Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Financial Performance Pemerintah Daerah pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila Fitrah Desnata Ramanda Putra¹, Muslimin² ¹-²Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur rdesnata@gmail.com1 ABSTRACT To achieve optimal fiscal decentralization, each district/city must be able to manage its resources in an successful and proficient way. This could be accomplished through local autonomy, over fragmentation. The purpose of this study is to analyze the impact referring to local native income, variables and central government transfer fund variables on the financial execution of the Rule / City Government of the Gerbangkertosila Area of East Java. Regarding the research written by the author, the area used is a report on the implementation of the 2017-2021 city budget for the national strategic area of Gerbangkertosusila, which uses quantitative methods and emphasizes variables of local original income, central government transfer funds and financial performance. The tools used by the authors in this study were processed using SPSS 26 software. The selection of data analysis methods for hypothesis testers from existing variables is using multiple linear regression analysis methods. From various tests conducted by the author, the research results are concluded as follows: (1) Regional Original Revenue has a positive effect on financial performance, meaning that increasing regional original income means also increasing the financial performance of the local government gatekertosila, (2) the balance of funds has a negative effect on financial performance capabilities. In other words, the increase in central government transfer funds will reduce the financial performance of the Regional Government of the Gerbangkertosusila Area. Keywords : original local government revenue, balancing fund, financial results. ABSTRAK Untuk meraih desentralisasi fiskal yang optimal, setiap kabupaten/kota harus mampu mengelola sumber dayanya dengan sikap efektif dan efisien. Hal ini dapat dicapai melalui otonomi daerah melalui desentralisasi. riset ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh variabel pendapatan asli daerah dan variabel dana transfer pemerintah pusat terhadap financial performance Pemerintah Kabupaten/Kota Kawasan Gerbangkertosila Jawa Timur. Mengenai riset yang ditulis penulis, area yang digunakan merupakan laporan pelaksanaan APBD kota tahun 2017-2021 kawasan strategis nasional Gerbangkertosusila, yang menggunakan metode kuantitatif dan menekankan pada variabel pendapatan asli daerah, dana transfer pemerintah pusat dan financial performance. Alat bantu yang digunakan oleh penulis pada riset ini diolah menggunakan software SPSS 26. Pemilihan metode analisis data untuk penguji hipotesis dari variabel yang ada yaitu memakai metode analisis regresi linier berganda. Dari berbagai uji yang dilakukan oleh penulis disimpulkan hasil riset sebagai berikut : (1) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap financial performance, artinya peningkatan pendapatan asli daerah berarti juga meningkatkan financial performance pemerintah daerah gerbangkertosila, (2) Dana Perimbangan berpengaruh negatif pada kemampuan financial performance. Dengan kata lain, peningkatan dana transfer pemerintah 673 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 pusat akan menurunkan financial performance Pemerintah Daerah Kawasan Gerbangkertosusila. Kata kunci : pendapatan asli daerah, dana perimbangan, financial performance. PENDAHULUAN Otonomi daerah menuangkan kewenangan kepada pemimpin setiap daerah kabupaten/kota di Indonesia yang dilimpahkan, menurut landasan negara yaitu “ Undang- Undang Pemerintah Provinsi Nomor 32 Tahun 2004”, kekuasaan dan kewenangan yang dimiliki pemerintah pusat untuk mengatur keuangannya dan mengambil keputusan untuk kepentingan daerah. Menurut (Sugiarto, 2019), alasan pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah di daerah adalah karena pemerintah pusat tidak dapat secara mandiri mengatur keberhasilan pembangunan daerah secara umum, sehingga