Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENGUATAN TATA KELOLA USAHA MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS DIGITAL BUMDES KECAMATAN GUNUNG SARI Eni Indriani*. Biana Adha Inapty. Rr. Sri Pancawati Martiningsih Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Korespondensi: eni. indriani@unram. Artikel history : Received Revised Published : 23 Februari 2024 : 26 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK BUMDes merupakan usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Penatausahaan laporan keuangan pada BUMDes mitra saat ini teridentifikasi belum optimal yang disebabkan oleh masih rendahnya kompetensi sumber daya manusia yang Oleh sebab itu Tim Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram merasa perlu untuk memberikan Pelatihan dan Pendampingan terkait Penguatan tata kelola usaha melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Digital. Digitalisasi adalah proses alih media dari segala bentuk dokumen tercetak ke dalam penyajian bentuk digital. Penerapan digitalisasi ini memberikan kemudahan bagi pemilik usaha, karena dapat mengurangi resiko terjadinya kesalahan perhitungan, kerusakan atau kehilangan dokumen keuangan, mempercepat waktu penyusunan dan mengevaluasi hasil keuangan usaha dimanapun Mitra pengabdian pada masyarakat yang akan diranggkul adalah BUMDes yang ada di Kecamatan Gunung Sari. Kabupaten Lombok Barat yang berjumlah 16 BUMDes. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan selama 6 bulan, dimulai dari bulan Mei hingga Bulan Oktober 2023. Kegiatan Pengabdian dimulai dari kegiatan observasi pendahuluan melalui studi lapangan ke Bumdes di Kecamatan Gunung Sari dan diskusi dengan Pendamping Desa guna memperoleh informasi tentang permasalahan yang dihadapi oleh BumDes. Tim merancang kegiatan Pelatihan yang diikuti oleh seluruh pengelola BumDes se Kecamatan Gunung Sari beserta dengan Pendamping Desa. Pada kegiatan pelatihan Tim Pengabdian memamparkan materi terkait dengan penyusunan laporan keuangan berbasis digital dan diskusi bersama peserta yang menyampaikan permasalahan yang dihadapinya untuk kemudian saling menguatkan dengan berbagi Solusi yang dapat diterapkan pada BumDes masing-masing. Kegiatan pendampingan dilakukan di antaranya adalah dengan mendampingi Bumdes dalam pelatihan bagi staf keuangan Bumdes. Kata Kunci : BUMDes Mitra. Tata Kelola. Laporan Keuangan. Pelatihan. Pendampingan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAHULUAN Dana Desa menurut Undang-Undang Desa, didefinisikan sebagai dana yang bersumber dari APBN yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui APBD Kabupaten/kota dan digunakan unuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan disalurkannya dana desa sebagaimana disebutkan dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis. Diharapkan dengan adanya Dana Desa, desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera. Penggunaan Alokasi Dana Desa yang diterima pemerintah desa 30% alokasi dana desa dipergunakan untuk operasional penyelenggaraan pemerintah desa dalam pembiayaan operasional desa, biaya operasional BPD, biaya operasional tim penyelenggara alokasi dana desa. Sedangkan 70% dana desa dipergunakan untuk pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan sarana dan prasarana ekonomi desa, pemberdayaan dibidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama untuk mengentaskan kemiskinan dan bantuan keuangan kepala lembaga masyarakat desa. BUMDes, kelompok usaha sesuai potensi ekonomi masyarakat desa, serta bantuan keuangan kepada lembaga yang ada di desa seperti LPMD. RT. RW. PKK. Karang Taruna. Linmas. Hal ini berdampak baik bagi kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia. Alokasi dana desa telah mendorong desa untuk mampu menjadi pusat perkembangan wilayah melalui penyaluran dana desa. Setiap desa akan mendapat alokasi dana yang bersumber dari APBN dengan jumlah yang dapat mencapai 1 miliar rupiah per Berdasarkan prinsip pengelolaan Dana Desa bagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan keuangan Desa dalam APBD, seluruh kegiatan yang dibiayai Dana Desa direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa, semua kegiatan harus dipertanggung jawabkan secara admistratif, secara, teknis, dan secara hukum. Salah satu tujuan alokasi dana