Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16. Homepage: https://ejurnal. id/jbd Pengaruh Pemberian Pakan Maggot (Hermatia illucen. yang Difermentasi terhadap Efesiensi Pakan dan Daya Cerna pada Ikan Nila (Oreochromis niloticu. Nurul Yaqin1*. Heriansah2. Nursyahran3 1,2,3 Institut Teknologi dan Bisnis Maritim Balik Diwa Email: nurulyaqin154@gmail. Abstract Maggot is one of the local ingredients that has many benefits and many properties. Maggot is one of the feeds that is easy to make using organic waste. Fermentation is one of the applications of microbes in an effort to improve the quality of feed raw materials. The purpose of this study was to determine the effect of fermentation materials on the efficiency of tilapia (Oreochromis niloticu. feed and to determine the effect of fermented feed on digestibility in tilapia (Oreochromis niloticu. The method used in this study was experimental, where the experimental treatments were the types of feed and fermentation materials consisting of 4 combinations with 3 repetitions each, namely A . % Maggot fee. B (Maggot 100 g fermented with 20 mL nano enzym. (Maggot 100 g multivariant fermentation 20 m. D (Maggot 100 g fermented with 20 ml Lactobacillu. This research was conducted from May to July 2024 at the Moncongloe Maros Aquaculture Institute Laboratory. The results of the study showed that the highest feed utilization efficiency was in treatment B (SLS) with a value of 79%, followed by treatment D . with a value of 42. 83% followed by treatment C (Em. with a value 38% and the lowest feed efficiency was in control treatment A (Maggo. Furthermore, maggot feed fermentation also had a significant effect (P <0. on the protein efficiency ratio in tilapia (Orerochromis Keywords: Digestibility, fermentation, feed efficiency. Hermetia illucens. Oreochromis niloticus PENDAHULUAN Pakan adalah komponen yang paling penting dalam proses budidaya ikan, dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan yang sedang dibudidaya. (Zaenuri et ,2. Pakan dibagi menjadi 2 golongan yaitu pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami adalah pakan yang didapatkan di alam itu sendiri, sedangkan pakan buatan yaitu pakan yang bisa dibuat atau diproses oleh insan atau manusia untuk dijadikan sebagai pakan alternatif itu sendiri (Pratiwi et al. , 2. Dalam sektor perikanan ikan nila adalah salah satu komuditas terbaik karena Ikan Nila dapat tumbuh dengan cepat serta dapat dibudidayakan pada lahan yang terbatas. Masyarakat sangat menggemari ikan nila (Oreocrhomis niloticu. , karena termasuk salah satu jenis ikan air tawar dengan prospek pertumbuhan yang bagus. Hal ini disebabkan oleh banyak keunggulan ikan nila, termasuk kemampuan bertahan hidup yang kuat, pertumbuhan yang pesat atau relative cepat jika dibandingkan dengan ukurannya yang besar dan ketahanan terhadap perubahan lingkungan (Novianti et al. , 2. Ikan nila tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai bobot tubuh yang jauh lebih besar sambil tetap produktif. Pakan yang teratur dan berkualitas tinggi adalah salah satu hal yang sangat diinginkan oleh pembudidaya ikan karena salah satu faktor yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan perkembangan benih ikan adalah pemberian pakan yang teratur dan berkualitas tinggi, sehingga ikan yang sedang dibudidaya tidak akan terkena Namun, proses budidaya dapat terhambat 10 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd apabila nilai harga pakan naik. Biaya pakan