https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Properti Psikometri Performance Failure Appraisal Inventory Versi Indonesia Adira Khansa Martin1. Kuncono Teguh Yunanto2 Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. E-mail: adiramartin04@gmail. com1, kunconoyunanto@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan properti psikometri tes hasil adaptasi Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) yang disusun ole dari Dr. David E. Conroy kedalam kultur dan bahasa Indonesia. Partisipan yang digunakan adalah 300 siswa SMK kelas 12. Analisis properti psikometrik terdiri dari validitas konstruk dan reliabilitas komposit. Validitas konvergen menunjukkan bahwa seluruh item memiliki muatan factor dengan rentang nilai AVE 0,398 Ae 0,730 dan reliabilitas komposit sebesar 0,931 secara keseluruhan. Validitas diskriminan membuktikan bahwa semua akar kuadrat dari AVE lebih tinggi dari korelasi faktor lainnya. Di sisi lain, fungsi diferensi item ditemukan pada item 24 dan 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PFAI versi Indonesia merupakan alat ukur yang valid dan reliabel untuk mengukur ketakutan akan kegagalan pada sampel Indonesia. Kata Kunci: Properti Psikometri. Takut akan kegagalan. PFAI ABSTRACT The aim of this study was to define the psychometric properties adapted test of the Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) developed bu Dr. David E. Conroy into Indonesian culture and Participants were 300 vocational student grade 12 . The psychometric properties analyses consist of construct validity and composite reliability. The convergent validity shows that all items have factors with range AVE value was 0. 398 Ae 0. 730 and composite reliability was 0. The discriminant validity proved that all of square root of AVE was higher than correlation of other On the other hand. Differential item functioning was found on items 24 and 25. Over all, the result Indonesian version of the PFAI was a valid and reliable measurement tools to measure the fear of failure in Indonesian samples. Keyword : Psychometric Properties. Fear of Failure. PFAI PENDAHULUAN Setiap individu seyogyanya memiliki keinginan kuat untuk meraih pencapaian penguasaan skill, control, dan mencapai standard yang tinggi (Shewale, 2. Namun meraih sebuah pencapaian, kegagalan menjadi suatu bayang-bayang yang menghantui individu. Atkinson dalam penelitiannya menyatakan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 bahwa takut akan kegagalan . ear of failur. merupakan salah satu komponen pendorong individu dalam mewujudkan Atkinson menjelaskan Fear of failure merupakan kecenderungan dan dorongan yang dimiliki individu untuk menghidari suatu aktivitas berprestasi karena merasa takut akan berpengatuh negative, yaitu E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Rothblum . menyatakan sifat kompetitif merupakan sifat alamiah yang kepercayaan besar yang ditemukan bahwa hanya sedikit individu yang mencapai kesuksesan sesuai dengan harapannya. Hal tersebut menjadikan banyaknya pengorbanan dalam mencapai kesuksesan untuk meminimalisir atau menolak resiko Dari fenomena tersebut konsep ketakutan akan kegagalan menghasilkan banyak literature. Beberapa diantaranya adalah takut akan gagal dalam perkembangan karir (Saltoun, 1. Pengejaran intelektual dan prestasi rendah (Underachievemen. mengambil resiko dan perencanaan tujuan, namun pengambilan data masih menggunakan alat ukur Thematic Apperception Test (TAT) sebagai penggambaran motivasi sukses termasuk (Rothblum, 1. Pada tahun tahun Rothblum menjelaskan pengembangan skala Fear of Failure masih menggunakan skala kecemasan milik Alpert and Harber . yaitu Debilitating Anxiety Scale ataupun skala prokrastinasi sebagai konsekuensi dari fear of failure. Fenomena ini kemudian ditemukan juga oleh David E. Conroy . yang melihat para atlet yang memanfaatkan ketakutan akan kegagalan sebagai pembantu untuk meraih level yang lebih Sebaliknya beberapa individu yang ditemukan tenggelam dalam ketakutan hingga tidak mampu pencapai potensi penuh dalam suatu bidang. Sehingga. Conroy