I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan Diterima Pada 15 Februari 2022 Disetujui Pada 17 Mei 2022 Vol. No. 1, 2022 Halaman E-ISSN : PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PIANIKA DI SMP NEGERI 2 TEJAKULA. KABUPATEN BULELENG I Kadek Eva Merta Yasa1. I Gusti Ngurah Seramasara2. I Gede Mawan3 1,2,3Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar kevamertayasa@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika Di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Pianika merupakan salah satu alat musik bertuts yang memiliki wilayah nada 2,5 oktaf yang dimainkan dengan cara ditiup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses, hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan skripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan secara nyaman, luas, dan menyenangkan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Quantum Teaching menggunakan enam tahapan yang dikenal dengan istilah TANDUR, dengan tahapan penelitian yang dilakukan seperti menentukan lokasi penelitian, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan jenis sumber data. Selanjutnya teknik pengumpulan data-data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Selanjutnya teknik analisis data disajikan dengan analisis informal, sedangkan hasil analisis data disajikan dalam betuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu bentuk penerapan model pembelajaran terbagi menjadi 6 tahap, hasil yang diperoleh yaitu pada 8 orang siswa yang diteliti, sebanyak 5 orang mendapat nilai A, dan 3 orang mendapat nilai B. dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini memiliki beberapa faktor pendukung seperti minat siswa, motivasi belajar, guru, dan lingkungan sosial. Selain faktor pendukung terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa, kebiasaan belajar, sarana, dan cuaca. Kata Kunci: Pembelajaran. Quantum Teaching. Pianika. PENDAHULUAN Pembelajaran pengetahuan yang diperoleh dari seseorang yang lebih mengerti dan mengetahui akan sebuah materi, dan mengacu pada komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan (Hamruni, 2012:. Kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Perilaku belajar dan mengajar tersebut terkait dengan bahan pembelajaran (Rusman, 2010:. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan strategi Strategi belajar merupakan pola-pola umum kegiatan guru dan murid dalam pola perwujudan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (MuAoawanah, 2011:. Upaya menerapkan rencana pembelajaran yang telah disusun dalam kegiatan agar tujuan dapat tercapai secara optimal, maka diperlukan suatu model pembelajaran yang digunakan untuk I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan mewujudkan strategi pembelajaran yang telah ditetapkan. Model pembelajaran yang tepat dapat memudahkan terbentuknya pengetahuan pada peserta didik. Strategi atau metode menjadi lebih baik saat ini begitu banyak. Tidak pengetahuan, model pembelajaran juga dapat digunakan pada pembelajaran praktek salah satunya pada pembelajaran seni musik. Nada atau suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan . erutama yang menggunakan alat-alat yang dapat menghasilkan buny. merupakan pengertian dari musik (Suharso, 2013:. Upaya peningkatan bermain musik dapat dilakukan melalui pendidikan seni musik. Tujuan Pendidikan seni musik agar anak didik memiliki kepekaan estesis khususnya dalam mengenal bunyi dan agar anak didik memiliki nilai-nilai positif bagi pembinaan sikap, watak, dan perbuatannya (Haryadi dalam Sejati, 2018:. Menurut fungsi dan peran alat-alat musik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu alat musik ritmis, harmonis, dan Salah satu contoh alat musik melodis adalah Pianika. Instrumen pianika dipilih dalam penelitian ini karena instrumen pianika mudah dicari dan harganya terjangkau, selain itu pianika juga membantu peserta didik dalam melatih kosentrasi, mengenal dan meningkatkan kepekaan terhadap nada-nada karena peserta didik di SMP Negeri 2 Tejakula