menyumbang sekitar 70% dari keseluruhan biaya produksi dalam budidaya dan pembuatan pakan (Suryaningrum, 2. yang terus meningkat menjadi suatu masalah. Salah satu faktor penyebab tingginya biaya pakan adalah keterbatasan pasokan tepung ikan, yang merupakan sumber utama protein dalam pakan ternak. (Dossou et al. , 2. Harga pakan yang tinggi dan asupan nutrisi yang masih kurang atau rendah adalah salah satu penyebab utama tingginya biaya produksi benih ikan nila. Dalam proses pembenihan ikan, hal ini juga dapat berdampak pada kurangnya jumlah pakan yang digunakan. Oleh karena itu, dibutuhkan bahan baku lokal yang tinggi, tidak mempunyai racun, harga yang relative murah serta mudah dijangkau, ketersediaan yang melimpah serta tidak bersaing dengan kebutuhan manusia yaitu Maggot (Hermatia ilucen. Sehingga dibutuhkan pakan yang mudah didapat dan kaya akan protein, lemak, serta memiliki banyak kandungan nutrisi dan yang dapat menjadi salah satu alasan ikan dapat berkembang biak dengan baik yaitu Maggot (Hermatia illunce. Maggot adalah salah satu bahan lokal yang memiliki banyak manfaat dan banyak Selain itu, maggot adalah salah satu pakan yang mudah dan mudah dibuat dengan memastikan ketersediaannya berkelanjutan. Namun disamping keunggulan maggot. Ternyata maggot memiliki serat kasar yang tinggi sehingga solusi atau masalah yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan melakukan fermentasi. Fermentasi merupakan salah satu penerapan mikroba dalam upaya memperbaiki kualitas bahan baku pakan. Fermentasi juga dapat meningkatkan kualitas dari nutrisi bahan pakan yang digunakan melalui penurunan serat kasar serta lemak yang dapat meningkatkan protein kasar dan kecernaan Fermentasi juga merupakan suatu proses dalam menghilangkan dampak bahan pakan tertentu yang dilakukan menggunakan Fermentasi merupakan suatu proses perubahan kimiawi yang terjadi pada subtrat dari aktivitas suatu enzim dari Dari ulasan diatas yang memaparkan bahwa bahan baku dari pakan ikan yang diambil dari fermentasi serta melibatkan mikroorganisme, yang digunakan sebagai strategi E ISSN: 3032-3177 alternatif yang bertujuan agar dapat meningkatkan kualitas bahan baku, kecernaan ikan dan penyerapan serta pemanfaatan nutrisi pakan untuk menunjang pertumbuhan ikan. Fermentasi maggot melaui EM4. SLS dan yakult diharapkan dapat menjadi jawaban dari permasalahan mahalnya harga pakan yang dapat menghambat para pembudidaya ikan untuk keberlangsungan ikan, sehingga dibutuhkan pakan alternatif seperti maggot yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim alami yang dapat meningkatkan kemampuan daya cerna pakan namun memiliki serat kasar yang tinggi sehingga diperlukan fermentasi. II. METODE PENELITIAN Pernerlitian dilaksanakan pada jangka waktur 8 minggur pada burlan Meri sampai burlan Jurli 2024 di Laboratoriurm Institurt Akurakurltur Moncongloer Maros. Adapun alatnya yaitu Kontainer plastic. Blower, selang, batu aerasi. Serserr Waterr Qurality Meter 5 in 1 AZ 86031. Timbangan. Meter. Selang sipon. SmarpHone. Gelas ukur. Ember. Jangka sorong. Pulpen. Buku Mistar Dan adapun bahan digunakan adalah ikan nila, enzim nano, maggot kering, air tawar, mikro multivariant dan lactobacillus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lerngkap (RAL) yang dilakurkan pada skala . yang didersain derngan mernggurnakan 4 perrlakuran dan 3 urlangan, yaitu. A . % pakan Maggo. B (Maggot 100 g fermentasi enzim nano 20 mL). C (Maggot 100 g fermentasi multivariant 20 m. D (Maggot 