IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Effect of Financial Performance on Dividend Policy in Manufacturing Companies in Indonesia Stock Exchange Delfian Rian Zaman STIE Prakarti Mulya delfianzaman@gmail. Abstract This study aims to examine the effect of cash ratio, debt to equity ratio, and return on the asset to dividend payout ratio on manufacturing companies listed on Indonesia Stock Exchange with observation period 2010-2014. The sampling technique used is purposive sampling so that the number of samples is 27 companies. The analysis technique used in this research is multiple linear regression and hypothesis test using t-statistic to test partial regression coefficient and fstatistic to test the feasibility of research model with a level of significance 5%. Besides, there is also a classic assumption test that includes normality test, multicollinearity test, heteroscedasticity test and autocorrelation test. The result of the analysis shows that the variables of cash ratio and return on asset have positive and significant influence, while the variable of debt to equity ratio has a negative and significant effect to dividend payout ratio. Keywords: Cash Ratio. Debt to Equity Ratio. Return On Asset. Dividend Payout Ratio. Pendahuluan Cash ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap dividend payout ratio. Hal ini berarti setiap peningkatan nilai cash ratio maka pada umumnya akan terjadi pula peningkatan pada nilai dividend payout ratio. Jumlah kas dan setara kas yang dipunyai perusahaan juga secara tidak langsung akan mencerminkan kemampuan perusahaan untuk membagi dividen kepada para pemegang saham. Debt to equity ratio berpengaruh negatif dan signifikan terhadap dividend payout ratio. Hal ini berarti dengan rendahnya nilai debt to equity ratio perusahaan maka pada umumnya kemampuan perusahaan untuk membayar dividen akan semakin tinggi. Peningkatan dan penurunan hutang sangat mempengaruhi jumlah laba bersih yang pada akhirnya akan mempengaruhi nilai laba ditahan yang tercatat, jika nilai hutang tinggi tentu saja akan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk membagikan dividen. Return on asset berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Hal ini bermakna bahwa setiap kenaikan nilai return on asset maka pada umumnya akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk membayarkan dividen kepada pemegang saham. Ini disebabkan karena meningkatnya kemampuan profitabilitas perusahaan maka akan diikuti kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih yang tinggi, yang pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah dividen yang akan dibagikan kepada para pemegang saham. Rumusan Masalah Seberapa besar pengaruh Likuiditas Cash Ratio terhadap Dividen Payout Ratio? Seberapa besar pengaruh Leverage debt to equity ratio terhadap Dividen Payout Ratio? A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Seberapa besar pengaruh Profitabilitas Return On Aset terhadap Dividen Payout Ratio? Hipotesis Terdapat pengaruh Likuiditas Cash Ratio terhadap kebijakan Dividen Payout Ratio? Terdapat pengaruh Leverage Debt to Equity Ratio terhadap kebijakan Dividen Payout Ratio? Terdapat pengaruh Profitabilitas Return On Aset terhadap kebijakan Dividen Payout Ratio? Kajian Pustaka Rasio Likuiditas Menurut Kasmir . Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total passiva lancar . tang jangka pende. Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu. Tujuan dan manfaat rasio likuditas untuk perusahaan menurut Kasmir . adalah sebagai Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang secara jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya, kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah ditetapkan . anggal dan bulan Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya jumlah kewajiban yang berumur di bawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total ktiva lancar. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan sediaan atau piutang. Dalam hal ini aktiva lancar dikurangi sediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih rendah. Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah sediaan yang ada dengan modal kerja Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Sebagai alat perencanaan ke depan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode. Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar. Menjadi alat pemicu bagi pihak manajemen untuk memperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini. Bagi pihak luar perusahaan, seperti pihak penyandang dana . , investor, istributor, dan masyarakat luas, rasio likuiditas bermanfaat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban kepada pihak ketiga. Jenis-jenis rasio likuiditas adalah sebagai berikut: A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Rasio lancar . urrent rati. menurut Kasmir . adalah sebagai berikut: Rasio lancar atau current ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Dengan kata lain, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo. Rumus untuk mencari rasio lancar atau current ratio dapat yang digunakan sebagai berikut : Rasio Kas (Cash Rati. menurut Kasmir . adalah sebagai berikut : Rasio kas atau . ash rati. merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan di bank . ang dapat ditarik setiap saa. Dapat dikatakan rasio ini menunjukkan kemampuan sesungguhnya bagi perusahaan untuk membayar utang-utang jangka Rumus untuk mencari rasio kas atau cash ratio dapat digunakan sebagai berikut: Rasio Leverage Rasio Leverage adalah mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang terdiri dari utang jangka pendek dan utang jangka panjangnya. Data yang digunakan untuk menilai leverage dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufakur yang secara berturut-turut membagikan dividen pada tahun 2010-2014 yang diperoleh melalui . Leverage didalam penelitian ini diwakili oleh debt to equity ratio. Debt to equity ratio adalah rasio yang merupakan perbandingan antara total utang dengan modal Secara matematis, debt to equity ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Rasio Profitabilitas Menurut Kasmir . Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah enggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan. Tujuan penggunaan rasio profitabilitas bagi perusahaan, maupun bagi pihak luar perusahaan. A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Untuk mengukur atau menghitung laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode Untuk menilai posisi laba perusahaan tahun sebelumnya dengan tahun sekarang. Untuk menilai perkembangan laba dari waktu ke waktu. Untuk menilai besarnya laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal pinjman maupun modal sendiri. Untuk mengukur produktivitas dari seluruh dana perusahaan yang digunakan baik modal Jenis- jenis rasio profitabilitas adalah sebagai berikut: Margin Laba Bersih (Net Profit Margi. menurut Kasmir . Margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas Rumus untuk menghitung margin laba bersih . et profit margi. adalah sebagai berikut: Hasil Pengembalian Investasi (Return On Investment/ROI) menurut Kasmir . adalah sebagai berikut: Hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama return on investment (ROI) atau return on assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Semakin kecil rasio ini semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Rumus untuk mencari return on investment (ROI) adalah sebagai berikut : Hasil Pengembalian Ekuitas (Return On Equity/ROE) menurut Kasmir . adalah sebagai berikut: Hasil pengembalian ekuitas . eturn on equity/ROE) atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya. Rumus untuk mencari return on equity (ROE) adalah sebagai berikut: A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Dividen Dividen adalah pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang Pembagian ini akan mengurangi laba di tahan dan kas yang tersedia bagi perusahaan, tapi distribusi keuntungan kepada para pemilik memang adalah tujuan utama suatu bisnis. Menurut Stice et al . Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai dengan jumlah saham yang dipegang oleh masing-masing Sementara menurut Skousen et al . yang dikutip oleh Manurung dan Siregar . Dividen adalah pendistribusian laba secara proporsional kepada para pemegang saham sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya. Menurut Martono dan Harjito . , menyatakan bahwa AyKebijakan dividen merupakan keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan pada akhir tahun akan dibagi kepada pemegang saham dalam bentuk dividen atau akan ditahan untuk menambah modal guna pembiayaan investasi di masa yang akan datangAy. Warsono . Dividen merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi pemegang saham biasa . arning available for common stockholde. yang dibagikan kepada para pemegang saham. Hanafi . , mengemukakan bahwa Dividen merupakan kompensasi yang diterima oleh pemegang saham, disamping capital gain. Dividen ini untuk dibagikan kepada para pemegang