Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT KABUPATEN WONOSOBO TENTANG COVID -19 Ika Purnamasari1. Anisa Ell Raharyani2 1 dan 2 Dosen Keperawatan FIKES UNSIQ Wonosobo Abstract Background : Occurrences of the COVID-19 outbreak has appeared in 215 countries worldwide, one of which includes the country of Indonesia. Indonesia has been dealing with daily fluctuations of new cases of COVID-19. The death toll of patients is steadily present, yet leveled by the fact that the number of recovered is also relevant. Wonosobo is a regency with a higher increase in COVID-19 patients than its neighboring cities and regencies in the province of Central Java. The number of positive COVID-19 patients in Wonosobo currently (May 2. stands at 64 documented cases. As an effort to reduce the increase in the number of new cases, all layers of the public and government are required to take part. Compulsory knowledge of the disease is a vital factor for the general public to act and make decisions regarding appropriateness in reducing the spread of COVID-19. Subject and Method : This research is quantitative with an analytical correlation design. The sample count is 144 respondents which were randomly chosen to fill in a Google Form which was distributed via, the application. WhatsApp to the general public of the regency of Wonosobo. The data was analysed using the Spearman Analytical Correlation Results : Results show that the public of Wonosobo regency who are included into the category who possess a good knowledge of COVID-19 is . %) with only . %) are in the category with enough knowledge. As to how the public of Wonosobo in regards with dealing with the COVID-19 pandemic, such as wearing a mask, practising hand hygiene, and physical/ social distancing shows a percentage of . ,8%) included in the good category with only . ,2%) in the enough category. There is a significant correlation between knowledge and behaviour of the public surrounding the COVID-19 pandemic with a p-value of 0,047. Conclusion : The knowledge and behaviour of the majority of the public of Wonosobo regency were categorized as good. This condition is expected to support efforts to handle the COVID-19 cases in Wonosobo to be carried out effectively. However, government and public monitoring is still required to maintain a conducive situation in an effort to stop the spread of COVID-19. Keywords : Knowledge. Behaviour. COVID-19 Abstrak Latar Belakang :Pandemi covid 19 telah menjangkit di lebih dari 215 negara di dunia termasuk Indonesia. Jumlah kasus baru di Indonesia setiap harinya masih ditemukan dengan angka yang fluktuatif. Angka kematian juga masih terus terjadi walaupun diimbangi dengan jumlah kesembuhan pasien. Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki peningkatan kasus positif covid 19 yang tinggi dibandingkan dengan kabupaten dan kota laindi Jawa Tengah. Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Wonosobo saat ini (Mei 2. berjumlah 64 Untuk itu diperlukan upaya pemutusan rantai penularan covid 19 yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pengetahuan tentang covid 19 ini sangat penting dimiliki oleh masyarakat sehingga masyarakat mampu untuk mengambil keputusan dalam berperilaku yang tepat dalam rangka memutus rantai penularan covid 19. Page | 33 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 Subjek dan Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi. Sampel berjumlah 144 responden yang diambil dengan cara random melalui aplikasi google form yang disebar melalui whatsap kepada masyarakat Kabupaten Wonosobo. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil menunjukkan pengetahuan masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang Covid 19 berada pada kategori Baik . %) dan hanya 10% berada pada kategori cukup. Untuk perilaku masyarakat Kabupaten Wonosobo terkait Covid 19 seperti menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan physical / social distancing menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 95,8% dan hanya 4,2% masyarakat berperilaku cukup baik. