Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Pendidikan Life Skill Melalui Kewirausahaan Pupuk Organik Cair (POC) di Panti Asuhan AuAl MaouunAy PCM. Kecamatan Wangon. Kabupaten Banyumas Anis Shofiyani1. Hadi Pramono2. Hamami Alfasani Dewanto3 Program Studi Agroteknologi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto Program Studi Akuntansi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ARTICLE INFO Article history: DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: Pupuk Organik Cair (POC). Accounting. Wirausaha. Panti Asuhan ABSTRACT Tujuan dalam program ipteks bagi masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan pembuatan pupuk organik cair dari bahan baku limbah hasil pertanian dan pembukuan sederhana . usaha POCKegiatan IbM ini dilakukan dengan cara praktek langsung bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pelatihan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha POC. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dalam upaya menanamkan kesadaran, pengertian dan ketrampilan pengembangan wirausaha POC yang dikelola panti asuhan Al Maouun mendapat respon yang cukup baik dari peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelatihan terhadap 22 peserta . maka dapat diketahui bahwa pemahaman peserta terkait kewirausahaan pupuk organic cair adalah sebagai berikut. sekitar 91 % memahami tujuan kegiatan IbM, 85,5 % memahami teknik pembuatan pupuk organic cair, 68,18 % memahami bahan yang digunakan dalam pembuatan POC, 77,27 % memahami teknik pengemasan produk, 95,45 % memahami manfaat POC bagi tanaman, 87,3 % memahami perhitungan harga pokok pembuatan POC berbahan baku limbah pertanian, 72,72 % peserta memahami perhitungan harga jual yang menguntungkan dari POC, 68,18 % peserta memahami proses akuntansi dalam perhitungan laba rugi pembuatan POC, 68, 17 % peserta memahami teknik pemasaran produk POC dan 41,9 % peserta memahami pangsa pasar untuk produk POC. Berdasar hasil evaluasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mulai mengetahui dan memahami materi yang telah kami berikan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Hamami Alfasani Dewanto Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. Ahmad Dahlan Purwokerto. Jawa Tengah, 53182 Email: sanidewanto@gmail. PENDAHULUAN Secara bertahap, organisasi Muhammadiyah di Banyumas tumbuh dan berkembang, terutama skala amal Amal usaha Muhammadiyah di daerah Banyumas meliputi 3 bidang, yaitu pendidikan, sosial dan Dalam bidang pendidikan. Muhammadiyah mendirikan sekolah-sekolah. Dalam bidang Sosial. Muhammadiyah daerah Banyumas melalui Majlis PKU telah berusaha memelihara anak yatim dengan membuka Panti Asuhan Anak Yatim dan ikut menjaga kesehatan masyarakat dengan membuka balai pengobatan/poliklinik. Sedangkan dalam bidang dakwah. Muhammadiyah mempergunakan 2 metode sekaligus, yakni metode bil-lisan dengan menyelenggarakan pengajian-pengajian dan metode bil-hal dengan melakukan usaha nyata serta Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 keteladanan (Suwarno dan Kosasih, 2013: . Panti Asuhan didirikan atas dasar sebagian besar masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan yang didalamnya juga banyak terdapat anak-anak yatim piatu dan anak-anak terlantar. Hal ini secara tidak langsung menjadi tanggung jawab bersama, bahkan di dalam Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 34, disebutkan pada ayat 1 bahwa Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara. Selanjutnya pada pasal 34 ayat 2 disebutkan bahwa Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. Pendidikan di dalam Panti Asuhan dilaksanakan untuk kepentingan semua anak asuh, baik pria maupun Berkaitan dengan hal tersebut diatas. Panti Asuhan sebagai pelaksana umat berperan melaksanakan amar maAoruf nahi munkar, serta menyelenggarakan gerakan dan amal usaha yang sesuai dengan lapangan yang dipilihnya, ialah masyarakat sebagai amal usaha Muhammadiyah (Suwarno dan Kosasih, 2. Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. proses, cara, perbuatan mendidik. Salah satu tujuan pendidikan bagi setiap manusia adalah agar peserta didik mampu memecahkan dan mengatasi permasalahan hidup dan kehidupan yang dihadapinya. Jika selesai mengikuti pendidikan, mereka belum mampu memecahkan masalah hidup dan kehidupan, pertanda tujuan pendidikan belum tercapai. Berdasarkan hal itulah, dalam pelaksanaan pendidikan, sejak dini peserta didik perlu dibekali dengan kecakapan hidup . ife skil. Pendidikan kecakapan hidup itu kemudian dikenal dengan AuPendidikan Berorientasi Kecakapan HidupAy (Zulkarnain, 2. Pendidikan yang berorientasi pada kecakapan untuk hidup memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk memperoleh bekal keterampilan atau keahlian yang dapat dijadikan sebagai sumber penghidupannya (Pakguruonline, 2013. Life skill erat kaitannya dengan kecakapan atau kemampuan yang diperlukan seseorang agar menjadi independen dalam kehidupan. Pendidikan life skills mengorientasikan siswa untuk memiliki kemampuan dan modal dasar agar dapat hidup mandiri dan survive di lingkungannya. Pendidikan life skills diperlukan dan mendesak untuk diterapkan di Indonesia karena muatan kurikulum di Indonesia cenderung memperkuat kemampuan teoritis-akademik . cademic skill. Pembelajaran Life Skill merupakan salah satu alternatif sebagai upaya mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikap kecakapan hidup dan kemandirian sebagai bekal bagi kehidupannya kelak melalui sebuah kegiatan pembelajaran yang aktif, kreatis dan menyenangkan ( Allive, 2. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wangon mendirikan Panti Asuhan AuAl MaouunAy yang merupakan salah satu perwujudan gerak amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan, pembinaan dan penyantunan terhadap anak asuh di sekitar kecamatan Wangon. Kabupaten Banyumas. Beberapa program kegiatan telah dilaksanakan dalam upaya pembinaan dan penyantunan bagi anak asuh di panti tersebut diantaranya pemenuhan pendidikan formal dari tingkat SD/MI . SMP/MTS dan SMA/SMK bagi anak asuh. Penyelenggaraan pendidikan yang diberikan kepada anak-anak asuh di Panti Asuhan AuAl MaouunAy PCM Wangon. Banyumas lebih pada pendidikan formal untuk pembekalan ilmu dan pengetahuan mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA/ SMK). Pendidikan non formal yang mengarah pada penngkatan pengetahua dan ketrampilan yang bertujuan untuk membekali anak asuh berbagai ketrampilan praktis yang dapat digunakan untuk bekal mereka setelah keluar dari panti dan berkiprah di tengah masyarakat masih minim dilakukan. Hasil survey dan diskusi bersama pengurus Panti Asuhan Al Maouun dengan tim pelaksana kegiatan IbM, ada keinginan besar yang diharapkan pengurus panti terhadap anak asuhnya yaitu bekal ketrampilan/skill yang dapat diberikan kepada mereka, yang tujuannya adalah agar dapat hidup mandiri dan berdikari ditengahtengah masyarakat setelah mereka keluar dari panti. Ketrampilan di bidang budidaya pertanian, perikanan dan peternakan serta pengolahan hasil produk komoditi tersebut menjadi prioritas pengembangan ketrampilan bagi anak asuh di panti tersebut. Hal ini dikaitkan dengan latar belakang keluarga serta kondisi lingkungan tempat tinggal anak asuh yaitu di sekitar Kecamatan Wangon dengan lingkungan yang mendukung untuk pengembangan ketrampilan di bidang tersebut. Harapannya bekal ketrampilan dan pemahaman yang telah diserap anak asuh nantinya benar-benar dapat di terapkan dan dikembangkan secara baik dengan dukungan keluarga dan lingkungan. Limbah pertanian seperti urin sapi, pelepah pisang, abu sekam, slugde, atau brangkasan hasil kegiatan pertanian dapat digunakan sebagai bahan untuk pembuatan pupuk organik cair (POC). Salah satu pupuk organik cair Balingtan (Balai Lingkungan Pertanian. Kementa. , ditambahkan dengan Bacillus aryabhattai. Tanaman yang diinokulasi B. aryabhattai ternyata mampu menunjukkan pertumbuhan lebih baik, lebih tahan terhadap kekeringan dan mampu meningkatkan produktivitas. aryabhattai meningkatkan pertumbuhan kedelai dan tanaman gandum dengan meningkatkan mobilisasi dan fortifikasi bio seng (Ramesh, 2. Pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah secara langsung mengurangi pencemaran, dan formulasi bahan ini mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Penggunaan pupuk organik di lahan sawah mulai berkurang dengan tingginya ketergantungan petani pada pupuk anorganik berkadar hara tinggi dan frekuensi tanam yang intensif (Suhartatik et al. , 2. Kompos