At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir Vol. No. : 59-85 Available online at https://jurnal. id/index. php/tafasir Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural Arinda Rosalina Institut Agama Islam Negeri Ponorogo Email: arinda. rosalina@iainponorogo. ARTICLE INFO Keywords: Educational values, social character, verses of the Al-Qur'an and multicultural society. ABSTRACT The values of social character education in the Qur'an are the principles, norms, and goodness towards social character in social interactions that are understood through the explanation of the verses of the Qur'an. This article is motivated by the existence of deviations in the socio-cultural environment of a multicultural society which of course causes discomfort. This article focuses on the analysis of the values of social character education from the perspective of the Qur'an and its urgency in a multicultural society. This article uses a library research approach with primary data sources in the form of interpretations or opinions of scholars regarding verses on the values of social character education. In addition, secondary data in the form of books, journals and other literature that specifically discuss the values of social character education from the perspective of the Qur'an and its urgency in a multicultural society. Data analysis in this study uses content analysis steps that adopt Krippendorff's idea consisting of sample unitization, categorization, data reduction, conclusions and justification of research data in the form of verses on the values of social character education. This article shows that 13 values of social character education come from the verses of the Qur'an. These values are important in promoting peace and harmony within the identity of a multicultural society. How to Cite: Arinda Rosalina. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural. Ay At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Interpretation. Vol. No. : 59-85. A 2025. The author. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 PENDAHULUAN Pendidikan karakter di dalam masyarakat beragam atau multikultural mengarahkan pada ucapan, sikap, tindakan dan respon seseorang melalui kepribadian yang positif, dengan upaya menghargai perbedaan yang ada. 1 Pendidikan karakter memuat prinsip- prinsip atau yang biasanya juga dikatakan sebagai nilai atau indikator dengan sifat yang universal-progresif. 2 Dalam nilai atau indikator tersebut, pendidikan karakter dalam masyarakat berkembang melalui interaksi sosial antar sesama individu dalam tujuan mencapai persaudaraan, kebersamaan dan ketentraman dalam kehidupan. 3 Atas dasar tujuan tersebut, konteks pendidikan berupa karakter-karakter sosial di masyarakat dirasa akan menularkan orientasi pada aktivitas serta kehidupan yang positif. 4 Pendidikan karakter sosial di masyarakat juga dianggap mampu melaksanakan komunikasi dan kolaborasi antar individu di masyarakat. Pendidikan karakter sosial yang berlandaskan pada Al-QurAoan menjadi penting dalam mewujudkan nilai-nilai positif dalam masyarakat multikultural. 6 Melalui Al- QurAoan yang mengandung konsep dan prinsip Islam bahwa agama Islam memiliki citacita besar dalam mencapai kerukunan dan persatuan. 7 Sebagaimana salah satu nilai kerukunan yang tercermin dalam Al-QurAoan adalah pentingnya kepedulian, saling menghargai, kerja keras, musyawarah dan lain sebagainya. 8 Dalam contoh satu nilai tersebut, masyarakat multikultural yang mampu menghayati hakikat pendidikan karakter sosial melalui Al-QurAoan maka mengarahkan pada berupa relasi dan interaksi sosial dengan saling mempengaruhi dan sinergis. 9 Relasi sosial yang sinergis tersebut tentu Hidar Amaruddin. Karakter. Nilai Karakter. Nilai Pendidikan Karakter : Urgensi. Treminologi. Teori. Analisis dan Praksis (Yogyakarta: Semesta Aksara, n. ), 15. Rinja dan Asih Ria Ningsih Efendi. Pendidikan Karakter di Sekolah (Pasuruan: CV. Penerbit Qiara Media, 2. , 26. Eko Handoyo. Pendidikan Karakter (Semarang: Cipta Prima Nusantara, 2. , 43. Sofyan Tsauri. Pendidikan Karakter Peluang dalam Membangun Karakter Bangsa (Jember: IAIN Jember Press, 2. , 88. Rini Werdiningsih. Pendidikan Karakter Tangguh dan Berintegritas : Kolaborasi Keluarga Dan Sekolah dalam Menanamkan Anti-Korupsi melalui Partisipasi Sosial (Semarang: Badan Penerbit STIEPARI Press, n. ), 23. Ahmad Mansur. Pendidikan Karakter berbasis Wahyu: Sebuah Telaah Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam (Tangerang Selatan: Gaung Persada Press, 2. , 55. Wahyuddin. Pendidikan Karakter dalam Perspektif Islam (Gowa: Alauddin University Press, ), 39. Mahyuddin Bari. Pendidikan dalam Perspektif Al-QurAoan (Studi Ayat-ayat Al-QurAoan tentang Pendidika. (Yogyakarta: Pustaka Prisma Yogyakarta, 2. , 37. Saepuddin. Konsep Pendidikan Karakter dan Urgensinya dalam Pembentukan Pribadi Muslim menurut Imam Al-Ghazali (Telaah atas Kitab Ayyuha al-Walad fi>Nashihati al-MutaAoallimin wa MauAoizhatihim LiyaAolamuu wa Yumayyizuu AoIlman NafiAoA. (Bintan: STAIN Sultan Abdurrahman Press, 2. , 64. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. menunjukkan nilai-nilai pendidikan karakter sosial yang tumbuh di masyarakat, sebagaimana jika mampu dipahami melalui penjelasan ayat-ayat Al-QurAoan akan mengarahkan pada tujuan kemaslahatan dan keharmonisan. Berdasarkan harapan tersebut, dalam realitas terjadi penyimpangan di masyarakat yang disebabkan oleh nampak sempitnya pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip pendidikan karakter sosial diantaranya meliputi kasus diskriminasi pada suatu 11 Ditambah dalam kegiatan-kegiatan sosial masyarakat yang minim solidaritas dan kerukunan, karena kesadaran untuk bertoleransi terlihat rendah. 12 Konflik yang mengatasnamakan agama, kelompok juga marak terjadi sebagaimana menimbulkan persoalan atau perubahan sosial yang cukup mencemaskan. 13 Fenomena yang lebih memprihatinkan yakni munculnya paham radikalisme yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. 14 Di samping itu, penyimpangan juga berupa kriminalitas berupa kerusakan sosial maupun alam yang menciptakan kondisi tidak nyaman di masyarakat. Beberapa artikel terdahulu yang relevan dengan artikel ini diantaranya terkait nilai- nilai pendidikan karakter menurut Al-QurAoan. Artikel tersebut menganalisis ayat-ayat Al- QurAoan yang mengandung nilai-nilai karakter sebagaimana dapat dikolaborasikan dengan tujuan dan pendidikan Islam. 16 Artikel yang masih berkaitan yakni konsep pendidikan karakter dalam prespektif Al-QurAoan dan Hadits. Artikel tersebut membahas karakter manusia terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan lingkungannya. 17 Lebih lanjut, artikel yang relevan yakni tentang konsep pendidikan karakter sosial berbasis Al-QurAoan. Penelitan tersebut menganalisis konsep pendidikan karakter sosial berbasis perspektif Al- QurAoan, yang membahas teori pendidikan karakter yakni humanisme sosial. 18 Artikel10 SyafiAoin Mansur. Dasar-dasar Pendidikan dalam Islam (Telaah atas Dalil Al-QurAoa. (Banten: FUDPRESS Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, 2. , 79. Kholil Amri. AuUrgensi Pendidikan Karakter dalam Pencegahan Diskriminasi antar Umat Beragama di Lingkungan Masyarakat,Ay Jurnal FKIP UNS, 2022, 7. Rani dan Dinie Anggraeni Dewi Fitriani. AuMembangun Karakter Generasi Muda melalui Implementasi Nilai-Nilai Pancasila di Tengah Arus Globalisasi,Ay Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 3, no. : 5. Muhsinin. AuModel Pendidikan Karakter berbasis Nilai-Nilai Islam untuk Membentuk Karakter Siswa yang Toleran,Ay Edukasia : Jurnal Artikel Pendidikan Islam 8, no. : 9. Mega Arsita dan Sujasman Hamzah. AuUpaya Mengatasi Paham Radikalisme melalui Pendidikan,Ay Jurnal Arriyadhah 20, no. : 5. Amelia Salamah. AuKonsep Pendidikan Karakter Sosial berbasis Al-QurAoan,Ay Kordinat 20, no. : 11. Rika Marsyalena Oktaviana. Defi. Atika Rohim. