P a g e | 82 Jurnal Info Kesehatan Vo 15. No. Juni 2017, pp. P-ISSN 0216-504X. E-ISSN 2620-536X Journal homepage: http://jurnal. id/index. php/infokes Labor Warranty Relationship. District Place. Competitive Time and Public Habits on the Use of Labor Places in Southern Timor Regency Hubungan Jaminan Persalinan. Jarak Tempat Tinggal. Waktu Tempuh dan Kebiasaan Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Tempat Persalinan Di Kabupaten Timor Tengah Selatan Mareta Bakale Bakoil, 1bStefanus Supriyanto, 1cToetik Koesbardiati Jurusan Kebidanan Kupang. Poltekkes Kemenkes Kupang Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga Fakultas Antropologi. Universitas Airlangga Email: maretabakale@poltekkeskupang. Email: supriyanto@fkm. Email: toetik. koesbardiati@fisip. HIGHLIGTS A This South-Central Timor District is one of the regencies in East Nusa Tenggara province with the highest maternal mortality rate of 290/100,000 live births. In addition, the problem of access to health facilities is low, due to the affordability of locations where health services are difficult, the type and quality of service and affordability to information (WHO, 2. ARTICLE INFO: Artikel Histori: Received date: December 12th, 2016 Revised date: March 03th, 2017 Accepted date: March 11th, 2017 Keywords: Guarantees of labor Community habits Distance of residence Travel time ABSTARCT/ABSTRAK Background: The phenomenon in Indonesia is still the number of mothers giving birth does not use health facilities and in the help by non health workers, which can affect the high maternal mortality rate. South Central Timor District is one of the regencies in East Nusa Tenggara province with the highest maternal mortality rate of 290/100,000 live In addition, the problem of access to health facilities is low, due to the affordability of locations where health services are difficult, the type and quality of service and affordability to information (WHO, 2. Methods: observational analytic with cross sectional design. Number of sample 95 respondents. Sampling technique is systematic random Data analysis using SPSS. Descriptive analysis to describe the frequency distribution of each variable, chi-square test used for bivariate analysis is to assess the relationship between independent variables with Statistical test with 5% significance level. Result: labor guarantee has p-value 0,003 (OR 0,098, 95% CI: 0,019-0,. , distance of residence with p-value 0,498 (OR 1,822 95% CI 0,428-7,. , travel time with p-value 0,710 (OR 1,292 95% CI 0. 299-5,. , community habits in choosing the birthplace with p-value 0. 010 (OR 13. 833 95% CI 2,28283,. Multivariate analysis showed that labor delivery and community habits in choosing delivery sites were the strongest determinants of the utilization of maternity sites compared to other variables. Conclusions: Guaranteed labor and community habits in choosing a delivery venue P a g e | 83 have a significant relationship with the utilization of delivery at health While the distance between the residence and the travel time is not significant to the utilization of delivery places in health facilities. Kata Kunci: Jaminan persalinan Kebiasaan masyarakat Jarak tempat tinggal Waktu tempuh Latar belakang: fenomena di Indonesia adalah masih banyaknya ibu melahirkan tidak menggunakan fasilitas kesehatan dan di tolong oleh non tenaga kesehatan, yang mana dapat berdampak pada tingginya angka kematian ibu. Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan angka kematian ibu tertinggi yaitu 290/100. 000 kelahiran hidup. Selain itu masalah akses ke fasilitas kesehatan yang rendah, disebabkan karena keterjangkauan lokasi tempat pelayanan kesehatan yang sulit, jenis dan kualitas pelayanan serta keterjangkauan terhadap informasi (WHO, 2. Metode penelitian: observasional analitik dengan rancangan cross Jumlah sampel 95 responden. Teknik pengambilan sampel adalah systematic random sampling. Analisis data menggunakan SPSS. Analisis deskriptif untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel, uji chi-square digunakan untuk analisis bivariat yaitu untuk menilai hubungan antara variabel independen dengan dependen. Uji statistik dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: jaminan persalinan mempunyai p-value 0,003 (OR 0,098, 95% CI: 0,019-0,. , jarak tempat tinggal dengan p-value 0,498 (OR 1,822 95% CI 0,428-7,. , waktu tempuh dengan p-value 0,710 (OR 1,292 95% CI 0,299-5,. , kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan dengan p-value 0,010 (OR 13,833 95% CI 2,282-83,. