Cara Mengutip (Gaya APA): Maryatul Qibtiah, dan Slamet. Hubungan Antara Penguasaan Kalimat Efektif dan Minat Membaca dengan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar. Didaktika Dwija Indria, 14 . , 558-566. https://doi. org/10. 20961/ddi. Hubungan antara Penguasaan Kalimat Efektif dan Minat Membaca dengan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Peserta Didik Kelas V Sekolah Dasar Maryatul Qibtiah1,dan Slamet2 PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia PGSD. FKIP. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia Email penulis korespondensi: *maryatulqibtiah@student. Dikirim: 1 Januari 2026 Direvisi: 1 Maret 2026 Diterima: 1 April 2026 Kata Kunci: effective sentence: reading interest. narrative writing elementary school DOI: https://doi. org/10. 20961/ddi. Abstrak This study aims to . prove the correlation between mastery of effective sentences and narrative writing skills. prove the correlation between reading interest and narrative writing skills. prove the correlation between the mastery of effective sentences and reading interest with the narrative writing skills. The research employed a quantitative approach with a correlational design, involving 97 fifthgrade students from public elementary schools in Laweyan District during the 2024/2025 academic year, selected using simple random Data were collected through a writing test to assess narrative writing skills, a multiple-choice test for mastery of effective sentences, and a questionnaire to measure reading interest. The data were analyzed using simple and multiple correlation techniques. The results showed significant positive correlation: . between mastery of effective . between reading and . simultaneously Jurnal Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. doi: : https://doi. org/10. 20961/ddi. A Penulis. Karya ini dilisensikan di bawah Creative Commons - Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi These findings suggest that both variables positively contribute to studentsAo writing proficiency. Instructional strategies should emphasize sentences construction and promote reading habits to improve studentsAo narrative writing skills. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Bahasa berperan sebagai sarana komunikasi guna memberikan informasi, ide, dan emosional sekaligus menunjang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan. Keterampilan berbahasa mencakup keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Merujuk pada keterampilan berbahasa Indonesia tersebut, yang perlu memperoleh fokus khusus dari guru ataupun peserta didik ialah keterampilan menulis (Prayitno et al. , 2. Menulis dianggap sebagai keterampilan berbahasa yang paling sulit karena tidak hanya membutuhkan penguasaan aspek kebahasaan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan kreatif (Graham & Alves, 2021. Abdullayeva & Muzaffarovna. Salah satu bentuk latihan menulis adalah karangan narasi, yang menuntut kemahiran menyatakan ide, perasaan, serta pengalaman secara tertulis dengan runtut serta kronologis (Sugiharti & Wulandari, 2. Kurikulum merdeka mengharuskan peserta didik kelas V SD menguasai keterampilan ini sebagai bagian dari kompetensi dasar pembelajaran bahasa (Ermawati & Azmy, 2. Studi menunjukkan bahwa keterampilan peserta didik dalam menulis narasi masih belum nilai rata-rata hanya 52, dengan hambatan dalam menentukan pilihan kata, menyusun isi cerita yang berkesinambungan, dan menuliskan pengalaman pribadi (Sugiharti & Anggiani, 2022. Syukri et al. , 2. Masalah Penelitian Salah satu aspek penting yang berkaitan dengan menulis adalah penguasaan kalimat efektif, yang mencakup kejelasan, kohesi, dan koherensi tulisan (Af'idatussofa et al. , 2. Indikator penguasaan kalimat efektif meliputi kejelasan struktur, keparalelan, kehematan, kelogisan, dan tata bahasa (Fitriya & Nuryanto. Oktaria et al. , 2. Di sisi lain, seseorang yang lebih sering melakukan aktivitas membaca akan semakin banyak pengalamannya, dan pengalaman tersebut akan berkontribusi dalam kegiatan menulis (Dewi et al. , 2. Indikator dalam menilai minat membaca terdiri atas perasaan senang membaca, ketertarikan pada buku, kebutuhan terhadap sumber bacaan, ketersediaan dan pemanfaatan waktu luang, serta tindakan mencari sumber bacaan (Waningyun et al. , 2023. Utami et al. Keadaan Terkini Penelitian Penilaian keterampilan menulis narasi memfokuskan