belum pernah melakukan pembelajaran seni musik. Kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 2 Tejakula, dalam mata pelajaran seni budaya mencangkup empat aspek yaitu seni drama, seni tari, seni rupa, dan seni musik. Pada pembelajaran tersebut tidak semua aspek terpenuhi salah satunya seni musik. Pembelajaran musik tidak berjalan dengan baik karena tidak ada guru seni budaya yang memiliki kompetensi khusus seni musik, hal ini menjadi landasan untuk menawarkan pembelajaran pianika di sekolah tersebut. Untuk membangun minat belajar siswa, sangat diperlukan suatu model belajar. Salah satu model pembelajaran yang bisa dituangkan dalam pembelajaran seni musik pembelajaran Quantum Teaching. Model pembelajaran Quantum Teaching yaitu salah satu pendekatan pembelajaran yang dilakukan dengan adanya pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar situasi belajar. Interaksi kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi kesuksesan belajar yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Prinsip utama yang membangun 7 sosok pembelajaran Quantum yang berbunyi Aubawalah dunia mereka ke dalam dunia kita, dan antarkan kita ke dalam dunia merekaAy. Pembelajaran Quantum Teaching harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan siswa, memiliki prinsip lainnya bahwa Orchestra Simfoni (Hamdayama 2015:. Model pembelajaran Quantum Teaching dapat diterapkan pada pembelajaran pianika, karena model pembelajaran ini akan membantu siswa dalam meningkatkan potensi dirinya dari imajinasi, kreativitas, motivasi, dan inovasi dalam bermain musik khususnya pianika. Dengan penerapan pembelajaran model Quantum Teaching diharapkan dapat membantu permasalahan yang kerap dihadapi oleh guru maupun Berdasarkan Quantum I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan perubahan terhadap interaksi pada suatu pembelajaran, sehingga kiranya sangat tepat diterapkan pada pembelajaran pianika pada siswa kelas 8 di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, masalah yang dirumuskan adalah: Bagaimana bentuk Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng? Bagaimana proses dan hasil Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng? Apa faktor pendukung dan penghambat Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng? Untuk menjawab rumusan diatas ada beberapa teori yang digunakan digunakan dalam penelitian ini yaitu teori belajar yang didalamnya berisi teori belajar behaviorisme, dipergunakan dalam menjawab bagaimana proses pembelajaran, hasil pembelajaran, faktor pendukung dan juga faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Adapun dipergunakan untuk mejawab rumusan masalah yang pertama yaitu bentuk model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng dan juga dipergunakan dalam hasil penelitian yaitu pada tahap penampilan. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia sudah barang tentu memiliki tujuan. Demikian penelitian ini memiliki beberapa tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan penelitian melingkupi tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan Umum Melalui penelitian ini sedapat mungkin mengetahui proses pembelajaran pianika yang baik dan benar guna meningkatkan kemampuan bermain pianika. Tujuan Khusus Untuk mendeskripsikan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Untuk mendeskripsikan proses dan hasil Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Untuk pendukung dan penghambat dalam Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Sedangkan lingkup kajian dibatasi pada pembelajaran dan faktor penghambat dan pendukung Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. METODE Berkaitan AuPenerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten BulelengAy maka penelitian ini dilakukan sesuai tahapan pada metode penelitian dimulai dari rancangan penelitian Penelitian ini dirancang I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan menggunakan metode kualitatif yaitu jenis penelitian yang yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Penulisan