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jaminan persalinan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan merupakan variabel penentu terkuat terhadap pemanfaatan tempat bersalin dibandingkan dengan variable lain. Kesimpulan: Jaminan persalinan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan mempunyai hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas kesehatan. Sedangkan jarak tempat tinggal dan waktu tempuh tidak signifikan terhadap pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas kesehatan. CopyrightA2017 Jurnal Info Kesehatan All rights reserved Corresponding Author: Mareta Bakale Bakoil Dosen Jurusan Kebidanan Kupang. Poltekkes Kemenkes Kupang Jalan R. Kartini. Kupang. Nusa Tenggara Timur - 85228 Email: maretabakale@poltekkeskupang. P a g e | 84 PENDAHULUAN kematian ibu tertinggi yaitu 290/100. 000 kelahiran Kematian ibu sebagian besar terjadi selama melahirkan, yaitu pada periode postpartum dan nifas, dengan penyebab utama karena perdarahan, eklampsia, dan infeksi (Unicef-Indonesia, 2012. Say, 2. Tiga penyebab utama tersebut berkontribusi sekitar 60,0% dari total angka kematian ibu. Selain itu, faktor tiga terlambat . hree Hal ini disebabkan karena pelaksanaan program Revolusi Kesehatan Ibu Anak tidak didukung oleh faktor internal antara lain fasilitas kesehatan yang belum memadai dan belum sesuai dengan standar kebutuhan masyarakat dan masih lebih terpusat di perkotaan dari pada pedesaan serta sumber daya manusia yang kurang kompeten. yaitu terlambat mengenal tanda bahaya dan Jumlah mengambil keputusan, terlambat akses ke fasilitas persalinan di fasilitas kesehatan mulai tahun 2010 kesehatan dan terlambat mendapat pertolongan di . ,2%) sampai 2013 . ,0%) terus meningkat, dan fasilitas kesehatan turut mengakibatkan kematian ibu melahirkan (Thaddeus dan Maine, 1. persalinan non fasilitas kesehatan mengalami Sebagian keterlambatan mengenal tanda bahaya, mengambil dan terlambat akses ke fasilitas kemiskinan dan demografi (Shah et al. , 2. World Health Organization . menyatakan bahwa sebagian besar kematian ibu dapat dicegah jika perempuan memiliki akses ke fasilitas pelayanan kesehatan dan memanfaatkan perawatan terampil selama kehamilan, persalinan dan nifas. ,9%), ahun 2013 sebesar 13,9%) tapi tahun 2014 justru meningkat . ,1%). Keadaan ini karena persalinan oleh dukun meningkat. Persentase tersebut masih sangat rendah jika dibandingkan dengan target nasional. Sedangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, persentase ibu bersalin di fasilitas kesehatan sejak tahun 2010-2013 terus meningkat, sedangkan tahun 2014 sampai bulan oktober persentasenya juga masih cukup tinggi . ,7%). Tetapi masih ada persalinan oleh dukun bayi . ,3%). Hal ini menunjukkan bahwa masih Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi banyak daerah yang menggunakan dukun bayi. Nusa Tenggara Timur tahun 2014, angka kematian khususnya di desa-desa. Kondisi tersebut karena ibu sebesar 169/100. 