menyimpulkan variabel ini merupakan variabel yang bersifat intrinsik dan dapat berfungsi sebagai motivasi konstruktif maupun destruktif. Pada penelitian ini Conroy membuat skala ketakutan akan kegagalan bernama Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) dengan 41 item dan beberapa alat ukut lainnya untuk meneliti rasa takut akan kegagalan pada atlit. Secara harfiah Fear of Failure diartikan sebagai takut akan kegagalan. Atkinson . mendefinisikan Fear of Failure kegagalan sebagai disposisi untuk menghindari suatu kegagalan atau kapasitas individu untuk merasa malu dan dipermalukan sebagai konsekuensi dari Sementara itu Conroy . mengkonsepkan Fear of failure sebagai suatu penilaian individu terhadap ancaman yang diasosisasikan dengan konsekuensi aversive atas kegagalan dalam mencapai tujuan. Fenomena ini ditemukan Conroy sebagai variabel yang bersifat intrinsik. Fear of Failure ini dapat berfungsi sebagai destruktif maupun konstruktif. Conroy menggambarkan Seorang atlit yang dapat memanfaatkan ketakutan akan kegagalannya sebagai pembantu untuk meraih level yang lebih tinggi. Sebaliknya beberapa individu yang ditemukan Conroy tenggelam dalam ketakutan hingga tidak mampu pencapai potensi penuh dalam suatu bidang. Sehingga secara singkat Conroy mendefinisikan Fear of Failure merupakan bentuk kecemasan pada performa motivasi untuk menghidari sebuah kegagalan (Conroy, 2. Menurut Cacciotti et al. Fear of Failure didefinisikan sebagai reaksi emosional dan kognitif yang bersifat lingkungan yang timbul akibat ancaman pada konteks kesuksesan. Sementara menurut Henry et al. Fear of Failure dimanifestasikan sebagai bentuk kecemasan dalam bentuk pemikiran dan emosi ketika individu mempercayai bahwa mereka memiliki kemungkinan untuk memenuhi kebutuhan dalam konteks pencapaian atau kesuksesan. Conroy mengembangkan alat ukur tersebut agar bersifat multidimensional dan dapat digunakan pada beberapa setting lainnya. Termasuk mempesempit item sebagai representatif dari setiap faktornya menjadi Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive 25 item guna menjaga motivasi para respondennya dan dapat digunakan dalam setting yang lebih universal. Conroy membuat struktur pengukuran Fear of Failure dengan 5 faktor yaitu Fear of Experiencing Shame and Embarrassment. Fear of Devaluing OneAos Self-Estimate. Fear of Having an Uncertain Future. Fear of Important Others Losing Interest, dan Fear of Upsetting Important Others. PFAI telah diadaptasi dan divalidasi oleh beberapa peneliti untuk mengukur Fear of Failure pada berbagai negara di dunia beberapa di antaranya adalah Turki (Kahraman & Sungur, 2016. Seker, 2. Portugis (Correia et al, 2. German (Henschel & Iffland 2. Iran (Abdoli et 2. Indonesia (Endah et al, 2. Polandia (Golinska, 2. Inggris (Sagar & Jowett, 2. Malaysia (Menon & Mochtar, 2. Spanyol (MorenoMurcia and Conte, 2. Nigeria (Ujatuonu et al. Romania (Holic, 2. , dan India (Rawat. Kumar & Tiwari, 2. Stuktur faktor yang dihasilkan dari penelitian PFAI di berbagai negara menemukan struktur yang beragam. Mayoritas penelitian tersebut mengonfirmasi setiap faktor PFAI merupakan susunan terbaik untuk mendeteksi Fear of Failure (Rawat. Kumar & Tiwari, 2019. Holic, 2018. Moreno-Murcia and Conte, 2011. Endah et al, 2021. Sagar & Jowett, 2010. Correia et al, 2016. Abdoli et al. Namun beberapa penelitian mengenai PFAI menemukan struktur yang berbeda dengan yang disusun oleh Conroy . Misalnya ditemukan beberapa item yang kurang valid pada factor experiencing shame and embarrassment penelitian di Malaysia (Menon & Mochtar, 2. dan faktor uncertain future pada penelitian di Polandia (Golinska, 2. Ditemukan juga hubungan yang lemah pada experiencing shame and embarrassment dan having uncertain future pada penitian Kahraman & Sungur, 2. Penggunaan PFAI berkembang dan banyak diteliti dan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 disandingkan dengan setting akademik. Aspek akademik yang telah ditelaah terhadap Fear of Failure diantaranya School engagement (Caraway et al. Perfeksionisme (Conroy. Kaye, & Fifer, 