desa adalah melalui pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. yang merupakan usaha desa yang dibentuk/didirikan oleh pemerintah desa yang kepemilikan modal dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, dengan tujuan meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa (Situmorang, 2. Pertanggung jawaban atas alokasi dana desa disajikan dalam bentuk laporan keuangan yang hendaknya disusun dengan baik dan sistematis sesuai dengan Standar Akuntansi yang berterima umum agar mudah untuk dianalisis oleh para pengguna laporan sehingga memudahkan dalam pengambilan keputusan ekonomis. Berdasarkan amatan awal diketahui bahwa BUMDes di Kecamatan Gunung Sari saat ini masih mengelola pencatatan dan pelaporan keuangan dalam suatu sistem pencatatan yang sederhana (Hidayatin dkk, 2020. Erlina dan Sirojuzilam, 2. Unit-unit usaha yang dikembangkan seperti jenis usaha perdagangan dan jasa, belum memiliki pencatatan dan pelaporan keuangan yang jelas. Penatausahaan laporan keuangan yang belum optimal ini disebabkan oleh masih rendahnya kompetensi sumber daya manusia yang dimiliki BUMDes mitra. BUMDes di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini tercatat sejumlah 984, dan 119 tercatat ada di Kabupaten Lombok Barat, dan 16 diantaranya berada di Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Kecamatan Gunung Sari. Pada kenyataannya banyak dari BUMDes yang tercatat saat ini kegiatan operasionalnya belum berjalan secara optimal atau bahkan ada yang sedang tidak Penyebabnya antara lain disebabkan oleh dampak covid 19 yang masih dirasakan, adanya pergantian pengurus sebagai dampak dari politik praktis di desa, dan terdapat pula BUMDes yang mengalami masalah keuangan yang diakibatkan oleh dana yang dikelola masih tertahan di masyarakat sebagai konsumen dimana masih ada anggapan di masyarakat bahwa uang yang disalurkan melalui BUMDes adalah uang Datu . yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat sehingga tidak perlu Disamping itu terdapat masalah rendahnya kompetensi sumber daya yang dimiliki desa, sehingga pengelolaan usaha BUMDes tidak dapat dilaksanakan secara Mempertimbangkan permasalahan BUMDes mitra yang tengah mengalami permasalahan tekhnis dalam penyusunan laporan keuangannya dan mengingat pentingnya tata kelola usaha yang baik, maka Tim Pengabdian pada Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram merasa perlu untuk memberikan Pelatihan dan Pendampingan terkait Penguatan tata kelola usaha melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan laporan keuangan berbasis Digital. Digitalisasi adalah proses alih media dari segala bentuk dokumen tercetak ke dalam penyajian bentuk digital. Penerapan digitalisasi ini memberikan kemudahan bagi pemilik usaha, karena dapat mengurangi resiko terjadinya kesalahan perhitungan, kerusakan atau kehilangan dokumen keuangan, mempercepat waktu penyusunan dan mengevaluasi hasil keuangan usaha dimanapun berada. Pemilik usaha tidak diharuskan memiliki latar belakang pendidikan bidang akuntansi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan upaya tim pelaksana pengabdian pada masyarakat untuk menjalin kemitraan dengan pengurus BUMDes seKecamatan Gunung Sari dalam melaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tujuan adalah untuk memberikan kontribusi bagi pengelola BUMDes tentang Penguatan Tata Kelola Usaha Melalui Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengurus BUMDes untuk bisa mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan baik sehingga dapat menguatkan tata kelola dan menjamin keberlanjutan usaha BUMDes. METODE KEGIATAN Persoalan utama yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki sehingga pengelolaan usaha BUMDes belum optimal, untuk itu perlu diberdayakan dan ditingkatkan kemampuan SDM dalam pengelolaan usaha melalui serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan. Berikut metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini: Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital Pelatihan diberikan kepada pengurus BUMDES yang ada di Kecamatan Gunung Sari. Pelatihan dilakukan dengan melakukan presentasi terhadap pengurus BUMDes secara interaktif dan partisipatif terkait peningkatan kapasitas yang didampingi oleh Tim pelaksana yang bertugas sebagai narasumber. Dalam pelatihan ini. Tim Pelaksana juga memberikan bantuan teknologi tepat guna kepada pengurus BUMDes berupa Sistem Akuntansi BUMDES berbasis aplikasi Excel. