RANCANGAN METODE PEMBAYARAN TICKETING DI EKOWISATA KONSERVASI PENYU PANGUMBAHAN Risandi Maulana Arif 1. Atikah Nurhayati. Asep Agus Handaka Suryana. Wahyuniar Pamungkas. Donny Juliandri Prihadi Universitas Padjadjaran corespondence author: risandi19001@mail. Kata kunci: Rancangan. Tiket,QR Code Konservasi Penyu. Ekowisata Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merancang metode pembayaran tiket menggunakan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. dan digitalisasi informasi konservasi penyu di Konservasi Penyu Pangumbahan. Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan pengelola konservasi, staf administrasi, dan pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS dapat meningkatkan efisiensi transaksi pembayaran tiket, mengurangi antrian, dan memberikan kenyamanan bagi Selain itu, digitalisasi informasi melalui QR Code memungkinkan pengunjung untuk mengakses informasi terkait upaya pelestarian konservasi penyu dengan lebih mudah. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan preferensi wisatawan yang masih cenderung memilih pembayaran tunai. Untuk mengatasi hambatan ini, disarankan agar pengelola konservasi meningkatkan infrastruktur jaringan, memberikan pelatihan kepada staf, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada wisatawan mengenai penggunaan QRIS. Pemberian insentif bagi wisatawan yang menggunakan QRIS juga dapat menbantu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengelolaan konservasi penyu dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian konservasi penyu yang terancam punah. Integrasi teknologi digital dalam pengelolaan konservasi diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih efisien dan efektif dalam mendukung upaya pelestarian penyu di Indonesia. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Arif. Nurhayati. Suryana. Pamungkas. Prihadi. Rancangan Metode Pembayaran Ticketing di Ekowisata Konservasi Penyu Pangumbahan. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 5. , 117-126. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. PENDAHULUAN Konservasi penyu merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut. Di Indonesia, penyu hijau (Chelonia myda. dan penyu sisik (Eretmochelys imbricat. adalah dua spesies yang terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang. Pantai Pangumbahan di Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat, dikenal sebagai salah satu lokasi konservasi penyu yang memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian penyu. Namun, pengelolaan konservasi ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk sistem pembayaran tiket hanya dengan pembayaran tunai dan akses informasi yang terbatas bagi wisatawan. Perkembangan teknologi digital, khususnya dalam bidang pembayaran dan informasi, memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan Aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standar. merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mempermudah proses pembayaran tiket. Dengan menggunakan QRIS, pengunjung dapat melakukan pembayaran secara cepat dan aman tanpa perlu membawa uang tunai. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga membantu pengelola konservasi dalam mengelola pendapatan secara lebih transparan. Selain itu, digitalisasi informasi konservasi penyu juga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Melalui platform digital, informasi mengenai kegiatan konservasi, edukasi tentang penyu, dan upaya pelestarian dapat disebarluaskan dengan lebih efektif. Memasukan ke dalam tiket dapat menjadi sarana untuk menjangkau lebih banyak orang dan mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu dan habitatnya. Dengan demikian, digitalisasi informasi dapat berkontribusi pada peningkatan kepedulian wisatawan dan dukungan masyarakat terhadap program konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang metode pembayaran tiket dengan aplikasi QRIS dan digitalisasi informasi konservasi penyu di Konservasi Penyu. Pangumbahan. Kabupaten Sukabumi. Provinsi Jawa Barat. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengelolaan konservasi penyu dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian konservasi penyu yang terancam punah ini. Dengan mengadaptasi teknologi digital dalam pengelolaan konservasi, diharapkan dapat tercipta sistem yang lebih efisien dan efektif dalam mendukung upaya pelestarian penyu di Indonesia. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di konservasi penyu pangumbahan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembayaran tiket di konservasi serta wawancara mendalam dengan pengelola konservasi, staf administrasi dan wisatawan yang telah menggunakan atau berpotensi menggunakan metode pembayaran tiket dengan aplikasi QRIS. Data akan dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola-pola pengunaan, keefektifan, dan keamanan metode pembayaran tersebut, selanjutnya metode untuk pengujian data yang digunakan yaitu uji validitas, hal ini agar untuk mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang implementasi teknologi QRIS ini. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penelitian. Hal ini melibatkan bagaimana data Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. dikumpulkan, siapa yang mengambilnya, dan alat apa yang digunakan. Metode pengumpulan data merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas dan reliabilitas data merupakan dua aspek penting dalam penelitian yang memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur dengan tepat dan Validitas data dalam penelitian ini akan diuji melalui alat ukur ini dapat digunakan untuk pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner. Validitas diperuntukan menentukan Validitas suatu kuesioner dengan membandingkan nilai r hitung dengan r Dalam penelitian ni menggunakan uji validitas dengan bantuan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Teknik uji Validitas dengan menggunakan korelasi Pearson atau yang sering dikenal korelasi Product moment merupakan alat ukur untuk menentukan item-item pertanyan dinyatakan Valid dengan cara mengkorelasikan skor item dengan skor totalnya, pengujian signifikansi kemudian dilakukan dengan kriteria menggunakan r tabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi yaitu: Jika r hitung > r tabel, maka butir-butir pertanyaan dari kuesioner adalah Valid Jika r hitung < r tabel, maka butir-butir pertanyaan dari kuesioner adalah tidak Valid Uji reabilitas merupakan kelanjutan dari uji Validitas, dimana item yang masuk ke pengujian adalah item yang Valid. Oleh sebab itu, alat ukur yang baik merupakan alat ukur yang Valid dan reliabel. Dengan menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dapat dilakukan pengujian Realibilitas analisis statistik dengan metode Cronbach Alpha untuk mengukur skala rentang . kala Likert 1-5. Dengan begitu untuk menentukan apakah item reliabel atau tidak menggunakan Batasan skor Cronbach Alpha 0,6 untuk dinyatakan reliabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemasangan QRIS di Konservasi Penyu Pangumbahan telah memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam melakukan pembayaran tiket masuk. Dengan adanya QRIS, wisatawan tidak lagi perlu khawatir membawa uang tunai atau mencari mesin ATM terdekat. Cukup memindai kode QR yang tersedia dan langsung melakukan pembayaran melalui aplikasi perbankan atau dompet digital di ponsel wisatawan. Ini tentu saja meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, sekaligus mendukung program dalam memperluas penggunaan pembayaran non-tunai di berbagai sektor. Gambar 1. Statis QR Code Konservasi Penyu Pangumbahan Sumber : Dokumentasi Pribadi . Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. Selain memberikan kemudahan bagi wisatawan, pemasangan QRIS Konservasi Penyu Pangumbahan juga memberikan manfaat bagi pengelola konservasi. Sistem pembayaran yang lebih cepat dan akurat ini membantu mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan keuangan dan mempercepat proses transaksi. Di sisi lain, penggunaan QRIS juga berpotensi menarik lebih banyak wisatawan, terutama dari kalangan milenial dan gen Z yang sudah akrab dengan teknologi digital. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya mendukung upaya pelestarian lingkungan dan satwa, tetapi juga mendorong perkembangan ekonomi lokal melalui peningkatan jumlah Perbandingan jumlah wisatawan yang membayar tiket masuk dengan uang tunai 383 orang dan yang membayar secara non tunai sebanyak 444 orang di konservasi penyu pangumbahan menunjukkan preferensi yang signifikan terhadap metode pembayaran tunai. Angka ini mengindikasikan bahwa meskipun teknologi pembayaran digital semakin berkembang, mayoritas pengunjung masih lebih nyaman menggunakan uang tunai. Faktor-faktor seperti aksesibilitas, jaringan internet, dan mungkin keterbatasan pengetahuan tentang pembayaran non tunai bisa menjadi alasan di balik ketimpangan ini. Namun, dengan terus meningkatnya adopsi teknologi dan upaya edukasi dari pengelola konservasi, diharapkan jumlah wisatawan yang memilih pembayaran non tunai akan meningkat di masa mendatang, mengingat kepraktisan dan implementasi aplikasi QRIS di Konservasi Penyu Pangumbahan menghadapi beberapa hambatan utama. Salah satu hambatan terbesar adalah ketidakstabilan jaringan internet di area konservasi. Koneksi yang sering terganggu atau tidak stabil dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan transaksi digital secara real-time. Hal ini dapat mengakibatkan keterlambatan atau kegagalan transaksi, yangmana dapat menurunkan rasa kepercayaan wisatawan terhadap adanya QRIS. Hambatan selanjutnya preferensi wisatawan yang masih cenderung memilih pembayaran tunai. banyak wisatawan yang mungkin kurang familiar dengan teknologi QRIS atau merasa lebih nyaman dengan metode pembayaran konvensional. Kurangnya