pemerintah pusat melimpahkan kekuasaan/kewenangan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota. melaksanakan pemerintahan daerah. perkembangan mengatur dan mengurus kepentingan daerah secara mandiri. Dalam pengelolaan keuangan daerah, evaluasi financial performance pemerintah provinsi dinilai sangat penting karena pemerintah pusat dilandasi oleh kebijakan otonom daerah dengan kerangka pemikiran agar pemerintah daerah dapat lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan perekonomian daerahnya sehingga tingkat kesejahteraan pembangunan memungkinkan berjalan baik menurut daerah (Antari dan Sedana, 2018). Meningkatkan hasil perekonomian negara yang berdampak pada kesejahteraan rakyat, dimana selain berguna memfasilitasi penyelenggaraan sistem yang berdiri yaitu pemerintahan dan pembiayaan pengembangan wilayah, kemampuan daerah untuk menggali peluang daerah yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat secara optimal. Riset ini berfokus pada Kawasan Gerbangkertosusila (Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan). Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila sendiri adalah termasuk kawasan yang dikategorikan metropolitan yang letaknya di Surabaya (Nuraini, 2017). Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila sendiri adalah daerah metropolitan terbesar kedua di Indonesia. Menurut “Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2022”, kawasan Gerbangkertosusila ditetapkan sebagai satu KSN. Kabupaten/kota yang berada di Gerbangkertosusila merupakan salah satu kabupaten/kota pusat perekonomian dan lalu lintas di Jawa Timur yang perencanaan wilayahnya menjadi prioritas karena berpengaruh nasional kritis terhadap kekuasaan negara. Berdasarkan Presiden Republik Indonesia (2017), Lokasi ini didukung oleh fondasi luas yang membentang dari jalan nasional dan pengaturan kereta api, pelabuhan laut dan bandara berstandar internasional, hal tersebut juga berperan sebagai keunikan ke dalam riset ini karena Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila sebelumnya belum pernah dijadikan sasaran riset. Suatu daerah dapat dianggap berhasil jika kabupaten / kota dapat secara signifikan meningkatkan tingkat pertumbuhan pendapatannya setiap tahun. Seiring dengan pelaksanaan otonomi daerah, Pemerintah Daerah Strategis Nasional Gerbangkertosusila harus berfungsi dengan baik agar berhasil. Keberhasilan otonomi 674 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 daerah dapat dilihat pada PAD. Namun pada kenyataannya, pemerintah kabupaten/kota masih sangat bergantung pada dana talangan pusat atau yang disebut balance fund. (Azizi, 2018). Pendapatan utama daerah itu sendiri adalah salah satu landmark penting dari kemajuan daerah yang dihasilkan oleh kegiatan ekonominya sendiri. Sumber pendapatan lokal meliputi pajak daerah, pembayaran daerah, hasil pengelolaan investasi daerah, dan sumber pendapatan daerah lain yang diperlukan. Kemampuan daerah untuk menemukan pendapatan primer yang akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan daerah (Matande et al., 2018). Dana Transfer Pemerintah Pusat juga termasuk sumber pembiayaan daerah. “Undang- Undang 33 Tahun 2004” mengatur bahwa dana transfer pemerintah pusat adalah dana yang diambil dari penerimaan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah terkait pelaksanaan desentralisasi. Di era desentralisasi, pemerintah pusat perlu memperkuat kontrol keuangan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan pemerintah daerah yang terbuka dan akuntabel. (Sawir, 2020). Menurut data DJPB tahun 2022 dari realisasi total pendapatan tahun 2021 di seluruh wilayah Jawa Timur pada tingkat kabupaten/kota tercatat Rp17,77 triliun rupiah atau (16,48 persen) dari target yang ditentukan. Mayoritas pendapatan daerah kabupaten/kota berasal dari dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp10.560,54 miliar (60,37 persen), sedangkan pendapatan daerah dari PAD masih kurang sebesar Rp6.457,79 miliar atau sekitar (36,34 persen). Pendapatan dari Pendapatan Asli Daerah harus menjadi pendapatan paling atas bagi daerah karena berasal