000 kelahiran hidup. Angka faktor sosial budaya di masing-masing daerah yang kematian ibu di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih memberikan kontribusi atau pengaruh terhadap masyarakat dan tradisi bersalin keluarga mengalami penurunan walaupun kesenjangannya masih cukup jauh dari target angka kematian ibu Kabupaten Timor Tengah Selatan yang merupakan salah satu Kabupaten dengan angka oleh dukun. Jarak fasilitas kesehatan dengan masyarakat yang terlalu jauh . aik fisik maupun secara sosia. P a g e | 85 tarif yang tinggi, dan pelayanan yang tidak dengan rancangan cross sectional. Besar sampel memuaskan, menyebabkan rendahnya penggunaan penelitian adalah 95 ibu bersalin. Kriteria inklusi fasilitas kesehatan. Hasil penelitian yang dilakukan pada penelitian ini meliputi seluruh ibu bersalin di . fasilitas kesehatan atau non fasilitas kesehatan, menunjukkan bahwa, sepertiga dari responden yang tinggal menetap lebih dari 1 tahun, dan bersedia mempunyai tempat tinggal 5 . kilometer, menjadi responden. Kriteria eksklusi yaitu ibu mereka berjalan kaki ke fasilitas kesehatan bersalin yang tidak berada di tempat saat penelitian. Setiap kenaikan kilometer dalam jarak Pengumpulan Analisis yang digunakan adalah dengan SPSS. Zegeye. Gebeyehu. Melese mengakibatkan pengurangan layanan persalinan di Analisis fasilitas kesehatan sebesar 22,0% (AOR = 0,78, distribusi frekuensi setiap variabel, uji chi-square 95% CI: 0,64-0,. Tujuan penelitian ini yaitu dan multivariat logistik regresi. Uji statistik dengan untuk mengetahui hubungan jaminan persalinan, tingkat signifikansi 5%. jarak tempat tinggal, waktu tempuh dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin dengan pemanfaatan tempat persalinan. HASIL PENELITIAN Variabel penelitian yang diukur dalam METODE PENELITIAN penelitian ini meliputi variabel independen yaitu jaminan persalinan, jarak tempat tinggal, waktu Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten tempuh, kebiasaan masyarakat dalam memilih Timor Tengah Selatan. Provinsi Nusa Tenggara tempat persalinan dan variabel dependen yaitu Timur mulai bulan April 2016 sampai dengan Juli pemanfaatan tempat persalinan. Jenis penelitian observasional analitik Hasil distribusi frekuensi dapat dilihat pada tabel 1. P a g e | 86 Tabel 1 Distribusi responden menurut jaminan persalinan, jarak tempat tinggal, waktu tempuh dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin dan tempat bersalin di Kabupaten TTS pada bulan April sampai Juli tahun 2016 Kategori Frekuensi Biaya sendiri Menggunakan jampersal Dekat Jauh Cepat Lama Fasilitas kesehatan Non Fasilitas kesehatan Fasilitas kesehatan Non Fasilitas kesehatan Jaminan persalinan: Jarak tempat tinggal: Waktu tempuh: Kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin: Pemanfaatan tempat persalinan : Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden . ,5%) menggunakan jaminan persalinan untuk memperoleh pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan. Untuk jarak tempat tinggal baik dekat maupun jauh mempunyai persentase yang hampir sama yaitu berkisar antara 46,3% - 53,7%. Sedangkan waktu tempuh, sebagian besar . ,6%) responden menyatakan cepat. Kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan dan pemanfaatan tempat persalinan yaitu keduanya sebagian besar di fasilitas kesehatan. Hubungan jaminan persalinan, jarak tempat tinggal, waktu tempuh dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin dengan pemanfaatan tempat persalinan dapat dilihat pada tabel 2. P a g e | 87 Tabel 2 Hubungan jaminan persalinan, jarak tempat tinggal, waktu tempuh dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin dengan pemanfaatan tempat persalinan . Tempat Bersalin Kategori Faskes Total Non Faskes Nilai p % CI) Biaya sendiri Menggunakan Dekat Jauh Jaminan persalinan: 0,003* 0,098 ,019-0,. Jarak tempat tinggal: 0,498 1,822 ,428-7,. Waktu tempuh: Cepat Lama Fasilitas kesehatan Non Fasilitas 0,710 1,292 . ,299-5,. ebiasaan masyarakat dalam memilih tempat 0,010* 13,833 . ,282-83,. *signifikan: p value < 0,05 Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 2 menunjukkan bahwa variabel jaminan persalinan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan tempat persalinan dengan p-value < 0,05. Sedangkan variabel jarak tempat tinggal dan waktu tempuh tidak mempunyai hubungan signifikan terhadap pemanfaatan tempat persalinan karena nilai p-value > 0,05. P a g e | 88 Analisis multivariat dilakukan untuk melihat/mempelajari hubungan beberapa variabel . ebih dari satu variabe. independen yang signifikan dengan satu variabel depende. pada waktu yang bersamaan. Tabel 