dimana kelima jurnal telah terakreditasi, memiliki ISSN, dan diterbitkan oleh lembaga yang mumpuni. Sesuai dengan beberapa sumber data yang dikaji, langkahlangkah yang diperlukan dalam prosedur penelitian yaitu, pertama peneliti akan melakukan pengumpulan data yang berkaitan dengan variabel yang akan diteliti. Adapun yang menjadi variabel yang akan diteliti yaitu kemampuan komunikasi matematis siswa dan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Yang kedua, peneliti akan mereduksi data agar diperoleh hal-hal pokok terkait dengan variabel yang akan diteliti. Karena mendapatkan artikel yang cukup banyak, maka artikel tersebut diseleksi menjadi 5 jurnal. Yang ketiga, peneliti akan melakukan penyajian data sehingga data yang disajikan akan berupa deskripsi berdasarkan aspek-aspek yang diteliti sesuai rumusan masalah penelitian dan yang terakhir adalah peneliti membuat kesimpulan berdasarkan sajian data yang telah dideskripsikan. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 Adapun 5 literatur yang terpilih dan yang akan dianalisis dalam penelitian ini, antara lain: Tabel 1. Sumber Data Literatur yang di Analisis Jenis Literatur Jurnal No. Kode Nama Peneliti Judul Penelitian Islami Seva Akhidah. Rukmigarsi Ettie dan Faradiba Surya Sari Pemahaman Konsep daln Kemampuan Komunikasi Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS (Two Stay Two Stral. Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas Vi SMP Pada Model Pembelajaran TSTS Pendekatan Scientific Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa yang Diajar dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TSTS dan yang Diajar dengan Model Pembelajaran Konvensional di Kelas Vi SMPN 4 Kendari Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Staly Two Straly (TSTS) Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Peserta Didik Kelas XII IPA SMAN 7 Padang Efektivitas Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Ditinjalu dari Komunikasi Matematis Siswa Jurnal C P Permata. Kartono dan Sunarmi Jurnal Rahmawati. La Masi. Kadir dan Jafar Jurnal Putri Pramyta Agusti & Sri Elniati Jurnal Atika Jamila. Coesamin dan Agung Putra Wijaya Pembahasan Analisis Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dipaparkan dalam penelitian ini yaitu Eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada perubahan atau pengaruh atau tidak pada suatu keadaan yang dikontrol secara Pada J1. J2. J3. J4 dan J5 penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi, menggunakan kelompok control sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimen dan mempertimbangkan keshahihannya. Pada J1 metode penelitian yang digunakan yaitu metode kombinasi . ixed method. dengan design sequential explanatory. Artinya metode penelitian ini menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Hal ini sesuai dengan (Cresswell, 2015 : . rancangan sekuensial eksplanatoris yaitu prosedur penelitian campuran yang diawali dengan mengumpulkan data kuantitatif dan setelah itu mengumpulkan data kualitatif untuk membantu menjelaskan atau mengelaborasikan tentang hasil kuantitatif. Pada J2 dan J4 jenis penelitiannya penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha memaparkan suatu keadaan secara sistematis sehingga objek penelitiannya menjadi jelas. Pada J3. J4 dan J5 jenis penelitiannya adalah quasi Quasi eksperimen adalah penelitian yang memberikan perlakuan dan mengukur akibat perlakuan namun tidak menggunakan sampel acak. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan hubungan sebab dan akibat dengan melibatkan kelompok control dan eksperimen namun tidak dipilih secara acak. ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Sampel penelitian pada J1. J4 dan J5 diambil melalui random sampling . imana peneliti mengambil sebagian siswa yang menjadi bagian dari populas. Teknik ini digunakan karena setiap kelas memiliki hak yang sama untuk diteliti. Sedangkan pada J2 dan J3 sampel penelitian diambil melalui purposive sampling dimana sampel yang dipilih berdasarkan pertimbangan dari kepala sekolah dan guru matematika. Prosedur pada penelitian eksperimen yaitu pemilihan sampel, pretest, diberi perlakuan pada sampel yang dipilih, posttest, analisis data . ji-t dan uji hipotesi. dan penarikan kesimpulan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian eksperimen ini adalah teknik analisis kuantitatif yaitu uji normalitas, uji homogenitas, hal ini dikarenakan data yang diperoleh berupa angka. mDari hasil analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model kooperatif tipe TSTS dapat meningkat melalui jenis penelitian eksperimen. Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Kemampuan komunikasi matematis siswa dapat diukur dengan melihat Tabel 2. Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Setiap Literatur Kode Artikel Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Menggunakan simbol atau notasi dan bahasa matematika. Menarik kesimpulan atas permasalahan yang diberikan. Mendeskripsikan langkah yang digunakan dalam pemecahan masalah. Kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui tulisan. Kemampuan mendemonstrasikan ide-ide matematis melalui tulisan. Kemampuan menggambarkan ide-ide matematis secara visual. Kemampuan menginterpretasikan ide-ide matematis melalui tulisan. Kemampuan mengevaluasi ide matematis secara tulisan. Kemampuan dalam menggunakan istilah-istilah notasi-notasi matematika, dan struktur-strukturnhya untuk menyajikan ide-ide. Menjelaskan ide, situasi dan relasi matematika secara tulisan dan menyusun argumen atau mengungkapkan pendapat serta memberikan penjelasan atas jawaban. Menyatakan situasi atau ide-ide matematika dalam bentuk gambar, diagram, atau grafik. Menyatakan situasi, gambar, diagram, atau benda nyata ke dalam bahasa, simbol, ide atau model matematika. Menyajikan pernyataan matematika secara tertulis, gambar, dan Melakukan manipulasi matematika. Memberikan alasan atau bukti secara logis dan benar terhadap solusi. Menarik kesimpulan dari pernyataan. Menuliskan (Writte. Menggambarkan (Drawin. Mengekspresikan matematika (Mathematical Expressio. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 Untuk memudahkan proses pengolahan data, peneliti menggolongkan seluruh indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis yang ada pada penelitian ini untuk menemukan mana indikator yang paling banyak digunakan dan mana indikator yang paling sedikit digunakan. Selanjutnya penggolongan ini juga dilakukan untuk melihat rata-rata capaian setiap indikator kemampuan komunikasi matematis siswa berdasarkan hasil skor Tes Kemampuan Komunikasi Matematis (TKKM) yang dimuat dalam literature yang ada. Indikator-indikator kemampuan komunikasi matematis yang ada digolongkan kedalam 4 indikator kemampuan komunikasi matematis yang dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Penggolongan Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Aspek Komunikasi Menulis & Menjelaskan Matematika No. Indikator Menggambarkan Matematika Representasi Matematika Oo Dapat menjelaskan suatu masalah dengan permasalahan matematika dan menarik kesimpulan serta alasan/bukti terhadap kebenaran solusi. Dapat melukiskan gambar, diagram, grafik dan table terhadap permasalahan Dapat menyatakan ide matematika menggunakan simbol-simbol atau bahasa matematika secara tertulis sebagai representasi dari suatu ide atau gagasan. Kode Artikel J2 J3 J4 Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Dari Tabel 3, dapat dilihat bahwa indikator kemampuan komunikasi matematis yang paling banyak yaitu terdapat pada aspek menuliskan/menjelaskan dan aspek representasi matematika dimana kedua aspek ini termuat setiap literature. Sedangkan indikator kemampuan komunikasi matematis yang paling sedikit terdapat pada aspek menggambar dimana aspek ini hanya termuat dalam 4 literatur. ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Dari deskripsi diatas, dapat dianalisis hasil indikator kemampuan komunikasi matematis siswa dari setiap jurnal yang disajikan dalam bentuk tabel berikut: Tabel 4. Analisis Hasil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Aspek Komuni Aspek Represe Aspek Menulis/ Menjela Indikator Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kemampuan siswa dalam menggunakan simbol-simbol atau bahasa matematika secara tertulis ke bentuk model Kod Data 66,67 Kemampuan siswa dalam memberikan argumentasi terhadap matematika dan mampu menarik 9,5% 11,72 Kemampuan siswa ide-ide matematika maupun solusi matematika ke dalam bentuk gambar, grafik, atau tabel. 14,79 Data Data Data RataRata ( ) 66,67 % 33,625% 60,25 37,50 81,25 Rata-Rata 33,33 83,33 66,67 59,375% 66,15% 58,33% 51,25% 25,86% Rata-Rata Aspek Mengga 74,25 52,92 55,875 % 33,855% Rata-Rata Kemampuan siswa dalam menggunakan simbol-simbol atau bahasa matematika secara tertulis ke bentuk model matematika. Gambar 1. Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Aspek Representasi JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 Gambar 1. menunjukkan hasil tes indikator kemampuan komunikasi matematis siswa pada aspek representasi yaitu kemampuan siswa dalam menggunakan simbolsimbol atau bahasa matematika secara tertulis ke dalam bentuk model matematika. Pada dapat dilihat bahwa data J1 sebesar 100%. J2 sebesar 66,67%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 7% dan J5 sebesar 37,50% dan terdapat di Data 1. Dan di Data 2 pada J1 sebesar 0%. J2 sebesar 0%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 60,25% dan J5 sebesar 81,25%. Sehingga nilai rata-rata yang diperoleh pada hasil kemampuan kemunikasi matematis pada indikator representasi sebesar 51,934%. Kemampuan siswa dalam memberikan argumentasi terhadap permasalahan matematika dan mampu menarik kesimpulan. Gambar 2. Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Aspek Menuliskan/Menjelaskan Gambar 2. menunjukkan hasil tes indikator kemampuan komunikasi matematis siswa pada aspek menuliskan/menjelaskan matematis yaitu kemampuan siswa dalam memberikan argumentasi terhadap permasalahan matematika dan mampu menarik Pada gambar 2. dapat dilihat bahwa Data 1 pada J1 sebesar 71,9%. J2 sebesar 33,33%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 9,5% dan J5 sebesar 11,72%. Dan Data 2 pada J1 sebesar 60,4%. J2 sebesar 83,33%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 93% dan J5 sebesar 40%. Pada Data 3 pada J1 sebesar 0%. J2 sebesar 66,67%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 0% dan J5 sebesar 0%. Pada Data 4 pada J1 sebesar 0%. J2 sebesar 50%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 0% dan J5 sebesar 0%. Sehingga nilai rata-rata yang diperoleh pada hasil kemampuan kemunikasi matematis pada indikator menuliskan/menjelaskan matematis siswa sebesar 40,3185%. Kemampuan siswa dalam mentransformasikan ide-ide matematika maupun solusi matematika ke dalam bentuk gambar, grafik atau tabel. Gambar 3. Hasil Tes Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Pada Aspek Menggambar ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS Gambar 3. menunjukkan hasil tes indikator kemampuan komunikasi matematis siswa pada aspek menggambar yaitu kemampuan siswa dalam mentransformasikan ideide matematika maupun solusi matematika ke dalam bentuk gambar, grafik atau tabel. Pada gambar 3. dapat dilihat bahwa Data 1 pada J1 sebesar 0%. J2 sebesar 100%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 37,5% dan J5 sebesar 14,79%. Dan Data 2 pada J1 sebesar 0%. J2 sebesar 0%. J3 sebesar 0%. J4 sebesar 74,25% dan J5 sebesar 52,92%. Sehingga nilai rata-rata yang diperoleh pada hasil kemampuan kemunikasi matematis pada indikator menggambarkan sebesar 37,946%. Analisis Hubungan Model Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Keterkaitan antara model kooperatif tipe TSTS dengan kemampuan komunikasi matematis adalah dalam model pembelajaran kooperatif tipe TSTS siswa dituntut untuk dapat berdiskusi dengan teman sekelompoknya dalam mengerjakan lembar kegiatan yang berkaitan dengan konsep materi. Kemudian siswa harus dapat mengkomunikasikan informasi berupa gagasan atau ide-ide matematika yang diperoleh dalam diskusi kelompok kepada teman kelompok lainnya. Sehingga siswa mampu untuk menyatakan konsep dan mengekspresikan solusi matematika secara tertulis, lisan maupun dalam bentuk visual lainnya. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif TSTS, siswa akan lebih banyak menyimak secara langsung, dalam artian tidak selalu menyimak apa yang guru utarakan yang dapat membuat siswa jenuh. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS ini, siswa akan terlibat secara aktif sehingga akan memunculkan semangat siswa dalam belajar. Sedangkan tanya jawab dapat dilakukan oleh siswa dari kelompok satu ke kelompok yang lain dengan cara mencocokan materi yang didapat dengan materi yang disampaikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Analisis Kesulitan dan Kesalahan dalam Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam Menyelesaikan Masalah Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan hasil analisis peneliti terhadap penelitian yang dilakukan para peneliti sebelumnya maka ditemukan beberapa kesulitan dan kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal komunikasi matematis dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS). Penelitian yang dilakukan oleh J1. J2. J3. J4, dan J5, dapat dianalisis bahwa kesulitan dan kesalahan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa tidak hanya berasal dari siswa saja melainkan juga guru. Sebelum masuk ke dalam kelas seorang guru harus mampu menguasai model tersebut agar pelaksanaanya selama proses pembelajaran berjalan optimal. Dari sudut pandang siswa, siswa terlebih dahulu belajar dirumah untuk materi besok sehingga siswa memiliki sedikit pengetahuan tentang materi yang akan diajarkan. Selain itu, diharapkan kepada siswa yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk mengajari temannya yang kemampuannya sedang JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 atau cukup sehingga pembelajaran yang terjadi dalam kelompok menjadi lebih bermakna dan menyenangkan. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Setiap Literatur Dari beberapa literatur yang telah dikaji, peneliti menemukan beberapa kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam setiap penelitian yang telah dilaksanakan. Adapun kelebihan dan kekurangan literature disajikan dalam Tabel 5. Tabel 5. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Setiap Literatur Kode J1 - Kelebihan Data yang digunakan dalam penelitian adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa lembar observasi, lembar catatan lapangan, lembar pedoman wawancara. Data kuantitatif berupa lembar soal pretest dan posttest kemampuan komunikasi matematika. Data kualitatif ini dikumpulkan untuk membantu menjelaskan hasil kuantitatif. Pada penelitian ini, peningkatan per indikator komunikasi matematis dicantumkan serta dijelaskan peningkatannya. Menampilkan peningkatan tiap indikator komunikasi matematis. Menampilkan faktor hambatan dalam mencapai kemampuan komunikasi matematis. Pada hasil dan penjelasan disertai gambar yang memperjelas permasalahan yang dialami siswa. Terdapat pedoman skor butir soal untuk tes kemampuan komunikasi dari setiap aspek Dalam jurnal ini, kekurangan yang dilakukan guru paada saat proses pembelajaran terlihat dan diberikan saran untuk memperbaiki. Hasil pretest dan posttest peningkatan tiap indikator kemampuan komunikasi matematis siswa terlihat yang disajikan dalam bentuk tabel, dimana memuat rata-rata, skor tertinggi, dan skor terendah. Aktivitas belajar peserta didik dalam model pembelajaran TSTS dibagi menjadi 8 indikator aktivitas belajar pada lembar observasi. Implementasi model TSTS dalam jurnal ini terhadap meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa sudah terpaparkan. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam jurnal telah dipaparkan. Ketika terdapat kendala saat pembelajaran, guru mampu menyiasati masalah demikian. Kekurangan Implementasi model kooperatif tipe TSTS dalam meningkatkan matematis siswa dan tidak dipaparkan dengan jelas di jurnal. Di hasil dan pembahasan, hanya menampilkan rekapitulasi hasil tes matematis sehingga tidak terlihat bagaimana model TSTS dapat komunikasi matematis siswa. Pada hasil dan pembahasan, implementasi model pembelajaran kooperatif tipe TSTS tidak terlihat dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Pada penelitian ini, materi ajar tidak dicantumkan. Tidak dicantumkan peningkatan komunikasi matematis. Rata-rata matematis siswa tidak ada Pada penelitian ini, materi ajar tidak dicantumkan. ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis mengenai peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray, dapat disimpulkan bahwa : Hasil rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa pada indikator representasi matematis sebesar 51,934%. Hasil rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa pada indikator menuliskan/menjelaskan matematis sebesar 40,3185%. Hasil rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa pada indikator menggambarkan sebesar 37,946%. Berdasarkan temuan penelitian dari beberapa artikel, didapat beberapa kesulitan yang dimiliki siswa dan guru dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematis yaitu siswa kesulitan untuk menghubungkan benda nyata, gambar, dan diagram ke dalam model matematika. Diantaranya yaitu. Rendahnya keterampilan siswa dalam memahami permasalahan komunikasi matematis seperti apa yang diketahui, apa yang ditanyakan dan bagaimana penyelesaian dari permasalahan yang diberikan. Kurangnya kepercayaan diri siswa dalam hal mengkomunikasikan argumen dan gagasan dalam permasalahan matematika. Rendahnya keterampilan siswa dalam menarik kesimpulan terhadap permasalahan komunikasi matematika. siswa kesulitan dalam menyatakan ide-ide matematika, notasi-notasi, model matematika ke dalam bentuk visual lain seperti tabel, diagram, grafik. Siswa cenderung kurang teliti dan terburu-buru dalam mengerjakan soal sehingga banyak kesalahan yang terjadi. Kurang maksimalnya guru dalam mengelola kelas dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran yang berlangsung kurang efektif. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 153-166 DAFTAR PUSTAKA