e-ISSN : 2808-1218 p-ISSN : 2808-1226 ChemEdu (Jurnal Ilmiah Pendidikan Kimi. Volume 2 Nomor 3. Desember 2021, 25 - 35 http://ojs. id/index. php/ChemEdu/index email : chemedu@unm. Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets Development Of LKPD Identfication Acid Base Inquiry Model Based Sets Approach Riswan Dwi Antoro1*. Muhammad Djasri Jangi2. Muhammad Danial3 Universitas Negeri Makassar. Jalan Daeng Tata Makassar,Kampus UNM Parangtambung Email: riswan. dwiantoro@gmail. 1,2,3 ABSTRACT This research is a research and development research that purpose to produce development of LKPD identfication acid base inquiry model based sets approach of valid, and practical. The Object of this study is Chemistry learning LKPD on material acid base. The development model used in this research is Thiagarajan model or 4-D model . efine, design, develop and disseminat. The process of developing LKPD through the defining and designing phase resulted in draft I. This draft was then validated by two experts as a validator. Validation results obtained by the value of validity 58 are in the category Very valid with range 3,5 O V O 4. Based on the validation results presented some suggestions by a validator to repair LKPD, in order to obtain the second draft . inal Practicality LKPD developed meet the practical category because the value of the percentage implementation qualifies as a "good" that is 78. 5% with a range of 70 < p O 85 so LKPD fit for use in schools. Teachers and learners respond positively. It was concluded that LKPD SETS approach valid criteria and practical. Keywords: LKPD, inquiry. SETS, acids and bases (Received: Maret-2021. Reviewed: Agustus-2021. Accepted: November-2021. Published: Desember-2. A2021 Ae ChemEdu Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar. Ini adalah artikel dengan akses terbuka dibawah lisensi CC BY-NC-4. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets PENDAHULUAN Pendidikan merupakan usaha mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang bangsa, dan negara (Kemendikbud. Dunia pendidikan saat ini macam pembaharuan dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas dan Menurut Sucianto . untuk meningkatkan mutu pendidikan secara umum diperlukan berbagai terobosan, baik dalam pengembangan kurikulum, memperkuat kapasitas manajemen sekolah, dan memperkuat sumber Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi kimia kelas Upaya pemerintah dalam peningkatan dunia pendidikan dengan lembaga-lembaga pendidikan, menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, mengadakan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan tentang kurikulum yang terdapat dalam UU No. 22 tahun 2003 dan PP No. tahun 2005 tentang kebijakan Kebijakan kurikulum adalah menetapkan standar nasional Untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik, maka guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif yang mendorong peserta didik dapat belajar secara optimal baik di dalam belajar mandiri maupun di dalam pempelajaran di kelas. Pembelajaran adalah proses interaksi antar peserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (Kemendikbud. Proses pembelajaran peserta didik yang berperan aktif dan guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan peserta didik dalam proses pencapaian tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru perlu menguasai materi pengajaran, metode pembelajaran, pendekatan dan teknik yang digunakan. Guru sebagai salah satu fasilitator dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah sering kali belum dapat bekerja sebagaimana Sebagai fasilitator, guru semestinya mampu menyediakan materi ajar yang didukung dengan menunjang, sehingga guru dapat menumbuhkan semangat belajar peserta didik. Sumber belajar dan media pembelajaran yang dapat membantu peserta didik maupun guru dalam proses pembelajaran adalah LKPD. LKPD termasuk media cetak hasil pengembangan teknologi cetak yang berupa buku. Lembar kerja peserta didik (LKPD) merupakan salah satu Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets pembelajaran sehingga akan terbentuk interaksi yang efektif antara peserta didik dengan guru, sehingga dapat meningkatkan aktifitas peserta didik dalam peningkatan prestasi belajar. Sebagian materi kimia