3 Analisis multivariat Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Jaminan Jarak Kebiasaan Waktu Standardized Coefficients Beta 0% Confidence Interval for B Sig. Lower Bound Upper Bound P a g e | 89 Dependent Variable: Tempatbersalin Upaya pemerintah untuk menurunkan Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 3 Indonesia menunjukkan bahwa variabel jaminan persalinan mengimplementasikan berbagai kebijakan dan dan kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat persalinan mempunyai hubungan yang signifikan (Jampersa. Jaminan persalinan adalah jaminan dengan pemanfaatan tempat persalinan nilai p- value < 0,05, sedangkan variabel jarak tempat pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, tinggal dan waktu tempuh tidak signifikan pelayanan nifas termasuk pelayanan KB pasca dengan nilai p-value > 0,05. persalinan dan pelayanan BBL (Kemenkes RI. Jaminan Persalinan Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2013, menemukan bahwa 50,5% penduduk Indonesia belum memiliki PEMBAHASAN jaminan kesehatan. Asuransi kesehatan (Aske. Hubungan jaminan kesehatan dengan pemanfaatan tempat bersalin atau Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) sebesar 6,0%. Jaminan sosial tenaga kerja (Jamsoste. : 4,4%. Askes menunjukkan bahwa hanya 69,5% responden swasta dan tunjangan kesehatan perusahaan yang memiliki dan menggunakan jaminan masing-masing sebesar 1,7%. Jaminan kesehatan persalinan . dan sebagian besar masyarakat (Jamkesma. : 28,9% dan Jaminan responden . ,0%) menggunakan jampersal kesehatan daerah (Jamkesd. : 9,6%. Hasil untuk bersalin di fasilitas kesehatan, sedangkan responden yang tidak memiliki jampersal, mereka banyak bersalin di non fasilitas kesehatan dengan biaya sendiri. Diperoleh hasil juga bahwa jaminan persalinan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap pemanfaatan tempat bersalin dengan p-value < 0,003 (OR 0,098, 95% CI: 0,019-0,. serta analisis secara multivariat merupakan faktor penentu hubungan yang kuat terhadap pemanfaatan tempat bersalin yaitu dengan p-value 0,006. Menurut penelitian Rahman et al. , menunjukkan bahwa asuransi kesehatan memiliki asosiasi signifikan dengan pemanfaatan Hasil penelitian yang sama dilakukan oleh Moyer et al. , . , yaitu bahwa faktor asuransi kesehatan mempunyai OR tiga kali lebih besar kemungkinan untuk seorang wanita didapatkan ibu dan bayi selamat. Pengaruh asuransi kesehatan pada penggunaan layanan kesehatan ibu terkait erat dengan sejauh mana paket manfaat komprehensif meliputi antenatal care, prenatal care, dan layanan yang terkait P a g e | 90 dengan persalinan. Sebagian besar studi yang 1,. Sedangkan antenatal care di klinik bidan ditinjau memberikan informasi tentang layanan kesehatan ibu terkait dengan penggunaan berhubungan dengan hanya sedikit peningkatan Perbedaan dalam paket manfaat, seperti untuk kemungkinan ibu bersalin di fasilitas asuransi yang hanya mencakup perawatan kesehatan, dan peningkatan ini tidak signifikan secara statistik. komprehensif mencakup biaya yang terkait dengan pengiriman serta antenatal care dan berbeda-beda (Schneider & Diop, 2001. Long et al. , 2. Bukti Kedua Penelitian oleh Chukwu. Garg. Eze Terdapat perbedaan biaya jasa antara fasilitas umum dan swasta yang dianalisis pada tingkat kepercayaan 95% (P < 0,. Hal asuransi kesehatan dan penggunaan layanan ini menunjukkan bahwa rata-rata biaya layanan kesehatan ibu relatif konsisten di seluruh studi di fasilitas perawatan kesehatan swasta secara yang telah menggunakan metodologi penelitian signifikan lebih tinggi daripada di fasilitas yang ketat dan berbeda. Studi di Amerika pelayanan kesehatan primer. Serikat, menghasilkan arah hubungan yang konsisten dengan bukti dari randomize terkontrol secara acak, yaitu menunjukkan dampak positif kesehatan pada layanan kesehatan secara umum (Newhouse. Insurance Experiment Group, 1993. Thornton et , 2. Hubungan jarak tempat tinggal dengan pemanfaatan tempat bersalin Hasil pada tabel 2 menunjukkan bahwa jarak tempat tinggal tidak berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan tempat bersalin Penelitian . -value 0,. Hasil Kozhimannil et al. , . , yaitu setelah menggambarkan bahwa baik responden yang mengendalikan karakteristik demografi dan jarak tempat tinggal dekat maupun jauh dari sosial ekonomi, diperoleh hasil bahwa program fasilitas kesehatan tetapi persentase persalinan di fasilitas kesehatan, keduanya hampir sama besar, setidaknya empat kali (OR 1,04. 