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Penguatan Tata Kelola BUMDes Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pendampingan guna memudahkan peserta dalam memahami tata kelola dan pengelolaan keuangan BUMDES yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Pendekatan ini mengenal dua langkah utama, yaitu: penyadaran di tingkat individu dan pengorganisasian di tingkat struktur dan sistem. Monitoring dan evaluasi. Tim pelaksana pengabdian akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengurus BUMDes mitra dalam melaksanakan pengolan keuangan BUMDes. Monitoring dan evaluasi ini dilakukan sebulan setelah pelatihan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kecamatan Gunung Sari merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Barat yang berada di bagian utara. Kecamatan Gunung Sari terdiri dari 16 Desa yang dihuni oleh 966. 355 jiwa. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, kecamatan gunung sari memiliki potensi pasar yang relatif besar, oleh karena itu berbagai usaha/bisnis di desa dalam kecamatan ini memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Hal ini tentu perlu didukung oleh pemerintah desa yang responsif terhadap berbagai kebutuhan Sebagaimana disebutkan dalam UU Nomer 6 Tahun 2014 tentang Desa, dimana disebutkan salah satu tujuan alokasi dana desa adalah meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BumDe. BumDes di Kecamatan Gunung Sari saat ini sudah terbentuk di setiap desa bahkan 12 Bumdes sudah berbadan hukum, dan tahun ini telah terbentuk Bumdesma (Bumdes Bersam. Kecamatan Gunung Sari. Seiring dengan menggeliatnya roda perekonomian masyarakat pasca pandemic Covid-19, kondisi usaha Bumdes di Kecamatan Gunung Sari semakin berkembang, baik dari jenis usaha yang dikembangkan maupun dari segi pengelolaan Bumdes, walaupun terdapat pergantian pengurus di beberapa Bumdes. Berdasarkan hasil observasi tim pengabdian diketahui bahwa beberapa Bumdes mengalami perkembangan yang cukup menjanjikan karena telah dapat menyusun laporan pertanggungjawaban atas alokasi dana desa dan laporan keuangannya telah diperiksa oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Namun demikian, hasil amatan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian diketahui bahwa informasi keuangan belum dikelola secara sistematis dan seragam untuk semua Bumdes di Kecamatan Gunung Sari, yang dikhawatirkan akan berdampak pada terancamnya sustainabilitas . usaha usaha Bumdes. Oleh sebab itu dibutuhkan Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran dari semua pihak untuk melakukan Upaya perbaikan tata kelola usaha, keuangan, dan sumberdaya Bumdes secara sistematis dengan mengaplikasikan kemajuan dibidang teknologi informasi dan Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital bagi staf keuangan/bendahara BUMDes dalam rangka Penguatan Tata Kelola Bumdes. Sebelum kegiatan pelatihan dilakukan, tim pengabdian bertemu dengan pendamping desa wilayah Kabupaten Lombok Barat guna memperoleh gambaran umum terkait perkembangan dan kendala/hambatan, serta upaya yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan usaha Bumdes. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Berikut foto-foto pelaksanaan kegiatan pelatihan dan pendampingan yang di laksanakan mulai pada bulan Juli 2023. Gambar 1. Diskusi bersama pendamping desa wilayah Kabupaten Lombok Barat Gambar 2. Kegiatan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BumDes Berbasis Digital Berdasarkan informasi yang diperoleh saat pelatihan bahwa saat ini beberapa Bumdes telah memiliki pencatatan atas transaksi keuangan usaha yang dikelolanya, namun belum dengan format yang sesuai dengan standar akuntansi dan format baku dari Kementerian. Hal ini disebabkan oleh sumber daya/staf Bumdes yang tidak memiliki background Pendidikan sebagai teknisi akuntansi. Berdasarkan analisis kebutuhan dasar yang dilakukan maka hal pertama yang perlu diberikan adalah pemahaman tentang dasardasar akuntansi, sebagai kemampuan dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Pemberian materi dasar-dasar akuntansi akan diberikan dalam kegiatan pendampingan selanjutnya yang akan dilakukan secara