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter menurut AlQurAoan,Ay Jurnal of Student Research 1 . : 10. Hasan Abdul Wahid dan Abdullah Fikri Solihin. Ahmad. AuPendidikan Karakater dalam Perspektif Al-QurAoan dan Hadist,Ay Jurnal Multidisiplin Indonesia 2, no. : 12. Salamah. AuKonsep Pendidikan Karakter Sosial berbasis Al-QurAoan,Ay 16. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 artikel terdahulu tersebut memiliki fokus yang berbeda dengan artikel ini. Sebagaimana artikel ini memfokuskan pada nilai-nilai pendidikan karakter sosial perspektif dan urgensinya dalam masyarakat multikultural. Penelitian ini akan mewujudkan kajian lebih lanjut dengan menekankan pada nilai- nilai pendidikan karakter sosial perspektif Al-Qur'an dan urgensinya dalam masyarakat Penelitian ini bertujuan menguatkan penelitian sebelumnya bahwa pembidikan nilai-nilai pendidikan karakter sosial dipilih melalui berbagai pertimbangan yakni . Pendidikan karakter sosial lebih memfokuskan pada moral dan etika. Pendidikan karakter sosial cenderung selaras dengan karakter holistik atau karakter yang mempengaruhi ruang pendidikan secara menyeluruh, baik dalam aspek spiritual, emosional maupun sosial dalam kehidupan. Langkah efektif dalam mencegah perilaku negatif dilaksanakan melalui optimalisasi pendidikan karakter sosial. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, peneliti memfokuskan pada pendidikan karakter sosial, tidak pada pendidikan multikultural. Sebagaimana pemahaman ayat-ayat Al-Qur'an tentang pendidikan karakter sosial menjadi penting sebab akan memunculkan pandangan dan harapan kehidupan yang rukun dan harmonis. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut, artikel ini menjadi penting sebab nilai-nilai pendidikan karakter sosial dalam diri setiap individu menjadi salah satu upaya untuk membentengi diri di era globalisasi sekarang ini. Pemahaman tentang pentingnya kesadaran dan kepemilikan karakter sosial secara komprehensif juga akan menciptakan rekonstruksi sosial dan kehidupan yang penuh keharmonisan. Nilai-nilai pendidikan karakter sosial dalam lingkup sosial-kemasyarakatan diantaranya meliputi toleransi, keadilan, kepedulian, kasih sayang, kerja keras, musyawarah dan lain sebagainya. Demikian analisis nilai-nilai pendidikan karakter sosial melalui ayat-ayat Al-QurAoan dalam artikel ini menjadi masif untuk dilakukan. Pandangan para ulamaAo bersumber pada tafsir dalam menjelaskan ayat-ayat tentang pendidikan karakter sosial tidak lain dalam rangka menguraikan pemahaman terkait hal tersebut sekaligus sebagai solusi terhadap gap sosial yang terjadi di masyarakat multikultural. Iwan Prasetyo. AuMengapa Perlu Adanya Pendidikan Karakter?,Ay Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, 2017, http://dinaspendidikan. id/home/?p=317. Erlina Dwi Aryani et al. AuImplementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Pendidikan Karakter,Ay Gema Keadilan (Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP), 2. , 7, https://doi. org/10. 14710/gk. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. Metode Penelitian Penelitian ini memakai jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. dan dengan pendekatan deskriptif-analitis. 21 Jenis penelitian berupa library research menunjukkan penggarapan makna secara teoritis dan filosofis melalui kutipan sumber penelitian dari literatur perpustakaan, tanpa berasal dari riset lapangan. 22 Penelitian deskriptif-analitis juga mewujudkan sumber pembahasan berupa realitas sosial maupun subjektifitas yang mewujudkan pemaknaan, kesadaran dan evaluasi terhadap subjek penelitian. 23 Data dalam penelitian meliputi data primer, atau data pokok yang didapatkan peneliti secara langsung terhadap objek penelitian. Data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat terkait nilai-nilai pendidikan karakter sosial berjumlah 13 ayat, antara lain: Nilai toleransi, persaudaraan, perdamaian dan persatuan atas kemajemukan dalam Q. S al-Hujura> t . : 13. Nilai keadilan dalam dan Q. S an-Nisa> Ao . : 32. Nilai peduli lingkungan dalam Q. S al-AAora> . : 56. Nilai musyawarah atau dialog dalam Q. S asy-Syu> Ao . : 38. Nilai kasih sayang dalam Q. S al-Balad . : 17. Nilai tolong-menolong dalam Q. S al-Ma> . : 2. Nilai kedermawanan dalam Q. S ali AoImra> n . : 134. Nilai berani berani Ao . : 124. berkorban dalam Q. S al-Hasyr . : 9. Nilai kerja keras dalam Q. S an-Nisa> . Nilai kemandirian dalam Q. S ar-RaAod . : 11. Nilai kejujuran dalam Q. S alAo . : 58 dan Ahza> b . : 70. Nilai amanah atau kerpercayaan dalam Q. S an-Nisa> . Nilai kepercayaan diri dalam Q. S ali AoImra> n . : 139. Adapun penelitian juga menggunakan data sekunder, atau data yang menunjang keberadaan data-data primer. Data sekunder untuk melengkapi penelitian ini diantaranya buku-buku, jurnal ilmiah, e- book dan literatur lain yang relevan. Secara kronologis, alur dalam penelitian ini meliputi pelacakan, pencatatan dan pengelompokan ayat-ayat Al-QurAoan terkait relasi pendidik dan peserta didik, dilanjutkan dengan membaca dan memahami secara intensif terhadap penafsiran ayat-ayat Al-QurAoan tersebut dan mengklasifikasikannya sebagai data final Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah content analysis yang mengadopsi gagasan Krippendorff dngan langkah-langkah berupa: . Unitisasi (Unitizin. , atau langkah menentukan ayat-ayat Al-QurAoan yang menggambarkan nilaiNeni Hasnunidah. Metodologi Penelitian Pendidikan (Yogyakarta: Media Akademi, 2. , 6. Diplan dan Andi Setiawan. Metodologi Penelitian Pendidikan (Sarnu Untung, 2. , 33. Muri Yusuf. Metode Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif dan Penelitian Gabungan (Jakarta: Kencana, 2. , 34. Mahmud. Metode Penelitian (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 152. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kuantitatif dan R & D (Bandung: Alfabeta, 2. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 nilai pendidikan karakter sosial. Sampel (Samplin. , atau langkah memilih ayat-ayat Al-QurAoan secara purposif yakni terkait nilai-nilai pendidikan karakter sosial. Perekaman (Recording or codin. , atau mengelompokkan ayat-ayat yang dilanjutkan dengan penentuan atas pemahaman pendidikan karakter sosial yang termuat di dalamnya. Reduksi data (Reducin. , atau mengklasifikasi ayat-ayat yang menunjukkan konteks nilai-nilai pendidikan karakter sosial dan pemahamannya. Penyimpulan (Inferrin. , atau menarik interpretasi berdasarkan ayat-ayat yang telah dikelompokkan dan mengaitkannya dengan lingkungan masyarakat multikultural dan . Pembenaran (Narratin. /validatin. , atau memverifikasi hasil analisis data penelitian dilanjutkan dengan menyusun narasi interpretatif yang menunjukkan bahwa Al-QurAoan telah memberikan dasar-dasar normatif bagi konteks pendidikan karakter sosial untuk mewujudkan kehidupan yang rukun dan tentram. Hasil Dan Pembahasan Nilai-nilai Pendidikan Karakter Sosial Pendidikan karakter merupakan upaya dan usaha sadar dalam melaksanakan, membiasakan dan menindaklanjuti prinsip, norma maupun nilai-nilai yang positif sehingga biasa disebut sebagai karakter. Pendidikan karakter menjadi tujuan terciptanya individu-individu yang terdiri atas pembimbingan dan pembelajaran terhadap individu agar memiliki karakter sehingga hal tersebut mewujudkan nilai-nilai yang dijadikan pedoman dalam masyarakat. Dalam buku Hidar Amaruddin. Sudrajat . memaparkan bahwa pendidikan karakter memiliki poin penting dalam kehidupan, yakni tidak sebatas berupa pengetahuan dan pengarahan moral , namun juga menunjukkan wujud menyukai dan melaksanakan nilai-nilai moral. Dalam tulisan berjudul Pendidikan Karakter karya Fadilah dkk, pendidikan karakter didefinisikan menurut berbagai pihak diantaranya menurut Omeri . pendidikan karakter mengarahkan pada aktualisasi atau penanaman nilai-nilai moral atau karakter berupa pengetahuan . , kesadaran dan kehendak . serta perlakuan atau tindakan . dalam melaksanakan nilai-nilai karakter dalam relasi vertikal maupun horizontal. Ditambah, menurut Ratna Megawangi menguraikan Klaus Krippendorff. An Introduction to Its Methodology. (Amerika Serikat: Sage Publications, 2. Amaruddin. Karakter. Nilai Karakter. Nilai Pendidikan Karakter : Urgensi. Treminologi. Teori. Analisis dan Praksis, 25. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. pendidikan karakter sebagai sikap dan perilaku yang mempertanggungjawabkan kepentingan maupun keputusannya di dalam masyarakat, dengan pengabdian yang Dipertegas olah Kesuma dkk . , pendidikan karakter menjadi upaya transformasi proses pendidikan yang menumbuhkan dan meningkatkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehingga menjadi kebiasaan maupun kepribadian dalam diri 28 Senada, menurut David Elkind dan Freddy Sweet . dalam buku tersebut menyebutkan narasi bahwa pendidikan karakter menjadi upaya secara sadar dalam membantu sesama dalam memahami dan berperilaku sesuai nilai-nilai moral. Hal tersebut dipahami ketika menginginkan tumbuhnya karakter tertenu pada anak-anak, maka hal tersebut diyakini sebagai harapan dan keyakinan bahwa penanaman karakter tersebut menjadi sesuatu yang benar. Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, pendidikan karakter pada intinya dapat dipahami sebagai langkah atau usaha dengan penuh kesadaran dalam menciptakan maupun meningkatkan karakter dalam diri sendiri maupun terhadap sesama, melalui pemahaman, penghayatan dan penanaman dari karakter atau nilai-nilai yang positif, di berbagai lingkup kehidupan. Pendidikan karakter sosial tidak sebatas mengarahkan pada perbaikan kepribadian, namun diharapkan juga menularkan kebaikan terhadap sesama dan lingkungan di sekitar. Selanjutnya menurut pendapat Eko Handoyo dan Tijan, nilai-nilai pendidikan karakter antara lain: . Religius, atau sikap dan perilaku yang menggambarkan keimanan maupun ketakwaan kepada Allah Swt. dengan upaya mendekatkan diri kepada-Nya dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya. Jujur, atau bentuk ucapan, sikap dan perilaku yang menunjukkan kebenaran atau sehingga seseorang selalu dapat dipercaya. Peduli, atau sikap dan perilaku yang mengarahkan pada upaya membantu, peduli dan berbagai terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Toleran, atau sikap dan perilaku yang memahami, menghargai dan menerima keberagaman melalui sikap, perilaku dan perbuatan dengan keyakinan yang kuat dalam menerima dari yang diyakini dalam tujuan mewujudkan kebersamaan dan persatuan. Demokratis, atau sikap dan tindakan yang mewujudkan pengakuan dan penghormatan terhadap keberadaan hak serta kewajiban orang lain dalam masyarakat untuk mencapai keadilan dan kesetaraan. 13Ae14. RabiAoah dan Wahab Syakhirul Alim Fadilah. Pendidikan Karakter (CV. Agrapana Media, 2. Desa Budiarti. Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah (Jombang: CV. Nakomu, 2. , 16. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 Santun, atau sikap dan perilaku yang menggambarkan budi pekerti dan tingkah laku yang positif sebagai upaya menghormati orang lain. Cerdas, atau bentuk kemampuan . yang secara maksimal mengetahui dan memahami keilmuan atau pengetahuan suatu hal secara cepat dan tepat termasuk berkemampuan memecahkan masalah. Tangguh, atau sikap dan perilaku berupa kemampuan yang mewujudkan kekuatan, keandalan, ketabahan dan ketahanan sehingga mampu menghadapi segala kondisi maupun Adapun menurut Kardiyem dkk . nilai-nilai pendidikan karakter mengarahkan pada esensi sila-sila Pancasila, pendidikan nasional, agama dan kebudayaan di Indonesia, antara lain: . Cinta damai, atau upaya yang menunjukkan kesetiaan, kecintaan, kepedulian, rela berkorban dan penghargaan terhadap keberagaman termasuk aspek-aspek dalam politik dalam masyarakat Indonesia. Disiplin, atau upaya patuh dan berpedoman terhadap hukum atau peraturan yang ditetapkan pada suatu lingkup. Kerja keras, atau upaya secara tekun dan giat dalam melaksanakan kewajiban, tugas, belajar dan tanggung jawab sehingga berlangsung dengan sebaik-baiknya. Jujur, atau wujud sikap dan tindakan yang dilaksanakan berdasarkan realita yang sesunggugnya, berupa kebenaran, tanpa membubuhkan di luar konteks dari realita tersebut, sehingga mampu dipercaya oleh sesama maupun masyarakatAo . Rasa ingin tahu, atau sikap yang digambarkan memiliki keingintahuan yang tinggi, kritis, menyukai tantangan dalam tujuan agar memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam melalui panca Indera yang . Gemar membaca, atau perilaku dan kebiasaan yang lebih banyak dihabiskan dengan kebiasaan membaca buku-buku, artikel dan litertaur lainnya dalam tujuan mendapatkan keluasan pengetahuan maupun kebajikan bagi seseorang. Kreatif, atau bentuk keinginan yang berupaya melibatkan inovasi dan pembaharuan-pembaharuan yang menarik melalui pikiran dan tindakan sehingga menghasilkan hal-hal yang baru. Mandiri, atau perilaku yang bersungguh-sungguh dalam melaksanakan suatu hal dengan mengandalkan kemampuan dan pikiran pribadi, dengan meminimalisir ketergantungan pada orang lain. Menghargai prestasi, atau sikap dan perilaku yang mendukung dan memberikan semangat kepada seseorang, karena bakat atau prestasi yang dimilikinya, dalam tujuan agar seseorang tersebut mampu menghasilkan apa yang diharapkannya dan Eko dan Tijan Handoyo. Model Pendidikan Karakter berbasis Konservasi : Pengalaman Universitas Negeri Semarang (Semarang: Widya Karya, 2. , 7. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. bermanfaat bagi masyarakat. Adapun pembahasan terkait konsep karakter sosial pada umumnya bisa dikatakan sebagai konteks norma, kebaikan atau prinsip-prinsip dalam dalam hubungan kepada sesama di masyarakat. Menurut Erich Fromm . karakter sosial didefinisikan bahwa The concept of social character is a key concept for the understanding of the social process. Character in the dynamic sense of analytic psychology is the specific form in which human energy is shaped by the dynamic adaptation of human needs to the particular mode of existence of a given society. Character in its turn determines the thinking, feeling, and acting of individuals. (Konsep karakter sosial merupakan konsep kunci untuk memahami proses Karakter dalam pengertian dinamis psikologi analitik adalah bentuk spesifik di mana energi manusia dibentuk oleh adaptasi dinamis dari kebutuhan manusia terhadap cara keberadaan tertentu dalam masyarakat tertentu. Karakter pada gilirannya menentukan pemikiran, perasaan, dan tindakan Nilai-nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan Nilai-nilai pendidikan karakter sosial perspektif Al-QurAoan melalui artikel ini bersumber dari ayat-ayat Al-QurAoan yang mengambarkan perilaku individu berupa kecenderungan atau kebiasaan dalam interaksi di masyarakat. Ayat-ayat Al-QurAoan yang dimaksudkan tersebut terdiri atas 13 ayat. Ayat-ayat Al-QurAoan yang dimaksudkan antara lain : . Nilai toleransi, persaudaraan, perdamaian dan persatuan atas kemajemukan dalam Q. S al-Hujura>t . Nilai keadilan dalam dan Q. S an-Nisa>Ao . : 32. Nilai peduli lingkungan dalam S al-AAora>f . : 56. Nilai musyawarah atau dialog dalam Q. S asy-Syu>ra>Ao . Nilai kasih sayang dalam Q. S al-Balad . : 17. Nilai tolong-menolong dalam S al-Ma>idah . : 2. Nilai kedermawanan dalam Q. S ali AoImra>n . : 134. Nilai berani berani berkorban dalam Q. S al-Hasyr . : 9. Nilai kerja keras dalam Q. S anNisa>Ao . : 124. Nilai kemandirian dalam Q. S ar-RaAod . : 11. Nilai kejujuran dalam Q. S al-Ahza>b . : 70. Nilai amanah atau kerpercayaan dalam Q. S an-Nisa>Ao Kardiyem dan Baskoro Harwindito. Pendidikan Karakter (Yogyakarta: PT. Penamuda Media, 2. , 7Ae9. Erich Fromm. Character and The Social Process An Appendix to Fear of Freedom (Oxfordshire: Routledge, 1. , https://w. org/reference/subject/philosophy/works/ge/fromm. