Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan (Kajian Surat Al-Baqarah Ayat 205-207 dalam Tafsir Al-Maragh. Muhammad Anas Al Hazmi. Fina Haifa Nur Azizah. Siti Hajar. Hanif Jamaludin Ahmad, dan Muhammad Raif Al Abrar Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Email: 2104026060@student. id, finahaifanurazizah232@gmail. hajaresiti@gmail. com, hanifjamaludin2211@gmail. muhammadraifalabrar@gmail. Abstract: Environmental damage is a global issue that is increasingly urgent to In this context, understanding the views of the Qur'an and its commentaries on natural damage provides an important spiritual and ethical foundation in protecting the earth as a mandate from Allah SWT. This study aims to analyze the views of the Qur'an and Tafsir al-Maraghi on natural damage, as well as identify mitigation efforts that can be taken to overcome the environmental crisis. The research method used is content analysis of Qur'anic verses related to the environment and Al-Maraghi's Primary data was obtained from Tafsir al-Maraghi by Ahmad Mustafa al-Maraghi, while secondary data involved literature related to environmental From the content analysis, it was found that the Qur'an provides a clear message about human responsibility in protecting the environment. Tafsir Al-Maraghi provides an in-depth understanding of the concept of ecology in Islam and the importance of maintaining the balance of nature. By understanding the views of the Qur'an and its commentaries, humans are reminded of their responsibility as caliphs on earth to protect and preserve the environment. Efforts made against the environmental crisis must be based on three mitigations. ecosystem care, sustainable management, and compliance with regulations. Keywords: Content Analysis. Natural Destruction. Surah Al-Baqarah. Tafsir AlMaraghi Abstrak: Kerusakan lingkungan merupakan isu global yang semakin mendesak untuk Dalam konteks ini, pemahaman terhadap pandangan Al-Qur'an dan tafsirnya terhadap kerusakan alam memberikan landasan spiritual dan etis yang penting dalam menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur'an dan Tafsir al-Maraghi terhadap kerusakan alam, serta mengidentifikasi upaya mitigasi yang dapat diambil untuk mengatasi krisis lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan lingkungan dan penafsiran Al-Maraghi. Data primer diperoleh dari Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa al-Maraghi, sedangkan data sekunder melibatkan literatur terkait kerusakan Dari analisis konten, ditemukan bahwa Al-Qur'an memberikan pesan yang jelas tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga lingkungan. Tafsir AlMaraghi memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep ekologi dalam Islam dan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Dengan memahami pandangan AlQur'an dan tafsirnya, manusia diingatkan akan tanggung jawabnya sebagai khalifah di bumi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Upaya yang dilakukan terhadap krisis lingkungan harus didasarkan pada tiga hal mitigasi. kepedulian ekosistem, pengelolaan berkelanjutan, dan mematuhi regulasi. Ulumul QurAoan: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Volume 4. Nomor 1. Maret 2. p-ISSN: 2774-5169. e-ISSN: 2774-6. 75-92 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. Kata kunci: Analisis Konten. Kerusakan Alam. Surah Al-Baqarah. Tafsir AlMaraghi Pendahuluan Al-QurAoan telah menjelaskan bahwa terciptanya bumi dan seisinya disediakan oleh Allah SWT untuk manusia sebagai tempat tinggal, menambah keturunan, dan lain sebagainya. Bukan hanya itu, manusia yang hidup mempunyai kewajiban mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam dengan cara bertanggung jawab, memprioritaskan konservasi, memenuhi semua kebutuhan manusia, dan secara kolektif menjaga lingkungan. 