100 g fermentasi dengan Lactobacillus 20 m. Adapun variable pengukuran dalam penelitian ini, yaitu . Erfisiernsi pemanfaatan pakan. Rasio Efisiensi Protein. Kuralitas air. Sedangkan teknik analisis data, yaitu data dianalisis derngan mernggurnakan analisis ragam (ANOVA) urnturk merngertahuri perngarurh kombinasi biota terrhadap erfersiernsi pakan dan Paramerterr berrperngarurh nyata diurji lanjurt derngan mernggurnakan Turkery's HSD terst urnturk erfisernsi pakan dan daya cerrna pada sertiap jernis Data analisis derngan mernggurnakan SPSS for Windows pada tingkat signifikan 95%. Data kuralitas air dianalisis sercara derskriptif derngan mermbandingkan kisaran paramerterr yang optimal burdidaya ikan nila, urdang purtih dan kerrang kijing dari berrbagai rerferrernsi. E ISSN: 3032-3177 11 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Erfisiernsi Pemanfaatan Pakan Ber dasarkan hasil pernerlitian yang terlah dilakurkan dapat dikertahuri bahwa nilai erfirsiernsi permanfaatan pakan ter tinggi pada per lakuran B (SLS) derngan nilai 43,79%, disusul perlakuan D . dengan nilai 42,83% disusul dengan perlakuan C (Em. dengan nilai 42,38% dan erfersiernsi pakan ter erndah ter dapat pada per lakuran kontrol A (Maggo. serbersar 34,46. Adapurn gambar grafik erfiisiernsi pakan dapat dilihat pada gambar 1 dibawah ini: Gambar 4. Erfirsiernsi Permanfaatan Pakan Tabel 1. Rata-rata Efisiensi pemanfaatan pakan Rata-rata Efisiensi Perlakuan pemanfaatan pakan A . 34,46A4,50a B (SLS) 43,79A3,59b C (EM. 42,38A0,70ab D (Yakul. 42,83A2,58b Sumber: hasil penelitian Berdasarkan hasil uji Anova menjukkan efisiensi pakan berpengaruh nyata . <0,. , selanjutnya hasil uji Tukey menunjukkan perbedaan antar perlakuan A(Maggo. berbeda nyata dengan perlakuan B (SLS) sementara perlakuan A tidak berbeda nyata dengan perlakuan C . dan D (Yakul. Hasil . ampiran merngindikasikan bahwa variasi pakan maggot yang difer merntasi ber perngarurh nyata. Rasio Efisiensi Protein Rasio erfisiernsi proterin (RErP) adalah proserdur yang digurnakan urnturk merngertahuri hurburngan perningkatan ber at badan derngan jurmlah proterin yang ter dapat pada ransurm dalam mermperngarurhi per turmburhan herwan coba (Astawan ert al . , 2. Hasil perngamatan terntang rasio erfersiernsi proterin pada sertiap per lakuran dalam permerliharaan ikan nila dapat disajikan pada gambar 4. 2 yaitur mernurnjurkkan bahwa Nilai rasio erfersiernsi proterin yang tinggi ter dapat pada per lakuran C yaitur maggot yang difer merntasi derngan ErM4 yaitur ber kisar 2,40, kermurdian dilanjurtkan derngan per lakuran B yaitur maggot yang difer merntasi derngan SLS derngan per olerhan nilai 2,36 lalur rasio erfersiernsi proterin pada per lakuran D yaitur maggot yang difer merntasi derngan yakurlt derngan nilai proterin, yaitur 2,14 dan nilai rasio erfersiernsi proterin yang paling rerndah adalah per lakuran A,yaitur kontrol (Maggo. derngan nilai 1,39%. Gambar 2 Rasio Erfiisiernsi Proterin Hasil analisis ragam mernurnjurkkan bahwa pernambahan bahan fer merntasi dalam pakan maggot ber perngarurh nyata (P<0,. ter hadap rasio erfirsiernsi proterin pada ikan nila (Orerochromis niloticur. dalam merdia ber salinitas. Hasil pernerlitian ini mernurnjurkkan bahwa nilai rasio erfirsiernsi proterin ter tiggi didapat pada per lakuran serbersar 2,40%, disusul dengan perlakuan B (SLS) lalu disusul dengan perlakuan D (Yakul. denan nilai 2,14% serdangkan nilai rasio erfiisiernsi proterin ter erndah didapat pada per lakuran A, serbersar 1,39%. Hal ini mernurnjurkkan bahwa per lakuran C (Maggot yang difer merntasi derngan ErM. didurga mer urpakan dosis yang sersurai derngan per turmburhan ikan diber ikan dimanfaatkan olerh turburh ikan sercara erfersiern. E ISSN: 3032-3177 12 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd Tabel 2. Rata-rata Rasio Efisiensi Pakan Rata-rata Rasio Perlakuan Efesiensi Protein A . 