sosialisasi dan edukasi mengenai manfaat serta cara penggunaan QRIS juga menjadi faktor yang menghambat adopsi teknologi ini. Staf konservasi yang mungkin kurang terlatih dalam menangani dan membantu pengunjung dengan transaksi QRIS juga dapat memperlambat proses implementasi. Semua hambatan ini membutuhkan pendekatan yang komprehensif untuk memastikan bahwa aplikasi QRIS dapat diadopsi dengan sukses dan memberikan manfaat optimal bagi konservasi. Langkah pertama memerlukan strategi komprehensif untuk mengatasi dua tantangan utama, masalah jaringan internet yang sering terganggu dan preferensi wisatawan yang masih banyak memilih pembayaran tunai. Langkah pertama yang harus diambil adalah meningkatkan infrastruktur jaringan di area konservasi. Kerjasama dengan penyedia layanan internet lokal untuk memperkuat sinyal dan menyediakan jaringan cadangan dapat menjadi solusi untuk memastikan koneksi internet yang lebih Fokus pada pelatihan dan edukasi. Staf konservasi harus dilatih secara intensif untuk mengoperasikan sistem QRIS dan menangani transaksi dengan baik, termasuk bagaimana menangani transaksi offline. Selain itu, edukasi kepada para wisatawan sangat penting. Sosialisasi melalui berbagai media sosial, seperti tiktok, instagram, youtube dan web dinas kelautan perikanan wilayah selatan, dapat membantu menginformasikan wisatawan tentang cara penggunaan QRIS dan manfaatnya, seperti kemudahan dan keamanan. edukasi yang menarik dan informatif dapat mengubah persepsi wisatawan dan mendorong mereka untuk beralih ke pembayaran digital. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. Langkah terakhir yaitu memberikan insentif dan promosi untuk mendorong penggunaan QRIS. Misalnya, memberikan diskon atau penawaran khusus bagi pengunjung yang melakukan pembayaran melalui QRIS dapat menjadi daya tarik Program loyalitas juga dapat diterapkan, di mana wisatawan yang sering menggunakan QRIS mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah seperti souvenir atau diskon di kunjungan berikutnya. Dengan menyediakan keuntungan tambahan bagi pengguna QRIS, wisatawan akan lebih termotivasi untuk mencoba dan beralih ke sistem pembayaran digital ini, meskipun sebelumnya mereka lebih memilih pembayaran tunai. QR Code banyak diaplikasikan dalam berbagai kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan ini QR banyak membantu karena keefektifannya dalam menyimpan Pengembangan wisata di Satpel perlu dikembangkan dan mengikuti zaman modern, salah satunya dengan digitalisasi termasuk dalam penyampaian informasi. Pemasangan informasi konservasi penyu ke dalam kode QR di tiket masuk ke konservasi penyu merupakan inovasi penting dalam upaya edukasi lingkungan. Dengan menggunakan teknologi QR, wisatawan dapat dengan mudah mengakses informasi mendalam mengenai upaya konservasi penyu hanya dengan memindai kode yang tersedia di tiket masuk konservasi penyu. Gambar 2. Tiket Masuk Konservasi Penyu Pangumbahan Sumber : Konservasi Penyu Pangumbahan . Gambar 3. QR Code Informasi Konservasi Penyu Pangumbahan Sumber : Canva . Informasi yang disajikan dapat mencakup berbagai aspek seperti peran penting penyu terhadap ekosistem laut, ancaman yang mereka hadapi, serta langkah-langkah yang dapat diambil oleh wisatawan masyarakat untuk membantu melestarikan penyu. berikut isi konten informasi konservasi penyu dalam qr code. Inisiatif ini tidak hanya menambah pengalaman edukasi bagi wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi. Informasi yang mudah diakses dan interaktif ini diharapkan dapat menginspirasi kepada wisatawan dan masyarakat sekitar untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam melestarikan dan menjaga keberlangsungan hidup penyu. Selain itu, penggunaan kode QR sebagai media informasi juga memungkinkan penyampaian pesan yang lebih dinamis sehingga wisatawan mendapatkan informasi mengenai konservasi penyu. Implementasi kode QR untuk informasi konservasi penyu juga merupakan langkah strategis dalam mengadopsi teknologi digital di sektor pariwisata dan konservasi. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan dalam mengintegrasikan teknologi untuk tujuan edukasi dan pelestarian lingkungan. Dengan semakin banyaknya wisatawan yang menggunakan smartphone, langkah ini sangat efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. diharapkan lebih banyak destinasi wisata dan konservasi lainnya yang menerapkan teknologi yang sama Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian alam dan pemanfaatan teknologi. Gambar 4. Desain Digital Informasi Konservasi Penyu Pangumbahan Sumber : Canva . Implementasi digital informasi dengan QR Code di konservasi penyu pangumbahan telah menghadapi beberapa hambatan yang dapat mempengaruhi efektivitas dan keberhasilan sistem ini. Salah satu hambatan pertama yaitu kurangnya infrastruktur teknologi yang memadai. Di beberapa lokasi konservasi, akses internet yang tidak stabil atau terbatas dapat