2. , prokrastinasi (Fatimah et al. dan Achievement goal (Hung et al. Bahkan penggunaan PFAI di Indonesia mulai diterapkan dalam setting yang sama yaitu, persepsi terhadap harapan orang tua (Nainggolan, 2. dan academic help seeking (Endah et al, 2. dengan menggunakan sampel mahasiswa dengan rentang usia 19- 40. Menurut Lybertha dan Desiningrum . mahasiswa sesuai rentang usianya berada pada fase dewasa awal yaitu 18 sampai dengan 40 tahun dimana pada masa ini adalah periode penyesuaian diri terhadap pola kehidupan harapan sosial yang baru. Sementara penelitian mengenai Fear of Failure School Engagement dilakukan pada siswa menegah di Amerika. Setting lainnya juga ditemukan pada Super . dalam teori (Career Developmen. menerangkan bahwa sedari masa remaja, individu mulai memikirkan Remaja seharusnya sudah mulai mempunyai kepekaan pada tanggungjawab untuk kejuruannya (Saltoun, 1. Dalam Saltoun menemukan remaja cukup cemas dan takut gagal pada karirnya dimasa depan. Dua penelitian penggunaan PFAI pada dilakukan oleh Nelson et al. pada tahun 2016 dan 2019 menghasilkan hasil yang penggunaan PFAI pada dunia karir. Sementara penggunaan PFAI pada setting entrepreneur mulai banyak dilakukan dan diakui validitasnya, beberapa diantaranya adalah Mc Mitchell and Shepherd . Wood. McKinley dan Engstorm . Bahamannia et. Gurbuz et al . Henry et. Namun E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive penelitian tersbeut dilakukan pada responden pada dewasa awal hingga akhir yang sudah mantab dengan keputusan sebagai entrepreneur. Berdasarkan penemuan penelitian sebelumnya, karakteristik PFAI sebagai alat ukur yang mengglobal menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian dengan focus adaptasi alat ukur. Penelitian pengembangan alat ukur takut akan kegagalan dan sebagai pembuktian sifat universal dan struktur PFAI pada sampel di Indonesia terutama siswa SMK yang termasuk pada katergori remaja. Dengan begitu dengan mudah peneliti di Indonesia dapat mengukur rasa takut akan kegagalan di berbagai setting dengan penggunaan hasil adpatasi PFAI sebagai alat ukur Pengujuan realibulitas alat ukur sangat diperlukan untuk mendukung atau menolak asumsi suatu konstrak secara teoritis diharapkan oleh alat ukur tersebut. Oleh karena itu, adaptasi alat ukur PFAI ditujukan untuk mengethaui validitas dan reabilitasnya METODE Pada penelitian kali ini menggunakan PFAI sebagai alat dengan pendekatan kuantitaitf dan penekanan pada bidang psikometrika dengan proses adaptasi alat tes merujuk pada International Test Commission (ITC) . sebagai pedoman adaptasi alat tes. Responden yang terlibat dalam penelitian ini adalah 300 siswa SMK kelas 12 di salah satu SMK Negeri di kota Bekasi yang dipilih secara random. Alat ukur PFAI yang diadaptasi adalah PFAI long form yang berjumlah 25 item dengan 5 faktor yang diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia melalui Kemudian hasil translasi direview oleh 5 orang judges untuk melihat bias, kesamaan makna dan keterbacaan untuk mencapai validitas konten yang baik. Dari saran dan perbaikan yang diberikan oleh judges kemudian diuji kembali tanda baca, bahasa dan kesamaan makna oleh ahli bahasa melalui metode proofreading. Setelah itu isi item kemudian di review kembali oleh 5 orang judges yang berbeda menggunakan format pertanyaan Crestani . yang meguji relevansi . dan kejelasan . dengan skala 1-4. Hasilnya keseluruhan item valid dan dapat dilakukan penelitian pada Indonesia. Pengujian keterbacaan juga melibatkan 15 siswa SMKuntuk melihat seberapa paham para siswa terhadap item item tersebut. PFAI mengukur Fear of Failure secara umum dengan 7 item pada dimensi fear of experiencing shame and embarrassment, 4 item pada dimensi fear of devaluing oneAos self-estimate, 4 item pada dimensi fear of having an uncertain future, 5 item pada dimensi fear of important others losing interest dan 5 item pada dimensi fear of upsetting important others. Teknis analisis data pada penelitian ini adalah pengujian validitas konstruk dengan confirmatory factor analysis. Validitas average variance extracted