JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. AuEKSISTENSI ALQURAN DI ERA DISRUPSIAy (STUDI ANALISIS KRITIS) Firdaus STAI Asy-Syukriyyah Tangerang firdaus@asy-syukriyyah. Abstrak: Era disrupsi adalah era terjadinya perubahan besar-besaran yang disebabkan adanya inovasi yang mengubah sistem dalam tatanan kehidupan baik dari segi ekonomi, bisnis, sosial bahkan pendidikan ke taraf yang lebih baru. Pesatnya kemajuan teknologi menjadi penyebab utama dalam perubahan di era disrupsi ini. Seperti yang kita maklumi Studi ilmu Alquran selalu mengalami dinamika seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman. Itu sebabnya studi ilmu alquran dan tafsir tidak luput dari arus dan gelombang pengaruh disrupsi yang terjadi dewasa ini. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaiman peran atau keberadaan al-QurAoan di era disrupsi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka (Literature Revie. dengan jenis penelitian tafsir Tahlili atau analisis Hasil dari penelitian ini adalah Alquran sejatinya memiliki peran serta eksistensinya sudah menjawab tantangan perubahan besar-besaran yang terjadi saat ini al-QurAoan sebagai Petunjuk, al-QurAoan sebagai penyembuh, al-QuAoan sebagai solusi di era disrupsi dengan alat yakni tafsir Adabul IjtimaAoi. Maqasidi, dan metode semiotik al-QurAoan. Kata Kunci: Eksistensi, al-QurAoan. Era Disrupsi LATAR BELAKANG Alquran adalah muAojizat teragung dan termulia sepanjang sejarah kenabian, kemukjizatan dari wahyu Alquran masih dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia hingga saat ini. Berbagai macam penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan terkait bahasan-bahasan tentang teknologi dan sains dalam Alquran menjadi bukti bahwa Alquran memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh muAojizat lainya. Berbeda dengan muAojizat-muAojizat para nabi lainya yang hanya dapat dirasakan kemuAojizatanya pada saat muAojizat itu turun. Alquran hingga kini masih tetap menampakkan kemukjizatanya dan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia, keterjagaan setiap hurufnya pada setiap lafadz dan ayatnya mulai dari pertama diturunkan empat belas abad yang silam menjadi bukti keistimewaan dari muAojizat Alquran. Alquran sebagai mukjizat Nabi Muhammad saw merupakan kalam Allah swt yang disampaikan kepada para sahabat dengan metode at-tawatur . angsung dari Rasul kepada umatny. kemudian dikodifikasi dalam bentuk mushaf pertama kali masa kepemimpinan Abu Bakar R. dan terus disempurnkan sampai kepada masa kepemimpinan Utsman bin Affan R. Pesan Ilahi yang disampaikan oleh Nabi saw memiliki kandungan yang bersifat holistic dan universal JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 85 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. , baik itu tentang akidah, fiqh, akhlak dan lainnya sehingga menjadi dasar bagi kehidupan individual dan bersosial bagi umat Islam dalam segala lingkupnya. Era disrupsi adalah masa ketika perubahan terjadi sedemikian tidak terduga, mendasar dan hampir diseluruh aspek kehidupan. Disrupsi menginisiasi lahirnya berbagai macam model interaksi baru yang lebih inovatif dan masif mulai dari bisnis, ekonomi, perbankan, transportasi, sosial kemasyarakatan, pendidikan, politik hingga keagamaan. Ketika istilah disrupsi dikaitkan dengan tafsir, maka memiliki arti bagaimana upaya menafsirkan ayat-ayat Alquran kemudian diadaptasikan dan disesuaikan dengan suasana serta kondisi saat ini 1. Era disrupsi memaksa setiap individu merubah dan meninggalkan pola lama kepola yang lebih baru yang lebih sesuai dengan perkembangan tekonologi. Pesatnya kemajuan teknologi