menghambat wisatawan dalam mengakses informasi melalui aplikasi QR Code. Hambatan lainnya yaitu tingkat literasi digital yang bervariasi di antara wisatawan, meskipun teknologi QR Code semakin umum dikalangan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. masyarakat indonesia, tidak semua orang memiliki pemahaman yang cukup tentang cara menggunakan atau memindai kode QR. Hal ini dapat menimbulkan kebingungan di kalangan wisatawan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih intensif untuk memastikan bahwa semua wisatawan, termasuk masyarakat sekitar yang masih kurang familiar dengan teknologi, dapat memanfaatkan sistem dengan baik. Tantangan terakhir dalam implementasi ini yaitu keamanan dan privasi menjadi perhatian dalam implementasi QR Code Informasi. Wisatawan mungkin merasa khawatir tentang keamanan data pribadi mereka saat mengakses informasi. Jika tidak ditangani dengan baik. Masalah ini dapat mengurangi kerpercayaan wisatawan terhadap isi konten di QR Code. Oleh karena itu, penting bagi pengelola konservasi penyu untuk memastikan bahwa sistem yang diterapkan tidak hanya efisien, tetapi juga aman dan Sehingga dapat membangun rasa kepercayaan di kalangan wisatawan. Strategi dalam implementasi digitalisasi informasi di konservasi penyu pangumbahan memerlukan strategi yang baik untuk memastikan keberhasilan dan penerimaan yang baik dari wisatawan. Salah satu strategi utamanya yaitu melalukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan mengenai penggunaan teknologi QR Code. melalui seminar atau webinar, edukasi konten di media sosial, pengelola konservasi dapat menjelaskan cara menggunakan atau mengakses QR Code. dengan meningkatkan pemahaman tentang digital kepada masyarakat dan wisatawan diharapkan akan lebih terbuka untuk menggunakan QR Code informasi. Selain itu, pengelola konservasi perlu memastikan bahwa infrastruktur teknologi yang mendukung implementasi QR Code informasi tersedia dan berfungsi dengan baik. Termasuk memastikan akses internet yang stabil di area konservasi serta menyediakan akses free wifi untuk di area konservasi. Pengelola juga dapat berkerja sama dengan menyedia layanan internet untuk meningkatkan konektivitas di daerah pangumbahan. Dengan infrastruktur yang memadai, wisatawan akan lebih mudah mengakses informasi, sehingga meningkatkan experience kepada wisatawan saat berkunjung ke konservasi Langkah terakhir melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti lembaga pemerintah, organisasi kepariwisataan, komunitas lokal dan sektor swasta lainnya. Kerja sama ini dapat membantu dalam pengembangan aplikasi dan promosi progam Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, konservasi penyu pangumbahan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan dan efektivitas penggunaan QR Code informasi sebagai faktor pendukung untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dan wisatawan dalam upaya pelestarian konservasi penyu. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan berbagai hal yang telah disampaikan dari identifikasi masalah mengenai rancangan metode pembayaran dengan QRIS sebagai opsi pembayaran dan QR Code dalam tiket masuk, maka dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini sebagai berikut : Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan metode pembayaran tiket menggunakan aplikasi QRIS di Konservasi Penyu Pangumbahan. Kabupaten Sukabumi. Jawa Barat. Dengan penerapan QRIS, diharapkan QRIS dapat menjadi opsi pembayaran tetap dan proses pembayaran tiket menjadi lebih efisien dan cepat, sehingga dapat mengurangi antrian dan meningkatkan kenyamanan para wisatawan. Selain itu, digitalisasi informasi konservasi penyu melalui QR Code juga memberikan kemudahan akses bagi pengunjung untuk mendapatkan informasi terkait upaya pelestarian penyu. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2025. Arif et al. penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan dalam implementasi QRIS, seperti ketidakstabilan jaringan internet dan preferensi wisatawan yang masih cenderung memilih pembayaran tunai. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dalam meningkatkan infrastruktur jaringan di area konservasi. Selain itu, kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan QRIS juga menjadi hambatan yang perlu diatasi agar teknologi ini dapat diterima dengan baik oleh Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan saran yang dapat di berikan dan di kembangkan pada penelitian selanjutnya, yaitu : Diperlukan peningkatan infrastruktur jaringan internet di area konservasi untuk mendukung kelancaran transaksi QRIS dan akses QR Code Melakukan edukasi kepada Masyarakat dan wisatawan mengenai manfaat Penelitian selanjutnya dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka Panjang dari implementasi QRIS dan digitalisasi informasi di tiket masuk terhadap wisatawan dan keberlanjutan konservasi penyu pangumbahan DAFTAR PUSTAKA