Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Kualitas Laporan Keuangan: Peran Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Umur Perusahaan *Rizkiana Iskandar1. Chairul Adhim2. Putri Apriani3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: rizkiana. iskandar@gmail. Article Info Article History Submission: 2024-05-06 Accepted: 2024-06-13 Published: 2024-06-15 Keywords: Profitability. Company Size. Company Age. Report Quality. Finance. Artikel Info Sejarah Artikel Penyerahan: 2024-05-06 Diterima: 2024-06-13 Dipublikasi: 2024-06-15 Kata kunci: Profitabilitas. Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan. Kualitas Laporan. Keuangan. Abstract The quality of a company can be seen through the financial reports that have been published, which in turn can influence stakeholder decision making. Quality financial reports are reflected in the company's ability to earn profits, the size of the company's assets, and the length of time the company has been established. This research aims to determine the effect of profitability, company size and company age on the quality of financial reports. This research is a quantitative study with a sample of manufacturing companies in the consumer goods industry sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2017-2021. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 58 companies, producing 290 research data. The data analysis technique used is panel data regression analysis. The research results show that profitability and company age influence the quality of financial reports with significance values 0329 < 0. 05 and 0. 0258 < 0. 05 respectively. This means that the higher the profitability and the longer the company has been around, the better the quality of the financial reports. However, company size has no effect on the quality of financial reports because statistical tests show a significance value greater than alpha, namely 0. 0753 > 0. This needs to get attention from companies because ideally, larger companies are required to present quality financial reports. Abstrak Kualitas suatu perusahaan dapat dilihat melalui laporan keuangan yang telah diterbitkan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan para pemangku Laporan keuangan yang berkualitas tercermin dari kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba, besaran aset perusahaan, dan lama berdirinya perusahaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan sampel perusahaan manufaktur di sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017-2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 58 perusahaan, menghasilkan 290 data penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan umur perusahaan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan dengan nilai signifikansi masing-masing 0,0329 < 0,05 dan 0,0258 < 0,05. Artinya, semakin tinggi profitabilitas dan semakin lama perusahaan berdiri, kualitas laporan keuangan semakin baik. Namun, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan karena uji statistik menunjukkan nilai signifikansi yang lebih besar dari alpha, yaitu 0,0753 > 0,05. Hal ini perlu mendapat perhatian dari perusahaan karena idealnya, perusahaan yang lebih besar wajib menyajikan laporan keuangan yang berkualitas. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Informasi laporan keuangan yang disajikan secara akuntabel dan benar menunjukkan perusahaan memiliki kredibilitas dan integritas, memahami kode etik, serta santun dalam berbisnis. Penyajian laporan keuangan dikatakan mempunyai kualitas yang baik manakala laba yang di dapat pada tahun yang berjalan mampu menjadi tolok ukur untuk laba di masa mendatang (Gafni et al. , 2. Pelaporan dengan metode konservatif dapat memberikan informasi yang sebenarnya . kinerja perusahaan. Semakin tinggi nilai konservatisme diaplikasikan oleh perusahaan, maka semakin tinggi nilai dasar Hal ini berpengaruh pada pengambilan Konservatisme merupakan kewaspadaan dalam http://journal. org/index. php/lms