dapat dikaitkan dengan dunia nyata khususnya asam basa. Guru saat mengajar dapat mengaitkan materi kimia dengan dunia nyata khususnya dalam materi asam basa menggunakan bahan alam yang biasa dijumpai oleh peserta didik dalam kehidupan seharihari, tetapi kebanyakan guru cara SETS. Pembelajaran dengan pendekatan SETS . cience, technology and societ. menurut Nuray . dapat memberi pengaruh positif terhadap hubungan antara peserta didik dengan dunia nyata, mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, dan berfikir kritis dalam memberikan solusi pada suatu pokok permasalahan di lingkungan sekitar. Peserta didik belajar memahami suatu dibandingkan dengan peserta didik Maka dari itu perlu dikembangkan sebuah LKPD yang berbasis SETS sesuai dengan pendapat Yunitasari . bahwa pendekatan SETS dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk mengangkat judul AuPengembangan LKPD identifikasi asam basa model inkuiri menggunakan pendekatan SETSAy. METODE PENELITIAN Penelitian penelitian pengembangan . esearch pengembangan yang digunakan adalah model 4D, yang bertujuan untuk mengembangkan LKPD identifikasi asam basa model inkuiri pendekatan SETS . cience, technology, and societ. Model desain penelitian untuk pengembangan LKPD model inkuiri pendekatan SETS Lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan SETS sebagai objek penelitian dilakukan validasi awal oleh beberapa ahli yang disebut validator. Proses validasi mencakup materi, tampilan, bahasa dan soal-soal latihan. Saran validator dijadikan acuan untuk merevisi LKPD tersebut sehingga menghasilkan draft II. Kemudian menggunakan LKPD dikelas dan memberikan angket kepada peserta Hasil ujicoba terbatas dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui kepraktisan LKPD identifikasi asam Setelah dilakukan ujicoba berdasarkan saran dari guru dan peserta didik untuk menghasilkan draft i . raf akhi. Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets Uji coba LKPD dalam penelitian ini dilaksanakan di SMA Angkasa Maros dan objek penelitian adalah LKPD identifikasi asam basa pendektan SETS. Pengembangan LKPD identifikasi asam basa pendekatan SETS yang digunakan mengacu pada model 4-D Thiagarajan. Model ini terdiri dari empat tahap, yaitu pendefinisian . , perancangan . , pengembangan . dan penyebaran . Berikut adalah uraian secara rinci tahap-tahap pengembangan model 4-D yang dilakukan dalam penelitian ini (Thiagarajan dalam Sutarti, 2. LKPD yang valid dan praktis. Kevalidan Dalam penelitian ini, kevalidan LKS didasarkan menurut penilaian para ahli/validator. Penelitian ini menggunakan beberapa validator yaitu 2 dosen Pendidikan Kimia UNM meliputi beberapa aspek, yaitu: Format. Kejelasan petunjuk pengerjaan. Isi, meliputi Kebenaran materi Kesesuaian LKPD kemampuan siswa Peranan LKPD untuk mendorong mengkonstruksi sendiri konsep yang dipelajari LKPD sudah menggambarkan materi yang kontekstual Bahasa, meliputi Kebakuan bahasa Kemudahan memahami bahasa yang digunakan Kesederhanaan/ kejelasan struktur Kalimat soal tidak mengandung arti ganda Kepraktisan Dalam penelitian ini. LKPD yang dikembangkan dikatakan praktis jika guru dan siswa menyatakan bahwa LKPD yang dikembangkan dapat diterapkan dan digunakan di lapangan dengan sedikit revisi atau tanpa revisi. Analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi dua yaitu analisis kevalidan dan kepraktisan Kevalidan penelitian dinilai oleh dua orang Menurut Nahdaturrugaisiyah . Kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data kevalidan adalah sebagai berikut: i yaycn = Ocycuyc=1 i yaycnyc ycu Keterangan: i = rata-rata nilai untuk aspek ke-i yaycn i = rata-rata untuk aspek ke-i yaycnyc kriteria ke-j n = banyaknya kriteria Menentukan kategori kevalidan dengan mencocokan rata-rata total dengan kriteria kevalidan LKS menurut Nahdaturrugaisiyah . Tabel 1 Kriteria Kevalidan Nilai Kriteria 3,5 O V O 4 Sangat Valid 2,5 O V < 3,5 Valid 1,2 O V < 2,5 Cukup valid 0 O V < 1,5 Tidak Valid Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets Keterangan : V = nilai ratarata kevalidan dari semua validator Kepraktisan media diukur berdasarkan hasil penilaian dari praktisi . uru mata pelajara. untuk menyatakan dapat tidaknya produk diterapkan di lapangan berdasarkan Kegiatan yang dilakukan