1 Menjaga lingkungan merupakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban umat manusia di muka bumi. Namun, kenyataannya banyak orang yang mengabaikan tanggung jawabnya untuk memelihara lingkungan sehingga menyebabkan kerusakan di Bumi. 2 Oleh karena itu, manusia tidak boleh memperlakukan bumi ini dengan sewenang-wenang. Tafsir al-Maraghi yang merupakan karya monumental Ahmad Mustafa alMaraghi pada abad ke-20, memberikan wawasan yang mendalam dan kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Ayat 205 dari Surah Al-Baqarah secara spesifik menyajikan pesan-pesan penting mengenai pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan dalam hubungan antara manusia dan alam semesta. Surah Al-Baqarah ayat 205 dari Al-Qur'an yang merupakan salah satu ayat memberikan pencerahan mengenai pandangan Islam terhadap kerusakan alam. Analisis terhadap ayat ini, khususnya melalui perspektif Tafsir al-Maraghi memungkinkan kita untuk mendalami pemahaman Al-Qur'an terkait dengan tanggung jawab manusia terhadap alam. Salah satu permasalahan yang selaras dengan kajian kami yaitu, riset mengenai kebakaran hutan dan lahan . di area padang savana di Lembah Watangan (Bukit Teletubbie. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)3 disebabkan oleh aktivitas manusia pada 6 September 2023. TNBTS merupakan kawasan protektif mencegah lingkungan sekaligus kawasan wisata. Eksistensi wisatawan di kawasan wisata dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan . yang diperparah dengan kondisi iklim yang ekstrem. Pemicunya adalah api dan flare pada saat pengambilan foto pra-wedding Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala Putri. Saat itu curah hujan yang memang rendah membuat kawasan TNBTS rawan kebakaran. Luce Filarda, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa kebakaran tersebut akan menimbulkan banyak dampak karena kebakaran ini. Misalnya ekosistem terganggu, termasuk tanaman, mikroba, jamur, dan organisme lain yang mendiami kawasan. Ada juga hasil riset yang peneliti temukan yang berkaitan al-Baqarah ayat 205 tentang Konservasi Harimau yang menjadi buruan yang berakibat kematian satwa dilindungi. Penyebabnya sepanjang tahun 2015-2018 terdapat kasus perburuan, perdagangan dan Abdullah Muhammad. AuUrgensi Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Al-QurAoan,Ay Jurnal Pilarr : Jurnal Kajian Islam Kontemporer 13, no. : 67Ae87. Abdul Karim. Zuhurul Fuqohak, and Ahmad Atabik. AuStrategi Pelestarian Lingkungan Dalam Perspektif Al-QurAoan Dan Hadis,Ay Advances in Humanities and Contemporary Studies 3, no. 45Ae54, https://publisher. my/periodicals/index. php/ahcs/article/view/9811. Erekso Hadiwijoyo. AuPola Kebakaran Hutan Di Areal Konservasi Studi Kasus Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru,Ay Journal of Tropical Silviculture 14, no. : 114Ae18, https://doi. org/10. 29244/j-siltrop. Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin. Herlina Agustin, and Achmad Abdul Basith. AuPola Pemberitaan Konservasi Harimau Sumatera Di Media Massa Online,Ay Jurnal Kajian Jurnalisme 5, no. : 81, https://doi. org/10. 24198/jkj. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan kematian Harimau Sumatera yang menyebabkan konflik Harimau Sumatera yang berujung kematian satwa dilindungi. Terakhir, yang riset tentang wabah antaraks yang disebabkan oleh satu penyakit zoonosis atau spora yang dibentuk oleh Bacillus Anthracis, yang menyerang semua Bacillus anthracis adalah bakteri gram positif yang hidup di udara dan membentuk spora. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan 172 kasus antraks sepanjang tahun 2010 Ae 2016, 97% di antaranya adalah antraks kulit atau, yang paling umum di kalangan petani dan peternak. Manifestasi klinis terbanyak adalah pada kulit. Bacillus anthracis adalah bakteri yang menyebabkan zoonosis antraks, yang dapat ditemukan di kulit, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan Domba, kambing, dan sapi adalah hewan peternakan yang paling sering terkena penyakit ini. Berdasarkan objek materinya, kajian ekologi dalam Islam dapat diklasifikasikan setidaknya menjadi tiga hal. pertama, kajian yang membahas tentang solusi dan masalah pelestarian dalam Al-QurAoan6, kajian yang lebih mengarah ke dalam tema lingkungan yakni ekologi dan kerusakan lingkungan perspektif Al-QurAoan yang terjadi karena bencana, pemanasan global7, kajian yang mengulas konsep kerusakan lingkungan menurut Tafsir Al-Azhar Buya Hamka. 8 Kedua, kajian upaya menanggulangi upaya pelestarian lingkungan hidup dalam perspektif hadis9, kajian studi terhadap hadis tentang solusi dari kerusakan lingkungan10, kajian yang membahas cenderung ke solusi kerusakan alam dan krisis lingkungan menurut AlQurAoan dan hadis. 11 Ketiga, kajian yang mengulas tentang kerusakan lingkungan menurut sains dan Ahmad Mustafa Al-Maraghi12, kajian dakwah majelis ulama Indonesia dan perubahan iklim13, kajian kerusakan lingkungan dalam kajian AlQurAoan dan sains tentang menanam tumbuhan. 14 Penelitian ini dapat dikategorikan pada jenis kajian ketiga kerusakan lingkungan menurut sains dan Ahmad Mustafa AlMaraghi yang belum dibahas mendalam, yaitu kerusakan lingkungan dalam tafsir alMaraghi. Dhani Redhono and Evi Nurhayatun. AuLAPORAN KASUS Antraks Kulit Di Gunung Kidul. Yogyakarta: Laporan Kasus Cutaneous Anthrax in Gunung Kidul. Yogyakarta: A Case Report,Ay Jurnal Penyakit Dalam Indonesia | 8, no. : 151Ae53. Muhammad. AuUrgensi Pelestarian Lingkungan Hidup Dalam Al-QurAoan. Ay Sholehuddin. AuEkologi Dan Kerusakan Lingkungan Dalam Persepektif Al-QurAoan,Ay Jurnal AlFanar 4, no. : 113Ae34, https://doi. org/10. 33511/alfanar. Muzakkir. Nur Aisah Simamora, and Robiatul Adawiyah. AuKonsep Kerusakan Lingkungan Menurut Tafsir Al-Azhar Buya Hamka,Ay Jurnal Ilmu Al-QurAoan Dan Tafsir 3, no. : 110Ae31. Muhammad Miftahul Habib. Muhammad Zammy Azly, and Siti Ardianti. AuLingkungan Hidup Menurut Perspektif Hadis,Ay Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu 2 . : 217Ae19. Rahmat Limbong et al. AuKesalehan Ekologis Masyarakat Muslim Pekanbaru: Studi Terhadap Hadis Dalam Upaya Meminimalisir Kerusakan Lingkungan,Ay Harmoni 22, no. : 70Ae92, https://doi. org/10. 32488/harmoni. Karim. Fuqohak, and Atabik. AuStrategi Pelestarian Lingkungan Dalam Perspektif Al-QurAoan Dan Hadis. Ay Nia Wulandari and Hayat Sholihin. AuKerusakan Lingkungan Menurut Sains Dan Ahmad Mustafa AlMaraghi,Ay Al Tadabbur: Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir 05, no. : 121Ae36, https://doi. org/10. 30868/at. Abdurrahman Hilabi. AuThawalib | Jurnal Kependidikan Islam,Ay Thawalib | Jurnal Kependidikan Islam 4, no. : 45Ae60. Elvara Norma Aroyandini. Riza Ayu Krismawati, and Ang Rijal Anas. AuMenanam Tumbuhan Dalam Perspektif Islam Dan Sains Sebagai Upaya Preventif Untuk Mengurangi Kerusakan Lingkungan,Ay Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains: UIN Sunan Kalijaga 3 . : 121Ae26, https://ejournal. uin-suka. id/saintek/kis/article/view/2995. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. Dari beberapa temuan penelitian di atas, terdapat perbedaan dan persamaan yang signifikan. Persamaan yang terdapat dalam penelitian ini dengan penelitian terdahulu yakni sama-sama menyoroti pentingnya pemahaman konsep ekologi dalam menjaga lingkungan, sedangkan perbedaannya terletak pada pendekatan yang diambil dalam memahami dan menginterpretasikan Al-QurAoan. Tafsir seperti Al-Maraghi yang penulis bahas memberikan pemahaman mendalam tentang konteks historis dan aplikasi praktis dari pembahasan terkait ekologi . erusakan ala. dalam konteks Dalam penelitian ini, penulis fokus mengkaji kerusakan alam dalam Surah Al-Baqarah ayat 205-207 dalam perspektif Al-Maraghi. Namun, dari penelitian diatas, belum ditemukan penelitian yang membahas konsep ekologi Surah Al Baqarah ayat 205-207 dalam Al-Maraghi. maka dari itu penulis ingin mengkaji lebih dalam dengan mengembangkan solusi yang komprehensif dalam menjaga lingkungan dan merespons krisis lingkungan secara efektif. Secara etimologis, kata ekologi, ecology, berasal bahasa Yunani dari kata oikos dan logos, yang berarti tempat tinggal, dan kata keduanya berarti ilmu. Dari kedua tersebut dapat disimpulkan pengertian ekologi adalah ilmu yang mempelajari interior dan eksterior suatu rumah, termasuk proses dan pelaksanaan fungsinya dan hubungan antar komponen secara keseluruhan15, ekologi disebut juga ilmu tentang hubungan antar makhluk hidup. 16 Dalam perkembangan lanjutan, ekologi kurang mendapat perhatian dari para ilmuan karena ekologi dianggap sebagai ilmu yang terlalu umum dan kurang praktis. Namun setelah terjadinya krisis lingkungan hidup dan Konferensi Lingkungan Hidup Internasional di Stockholm pada tahun 1972, ekologi menarik semua pihak, termasuk para ilmuan, politisi, dan terutama para pemimpin agama. Skenario Health. Humanities, and Ecology (SHE) oleh James Robertson adalah pendekatan untuk mempertimbangkan masa depan berdasarkan tiga dimensi yang saling terkait: kesehatan manusia, keilmuan . , dan ekologi. Skenario ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia sebagai individu, komunitas, dan dengan alam. Dalam konteks futurologi. Robertson berargumen bahwa kita perlu memilih cara yang bijaksana untuk menghadapi tantangan ekologis yang semakin serius. Robertson membahas pentingnya menyelidiki dan merencanakan alternatif untuk masa depan yang adil dan berkelanjutan. Ini termasuk memahami bagaimana perubahan iklim, deforestasi, dan perubahan pola hidup dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan lingkungan. Pentingnya skenario ini menjadi semakin jelas dengan munculnya krisis ekologi, seperti perubahan iklim, kehilangan habitat, dan penurunan populasi spesies liar. Untuk mengatasi masalah ini. Robertson menyarankan kita untuk memikirkan tentang solusi yang melibatkan keseimbangan antara kebutuhan manusia, keilmuan, dan ekologi. Solusi ini harus mempertimbangkan etika, nilai-nilai budaya, dan kepatuhan terhadap hukum lingkungan global. 17 Masalah ekologi ini menjadi urgent dan perlu dibahas lebih lanjut karena manusia dihadapkan pada persoalan krisis ekologi. Dengan demikian, masalah ekologi pada dasarnya disebabkan oleh pandangan dunia antroposentris Vanya Karunia Mulia Putri and Serafica Gischa. AuEkologi: Definisi. Ruang Lingkup. Asas Dan Manfaatnya,Ay kompas. com, 2021, https://w. com/skola/read/2021/04/16/163119269/ekologi-definisi-ruang-lingkup-asas-danmanfaatnya. Sholehuddin. AuEkologi Dan Kerusakan Lingkungan Dalam Persepektif Al-QurAoan. Ay James Robertson. AuThe Sane Alternative : A Choice of Futures,Ay 1983, 156. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan menempatkan manusia sebagai segala pusat dan mempunyai hak mengeksploitasi alam demi keuntungannya sendiri. Pada saat ini, kerusakan lingkungan seperti hilangnya hutan . enggundulan huta. , erosi dan pencemaran lingkungan akibat banyaknya pemerintah dan masyarakat yang tidak sama-sama merawat lingkungan. 