95% CI 1,011,. dan melakukan kunjungan selama trimester pertama kehamilan (OR 1,03. 95% CI 1,01- sedangkan yang bersalin di non fasilitas kesehatan persentasenya kecil. Aspek aksesibilitas tidak selalu berkaitan dengan faktor jarak, tetapi lebih berkaitan dengan P a g e | 91 kemudahan untuk menjangkau suatu lokasi (Levesque et al. , 2. Akses pelayanan pelayanan kesehatan (More, 2. Sedangkan kesehatan artinya bahwa pelayanan kesehatan penelitian kualitatif oleh Bredesen . menemukan bahwa faktor-faktor penentu yang diidentifikasi dari ibu selama hamil dan bersalin . arak, dalam hal menggunakan pelayanan kesehatan transportasi dan hambatan fisik lain yang dapat adalah karena pengaruh antara lain: . kurangnya pendidikan tentang pentingnya kesehatan, . pelayanan kesehata. , ekonomi . emampuan jarak, biaya dan transportasi, . proses alami membayar biaya pelayanan kesehata. , sosial persalinan, . keyakinan agama dan budaya, dan . erhubungan Jarak diterimanya pelayanan kesehatan secara sosial hambatan penting untuk persalinan di fasilitas atau nilai budaya, kepercayaan dan perilak. , kesehatan di pedesaan Ghana, yaitu bahwa hanya organisasi . ejauh mana pelayanan kesehatan 68,0% perempuan yang tinggal 1 km dari fasilitas kesehatan yang kemungkinan untuk kenyamanan kepada pasie. , dan hambatan bahasa . enggunakan bahasa atau dialek yang sedangkan perempuan dengan jarak rumah yang dipahami oleh pasie. Berdasarkan penelitian lebih jauh . , memutuskan untuk tidak Hundt et al. , . menemukan bahwa mencari perawatan atau tidak dapat mengakses keterjangkauan jarak dan penerimaan pelayanan fasilitas kesehatan untuk persalinan. Kondisi ini kesehatan berkaitan dengan kurangnya tenaga dapat meningkatkan angka kematian ibu dan bayi wanita dalam pemberian pelayanan, kurangnya (Nessbitt et al. , 2. budaya kompetensi dan komunikasi yang buruk. Hasil ini berbeda dengan beberapa penelitian sebelumnya yaitu bahwa jarak ke fasilitas kesehatan sebagai faktor penting yang Hubungan pemanfaatan tempat bersalin Hasil pada tabel 2 menunjukkan bahwa pelayanan persalinan dan membuat ibu untuk waktu tempuh tidak berhubungan signifikan tidak mencari perawatan (Thaddeus dan Maine, dengan pemanfaatan tempat bersalin . -value > Faktor jarak dari rumah ke puskesmas, 0,. Hasil penelitian menggambarkan bahwa sarana transportasi, biaya transportasi, pelayanan waktu tempuh baik jauh maupun dekat tidak di fasilitas kesehatan, sikap petugas dan menjadi penghalang bagi responden untuk tetap ketersediaan tenaga yang memberi pelayanan bersalin di fasilitas kesehatan. Menurut Riset P a g e | 92 Kesehatan Dasar tahun 2013 bahwa waktu Rata-rata wanita menghabiskan 62-68 menit perjalanan ke klinik untuk persalinan pemerintah tercepat pada 16-30 menit sebesar dengan menggunakan moda transportasi yang 34,4%, terendah > 60 menit yaitu 18,5%. berbeda-beda antara lain mobil, truk, taxi dan Sedangkan ke puskesmas, praktek dokter, rumah Penggunaan moda transporatsi ke fasilitas bersalin terbanyak pada waktu tempuh O 15 kesehatan berhubungan dengan penghasilan dari Perempuan berpenghasilan rendah Hasil ini berbeda dengan penelian oleh Masters et al. , . yang menemukan bahwa faktor waktu jarak tempuh mempengaruhi fasilitas pelayanan kesehatan. Persalinan di fasilitas kesehatan merupakan aspek penting dari strategi untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa waktu tempuh 5 menit ke fasilitas kegawatdaruratan kebidanan terdekat berhubungan dengan penurunan 30,0% (OR transportasi motor, mereka berjalan kaki ke fasilitas kesehatan dengan waktu 94 menit. Sedangkan yang penghasilan tinggi hanya membutuhkan waktu 34 menit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa faktor waktu dengan mempengaruhi keputusan perempuan untuk tidak melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai/PONED (Sacks et al. , 2015. Hirose et , 2. 