menangani ketidakpastian risiko perusahaan dengan mencoba meyakinkan bahwa ketidakpastian tersebut sudah dalam pertimbangan manajemen, dan keuangan lebih kecil dari true value (Ristiyana & Erwindiawan, 2. Regulasi dan monitoring atas seluruh aktivitas yang ada pada sektor jasa keuangan di Indonesia dipegang oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang sebelumnya oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK). Adapun mekanisme pelaporan keuangan sudah diatur dalam Peraturan OJK No. 29 tahun 2016 mengenai AuLaporan Tahunan Emiten atau Perusahaan PublikAy. Berdasarkan pada aturan OJK tersebut, seluruh emiten berstatus listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . tahunannya kepada OJK paling lambat 4 bulan sesudah tahun buku mereka berakhir (Aulawy & Utomo, 2. Kasus-kasus manipulasi laporan keuangan sudah perusyhaan manufaktur yang jumlah nominalnya relatif besar dibandingkan dengan industri lainnya sehingga kemungkinan risiko terjadinya manipulasi laporan keuangan akan semakin besar. Kasus seperti itu menunjukkan perlunya informasi yang berkualitas dan bermanfaat untuk para penggunanya (Alnawaiseh & Musa, 2. Dari banyaknya kasus-kasus manipulasi dan penipuan dalam pelaporan keuangan menjadi bukti bahwa rendahnya kualitas pelaporan keuangan yang dapat merugikan investor seperti di Indonesia salah satunya yang baru terungkap pada tahun 2017 yang dilakukan oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food. Tbk. Adapun manipulasinya berupa enam perusahaan distributor afiliasi yang ditulis merupakan pihak ketiga dan adanya penggelembungan . piutang dari enam perusahaan tersebut dengan nilai mencapai Rp. 4 Triliun. Adanya aliran dana Rp. 1,78 Triliun melalui beberapa skema seperti pencarian dana dari beberapa bank melalui deposito berjangka, transfer bank, dan yang lainnya. Hal ini tidak dilakukan pengungkapan yang memadai oleh perseroan sehingga melanggar aspek pengawasan pasar Berdasarkan fenomena yang sudah diuraikan, maka perlu ditemukan cara untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan. Hal ini berkaitan dengan teori sinyal . ignaling theor. yang digunakan untuk memahami suatu tindakan oleh pihak manajemen dalam menyampaikan informasi kepada investor yang pada akhirnya dapat mengubah keputusan investor dalam melihat kondisi perusahaan (Elga et al. , 2. Adanya profitabilitas dalam perusahaan didukung oleh teori sinyal, karena profitabilitas dianggap memberi sebuah sinyal bagi investor untuk melakukan investasi (Wulandari et al. , 2. Perusahaan yang mampu menghasilkan profitabilitas tinggi dianggap mampu memberikan keuntungan bagi investor yang menanamkan saham pada perusahaan tersebut (Aru & Widati, 2. Profitabilitas merupakan salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa datang dan penting untuk diperhatikan investor untuk melihat sejauh mana investasi yang akan memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang Nilai profitabilitas perusahaan akan dianggap sinyal positif oleh para pengguna pelaporan keuangan (Palas et al. , 2. Maka dari itu semakin tinggi profitabilitas maka akan mendorong juga relevansi dan kualitas pelaporan keuangan yang makin tinggi pula (Nugroho & Darsono, 2. Selanjutnya. faktor yang dapat mempengaruhi kualitas laporan keuangan perusahaan yaitu ukuran perusahaan yang merupakan suatu perbandingan besar atau kecilnya suatu perusahaan. Ukuran perusahaan dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu total nilai asset, total penjualan, kapitalisasi pasar, jumlah tenaga kerja yang digunakan dan sebagainya (Permata, 2. Perusahaan yang lebih besar memiliki kemampuan untuk memiliki laporan keuangan yang baik karena banyaknya pengalaman yang telah diperoleh dari pada perusahaan kecil yang masih http://journal. org/index. php/lms dalam tahap proses pembelajaran dalam penyusunan laporan keuangan. Dapat diasumsikan semakin besar nilai total aset maka semakin berkualitas laporan keuangan yang