hasil penelitian ini dilakukan secara deskriptif melalui uraian-uraian yang menggambarkan dan menjelaskan subjek Metode kualitatif digunakan untuk memperoleh data yang diperlukan dalam Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Lokasi dalam peneilitian ini yaitu di SMP Negeri 2 Tejakula karena dalam sekolah tersebut dalam bidang musik masih kurang dikarenakan tidak ada guru yag memiliki kompetensi di bidang musik, maka dari itu peneliti ingin mengembangkan seni musik di sekolah tersebut karena dirasa cocok khususnya alat musik pianika. Instrumen dalam penelitian pembelajaran pianika ini adalah peneliti sendiri. Peneliti langsung terjun ke lapangan yaitu SMP Negeri 2 Tejakula untuk mencari data-data yang diperlukan dalam menjawab rumusan masalah yang telah dibuat. Peneliti juga menggunakan beberapa alat bantu agar penelitian ini bisa berjalan dengan baik seperti beberapa alat musik dan juga alat Jenis data dalam penelitian ini bersifat Data kualitatif didapat melalui berbagai jenis pengumpulan data seperti wawancara, observasi dan lainnya. Data kualitatif dapat dilihat dalm bentuk foto maupun video. Sumber data merupakan informasi/data penelitian. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sumber data sekunder. Data primer yaitu data yang diproleh langung oleh peneliti, yang dapat diperoleh melalui observasi ataupun wawancara dengan pihak-pihak tertentu, sedangkan data sekunder yaitu data dalam perolehannya atau dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah ada seperti skripsi, buku-buku, dan berberapa jurnal. Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dari penelitian adalah mendapatkan data-data yang tepat maka diperlukanlah teknik yang tepat dalam pengumpulan informasi yaitu observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami, dan temuanya dapat diinformasikan kepada orang lain. Aktivitas dalam analisis dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pembelajaran memiliki sebuah tujuan yang ingin dicapai berupa hasil pembelajaran yang baik dan maksimal. Selain tahap penampian dilakukan juga pengukuran atau penilaian hasil belajar dari proses Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Hasil belajar di atas diperoleh dari kegiatan evaluasi proses pembelajaran serta pada pertemuan akhir yaitu tahap penampilan. Dengan Quantum Teaching pembelajaran terbilang siswa sangat bagus, hal ini dapat dilihat dari proses pembelajaran serta dari antusias dalam mengikuti Hasil pembelajaran Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng. Diketahui yang mendapat nilai A (Amat Bai. sebanyak 5 orang dan yang mendapatkan nilai B (Bai. Dalam pembelajaran pianika menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching siswa sangat bersungguh-sungguh untuk belajar dan berlatih, siswa mampu menunjukkan kemampuan dalam meresapi materi yang diberikan dengan baik. Pembahasan Proses pembelajaran pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng dapat dikatakan berjalan dengan cukup baik, hal ini dikarenakan dengan proses pembelajaran yang terpadu. Peneliti menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yang diterapkan pada 8 orang siswa dan disambut dengan antusias oleh siswa dalam proses . Persiapan. Tahap persiapan yaitu dimana pendidik mempersiapkan peserta didik untuk belajar. Persiapan memberikan peserta didik perasaan positif mengenai pengalaman belajar yang akan menempatkannya dalam situasi optimal untuk belajar. Tahap persiapan dimulai dari persiapan materi, instrument penelitian, pertanyaan, tujuan pembelajaran, model pembelajaran, peserta didik, dan pendidik. Tahap pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan membutuhkan beberapa hal yang perlu dilakukan seperti kegiatan pendahuluan, dan kegiatan inti. dalam kegiatan inti inilah materi pelajaran diberikan dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching. Model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika dilaksanakan melalui pembelajaran seni budaya dimana siswa