dalam proses analisis data kepraktisan adalah sebagai berikut: Melakukan perhitungan hasil pengamatan keterlaksanaan belajar. presentase keterlaksanaan . Ocycu y 100% ycu Keterangan: = rata-rata total Ocx = nilai kriteria ke-i = banyaknya kriteria Mengkonversi menjadi nilai kualitatif berdasarkan pada Tabel 2. Tabel 2 Klasifikasi Keterlaksanaan Pembelajaran Rentang Klasifikasi Presentase Sangat Baik 85 < p 70 < p O 85 Baik Kurang Baik 50 O p < 70 Tidak Baik p O 50 Keterangan : p= presentase HASIL DAN PEMBAHASAN Proses Pengembangan LKPD Penelitian ini mengembangkan LKPD identifikasi asam basa model inkuiri pendekatan SETS. LKPD unsur-unsur SETS disesuaikan dengan model pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Pada penelitian ini model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4-D yang telah dimodifikasi menjadi 3D, yang memuat 3 tahap yaitu: tahap . , perancangan . , dan tahap pengembangan . Dalam tiap tahapan tersebut terdapat beberapa kegiatan yang harus dilakukan, yaitu pengembangan LKPD pembelajaran model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3-D. Deskripsi tahap pendefinisian . Telaah kurikulum 2013 Pada menengah atas (SMA), kurikulum pengetahuan, keterampilan berpikir, dan keterampilan psikomotorik yang dikemas dalam satu pembelajaran. Pembelajaran kimia pada tingkat sekolah menengah atas (SMA) ditekankan pada pengenalan fakta, penanaman konsep dan penemuan Kurikulum 2013 didasarkan pada prinsip bahwa setiap sikap, keterampilan dan pengetahuan yang berbentuk kemampuan dasar dapat dipelajari dan dikuasai setiap peserta didik sesuai dengan kaedah kurikulum berbasis kompetensi. Analisis kebutuhan peserta didik Berdasakan analisis kebutuhan peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Angkasa Maros tahun pelajaran 2017/2018 diketahui bahwa terdapat Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets masalah-masalah yang ditemukan di dalam diri peserta didik sangat Hal ini dikarenakan latar belakang peserta didik yang berbeda satu sama lainnya. Kondisi ini yang membuat cara berkomunikasi peserta didik dan kerja sama antar teman juga Masih terdapat peserta didik yang masih belum bisa berbaur dengan teman kelasnya, mereka malu dan Terdapat kelompok tertentu yang juga menghambat kerjasama yang merata antara peserta Pengetahuan peserta didik mengenai materi kimia pada umumnya hanya sebatas kemampuan hafalan, sehingga peserta didik cenderung mudah melupakan konsep yang sudah diperlajarinya dan mengalami masalah dalam menghubungkan materi dengan masalah-masalah kehidupan sehari-hari. Peserta didik lebih mudah memahami materi yang diajarkan dengan metode diskusi belajar secara individu. Analisis kebutuhan peserta didik dilakukan dengan cara pembagian angket. Dari hasil analisis kebutuhan peserta didik ini diketahui disekolah ini masih menggunakan LKS dalam proses pembelajaran di kelas. Analisis konsep Materi dalam penelitian ini adalah identifikasi asam basa untuk peserta didik kelas XI IPA 1 dengan mengacu pada kurikulum 2013. Konsep asam basa khususnya identifikasi asam basa diajarkan melalui pendekatan SETS dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan LKPD yang dikembangkan melalui rancangan awal, saran dari validator, dan praktek atau uji coba terbatas. Adapun materi pokok, kompetensi dasar, dan kompetensi inti. Analisis tugas Tugas yang diberikan kepada peserta didik berupa tugas essay yang berisi tentang penemuan konsep, hubungan antar konsep, dan penerapan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Hasil analisis tugas untuk bahasan asam basa kelas XI IPA 1 SMA Angkasa sebagai berikut: Tugas umum Memahami pengertian asam basa berdasarkan teori. Arrhenius. Bronsted Lowry, dan Lewis. Tugas khusus Memahami sifat asam dan basa kehidupan sehari-hari Tahap perancangan . Penyusunan tes Tes acuan disusun berdasarkan spesifikasi tujuan pembelajaran dan hasil analisis peserta didik, kemudian selanjutnya disusun kisi-kisi hasil Tes hasil belajar berupa soal essay dalam bentuk diskusi setelah Penskoran hasil tes menggunakan kurikulum 2013 yang memuat kunci dan pedoman penskoran untuk setiap butir soal. Pemilihan media Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets Media pembelajaran inkuiri terbimbing menggunakan pendekatan SETS