disajikan. Hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Palas, et. , . membuktikan bahwa semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas penyampaian laporan Selain profitabilitas dan ukuran perusahaan ada faktor lainnya yaitu umur perusahaan yang berkitan dengan kualitas laporan keuangan. Age of company diartikan awal badan usaha berdiri sampai saat ini. Usia lanjut perusahaan memperlihatkan bagaimana kekuatan usaha untuk bangkit, bertahan dalam menjalankan bisnis ditengah persaingan yang ketat serta mengambil peluang yang ada (Andriani et al. Jika perusahaan telah lama berdiri biasanya dianggap memiliki kinerja yang baik sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan mampu bertahan dan meraih laba dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, serta akan mampu menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas (Davis & Cestona, 2. Selain itu, perusahaan juga mampu mempertahankan reputasi maupun posisi dalam industri dalam suatu persaingan yang semakin ketat (Ramadhan & Iskandar, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Al Nawaiseh . membuktikan bahwa semakin lama suatu perusahaan berdiri maka akan memberikan pengaruh yang positif terhadap kualitas laporan keuangan perusahaan. Selanjutnya adapun alasan peneliti memilih perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian dikarenakan perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang berskala besar dan juga memiliki saham yang tahan terhadap krisis ekonomi. Hal ini dikarenakan sebagian besar produk manufaktur tetap dibutuhkan, sehingga sangat kecil kemungkinan untuk rugi. Berdasarkan fenomena yang ada tentang manipulasi data laporan keuangan dan juga karena ditemukan adanya perbedaan hasil penelitian-penelitian serupa yang telah dilakukan sebelumnya, maka peneliti tertarik untuk menguji mengenai efek profitabiltas, umur perusahaan, dan ukuran perusahaan terhadap Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoritis mengenai faktor penentu kualitas laporan keuangan. Selain itu, bagi pihak investor dapat dimanfaatkan sebagai salah satu acuan pengambilan keputusan dalam berinvestasi. Adapun implikasi hasil penelitian bagi regulator yaitu sebagai pertimbangan untuk kebijakan yang lebih ketat dalam pengawasan penyajian laporan keuangan terkait kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Metode kuantitatif bertujuan untuk mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah (Sugiyono, 2017:. Adapun yang menjadi populasi di penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021 yang berjumlah 74 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar pada bursa efek Indonesia pada tahun 2017-2021. Pemilihan sampel menggunakan purposive sampling dengan tujuan memperoleh sampel yang representatif bersumber pada kriteria yang didetetapkan. Adapun kriteria yang digunakan adalah perusahaan yang terdaftar di BEI dan perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama periode Oleh karena itu, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 290 laporan keuangan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian meliputi uji statistik deskriptif. Selanjutnya dilakukan uji asumsi klasik yag terdiri dari empat pengujian yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastiditas, dan uji autokorelasi (Sugiyono. Kemudian, pemilihan teknik analisis model data panel meliputi uji chow . how tes. , uji Hausman test, lagrange multiplier (Basuki et al. , 2. Adapun uji regresi berganda data panel yang digunakan meliputi uji koefisien determinasi untuk mengetahui tingkat ketepatan paling baik dalam analisis regresi, uji F yang bertujuan untuk menilai kelayakan model regresi untuk menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen, serta uji t dapat digunakan untuk menguji signifikan dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini meliputi mean, maximum, minimum, dan tabel penentuannya menggunakan program Eviews 12. Deskripsi data masing-masing variabel secara