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 . : 58. Nilai kepercayaan diri dalam Q. S ali AoImra>n . : 139. Nilai Toleransi. Persaudaraan. Perdamaian dan Persatuan atas Kemajemukan dalam Q. S al-Hujura>t . : 13. Wahbah al-Zuhaily memberikan penjelasan terhadap surat al-Hujura>t ayat 13 yang dimulai dari pembahasan konteks penciptaan manusia oleh Allah Swt. Dalam ayat tersebut. Allah Swt. telah menciptakan manusia dari asal-usul yang satu atau sama yakni dibuktikan atas penciptaan Nabi Adam a. s dan Siti Hawa sebagai jiwa yang 33 Berdasarkan fenomena tersebut. Wahbah kemudian menegaskan bahwa berkaitan dengan aktivitas manusia, posisi seluruh manusia baik laki-laki maupun perempuan di bumi adalah sama, sebab berdasarkan pada nasabnya, seluruh manusia adalah satu . isatukan oleh bapak yang satu dan ibu yang sat. 34 Di samping hal tersebut, manusia melaksanakan kehidupan di bumi dengan anugerah keberagaman baik berupa suku bangsa, budaya, kepercayaan dan lain-lain. Oleh karenanya menurut Wahbah bahwa Allah Swt. menciptakan manusia supaya saling kenal, bukan saling membanggakan nasab ataupun kebanggaan lainnya. Sebagaimana hal tersebut diterangkan melalui salah satu hadits dari Abu Bakar al-Bazzar dalam Musnad-nya dari Hudzaifah, ia berkata, "Rasulullah saw. AuKalian semua adalah keturunan Adam, dan Adam diciptaknn dari tanah. Berhentilah kaum dari sikap membanggakan leluhur mereka, atau jika tidak, mereka adalah orang-orang yang lebih rendah bagi Allah SWT dari al-ju'lan . erangga yang mendorong kotoran dari hidungny. " (HR al-Bazza. Quraish Shihab juga memberikan pemaparan bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dari seorang laki-laki dan perempuan menjadi pengantar dalam menegaskan bahwa seluruh manusia memiliki derajat kemanusiaan yang sama di sisi Allah Swt. , tidak ada perbedaan antara suku bangsa satu dengan yang lain. Oleh karenanya melalui penggalan terakhir surat al-Hujura>t ayat 13 bahwa "sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa" , atau manusia perlu berupaya untuk meningkatkan ketakwaan agar menjadi hamba yang mulia di sisi Allah Swt. 36 Penegasan kesamaan derajat kemanusiaan antara seluruh Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 13 (Juz 2. Abdul Hayyie al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 500. Ibid. , 501. Ibid. , 502. Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 12 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 335. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. manusia bahwa adanya perbedaan suku bangsa, warna kulit dan sebagainya, dapat dipahami bahwa manusia seharusnya saling mengenal. Manusia harus saling mengenal, mengambil pelajaran dan pengalaman terhadap sesama dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Manusia tidak dapat menarik pelajaran jika tidak dapat saling melengkapi dan menarik manfaat, bahkan tidak dapat bekerja sama tanpa saling mengenal. Nilai Keadilan dalam Q. S An-Nisa> Ao . : 32. Menurut pendapat Wahbah al-Zuhaily, surat an-Nisa> Ao ayat 32 diawali dengan larangan Allah Swt. terhadap melarang orang-orang beriman yang memiliki sifat iri hati atas kemewahan dan kedudukan saudaranya. Sebab kemewahan dan kedudukan tersebut sudah menjadi kehendak Allah Swt. melalui kebijaksanaan dan hikmah 38 Wahbah Zuhaily juga menekankan bahwa Allah Swt. tentu Maha Mengetahui keadaan hamba-Nya serta mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya sehingga adakalanya Dia memberi rezeki kepada seseorang dan tidak. Dapat dipahami bahwa hal tersebut menunjukkan ke Maha Kuasa-an Allah Swt. , sekaligus menunjukkan bahwa Ia mengajarkan nilai keadilan atau sesiapa baik laki-laki maupun perempuan yang sudah ditetapkan Allah Swt. , akan mendapatkan sebagaimananya Dalam penjelasan tafsir kemenag RI, ayat tersebut terlebih dulu melihat hikmah kehidupan berupa seringnya manusia berangan-angan untuk mendapatkan segala sesuatu yang dimiliki orang lain, sehingga berpotensi mendorong seseorang melakukan Lebih lanjut, tafsir kemenag RI juga menjelaskan angan-angan yang justru membuat manusia tidak mampu sadar bahwa Allah Swt. telah memberikan karunia-karunia diantaranya berupa kecerdasan, kemuliaan, nama baik, pangkat, dan jabatan, maupun dalam bentuk harta benda serta kekayaan yang berlimpah. Hal tersebut tentu sudah menjadi penyetaraan baik bagi laki-laki maupun perempuan, dengan bagian yang didapatkan sesuai upaya-upaya yang telah dilakukan masingmasing. Allah Swt. senantiasa mengajak untuk menghindari sikap kedengkian dan memohon kepada-Nya secara tulus agar dianugerahi-Nya sebagian dari karunia-Nya. Ibid. , 337. Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 3 (Juz 5-. Terj. Abdul Hayyie al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 34. Ibid. , 35. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S an-Nisa> Ao . : 32,Ay accessed September 26, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/4?from=32&to=32. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 Nilai Peduli Lingkungan dalam Q. S al-AAora> f . : 56 Dalam surat al-AAora> f ayat 56 tersebut, melalui pemaknaan tafsir Kemenag RI bahwa Allah Swt. yang melarang manusia melakukan pengrusakan di muka bumi. Dalam pemaparan tafsir Kemenag RI pengrusakan tersebut lebih utama tertuju pada sumber-sumber . ertanian, perdagangan, dan lain-lai. , gunung, lembah, sungai, lautan, daratan, hutan dan lainlain, yang semuanya ditujukan untuk keperluan kehidupan manusia, agar dapat diolah dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan mereka. Ditambah, larangan pengerusakan menurut tafsir Kemenag RI juga merujuk pada lingkungan sosial-budaya masyarakat baik terkait pergaulan, jasmani dan rohani orang lain atau lain sebagainya. Selain itu. Allah juga menurunkan agama dan mengutus para rasul untuk memberi petunjuk agar manusia dapat hidup dalam kebahagiaan, keamanan dan Adapun dalam perspektif M. Quraish Shihab ayat tersebut menggambarkan larangan Allah Swt. terhadap manusia yang merusak lingkungan dan komponen- komponen alam lainnya di bumi. Sebagaimana pengrusakan tersebut begitu melampaui batas. 