dari sumber daya alam maupun manusia nya sendiri dan setiap daerah kabupaten/kota memiliki kontrol penuh untuk menggunakan atau tidaknya Pendapatan Asli Daerah ini sesuai dengan kebutuhan setiap daerah. Konsekuensinya, Pendapatan Asli Daerah sangat lemah sehingga menyebabkan financial performance pemerintah memiliki tingkat yang sangat rendah (Direktorat Jendral Perbendaharaan, 2022). Beberapa peneliti telah menyelidiki faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pengungkapan financial performance. Terdapat result yang berbeda dengan hasil riset di atas. Beberapa hasil dari riset ini menyatakan bahwa pendapatan asli daerah dan dana transfer pemerintah pusat berpengaruh terhadap pengungkapan hasil keuangan, namun disisi lain faktor tersebut tidak dapat mempengaruhi pengungkapan hasil keuangan. Oleh karena itu, topik risat ini sangat menarik untuk dikaji dan diuji ulang. Pengungkapan financial performance telah beberapa kali diteliti sebelumnya, diantaranya oleh Fernandes & Putri (2022), B. I. Sari & Wati (2021), dan Angelina et al (2020). Dari ketiga riset yang telah disebutkan, Mereka semua menunjukkan dampak positif dari pendapatan asli daerah terhadap financial performance kabupaten / kota. Semua studi yang dilakukan (Kadek & Indrawati, 2019) menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah berdampak positif terhadap financial performance kabupaten/kota. Sementara riset terdahulu yang dilakukan oleh Kadek & Indrawati (2019) Sebuah studi oleh Karlinda et al. menunjukkan bahwa dana kompensasi memiliki dampak negatif terhadap financial performance pemerintah daerah. (2021), Lisa dan Priyagus (2018). Riset mereka menunjukkan bahwa dana 675 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 transfer pemerintah pusat memiliki pengaruh positif terhadap financial performance pemerintah daerah. Karena kesenjangan riset yang muncul, topik ini sangat menggugah untuk diangkat kembali guna menindaklanjuti dan memperluas wawasan baru sebagai wujud dari berkembangnya ilmu pengetahuan. TINJAUAN LITERATUR Stewardship Theory Teori utama yang menjadi landasan pada riset ini adalah teori stewardship yang menggambarkan situasi di mana manajemen dipandu oleh kepentingan organisasi daripada termotivasi oleh keinginan individu. Dengan demikian, teori ini memiliki dasar sosiologis dan psikologis yang bertujuan untuk membentuk perilaku yang mengarah pada "sikap hamba / pelayan." (Donaldson & Davis, 1991). Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah total pendapatan yang diterima suatu daerah dari sumber-sumber di daerah tersebut dan dikumpulkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Taliwongso et al., 2021). Pendapatan asli daerah, seperti pajak daerah dan pengelolaan sumber daya alam, merupakan beberapa sumber pendapatan yang harus terus didorong untuk berkembang. Dana Perimbangan Menurut (Wahyuni, 2021) yang dimaksud Dana Perimbangan merupakan sumber pendapatan dari anggaran nasional kabupaten/kota, terutama untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam mencapai tujuannya yaitu pemberian otonomi daerah untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. akan digunakan. Dana transfer pemerintah pusat sendiri merupakan hasil kebijakan desentralisasi fiskal pemerintah pusat, yang bertujuan untuk menyeimbangkan keuangan pusat dan daerah. Financial Performance Menurut (I. Sari et al., 2021) menyebutkan, bahwa hasil ekonomi pemerintah daerah atau yang bisa disebut sebagai financial performance adalah kemandirian daerah, mencari Mengelola sumber daya keuangan lokal untuk memenuhi kebutuhan lokal daerahnya dan tidak bergantung pada administrasi negara. Sehingga dana tersebut dipergunakan seluas-luasnya untuk kepentingan umum dalam batas-batas yang ditentukan oleh undang-undang. METODE PENELITIAN Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan peneliti dalam riset ini adalah data kuantitatif berupa data sekunder Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila selama periode 2017 sampai dengan 2021. Informasi yang digunakan adalah informasi atau dokumen dokumenter. Data riset ini diperoleh dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), www.bps.go.id, dan situs resmi Direktorat Jenderal 676 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 Perimbangan Anggaran Negara (DJPK), yaitu www.djpk.kemenkeu.go.id. Metode pengumpulan data sekunder yang digunakan dalam riset adalah metode dokumenter, objek riset adalah kabupaten/kota provinsi Jawa Timur selama kurun waktu riset tahun 2017-2021 yaitu berjumlah total 38 kabupaten/kota. Dalam riset ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel yang ditargetkan (purposive sampling). Dan sampel untuk riset ini adalah Kawasan Strategis Nasional di Jawa Timur yaitu Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) yang berjumlah tujuh Kota/Kabupaten. Laporan yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Daerah 20172021 sehingga didapati tujuh Daerah dengan lima periode Laporan Keuangan, Total sampel riset ini adalah 35 Laporan Realisasi Anggaran. Definisi Operasional Variabel Tabel 1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel No Variabel Definisi Operasional Skala Pengukuran 1 Pendapatan Asli Pendapatan asli suatu wilayah adalahRasio Daerah (X1) salah satu proksi karakteristik wilayah yang mewakili kekayaan dalam hal pendapatan yang dimiliki wilayah tersebut dalam periode waktu tertentu. PAD = Ln Pendapatan Asli Daerah 2 Dana Perimbangan (X2) Dana Perataan merupakan sumberRasio pendapatan daerah dari anggaran nasional dan digunakan untuk membantu pelaksanaan pemerintahan kabupaten/kota yang mencapai tujuan pemberian otonomi daerah yaitu semata-mata kemakmuran untuk kepentingan rakyat. Dana Perimbangan = Ln Dana Perimbangan 677 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Tabel 2. Uji Normalitas (Kolmogorov-Smirnov Test) Unstandardized Residual N 35 a,b Normal Parameters Mean .0000000 Std. Deviation .03841660 Most Extreme Absolute .149 Differences Positive .140 Negative -.149 Test Statistic .149 Exact Sig. (2-tailed) .378 Sumber; data diolah peneliti (2023) Berdasarkan hasil uji Kolmogorov-smirnov pada tabel diatas diketahui bahwa nilai signifikansi dari statistik kolomogorov-smirnov adalah 0,378, karena nilai signifikansi lebih besar dibandingkan dengan tingkat signifikansi > 0,05 Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa metode regresi yang digunakan dalam riset ini memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Uji Multikolinieritas Collinearity Statistics Model Tolerance VIF PAD .522 1.915 Dana Perimbangan .526 1.900 Sumber: data diolah peneliti (2023) Berdasarkan hasil uji Multikolinearitas pada tabel diatas bahwa nilai tolerance pada variabel pendapatan utama daerah (X1) menghasilkan nilai tolerance sebesar 0,522 dan nilai VIF 1,915 sedangkan mengenai dana perimbangan (X2) menghasilkan nilai tolerance sebesar 0,526 dan nilai VIF sebesar 1,9 yang dapat disimpulkan bahwa lebih besar dari 0,1 dan VIF lebih kecil dari 10, sehingga riset ini terbebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas (Uji Glejser) Model Sig. PAD Dana Perimbangan Sumber: data diolah peneliti (2023) 678 | Volume 6 Nomor 2 2024 .353 .221 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 Berdasarkan Tabel 4 hasil uji heteroskedastisitas menggunakan uji gletser di atas, kami menemukan bahwa nilai yang dapat diterima untuk setiap variabel bebas untuk PAD adalah 0,353 > 0,05 dan Dana Kompensasi memiliki nilai signifikan 0,221 > 0,05. tambah. Penulis dapat menyimpulkan bahwa tidak ada heteroskedastisitas di sini. Uji Autokorelasi Tabel 5. Uji Autokorelasi Durbin-Watson 1.276 Sumber: data diolah peneliti (2023) Berdasarkan hasil pada Tabel 5 dapat dilihat nilai sebesar 1,276 lebih besar dari -2 dan kurang dari 2. Artinya pada model regresi yang digunakan tidak terjadi autokorelasi pada riset ini. Asumsi mengenai independensi terhadap residual (nonautokerlasi) dapat diuji dengan uji Durbin Watson. Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 6. Regresi Linier Berganda Unstandardized Coefficients Model B (Constant) .336 PAD .177 Dana Perimbangan -.167 Sumber: data diolah peneliti (2023) Adapun diperoleh model regresi linier berganda dari pengolahan data yaitu sebagai berikut ini : KK = 0,336 + 0,177 PAD – 0,167 DP Konstanta sebesar 0,336 yang artinya menyatakan bahwa jika nilai variabel independen tetap maka nilai variabel independen tetap maka nilai financial performance Kabupaten/Kota Pemerintah Daerah sebagai Variabel dependen sebesar 0,336. Koefisien regresi untuk variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) sebesar 0,177. Artinya adalah nilai koefisien regresi bertanda positif yang berarti terjadi perubahan searah. Dengan kata lain, setiap kali pendapatan asli daerah (X1) variabel daerah bertambah satu satuan, maka output pada financial performance (Y) bertambah sebesar 0,177 satuan dan sebaliknya. Koefisien regresi untuk variabel Dana Perimbangan (X2) adalah -0,167. Artinya adalah nilai koefisien regresi bertanda negatif yang berarti terjadi perubahan yang berlawanan arah. Dengan kata lain, setiap kali variabel dana perimbangan (X2) naik sebesar satu satuan, maka financial performance (Y) turun sebesar 0,167 satuan dan sebaliknya. 679 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 Koefisien Determinasi Berganda Tabel 7. Koefisien Determinasi Berganda (R²) R Square Koefisien Determinasi Berganda 0.938 Sumber: data diolah peneliti (2023) Berdasarkan pada hasil regresi nilai koefisien determinasi (Adjusted Rsquared) Tabel 7 diketahui R-squared (R²) memiliki nilai 93,8% / 0,938. Nilai tersebut dapat diartikan variabel independen X1, X2, dan X3 memiliki prosentase 93,8% variasi financial performance (Y) atau menjelaskan asimetri informasi secara simultan atau bersama-sama terhadap variabel dependen (Y), sedangkan sisanya sebesar 6,2% dijelaskan dipengaruhi oleh faktor non survei lainnya. Uji F Tabel 8. Uji Goodness of Fit (Uji F) Variabel Sig. Financial Performance Pemerintah Daerah Pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila (Y), 0.000 Pendapatan Asli Daerah (X1), Dana Perimbangan (X2) Sumber: data diolah peneliti (2023) Berdasarkan tabel regresi, dapat diketahui nilai signifikansi, yakni 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen, yaitu Pendapatan Asli Daerah (X1) dan Dana Perimbangan (X2) berpengaruh secara simultan terhadap financial performance Kabupaten/Kota Pemerintah Daerah (Y). Hasil uji dalam Uji F dapat disimpulkan bahwa metode penelitian pada riset ini yang menggunakan regresi linier berganda dapat digunakan dalam riset ini. Uji t Tabel 9. Uji Hipotesis (Uji t) Model Sig. .032 .000 .000 (Constant) PAD Dana Perimbangan Sumber: data diolah peneliti (2023) a. Variabel Pendapatan Asli Daerah (X1) Berdasarkan hasil Uji t Pendapatan Asli Daerah diperoleh nilai nilai signifikansi 0,000 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh secara signifikan (0,000 > 0,05) terhadap financial performance Kabupaten/Kota Pemerintah Daerah. Dari hasil Uji t yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa pendapatan asli daerah (X1) memiliki pengaruh pada financial performance (Y). \ 680 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 b. Variabel Dana Perimbangan (X2) Hasil uji t Dana Perimbangan memiliki nilai signifikansi 0,000 >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Dana Perimbangan berpengaruh signifikan (0,000 > 0,05) terhadap financial performance Kabupaten/Kota Pemerintah Daerah. Dari hasil Uji t yang dilakukan peneliti dapat disimpulkan bahwa dana perimbangan (X2) memiliki pengaruh pada financial performance (Y). PEMBAHASAN Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap Financial Performance Pemerintah Daerah Dalam riset ini setelah dilakukan bebagai macam uji dan berkesimpulan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap financial performance pemerintah daerah kawasan strategis nasional Gerbangkertosusila. Ini dibuktikan dengan munculnya uji-t dengan nilai signifikansi (0,000) lebih kecil dari 0,05 yang menunjukkan teori 1 (H1) diakui. Hasil riset ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota di Kawasan Kunci Nasional Gerbangkertosusila berusaha untuk meningkatkan target pendapatan daerahnya dengan sebanyak mungkin untuk mendukung kemajuan