bertahap sampai dengan penyusunan laporan keuangan digital. Pada saat pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba aplikasi pencatatan kas harian melalui handphone, untuk memperoleh gambaran tentang pengimplementasian pencatatan sederhana dalam pengelolaan keuangan berbasis digital. Gambar 3. Peserta mencoba aplikasi pencatatan kas harian melalui handphone Kegiatan pendampingan saat ini masih terus berlangsung dan dilakukan secara berkala setiap minggu, dengan lokasi bergiliran di setiap Bumdes. Hal ini dirasakan membawa manfaat bagi Bumdes sebagai media bertukar informasi dan menambah wawasan usaha-usaha yang dapat dikembangkan sesuai dengan potensi alam dan masyarakat desa masing-masing. Komunikasi dilakukan secara intens, yang membahas tentang progres pengelolaan BumDes dan penggunaan aplikasi akuntansi. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 4. Pendampingan penyusunan laporan keuangan digital Gambar 5. Pendampingan penyusunan laporan keuangan digital Upaya penguatan tata kelola Bumdes dilakukan melalu metode pendampingan yang dilakukan dengan cara diskusi Bersama seluruh Bumdes yang ada di kecamatan Gunung Sari, maupun pendampingan langsung ke lokasi masing-masing Bumdes. Berikut adalah gambar kegiatan diskusi yang dilakukan bersama pengurus Bumdes di Desa Kekait, yang membahas tentang Rencana Bisnis dan Strategi pemasaran digital dengan memanfaatkan media sosial guna meningkatkan jangkauan pemasaran produk Bumdes. Gambar 6. Pendampingan dalam rangka Penguatan Tata Kelola Bumdes Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berjalan selama 6 . bulan, dimulai dari bulan Mei hingga Bulan Oktober 2023. Kegiatan Pengabdian dimulai dari kegiatan observasi pendahuluan melalui studi lapangan ke Bumdes di Kecamatan Gunung Sari dan diskusi dengan Pendamping Desa guna memperoleh informasi tentang permasalahan yang dihadapi oleh BumDes. Setelah itu tim merancang kegiatan Pelatihan yang diikuti oleh seluruh pengelola BumDes se Kecamatan Gunung Sari beserta dengan Pendamping Desa. Dari kegiatan pelatihan ini Tim Pengabdian memamparkan materi terkait dengan penyusunan laporan keuangan berbasis digital. Dalam diskusi ini peserta tidak hanya menyampaikan permasalahan yang dihadapinya namun juga saling menguatkan dan berbagi Solusi yang dapat diterapkan pada BumDes masing-masing. Kegiatan pendampingan dilakukan di antaranya adalah dengan mendampingi Bumdes dalam pelatihan bagi staf keuangan Bumdes. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian pada masyarakat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi pengelola Bumdes. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi bagi pengelola BUMDes tentang Penguatan Tata Kelola Usaha Melalui Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis Digital, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengurus BUMDes untuk bisa mengelola sumber daya yang dimilikinya dengan baik sehingga dapat menguatkan tata kelola dan menjamin keberlanjutan usaha BUMDes. Terdapat 3 rangkaian kegiatan yang dilaksanakan, yakni pelatihan, penguatan tata Kelola, dan pendampingan. Dalam kegiatan pelatihan tim pengabdian memamparkan materi terkait dengan penyusunan laporan keuangan berbasis digital yang dilanjutkan dengan . Kegiatan pendampingan dilakukan di antaranya adalah dengan mendampingi Bumdes dalam pelatihan bagi staf keuangan Bumdes. Secara keseluruhan kegiatan pengabdian pada masyarakat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang besar bagi pengelola Bumdes. Mengingat pentingnya penata kelolaan usaha yang baik atas seluruh kegiatan BUMDes, maka diharapkan kegiatan pemberdayaan melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia terus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak atau instansi terkait. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdian pada Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis beserta jajarannya. Ketua BP2EB Fakultas Ekonomi dan Bisnis berserta jajarannya. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat beserta jajarannya, para Kepala Desa di Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Pendamping Desa Gunung Sari. Pengurus BumDes Se-Kecamatan Gunungsari atas dukungannya dalam kegiatan pengabdian ini sehingga kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. DAFTAR PUSTAKA