pada bagian isi, struktur, dan tata bahasa (Alimah & Indihadi, 2. Penelitian menunjukkan bahwa peserta didik yang menguasai kalimat efektif cenderung lebih mampu menulis Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi karangan narasi yang runtut dan jelas (Apriani et al. , 2. Peserta didik yang mampu menyusun kalimat efektif memiliki alur cerita yang lebih jelas, padat, dan terarah (Oktaria et al. , 2. Teori Flower & Hayes menjelaskan bahwa penguasaan kalimat efektif menjadi krusial pada tahapan translating dan reviewing dalam kegiatan menulis (Kormos, 2. Dari sisi minat membaca. Safitri et al. menyatakan bahwa meningkatnya minat membaca pada peserta didik berbanding lurus dengan peningkatan keterampilan menulis narasi. Kebaruan,Kesenjangan Penelitian & Tujuan Penelitian sebelumnya umumnya mengkaji hubungan masing-masing variabel secara parsial. Studi ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji secara simultan hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat membaca dengan keterampilan menulis karangan narasi pada peserta didik kelas V sekolah dasar. Tujuan dari studi ini untuk . membuktikan hubungan antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan menulis karangan narasi, . membuktikan hubungan antara minat membaca dengan keterampilan menulis karangan narasi, . membuktikan hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat membaca secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan narasi pada peserta didik kelas V SD Negeri di Kecamatan Laweyan. METODE Studi ini mengadopsi metode kuantitatif yang dirancang untuk menguji hubungan melalui uji analisis korelasi berganda. Penelitian dilaksanakan di tiga Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Laweyan pada tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah sampel sebanyak 97 peserta didik kelas V. Teknik sampling yang diterapkan adalah simple random sampling. Data didapatkan melalui teknik tes dan non-tes. Tes digunakan untuk mengukur keterampilan menulis karangan narasi dan penguasaan kalimat efektif, sementara angket digunakan untuk mengetahui tingkat minat membaca. Uji validitas menggunakan expert judgement untuk keterampilan menulis karangan narasi, rumus korelasi Point biserial untuk penguasaan kalimat efektif, dan rumus korelasi Product Moment untuk angket minat Sedangkan uji reliabilitas menggunakan koefisien reliabilitas antarpenilai untuk keterampilan menulis karangan narasi, rumus untuk penguasaan kalimat efektif, dan rumus CronbachAos Alpha untuk angket minat membaca. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji linearitas. Setelah melakukan uji prasyarat, uji hipotesis dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment untuk hipotesis pertama dan kedua, serta uji korelasi ganda untuk hipotesis ketiga. Perhitungan data dalam studi ini dilakukan dengan memanfaatkan program Microsoft Excel dan SPSS versi 27. HASIL Studi ini menganalisis hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat membaca dengan keterampilan menulis karangan narasi peserta didik kelas V Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Laweyan. Berikut adalah hasil analisis statistik dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS versi 27 yang dilakukan: Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Gambar 1. Histogram Frekuensi Skor Keterampilan Menulis Karangan Narasi Gambar 1. menunjukkan informasi mengenai keterampilan menulis karangan narasi yang dikumpulkan dengan tes menulis karangan narasi oleh 97 peserta didik kelas V yang menjadi responden dalam studi ini. Didapati bahwa nilai rata-rata . sebesar 55,77. Perolehan nilai maksimum mencapai 82, sedangkan nilai minimumnya pada angka 32. Nilai yang paling sering muncul . berada pada angka 47, dengan nilai tengahnya . Selain itu, nilai varians mencapai 127,531, dan standar deviasi sebesar 11,293. Gambar 2. Histogram Frekuensi Skor Penguasaan Kalimat Efektif Gambar 2. menunjukkan data mengenai penguasaan kalimat efektif dikumpulkan melalui penyebaran soal pilihan ganda sebanyak 25 butir kepada 97 peserta didik . Hasil analisis, mengindikasikan bahwa nilai rata-rata . sebesar 55,81. Nilai tertinggi yang diraih mencapai 92, sementara nilai terendahnya adalah 12. Nilai yang paling sering muncul . berada pada angka 48, dengan nilai tengah . Nilai varians tercatat sebesar 448, 424, dan standar deviasi yang diperoleh adalah 21,176. Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi Gambar 3. Histogram Frekuensi Skor Minat Membaca Gambar 3. menunjukkan informasi mengenai minat membaca didapatkan melalui penyebaran angket berisi 25 pernyataan kepada 97 peserta didik yang menjadi responden. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui nilai rata-rata . adalah 78,13. Nilai tertinggi yang diraih peserta didik mencapai angka 100, sementara nilai terendahnya tercatat sebesar 45. Skor yang paling banyak muncul . adalah 83, dengan nilai tengah . Varians dari data tersebut sebesar 183,534 dan standar deviasi tercatat sebesar 13,547. Uji prasyarat dalam studi ini meliputi uji normalitas dengan Kolmogorovsmirnov yang mengindikasikan seluruh variabel berdistribusi normal: keterampilan menulis karangan narasi . , penguasaan kalimat efektif . , serta minat membaca . Sementara uji linearitas dilakukan dengan ANOVA Test of Linearity yang menunjukkan adanya hubungan linear antara keterampilan menulis dengan penguasaan kalimat efektif . ignifikansi linearitas < 0,. Serta pada hubungan antara keterampilan menulis karangan narasi dengan minat membaca . ignifikansi linearitas < 0,. PEMBAHASAN Hasil analisis korelasi Product Moment menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penguasaan kalimat efektif ( ) dan keterampilan menulis karangan narasi ( ) dengan Uji t menghasilkan sehingga tingkat hubungan tersebut signifikan dalam kategori sedang. Peserta didik dengan penguasaan kalimat efektif yang tinggi umumnya memiliki keterampilan menulis karangan narasi yang lebih baik, sejalan dengan hubungan positif antara kedua variabel tersebut. Keadaan tersebut sesuai dengan pandangan Bacharsyah & Wasidi . , bahwa pengajaran keterampilan menulis mencakup keterampilan peserta didik dalam menggunakan kosakata, ejaan, dan struktur bahasa secara tepat, serta menulis berlandaskan pada norma kebahasaan dan ketentuan penulisan yang ditetapkan. Teori dari Flower & Hayes mendukung hal tersebut yang menjelaskan bahwa penguasaan kalimat efektif menjadi krusial pada tahapan translating dan reviewing pada kegiatan menulis (Kormos, 2. Dalam Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi tahapan translating, penulis membutuhkan kemampuan membentuk kalimat yang jelas, padat dan sesuai kaidah. Penulis yang menguasai kalimat efektif akan lebih mudah menerjemahkan rencana tulisan menjadi narasi yang runtut dan mudah Sedangkan pada tahap reviewing, penulis melakukan evaluasi terhadap kesinambungan cerita, struktur kalimat, dan kejelasan makna. Jika penguasaan kalimat efektif rendah, maka narasi akan cenderung tidak koheren. Temuan dari Apriani et al. , . juga mengungkapkan bahwa peserta didik yang menguasai kalimat efektif cenderung lebih mampu menulis karangan narasi yang runtut dan jelas. Penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif pada pengembangan keterampilan menulis karangan narasi pada peserta didik kelas V tingkat sekolah dasar. Selanjutnya. Oktaria et al. , . , pada hasil kajiannya juga mengungkapkan bahwa peserta didik yang mampu menyusun kalimat efektif memiliki alur cerita yang lebih jelas, padat, dan terarah dibandingkan dengan peserta didik yang tidak menguasai struktur kalimat dengan baik. Pada studi ini, indikator tata bahasa memiliki tingkat ketercapaian paling rendah jika dibandingkan dengan dua indikator lainnya. Temuan permasalahan ini masih sesuai dengan temuan dari Pratiwiningrum et al. , . , yang menemukan dalam studinya bahwa pemahaman kaidah kebahasaan peserta didik masih kurang yang berpengaruh pada penguasaan kalimat efektif, dan pada keterampilan menulis karangan narasi. Temuan-temuan tersebut mengindikasikan bahwa keterampilan menulis narasi yang baik tidak lepas dari penguasaan dalam menyusun kalimat secara efektif. Hubungan Minat Membaca dengan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Hasil analisis korelasi Product Moment menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara minat membaca ( ) dan keterampilan menulis karangan narasi ( ) dengan Uji t menghasilkan , berarti tingkat hubungan tersebut signifikan dalam kategori sedang. Peserta didik dengan tingkat minat membaca yang tinggi cenderung memiliki wawasan yang lebih luas, yang dapat menunjang keterampilan mereka dalam menulis khususnya karangan narasi. Teori dari Tarigan memperkuat asumsi bahwa peningkatan salah satu aspek seperti membaca akan berdampak positif pada