menjadi penyebab utama dalam perubahan di era disrupsi ini. Studi ilmu Alquran selalu mengalami dinamika seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman. Itu sebabnya studi ilmu Alquran dan tafsir tidak bisa luput dari arus dan gelombang pengaruh disrupsi yang terjadi dewasa ini. Berdasarkan survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018 bahwa terdapat 171,17 juta orang . ,8%) pengguna internet dari total keseluruhan penduduk indonesia sebanyak 264,16 juta jiwa. Dari tahun ke tahun pengguna internet mengalami kenaikan tidak kurang dari 10%. Pengguna utama didominasi oleh sosial media berupa Facebook . ,7%). Instagram . ,8%), dan YouTube . ,1%) 2. data ini menujukan bahwa masyarakat sudah semakin massif serta mengenal dan memanfaatkan dunia internet sebagai salah satu kemampuan dasar kehidupan yang dapat dijadikan sebagai modal dalam mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan 3. Eksistensi Alquran sebagai wahyu dan hudan linnas adalah sebuah keniscayaan sifat Alquran yang universal shalihun likulli zaman wa makan menjadikan Alquran sebagai muAojizat ad daimah yang kekal bagi seluruh umat islam. Perubahan masif yang terjadi di era disrupsi ini tidak lantas menjadikan eksistensi alquran berkurang ataupun menjadi hilang, meskipun sebagian kelompok meragukan hal tersebut. Pandangan yang mengatakan bahwa umat Islam hari ini tidak dapat bertanya langsung kepada Rasulullah saw setelah beliau wafat dan para sahabat serta para tokoh dan ulama yang berkontribusi dalam memberikan pemahaman makna Arham Junaidi, kaidah penafsiran alquran dan urgensinya di era disrupsi, at Tibyan. Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir. Vol. 5 No. Juni 2020 Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2018. Laporan hasil survei (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesi. Accessed January 27, 2022, http://apjii. id/survei. Helmi Maulana. Onlinization Tafsir: Studi Alquran di Era Disrupsi. Tajdid. Vol 28. No. 1, 2021 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 86 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. ayat-ayat alquran adalah sebuah pernyatan yang sangat subjektif dan tidak berdasarkan fakta serta bukti ilmiah. Adanya tradisi sanad dalam Islam sebetulnya sudah sangat mampu menjawab pernyataan yang keliru tersebut. Kemudian lahirnya berbagai macam metodologi serta pendekatan baru dalam memahami Alquran juga menjadi salah satu strategi jitu untuk memahami nash-nash Alquran sesuai dengan kebutuhan umat dan isu terkini dengan tetap berlandaskan syarat dan adab yang harus dipenuhi dalam menafsirkan Alquran. Kemajuan teknologi dan informasi khusunya dibidang internet memungkinkan seseorang untuk dapat berbagi, ilmu pengetahuan, dan bersaing secara global. Menjamurnya laman internet yang menyediakan tafsir Alquran sangat membantu sekali bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang tafsir Alquran meski terkadang hal ini juga dapat menimbulkan persoalan baru terkait bentuk penyajian tafsir dan format studi Alquran. Karena disrupsi diibaratkan seperti dua sisi mata uang yang berbeda terkadang menguntungkan dan terkadang menjerumuskan 4. Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis melihat perlunya diadakan penelitian khusus terkait eksistensi Alquran di era disrupsi ini. Fungsi Alquran sebagai hudan linnas wa tibhyanun likulli syai dapat dirasakan dan kita lihat hingga saat ini, jika ditinjau kembali sejarah panjang yang terjadi dalam peradaban umat manusia saat ini, serta majunya peradaban dunia modern tentu tidak pernah terlepas dari kontribusi para ilmuwan dan cendikiawan Muslim di era kejayaan dinasti islamiyah di Andalusia dan Baghdad sebagai pusat ilmu dan kebudayaan masa itu. Alquran kala itu menjadi salah satu sumber terpenting dalam kajian dan pengembangan ilmu sains dan teknologi bahkan hingga saat ini 5. Pembahasan yang dibuat secara ekslusif dengan tema tafsir ilmi membedah ayat-ayat Alquran yang membahas tentang sains dan teknologi. Pembahasan tentang ilmu bumi, ilmu hayat atau biologi, penciptaan manusia, ilmu astronomi dan teknologi dibahas didalam Alquran dan menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknolgi yang dirasakan oleh seluruh umat manusia. Pada penelitian ini penulis mencoba mendeskripsikan tentang eksistensi alquran berdasarkan data, fakta serta argumen para ulama serta mencoba untuk memberikan gagasan dan metode dalam memahami nash Alquran terkait musykilat dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh umat sesuai isu terkini. Istianah. Era Disrusi dan Pengaruhnya Tehadap Perkembangan Hadis di Media Sosial. Riwayah. Jurnal Studi Hadis. Vol. 6 No. 1, 2020 Andi Hidayat. Sofyan Hadi. Strategi Pendidikan Islam di Era Disrupsi. Misykat al Anwar. Jurnal Kjaian Islam dan Masyarakat. Vol. 4 No. 2, 2021 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 87 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk kepada jenis penelitian deskriptif analitik. Metode ini dipilih sebagai sarana untuk mendeskripsikan eksistensi Alquran di era disrupsi Berdasarkan analisa pada ayat alquran, pendapat ulama dan argumentasi para cendikiawan muslim terkait permasalahan yang akan dibahas. Pada penelitian ini penulis juga akan memaparkan beberapa metode dan pendekatan yang dapat digunakan dan relevan dengan kebutuhan umat dan isu terkini dalam memahami ayat-ayat alquran. Adapun dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik riset kepustakaan . ibrary researc. Data-data tertulis yang dipublikasin berupa jurnal ilmiah, buku dan artikel serta kitab-kitab kontemporer yang relevan dalam penelitian ini PEMBAHASAN Era disrupsi adalah era perubahan besar dan mendasar yang sangat cepat, dan perubahannya terjadi sangat fundamental. ciri era disrupri diantaranya penggunaan teknologi robotik, rekayasa intelektual, . esin kecerdasan buata. , internet of things . enggunaan internet hampir diseluruh bidang kehidupan manusi. dan sistem komputasi awan atau Big Data. Perubahan besar ini tentunya membawa dampak yang cukup besar serta mengancam sendi-sendi agama ketika kita tidak mampu menjawab tantangan era disrupsi, sekelompok orang akan berfikir bahwa peran-peran agama sudah diambl alih oleh teknologi. Setiap orang dapat mengakses semua hal yang berkaitan dengan agama melalui internet, jejaring sosial, google search engine atau mesin pencari, dll. Peran seorang tokoh agamapun yang biasa dijadikan sumber dan rujukan dalam menjelaskan sebuah perkara perlahan ditinggalkan. Manusia akan mulai berfikir bahwa tanpa agama seseorang akan tetap hidup. Itu sebabnya dalam hal ini agama harus hadir dan berperan penting dalam menjelaskan eksistensinya, bahwa hal-hal yang sangat fundamentalis dalam agama seperti Alquran sebetulnya mampu menjawab perubahan besar yang terjadi di tengah umat manusia. Alquran Menjawab Tantangan Di Era Disrupsi Alquran adalah kalamullah yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam . dan pedoman bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan agar selamat dunia dan akhirat. Tidak semua isi dan kandungan Alquran diterangkan oleh Rasulullah, agar para ulama dan umat di masa mendatang mau berpikir tentang kebesaran- JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 88 