1,39A0,17a B (SLS) 2,36A0,18b C (EM. 2,40A16b D (Yakul. 2,14A0,29b Sumber: hasil penelitian Berdasarkan hasil uji Anova menjukkan Rasio efisiensi pakan berpengaruh nyata . <0,. Selanjutnya hasil uji tukey menunjukkan perlakuan A . berbeda nyata dengan perlakuan B (SLS) adapun perlakuan C dan D tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Kuralitas air Paramerter lingkurngan ber per an pernting dalam perngatur an prosers mertabolismer organismer per airan (Sursiana, 2011, 2015. Rochmady ert al. , 2. Kuralitas air sangat ber perngarurh ter hadap per turmburhan dan tingkat kerlangsurngan hidurp urdang (Fast & Lerster , 1992. Prihurtomo, 2. Serlain itur, paramerter kuralitas mermperngarhi daur hidurp organismer dan mer urpakan faktor permbatas pernyerbaran suratur spersiers (Rochmady, 2011. Sursiana ert al. ,2. Hasil perngurkur an kuralitas air serlama pernerlitian disajikan pada Taberl 5. dibawah ini. Taberl 3. Nilai Perngurkur an Kuralitas Air Serlama Pernerlitian Per lakuran Paramerter Surhur (AC) 26,1- 26,0- 26,0- 26,128,4 28,3 28,6 28,4 Oksigern 5,3- 5,45,4- 5,4-6,9 ter larurt . g/ 6,4- 6,5- 6,4- 6,5-6,9 Sumber: hasil penelitian Surhur air merdia permerliharaan bernih ikan nila serlama pernerlertian pada per lakuran A, ber kisar antara 26,1-28,4. Per lakuran B ber kisar antara 26,028,3. Per lakuran C ber kisar 26,0-28,6, dan Per lakuran D ber kisar 26,1-28,4. Kisaran surhur ter serburt merndurkurng kerhidurpan dan per kermbangan bernih ikan. Manik & Mintardjo . Adapurn oksigern ter larurt (D. per lakuran A ber kisar 5,3-7,1, per lakuran B serkitar 5,4-7,0 per lakuran C 5,4-7,1 dan per lakuran D. Serkitar 5,4-6,9 kermurdian PH per lakuran A ber kisar antara 6,4-7,0 per lakuran B ber kisar antara 6,5-7,0 per lakuran C ber kisar 6,47,0 dan per lakuran D ber kisar antara 6,5-6,9. Pembahasan Erfirsiernsi Pemanfaatan Pakan Efisiensi permanfaatan pakan (EPP) adalah kemampuan ikan untuk memanfaatkan pakan secara optimal. Hal ini, terkait dengan kemampuan ikan untuk mencerna pakan yang diberikan kemudian menyimpannya didalam tubuh, sejalan dengan penelitian terdahulu (Andini dan Widaryati, 2. menyatakan bahwa efisiensi dalam pemberian pakan menggambarkan seberapa banyak pakan yang dimanfaatkan kemudian diubah menjadi daging atau peningkatan berat badan Dengan pemanfaatan pakan yang efisien, ikan dapat mencapai pertumbuhan yang optimal dan berpengaruh bagi kelangsungan hidupnya, menurut penelitian Siegers dan Sudirman . , ikan yang mengalami kondisi kelaparan menunjukkan peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi karena terjadi penurunan laju metabolisme. Saat ikan kembali diberi pakan, energi yang diperoleh dari protein pakan dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pertumbuhan mereka. Dalam hasil penelitian efisiensi pakan pada perlakuan B (SLS), ditemukan bahwa nilai efisiensi mencapai 43,79%. Hasil ini menunjukkan bahwa magot yang difermentasi dengan SLS memiliki efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 43,79%, sebuah angka yang mendekati standar efisiensi pemanfaatan pakan yang baik. Meski begitu, menurut