dan factor Sementara fornell lacker. Pengujian reliabilitas menggunakan composite reliabiality dan analisa DIF untuk melihat bias antar lakilaki dan perempuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan terhadap 300 responden melalui JASP menunjukan hasil sebagai berikut : Fit Indices Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Tabel 1 Fit indices Index/ Metrics Comparative Fit Index (CFI) Value Tucker-Lewis Index (TLI) Bentler-Bonett Non-normed Fit Index (NNFI) Bentler-Bonett Normed Fit Index (NFI) Parsimony Normed Fit Index (PNFI) Bollen's Incremental Fit Index (IFI) Relative Noncentrality Index (RNI) Root mean square error of approximation (RMSEA) Standardized root mean square residual (SRMR) Kriteria Fit Ou 0. Keterangan Marginal fit Ou 0. ood fi. , . Marginal fit >0. Ou 0. Ou 0. O 0. O 0. Marginal fit Hoelter's critical N ( = . 75 O value < Acceptable fit Hoelter's critical N ( = . Ou 200 . Acceptable fit Goodness of fit index (GFI) Ou 0. Marginal fit McDonald fit index (MFI) Not fit Kriteria fit berdasarkan (Hu & Bentler, 1999. Kim et. al, 2016. Kula, 2. Pengujian Confirmatory analysis menghasilkan dari 10 indikator kecocokan model, terdapat 3 model yang berada pada ambang batas kecocokan . arginal fi. dan 1 indikator . onsidered ceptabl. Sementara terdapat 6 indikator yang mencapai kecocokan yang baik. Dapat dilihat bahwa nilai CFI. IFI dan RNI pada item PFAI menunjukan angka diatas 0. 9 yang menunjukan kecocokan yang baik . ood Sedangkan pada nilai TLI dan NNFI menunjukan angka 0. 895 mendekati 9 yang berarti masih dapat di . onsidered Sementara nilai NFI berada pada 0. yang berarti masih menyentuh batas . arginal Pada Parsimonious Fit Measurement, dapat dilihat bahwa nilai PNFI ada pada nilai 0. 71 yang berarti item PFAI memiliki model yang signifikan. Di sisi lain dapat dilihat Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 bahwa nilai RMSEA menunjukan angka 058 yang mencerminkan kelayakan model dapat diterima. Sementara nilai SRMR menunjukan angka solid 0. 05 yang menggambarkan model dapat digunakan pada penelitian berikutnya. Selanjutnya 886 terlihat pada penilaian GFI yang menunjukan marginal fit atau ada pada batas kecocokan. Validitas Konvergen AVE Hasil perhitungan AVE skala PFAI secara keseluruhan berada pada angka 730 dengan dimensi FSE sebesar 0,398. FDSE sebesar 0,439. FUF sebesar 0,420. FIOLI sebsar 0,509 dan FUIO sebesar 0,405. Hal tersebut menunjukan validitas yang rendah 4 faktor yaitu FSE. FDSE. FUF, dan FUIO. Sementara nilai AVE pada faktor FIOLI menunjukan angka E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive kecocokan yang baik dan masih menyentuh batas standard ataupun batas pertimbangan untuk diterima. Hal tersebut dikarenakan 2 item dari factor loading yang masih dibawah nilai minimum. Menurut Ximenez . Penyebab dari factor loading yang rendah adalah variasi data yang kurang signifikan sehingga kontribusi yang rendah untuk menjelaskan Terdapat kemungkinan kurangnya variasi data dalam suatu item, bebrapa diantaranya adalah pemilihan kalimat yang kurang tepat ataupun populasi yang telalu kesalahan pengukuran yang tinggi dan presentase varians yang kecil (Ximenez. Adapun signifikasi nilai valid dari factor loading bermacam macam. Para peneliti mengusahakan untuk tidak merusak konstruk asli dengan menghapus item sehingga skala masih dapat digunakan secara keseluruhan. Menurut Hair at al . nilai dibawah 0. 3 Ae 0. masih dipertimbangkan untuk dapat digunakan meskipun item tersebut bersifat Dengan begitu, item 1 dan 5 masih dapat dipertimbangkan untuk dapat 0,509 yang menandakan faktor tersebut memiliki validitas yang baik. Menurut Fornell & Lacker . dan Lam . apabila nilai Composite Reliability yang baik dan sesuai kriteria dari setiap faktornya, validitas konstruk mash dapat di Faktor Loading Keberfungsian item dilihat secara keseluruhan terhadap alat ukur PFAI dengan melihat standard koefisien Menurut Souza . , nilai factor loading setidaknya harus mencapai 5 untuk dapat dikatakan ideal secara Dapat dilihat seluruh item PFAI menunjukan nilai yang sangat bervariasi. Dari 25 item, terdapat 23 item yang nilai factor loading diatas 0. 