berjumlah 8 orang dipilih secara acak agar nantinya hasil belajar berasal dari proses belajar mengajar peneliti dengan siswa ditentukan bukan melalui keahlian yang sudah dimiliki siswa. Pembelajaran pianika Quantum Teaching dilaksanakan melalui beberapa komponen penting dalam pianika seperti pengenalan nada, notasi, teknik penjarian, dan teknik pernafasan/tiupan, dan Model Quantum Teaching merupakan metode pembelajaran yang membuat kepada siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran secara nyaman, luas, dan Berikut merupakan bentuk pembelajaran Quantum Teaching. Tabel 1. Tahap bentuk pembelajaran Tahapan Prilaku guru Tahap 1 Guru Menumbuhkan peserta kekuantan AMBAK . pa bagik. , dengan cara bahwa segala yang Dalam hal ini guru akan menyampaikan tujuan yang akan Seorang guru karakteristik peserta Kegiatan agar siswa memiliki minat dalam belajar. I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Dalam proses ini interaski antara guru dan siswa sangat penting, agar guru bisa memahami siswa dan siswa mengerti pembelajaran pianika, motivasi dan juga siswa berminat untuk mengikuti apa yang peserta didik. Tahap 2 Pada tahapan ini guru Tahap pengenalan memberikan materi melalaui secara kegiatan AualamiAy sehingga siswa akan diintruksikan untuk mengamati apa yang dia tahu. Dalam hal siswa dan juga rasa Dalam tahapan ini pendidik dan peserta aktivitas tanya jawab mengenai seputar alat musik pianika. Hal ini bertujuan agar siswa melihat secara jelas bagaimana sistem alat pianika itu bekerja. Tahap 3 Ketika peserta sudah Pemberian nama melihat secara jelas Tahap 4 Demonstrasikan Tahap 5 Ulangi mereka akan bertanya tentang hal-hal yang mereka alami. Maka nama/simbol. Dalam materi berupa notasi angka dimana nada begitu juga dengan Siswa juga merasa tertarik warna ada tuts hitam dan putih. Tahapan ini sudah mulai pada tahapan seorang guru akan teknik bermain alat musik pianika yang sesuai dengan aturan. Dalam hal ini siswa diinstruksikan agar fokus kedalam apa yang dilakukan oleh dilakukan berulangulang agar siswa mengerti apa yang dimaksud oleh guru. Setelah demonstrasi selesai tahapan selanjutnya adalah pengulangan materi yang telah diberikan oleh guru. tahapan ini akan diteruskan oleh siswa secara berulang-ulang I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan Tahap 6 Rayakan untuk memperoleh suatu keberhasilan. Setelah keberhasilan setiap siswa menampilkan suatu materi, maka perlu dilakukan perayaan Hal dilakukan agar setiap peserta didik akan merasa senang untuk setiap usaha mereka akan selalu dihargai. Jika siswa merasa senang maka proses Komponen-komponen pianika: Tangga Nada. Tujuh nada pokok yaitu C. B merupakan nada yang dikenal dalam musik Bila deretan titinada-titinada tersebut diteruskan maka akan menemukan nada C yang baru. D baru dan seterusnya. Sususan dari 7 nada tersebut dan diakhiri dengan titinada ke 8 yang merupakan oktaf dari titinada pertama disebut tangga nada (Sukohardi, 2019: . Tangga nada mayor, dan tangga nada minor adalah dua jenis tangga nada diatonis yang merupakan pokok dasar dalam bermain pianika. Notasi. Aspek terpenting yang perlu diketahui dalam belajar musik merupakan notasi Notasi dapat digunakan untuk mendokumentasikan karya musik. Notasi musik adalah penulisan lambang musik yang bernada dan ada yang bernada. Nada-nada yang dilambangkan dalam berbagai bentuk not dapat menentukan tinggi-rendah dan panjang-pendeknya nada tersebut, apabila terletak pada balok not . dengan tanda kunci dan tanda birama tertentu. Dalam penyajian notasi musik, sering digunakan dua bentuk not, yaitu . not angka dan . not balok. Dalam penerapan model pembelajaran pada pembelajaran pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng hanya menggunakan notasi angka Sikap Dasar Posisi memegang alat musik pianika yang nyaman adalah tangan kiri memegang karet bagian bawah pianika dan tangan kanan terbuka lebar dan berada di atas papan tuts. Pada saat memainkan pianika tubuh dalam keadaan tegak lurus sehingga pernafasan menjadi