Sartika. Diniarti, et al. , . pakan baru dapat dianggap berkualitas tinggi jika nilai efisiensinya melebihi 50% atau bahkan mendekati 100%. Pencapaian efisiensi pakan ini penting karena peningkatan nilai efisiensi (EPP) menunjukkan bahwa pakan yang diberikan memiliki kualitas yang baik, tetapi juga bahwa pakan tersebut digunakan dengan sangat efektif oleh organisme yang mengonsumsinya. Efisiensi pakan yang tinggi merupakan indikator bahwa hanya sedikit protein yang diubah menjadi energi, sementara sebagian besar protein dari pakan tersebut dimanfaatkan untuk proses Efisiensi ini menjadi faktor kunci dalam pengelolaan pakan yang berkelanjutan, karena memungkinkan peningkatan pertumbuhan tanpa pemborosan sumber daya pakan. Lebih lanjut, efisiensi tinggi dalam penggunaan pakan E ISSN: 3032-3177 13 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd juga dapat berkontribusi pada pengurangan biaya produksi dan dampak lingkungan, menjadikannya aspek yang penting dalam praktik budidaya yang Nilai efesiensi pemanfaatan pakan (EPP) menunjukkan banyaknya perrtambahan bobot badan yang dihasilkan dari 5 gr pakan. Lemak dan energi dalam ransum dapat memperbaiki efesiensi pakan karena semakin tinggi kadar lemak dan energi dalam ransum menyebabkan ikan mengkonsumsi pakan lebih sedikit tetapi menghasilkan pertambahan bobot yang tinggi. Nilai efesiensi pakan menunjukkan baik atau buruk kualitas pakan yang diberikan dan besarnya permanfaatan nurtrisi dalam pakan oleh tubuh ikan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Berdasarkan tabel hasil data pengamatan di atas, perlakuan A maggot tanpa fermentasi, perlakuan B sls,perlakuran C maggot dengan fermentasi EM4 dan perlakuan D maggot dengan fermentasi Yakult setelah mengalami masa pemeliharaan tertentu respon ikan terhadap pemberian pakan maggot yang difermentasi tentu dapat dikertahui dengan mengavaluasi pemberian pakan. Adapun istilah umum yang digunakan urntuk digunakan dalam merngevaluasi pakan disebut efesiensi pakan. Tingkat konsumsi pakan maggot untuk benih ikan nila dan grafik efesiensi pakan selama 6 minggu masa pemeliharaan seperti di sajikan pada gambar 4. 1 menunjukkan bahwa pada perlakuan A rata-rata efesiensi 34,46% perlakuan B rata - rata efesiensi 43,79% perlakuan C rata-rata efersiensi 42,38% perrlakuran D rata - rata efesiensi 42,83%. Gambar 5. diatas menunjukkan rata-rata efesiensi pakan tertinggi pada perlakuan B sebesar 43,79%, disusuli perlakuan D sebesar 42,83 %, perlakuan C sebesar 42,38% dan terendah pada perlakuan A sebesar 34,46%. Tingginya efesiensi pakan pada perlakuan B menunjukkan kandungan protein pada pakan maggot yang difermerntasi dengan SLS sudah memenuhi kebutuhan protein pakan untur benih ikan nila. Pakan yang diberikan pada benih ikan memiliki kandungan nilai gizi yang optimal urntuk efesiensi pakan, hal tersebut didukung dengan hasil analisa proksimat dengan Analisa protein pada Maggot yang difermentasi dengan SLS yaitu 20,30%. Menurut Surwirya ert al. dalam Sursanto ert al. , pakan yang memiliki kadar protern tinggi akan mermberikan pertumbuhan dan efesiensi pakan yang lebih baik. Sementara itu rerndahnya efesiensi pakan pada perlakuan A diduga karena pakan yang digunakan merurpakan pakan yang merngandung protein yang Kualitas pakan ditentukan oleh nilai gizi, sedangkan nilai gizi pakan itu sendiri ditentukan oleh komposisi bahan baku pakan (Djajaserwaka, 1990 dalam Amirurddin M,2. Rasio efesiensi protein Berdasarkan hasil penelitian terhadap rasio