teritorialnya. Terlihat dari informasi overview bahwa klaim pembayaran teritorial daerahnya mereka secara normal cenderung mengalami pasang surut keterlibatan dari tahun 2017 hingga 2021. Naik turunnya PAD pada pemerintah daerah kabupaten/kota di 5 tahun terakhir ini pemerintah daerah tidak tinggal diam untuk selalu berupaya meningkatkan pendapatan asli daerahnya dengan menggandeng dukungan masyarakat dalam membayar biaya dan tuntutan pajak kabupaten/kota. Hasil riset ini konsisten dengan riset berikut ini: Fernandes & Putri (2022), B. I. Sari & Wati (2021), dan Angelina et al (2020), yang menunjukkan bahwa variabel (X) Pendapatan Asli Daerah memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial performance pemerintah daerah (Y). Namun melalui berbagai uji yang dilakukan peneliti pada riset ini hasil riset ini tidak sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh riset yang dilakukan (Kadek & Indrawati, 2019) disimpulkan bahwa PAD berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel dependen yaitu financial performance kabupaten kota pemerintah daerah pada kawasan strategis nasional gerbangkertosusila. Pengaruh Dana Perimbangan Terhadap Financial Performance Pemerintah Daerah Dalam riset ini setelah dilakukan bebagai macam uji dan berkesimpulan bahwa Dana Perimbangan berdampak negatif terhadap financial performance pemerintah daerah kawasan strategis nasional Gerbangkertosusila. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi (0,000) lebih kecil dari 0,05. Yang menyiratkan teori 2 (H2) diakui. Pengaruh negatif dana transfer pemerintah pusat terhadap hasil menunjukkan bahwa jika variabel dana transfer pemerintah pusat meningkat maka hasil keuangan menurun dan sebaliknya. Pemda lebih menekankan peningkatan pendapatan mandiri untuk membiayai pos-pos yang meningkatkan efisiensi keuangan, sedangkan pembiayaan Perimbangan digunakan 681 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 untuk biaya di luar hal-hal yang penting, seperti biaya jadwal dan pemanfaatan. Karena semakin penting pertukaran yang disesuaikan yang didapat dari penyelenggara negara, semakin membumi ketergantungan pemerintah kabupaten/kota terhadap penyelenggara negara untuk memenuhi kebutuhan daerah. Dengan demikian, kemandirian pemerintah daerah berkurang. Munculnya pertimbangan ini sejalan dengan hasil riset Kadek dan Indrati (2019) yang menunjukkan bahwa penyesuaian cadangan mengandung dampak negatif yang signifikan terhadap eksekusi uang terkait pemerintah kota. Namun, hasil dari pertimbangan ini tidak sejalan dengan hasil Karlinda dkk (2021), Lisa dan Priyagus (2017). Riset yang dilakukan sebelumnya menyimpulkan dana transfer pemerintah pusat memiliki efek positif pada hasil keuangan kota. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil berbagai rangkaian uji terhadap variabel dependen dan variabel independen dan analisis atas data yang dilakukan peneliti dalam riset mengenai dampak Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap financial performance Pemerintah Daerah pada kawasan strategis nasional Gerbangkertosusila, diperoleh kesimpulan yang diperoleh peneliti sebagai berikut: 1. Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap financial performance Pemerintah Daerah pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila, hal ini dapat dibuktikan dengan uji coba yang muncul memiliki angka signifikansi sebesar kurang dari 0,05 yaitu 0,000. 2. Dana Perimbangan berpengaruh negatif terhadap financial performance Pemerintah Daerah pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila, hal ini dapat dibuktikan dengan uji coba yang muncul memiliki angka signifikansi sebesar kurang dari 0,05 yaitu 0,000. Implikasi Berdasarkan hasil riset yang telah peneliti lakukan tersebut dapat dikemukakan implikasi secara teoritis dan praktis adalah sebagai berikut ini : 1. Implikasi Teoritis Dalam riset ini setelah dilakukan bebagai macam uji dan berkesimpulan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif terhadap financial performance pemerintah kabupaten/kota kawasan strategis nasional Gerbangkertosusila, hal ini sesuai dengan penerapan teori stewardship, dimana yang berarti pihak pemerintah melakukan kewajibannya dalam memahami keinginan dan antarmuka individu. kesuksesan organisasi yang menggambarkan hasil terbesar akan memberikan tingkat kepuasan yang paling ekstrim dengan yang vital akan mengevaluasi pelaksanaan yang dilakukan oleh stewards dengan sangat baik yaitu dengan pajak yang dipungut dari masyarakat oleh Pemerintah Daerah maka tanggungjawab pemerintah sebagai agen semakin besar untuk memenuhi hak masyarakat. 