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. kebesaran ayat Allah baik yang tersurat maupun yang tersirat. Karenanya kemudian bermunculan para ulama tafsir dan sahabat yang mengkhususkan diri dalam meneliti maksud kandungan serta intisari dalam ayat-ayat Alquran. Dari kalangan sahabat diantaranya, 4 khalifah rasyidin . ayiduna Abu Bakr as-Shidieq. Umar bin khatab. Utsman bin Affan. Ali bin Abi Tholib r. , sayidah Aisyah ra, sayiduna Abdullah ibnu AAobbas ra 6 Dari kalangan ulama terdahulu dikenal al-Imam A-abari, al- Imam ar-Razi, al-Imam al-Qurubi, al-Imam alBaysawi, dll. Para Ulama tafsir disetiap masanya berupaya menjawab segala permasalahan yang dihadapi umat pada masanya sehinga metode dalam penafsiran Alquranpun mengalami banyak perubahan disesuaikan dengan kondisi zamanya. Alquran sejatinya sudah menjawab tantangan perubahan besar-besaran yang terjadi saat ini, beberapa argumentasi eksistensi Alquran diera Alquran Sebagai Petunjuk/Hudan aAea ae a aUO a e aooaA a a Aa a ao e auoA a Aa aA Artinya: Kitab (Al Qura. ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang . Dalam tafsir al muyassar dijelaskan bahwa Alquran adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah turunkan kepada nabi Muhammad sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman dan tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya. Alquran Menjelaskan segala sesuatu/ Thibyanan Likulli SyaiAon a Aa a eeaaUa ac au acA aA es O aUO O a e aiU Oca e O a e a e a aeA a AaO a eaa aUa aeo e au oA Artinya: Dan Kami turunkan Kitab (Al-Qur'a. kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang berserah diri (Musli. Kalimat Tibyanan likulli syayAoin menjadi kata kunci fungsi diturunkanya Alquran yaitu untuk menjelaskan kepada seluruh manusia prinsip-prinsip umum didalam segala hal, bentuk Muhammad bin sholah bin Muhammad Utsaimin. Ushulun Fi At Tafsir (Kairo: Maktabah al Islamiyah, 2. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 89 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. nakiroh pada kata thibyanan menjelaskan keumumam lafadz tersebut sebagai petunjuk dalam segala hal menuju jalan kebenaran sepanjang masa tidak terbatas ruang dan waktu. Alquran sebagai penyembuh/ Asy-Syifa AaOa a ca aE aa eoa e aI aa a a aia a U O a e aiU ac e aIe aa oea aO a a a ea A a U AA a AO a aea a aA Dan kami turunkan dari Alquran . sesuatu yang menjadi penawar . dan rahmat bagi orang yang beriman, dan bagi orang yang zalim (Alquran it. hanya akan menambah kerugian bagi mereka. Salah satu bentuk eksistensi Alquran dijelaskan bukan hanya sebagi petunjuk. Akan tetapi. Alquran juga berfungsi sebagai obat penawar segala penyakit zahir dan batin serta menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman. Kata syifa dijelaskan oleh para mufassir dengan makna yang sangat umum yaitu penyembuh segala sesuatu, termasuk diantaranya adalah sebagai penyembuh kegundahan dan keresahan hati di era disrupsi Metode Tafsir Modern Solusi di Era Disrupsi Diantara ciri tafsir yang dibutuhkan di era disrupsi:Adaptif Tafsir era disrupsi harus bersifat adaptif melihat perkembangan-perkembangan yang terjadi di masyarakat yang terus berubah setiap saat. Penjelasan-penjelasan tafsir harus sesuai dengan isu terkini yang muncul ditengah masyarakat. Solutif. Tafsir bersifat solutif, dapat menjawab tantangan-tantangan zaman dan memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang kerap muncul ditengah masyarakat. Modern. Tafsir harus bisa menjawab modernitas era disrupsi, berbagai permasalahan amaliyah ibadah dan persoalan fiqh yang berhubungan dengan perkembangan sains dan teknologi. Beberapa metode tafsir