saham sebagai dari keuntungan dari laba perusahaan. Dyckman, et al. 1: . menjelaskan bahwa dividen merupakan distribusi laba kepada pemegang saham dalam bentuk aktiva atau saham perusahaan Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan bahwa dividen merupakan bagian laba yang dihasilkan oleh perusahaan, baik berasal dari laba periode saat ini ataupun laba periode sebelumnya yang dibagikan kepada pemegang saham sebagai hasil atas Menurut Warsono . , indikator untuk mengukur kebijakan dividen yang secara luas digunakan ada dua macam, yaitu: Hasil Dividen (Dividend Yiel. Dividend Yield adalah suatu rasio yang menghubungkan dividen yang dibayar dengan harga saham biasa. Dividend Yield menyediakan suatu ukurankomponen pengembalian total yang dihasilkan dividen, dengan menambahkan apresiasi harga yang ada. Beberapa investor menggunakan dividend yield sebagai suatu ukuran risiko dan sebagai suatu penyaring investasi, yaitu mereka akan berusaha menginvestasikan dananya dalam saham yang menghasilkan dividend yield yang tinggi. Rasio Pembayaran Dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) DPR merupakan rasio hasil perbandingan antara dividen dengan laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa. DPR banyak digunakan dalam penilaian sebagai cara pengestimasian dividen untuk periode yang akan datang, sedangkan kebanyakan analis mengestimasikan pertumbuhan dengan menggunakan laba ditahan lebih baik daripada dividen Metode Penelitian A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Metode Penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang cash ratio, debt to equity ratio dan retun on assets kebijakan dividen serta mengukur pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen melalui pengujian hipotesis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan Penelitian deskriptif adalah penilitan yang bertujuan mendapatkan gambaran tentang ciri-ciri variable penelitian sedangkan sifat penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan. Dalam penelitian ini akan menguji pengaruh kinerja keuangan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia. Tipe penelitian ini adalah kausalitas, yaitu tipe penelitian adanya hubungan sebab akibat antara variable bebas . ndependent variabl. dan variable terikat . epedent variabl. Unit analisis dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), melalui website : w. id dan melalui situs-situs resmi perusahaan. Data dalam penelitian ini menurut jenisnya merupakan data kuantitatif, yaitu data yang diukur dalam suatu skala numerik . Menurut sumbernya, data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh melalui laporan tertulis berupa laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari Neraca. Laporan Rugi/Laba, dan Laporan Perubahan Modal/Ekuitas yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Laporan Keuangan yang menjadi objek analisis diambil selama kurun waktu 20102014. Populasi dan Sample Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini populasinya adalah perusahaanperusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2010-2014. Periode 2010-2014 . digunakan sebagai periode pengamatan karena dengan rentang waktu tersebut diharapkan akan didapatkan jumlah sampel penelitian yang cukup dan dapat digeneralisasi. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metoda purposive sampling dengan menggunakan kriteria sebagai berikut. Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI berturut-turut dari tahun 2010-2014. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangannya untuk periode yang berakhir 31 Desember. Perusahaan yang membagikan dividen lima tahun berturut-turut dari tahun 2010-2014. Berdasarkan data dari ICMD perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI adalah 170 Perusahaan-perusahaan tersebut diseleksi kembali sesuai dengan kriteria purposive sampling yang telah ditetapkan sebelumnya. Seleksi sampel penelitian disajikan pada Tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Seleksi Sampel Penelitian No. Kriteria Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI berturutturut dari tahun 2010-2014 Perusahaan yang tidak menerbitkan laporan keuangannya untuk periode yang berakhir pada 31 Desember Jumlah . A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Perusahaan yang tidak membagikan dividen lima tahun berturut-turut dari 2010-2014. Jumlah sample akhir Jumlah Pengamatan . Sumber: Data peneliti, 2014 Pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari 170 