5 dengan nilai paling tinggi 0. 843 pada item nomor 16 yaitu faktor Fear of Devaluing Self Estimate (FDSE). Item yang memiliki nilai factor loading dibawah 0. 5 berjumlah 2 item yaitu pada item no 1 sebesar 0. yang merupakan faktor Fear of Shame and Embarrasment dan pada aitem no 5 454 yang merupakan faktor Fear of Uncertain Future. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini 23 item PFAI berfungsi dengan baik dan 2 item kurang berfungsi dengan baik. Validitas Diskriminan Dari pengujian validitas fakor, terdapat nilai yang belum mencapai Tabel 2 Fornell Lacker Factor FSE FDSE FUF FIOLI FUIO PFAI FSE 0,631 0,623 0,568 0,626 0,628 0,892 FDSE FUF FIOLI FUIO PFAI 0,663 0,605 0,440 0,486 0,760 0,648 0,457 0,538 0,760 0,713 0,614 0,799 0,636 0,811 0,855 Pada tabel diatas menunjukan bahwa nilai akar kuadrat AVE pada setiap konstruk memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai korelasi antar konstruk. Dengan demikian dapat disimpulkan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive bahwa instrumen memilik diskriminan yang baik. Reliabilitas Nilai reliabilitas composite PFAI secara keseluruhan mencapai 0. dengan dimensi FSE sebesar 0. FDSE FUF sebesar 0. FIOLI 838 dan FUIO sebesar 0. secara keseluruhan memiliki nilai realibilitas komposit seluruh faktor dengan nilai diatas 0. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor dalam penelitian ini dapat memiliki nilai reliabilitas yang baik. Selain itu dapat dilihat bahwa nilai Composite Reliability mencapai reliabilitas yang baik sesuai kriteria sehingga analisa validitas konstruk berdasarkan validitas konvergen masih dapat diterima. DIF Hasil output pada software Difas 5. menunjukan item no 24 dan 25 memiliki nilai diatas 3. 84 pada uji mentel. Hal tersebut menandakan bahwa item no 24 dan 25 terjangkit DIF yang memihak jenis kelamin perempuan berdasarkan output Difas 5. Kedua item tersebut merupakan item dari Fear of Shame and Embarrassment yaitu item no 24 dengan bunyi item asli AuWhen I am failing. I worry about what others think about me. Ay dan item adaptasi AuSaat saya gagal, saya mengkhawatirkan pendapat orang lain tentang saya. Ay Sedangkan item no 25 dengan bunyi item asli AuWhen I am failing. I worry that others may think I am not tryingAy dan item adaptasi AuSaat saya gagal, saya khawatir bahwa orang lain merasa saya tidak berusahaAy. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 terdapat perbedaan ekspektasi social terhadap perempuan dan laki laki. Dalam peneltiannya, perempuan menghindari rasa malu tersebut dikarenakan penilaian negative dalam diri . egative selfassessmen. yang bergantung pada ekspektasi dari orang lain (Ludwig et. Penelitian experimental lainnya dilakukan oleh Lutwak dan Ferrari . bahwa secara kognitif, perempuan memilki rasa malu terhadap orang lain lebih besar dari pada laki laki dikarenakan faktor kritik diri . elf-critica. dan rasa perfeksionis secara social yang tinggi pada perempuan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah di paparkan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. PFAI memiliki validitas konvergen yang cukup baik dengann nilai AVE antara 0. 398 sampai 0. dengan nilai keseluruhan composite reliability diatas 0. PFAI diskriminan yang baik dilihat dari uji Fornell-Lacker nilai akar kuadrat AVE pada setiap konstruk memiliki nilai yang lebih besar dari pada nilai korelasi antar konstruk. PFAI kecocokan model yang baik sehingga dapat dipastikan PFAI dapat digunakan di Indonesia. PFAI memiliki nilai reliabilitas yang baik dengan keseluruhan nlai Composite reliability diatas 0. 7 dan rentang nilai dari 0. 733 sampai Uji DIF menunjukan bahwa item nomor 24 dan 25 terjangkit DIF yang memihak pada jenis kelamin Terdapat perbedaan kuat rasa malu pada peremuan dan laki laki saat identitasnya terancam (Ferguson et. Studi experimental Ludwig et. penilaian diri seseorang juga didasari oleh ekspektasi sosial. Sementara Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive DAFTAR PUSTAKA