lancar, dagu diangkat sedikit ke atas agar memudahkan dalam menarik napas, bahu dalam keadaan seimbang. Kedua mata harus fokus terhadap tuts pianika kecuali orang yang sudah mahir. Pernafasan Pianika merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup, untuk itu hal yang perlu diperhatikan yaitu latihan Nafas merupakan pondasi utama dalam permainan pianika, karena pianika tidak dapat menghasilkan suara jika tidak ditiup. Dalam meniup pianika harus dilakukan secara konstan, tidak terputusputus . (Solich, 2007:. Teknik artikulasi pada saat meniup pianika ialah seperti mengucapkan AotuAo, hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan artikulasi yang Artikulasi ini perlu diterapkan saat bermain pianika supaya nada yang dibunyikan dapat terdengar dengan jelas. Penjarian. Penjarian merupakan hal yang sangat penting dalam permainan pianika. Untuk itu Latihan I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan koordinasi yang baik perlu dilakukan secara Teknik penjarian pada pianika dengan cara memberi simbol-simbol angka. jari-jari tangan kanan yaitu: angka 1 untuk ibu jari, . angka 2 untuk jari telunjuk, . angka 3 untuk jari tengah, . angka 4 untuk jari manis, dan . angka 5 untuk jari kelingking. dimulai dengan pengenalan nada, notasi, teknik penjarian, teknik pernafasan, dan Proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dimulai dengan dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan penutup. Materi yang di berikan sesuai dengan kemampuan siswa muali dari pengenalan nada hingga memainkan sebuah lagu berjalan dengan baik. Lagu. Pada pembelajaran seni musik guru perlu memilih lagu yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Dalam pemilihan lagu perlu mempertimbangkan beberapa hal seperti birama, tempo, dinamik serta kesesuaian dengan kelas. Adapun lagu yang dipilih peneliti yaitu lagu Wajib Nasional AuBagimu NegeriAy. Lagu ini tergolong lagu yang mudah dimainkan bagi siswa yang baru belajar musik khususnya pianika. Selain mudah dimainkan secara tidak langsung lagu ini memiliki makna mendalam tentang jiwa nasionalisme terhadap bangsa. Hasil dari Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng dapat dikatakan baik dimana siswa yang awalnya tidak cukup mengenal musik seperti pianika, menjadi tahu dan bisa memainkan sebuah lagu menggunakan Hasil yang diperoleh dalam pembelajaran dimana dari 8 siswa 5 orang mendapatkan nilai A dan 3 orang mendapatkan nilai B. Penutup. Guru dan siswa kembali membahas apa yang terlah dijabarkan guru saat pembelajaran dilaksanakan. Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah ditentukan . Guru memberikan tugas kepada siswa untuk melatih kembali materi yang telah diberikan. Guru menutup proses pembelajaran dengan pengucapan doa diakhiri dengan salam. PENUTUP Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika di SMP Negeri 2 Tejakula. Kabupaten Buleleng, peneliti mengkaji bentuk, proses dan hasil, dan faktor pendukung dan penghambat Bentuk pembelajaran pianika menggunakan model Quantum Teaching. DAFTAR RUJUKAN Hamruni. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Instan Madani. Rusman. Model Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Perseda. MuAoawanah. Strategi Pembelajaran: Pedoman Untuk Guru dan Calon Guru. Kediri: STAIN KEDIRI PRESS. Djohan. Psikologi Musik. Yogyakarta: PT Kanisius. Suharso dan Ana Retnoningsih. Kamus Besar Bahsa Indonesia. Semarang: Widya Karya. Hamdayama. Jumanta. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif Berkarakter. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Solich. Warsono, dan F. Sadono. Seni Budaya dan Keterampilan Jilid 4 Untuk Sekolah Dasar Kelas 4. Jakarta: Penerbit Erlangga. I Kadek Eva Merta Yasa. I Gusti Ngurah Seramasara. I Gede Mawan Sumber lain Sejati. Ifranda Rizki Harmono. Pembelajaran Bina Vokalia Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Di Paud Terpadu Satya Wacana Children Center Salatiga. JURNAL SENI MUSIK https://journal. id/sju/index. p/jsm/article/view/29453/13561.