sesuai dengan kurikulum 2013. Prangkat pembelajaran (RPP), lembar kerja peserta didik (LKPD). Alat serta bahan Pemilihan format Pemilihan pengembangan LKPD, dimana LKPD dibuat sesuai model inkuiri terbimbing dan menggunakan pendekatan SETS dalam bentuk yang sederhana agar peserta didik tertarik dan termotivasi untuk belajar. Sedangkan format RPP yang digunakan disesuaikan dengan format RPP dalam kurikulum 2013. Dalam format RPP tercantum kompetensi inti, kompetensi dasar, langkah-langkah sumber belajar, dan penilaian hasil Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah terbimbing dengan menggunakan pendekatan SETS. Rancangan awal Kegiatan utama dalam tahap akhir kegiatan perancangan adalah penyusunan LKPD pembelajaran pada materi bahasan asam basa untuk peserta didik kelas XI IPA 1. Pada tahap ini dihasilkan rancangan awal LKPD pembelajaran. Tahap pengembangan . Rancangan LKPD kemudian dibuat dan dikembangkan untuk mendapatkan draft I. LKPD yang telah dibuat dan dikembangkan kemudian dinilai oleh para ahli/validator, kegiatan ini dibuat validasi draft I. Selanjutnya penilaian para ahli beserta saran-sarannya dijadikan acuan dalam merevisi LKPD yang dikembangkan di lapangan. Analisis hasil peneliaian ahli Salah satu kriteria untuk menentukan sebuah LKPD dapat dipakai atau tidak dalam penelitian adalah kriteria kevalidan. LKPD yang dihasilkan selanjutnya divalidasi oleh dua validator yaitu dengan menelaah LKPD. LKPD. Hasil ahli/pakar terhadap LKPD yang dikembangkan dijadikan sebagai acuan untuk merevisi perangkat sebelum digunakan dalam penelitian. Data tingkat kevalidan dapat dilihat pada. Hasil penilian dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3 Hasil penilaian validator terhadap LKPD yang dikembangkan Aspek Hasil Kategori Penilaian Kalayakan isi 3,65 Sangant Valid Penggunaan 3,75 Sangat Valid Penyajian 3,35 Valid Rata-rata 3,58 Sangat Valid Berdasarkan data diperoleh rata-rata penilaian validator terhadap LKPD yang dikembangkan berada Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets pada kategori sangat valid sehingga sudah dapat digunakan dengan sedikit revisi dan telah layak untuk diujicobakan pada skala terbatas di Analisis hasil ujicoba lapangan LKPD pembelajaran yang telah direvisi berdasarkan masukan dari pada validator selanjutnya diujicobakan di kelas XI IPA 1 SMA Angkasa Maros dengan jumlah peserta didik 35 orang. Pada kegiatan ini peneliti terlibat langsung pada proses Ujicoba LKPD pelaksanaan ujicoba dilaksanakan Senin 22 Januari 2018. Peserta didik yang menjadi subjek ujicoba LKPD ini adalah peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Angkasa Maros, semester genap tahun pelajaran 2017/2018. Dengan jumlah peserta didik 35 orang dengan kemampuan akademik yang berbedabeda, ada peserta didik berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Dalam proses pembelajaran, dari 35 peserta didik dibagi mejadi 5 kelompok dan dalam satu kelompok terdiri atas 7 orang peserta didik. Deskripsi perangkat pembelajaran dilakukan sebanyak satu kali pertemua pada tanggal 22 januari 2018 sampai tanggal 23 januari 2018, satu kali proses pembelajaran dan satu kali pengisian angket respon terhadap LKPD pembelajaran. Pengisian angket respon peserta didik dan guru dilaksanakan setelah uji coba perangkat dilakukan. Rancangan awal LKPD . raft I) divalidasi oleh ahli. Hasil validasi ahli dijadikan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi LKPD menghasilkan draft II, kemudian diujicobakan di kelas XI IPA 1 SMA Angkasa Maros. Data yang diperoleh saat uji coba dianalisis, kemudian hasilnya pertimbangan berdasarkan saran dari peserta didik dan guru untuk merevisi draft II menjadi draft akhir. Berikut adalah gambaran data yang diperoleh dari hasil uji coba berupa data keterlaksaan LKPD pembelajaran, data respon peserta didik dan data respon guru : Tahap uji kepraktisan LKPD Kepraktisan LKPD yang telah menggunakan Instrumen penelitian berupa observasi keterlaksanaan pembelajaran dan respon guru. Berdasarkan hasil pengamatan, dapat dikatakan bahwa bagi guru LKPD yang dikembangkan sangat menarik dan sangat mudah bagi guru digunakan, peserta didik dapat memahami pembelajaran dengan cukup baik dan tertarik untuk melakukan kegiatan di dalam LKPD. Hasil reson peserta didik