Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Revi Asvira1. Andi Alatas2 dan Mashadi2 Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIKS Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNIKS ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk : . Menganalisis besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh petani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi, . Mengetahui tingkat efisiensi usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata total biaya yang harus dikeluarkan petani responden sebesar Rp. 659/luas garapan, dengan rata-rata luas garapan 0,25 Ha. Dan ratarata penerimaan yang diperoleh petani responden sebesar Rp. 417/luas garapan. Sehingga dapat diketahui bahwa pendapatan atau keuntungan yang diperoleh petani responden Rp. 758/luas garapan, maka R/C ratio yang diperoleh sebesar 2,79. Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah tadah hujan maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,79 dengan pendapatan atau keuntungan sebesar Rp. 1,79. Karena nilai R/C ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . maka usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Pendapatan. Efisiensi. Padi Sawah Tadah Hujan INCOME ANALYSIS OF RAIN FEEDED RICE FARMERS IN KAMPUNG NEW VILLAGE. GUNUNG TOAR DISTRICT. KUANTAN SINGINGI REGENCY ABSTRACT The study aims to : . Analyze the amount of costs incurred and the income earned by farmers in lowland rice Kampung Baru village of Gunung Toar subdistrict Kuantan Singingi district, . Know the level of efficiency of rain lowland rice farming in the village of Kampung Baru village of Gunung Toar subdistrict Kuantan Singingi district. Analysis used income analysis. The analysis showed that had average total cost that had to be incurred by respondent farmers was Rp. 659/wide arable,with an average area of 0,25 Ha. And the average income received by respondent farmers is Rp. 417/wide arable. So it can be seen that the income or profits obtained by the respondent farmers Rp. 758/wide arable. Then the R/C ratio obtained is by farmers for the cost of rainfed lowland rice farming will generate an income of Rp. 2,79 with income or profit of Rp. 1,79. Because the R/C ratio is greater that 1 (R/C > . the rainfed lowland rice farming in the Kampung Baru village of Gunung Toar subdistrict Kuantan Singingi district is feasible to be cultivated. Keywords : Income. Efficiency. Rainfed Lowland Rice PENDAHULUAN Pertanian merupakan suatu bentuk produksi yang khas, yang didasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Petani mengelola dan merangsang pertumbuhan tanaman dalam suatu usahatani, dimana kegiatan produksi merupakan bisnis sehingga pengeluaran dan pendapatan sangatlah penting Sektor pertanian di Indonesia terdiri dari lima sub sektor yaitu sub sektor tanaman tanaman pangan, tanaman Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Tanaman Pangan sebagai salah satu sub sektor pertanian yang unggul seperti padi, jagung, ubi kacang tanah dan lain sebagainya (Mosher, 1. Padi merupakan salah satu komoditi yang mempunyai prospek cerah untuk menambah pendapatan para petani. Karena hampir setengah dari penduduk dunia terutama negara berkembang termasuk Indonesia sebagian besar penduduknya menjadikan padi sebagai makanan pokok yang dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan pangannya setiap hari (Rahmawati, 2. Padi sawah umumnya dapat dibudidayakan dengan dua teknik yaitu teknik budidaya padi sawah tadah hujan dan teknik budidaya padi Sawah tadah hujan yaitu sawah yang hanya mendapatkan air dari air hujan. Sawah tadah hujan biasanya diusahakan untuk tanaman padi hanya pada musim hujan. Permasalahan yang terjadi pada lahan sawah tadah hujan yaitu curah hujan yang tidak menentu menyebabkan keterlambatan tanam pada musim tanam pertama (MT . karena debit air yang tidak cukup untuk penanaman padi. Bertanam padi di sawah tadah hujan yang terpenting adalah bidang tanah yang ditanami harus dapat menahan air sehingga tanah itu dapat digenangi dan mudah memperoleh serta melepaskan air. Petani padi di Desa Kampung Baru membudidayakan tanaman utama yaitu tanaman padi sawah tadah hujan, dikarenakan di Desa Kampung Baru ini untuk pengairan seperti irigasi pun tidak