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang Covid 19 dengan p-value 0,047 Kesimpulan didapatkan bahwa pengetahuan dan perilaku sebagian besar masyarakat Kabupaten Wonosobo sudah baik. Kondisi ini diharapkan dapat mendukung upaya penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo dapat dilakukan dengan Namun demikian, pemantauan dari pemerintah dan masyarakat tetap diperlukan guna mempertahankan situasi yang kondusif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid 19. Kata Kunci :Pengetahuan. Perilaku. Covid-19 Pendahuluan Maret 2020 sejumlah dua kasus (Nurani. Masalah kesehatan dunia yang saat ini Pada bulan Mei 2020, angka menjadi sorotan dan sangat penting untuk kematian juga masih terus terjadi walaupun penyakit akibat virus corona. Corona Virus 424 kasus dengan 287. Disease Ae 19 atau yang lebih populer kasus kematian (WHO Report, 2. dengan istilah COVID-19 telah ditetapkan Indonesia, oleh WHO (World Health Organizatio. terkonfirmasi terus meningkat, dimana pada Bulan Mei masih berada pada angka 10. Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang kasus dengan 800 orang meninggal dunia Meresahkan Dunia (KMMD) pada tanggal (Kompas. , akan tetapi hingga 16 Juni 30 Januari 2020 dan akhirnya ditetapkan 2020 kasus bertambah cukup signifikan sebagai Pandemi pada tanggal 11 Maret menjadi berjumlah 40. 400 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 2231 kematian (Keliat Kesehatan Dunia Pandemi merupakan wabah yang berjangkit serempak kesehatan dan masyarakat umum adalah Badan Secara penambahan jumlah kasus (Kemkes RI, 2. di mana-mana, meliputi daerah geografi Covid-19 adalah penyakit infeksi yang yang luas (KBBI, 2. sedangkan Pandemi disebabkan oleh coronavirus jenis baru yang sebagai pandemi Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit koronavirus 2019 di selanjutnya disebut Sars-Cov 2 . evere seluruh dunia dan sampai bulan April 2020 acute respiratory syndrome coronavirus telah menginfeksi lebih dari 210 negara Virus ini berukuran sangat kecil . - (WHO, 2. Di Indonesia, kasus covid-19 160 n. yang utamanya menginfeksi hewan pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 02 termasuk diantaranya adalah kelelawar dan Page | 34 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 Saat ini penyebaran dari manusia ke manusia sudah menjadi sumber penularan penatalaksanaan pasien dengan Covid-19 utama sehingga penyebaran virus ini terjadi sangat agresif. Penularan penyakit ini terjadi definitive. , dari pasien positif covid 19melalui droplet simtomatik sesuai gejala yang muncul dan yang keluar saat batuk dan bersin (Han Y. Akan tetapi diperkirakan juga bahwa pengobatan lain serta meningkatkan daya virus ini menyebar dari orang yang tidak tahan tubuh(Susilo dkk,2. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan menunjukkan positif covid-19. Selain itu, memutus mata rantai penyebaran covid-19 telah diteliti bahwa virus ini dapat hidup melalui isolasi, deteksi dini dan melakukan pada media aerosol . ang dihasilkan melalui proteksi dasar yaitu melindungi diri dan nevulize. selama setidaknya 3 jam (Susilo orang lain dengan cara sering mencuci dkk, 2. tangan dengan air mengalir dan sabun atau Adapun pemberian obat-obat Proses perjalanan penyakit ini masih menggunakan hand sanitizer, menggunakan belum banyak diketahui, namun diduga masker dan tidak menyentuh area muka tidak berbeda jauh denngan perjalanan sebelum mencuci tangan, serta menerapkan penyakit dari virus pernafasan lainnya yang etika batuk dan bersin dengan baik (Dirjen sudah diketahui (Li X dalam Susilo, 2. P2P Kemkes RI, 2. Sampai dengan saat Pada manusia apabila virus ini masuk ke penanganan covid 19 dan masih dalam mengakibatkan kerusakan alveoli paru dan tahap pengembangan penelitian (WHO. Akan banyak orang yang terinfeksi Sars-Cov 2 ini Upaya mengalami gejala ringan sampai sedang pada saluran pernafasan yang dapat sembuh pemahaman dan pengetahuan yang baik dari dengan sendirinya dan tidak memerlukan penanganan khusus. Bagi kelompok orang Pengetahuan adalah suatu hasil dari rasa dengan masalah kesehatan lain seperti ingin tahu melalui proses sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek Pengetahuan mengalami infeksi covid 19 ini dapat (Donsu, lebih serius (WHO, 2. Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Penetapan kasus atau istilah medisnya pernafasan kronis, diabetes dan kanker, jika antara lain tingkat pendidikan, pekerjaan, diagnosis covid-19 umur, factor lingkungan dan factor social PCR (Polymerase Chain Reaction ) yang dikenal (Notoatmodjo. Perilaku merupakan suatu tanggapan atau reaksi Page | 35 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 (KBBI, Sedangkan menurut Robert Kwick Donsu. Kabupaten Wonosobo. Pengambilan sampel dilakukan selama 1 minggu. Kegiatan awal penelitian yang dilakukan sebagian tindakan seseorang yang dapat dipelajari dan diamati. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku manusia atau Wonosobo (Donsu, 2. Pada Kabupaten Kuesioner pertanyan untuk kuesioner pengetahuan Indonesia, pengetahuan masyarakat tentang covid-19 sangat diperlukan sebagai dasar Variabel pengetahuan diukur dan masyarakat dalam menunjukan perilaku pencegahan covid-19. Pada penelitian ini, akan dicari hubungan tingkat pengetahuan Wonosobodikategorikan masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang tingkatan yaitu Tinggi . ika nilai responden covid-19 dengan perilaku masyarakat dalam 76-. Cukup . dan Kurang . ika < Adapun untukvariabel perilaku juga Tujuan Kabupaten dibagi menjadi 3 kategori yaitu baik, cukup Untuk mengetahui hubungan antara baik dn kurang baik. Analisis data dilakukan Analisis Kabupaten Wonosobo tentang Covid-19. univariat dilakukan pada masing masing Metode Penelitian Jumlah menggunakan analisis korelasi Spearman. Hasil Penelitian Karakteristik Responden 144 responden sesuai penghitungan besar Tabel sampel analitik korelasi ordinal nominal (Sopiyudin, 2. Berdasarkan tabel besar sampel untuk diagnosis analitik Korelatif Berdasarkan seluruh karakteristik Ordinal-Ordinaldengan koefisien korelasi 0,25 diperoleh jumlah sampel minimal responden terbanyak pada usia produktif Sehingga setelah diperoleh . Ae 45 tahu. dan sebagian besar respondensebanyak 144, maka penyebaran angket dihentikan. Pengambilan sampel responden terbanyak adalah Diploma dan S1 dilakukan secara random menggunakan link serta untuk pekerjaan responden adalah Pendidikan karyawan swasta. Untuk wilayah tempat tinggal responden berasal dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Page | 36 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 Tabel 1. Karakteristik Responden Kategori Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir SMP SMA Diploma-S1 S2/S3 Pekerjaan ASN TNI/POLRI Ibu Rumah Tangga Wiraswasta Karyawan Swasta Lain-lain 18,75 15,97 Variabel Usia . Sumber : Data Primer Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Covid 19 Pengetahuan Tinggi Sedang Rendah Sumber : Data primer Tabel 3. Perilaku Masyarakat terkait Covid 19 Perilaku Baik Cukup Kurang Baik Sumber : Data Primer Tabel 4. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang Covid 19 Perilaku p-value . Baik Cukup Baik Total Pengetahuan 0,047 Tinggi Cukup Total Hubungan signifikan dengan p-value < 0,05 Hasil Kabupaten 95,8% 4,2% Wonosobo tentang Covid 19 berada pada Terdapat kategori Baik . %) dan hanya 10% berada pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang Covid 19 dengan p-value 0,047 (< masyarakat Kabupaten Wonosobo terkait 0,. seperti yang ditunjukkan pada tabel- Covid 19 menunjukkan perilaku yang baik Perilaku baik yang dimaksud adalah Untuk Page | 37 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 perilaku pencegahan covid-19 termasuk perilaku yang baik dan Zhonng BL. perilaku mencuci tangan baik dengan sabun yang meneliti pada masyarakat China maupun hand sanitizer, menjaga jarak, sebagai tempat awal ditemukannya Virus melaksanakan himbauan untuk tetap di corona ini juga memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik dan positif. Hal ini juga physical and social distancing. Pembahasan Pengetahuan tentang Covid 19 pada Kabupaten China SARS pada Tahun 2000-an. Pengetahuan menunjukkan pengetahuan yang tinggi. Hasil Covid 19 merupakan aspek yang sangat penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian penting dalam masa pandemic seperti yang dilakukan oleh Yanti B, dkk . sekarang ini,yang meliputi penyebab covid yang menyebutkan bahwa 99% masyarakat dan karakteristik virusnya, tanda dan gejala. Indonesia mempunyai pengetahuan yang baik, 59% mempunyai sikap yang positif