42 Interpretasi menurut M. Quraish Shihab juga dilanjutkan terkait keharusan manusia untuk menjaga dan senantiasa melakukan perbaikan terhadap lingkungan alam. Allah Swt. kemudian menyuruh dengan usaha dan doAoa dengan ketaAodziman diri serta lebih terdorong untuk menaati -Nya dan dalam keadaan penuh harapan terhadap anugerah-Nya, termasuk terkabulnya doAoa. Allah Swt. memberitakan bahwa sesungguhnya rahmat-Nya amat dekat kepada para al-muhsinin, atau orang-orang yang berbuat baik. Nilai Musyawarah atau Dialog dalam Q. S asy-Syu> Ao . : 38 Menurut interpretasi M. Quraish Shihab, surah asy-Syu> Ao ayat 38 tersebut membicarakan tentang anugerah kenikmatan abadi dari Allah Swt. yang tentu disiapkan dan diberikan kepada orang-orang yang sungguh-sungguh dalam memenuhi seruan Tuhan mereka. Orang-orang yang dimaksudkan adalah sesiapa yang senantiasa melaksanakan ibadah meliputi shalat dan doAoa secaa sempurna melalui syarat sah, rukun dan kekhusyukan kepada-Nya. Adapun Allah Swt. juga akan mengaruniakan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S al-AAora> f . : 56,Ay accessed September 6, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/7?from=56&to=206. Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 4 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 273. Ibid. , 274. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. kebaikan atau anugerah bagi manusia di dalam masyarakat yang melaksanakan 44 Di dalam musyawarah setiap manusia yang terlibat akan menyampaikan pendapat terhadap suatu problematika, kemudian pada akhirnya menetapkan suatu keputusan, tentu dalam musyawarah menghindarikan dari sifat otoriter seperti halnya memaksakan pendapat. Buya Hamka juga memberikan penjelasan berkelanjutan bahwa surat asy- Syu>ra>Ao, ayat tersebut bahwa setiap manusia pastinya memiliki urusan pribadi maupun bersama atau dalam masyarakat. Berkaitan dengan urusan bersama dalam masyarakat. Allah Swt. telah menyuruh masyarakat untuk bergotong-royong maupun melaksanakan musyawarah. Melalui pelaksanaan musyawarah, segala urusan atau masalah menjadi ringan karena ditanggung serta diselesaikan secara bersama-sama. Musyawarah juga diterangkan Allah Swt. sebagai jalan menuju rezeki yang terbaik bagi Nilai Kasih Sayang dalam Q. S al-Balad . : 17. Wahbah al-Zuhaily memberikan penekanan secara ringkas terhadap surat al- Balad ayat 17 tersebut bahwa Orang-orang yang menyayangi akan disayangi oleh Allah. Sayangilah penghuni bumi niscaya penghuni langit akan menyayangi kalian. Nabi Saw. juga mengutarakan bahwa: Barangsiapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya. Menyayangi hamba-hamba Allah dapat melembutkan hati. Orang yang lembut hatinya akan menyayangi anak yatim dan orang Dia akan senantiasa memperbanyak berbuat baik dengan sedekah. Adapun apabila melihat penjelasan tafsir Kemenag RI, ayat tersebut berupaya menerangkan terkait pekerjaan manusia yang dianggap berat yakni beriman dan saling menasihati untuk sabar dan menyayangi antara sesama. Beriman berarti menyakini, saling menasihati terhadap kebaikan, kemudian sabar sebagai bentuk kemampuan menahan diri, tabah menghadapi kesulitan, dan usaha keras mengatasi kesulitan Akan tetapi, umat Islam harus mampu membuktikan imannya dengan melaksanakan sikap saling menyayangi itu, sebagaimana juga diperintahkan Nabi Saw. bahwa, orang yang penyayang disayang oleh Yang Maha Penyayang. Sayangilah orang Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 11 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 534. Ibid. , 535. Hamka. Tafsir al-Azhar Jilid 9 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1. , 6520. Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 15 (Juz 2. Abdul Hayyie al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 542. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 yang ada di bumi, maka yang ada di langit akan menyayangi kalian. (Riwayat atTirmi. Ab DAwud, dan Aumad dari Abdullah bin AoAm. Nilai Tolong-menolong dalam Q. S al-Ma> idah . : 2. Menutip penjabaran dari Wahbah al-Zuhaily, surat al-Ma>idah ayat 2 tersebut membicarakan keharusan untuk bahu-membahu, menolong dan bersinergi atau berintegritas dalam menjalankan kebajikan. Dari perilaku tolong-menolong tersebut. Allah Swt. kemudian melarang manusia tolong-menolong dalam berbuat dosa dan maksiat Hal tersebut ditegaskan dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh ath-Thabrani dari Sahl bin Sa'd dan Ibnu Mas'ud, yang artinya Orang yang menunjukkan kepada kebaikan adalah seperti orang yang melakukan kebaikan itu (HR ath-Thabran. Pemaparan ayat tersebut menurut tafsir Kemenag RI, penjelasan dari ayat tersebut bahwa tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan, melakukan yang diperintahkan Allah, dan takwa, takut kepada larangannya, dan jangan tolong- menolong dalam berbuat dosa, melakukan maksiat dan permusuhan, sebab yang demikian itu melanggar hukum-hukum Allah. Bertakwalah kepada Allah, takut kepada Allah dengan melakukan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, karena sungguh Allah sangat berat siksaan-Nya kepada orang-orang yang tidak taat kepada-Nya. Nilai Kedermawanan dalam Q. S ali AoImra> n . : 134. Quraish Shihab membeberkan suart ali AoImra>n ayat 134 tersebut dengan pengantar keberadaan surga dan cerita surga dalam ayat-ayat Al-QurAoan tertentu sekaligus bagaimana kategori atau sifat-sifat seseorang yang akan menjadi penghuni Quraish Shihab melanjutkan terkait kategori penghuni surga dengan mengaitkan dengan kisah Perang Uhud. Dalam fenomena Perang Uhud terjadinya malapetaka yang diakibatkan oleh keinginan memperoleh harta rampasan perang yang belum tepat dengan waktunya. 51 Dari hal tersebut, nasihat atau anjuran pertama terhadap orang-orang yang bertakwa adalah berinfak. Ciri-ciri orang bertakwa salah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S al-Balad . : 17,Ay accessed September 6, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/90?from=17&to=20. al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 3 (Juz 5-. Abdul Hayyie al-Kattani, 404. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S al-Ma'idah . : 2,Ay accessed September 7, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/5?from=2&to=120. Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 2 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 121. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. satunya memiliki kebiasaan secara terus-menerus menafkahkan hartanya di jalan Allah Swt. baik di waktu lapang . aat memiliki kelebihan dari kebutuhanny. maupun di waktu sempit . aat tidak memiliki kelebiha. Senada, mengutip tafsir Kemenag RI, ayat tersebut dimaknai bahwa manusia dianjurkan untuk terus-menerus berinfak di jalan Allah Swt. , baik dalam keadaan berkecukupan maupun dalam keadaan kesempitan . , sesuai dengan Menafkahkan harta. berinfak sebagaimana tidak diharuskan dalam kadar ditentukan sehingga tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang menengah ke bawah untuk mencukupkan nafkahnya maupun kebutuhan berinfak. Bersedekah dengan kadar yang sedikit ataupun banyak, tetap memperoleh pahala dari Allah Swt. Diriwayatkan oleh Aisyah Ummul Mukminin bahwa dia bersedekah dengan sebiji anggur, dan di antara sahabat-sahabat Nabi ada yang bersedekah dengan sebiji bawang. Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: s AaUa O ea caOaA (Aee aae a sC )O A a a Aa aO ea ca acn a ae aO aO A a AA ao A AuPeliharalah dirimu dari api neraka meskipun dengan menyedekahkan sepotong kurma, dan perkenankalah permintaan seorang peminta walaupun dengan memberikan sepotong kuku hewan yang dibakar. Ay (Riwayat Ahmad dalam Musnadny. Nilai Berani Berkorban dalam Q. S al-Hasyr . : 9. Berdasarkan pendapat Wahbah al-Zuhaily, surat al-Hasyr ayat 9 tersebut diceritakan melalui kaum Muhajirin atau orang-orang yang termasuk masyarakat kafir Makkah yang terpaksa harus pergi meninggalkan Makkah, meninggalkan harta benda dan rumah-rumahnya, demi mencari ridha Allah Swt. , karunia-Nya dan rezeki-Nya di dunia, pahala dan keridhaan-Nya di akhirat, untuk membantu dan membela agama Allah Swt. dan Rasul-Nya dengan kalimat berjihad melawan kaum kafir, serta meluhurkan Allah Swt. dan agama-Nya. 54 Wahbah Zuhaily juga mendeskripsikan bahwa Allah Swt. juga memuji kaum Anshar, sebab kaum tersebut memiliki keutamaan dan kemuliaan mereka, kebersihan mereka dari perasaan maupun perilaku Ibid. , 123. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S ali AoImra> n . : 134,Ay accessed September 7, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/3?from=134&to=200. Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 14 (Juz 2. Abdul Hayyie al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 458. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 Kaum Anshar juga sennatiasa memiliki sikap yang lebih mengutamakan kaum Muhajirin atas diri mereka sendiri meski pun mereka sedang membutuhkan, serta sikap mereka yang rela dan menerima dengan lapang dada. Mengutip interpretasi dari tafsir Kemenag RI, ayat tersebut menceritakan orang-orang Ansar yang telah menempati Madinah dan telah beriman sebelum kedatangan kaum Muhajirin, serta mencintai orang yang berhijrah ke Madinah. Kaum Anshar selalu mengutamakan kaum Muhajirin . ang datang di Madina. daripada dirinya sendiri meskipun mereka mempunyai keperluan yang mendesak. Adapun kaum Muhajirin dalam tafsir Kemenag, adalah mereka yang terusir dari kampung halamannya di Mekah dan berhijrah bersama Rasulullah ke Madinah demi menolong Allah Swt. dan Rasul-Nya. Allah Swt. telah menegaskan: dan siapa yang dijaga dirinya oleh Allah Swt. atas usaha dan perjuangan mereka dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung, karena berhasil melawan ego dan berhasil menjadi pribadi yang mulia. Nilai Kerja Keras dalam Q. S an-Nisa> Ao . : 124 Wahbah al-Zuhaily memahami ayat tersebut terkait amal saleh yang tidak hanya sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah Swt. , namun juga dalam upaya memperbaiki diri baik terhadap laki-laki maupun perempuan, dengan keimanan yang Amal-amal shalih yang disertai keimanan tentu menjadi jalan menuju surga, sementara keberadaan amal-amal yang jelek menjadi jalan kepada neraka. Wabhab alZuhaily dalam ayat tersebut juga menegaskan bahwa berbangga-banggaan dengan bernisbah dan berafiliasi atas suatu agama, golongan atau nabi, tanpa disertai dengan mengikuti syari'at dan agama Allah Swt. menjadi hal yang tdak berfaedah sedikirpun. Quraish Shihab juga menguraikan ayat tersebut terkait pentingnya bekerja keras atau beramal shalih. Sebagaimana pernyataan dalam ayat bahwa barang siapa yang mengerjakan sebagian amal-amal shalih . engan syarat bermanfaat di sisi Allah Swt. dan Nabi Saw. ) baik dilakukan oleh laki-laki maupun wanita. 58 Menurut M. Quraish Shihab, ayat tersebut juga berkaitan dengan Q. S Ali 'Imra> n . : 195 bahwa Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 14 (Juz 2. Terj. Abdul Hayyie al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 459. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S al-Hasyr . : 9,Ay accessed September 7, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/59?from=9&to=9. Wahbah al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 2 (Juz 3-. Abdul Hayyie Al-Kattani (Jakarta: Gema Insani, 2. , 295. Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 3 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 260. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. ekerja keras ataupun amal shalih yang dimaksudkan dalam ayat meskipun sebagai sesuatu yang amat kecil, tidak berarti, bahkan hampir tidak terlihat, namun tetap menjadi penilaian di sisi-Nya. Nilai Kemandirian dalam Q. S al-RaAod . : . Dalam penjabaran tafsir Kemenag RI, surat ar-RaAod ayat 11 tersebut Allah Swt. menegaskan bahwa Ia tidak akan mengubah keadaan suatu bangsa dari kenikmatan dan kesejahteraan yang dinikmatinya menjadi binasa dan sengsara, melainkan mereka sendiri berupaya untuk mengubahnya. Tafsir Kemenag RI menyebutkan bagaimana bentuk kriminalistas, perbuatan aniaya, permusuhan dan perbuatan dosa atau kerusakan lainnya di muka bumi yang merajalela. Hal tersebut diperingatkan melalui sabda Nabi Saw. : Jika manusia melihat seseorang yang zalim dan tidak bertindak terhadapnya, maka mungkin sekali Allah akan menurunkan azab yang mengenai mereka semuanya. (Riwayat Ab DAwud, at-Tirm, dan Ibnu MAjah dari Abu Bakar a-idd. Buya Hamka kemudian menegaskan pentingnya kekuatan dan akal budi yang dianugerahkan Allah Swt. kepada manusia di dalam masyarakat, bahwa manusia harus berupaya sendiri dan mengendalikan dirinya sendiri di bawah naungan Allah Swt. samping Allah Swt. sebagai Yang Maha Mengatur. Ia berkuasa dan menentukan kehidupan umatnya, maka manusia wajib berusaha sendiri pula menentukan garis hidupnya, jangan hanya menyerah saja dengan tidak berikhtiar. Manusia diberi akal oleh Allah dan dia pandai sendiri mempertimbangkan dengan akalnya itu di antara yang buruk dengan yang baik. " 61 Nilai Kejujuran dalam Q. S al-Ahza> b . : 70 Menurut M. Quraish Shihab, surat al-Ahza> b ayat 70 tersebut dimaknai terkait kisah larangan melakukan propaganda dan tuduhan palsu, sebagaimana Allah Swt memerintahkan untuk mengucapkan ucapan dan pernyataan yang benar serta mengena sasaran. Allah Swt. berfirman: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, yakni hindarkan diri kamu dari siksa Allah dengan jalan menjalankan perintah-Nya larangan-Nya, mengucapkanlah yang berhubungan dengan Nabi Muhammad dan Zainab ra. , bahkan Ibid. , 261. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S ar-RaAod . : 11,Ay accessed September 7, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/13?from=11&to=43. Abdul Malik Karim Amrullah. Tafsir al-Azhar Jilid 5 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1. , 3742. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 dalam setiap ucapan kamu, kata yang tepat. Thabythaby juga memberikan pendapatnya bahwa ucapan dan kebiasaan seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang benar sesuai dengan realitasnya, tepat, maka akan terjauhkan dari kebohongan maupun keburukan atau yang tidak bermanfaat. Adapun apabila melihat penjelasan tafsir Kemenag RI. Allah Swt. meminta orang-orang beriman agar menerapkan kejujuran melalui perkataan yang Melalui ayat tersebut. Allah Swt telah memerintahkan kepada orang-orang beriman supaya tetap bertakwa kepada-Nya. Allah Swt. juga memerintahkan orang- orang beriman untuk selalu berkata yang benar, selaras antara yang diniatkan dan yang diucapkan, karena seluruh kata yang diucapkan dicatat oleh malaikat Raqib dan AoAtid, dan harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Nilai Amanah atau kepercayaan dalam Q. S an-Nisa> Ao . : 58 Mengutip pendapat dari Wahbah Zuhaily, surat an-Nisa> Ao ayat 58 tersebut menguraikan pentingnya menjaga amanah di dalam kehidupan. Apabila melihat asbab al-nuzul dari ayat, dapat dipahami bahwa kewajiban menyampaikan amanah ini memang khusus dalam kejadian tertentu, namun keumuman arti ayat ini tidak dapat dipersempit maknanya dengan sebab yang khusus tersebut. Dengan demikian, ayat di atas harus dipahami sebagai perintah umum mengenai wajibnya menjaga amanah yang menjadi tanggung jawab setiap Muslim. Amanah yang dimalisud dalam ayat tersebut adalah semua jenis amanah yang ada baik yang berhubungan dengan diri sendiri atau yang berhubungan dengan hak orang lain ataupun yang berkaitan dengan hak Allah Swt. Prinsip amanah dilaksanakan dengan baik, prinsip selanjutnya yang harus ditegakkan adalah menetapkan hukum dengan adil di antara manusia. Oleh sebab itu, secara khusus Allah memerintahkan perkara ini. Amanah adalah prinsip asas pemerintahan Islami dan keadilan adalah prinsip kedua. Pihak yang diperintahkan dalam ayat tersebut adalah semua umat Islam. Menambahkan, menurut M. Quraish Shihab, ayat tersebut menegaskan bahwa amanah adalah lawan dari khianat. Ia tidak diberikan kecuali kepada orang yang dinilai oleh pemberinya dapat memelihara dengan baik apa yang diberikannya itu. Agama Quraish Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 10 (Jakarta: Lentera Hati, 2. , 765Ae67. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S al-Ahza> b . : 70,Ay accessed September 8, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/33?from=70&to=73. al-Zuhayli. Tafsir al-Muni> r fi>al-Aqi> dah wa al-Syari> 'ah wa al-Manhaj Jilid 3 (Juz 5-. Abdul Hayyie al-Kattani, 153Ae55. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. mengajarkan bahwa amanah/kepercayaan adalah asas keimanan berdasarkan sabda Nabi saw. , "Tidak ada iman bagi yang tidak memiliki amanah. " Amanah tersebut membutuhkan kepercayaan dan kepercayaan itu melahirkan ketenangan batin yang selanjutnya melahirkan keyakinan. 65 M. Quraish Shibab memperjelas bahwa amanah bukan sekadar sesuatu yang bersifat material, tetapi juga non-material. Semuanya diperintahkan Allah agar ditunaikan. Ada amanah antara manusia dan Allah, antara manusia dan manusia lainnya, antara manusia dengan lingkungannya, dan antara manusia dan dirinya sendiri. Masing-masing memiliki perincian, dan setiap perincian harus dipenuhi, walaupun seandainya amanah yang banyak itu hanya milik seseorang. Nilai Kepercayaan Diri dalam Q. S ali AoImra> n . : 139 Dalam pemaparan tafsir Kemenag RI, surat ali AoImra>n ayat 139 tersebut bahwa Allah Swt. memberikan motivasi kepada umat Muslim, atas peristiwa kesedihan akibat kegagalan dalam Perang Uhud tidak berkepanjangan. Ungkapan larangan agar tidak merasa lemah dalam menghadapi musuh, dan jangan pula bersedih hati karena kekalahan dalam Perang Uhud, menjadi penguat bagi hati orang-orang beriman. Ayat ini menghendaki agar kaum Muslimin jangan bersifat lemah dan bersedih hati, meskipun mereka mengalami pukulan berat dan penderitaan yang cukup pahit dalam kehidupan atau kekalahan, hendaknya orang-orang Muslim selalu teguh pendirian dan tetap memiliki keberanian juga kepercayaan diri. Sebagaimana hal tersebut, tentu menjadi pelajaran bahwa umat Muslim sesungguhnya mereka mempunyai mental yang kuat dan semangat yang tinggi serta lebih unggul jika mereka benar-benar beriman. Adapun menurut M. Quraish Shihab juga memberikan pemaparan terhadap hal tersebut bahwa umat Muslim tentu memiliki keimanan di dalam dada, dan umat Muslim senantiasa berada pada posisi yang tinggi atau baik. Demikian penggambaran kekalahan dalam perang Uhud bukanlah berarti, bahwa Allah Swt. suka kepada orang yang zalim, yaitu kaum musyrikin yang telah memerangi. Namun hal tersebut justru dipahami sebagai hikmah bahwa umat Muslim harus senantiasa meningkatkan keberanian, kepercayaan diri dan tujuan yang kuat. Ibid. , 153. Ibid. , 155. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-QurAoan. AuTafsir QurAoan Kemenag Q. S ali AoImra> n . : 139,Ay accessed September 7, 2024, https://quran. id/quran/per-ayat/surah/3?from=139&to=200. Shihab. Tafsir al-Mi. ba> h Vol. 2, 934. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 Relevansi Pemahaman Ayat-ayat Al-QurAoan dengan terwujudnya Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dalam Masyarakat Multikultural Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki keberagaman di dalamnya sehingga masyarakat tersebut justru memiliki kekayaan, termasuk nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam kepribadiaan setiap inidividu di dalamnya. Masyarakat multikultural juga dikatakan sebagai suatu konsep masyarakat yang memiliki hubungan sosial secara beragam, yang mengakui dan menerima identitas maupun kebudayaan kelompok-kelompok yang berkembang di dalamnya. Urgensi nilai-nilai pendidikan karakter sosial perspektif Al-QurAoan dalam masyarakat multikultural diharapkan mampu mencapai pemahaman dan kesadaran bahwa pentingnya kepemilikan karakter-karakter sosial secara komprehensif akan menciptakan rekonstruksi sosial dan kehidupan yang rukun. Nilai-nilai pendidikan karakter yang disebutkan pada pembahasan sebelumnya, akan mengarahkan pada urgensi penting dalam masyarakat multikultural diantaranya terwujudnya keseimbangan dan kesetaraan, kemanusiaan dan mampu meningkatkan karakter-karakter positif di dalam mendorong keharmonisan Dalam pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa ayat-ayat Al-QurAoan dan penjelasannya menurut pada mufassir tersebut, penting dalam membentuk karakter sosial di masyarakat. Pertama. Al-QurAoan mengandung dan menegaskan tentang pentingnya kesetaraan dan keseimbangan dalam masyarakat multikultural yang dapat diwujudkan melalui sikap toleransi, persaudaraan, perdamaian dan persatuan atas kemajemukan, sebagaimana dijelaskan dalam Q. S al-Hujura> t . : 13. Melalui sikap toleransi, masyarakat sebenarnya mendapatkan tantangan terkait bagaimana mereka harus mampu saling mengenal, menerima dan menghargai segala perbedaan tersebut, tidak sepantasnya jika saling menghina, berselisih, acuh tak acuh dan lain-lain. Selain toleransi, masyarakat juga perlu menegakkan keadilan, sebagaimana dipaparkan dalam dan Q. S an-Nisa> Ao . Melaksanakan keadilan membawa masyarakat untuk beriri hati terhadap apapun yang dimiliki oleh seseorang di dunia berupa kemewahan misalnya harta pangkat, atau perkara- perkara lain yang dimiliki orang lain karena perbedaan rezeki yang diperoleh setiap manusia sebagai bentuk keadilan-Nya dan manusia harus yakin terkait segala sesuatu yang Oleh karena itu, manusia sangat dilarang membuat kerusakan di bumi Maria Heny Pratiknjo. Masyarakat Multikultural : Bentuk dan Pola Interaksi dalam Dinamika Kehidupan Sosial (Manado: Yayasan Serat Manado, 2. , 29. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. dalam perbuatan sekecil apapun. Sikap kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan lingkungan yang dijelaskan dalam Q. S al-AAora> f . : 56. Tindakan peduli lingkungan mengharuskan masyarakat mampu melaksanakan perbuatan-perbuatan yang bijak dan lestari terhadap lingkungan alam. Di samping itu, pelaksanaan diskusi, musyawarah atau dialog yang dinarasikan dalam Q. S asy-Syu> Ao . : 38. Pelaksanaan musyawarah menjadi prinsip atau nilai yang penting sebab di dalamnya menggambarkan dialog antar masyarakat sehingga melibatkan kesempatan dan kebebasan untuk berpendapat. Sikap bertoleransi, adil, peduli terhadap lingkungan dan melaksanakan musyawarah tersebut, pada dasarnya dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keseimbangan dalam masyarakat multikultural. Kesetaraan yang dapat diwujudkan tentu akan mengarahkan pada kehidupan manusia dan alam yang harmonis, serasi, dan tentram. Di sisi lain, adanya keberagaman yang menjadi takdir Allah Swt. terhadap makhluk-Nya tidak seharusnya menjadi sarana untuk saling mendiskriminasi sehingga mudah memicu konflik, namun sesungguhnya justru menjadi sebab agar mampu menjadikan manusia mampu memahami prinsip pokok kehidupan tentang pentingnya untuk saling mengenal dan menghargai, menjunjung tinggi kesamaan dan kesederajatan. Kedua. Al-QurAoan mengandung dan menegaskan tentang pentingnya kemanusiaan dalam masyarakat multikultural yang dilaksanakan melalui sikap kasih sayang sebagaimana dijelaskan dalam Q. S al-Balad . : 17. Melalui sikap kasih sayang, masyarakat harus saling menyayangi atau menebar kasih sayang menjadi kunci utama dalam bergaul maupun menjalih hubungan dengan sesama. Saling menyayangi juga menjadi sikap dasar dalam upaya persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat. Dalam upaya mewujudkan kasih sayang lainnya maka harus menanamkan sikap saling tolongmenolong sebagaimana dipaparkan dalam Q. S al-Ma> idah . : 2. Melalui sikap tolongmenolong tentu akan mampu menunjukkan salah satu kewajiban masyarakat dalam hal Sebagaimana tolong-menolong yang dimaksudkan adalah dalam menjalankan kebaikan dan ketakwaan serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah Swt. bekerja sama dan saling menolong dalam kemaksiatan dan dosa. Adapun dalam mewujudkan kemanusiaan juga diperlukan sikap kedermawanan sebagaimana ditegaskan dalam Q. S ali AoImra> n . : 134. Sikap kedermawanan menjadi penggambaran kehidupan Mohammad dan Mohammad Zaini Qorib. Integrasi Etika dan Moral: Spirit dan Kedudukannya dalam Pendidikan Islam (Yogyakarta: Bildung, 2. , 128. Fadilah. Pendidikan Karakter, 52. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 sosial bagaimana antar sesama, seseorang membutuhkan bantuan dari sesamanya, maupun pentingnya memikirkan kondisi orang-orang yang kekurangan di sekitar kita. Dengan kedermawanan dalam diri, akan menjadi antisipasi dari tumbuhnya sifat kikir. Ketiga sikap berupa saling berkasih sayang, tolong-menolong dan dermawan tersebut, sejatinya mengarahkan pada tujuan menyebarkan nilai-nilai kemanusiaan dalam masyarakat multikultural. Nilai kemanusiaan dalam masyarakat multikultural diwujudkan dalam banyak hal termasuk aktif bermasyarakat, berdialog dengan rukun dengan tetangga, membantu tetangga yang kesulitan dan berkekurangan, gotong-royong dan Nilai-nilai kemanusiaan tersebut selain menjadi harapan timbulnya solidraritas dan persatuan, juga akan mampu meraih kemajuan dan kebahagiaan hidup. Ketiga. Al-QurAoan pengembangan karakter-karakter positif selain melalui dua sikap utama tersebut. Sikap yang dimaksudkan diantaranya sikap berani berkorban sebagaimana dijelaskan dalam Q. al-Hasyr . : 9. Melalui nilai berani berkorban menunjukkan pentingnya masyarakat dalam melakukan pengorbanan namun juga keberanian fisik dan mental mereka, seperti halnya membela diri dan melaksanakan kebenaran sesuai ajaran agama Islam. Sikap yang diperlukan selanjutnya adalah bekerja keras sebagaimana dipaparkan dalam Q. S an-Nisa> Ao . : 124. Sikap bekerja keras, dapat didasarkan atas keimanan atau keteguhan dan niat yang tulus dalam beramal shalih, dengan tanpa melihat kadarnya. Lebih lanjut berkenaan dengan karakter-karakter positif maka diperlukan sikap kemandirian, sebagaimana dibahas dalam Q. S ar-RaAod . : 11. Sikap kemandirian, dapat dipahami dari masyarakat baik secara pribadi maupun bersama-sama mampu secara mandiri dan berusaha untuk memperbaiki dan mengubah kondisi tersebut agar menjadi kenyamanan baginya. Beberapa karakter positif lainnya adalah kejujuran, yang dijelaskan dalam Q. S al-Ahza> . : 70. Sikap kejujuran, atau mengatakan dan melaksanakan segala sesuatu dengan benar sesungguhnya menjadi prinsip pokok dalam berinteraksi terhadap sesama. Selanjutnya ada sikap yang mampu menjaga amanah atau kerpercayaan, sebagaimana diuraikan dalam Q. S an-Nisa> Ao . : 58. Sikap amanah atau kepercayaan, tidak hanya pada aspek spiritualitas, namun juga sosial dan muamalah di masyarakat. Amanah berkaitan Hadi Purnomo. Pendidikan Islam: Integrasi Nilai-Nilai Humanis. Liberasi dan Transendensi Sebuah Paradigma Baru Pendidikan Islam (Yogyakarta: Absolute Media, 2. , 21. Saepuddin. Konsep Pendidikan Karakter dan Urgen sinya dalam Pembentukan Pribadi Muslim menurut Imam Al-Ghazali (Telaah atas Kitab Ayyuha al-Walad fi>Nashihati al-MutaAoallimin wa MauAoizhatihim LiyaAolamuu wa Yumayyizuu AoIlman NafiAoa. , 27. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. dengan hal-hal yang pada umumnya menjadi sesuatu yang penting atau dirahasiakan. Amanah yang mampu dijaga akan menciptakan dan menularkan keyakinan. Terakhir, terkait pentingnya menumbuhkan sikap kepercayaan diri sebagaimana dipaparkan dalam S ali AoImra> n . : 139. Sikap kepercayaan diri menunjukkan penggambaran masyarakat dengan mental yang kuat dan semangat yang tinggi serta lebih unggul jika mereka benar- benar beriman. Demikian wujud karakter-karakter positif khususnya melalui enam sikap tersebut dalam masyarakat multikultural menumbuhkan pengembangan karakterkarakter Melalui penjelasan Al-QurAoan terkait aspek keseimbangan dan kesetaraan, kemanusiaan dan mampu meningkatkan karakter-karakter positif, sebagai perwujudan dari nilai-nilai pendidikan karakter sosial penting dalam menghindarkan lingkungan pendidikan maupun masyarakat dari berbagai penyimpangan seperti halnya diskriminasi pada suatu kelompok, minimnya solidaritas, toleransi dan kerukunan, serta konflik yang marak menimbulkan perubahan sosial yang cukup mencemaskan. Langkah yang dilakukan tentunya tidak sebatas pada pemahaman secara mendalam, namun bagaimana kesediaan untuk mengaktualisasikan konsep keseimbangan, kesetaraan, kemanusiaan maupun nilai-nilai positif lain melalui sikap-sikap sosial yang telah diuraikan sebelumnya. Selain itu, ketiga aspek tersebut juga berpengaruh di dalam mendorong ketentraman, keharmonisan dan kualitas hidup yang optimal di dalam masyarakat secara Kesimpulan Kesimpulan atau hasil dari penelitian ini antara lain: pertama, nilai-nilai pendidikan karakter sosial merupakan wujud norma, prinsip, kebaikan yang dilaksanakan dengan sadar melalui upaya pemahaman, penghayatan dan pengamalan di masyarakat melalui aktivitas atau interaksi sosial. Pelaksanaan nilai-nilai pendidikan karakter sosial bertujuan memperbaiki dan meningkatkan kepribadian yang mulia terhadap sesama maupun lingkungan sekitar. Nilai-nilai pendidikan karakter sosial terdiri atas 13 nilai . alam 13 ayat Al-QurAoa. yakni toleransi, persaudaraan, perdamaian dan persatuan atas kemajemukan, keadilan, peduli lingkungan, musyawarah atau dialog, kasih sayang. Tsauri. Pendidikan Karakter Peluang dalam Membangun Karakter Bangsa, 35. At-Tafasir: Journal of QurAoanic Studies and Contextual Tafsir. Volume 2. Number 1. June 2025 tolong-menolong, kedermawanan, berani berani berkorban, kerja keras, kemandirian, kejujuran, amanah atau kerpercayaan dan kepercayaan diri. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter sosial yang berkembang dalam masyarakat multikultural diharapkan mampu mencapai pemahaman dan kesadaran bahwa pentingnya kepemilikan hal tersebut secara komprehensif akan menciptakan rekonstruksi sosial dan mewujudkan kehidupan yang rukun. Sebagaimana masyarakat multikultural dengan memuat relasi-relasi sosial yang beragam, di mana setiap individu di dalamnya bersedia mengakui dan menerima identitas maupun kebudayaan kelompok-kelompok. sinilah urgensi nilai-nilai pendidikan karakter sosial perspektif Al-QurAoan dalam lembaga pendidikan maupun masyarakat multikultural diantaranya penting dalam menghapuskan adanya penyimpangan-penyimpangan yang tentu membuat ketidaknyamanan. Selain itu, terwujudnya keseimbangan dan kesetaraan, kemanusiaan dan mampu meningkatkan karakter-karakter positif tersebut tentu dalam rangka mewujudkan ketentraman, keharmonisan dan kualitas hidup yang optimal di dalam masyarakat secara Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Sosial perspektif Al-QurAoan dan Urgensinya dalam Masyarakat Multikultural, (Arinda Rosalin. DAFTAR PUSTAKA