ada. Melihat memungkinkan menggunakan pengairan irigasi sehingga pertanian disana hanya mengandalkan sawah tadah hujan yang cara bertanamnya dengan bantuan air hujan. Namun, air hujan hanya berfungsi secara maksimal pada musim penghujan saja serta tidak melakukan kegiatan pemupukan pada usahataninya . Hal tersebut menyebabkan pendapatan petani padi sawah tadah hujan dari hasil bercocok tanam padi Setelah dilakukan pemanenan pintu Saat penanaman pintu air dibuka dan dilepaskan sampai panen. Penelitian ini dilakukan hanya untuk satu kali proses produksi padi sawah tadah hujan yaitu pada musim tanam tahun 2017. Dan varietasnya bersifat homogen yaitu varietas lokal Substansi penelitian ini dibatasi hanya pada analisis pendapatan dan efisiensi biaya METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan di Desa Kampung Baru. Kecamatan Gunung Toar. Kabupaten Kuantan Singingi. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive atau sengaja dengan pertimbangan Desa Kampung Baru merupakan salah satu desa sentra produksi padi sawah tadah hujan. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan yang dimulai pada bulan Juli sampai Desember 2019. Metode Pengambilan Sampel Penelitian ini dilakukan dengan metode Sampel dalam penelitian ini adalah petani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar. Pengambilan purposive sampling dimana peneliti mengambil 30 responden. Pengambilan sampel dengan teknik ini dilakukan karena petani yang relatif sama . Jenis dan Sumber Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan metode wawancara langsung pada responden dengan menggunakan kuesioner. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah indentitas petani sampel . mur, pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah tanggunga. , faktor-faktor produksi, produksi, harga faktor produksi dan biaya produksi Metode Analisis Data Analisis Data yang telah dikumpulkan, kemudian ditabulasi dan dilanjutkan dengan Analisis data dilakukan dengan menggunakan alat hitung kalkulator dan dengan bantuan komputer yaitu menggunakan software Microsoft Excel . Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 TVC = Total Variabel Cost / Total Biaya Variabel (Rp / Luas Garapa. Pendapatan usahatani padi sawah menggunakan rumus (Rahardjo, 2. Untuk menghitung efisiensi usahatani padi sawah tadah hujan digunakan analisis Return Cost Ratio (RCR) dengan menggunakan rumus (Soekartawi, 2. A = TR Oe TC Keterangan : yuU = Pendapatan (Rp/Luas Garapa. TR=TotalRevenue/Total Penerimaan (Rp / Luas Garapa. TC =Total Cost/Total Biaya Produksi (Rp/Luas Garapan ) RCR = ycNya Keterangan : RCR = Return Cost Ratio TR = Total Revenue / Total Penerimaan (Rp / Luas garapan ) TC = Total Cost / Total Biaya (Rp / Luas Penyusutan alat yang digunakan dalam usahatani dihitung dengan rumus (Hernanto, 1. ycNycI yaOeycIyc Dengan kriteria : Jika R/C > 1, berarti usahatani padi sawah tadah hujan layak diusahakan Jika R/C < 1, berarti usahatani padi sawah tadah hujan tidaklayak diusahakan Jika R/C = 1, berarti usahatani padi sawah tadah hujan impas . alik moda. ycOya Keterangan : D =Biaya Penyusutan (Rp / Unit / Tahu. C = Harga Beli (Rp / Uni. Sv = Nilai Sisa 20% dari Harga Beli (Rp / Uni. UL = Usia Ekonomis (Tahu. Untuk mengetahui total biaya produksi usahatani padi sawah tadah hujan dapat (Boediono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Biaya Produksi adalah semua biaya yang dikeluarkan petani untuk menjalankan Biaya ini meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Untuk mengetahui biaya produksi pada usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dapat dilihat pada Tabel 1. TC = TFC TVC Keterangan : TC = Total Cost / Total Biaya (Rp/ Luas Garapan ) TFC = Total Fixed Cost / Total Biaya Tetap (Rp / Luas Garapa. Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Tabel 1. Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Kampung Baru. Biaya (Rp/Luas Uraian Biaya Variabel : Benih Pestisida Tenaga Kerja Karung TotalBiayaVariabel Biaya Tetap : Penyusutan Alat Total Biaya Tetap Total Biaya Berdasarkan Tabel diatas diketahui total biaya yang dikeluarkan petani responden pada usahatani padi sawah tadah hujannya sebesar Rp. 659 /Luas garapan. Dan biaya terbesar adalah biaya variabel berupa upah tenaga kerja. Biaya tenaga kerja yang usahataninya sebesar Rp. 740/Luas Dan biaya terkecil yang di keluarkan petani responden adalah biaya tetap, biaya yang dikeluarkan petani respoden untuk penyusutan alat sebesar Rp. 749/tahun. Pendapatan Usahatani Padi Hujan Analisis pendapatan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat jumlah penerimaan dan pendapatan atau keuntungan pada kegiatan budidaya tanaman padi sawah tadah hujan yang dilakukan petani, sehingga dapat diketahui apakah usahatani padi sawah tadah hujan yang diusahakan tersebut memberikan keuntungan/kerugiaan (Kotler. Untuk mengetahui besarnya pendapatan atau keuntungan yang diperoleh petani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dapat dilihat pada Tabel 2. Sawah Tadah Tabel 2. Pendapatan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Kampung Baru. Uraian Jumlah (K. Nilai (Rp/Luas Garapa. Biaya Tetap Biaya Variabel Total Biaya Produksi Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Penerimaan Pendapatan Berdasarkan Tabel diatas diketahui penerimaan dalam satu kali proses produksi dari usahatani padi sawah tadah hujan diperoleh petani sebesar Rp. 417/Luas garapan. Selanjutnya penerimaan tersebut dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi, sehingga rata-rata pendapatan atau keuntungan sebesar Rp. 758/Luas garapan. Semakin tinggi jumlah produksi yang dihasilkan petani maka akan semakin tinggi pendapatan petani dari usahatani padi sawah tadah hujan tersebut dengan asumsi biaya produksinya tetap dan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) tetap Efisiensi Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Efisiensi usaha dapat dihitung dengan menggunakan Return Cost Ratio (RCR), yaitu dengan membandingkan antara penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan. Untuk menetahui nilai efisiensi usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Efisiensi Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan di Desa Kampung Baru. Uraian Nilai (Rp/Luas Garapa. Penerimaan Total Biaya RCR 2,79 Berdasarkan Tabel diatas diketahui bahwa nilai R/C Ratio sebesar 2,79, yang berarti setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah tadah hujan maka akan diperoleh penerimaan sebesar Rp. 2,79 dan pendapatan atau keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 1,79. Karena nilai R/C Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C > . maka usahatani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar layak untuk diusahakan. Dengan demikian, bila petani menanaman padi sawah tadah hujan dengan luas garapan yang semakin besar maka keuntungan yang diperoleh petani padi sawah tadah hujan akan semakin besar juga. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Rata-rata Rp. 794/Luas garapan, rata-rata Rp. 865/Luas garapan, dan rata-rata total biaya yang harus dikeluarkan petani adalah sebesar Rp. 659/Luas Rata-rata penerimaan yang diperoleh petani padi sawah tadah hujan adalah sebesar Rp. 417/Luas garapan dengan pendapatan Rp. 758/Luas garapan. Kesimpulan Tingkat efisiensi atau Return Cost Ratio yang diperoleh sebesar 2,79. Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan oleh petani untuk biaya usahatani padi sawah maka akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,79 dan pendapatan atau keuntungan sebesar Rp. 1,79. Karena nilai Return Cost Ratio lebih besar dari pada 1 (R/C>. maka usahatani padi sawah di Desa Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi layak untuk diusahakan. Saran Jurnal Green Swarnadwipa ISSN : 2715-2685 (Onlin. ISSN : 2252-861x (Prin. Vol. 10 No. 4 Oktober 2021 Kepada petani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru di harapkan untuk melakukan kegiatan pengolahan tanah lebih baik lagi, yaitu dengan mengolah tanah sebelum sawah di genangi air secara maksimal dengan tujuan untuk memperbaiki tekstur tanah sehingga tanah menjadi Tanah yang gembur akan memberikan kemudahan pada petani saat kegiataan penanaman. Kepada Pemerintah diharapkan untuk membantu petani padi sawah tadah hujan di Desa Kampung Baru dengan pembuatan pintu air. Pembuatan pintu air bertujuan untuk memudahkan petani pada saat kegiatan penggenangan dan pengeringan sawah tadah hujan DAFTAR PUSTAKA