pemeriksaan yang diperlukan dan proses dan 93% mempunyai perilaku yang baik transmisi serta upaya pencegahan penyakit terhadap upaya pencegahan Covid-19 di Pengetahuan masyarakat Kabupaten Indonesia wonosobo yang tinggi tentang covid 19 ini Masyarakat yang memiliki pengetahuan baik juga memiliki sikap dan perilaku yang pencegahan penyakit covid-19. Pengetahuan baik pula. Selain itu, tingkat pengetahuan yang baik dapat didukung oleh penerimaan yang tinggi ini juga didukung dengan (Sulistyaningtyas, 2. iploma dan sarjan. Tingkat pendidikan Seseorang yang telah mengetahui seseorang yang tinggi akan semkin mudah tentang suatu informasi tertentu, maka dia untuk mendapatkan akses informasi tentang akan mampu menentukan dan mengambil suatu permasalahan (Yanti B dkk, 2. Salah satu faktori nternal yang Dengan kata lain, saat seseorang mempunyai informasi tentang covid-19, maka ia akan mampu untuk semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula pengetahuan (Putri, 2. Penelitian lain yang sejalan (Ahmadi,2. dengan hasil penelitian ini adalah penelitian Berdasarkan yang dilakukan oleh Clements JM . pengetahuan masyarakat yang masih perlu Amerika Serikat memiliki pengetahuan dan pemeriksaan deteksi dini dengan RDT Page | 38 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 (Rapid Diagnostic Tes. virus covid-19 dapat menempel pada bagian dianggap sebagai tes penentu covid-19 dan tubuh terutama tangan yang menyentuh benda yang sudah tertular oleh droplet. alasan penggunaan masker dikarenakan Disampaikan oleh Kementerian Kesehatan virus corona dapat terbang bebas di udara. bahwa 75% penularan virus covid adalah Edukasi melalui percikan air ludah pada benda memperbaiki persepsi masyarakat yang . emenkes, 2. Dalam penelitian ini R,Chekwueh Menurut dkk. Olum melakukan cuci tangan setelah menyentuh professional berkelanjutan diperlukan untuk benda benda, namun hanya sebagian yang meningkatkan pengetahuan dan mengubah mencuci tangan sesuai protokol WHO. sikap negative serta meningkatkan praktik pencegahan dan pengobatan. Penelitian lain menunjukkan hanya 50,46% kepatuhan cuci tangan dengan Perilaku yang baik dapat menjadi sabun (Simbolon, 2. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan cuci covid19 (Audria, 2. Perilaku kesehatan dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranya peningkatan usia, kepatuhan untuk cuci pengetahuan, persepsi, emosi, motivasi, dan tangan menurun (TaAoadi, dkk, 2. Selain Eksplorasi itu adalah penggunaan masker, dimana tentang perilaku kesehatan masyarakat dapat masker juga merupakan alat pelindung diri dilihat dari berbagai komponen, diantaranya yang dapat mencegah penularan penyakit melalui percikan air ludah. Sebanyak 72,2% (Rahayu, persepsi hambatan dalam upaya pencegahan, persepsi tentang manfaat, adanya dorongan, mematuhi penggunaan masker. Hal ini juga dan persepsi individu tentang kemampuan sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang dimiliki untuk melakukan upaya pencegahan (Almi, 2. Sari Dalam penelitian ini, menunjukkan kepatuhan menggunakan masker sebagai sebanyak 95,8% masyarakat Wonosobo upaya pencegahan penyebaran virus corona. mempunyai perilaku yang baik. , bentuk Masker yang mempunyai efektifitas yang baik terhada pencegahan adalah masker kepatuhan dalam menggunakan masker saat berada di luar rumah, mencuci tangan perlindungan 56% dari partikel dengan dengan sabun atau hand sanitizer secara ukuran nanometer, namun bagi masyarakat masih dapat menggunakan masker kain menjaga social ataupun physical distancing. sebagai upaya pencegahan penularan covid- Cuci tangan adalah salah satu cara yang 19 melalui percikan air ludah/droplet (Ika, efektif untuk membunuh kuman, diketahui Kepatuhan merupakan perilaku Page | 39 Jurnal Ilmiah Kesehatan 2020 positif dari masyarakat. Sebaliknya perilaku meningkatkan jumlah kasus dan angka (Simbolon, 2. Menurut teori Model PengetahuanSikap-Perilaku, faktor esensial yang dapat mempengaruhi Rekomendasi Penelitian ini masih terbatas pada tentang covid -19, untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan penambahan berhubungan langsung dengan covid 19 . asien, tenaga kesehatan dan pemerinta. perubahan perilaku, dan individu dapat Daftar Pustaka