Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT BAGI KELOMPOK GURU TK/RA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI KOTA LHOKSEUMAWE Syarkani1*. Siraj2. Sri Milfayetty3 Prodi Pendidikan Anak Usia Dini FKIP Universitas Almuslim Prodi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Almuslim Prodi Bimbingan Konseling FIP Universitas Negeri Medan Jln. Almuslim Matangglumpangdua Bireuen-Aceh Email:syarkani@gmail. Abstrak Fasilitas sarana dan prasarana perlu tersedia secara lengkap di Taman Kanak-kanak (TK) dan RaudhatulAthfal (RA) agar penyelenggaraan pelayanan pendidikan dapat berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan dan perkembangan kepribadian anak dapat tercapai secara baik dan benar. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah masih minimnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, seperti sarana bermain dan alat peraga/permainan edukatif. pengetahuan dan keterampilan guru dalam merancang dan membuat alat peraga/permainan edukatif masih kemampuan guru dalam memahami bakat dan potensi anak masih terbatas. kompetensi guru yang mengajar di TK/RA masih rendah, karena rata-rata guru tersebut bukan lulusan PGTK/PG-PAUD. serta minimnya alat peraga/permainan edukatif berbasis nilai-nilai Islam. Untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut, solusi yang ditawarkan adalah: . membantu guru dalam mengenali dan memahami berbagai bakat dan potensi yang dimiliki anak melalui model bermain creative art play, sehingga anak berkembang secara holistik dari segi akademik, sosial, emosional, dan spiritual melalui pelatihan dalam bentuk workshop dan . membantu guru dalam merancang dan membuat alat peraga/permainan edukatif (APE) berbasis nilai-nilai Islam yang akan digunakan dalam pembelajaran di kelas, sehingga dapat meningkatkan kemampuan profesionalisme guru. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah dengan memberikan pelatihan bagi guru TK/RA. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru TK/RA sehingga mampu membuat alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam, serta terlaksananya kegiatan belajar mengajar yang menjunjung nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur budaya dalam membentuk anak didik yang bertaqwa kepada Allah swt. Kata kunci: Media. APE. Creative Art Play. menyenangkan sehingga anak didik dapat mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal. Sebagaimana hasil penelitian Syarkani dan Siraj . menemukan bahwa media pembelajaran terbukti berpengaruh terhadap efektivitas proses belajar dan mengajar. Melalui media pembelajaran, peserta didik ikut terlibat secara aktif dalam menemukan pengetahuan-pengetahuan bersumber dari lingkungan di sekitar Hasil observasi dan diskusi yang dilakukan Tim PKM pada beberapa guru PENDAHULUAN Salah satu sarana yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan kemampuan atau potensi dalam pembelajaran anak TK/RA peraga/permainan yang mengandung nilai Penggunaan Alat Peraga Edukatif (APE) dapat dilakukan untuk pengembangan nilai-nilai agama dan moral dimana proses pembelajaran pada anak TK/RA masih dalam ranah bermain sambil belajar. Ketersediaan APE tersebut tentunya sangat menunjang proses Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat Taman Kanak-kanak (TK) RaudhatulAthfal (RA) Kota Lhokseumawe masih ditemukan beberapa permasalahan, yaitu: . masih minimnya pembelajaran, seperti sarana bermain dan alat peraga/permainan edukatif berbasis nilai-nilai Islam. guru-guru masih melakukan aktivitas belajar mengajar yang berfokus pada pembelajaran calistung. kemampuan guru dalam memahami bakat dan potensi anak masih terbatas. hampir rata-rata guru yang mengajar di TK/RA bukan lulusan PGTK/PG-PAUD. masih rendahnya tingkat pengetahuan serta keterampilan guru dalam merancang dan membuat sendiri alat peraga/permainan edukatif. peraga/permainan edukatif berbasis nilainilai Islam menjunjung nilai-nilai agama dan nilainilai luhur budaya bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan agar guruguru TK/RA dalam melaksanakan kegiatan belajar mampu menciptakan inovasi-inovasi peraga/permainan edukatif sebagai bagian dari tugas profesionalismenya. Data-data tersebut didukung dengan hasil wawancara yang didapatkan dari Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Lhokseumawe yang merupakan mitra dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Cut Jamaliah selaku Ketua IGTKI mengutarakan bahwa kompetensi guruguru TK/RA di Kota Lhokseumawe masih Guru-guru tersebut tidak memiliki ijazah PGTK/PG-PAUD sehingga kurang paham bagaimana cara mengembangkan berbagai potensi anak, media-media pembelajaran yang dapat mengembangkan peraga/permainan edukatif yang dapat dibuat sendiri oleh guru dengan bahanbahan yang sederhana dan ramah Kebanyakan guru hanya menggunakan APE yang sudah jadi atau yang telah ada di sekolah, dan ini disadari oleh guru bahwa mereka masih memiliki keterampilan dalam membuat alat peraga/permainan Guru-guru tersebut tentunya sangat membutuhkan peraga/permainan edukatif dan merasa sangat terbantu jika Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dapat terlaksana. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dimaksudkan untuk memotivasi guru-guru dan anak TK/RA terlibat Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan guru TK/RA, tim PKM dan mitra menyepakati dan menjustifikasi Target luaran yang akan dicapai adalah satu produk alat peraga/permainan edukatif berbasis nilai-nilai Islam dan mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Aula Kampus UNIKI Lhokseumawe pada tanggal 6 Agustus 2019. Metode pelaksanaan yang diterapkan adalah pengadaan media peraga/permainan permasalahan yang muncul dikalangan para guru TK/RA, kemudian dilakukan diskusi oleh tim pengusul bersama mitra untuk merumuskan akar masalah prioritas yang disepakati, serta menentukan solusi yang tepat. Bahwa rendahnya pengetahuan dan pemahaman guru dalam memahami bakat serta berbagai potensi yang dimiliki anak TK/RA melalui model bermain, serta rendahnya keterampilan guru TK/RA dalam merancang dan membuat alat peraga/permainan edukatif berbasis nilainilai Islam berpangkal pada tidak penunjang pembelajaran. Sementara, guruguru tidak memiliki keterampilan yang peraga/permainan alternatif yang mudah diterapkan dalam proses pembelajaran. Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat solusi yang palingmungkin dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan merancang model bermain creative art play(Milfayetty, 2. ,dan peraga/permainan menggunakan bahan-bahan sederhana dan ramah lingkungan yang mengandung prinsip 4R yakni,reduce . engurangi atau menghema. ,reuse . enggunakan kembal. , replace. dan recycle . aur ulan. Kemudian dalam pelaksanaan kegiatan ini antara tim PKM, mahasiswa dan guru-guru mitra terlibat secara proaktif dengan tugas dan tanggung jawab yang saling terkait dan saling melengkapi satu sama lain, sehingga tercipta sinergi ilmu yang tepat dalam mencari solusi atas permasalahan mitra yang ada. Guru-guru TK/RA tanggapan positif terhadap pelatihan pembuatan alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai islam, karena minimnya alat peraga/permainan yang dimiliki sekolah. Gambar 2. Presentasi dihasilkan guru HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan pengamatan terhadap diskusi dan tanya jawab pada saat kegiatan pemahaman guru tentang pelatihan pembuatan alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam yang masih minim dapat dikembangkan melalui kegiatan pelatihan Hal tersebut terjadi berkat pemaparan materi yang disesuaikan dengan konteks media pendidikan yang digunakan dalam pembelajaran baik di dalam kelas maupun luar kelas. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat bagi kelompok guru TK/RA melalui pelatihan pembuatan alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam di Kota Lhokseumawe diikuti oleh 34 guru. Gambaran dari hasil pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru TK/RA dalam merancang dan membuat mediamedia pembelajaran dalam bentuk permainan creative art play adalah sebagai . Membentuk plastisin Setiap orang membuat sesuatu dari Menceritakan bentuk yang Kemudian kelompok diminta untuk membuat cerita dari plastisin yang dibuat menjadi satu kesatuan. Gambar 1. Tim PKM memberikan pelatihan dan pendampingan Berdasarkan pengamatan pada aspek reaksi peserta pelatihan, diperoleh hasil sebagai berikut: Guru-guru TK/RA sangat antusias mengikuti pelatihan ditandai dengan semangat dalam mengikuti setiap sesi . Guru-guru TK/RA memiliki komitmen untuk mengikuti kegiatan pelatihan dari awal hingga akhir. Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat . Bermain Setiap orang mengambil alat musik Kemudian berkeliling mengamati karya pasir yang masing-masing Ketika musik berhenti, maka kelompok akan menceritakan karya pasirnya, dan demikian sehingga selesai. Roleplay Setiap orang mengambil properti yang menyampaikan alasan mengambilnya di dalam kelompok. Kemudian peserta mendiskusikan di dalam kelompok peran yang akan ditampilkan dalam bermain peran tersebut. Gambar 3. Media pembelajaran dari plastisin yang dihasilkan guru . Menggunakan kreativitas dengan bahan Setiap peserta mengambil benda alam dan menyebut alasan mengambilnya. Kemudian keterampilan menganalisis keadaan . , . , hitam . , kuning . , hijau . , biru . isi ke depa. Kegiatan ini menurut peserta dapat mengembangkan wawasan menalar dari enam perspektif, sehingga dapat menganalis suatu . Bermain pasir dan figurin Setiap peserta mengambil figurin dan meletakkan di pasir. Kemudian secara bersama-sama mengatur posisi dan membuat cerita. Pada kesempatan ini peserta merasa terkesan karena setiap orang dapat membuat karya yang akan ditonton orang lain. Pembahasan Kegiatan pembelajaran dengan creative art ini telah berhasil disusun bersama dengan peserta. Pada pembelajaran ini proses pengembangan kreatifitas telah menstimulasi pengembangan diri dari aspek emosi, sosial ditandai dengan setiap peserta mengambil dan mengolah sendiri yang disediakan. Setiap peserta telah menciptakan sesuatu sesuai Kemudian menyampaikannya pada orang lain. Setelah itu berdiskusi di dalam kelompok untuk menciptakan sesuatu dan setelahnya menampilkan karyanya tersebut. Pada permainan tersebut semua kelompok pernah menampilkan sesuatu secara spontan dan menikmatinya bersama-sama. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara komprehensif IGTKI Kota Lhokseumawe meningkatnya pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru TK/RA sehingga mampu membuat alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam. Mereka yang memanfaatkan potensi lokal dan belum mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam merancang media pembelajaran, kini mengembangkan alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam kepada siswa TK/RA di Kota Lhokseumawe. Hasil Gambar 4. Guru mempraktikkan creative art play berbasis clay Jurnal Vokasi. Vol. 3 No. 2 Oktober 2019 ISSN : 2548-9410 (Ceta. | ISSN : 2548-4117 (Onlin. Jurnal hasil-hasil Penerapan IPTEKS dan Pengabdian Kepada Masyarakat pelatihan dan pendampingan ini juga menunjukkan bahwa peserta pelatihan memiliki komitmen yang tinggi untuk mengenalkan nilai-nilai Islam kepada anak sejak dini. KESIMPULAN Berdasarkan masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan IGTKI Kota Lhokseumawe telah berhasil meningkatnya pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru TK/RA sehingga mampu membuat alat peraga edukatif berbasis nilai-nilai Islam. DAFTAR PUSTAKA