rinci dapat dilihat dalam tabel 1 berikut: Tabel 1. Uji Statistik Deskriptif Variabel Mean Maximum Minimum Std. Dev Observations KLK ROA SIZE UMUR Sumber: Data diolah, 2023 Kualitas laporan keuangan yang diukur dengan total accrual: total asset. Dari tabel statistik, dapat diketahui mempunyai nilai rata-rata . sebesar 4,325029, nilai maksimun kualitas laporan keuangan sebesar 6,573588, dan nilai minimum kualitas laporan keuangan sebesar 2,448867 serta dari tabel diatas terlihat standar deviasi sebesar 0,893887. Profitabilitas dalam penelitian ini diukur dengan membagi laba bersih dengan total asset, yang dilambangkan dengan ROA. Berdasarkan tabel 4. 1 dapat diketahui besarnya nilai rata-rata . sebesar 7,361526 sedangkan nilai maksimum sebesar 9,945751 dan nilai minimum sebesar 4,238874. Serta dapat terlihat besarnya nilai standar deviasi sebesar 1,322001. Ukuran prerusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan logaritma natura . yang http://journal. org/index. php/lms dikalikan dengan total asset. Berdasarkan tabel 4. dapat diketahui besarnya nilai rata-rata . sebesar 22,52133 sedangkan nilai maksimum sebesar 30,87621 dan nilai minimum sebesar 13,40139. Serta dapat terlihat besarnya nilai standar deviasi sebesar 5,596547. Umur perusahaan dalam penelitian ini diukur menggunakan tahun penelitian dikurangi dengan tahun berdirinya perusahaan. Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui besarnya nilai rata-rata . sebesar 38,48276 sedangkan nilai maksimum sebesar 116 dan nilai minimum sebesar 2. Serta dapat terlihat besarnya nilai standar deviasi sebesar 22,22427. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis data maka data diuji mendapatkan regresi yang baik dan yang terbebas dari normalitas, multikolenearitas, heteroskedastisitas, dan autokolerasi. Cara yang digunakan untuk menguji penyimpangan asumsi klasik adalah sebagai berikut: Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui berdistribusi normal atau tidaknya suatu model Model regresi yang baik memiliki data yang berdistribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan metode grafik histogram dan uji statistik Jarque-Bera (JB tes. Jika nilai probabilitas JarqueBera > 0,05 . ebih besar dari 5%). maka data dapat dikatakan berdistribusi normal. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada gambar grafik berikut ini: Series: Standardized Residuals Sample 2017 2021 Observations 290 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera 3. Probability 0. Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas pada gambar 1 menunjukan bahwa besarnya nilai Jarque-bera sebesar 3,252829 dengan nilai probability 0,196633. Maka dapat dikatakan model pada penelitian ini berdistribusi normal karena nilai probability lebih dari 0,05. Uji Heteroskedasititas Uji heteroskedastisitas memiliki tujuan guna menguji dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Persamaan regresi yang baik yaitu yang tidak terjadi Uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan metode glejser untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan melihat nilai probabilitasnya. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel 2. tersebut juga diketahui nilai probability Chi-Square dari Obs*R-Square sebesar 0,6705 lebih besar dari 0,05. Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Maka dapat diartikan pada model ini tidak terjadi Tabel 2. Hasil Uji Heteroskedasitas Heteroskedasticity Test: Glejser F-statisitc Prob. Prob. Chi1,551257 Square . Prob. Chi1,499499 Square . 0,512696 Obs*R-squared Scaled explained SS 0,6738 0,6705 0,6824 Sumber: Data diolah, 2023 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan guna melihat keadaan adanya hubungan antara residual satu penelitian dengan penelitian lainnya. Model regresi yang baik mensyaratkan tidak terjadinya masalah autokorelasi. Pengujian ini menggunakan uji breusch-godfrey untuk mengidentifikasi terjadi atau tidaknya autokorelasi. Hasil uji autokorelasi dapat dilihat dari tabel berikut: Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test 0,907269 Obs*Rsquared 1,841111 Prob. F . 