sebagai bahan pembawa . mengandung karbon sebagai sumber energi aktivitas dan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 metabolisme bakteri tanah untuk merombak bahan organik menjadi tersedia untuk tanaman padi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat (Noviani, et al. , 2. Berdasar uraian tersebut di atas maka kegiatan pelatihan kewirausahaan sebagai salah satu upaya pembelajaran kemandirian dan optimalisasi potensi diri bagi anak asuh Panti Asuhan AuAl MaouunAy menjadi sangat penting untuk dilaksanakan. Hal ini dilakukan agar terwujud jiwa kemandirian, enterpreneur dan tanggung jawab pada diri anak asuh untuk bekal mereka setelah keluar dari Panti Asuhan sehingga mampu berdikari ditengah masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Au IbM Pendidikan Life Skill Melalui Kewirausahaan Pupuk Organik Cair (POC) Di Panti Asuhan AyAl MaouunAy PCM. Kecamatan Wangon. Kabupaten BanyumasAy diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan mitra tentang pembuatan POC serta akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha pengelolaan limbah hasil pertanian menjadi pupuk organik cair. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan IbM kewirausahaan pupuk organic cair (POC) dari limbah pertanian menggunakan metode ceramah/penyuluhan yang dikombinasi dengan metode praktek langsung dan pendampingan kepada mitra sehingga kegiatan ini benar-benar dapat dipahami oleh peserta dan dapat diterapkan/dipraktekkan langsung sebagai bentuk ketrampilanp sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra / anak asuh Panti Asuhan AuAl MaouunAy PCM Kecamatan Wangon tentang teknik pembuatan pupuk organik cair (POC) yang baik dan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha pupuk. Adapun metode kegiatan dan tujuan metode pelaksanaan tertuang dalam tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Metode Kegiatan IbM pada Panti Asuhan AuAl MaouunAy PCM Kecamatan Wangon. Kabupaten Banyumas No. Metode Pelaksanaan Spesifikasi Metode Ceramah/ Metode ceramah dan diskusi dilakukan terlebih dahulu Penyuluhan di klas guna memberikan informasi dan pengetahuan tentang pembuatan POC, potensi wirausaha POC, dan pentingnya akuntansi pembukuan sederhana untuk menunjang keberlanjutan wirausaha POC nantinya. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman mitra / anak asuh Panti Asuhan AuAl MaouunAy PCM Kecamatan Wangon tentang teknik pembuatan pupuk organik cair (POC) yang baik dan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha pupuk sehingga dapat dikembangkan menjadi usaha yang memberikan keuntungan ekonomi Metode Penerapan/Praktek Kegiatan praktek langsung kepada peserta tentang di lapangan (Dem. teknik pembuatan pupuk organik cair (POC) yang baik dan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha Kegiatan praktek didampingi instruktur yang kompeten dalam pembuatan POC dan pembukuan akuntansi sederhana. Peserta terlibat langsung dalam pembuatan POC dan penyusunan pembukuan akuntansi Pendampingan Konsultasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dan akuntansi dengan baik Evaluasi kegiatan Kegiatan secara periodik mendampingi dan jasa konsultasi teknik pembuatan pupuk organik cair (POC) dan akuntansi pembukuan sederhana dengan baik kepada mitra sehingga kemampuan ketrampilan pembuatan POC dan pembukuan sederhana benarbenar diperoleh mitra. Evaluasi kegiatan yang dilakukan meliputi : Untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta maka akan dilakukan pre test sebelum kegiatan pelatihan dilaksanakan , dan post test setelah kegiatan pelatihan dilaksanakan. Untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, dilakukan dengan mengukur seberapa banyak peserta pelatihan yang mempraktekkan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 No. Metode Pelaksanaan Spesifikasi pembuatan kompos plus setelah kegiatan pelatihan Kegiatan evaluasi bertujuan untuk mengetahui kendala/ masalah yang terkait kemungkinan ketidaktercapaian tujuan dapat diketahui sejak Serta mengetahui sejauh mana efektifitas pelaksanaan kegiatan dan ketercapaian tujuan kegiatan dengan penerapan metode penyelesaian masalah yang telah dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan kewirausahaan pupuk organik cair (POC) di Panti Asuhan AyAl MaouunAy PCM. Kecamatan Wangon. Kabupaten BanyumasAy bertujuan untuk Memberikan pengetahuan dan ketrampilan mitra / anak asuh Panti Asuhan AuAl MaouunAy tentang pembuatan pupuk organik cair dari limbah hasil pertanian, akuntansi pembukuan sederhana dan wirausaha pupuk organik cair dari limbah hasil pertanian yang menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, seperti tertuang dalam tabel 2. Tabel 2. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Life Skill Melalui Kewirausahaan Pupuk Organik Cair (POC) di Panti Asuhan AuAl MaounAy PCM. Kecamatan Wangon. Kabupaten Banyumas Kegiatan Spesifikasi Target Luaran Koordinasi Koordinasi pelaksanaan kegiatan IbM Diperoleh kesepakan rencana dengan mitra IbM antara timpelaksana kegiatan IbM dan kegiatan IbM meliputi waktu ini pelaksanaan, lokasi kegiatan pertemuan/koordinasi dilakukan pelatihan dan peserta yang dengan dihadiri Pengurus Panti terlibat dalam pelatihan Asuhan AyAl MaouunAy PCM. Kecamatan Wangon. Kabupaten Banyumas . Tim pelaksana IbM dalam hal ini dihadiri oleh ketua tim dan semua anggota tim pelaksana kegiatan IbM dari UMP. Inventarisasi alat Menginventarisasi kebutuhan alat dan Diperoleh kepastian alat dan bahan bahan yang digunakan dalam kegiatan bahan yang akan digunakan kegiatan IbM IbM, serta memastikan alat dan bahan dalam kegiatan IbM dan tersedia dan dapat digunakan dalam memastikan ketersediaan alat kegiatan IbM. dan bahan yang ada dapat menunjang dan memperlancar kegiatan IbM yang akan Rapat koordinasi Pelaksanaan dengan Diperoleh kesamaan persepsi dengan anggota pelaksana kegiatan IbM membahas dalam pelaksanaan kegiatan rencana kegiatan dan persiapan Ibm. kegiatan IbM kegiatan IbM yang meliputi persiapan materi, alat dan bahan, dan waktu Pencarian alat dan Mencari dan membeli kebutuhan alat Tersedianya alat dan bahan kegiatan dan bahan yang digunakan dalam yang akan digunakan dalam IbM kegiatan IbM kegiatan IbM. Pelaksanaan Pelaksanaan Tersedianya materi pretest kegiatan IbM diawali dengan kegiatan pretest 2. Tersedianya untuk mengetahui seberapa besar modul/makalah tentang materi ipteks yang akan dilakukan khususnya mengenai pembuatan hias serta materi akuntansi pupuk organic cair dari limbah Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Kegiatan Spesifikasi serta akuntansi pemasaran POC. Setelah dilaksanakan kegiatan pretes, selanjutnya masuk ke sesi penyampaian materi dalam bentuk ceramah tentang pembuatan pupuk organic cair (POC) oleh Anis Shofiyani SP. MP dan Hamami Alfasani D. Si. Dilanjutkan penyampaian materi tentang akuntansi sederhana pengelolaan wirausaha pupuk organic cair oleh Hadi Pramono. SE. MSi. Ak. CA. Praktek pembuatan pupuk organic cair oleh Anis Shofiyani. SP. dan Hamami Alfasani D. Si. Praktek Akuntansi sederhana pemasaran POC oleh Hadi Pramono. SE. MSi. Ak. CA. Post test yang diikuti oleh seluruh Target Luaran tanaman hias. Tersedianya meteri post Gambar 1. Koordinasi rencana pelaksanaan kegiatan IbM antara pelaksana IbM dengan mitra Pengasuh Panti Asuhan Al Maouun. PCM. Wangon. Kab. Banyumas. Gambar 2. Penyampaian materi berupa ceramah mengenai pembuatan pupuk organic cair (POC) berbahan dasar limbah pertanian dalam kegiatan IbM di Panti Asuhan Al Maouun. PCM. Wangon. Kab. Banyumas. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Gambar 3. Pelaksanakan praktek pembuatan pupuk organic cair (POC) berbahan dasar limbah pertanian dalam kegiatan IbM di Panti Asuhan Al Maouun. PCM. Wangon. Kab. Banyumas. Gambar 4. Praktek pengemasan dan pemasaran pupuk organic cair (POC) berbahan dasar limbah pertanian dalam kegiatan IbM di Panti Asuhan Al Maouun. PCM. Wangon. Kab. Banyumas. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Gambar 5. Evaluasi untuk mengukur pemahaman mitra mengenai pembuatan dan pemasaran pupuk organic cair (POC) berbahan dasar limbah pertanian dalam kegiatan IbM di Panti Asuhan Al Maouun. PCM. Wangon. Kab. Banyumas. Berdasarkan hasil orientasi dan observasi awal yang dilakukan, diketahui bahwa permasalahan yang paling mendesak untuk dipecahkan pada umumnya adalah mengenai kondisi dan situasi mitra. Mitra dalam hal ini panti asuhan Al Maouun sebenarnya sudah mulai mengembangkan beberapa kegiatan yang mengarah pada peningkatan kemandirian anak asuh. Namun demikian kegiatan-kegiatan yang terprogram dan terstruktur yang mengarah pada pemahaman yang lebiha baik bagi anak asuh masih perlu dikembangkan. Kegiatan IbM yang terfokus pada pendidikan life skill berupa pelatihan kewirausahaan pupuk organik cair (POC) diharapkan dapan menambah pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pembuatan POC sebagai salah satu produk yang memiliki nilai ekonomi dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada disekitar lingkungan tempat tinggal. Selain itu dalam pelaksanaan selanjutnya diharapkan dapat menjadi bekal bagi anak asuh untuk berdikari dan berewirausaha untuk bekal kehidupan dimasa yang akan datang. Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organic cair (POC) berbahan baku limbah pertanian berjalan dengan lancar dan mendapatkan animo cukup baik dari para peserta yang pada umumnya adalah anak asuh usia 12 hingga 20 tahun. Kegiatan diawali dengan Tanya jawab seputar pembuatan pupuk organic cair berbahan dasar limbah pertanian. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan, sebagian besar peserta tidak mengetahui apa itu pupuk organic cair, manfaat dan penggunaan POC serta peluang usaha dalam pengembangan POC yang dapat membrikan keuntungan. Kegiatan IbM ini dilakukan dengan cara praktek langsung bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pelatihan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha POC. Kegiatan yang diselenggarakan dalam upaya menanamkan kesadaran, pengertian dan ketrampilan pengembangan wirausaha POC yang dikelola panti asuhan Al Maouun mendapat respon yang cukup baik dari peserta. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mengikuti pelatihan pada setiap kali diadakan kegiatan transfer teknologi tersebut baik pada saat pemberian materi maupun pada saat praktikum pembuatan pupuk organic cair berbahan dasar limbah pertanian, serta pembukuan sederhana untuk wirausaha POC. Pertanyaan yang bervariasi dan keingintahuan peserta tentang upaya pengembangan usaha pupuk organic cair pada sesi pemberian materi maupun praktek langsung menjadi gambaran bahwa sebenarnya mereka telah lama ingin memperoleh materi atau informasi yang berkaitan dengan teknologi tepat guna tersebut. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa peserta kurang mengetahui teknik pembuatan pupuk organic cair berbahan dasar limbah pertanian serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembuatan pupuk yang memiliki kualitas dan mutu baik sehingga memiliki nilai jual. Hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan oleh peserta kepada pemateri terkait bagaimana proses atau kegiatan pembuatan POC, pemanenan dan pengemasan, pembukuan sederhana, serta pemasaran yang baik. Para peserta ternyata belum memahami aspek pembuatan POC komersial serta peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan wirausaha POC. Kenyataan ini menyiratkan bahwa meskipun selama ini transfer teknologi terutama teknologi pertanian sebagai kegiatan pengayaan skill bagi mitra, namun ternyata dikalangan anak asuh panti asuhan Al Maouun terdapat minat dan motivasi yang cukup besar untuk mengadopsi teknologi pembuatan POC menjadi produk yang Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 dapat dipasarkan dengan pengelolaan yang intensif dan manajemen yang baik. Terbukti dari antusiasnya peserta dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang dilakukan dari tahapan penyampaian materi, praktek pembuatan POC, pengemasan produk, pembukuan sederhana dan pemasaran produk. Beragam pertanyaan disampaikan oleh peserta dalam upaya pemahaman yang ingin mereka peroleh dari kegiatan IbM ini. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan berhasil dalam menanamkan kesadaran bagi para peserta akan hal-hal yang inovatif dan Hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelatihan terhadap 22 peserta ( responde. maka dapat diketahui bahwa pemahaman peserta terkait kewirausahaan pupuk organic cair adalah sebagai berikut. sekitar 91 % memahami tujuan kegiatan IbM, 85,5 % memahami teknik pembuatan pupuk organic cair, 68,18 % memahami bahan yang digunakan dalam pembuatan POC, 77,27 % memahami teknik pengemasan produk, 95,45 % memahami manfaat POC bagi tanaman, 87,3 % memahami perhitungan harga pokok pembuatan POC berbahan baku limbah pertanian, 72,72 % peserta memahami perhitungan harga jual yang menguntungkan dari POC, 68,18 % peserta memahami proses akuntansi dalam perhitungan laba rugi pembuatan POC, 68, 17 % peserta memahami teknik pemasaran produk POC dan 41,9 % peserta memahami pangsa pasar untuk produk POC. Berdasar hasil evaluasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mulai mengetahui dan memahami materi yang telah kami berikan. Pemahaman yang baik oleh peserta terkait praktek pembuatan POC tidak lepas dari beberapa factor diantaranya mudahnya bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan POC dalam hal ini limbah pertanian, teknik pembuatan POC yang sederhana degan alat yang sederhana, manfaat produk POC yang ternyata sudah banyak digunakan oleh petani maupun masyarakat pencinta tanaman serta produk POC yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan sebagai sumber pendapatan dari wirausaha POC saat ini. Hasil perhitungan nilai usaha POC dengan modal dasar Rp. 000,- dapat menghasilkan 50 botol POC dengan kapasitas masing-masing kemasan seberat satu liter. Harga jual produk POC yang ditawarkan oleh Panti Asuhan Al Maouun kepada konsumen berkisar antara Rp. 000,- hingga Rp. 000,- setiap kemasan. Artinya, setiap kemasan mampu memberikan keuntungan sebesar 2,83 hingga 4,72 kali lipat dari harga modal produk. Dari perhitungan tersebut jelas terlihat bahwa keuntungan yang diberikan dari wirausaha pupuk organic cair yang dilakukan oleh mitra memberikan keuntungan yang tinggi. Keuntungan yang diperoleh selain dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan santri, yang lebih penting adalah ketrampilan dan pengetahuan pembuatan POC dari limbah pertanian dapat memberikan bekal bagi anak asuh untuk dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai usaha untuk bekal setelah keluar dari panti asuhan. Disamping adanya beberapa faktor pendorong, maka kegiatan pengabdian ini juga dipengaruhi oleh adanya beberapa faktor penghambat. Faktor yang perlu segera diantisipasi adalah menurunnya minatnya peserta untuk lebih mengembangkan wirausaha POC pada sekala yang lebih besar . sehingga perlu pendampingan yang intensif agar benar-benar dirasakan manfaat dari kegiatan ini baik bagi mitra maupun masyarakat untuk selanjutnya. Selain itu bahan baku untuk pembuatan POC berupa limbah pertanian sangat cukup tersedia, sehingga pemanfaatan limbah pertanian untuk dijadikan POC dapat mengurangi dampak pencemaran yang terjadi dari limbah tersebut dan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai ekonomi. SIMPULAN Berdasarkan hasil orientasi dan observasi awal yang dilakukan, diketahui bahwa permasalahan yang paling mendesak untuk dipecahkan pada umumnya adalah mengenai kondisi dan situasi mitra,dimana masih perlu kegiatan-kegiatan yang terprogram dan terstruktur yang mengarah pada pemahaman yang lebih baik bagi anak asuh. Kegiatan IbM ini dilakukan dengan cara praktek langsung bagaimana proses pembuatan pupuk organic cair (POC) dan pelatihan akuntansi pembukuan sederhana dalam wirausaha POC. Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan dalam upaya menanamkan kesadaran, pengertian dan ketrampilan pengembangan wirausaha POC yang dikelola panti asuhan Al Maouun mendapat respon yang cukup baik dari peserta. Hasil evaluasi yang dilakukan setelah pelatihan terhadap 22 peserta ( responde. maka dapat diketahui bahwa pemahaman peserta terkait kewirausahaan pupuk organic cair adalah sebagai berikut. sekitar 91 % memahami tujuan kegiatan IbM, 85,5 % memahami teknik pembuatan pupuk organic cair, 68,18 % memahami bahan yang digunakan dalam pembuatan POC, 77,27 % memahami teknik pengemasan produk, 95,45 % memahami manfaat POC bagi tanaman, 87,3 % memahami perhitungan harga pokok pembuatan POC berbahan baku limbah pertanian, 72,72 % peserta memahami perhitungan harga jual yang menguntungkan dari POC, 68,18 % peserta memahami proses akuntansi dalam perhitungan laba rugi pembuatan POC, 68, 17 % peserta memahami teknik pemasaran produk POC dan 41,9 % peserta memahami pangsa pasar untuk produk POC. Berdasar hasil evaluasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mulai mengetahui dan memahami materi yang telah kami DAFTAR PUSTAKA