682 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 dana transfer pemerintah pusat memeiliki pengaruh terhadap financial performance Pemerintah Daerah pada Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila, ini sejalan dengan stewardship theory dimana pemerintah melakukan yang terbaik untuk mengelola pemerintah untuk mencapai tujuan pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ketika pemerintah tidak dapat menutupi seluruh kebutuhan daerahnya dengan pendapatan daerah, pemerintah pusat memberikan dana transfer pemerintah pusat untuk mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah. 2. Implikasi Praktis Hasil riset ini digunakan sebagai masukan untuk subyek yang menjalankan pemerintah terutama pemerintah daerah dalam pelaksanaan tanggung jawabnya mengenai financial performance yang merupakan hal penting dilakukan, diman pemerintah diharapkan mampu memaksimalkan setiap potensi yang terdapat pada setiap daerahnya maupun itu bersumber dari kemampuan dari segi SDA maupun SDM nya, agar pemerintah daerah tidak bisa hanya mengandalkan dana transfer negara yang disediakan oleh negara. Tetapi dapat memandirikan daerahnya dengan Pendapatan Asli Daerahnya sendiri. Saran Berdasarkan hasil dari riset yamg dilakukan peneliti, maka saran yang dapat diberikan adalah : 1. Bagi Pemerintah Daerah Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila Pemerintah Daerah di Kawasan Strategis Nasional Gerbangkertosusila diharapkan dapat lebih mengeksplorasi kemungkinan daerah. Khususnya posisi yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, mengurangi transfer dana negara dan meningkatkan target pendapatan daerah hingga terus menyisihkan anggaran dalam pengeluaran daerah utama yang relevan dan sejajar dengan target. 2. Bagi Penelitian Selanjutnya Diharapkan bagi riset selanjutnya dapat menambah sampel riset, maupun periode penelitian. Kemudian menambah variabel lain yang diduga berpengaruh dan menambah data populasi riset dan periode riset lebih dari 5 tahun, sehingga dapat digunakan untuk menyimpulkan secara general hasil riset yang dilakukan. 3. Bagi Masyarakat Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam mengevaluasi kinerja pemerintah daerah, karena pemerintah daerah telah memberikan keterbukaan informasi sesuai undang- undang yang berlaku, karena hal tersebutlah yang dapat membantu memberikan masukan kepada pemerintah daerah untuk lebih meningkatkan financial performance daerahnya. Keterbatasan Penelitian 1. Riset ini menggunakan rasio derajat desentralisasi fiskal dalam mengukur financial performance pemerintah kabupaten/kota. Guna mendorong optimalnya buah dari pemikiran, lebih baik menambahkan penanda untuk menilai financial 683 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 performance pemerintah daerah menggunakan proporsi lain seperti: Proporsi Ketergantungan Anggaran Teritorial. 2. Dalam riset yang dilakukan peneliti yang dibatasi pada pengujian tiga faktor bebas / variabel independen, diharapkan bagi riset selanjutnya mempertimbangkan pengembangan variasi model riset dengan menambahkan variabel lain yang sejalan dengan divisi sektor publik. Misalnya: variabel ukuran pemerintahan dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang dilandasi oleh adanya teori yang terbarui. 3. Metode riset memiliki kekurangan dan mungkin memiliki banyak kelemahan tergantung pada bagaimana variabel dihitung. Hal ini diantisipasi bahwa studi masa depan dapat menggunakan tes analisis kuantitatif lainnya seperti PLS sebagai bahan perbandingan. DAFTAR PUSTAKA Angelina, N., Efni, Y., & Rasuli, M. (2020). Pengaruh Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Pengawasan Sebagai Variabel Moderating Di Kabupaten/Kota Provinsi Riau Tahun 2014 - 2018. Jurnal Bahtera Inovasi, 4(1). Antari, N. P. G. S., & Sedana, I. B. P. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 7(2), 1080. Azizi, M. (2018). Dampak Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil terhadap Ketimpangan Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Sulawesi Selatan Periode 2005 – 2014. JURNAL KRITIS (Kebijakan, Riset Dan Inovasi), 2(1), 1–32. Deswira, A. (2022). Analisis Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah: Studi Kasus Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar. Akuntansi Dan Manjemen, 17(1), 72–88. Direktorat Jendral Perbendaharaan. (2022). Kajian Fiskal Regional Jawa Timur. djpb.kemenkeu.go.id. Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan. (2022). Pertumbuhan Ekonomi Menurut Kabupaten/Kota (Persen), 2017-2021. www.djpk.kemenkeu.go.id Donaldson, L., & Davis, J. H. (1991). Stewardship Theory or Agency Theory: CEO Governance and Shareholder Returns. In Australian Journal of Management (16th ed., Vol. 16, Issue 1). Australian Journal of Management. Fernandes, J., & Putri, S. (2022). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal Terhadap Kinerja Keuangan Daerah Pada 19 Kabupaten/Kota Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017-2020. Jurnal Revenue, 3(1), 198–209. Kadek, N., & Indrawati, N. (2019). Pengaruh PAD dan Dana Perimbangan Terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah di Wilayah Sarbagita Provinsi Bali. 8(5), 2834–2861. Karlinda, A. E., Azizi, P., & Sopali, M. F. (2021). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, Belanja Modal, dan Ukuran Pemerintah Daerah Terhadap 684 | Volume 6 Nomor 2 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 2 (2024) 673 - 685 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10.47476/reslaj.v6i2.3929 Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah. Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research., 5(2), 523–531. Khabibah, Y. (2018). Pengaruh Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Angkatan Kerja Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2011-2016. IAIN Kudus. Lisa, Y., & Priyagus, P. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung serta Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Forum Ekonomi, 19(2), 162. Masturi, H., Hasanawi, A., & Hasanawi, A. (2021). Analisis Kontribusi Dan Efektivitas Pendapatan Asli Daerah Terhadap Pendapatan Daerah Kota Surabaya. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(10), 1–208. Matande, I., Faridah, & Thanwain. (2018). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Kinerja Keuangan Toraja Utara. Economics Bosowa Journal, 4(001), 67–79. Napitulu, R. Y. F., Kumenaung, A. G., & Niode, A. O. (2021). Analisis Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi di Kabupaten Bekasi. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 21(05), 106–116. Sari, B. I., & Wati, H. (2021). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum dan Belanja Daerah terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 3(1), 1–11. Sari, I., Asaari, M., & Hidayah, I. S. N. (2021). Analisis Kinerja Keuangan Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan Tahun 2010-2019. Proceeding Seminar Nasional & Call For Papers, September, 408–425. Sawir, M. (2020). Birokrasi Pelayanan Publik. Sugiarto, A. (2019). Fungsi Kepala Daerah Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Sesuai Dengan Prinsip-Prinsip Demokrasi. Jurnal Ilmu Hukum, 6896, 150–172. Sukirno, S. (2019). Makroekonomi : Teori Pengantar. Rajawali Pers. Taliwongso, E., Kalangi, L., & Pusung, R. J. (2021). Evaluasi Pengakuan Pengukuran dan Penyajian Pendapatam Pada Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. EMBA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 9(1), 833– 840. Wahyuni, H. (2021). Pengaruh Dana Perimbangan Terhadap Anggaran Belanja Daerah Kabupaten Takalar. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, 26(2), 173–180. 685 | Volume 6 Nomor 2 2024