0,4048 Prob. Chi-Square 0,3983 . Sumber: Data diolah. Berdasarkan hasil pada tabel 3 dapat diketahui nilai probability Chi-Square sebesar 0,3983 lebih besar dari 0,05. Maka dapat diartikan pada model regresi yang digunakan tidak terjadi autokorelasi. Pemilihan Model Regresi Data Panel Langkah untuk menentukan model yang terbaik antara tiga model persamaan yaitu Common Effect Model (CEM). Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Perlu adanya pengujian pada masing-masing model tersebut dengan menggunakan uji-uji sebagai berikut: Uji Chow (Chow Tes. Uji chow digunakan untuk memilih pendekatan yang lebih baik antara model common effect model dengan fixed effect model dengan kriteria sebagai berikut, yaitu jika nilai probabilitas P-value cross section F Ou 0,05, maka H0 diterima sehingga model yang tepat untuk digunakan adalah Common Effect Model. Sementara itu, jika nilai probabilitas P-value cross section F O 0,05, maka H0 ditolak sehingga model yang tepat untuk digunakan adalah Fixed Effect Model. Hasil dari uji chow dapat dilihat dalam table 4 sebagai Tabel 4. Hasil Uji Chow Hasil uji hausman dapat dilihat pada tabel 5 sebagai Test Summary Chi-Sq. Statistic Cross-section Chi-Sq. 0,460496 Prob. 0,9275 Sumber: Data diolah. Berdasarkan Tabel 4. 6 dapat diketahui bahwa nilai probabilitas Chi-Square = 0,9275 > 0,05 sehingga H0 diterima. Artinya keputusan yang diambil antara uji FEM atau uji REM. Karena yang terpilih adalah random effect model. Maka perlu dilakukan pengujian selanjutnya, yaitu uji LM. Uji Lagrange Multiplier (LM) Uji lagrange multiplier sebagai uji guna mengetahui metode mana yang lebih tepat untuk digunakan antara common effect model dengan random effect model dengan kriteria sebagai berikut: Jika nilai cross section Breusch Aepagan Ou 0,05 maka H0 diterima, sehingga dikatakan common effect sebagai model yang paling tepat digunakan. Jika nilai cross section Breusch-pagan O 0,05 maka H0 ditolak, sehingga dikatakan random effect sebagai model yang paling tepat digunakan. Hasil uji lagrange multiplier dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji LM Crosection BreuschPagan Test Hypothesis Time Both 2,918880 0,559770 3,478651 . ,0. ,4. ,0. Sumber: Data diolah, 2023 Effect Test Statistic Cross-section F Cross-section Chi-square 1,397561 . 0,0455 86,571217 0,0070 Prob Sumber: Data diolah, 2023 http://journal. org/index. php/lms Uji Hausman Test Uji membandingkan antara random effect model dengan fixed effect model. Hasil pengujian ini untuk mengetahui metode mana yang sebaiknya dipilih dengan kriteria sebagai berikut: Jika nilai probabilitas chi-square Ou 0,05 maka H0 Sehingga model yang tepat untuk digunakan adalah random effect model (REM). Jika nilai probabilitas chi-square O 0,05 maka H0 sehingga model yang tepat untuk digunakan adalah fixed effect model (FEM). Tabel 5. Hasil Uji Hausman Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi F-statisitc Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai profitabilitas Cross-section Chi-Square sebesar 0,0455 kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak H1 diterima. Artinya keputusan yang diambil antara uji FEM atau uji CEM. Karena yang terpilih adalah fixed effect model maka perlu dilakukan pengujian selanjutnya, yaitu uji Berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa nilai probabilitas adalah 0,0875. Berarti lebih besar dari = 5% . ,0875 > 0,. Sehingga dalam uji ini H0 diterima. Artinya keputusan yang diambil antara uji CEM atau uji REM Maka model yang terbaik digunakan diantara Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . kedua model estimasi tersebut adalah Common Effect Model. Setelah melakukan ketiga pengujian tersebut secara bertahap untuk memilih model regresi, maka dapat disimpulkan bahwa Common Effect Model model akhir terbaik. Analisis Regresi Data Panel Analisis