Instrument yang digunakan untuk memperoleh data respons peserta didik adalah angket respons Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets peserta didik, angket ini diberikan kepada peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran untuk 1 kali pertemuan untuk diisi menurut penilaian dan pendapat mereka terhadap perangkat pembelajaran dan kegitan pembelajaran yang telah Berdasarkan peserta didik maka dapat diketahui bahwa pada kriteria penilaian I pembelajaran dengan menggunakan LKPD sangat menyenangkan 34,3% peserta didik sangat setuju dan 51,4% setuju sedangakan tidak ada peserta didik yang tidak setuju dan sangat tidak setuju. Pada kriteria penilaian II anda termotivasi untuk belajar kimia pada materi asam basa dengan menggunakan LKPD pendekatan SETS 11,4% peserta didik sangat setuju dan 71,4% setuju sedangkan 2,85% peserta didik yang tidak setuju dan sangat tidak setuju. Untuk kriteria penilaian i saya merasa tidak LKPD pendekatan SETS 5,71% peserta didik sangat setuju dan 77,1% setuju serta 2,85% sedangkan tidak ada peserta didik yang sangat tidak setuju. Kriteria penilaian IV LKPD pendekatan SETS menarik perhatian saya 34,3% peserta didik sangat setuju dan 51,4% peserta didik setuju sedangkan tidak ada tidak setuju dan sangat tidak setuju. Kriteria penilaian V soal-soal yang diberikan LKPD kemampuan saya 5,71% peserta didik sangat setuju dan setuju sebanyak 68,6% sedangkan 11,4% peserta didik yang tidak setuju sedangkan tidak ada peserta didik sangat tidak setuju. Untuk kriteria penilaian VI soal-soal dalam LKPD sesuai dengan indikator pembelajaran 22,8% peserta didik sangat setuju dan setuju sebanyak 62,8% sedangkan tidak ada peserta didik yang tidak setuju dan sangat tidak setuju. Kriteria penilaian VII LKPD pendekatan SETS memberikan . esuai kenyataa. 25,7% peserta sangat setuju dan setuju sebanyak 62,8% serta tidak ada peserta didik tidak setuju sedangkan tidak ada peserta didik yang sangat tidak setuju. Dan kriteria penilaian Vi LKPD pendekatan SETS melatih cara berfikir saya 31,4% peserta didik sangat setuju dan setuju sebanyak 54,2% serta tidak ada peserta didik tidak setuju dan sangat tidak setuju. Hasil respon guru Selain penilaian peserta didik terhadap media LKPD indentifikasi asam basa model inkuiri pendekatan SETS, dilakukan pula penilaian oleh LKPD identifikasi asam basa diberikan kepada 1 orang guru kimia untuk diberi saran atau kritikan. Berdasarkan data penilaian guru dapat diketahui secara umum bahwa guru Ausangat setujuAy dengan presentase sebesar 71,42%, penilaian AusetujuAy dengan presentase 28,57% sedangkan penilaian Autidak setujuAy dengan presentase 0% dan Ausangat tidak setujuAy dengan presentase 0 %. memberikan saran agar kiranya Jurnal ChemEdu Vo/. 2 No. Desember 2021, 25 - 35 Riswan Dwi Antoro et al I Pengembangan LKPD Identifikasi Asam Basa Model Inkuiri Menggunakan Pendekatan Sets petunjuk penggunaan pada LKPD identifikasi asam basa pendekatan SETS lebih jelas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan nilai analisis data tentang pengujian lembar kerja peserta didik (LKPD) yang dikembangkan maka dapat disimpulkan bahwa: LKPD identifikasi asam basa model inkuiri pendekatan SETS dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan 4D, kevalidan LKPD dengan revisi sebanyak dua kali, memenuhi kategori valid dengan skor rata-rata semua aspek penilaian validator 3,58 sehingga layak untuk digunakan berdasarkan penilaian para ahli dan kepraktisan LKPD yang dikembangkan memenuhi kategori praktis karena nilai presentase keterlaksanaan masuk dalam kriteria AubaikAy yaitu 78,5% sehingga LKPD layak digunakan disekolah. Guru dan peserta didik memberikan respon yang LKPD Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka dapat disarankan sebagai berikut: Peneliti lain: agar pengembangan LKPD identifikasi asam basa pendekatan SETS diharapkan dapat diteruskan sampai uji keefektifan dan sampai pada tahap Guru: agar dapat menerapkan LKPD dengan pendekatan SETS di dalam proses pembelajaran disekolah, dengan memilah-milah materi kimia yang bisa diajarkan dengan LKPD pendekatan SETS. Peserta didik: agar ilmu yang diperoleh pada saat proses mengunakan LKPD identifikasi asam basa pendekatan SETS bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA