Al Marhalah Volume. No. 2 November 2025 P-ISSN 0126-043X E-ISSN 27162-400 KELUARGA SEBAGAI BASIS PENDIDIKAN ISLAM DAN PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK Muhammad Kumaidi1. Elshafa Nur Ahmad2. Eka Pitria3. Faizal Yusup4. Edri Firmansyah5. Evi Febriani6 Institut Teknologi Sumatra Email: m. khumaedi@staff. UIN Raden Intan Lampung Email: elshafanurahmad@gmail. UIN Raden Intan Lampung Email: ekapitri2509@gmail. UIN Raden Intan Lampung Email: faizalyusup58@gmail. UIN Raden Intan Lampung Email: edrifirmansyah323@gmail. UIN Raden Intan Lampung Email: evifebriani@radenintan. ABSTRACT In Islamic perspective, the family holds a fundamental position as the first educational institution that instills moral, spiritual, and social values in children. Parents bear full responsibility for shaping an Islamic personality through exemplary behavior, affection, and the cultivation of worship habits. This study aims to examine the role of parents in home-based Islamic education and to formulate strategies for nurturing childrenAos character based on the QurAoan and the Sunnah. The research employs a descriptive qualitative approach using a literature study method that draws from relevant academic sources. The findings indicate that the success of family education is determined by the level of awareness, consistency, and active involvement of parents in the guidance Effective strategies for character development include the habituation of worship, spiritual communication, moral exemplification, and compassionate A household that lives by Islamic values holistically serves as the primary foundation for raising a generation that is faithful, ethical, and strong in character within its social life. Keyword: Islamic Education. Household. Parents. Morality. Development Strategies ABSTRAK Dalam pandangan Islam, keluarga menempati posisi fundamental sebagai lembaga pendidikan pertama yang menanamkan nilai moral, spiritual, serta sosial kepada anak. Orang tua bertanggung jawab penuh membentuk kepribadian Islami melalui teladan, kasih sayang, dan kebiasaan beribadah. Penelitian ini bertujuan menelaah peran orang tua dalam pendidikan Islam berbasis rumah tangga serta merumuskan strategi pembinaan akhlak anak dengan berlandaskan Al-QurAoan dan 166 | Al Marhalah Keluarga Sebagai Basis Pendidikan Islam A Pendekatan yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka terhadap sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan keluarga ditentukan oleh tingkat kesadaran, konsistensi, dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses Strategi pembinaan yang efektif mencakup pembiasaan ibadah, komunikasi spiritual, keteladanan moral, serta disiplin penuh kasih. Rumah tangga yang hidup dengan nilai-nilai Islam secara menyeluruh menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi beriman, beretika, dan berkarakter kuat dalam kehidupan sosialnya. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Rumah Tangga. Orang Tua. Akhlak. Strategi Pembinaan PENDAHULUAN Islam menempatkan keluarga sebagai pilar utama dalam proses pembentukan kepribadian anak. Sebelum anak mengenal pendidikan formal, lingkungan rumah menjadi tempat pertama di mana ia belajar berbicara, berperilaku, dan memahami makna moralitas. Karena itu, keluarga dipandang sebagai madrasah al-lA atau sekolah pertama yang menentukan arah perkembangan akhlak dan spiritual anak (Suyadi & Maulidya, 2. Dalam kehidupan modern yang serba cepat, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai benteng nilai. Ketika anak mulai berinteraksi dengan dunia luar Ai sekolah, media, atau pergaulan digital Ai keluarga dituntut hadir sebagai pusat kontrol nilai agar tidak terombangambing oleh pengaruh globalisasi moral (Hasan Baharun, 2. Taubah . menegaskan bahwa pendidikan adalah proses integral yang mencakup pembentukan kepribadian, kecerdasan, dan keimanan. Di dalam Islam, tanggung jawab pendidikan pertama berada pada orang tua, bukan pada lembaga Gade . menyatakan bahwa anak adalah amanah Tuhan yang harus dijaga agar tumbuh menjadi pribadi bertakwa dan berakhlak mulia. Abdullah Nashih Ulwan . mengemukakan empat prinsip utama pendidikan keluarga Islami: keteladanan . swah hasana. , pembiasaan . aAodi. , nasihat . auAoizha. , dan pengawasan . iqAba. Empat fondasi ini menuntut keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan, antara cinta dan disiplin, sehingga anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sekaligus berprinsip. Keluarga, dengan demikian, bukan hanya tempat anak dibesarkan secara biologis, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menentukan keberhasilan pendidikan Islam pada tahap selanjutnya. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, dan menafsirkan data yang bersumber dari literatur akademik, buku-buku ilmiah, jurnal pendidikan Islam, serta dokumen relevan lainnya. Langkah-langkah penelitian mencakup: Inventarisasi literatur primer dan sekunder terkait pendidikan keluarga dalam Islam. 167 | Almarhalah | Muhammad Kumaidi. Elshafa Nur Ahmad. Eka Pitria. Faizal Yusup. Edri Firmansyah. Evi Febriani Analisis dan sintesis konseptual terhadap teori-teori pendidikan anak Islami. Interpretasi nilai-nilai Islam yang berhubungan dengan tanggung jawab orang tua serta pengaruhnya terhadap pembentukan akhlak anak. Proses analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan antara teori pendidikan klasik dan prinsip-prinsip keislaman yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, moral, dan emosional dalam kehidupan keluarga. HASIL PEMBAHASAN Rumah Tangga sebagai Lembaga Pendidikan Islam Dalam pandangan Islam, rumah tangga bukan hanya unit sosial, tetapi juga institusi pendidikan spiritual. Melalui keluarga, anak pertama kali mengenal konsep ibadah, sopan santun, dan tanggung jawab moral. Oleh sebab itu, pendidikan keluarga harus diarahkan untuk membentuk kesadaran tauhid dan etika sosial yang berakar pada iman. Munandar . menyebut keluarga sebagai satuan sosial terkecil yang menyatukan individu melalui cinta, tanggung jawab, dan kerja sama. Sementara Wahyu . menjelaskan bahwa keluarga adalah ruang pertama di mana anak belajar hidup bermasyarakat, memahami batasan, serta mempraktikkan nilai moral seperti empati dan gotong royong. Kehidupan rumah tangga Islami yang ideal ditandai dengan hadirnya suasana kehangatan spiritual, keterbukaan komunikasi, serta kebiasaan ibadah yang dijalankan bersama. Orang tua menjadi teladan moral bagi anak, bukan hanya melalui nasihat, tetapi lewat perilaku nyata. Seperti dikatakan oleh Suyadi . , pembiasaan yang berulang dalam konteks kasih sayang akan membentuk karakter yang menetap dan menjadi dasar kepribadian islami anak. Peran dan Tanggung Jawab Orang Tua dalam Perspektif Islam Dalam Islam, anak dipandang sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga secara lahir dan batin. Djokowidagdho . mengartikan tanggung jawab sebagai kesadaran moral atas setiap tindakan yang memiliki konsekuensi sosial dan spiritual. Dalam konteks ini, orang tua bukan hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga menjadi pengarah nilai dan perilaku. Indrawati dan Rahimi . menegaskan bahwa orang tua berperan membentuk kecerdasan spiritual dan emosional melalui contoh konkret, bukan semata kata-kata. Anak yang tumbuh dalam suasana penuh kasih dan kedisiplinan akan menginternalisasi nilai-nilai tersebut secara alami. Aqibuddin . menambahkan bahwa keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, kehangatan emosional, dan keteladanan moral menjadi fondasi pendidikan keluarga yang Hasbullah . menguraikan lima dimensi tanggung jawab orang tua: Memberi Menjamin Menanamkan Mengembangkan Membiasakan kehidupan religius di rumah. Rasulullah bersabda: AuSetiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Ay (HR. Bukhari No. 168 | Al Marhalah Keluarga Sebagai Basis Pendidikan Islam A Hadis ini menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua bersifat amanah Mendidik anak berarti memelihara masa depan peradaban, sebab keluarga adalah akar dari terbentuknya masyarakat yang bermoral. Strategi Pembinaan Akhlak Anak dalam Rumah Tangga Islami Pembinaan akhlak anak memerlukan strategi yang berkesinambungan antara pendidikan spiritual, moral, dan emosional. Sugiarti . mengemukakan bahwa keluarga memiliki peran sebagai sumber motivasi dan pendampingan belajar, bukan sekadar pengawas perilaku. Ada empat elemen utama yang memperkuat pendidikan anak di lingkungan rumah tangga Islami: Kesadaran orang tua terhadap fungsi pendidikannya sebagai teladan Kolaborasi dengan lingkungan sekolah agar pendidikan formal dan informal berjalan seimbang. Keterlibatan sosial masyarakat, yang membantu Dukungan fasilitas pendidikan di rumah, seperti buku, diskusi keluarga, dan kegiatan religius bersama. Salahuddin . merumuskan delapan peran orang tua yang saling Korektor, membantu anak mengenali benar dan salah. Inspirator, menumbuhkan semangat kreatif dan berpikir kritis. Informator, memberi pengetahuan tentang nilai dan etika. Organisator, menata rutinitas belajar dan ibadah anak. Motivator, mendorong semangat dan kepercayaan diri. Inisiator, menumbuhkan gagasan baru untuk pengembangan potensi. Fasilitator, menyediakan sarana belajar dan media eksplorasi. Pembimbing, menuntun anak agar berkepribadian Islami. Rasulullah bersabda: AuTidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah. maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi. Nasrani, atau Majusi. Ay (HR. Bukhar. Hadis ini menegaskan bahwa keluarga menjadi faktor utama pembentuk arah kehidupan anak. Lingkungan rumah yang diwarnai nilai Islam akan menumbuhkan kepribadian yang lurus, berakhlak mulia, dan berorientasi pada Keluarga sebagai Sistem Sosial dan Spiritual Dalam perspektif pendidikan Islam modern, keluarga tidak hanya berfungsi sebagai ruang pembelajaran moral, tetapi juga sistem sosial yang Anak belajar interaksi sosial pertama kali di rumah: bagaimana berbicara sopan, menghormati orang tua, dan menghargai perbedaan. Nilai-nilai ini kemudian berkembang menjadi karakter sosial yang terbawa hingga dewasa. Keluarga Islami idealnya mampu mengintegrasikan tiga unsur pokok pendidikan: ibadah, ilmu, dan akhlak. Melalui keseimbangan ketiganya, anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. Pendidikan seperti ini membangun manusia paripurna . nsan kAmi. , yaitu pribadi yang beriman, berilmu, dan beramal saleh. KESIMPULAN Rumah tangga Islami merupakan fondasi utama bagi pembentukan karakter dan spiritualitas anak. Orang tua berperan sebagai guru pertama yang menanamkan nilai iman, moralitas, dan kebiasaan beribadah sejak dini. Tanggung 169 | Almarhalah | Muhammad Kumaidi. Elshafa Nur Ahmad. Eka Pitria. Faizal Yusup. Edri Firmansyah. Evi Febriani jawab ini bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga amanah keagamaan yang harus dijalankan dengan kesadaran penuh. Strategi pendidikan yang efektif mencakup pembiasaan ibadah bersama, komunikasi yang lembut namun tegas, penerapan disiplin berbasis kasih sayang, serta keteladanan dalam perbuatan. Keluarga yang hidup dengan nilai Islam secara menyeluruh akan melahirkan generasi Muslim yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas DAFTAR PUSTAKA