efesiensi protein pada benih ikan nila (Oreochromus nilloticu. yang diberi pakan maggot dengan fermentasi yang berbeda menunjukkan rasio efesiensi pakan yang berbeda Hasil rasio efesiensi protein tertinggi pada benih ikan nila ditunjukkan pada perlakuan C, yaitu fermentasi maggot dengan EM4, kemudian disusul dengan perlakuan B,yaiti fermentasi maggot dengan SLS, kemudian disusl dengan perlakuan D,yaitu fermentasi maggot dengan yakult, dan terakhir yaitu perlakuan A,atau maggot (Kontro. Menurut Stickney . rasio efesiensi protein berfungsi untuk mengetahui jumlah protein yang terserap dakam tubuh ikan dan digunakan untuk pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan fermentasi pada pakan maggot mampu meningkatkan rasio efesiensi protein pada ikan nila. Menurut handayani et al. jumlah bakteri pengurai yang termakan akan membantu proses pencernaan dalam saluran pencernaan ikan. Hal ini dikarenakan bakteri I I mampu memproduksi enzim protease, emilase serta lipase dan meningkatka keseimbangan bakteri dalam saluran pencernaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio efisiensi protein lebih tinggi dari penelitian Noviana et al. sebesar 2,17% dan penelitian Wardika et al. sebesar 2,23%. Perbedaan nilai efisiensi protein tersebut dapat dipengaruhi oleh kebutuhan energi dan kadar protein dalam pakan setiap ikan. Menurut Suprayudi et al. penambahan probiotik pada pakan dapat meningkatkan kecernaan protein hal ini disebabkan karena kandungan bakteri menguntungkan yang mampu menghasilkan enzim-enzim yang dapat membantu ikan untuk mencerna protein dalam Bakteri yang terkandung dalam probiotik mampu meningkatkan kecernaan ikan dengan cara mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederahana. Menurut Noviana et al. pemberian probiotik yang mengandung bakteri Lactobacillius. Actinomycetes sp. , dan Saccharmyces cerevisiae dalam pakan dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan dengan 14 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd meningkatkan enzim pencernaan yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan sebagai deposit untuk pertumbuhan. Sedangkan menurut Anggriani et al. bakteri Bacillus berperan dalam menguraikan protein menjadi asam amino. Asam amino ini kemudian digunakan bakteri untuk memperbanyak diri, sehingga dapat meningkatkan protein pakan dan menurunkan serat kasar, sehingga mampu meningkatkan protein dan karbohidrat dalam pakan. Kuralitas air Kuralitas air sangat ber perngarurh pada hasil produrksi burdidaya ikan. Ikan nila (Orerochromis niloticur. adalah salah satur jernis ikan yang banyak diburdidayakan di ber bagai nergara, ter masurk Indonersia. Urnturk merningkatkan hasil produrksi, burdidaya ikan nila dilakurkan derngan mertoder internsif, yang ditandai derngan kerpadatan terbar yang tinggi dan permber ian pakan ber kuralitas proterin tinggi. Perngerlolaan kuralitas air yang baik mer urpakan faktor ang sangat pernting dalam kerber hasilan mertoder burdidaya internsif ini. Pernerlitian dilakurkan serlama 6 minggur urnturk merngurkur berber apa paramerter kuralitas air yaitur surhur. Dissolver Oxygern, der ajat kerasaman . H), ser ta paramerter erfersiernsi pakan dan daya cer na ikan nila yang diburdidayakan. Oksigen adalah salah satu jenis gas terlarut dalam air (Effendi,2. yang memegang peranan penting dalam kegiatan budidaya ikan karena erat kaitannya dengan aktivitas respirasi (Sahami et al. Oksigen terlarut dapat bersumber dari hasil proses fotosintesis oleh jenis