regresi data panel bertujuan menguji seberapa berpengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari profitabilitas, ukuran perusahaan, dan keuangan sebagai variabel dependen dengan beberapa perusahaan sebagai sampel dalam beberapa kurun waktu. Tabel berikut menunjukan hasil analisis regresi data panel Common Effect Model (CEM) yang digunakan untuk menganalisis dan Uji Koefisien Determinasi (R. Uji F, dan Uji t. Tabel 7. Hasil Uji Data Panel NO. Variabel Alpha t-Statistic Profitabilitas 0,05 -2,143276 Ukuran Perusahaan 0,05 -1,785044 Umur Perusahaan 0,05 -2,240275 Variabel Dependen = Kualitas Laporan Keuangan N = 290 Adjusted R Square = 0,030694 F-statistic = 4,050437 Prob (F-statisti. = 0,007659 Prob. 0,0329 0,0753 0,0258 Sumber: Data diolah, 2023 Berdasarkan tabel 7, nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. semakin kecil adjusted R2 dikatakan bahwa kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen sangat terbatas dan begitu juga sebaliknya. Koefisien determinasi dilihat dari nilai adjusted R2 yang kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Berdasarkan hasil pada tabel 7 diperoleh nilai koefisien determinasi Adjusted Rsquared 0. 030694 atau 3,06% sedangkan sisanya 96,94% . % - 3,06%) dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diikutsertakan dalam model penelitian ini. Rendahnya mengindikasikan bahwa penelitian selanjutnya perlu menambah faktor-faktor lainnya yang dapat mempengruhi kualitas laporan keuangan seperti kebijakan deviden, likuiditas, dan manajemen laba. Variabel kebijakan dividen merujuk pada payout policy yaitu saat perusahaan ikut menentukan ukuran dan pola distribusi dividen kepada pemegang saham dalam suatu periode, hal ini mengindikasikan stabilitas laba dan kualitas laporan keuangan. Selain itu, variabel likuiditas juga berkaitan dengan tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya, yang artinya semakin likuid sebuah perusahaan maka semakin wajar kualitas laporan Adapun, tingkat kualitas laporan keuangan dapat dipengaruhi praktik manajemen semakin tinggi manajemen laba yang dilakukan oleh manajemen maka dianggap dapat mengurangi tingkat kualitas laba perusahaan sehingga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. Sementara itu, uji Simultan . ji F) adalah uji yang dilakukan untuk melihat apakah semua variable independen secara http://journal. org/index. php/lms bersama-sama berpengaruh atau tidak terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil pada tabel 7 hasil regresi data panel common effect model diperoleh F-hitung sebesar 2,196696 dengan p-value Fstatistik sebesar 0,007659<0,05. Maka Ha diterima yang berarti bahwa variabel independen yaitu profitabilitas, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu kualitas laporan keuangan. Pembahasan Pengaruh Profitabilitas terhadap Kualitas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian tabel 7 dalam penelitian ini ditemukan bahwa variabel profitabilitas . ,0329<0,. perusahaan manufaktur sektor industri barang Ini berarti semakin besar profitabilitas semakin bagus kualitas laporan keuangan dan Perusahaan yang mempunyai profitabilitas yang besar akan berupaya untuk meningkatkan ketertarikan stakeholder dalam hal pengambilan Pengaruh merefleksikan peningkatan laba (Fonseca et al. , 2. Pada sisi lainnya, perusahaan akan melakukan mengungkapkan lebih banyak informasi baik keuangan maupun nonkeuangan dan meyebarkan sinyal positif . pada investor dengan cara menyajikan laporan keuangan yang berkualitas (Palas et al. , 2. Implikasinya, para investor atau stakeholder merespon goodnews tersebut dengan Hal ini sesuai dengan signaling theory yang menunjukan bahwa semakin tinggi rasio profitabilitas menandakan perusahaan memiliki kinerja dan prospek jangka panjang yang baik. Berdasarkan signalling theory, semakin besar profit/laba yang mampu dihasilkan oleh sebuah perusahaan berarti prospek keuntungan perusahaan dalam masa mendatang juga bagus, hal ini akan meningkatkan kemungkinan menyampaikan laporan karena dianggap sebagai berita yang baik . ood new. (Ristiyana & Erwindiawan, 2. Nilai profitabilitas perusahaan akan dianggap sinyal positif oleh para pengguna Sinyal profitabilitas yang tinggi akan direspon oleh investor dengan keputusan membeli saham perusahaan yang akan meningkatkan harga saham perusahaan. Maka dari itu semakin tinggi profitabilitas maka akan mendorong juga relevansi dan kualitas pelaporan keuangan yang makin tinggi pula. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan rasio profitabilitasnya. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wulandari et al. , . dan (Lestari & Khafid, 2. yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap kualitas laporan Sehingga mengindikasikan bahwa return on asset (ROA) layak untuk digunakan dalam mengukur kualitas laporan keuangan. Walaupun demikian, pada penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Aulawy & Utomo . yang menyatakan bahwa profitabilitas secara statistik tidak signifikan dalam mepengaruhi kualitas laporan keuangan. Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian dalam penelitian ini ditemukan bahwa variabel size tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan karena nilai signifikansinya 0,0753>0,05. Hal ini berarti ukuran perusahaan tidak mempunyai dampak apapun pada kualitas laporan keuangan. Ukuran perusahaan merupakan suatu indikator yang dapat menunjukkan suatu kondisi atau karakteristik organisasi atau perusahaan dimana terdapat beberapa parameter yang dapat digunakan untuk menentukan ukuran . esar/kecilny. suatu perusahaan, seperti banyaknya jumlah karyawan yang digunakan dalam perusahaan untuk melakukan aktivitas operasional perusahaan (Ramadhan & Iskandar, 2. Hal ini terjadi karena tidak semua perusahaan yang berukuran besar terbebas dari manipulasi. Artinya besarnya suatu perusahaan tidak menjamin kualitas laporan yang dihasilkan juga berkualitas. Semakin besar ukuran perusahaan akan meningkatkan kepercayaan para investor untuk melakukan investasi. Namun, pada perusahaan kecil pun ternyata dapat memberikan profit yang optimal kepada investor. Hal ini menunjukkan bahwa investor tidak memperdulikan ukuran suatu perusahaan karena belum tentu perusahaan besar memiliki kualitas laporan yang tinggi (Palas, et. , 2. Meski suatu perusahaan memiliki total aset dengan jumlah besar dan tergolong perusahaan berukuran besar yang dapat dengan mudah memiliki akses dalam sumber pendanaan serta memiliki tingkat kinerja keuangan yang baik belum menjamin bahwa laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan akan Hal ini disebabkan karena perusahaan yang ukurannya relatif besar memiliki potensi keuntungan yang besar serta memiliki risiko usaha yang besar pula. Keuntungan dari perusahaan yang relatif besar banyak mengendap di pos-pos utama yaitu persediaan dan barang dagangan sehingga terlihat suatu perusahaan memiliki laporan keuangan yang bagus tetapi belum menjamin laporan Penelitian menunjukkan semakin besar ukuran perusahaan maka berakibat pada semakin rendahnya kualitas laporan keuangan yang berarti ukuran perusahaan hanya dapat digunakan untuk menggolongkan perusahaan kedalam golongan perusahaan besar, menengah atau kecil sehingga ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan pada kualitas laporan Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Olowookere et al. yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas laporan Walaupun demikian, pada penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian (Indri & Putra, 2. , (Aulawy & Utomo, 2. , (Valentina & Gayatri, 2. yang menyatakan bahwa adanya pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas laporan keuangan. Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Kualitas Laporan Keuangan Berdasarkan hasil pengujian ditemukan bahwa variabel umur perusahaan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Hal ini dikarenakan nilai http://journal. org/index. php/lms signifikansinya adalah 0,0258<0,05. Umur suatu perusahaan yang semakin lama menyebabkan perusahaan tersebut semakin memiliki pengendalian internal yang kuat karena auditor internalnya telah berpengalaman, sehingga kualitas laporan keuangan Perusahaan terdaftar di BEI dengan usia yang lama akan menunjukkan eksistensinya, dengan cara meningkatkan kepercayaan investor melalui laporan keuangan yang disampaikan secepat mungkin dan memperlihatkan kinerja perusahaan yang baik . ood new. Semakin tua umur Hal ini dikarenakan perusahaan yang berumur lebih tua memiliki prosedur internal yang kuat dengan pengalaman yang lebih banyak, lebih dulu berkembang dan akuntannya yang telah banyak belajar masalah pertumbuhan akan cenderung cakap dalam mengumpulkan, memproses, dan menghasilkan informasi saat dibutuhkan. akan dapat meminimalisir penundaan yang luar biasa (Angelica & Yusrizal, 2. (Alnawaiseh & Musa, 2. Umur perusahaan menggambarkan kemampuan perusahaan dalam bersaing dan memanfaatkan peluang bisnis agar tetap dapat bertahan dalam perekonomian (Liu et al. , 2. Perusahaan yang perusahaan tersebut lebih luas mengungkapkan informasi seperti kualitas laporan keuangan, agar citra perusahaan dimata masyarakat semakin bagus. Perusahaan yang beroperasi lebih lama memiliki kesadaran bahwa untuk bertahan dalam kegiatan usaha tidak bergantung hanya pada laba, namun juga perlu dukungan dari stakeholder. Oleh karenanya perusahaan yang lebih lama dalam beroperasi akan memungkinkan perusahaan tersebut mengungkapkan informasi lebih luas guna memenuhi kebutuhan Sehingga stakeholder akan tetap melakukan investasi pada perusahaan tersebut (Davis & Cestona, 2. Perusahaan yang melakukan kegiatan operasi lebih lama lebih terlibat didalam perkembangan pelaporan terbaru, serta perusahaan yang beroperasi lebih lama memiliki pengetahuan yang lebih luas dan banyak dengan menerapkan standar pengungkapan yang tinggi terkait dengan pelaporan terbaru. Perusahaan yang melakukan kegiatan operasi lebih lama, lebih mengerti kebutuhan informasi apa saja yang dibutuhkan oleh pemakai laporan tahunan (Prawesti, 2. Umur mengungkapkan informasi yang lebih lengkap. Termasuk pengungkapan intellectual capital, karena memberikan nilai tambah perusahaan sehingga dapat menarik perhatian masyarakat luas. Namun sebaliknya, jika perusahaan yang umur listing-nya di bursa efek muda akan berupaya untuk mendapatkan tambahan modal dengan semakin banyak dengan perusahaan (Almanda et al. , 2. Perusahaan yang memiliki umur lebih tua cenderung untuk lebih terampil dalam pengumpulan, pemrosesan dan menghasilkan informasi ketika diperlukan, karena perusahaan telah memperoleh pengalaman yang cukup. Dengan demikian laporan keuangan yang disajikan dapat berkualitas ((Syarli, 2. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Syarli Lensa Ilmiah Ae Jurnal Manajemen dan Sumberdaya (EISSN: 2964-7. Volume 3. Nomor 2. Juni, 2024 . yang menyatakan bahwa umur perusahaan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. Walaupun demikian, pada penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Olowookere et al. , . yang menyatakan bahwa umur perusahaan tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan. IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa profitabilitas dan umur perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan semakin besar profitabilitas dan semakin lama umur perusahaan, kualitas laporan keuangan meningkat. Sebaliknya, ukuran perusahaan tidak mempengaruhi kualitas laporan keuangan, yang mengindikasikan bahwa besarnya perusahaan tidak menjamin kualitas laporan yang dihasilkan. Ukuran perusahaan yang berbeda-beda kepercayaan investor asalkan mampu memberikan profit yang optimal. Temuan ini memperkaya kajian teoritis mengenai faktor penentu kualitas laporan keuangan dan dapat menjadi acuan bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi, serta bagi terhadap kesesuaian laporan keuangan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Saran