aspek lain yakni menulis, sehingga peningkatan minat membaca dapat mendukung peningkatan keterampilan menulis narasi. Temuan serupa yang mendukung temuan peneliti juga diketahui dalam pengkajian yang dilakukan oleh Safitri et al. , . yang menyatakan bahwa meningkatnya minat membaca pada peserta didik berbanding lurus dengan peningkatan keterampilan mereka dalam menulis narasi. Selaras dengan hasil tersebut. Mahmur et al. , . , membuktikan bahwa minat membaca berperan penting dan secara signifikan turut memberikan dampak pada keterampilan menulis karangan narasi pada peserta didik. Artinya, rendahnya minat membaca dapat menghambat peserta didik dalam memahami struktur narasi dan dalam mengembangkan isi karangan. Hasil-hasil temuan tersebut mengindikasikan Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi bahwa minat membaca berkorelasi secara positif dengan keterampilan menulis narasi yang terstruktur, jelas, dan komunikatif. Hubungan Penguasaan Kalimat Efektif dan Minat Membaca Secara Bersama-sama dengan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Hasil analisis koefisien korelasi berganda antara penguasaan kalimat efektif ( ) dan minat membaca ( ) secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan narasi ( ) diperoleh sebesar 0,573. Uji F menghasilkan , artinya terdapat hubungan signifikan dalam kategori sedang antara kedua variabel bebas, yaitu penguasaan kalimat efektif ( ) dan minat membaca ( ) terhadap keterampilan menulis karangan narasi (Y). Nilai yang diperoleh adalah 0,328, yang berarti bahwa sebesar 32,8% variasi pada keterampilan menulis karangan narasi peserta didik dijelaskan oleh secara simultan, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dikaji pada model ini. Tingkat kemampuan seseorang dalam menguasai kalimat yang efektif dan minat baca yang lebih tinggi secara bersama-sama berkaitan dengan keterampilan menulis karangan narasi yang lebih baik. Sebaliknya, tingkat kedua variabel tersebut yang lebih rendah juga berkorelasi dengan keterampilan menulis narasi yang lebih Pernyataan tersebut sejalan dengan Teori Saddler yang menekankan bahwa belajar menyusun kalimat efektif merupakan elemen mendasar dalam proses Kalimat efektif membentuk teks yang kohesif dan koheren, sedangkan minat membaca memberikan referensi dan memperkaya ide tulisan Saddler, . Kondisi ini juga diperkuat dengan studi yang dilakukan oleh Mahmur et al. hasilnya menunjukkan bahwa secara bersama-sama, minat membaca dan kemampuan dalam menguasai struktur kalimat berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap pengembangan keterampilan menulis narasi. Meskipun penelitian tersebut menggunakan pendekatan pengaruh, temuan mereka selaras dengan hasil studi ini, yang mengungkapkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki keterkaitan positif dengan keterampilan menulis narasi. Meskipun menggunakan pendekatan yang berbeda, temuan tersebut mendukung temuan dalam hasil studi ini, yang membuktikan adanya hubungan positif dan signifikan antara kemampuan dalam menguasai kalimat efektif serta minat baca dengan keterampilan menulis narasi KESIMPULAN Melalui hasil analisis, disimpulkan bahwa . terdapat hubungan antara penguasaan kalimat efektif dengan keterampilan menulis karangan narasi, . terdapat hubungan antara minat membaca dengan keterampilan menulis karangan narasi, . terdapat hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat membaca secara bersama-sama dengan keterampilan menulis karangan narasi terutama pada peserta didik kelas V SD Negeri di Kecamatan Laweyan. Secara teoretis, temuan ini dapat menjadi dasar pemahaman untuk memperdalam keterkaitan antara Didaktika Dwija Indria Vol. No. April, 2026. Halaman. Attribution-NonCommercial-ShareAlike. Beberapa hak dilindungi kemampuan kebahasaan dan aktivitas literasi dengan keterampilan menulis. Hasil temuan ini dapat dijadikan referensi pada pengembangan studi lain yang mengkaji topik ini khususnya dalam konteks pemnelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar kelas V. Secara praktis, temuan ini mengindikasikan bahwa keterampialn menulis karangan narasi dapat dikembangkan melalui pembelajaran yang terintegrasi antara kemampuan kebahasaan dan aktivitas literasi. Sehingga pembelajaran menulis narasi sebaiknya dirancang secara terpadu dan berkelanjutan sehingga berpotensi mendorong keterampilan berbahasa yang lebih bermakna dan DAFTAR PUSTAKA