0,655, 95% CI: 0,529-0,. untuk kemungkinan kebidanan daripada di rumah. Selain itu, dampak dari waktu tempuh bervariasi secara substansial antara masyarakat. LSM dan fasilitas pribadi. waktu tempuh 5 menit dari pusat layanan Hubungan kebiasaan masyarakat dalam pemanfaatan tempat bersalin Hasil menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat dalam memilih tempat bersalin mempunyai kemungkinan melahirkan di fasilitas swasta, hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan sedangkan untuk fasilitas kegawatdaruratan tempat persalinan yaitu dengan p-value 0,010 Non- (OR 13,833. 95% CI: 2,282-83,. , dan analisis Pemerintah (NGO), dampaknya lebih rendah multivariat juga menunjukkan bahwa kebiasaan . ,2 dan 28,6% untuk masing-masing fasilita. masyarakat dalam memilih tempat bersalin (Panciera et al. , 2. merupakan faktor penentu hubungan yang kuat 32,9% Organisasi terhadap pemanfaatan tempat bersalin yaitu P a g e | 93 dengan p-value 0,002. Menurut Levesque et al. pemilihan tempat persalinan. Wanita yang . , kemampuan untuk mencari perawatan memilih untuk melahirkan di fasilitas kesehatan kesehatan berkaitan dengan konsep nilai pribadi tingkat pertama, mempunyai keyakinan tentang dan sosial, budaya, gender dan otonomi yang proses persalinan, kemampuan mereka untuk dapat menentukan niat untuk memperoleh melahirkan, kemampuan bidan, mekanisme pelayanan kesehatan. persalinan dari fasilitas tersebut, sedangkan Kebiasaan masyarakat yang bersalin di rumah dengan ditolong dukun masih merupakan kebiasaan atau budaya turun-temurun dalam Hal ini berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap dukun yang masih cukup kuat serta dikaitkan dengan setelah melahirkan di rumah, masih ada kebiasaan masyarakat untuk melakukan AutatobiAy dan AupanggangAy sampai 42 Kebiasaan atau budaya tersebut dapat menyebabkan risiko dan komplikasi pada ibu dan Kebiasaan adalah perbuatan atau tindakan yang dilakukan secara berulang-ulang turun-temurun dalam waktu yang relatif lama dan dapat disebut sebagai budaya. Kebiasaan dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah dan berpengaruh terhadap perilaku Masyarakat berusaha berperilaku sesuai dengan kebiasaan agar dapat diterima dalam masyarakat tersebut. Hasil penelitian oleh Roudsari. Zakerihamidi, perempuan yang memilih melahirkan di RS bersalin tidak mengungkapkan keyakinan dalam proses persalinan, kemampuan mereka untuk melahirkan, mekanisme persalinan dari fasilitas tersebut, meskipun mereka percaya terhadap bidan yang menolong persalinan (Grigg et al. Selain itu RS dengan akses ke perawatan medis tetap tidak menjadi pilihan karena ketika wanita merencanakan bersalin di RS, mereka beranggapan bahwa persalinan berisiko, dan khawatir terhadap intervensi yang berlebihan, namum sebenarnya hal ini adalah bentuk penting dari penyelamatan terhadap ibu dan bayi. Menggunakan dikatakan bahwa perencanaan tempat persalinan dihubungkan dengan budaya, riwayat persalinan, keselamatan ibu, dan selanjutnya dipengaruhi oleh alasan faktor risiko, dan tanggungjawab, sehingga perlu diposisikan sebagai praktik budaya normatif dan dapat diterima (Coxon. Khoei . , menunjukkan bahwa kepercayaan budaya, nilai-nilai dan tradisi secara signifikan dapat mempengaruhi sikap individu terhadap Jaminan Keyakinan diidentifikasi sebagai konsep KESIMPULAN masyarakat dalam memilih tempat persalinan mempunyai hubungan yang signifikan dengan P a g e | 94 pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas dengan mudah dan cepat untuk mencapai Sedangkan jarak tempat tinggal dan fasilitas kesehatan yang dituju. pemanfaatan tempat persalinan di fasilitas kesehatan, hal ini karena fasilitas kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan, secara keseluruhan dapat dicapai dengan menggunakan moda transportasi yang ada di daerah tersebut. SARAN