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI dari tahun 2010-2014 hanya terpilih 27 perusahaan yang akan digunakan sebagai sampel penelitian dan jumlah pengamatan sebanyak 108 pengamatan. Metode Analisis Data Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif Metode deskriptif bertujuan untuk menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan situasi yang terjadi secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta serta hubungan antar variabel untuk mendapatkan kebenaran, sedangkan metode kuantitatif bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan variabel, dan fenomena-fenomena yang terjadi saat sekarang dan menyajikan apa adanya (Sugiyono 2. Adapun kriteria-kriteria yang harus dianalisis dalam penelitian ini dijelaskan pada sub bab berikutnya. Pembahasan Hasil Statistik Deskriptif Statistik deskriptif dalam penelitian ini disajikan untuk memberikan informasi karakteristik variabel penelitian khususnya mengenai mean dan deviasi standar. Pengukuran mean merupakan cara yang paling umum digunakan untuk mengukur nilai sentral dari suatu distribusi data. Deviasi standar merupakan perbedaan antara nilai data yang diteliti dengan nilai rata-ratanya. Berikut ini disajikan hasil statistik deskriptif pengujian pengaruh cash ratio, debt to equity ratio, dan return on asset terhadap dividend payout ratio pada Tabel 2 berikut ini. DER ROA DPR Valid N . Tabel 2. Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation ,07 57,73 2,9789 5,10583 ,14 3,24 ,8300 ,67565 -1,52 78,64 15,8411 14,06736 ,68 141,55 39,3160 22,34825 Sumber: Data peneliti diolah, 2014. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 2 tersebut nampak bahwa dari perusahaan dengan sampel sebanyak 135 pengamatan, nilai rata-rata DPR selama periode pengamatan sebesar 39,3160 dengan standar deviasi sebesar 22,34825. Hasil itu menunjukkan bahwa nilai standar deviasi lebih kecil dari rata-rata DPR, demikian pula jarak yang cukup besar antara nilai minimum dan maximum dari DPR dimana nilai minimum sebesar 0,68 dan nilai maksimum sebesar 141,55. Hasil yang sama juga didapat oleh variabel cash ratio sedangkan untuk variabel debt to equity ratio memiliki nilai rata-rata lebih besar dari 0,8300 > 0,67565 dan return on asset A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 memiliki rata-rata lebih besar dari 15,8411> 14,06736, hal tersebut menunjukkan penyimpangan data yang rendah. Hasil Asumsi Klasik Uji normalitas Uji normalitas yang bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai distribusi normal atau tidak. Statistik uji yang digunakan untuk menguji normalitas adalah One-Sample KolmogorovAeSmimov (K-S) Test seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3 berikut ini. Tabel 3. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Normal Parameters Mean ,0000000 Std. 20,83336345 Deviation Most Extreme Absolute ,062 Differences Positive ,062 Negative -,047 Kolmogorov-Smirnov Z ,062 Asymp. Sig. -taile. ,200 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Data diolah peneliti, 2014. Pengujian normalitas menggunakan uji Kolmogorov - Smirnov menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,200. Angka ini lebih besar dari = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan memiliki distribusi data normal. Uji multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antarvariabel bebas. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflaction factor (VIF) seperti yang ditunjukkan pada Tabel 4 berikut ini. Model Tabel 4. Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. ,908 1,101 DER ,901 1,110 ROA ,991 1,010 A 2018 IJBE Publishing. All rights reserved. Available Online at: http://ijbe-research. IJBE: Integrated Journal of Business and Economics e-ISSN: 2549-3280 Sumber : Data diolah peneliti, 2017. Berdasarkan hasil pengujian yang ditunjukkan pada Tabel 4, nilai tolerance variabel bebas tidak kurang dari 10% atau 0,1 dan nilai variance inflation factor (VIF) semuanya kurang dari 10 yang berarti tidak ada multikolineritas antarvariabel bebas. Uji autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1. Untuk dapat mengetahui adanya autokorelasi dilakukan dengan metode Durbin-Watson (DW). Hasil uji DW dapat dilihat pada Tabel 5 berikut ini. Tabel 5. Uji Autokolerasi Model ,362a Adjusted R R Square Square ,131 ,111 Std. Error of the Estimate 21,07056 DurbinWatson 1,771 Sumber : Data diolah peneliti, 2014. Hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai Durbin-Watson yang diperoleh adalah sebesar 1,771. Nilai ini terletak diantara DU