modern yang berkembang pada saat ini dirasa mampu untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi umat, sebuah penafsiran yang mampu memahami realita serta berbagai problematika yang terjadi. Metode tafsir dengan multi pendekatan dan multi disiplin ilmu yang tidak terpaku kepada teks luar Alquran akan tetapi juga melihat kepada hubungan masing-masing unsur yang berkaitan dengan teks. Diantara metode tafsir modern yang bisa menjadi solusi diera disrupsi: Tafsir Adabul IjtimaAoi Tafsir adabul IjitimaAoI merupakan satu metode baru yang lahir akibat perkembangan zaman di era Modern dengan karakteristik tersendiri berbeda dengan corak tafsir lainya. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 90 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. menurut al Dzahabi. Tafsir adabul IjtimaAoI ialah tafsir yang menjelaskan ayat-ayat Al-QurAoan berdasarkan ketelitian ungkapan-ungkapan yang disusun dengan bahasa yang lugas, dengan menekankan tujuan pokok diturunkannya Al-QurAoan, kemudian mengaplikasikannya pada tatanan kehidupan sosial. Seperti pemecahan masalahmasalah umat Islam dan bangsa pada umumnya, sejalan dengan perkembangan kehidupan sosial-masyarakat. 8 Sedangkan menurut Al Qatthan Tafsir adabul IjtimaAoI ialah tafsir yang diperkaya dengan riwayat dari salaf dan dengan uraian tentang sunnatullah yang berlaku dalam kehidupan sosial, menguraikan gaya ungkapan Al-QurAoan yang musykil dengan menyingkapkan maknanya, dengan ibarat-ibarat yang mudah serta berusaha menerangkan masalah-masalah yang musykil, dengan maksud untuk mengembalikan kemuliaan dan kehormatan Islam serta mengobati penyakit masyarakat melalui petunjuk Al-QurAoan. 9 Adapaun menurut al Farmawi tafsir adabul ijtimaAoI adalah tafsir yang mengemukakan ungkapan-ungkapan Al-QurAoan secara teliti, selanjutnya menjelaskan makna-makna yang dimaksud oleh Al-QurAoan dengan gaya bahasa yang indah dan menarik. Kemudian pada langkah-langkah berikutnya, mufassir berusaha menghubungkan nash-nash AlQurAoan yang tengah dikaji dengan realitas sosial dan sistem budaya yang ada 10. Beberapa hal pokok yang menjadikan metode ini berbeda dan bisa menjadi solusi saat ini bagi umat dalam memahami kandungan makna ayat alquran diantaranya adalah Penggunaan akal secara luas dalam memahami ayat-ayat Al-QurAoan Salah satu ciri yang dominan dan khas dari tafsir ini. ialah penggunaan interpretasi secara rasional berdasarkan akal Dengan Al-QurAoan akal-pikiran memposisikannya pada kedudukan yang tinggi dan mulia. banyak ayat Al-QurAoan yang memerintahkan untuk menggunakan akal pikiran seperti tuntutan-tuntutan A eA,Ae oiuOIA A e UoIA,AocOIA. Kemudian Salah satu upaya yang intens dari corak tafsir ini adalah menghilangkan praktik dan keyakinan taqlid buta dalam masyarakat Islam menentang dan memberantas taqlid, karena taqlid dianggap dapat menyebabkan kejumudan . pemikiran umat Islam dan mengalami kemunduran. 11 Berikutnya adalah mengkaitkan interpretasi Al-QurAoan dengan kehidupan sosial, sesuai dengan nafas iafsir ini yang berorientasi kepada kehidupan sosial, maka salah satu cirinya ialah mengkaitkan antara ayatMuhammad Husaian Al-Dzahabi. Al-Tafsir wa al-Mufassirun, jilid 2, (Beirut:Dar Al-Fikr, 1. , hal 342. MannaAo Khalil Al-Qattan. Studi ilmu-ilmu QurAoan. , hal. Abd Al-Hayy Al-Farmaw. Metode Tafsir MaudhuAoiy Suatu Pengantar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1. AuSEKILAS MENGENAL AT-TAFSIR AL-ADABI AL-IJTIMAAoI,Ay Al-Ahkam: Jurnal Ilmu SyariAoah Dan Hukum 1, no. 1 (June 30, 2. , https://doi. org/10. 22515/al-ahkam. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 91 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. ayat Al-QurAoan dengan problematika sosial pada saat mufassir menulis tafsirnya. Sebagai contoh misalnya: Pada masa Syaikh Muhammad Abduh menulis Tafsir Al-Manar, umat Islam Mesir berada dalam kondisi cengkeraman kolonialisme Barat (Inggri. , maka tafsir yang ditulis berusaha membangkitkan semangat juang umat Islam Mesir untuk bangkit melawan penjajahan dan kembali mengkaji nilai-nilai Al-QurAoan, sehingga dapat mendorong ke arah kemerdekaan, kemajuan, dan kemakmuran bangsa Mesir 12 Tafsir Maqasidi Tafsir maqashidi adalah salasatu metode tafsir yang menggunakan pendekatan maqashid syariAoah, atau dengan kata lain, tafsir maqashidi adalah sebuah tafsir yang menjelaskan ayat-ayat al-QurAoan dengan mempertimbangkam maqashid syariAoah menggunakan kaidah-kaidah dasar ushul fiqh. Tujuannya adalah untuk mengkaji kembali terkait persoalanpersoalan hukum dan muaAomalah yang terjadi dan berkembang ditengah masyarakat saat ini. Tafsir maqashidi adalah sebuah tafsir yang menjelaskan ayat-ayat al-QurAoan dengan mempertimbangkam maqashid syariAoah. Tafsir maqashid tidak mengabaikan teori-teori baku tentang penafsiran, seperti asbab al-nuzul. Aoam-khos, mujmal-mubayyan dan lain sebagainya. Di samping itu, tafsir maqashid juga tidak lepas dari perangkat-perangkat ilmu-ilmu umum seperti sosiologi, antropologi, dan filsafat. Muhammad al-Thalibi . ikenal dengan Muhammad Talb. , menurutnya al- QurAoan sejatinya memang berdialog dengan seluruh umat manusia, dengan konsep maqashidnya yaitu qiraAoat tarikhiyah yang dipetakan ke dalam dua hal: . seorang mufassir harus berusaha memahami ayat al-QurAoan dalam konteks ketika ia diturunkan . ii dzurufi nuzulih. bukan dalam isolasi abstrak dari konteks tersebut. Pada tahapan ini ilmu asbab nuzul mikro dan makro merupakan bahan utama, dan . seorang mufassir harus selamanya memegang prinsip maqashid . uqarabah maqashidiya. dalam mengekstrak pesan suatu ayat al-QurAoan. Dalam artian mind-set yang harus ada dalam diri mufassir adalah bahwa sesuatu yang harus diekstrak dari ayat al-QurAoan adalah ide-ide dasar yang berlandaskan materi historis. Sebisa mungkin ia harus menghindari produk penafsiran yang AumembelengguAy historisitas manusia. Quraish Shihab. Studi Kritis Tafsir Al-Manar. Pustaka Hidayah. Bandung, 1994, hal 548-549. Umayyah. AuTAFSIR MAQASHIDI : METODE ALTERNATIF DALAM PENAFSIRAN AL-QURAoAN,Ay Diya Al-Afkar 4, no. 1 (June 2. Muhammad al-Thalibi (Talb. AoIyal Allah. Afkar Jadidah fi AoAlaqah al-Muslim bi Nafsihi wa bi al- Akharin, (Tunis: Dar saras al-Muntasyir, 1. , hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 92 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Kaidah-Kaidah umum dalam Maqashid SyariAoah AAO e OA Kondisi darurat dapat membolehkan perkara yang dilarang. Contohnya: memakan sesuatu yang haram karena darurat AA EA Kemudharatan harus dihilangkan. Contohnya: khiyar . dalam mengembalikan barang ketika jual beli karena ada kekurangan dalam barang tersebut, adanya jaminan saat berobat ketika sakit. AAO o coaA Kondisi darurat memiliki batasan tertentu Contohnya: mengkonsumsi barang yang haram terbatas pada menyelamatkan jiwa saja, bukan dijadikan kebutuhan pokok A ia O a aA Mencegah kerusakan lebih didahulukan dari pada mengambil manfaat. Contohnya: larangan ekspor barang ke luar negeri karena kondisi dalam negeri membutuhkan barang tersebut pada kondisi sulit. Kaidah - kaidah ushuliyah yang diformulasikan oleh para ulama ushul fiqh dapat diterapkan dalam bahasan-bahasan hukum yang terjadi saat ini dengan pendekatan tafsir maqashidi, tentunya hal ini akan membantu para ulama diera