fitoplankton atau jenis tanaman air,proses aerasi,oksidasi bahan organik, dan difusi dar udara (Effendi, 2. Oksigen terlarut merupakan zat yang krusial bagi semua organisme untuk melakukan proses pernafasan, metabolisme, dan pertukaran zat yang Konsentrasi oksigen terlarut yang aman dalam budidaya perairan tawar adalah sekitar 5-8 mg/L, cukup memadai untuk mendukung (Effendie. Selama pemeliharaan nilai oksigen terlarut (DO) terhadap masing-masing perlakuan relative stabil dan berada di atas Ou 5 mg/L yang kondusif untuk partumbuhan ikan nila (Lucas et al. , 2. Suhu adalah parameter fisika yang memiliki pengaruh signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung, terhadap proses pertumbuhan dan perkembangan organisme perairan. Suhu dapat E ISSN: 3032-3177 memengaruhi laju reaksi biokimia yang pada akhirnya mempengaruhi proses metabolisme dan reproduksi biota perairan (Syamsuddin, 2. Effendie . menambahkan, suhu air memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan, tingkah laku, reproduksi, dan metabolisme ikan. Pada penelitian ini suhu air berkisar antara 26,1-28,4 AC, yang dianggap aman dan mendukung kehidupan serta pertumbuhan ikan nila (Lucas et , 2. Berdasarkan temuan penelitian oleh ElHack et al. , . , kisaran suhu 20-30AC adalah kisaran suhu yang cocok untuk budidaya ikan nila, menghasilkan kinerja efesiensi pakan dan daya cerna yang optimal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa suhu yang dicatat dalam penelitian ini berada dalan keadaan normal sesuai dengan kondisi yang mendukung budidaya ikan pH atau derajat keasaman adalah salah satu parameter penting dalam kegiatan budidaya Hal ini terkait erat dengan proses metabolisme dan respirasi organisme serta, serta mempengaruhi produktifitas perairan secara pH atau derajat keasaman adalah salah satu parameter penting dalam kegiatan budidaya Hal ini terkait dengan proses metabolisme dan respirasi organisme, serta mempengaruhi produktifitas perairan secara Pemantauan dan pengaturan pH yang tepat sangat penting dalam memastikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi organisme yang dibudidayakan (Syamsuddin, 2. Suhu yang tinggi dapat meningkatkan nilai pH dalam air, terutama karena akumulasi sisa metabolisme, sisa pakan, dan feses yang dapat meningkatkan toksisitas seperti amoniak. Namun, suhu yang relatif stabil dan tidak terlalu tinggi selama penelitian membantu menjaga nilai pH pada kisaran 6,4-7,1 yang dianggap aman untuk pemeliharaan ikan nila. pH kisaran ini mendukung pertumbuhan ikan nila (Lucas et al. , 2. Ikan air tawar memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan pH air, namun disarankan untuk memelihara pH air kisaran optimal normal anata 5-8, sesuai dengan rekomendasi yang diungkapkan oleh El-hack et al. , . Menjaga pH dalam kisaran ini membantu memastikan lingkungan yang stabil dan sesuai untuk ikan air tawar, dapat mendukung kesehatan, pertumbuha, dan kinerja secara keseluruhan. 15 Jurnal Riset Diwa Bahari Vol. No. Januari-Juni 2025, 9-16 Homepage: https://ejurnal. id/jbd IV. KESIMPULAN Ber dasarkan kersimpurlan pada pernerlitian ini, yaitu . pernggurnaan pakan yang terlah difer merntasi terbaik pada pemberian pakan maggot yang difermentasi SLS ter hadap erfersiernsi pemanfaatan pakan pada ikan nila (Orerochromis niloticur. Pernggurnan pakan yang terlah difer merntasi terbaik pada pemberian pakan maggot yang difermentasi EM4 ter hadap rasio efesiensi protein pada ikan nila (Orerochromis niloticur. DAFTAR PUSTAKA