disrupsi ini dalam memberikan pencerahan serta maslahat bagi umat, berikut beberapa contoh penafsiran dengan metode U a Aa a aoA a Aa ca aa ea A s AA a e aUa cUA A aOca aa aiaoae a e a e a a a e eaa A ca a AA a cUA a caA aa aE a aIa aU A AA a a ca aa a aiI aOa aeIa A U aeaOA Aa aO aO aec a eaOa eIA a Aa a eA a Aa a ea aUO a aO e a aO a ea aA a a a a . :Aea ua I auaIa aU aca auea )aA a A eUa au e eaa a eeaa aU e a A Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka . aki-lak. atas sebahagian yang lain . , dan karena mereka . aki-lak. telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara . Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencaricari jalan untuk Sesungguhnya Allah maha tinggi lagi maha besar. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 93 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. ayat ini sering dijadikan dalih untuk melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan mendudukkan perempuan lebih rendah di bawah laki-laki. Karena jika dilihat dari latar belakang historis masyarakat mekkah saat itu memukul wanita adalah bukan satu hal yang tabu, 15 akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman hal ini sudah tidak lagi relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan konstruksi berfikir pada masa itu sudah tidak sesuai dengan rasionalitas masa kini. Perintah dalam alquran yang memperbolehkan seorang suami memukul istrinya adalah dalam konteks pendidikan, artinya pukulan yang dilakukan bukanlah atas dasar nafsu dan amarah, akan tetapi pukulan dengan tujuan mendidik dan tidak menyakiti, karena bagaimanapun bentuk kekerasan kepada siapapun dalam islam bukanlah bagian dari ajaran yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Metode Semiotik Alquran Semiotika sebagai salah satu pendekatan studi al-Qur'an berupaya untuk mengkonstruksi makna bahasa al-Qur'an dengan sistem tanda. Metode interpretasi tanda adalah dengan mensinergikan antara petanda dan penanda sehingga melahirkan representasi makna yang baru. Pendekatan semiotika hadir dalam pergumulan argumentasi QurAoanik Studies dengan urgensi mengkonstruksi makna secara sistematis dan menganalisis unsur triadik antara ground, object dan interpretant 16. Ragam ayat dalam al-QurAoan merupakan konsekuensi linguistik yang memiliki corak interpretasi relatif melalui makna dialogis. Dalam sudut pandang semiotika, manifestasi representasi makna dialogis al-QurAoan saling berkaitan dengan objek yang ada di sekelilingnya, yang dalam istilah Peirce disebut ground. Komunikasi makna dapat dilahirkan dengan menyesuaikan tanda-tanda yang berkaitan dengan makna tersebut. Penanda al-QurAoan adalah eksistensi teks berupa bahasa Arab, meliputi: huruf, kata, kalimat . , surah maupun hubungan masing-masing unsur. Kompleksitas unsur-unsur yang saling berhubungan tersebut juga termasuk tanda al-QurAoan Sedangkan petanda al-QurAoan merupakan aspek mental, arti . atau konsep yang berada di balik penanda al-QurAoan. Hubungan antara penanda dan petanda al-QurAoan ditentukan oleh konvensi yang melingkupi 15 Shaleh, dkk. Asbabun Nuzul : Latar Belakang Historis Turunnya ayat-ayat Al-QurAoan, (Bandung: Diponegoro, 1. , hlm. Dalam istilah semiotika, ground merupakan petanda, yakni sesuatu yang akan dijadikan sasaran dalam analisis logis secara konvensional, kemudian object adalah penanda, yang merupakan elemen-elemen yang berkaitan dengan petanda, salah satunya adalah objek yang ada di sekitar petanda yang akan dijadikan acuan dalam interpretasi makna. Kemudian interpretant adalah penafsiran dari ground ke object dengan sistemasi analisis individu maupun kelompok. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 94 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. teks al-QurAoan. 17 Semiotika alquran adalah satu dari sekian banyak metode modern dalam kajian makna al-QurAoan pendekatan yang digunakan dalam metode ini sebetulnya bukanlah hal yang baru pendekatan lingustik dengan penjelasan panjang lebar dalam menganalisis makna satu kata dalam ayat alquran sudah lebih dulu dilakukan oleh para mufasir klasik. Metode semiotika menganalisis makna dalam Alquran dengan dua model pembacaan, yang pertama pembacaan heuristik yaitu pembacaan yang dilakukan untuk menelusuri asal usul sebuah kata dengan analisis linguistik dan yang kedua adalah pembacaan retroaktif yaitu sebuah analisis dalam konvensi-konvensi yang lebih tinggi dari konvensi bahasa, seperti hubungan internal dan eksternal teks dan intertekstualitas, latar belakang historis, kritik sejarah, maupun perangkat studi ulum AlqurAoan yang lain. 18 Sehingga dari hasil analisis tersebut dapat menghasilkan satu kajian makna yang lebih luas dan mendalam karena penelitian dilakukan dengan mengkaitkan berbagai macam aspek yang memiliki keterkaitan dengan kajian yang dilakukan terhadap satu teks baik dari sisi internal maupun eksternal teks, dan tidak terpaku pada makna internal teks Melainkan kepada seluruh komponen yang terkait dengan teks tersebut. Salasatu contoh bentuk pembacaan semiotika pada ayat Alquran adalah sebagai berikut: Ae ui caEaa OI ca eo oo caUO uo aI aA Makna thagut pada pembacaan heuristik dimaknai dengan segala sesembahan berupa patung sebagai bentuk penyekutuan kepada Allah. Selain itu jika ditinjau dengan pendekatan semantik yang membahas turunan makna dari kata thagut dapat diartikan dengan sebuah tindakan atau perilaku yang melampaui batas. Sedangkan pada pembacaan retroaktif kata thagut dapat dimaknai sebagai sebuah perilaku tiranik kesewenang-wenangan yang menjadi fitrah di dalam diri setiap manusia. Sebagaimana firman Allah Swt. , dalam surah al-AoAlaq . 6-7, yang berbunyi: A I N oaAUAI aI EaaOA AuSesungguhnya manusia itu cenderung berlaku tiranik, yaitu ketika ia melihat dirinya serba berkecukupanAy. KESIMPULAN Era disrupsi adalah era perubahan besar dan mendasar yang sangat cepat, dan perubahannya terjadi sangat fundamental. ciri era disrupri diantaranya penggunaan teknologi robotik, rekayasa intelektual, . esin kecerdasan buata. , internet of things . enggunaan Abu zayd, mahfhum an-Nas, 41 Rachmat Djoko Pradopo. Beberapa Teori Sastra. Metode Kritik dan Penerapannya (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 135 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 | 95 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 1 | Nomor 2 | Juli - Desember 2022 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. internet hampir diseluruh bidang kehidupan manusi. dan sistem komputasi awan atau Big Data. Perubahan besar ini tentunya membawa dampak yang cukup besar serta mengancam sendi-sendi agama ketika kita tidak mampu menjawab tantangan era disrupsi, sekelompok orang akan berfikir bahwa peran-peran agama sudah diambl alih oleh teknologi. agama harus hadir dan berperan penting dalam menjelaskan eksistensinya, bahwa hal-hal yang sangat fundamentalis dalam agama seperti Alquran sebetulnya mampu menjawab perubahan besar yang terjadi di tengah umat manusia. Alquran sejatinya sudah menjawab tantangan perubahan besar-besaran yang terjadi saat ini al-QurAoan sebagai Petunjuk, al-QurAoan sebagai penyembuh, al-QuAoan sebagai solusi di era disrupsi dengan alat yakni tafsir Adabul IjtimaAoi. Maqasidi, dan metode semiotik al-QurAoan DAFTAR PUSTAKA