19 Sebagai seorang muslim tentu harus memilih sikap sadar terhadap diri sendiri dan perlu adanya evaluasi, karena jika dibiarkan akan menimbulkan kerusakan. Maka dari itu, penulis menawarkan sebuah alternatif teori, yang penulis sebut dengan hubungan holistikintergalistik, antara Tuhan . , kemanusiaan . , dan alam . Kerusakan alam merujuk pada perubahan atau kerusakan yang terjadi pada ekosistem alami bumi akibat berbagai aktivitas manusia atau faktor ilmiah. Allah memberikan pesan spiritual yang ramah kepada umat manusia melalui Al-Qur'an terhadap Informasi tersebut memberi pesan kepada kita bahwa manusia harus selalu menjaga dan melestarikan lingkungan hidup agar tidak rusak, tercemar, atau bahkan punah, karena Tuhan hanya memberikan semacam kepercayaan kepada Hal ini terlihat dari penafsiran Ahmad Mustafa Al-Maraghi terhadap Surat AlBaqarah ayat 205-207 dalam Tafsir Al-Maraghi, pada ayat 205 menjelaskan tentang bagaimana orang-orang mengakui dirinya sebagai modernisasi dunia dan mengajak kepada kebaikan, tetapi mereka bertentangan dengan apa yang diinginkan. Ayat ke 206 menjelaskan orang-orang yang suka berbuat kerusakan maka dirinya akan timbul sifat-sifat yang negatif, sedangkan pada ayat ke 207 menjelaskan bagaimana orangorang yang mengorbankan dirinya untuk mendapatkan keridaan Allah. Dari ketiga ayat ini penulis juga menganalisis bagaimana penyajian dari tafsir al-Maraghi dapat menemukan beberapa solusi tentang konsep ekologi terhadap kerusakan alam yang disebabkan oleh tangan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak dan mitigasi krisis lingkungan menurut Al-Baqarah ayat 205-207, harus merujuk pada prinsip-prinsip yang ada dalam teks-teks agama yang mengandung petunjuk tentang bagaimana menjalankan kehidupan berdampak rendah terhadap lingkungan. Mitigasi krisis lingkungan menurut Al-Qur'an melibatkan praktik-praktik seperti. elakukan upaya reforestasi untuk memulihkan hutan dan keanekaragaman hayat. , penggunaan energi terbarukan . enggunakan sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjuta. 20 Al-Qur'an sendiri tidak secara spesifik menjelaskan metode mitigasi krisis lingkungan modern, namun prinsip-prinsip yang disampaikan dapat diinterpretasikan dan diterapkan dalam konteks masalah lingkungan saat ini. Untuk penanganan krisis lingkungan yang lebih spesifik, diperlukan penelitian ilmiah dan kerja sama antara para ahli, baik dari bidang agama maupun ilmu pengetahuan alam. Mitigasi yang diambil pemerintah mengatasi permasalahan krisis lingkungan, kembali lagi pada kesadaran masyarakat terhadap lingkungan itu sendiri. Salah satu faktor utama adalah pemahaman masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Beberapa upaya preventif yang dilakukan pemerintah pusat dalam mengatasi permasalahan karhutla antara lain dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Penguatan Pengendalian Karhutla. dalam deskripsi Menteri Koordinator. Menteri Negara. Kepala Badan Kementerian. Pemerintah Daerah, dan Lynn White. AuThe Historical Roots of Our Ecologic Crisis,Ay Science 155, no. 3767 (February 1, 1. : 1203Ae7, http://w. org/stable/1720120. Habib. Azly, and Ardianti. AuLingkungan Hidup Menurut Perspektif Hadis. Ay Rosyid Ridlo. AuModel Energi Indonesia. Tinjauan Potensi Energy Terbarukan Untuk Ketahanan,Ay ANDASIH Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 1, no. : 1Ae10. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. lain-lain diperintahkan mengambil keputusan Permasalahan kebakaran hutan dan lahan serta penanganan pasca kebakaran dan restorasi hutan dan lahan. Melalui penelitian ini, kita akan menjelajahi ayat 205-207 dari Surah AlBaqarah dalam Al-QurAoan, dan menganalisis perspektif Tafsir al-Maraghi untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai pandangan Islam terhadap kerusakan alam dan bagaimana manusia seharusnya berperan sebagai khalifah . yang bertanggung jawab di muka bumi. Dengan pemahaman ini, diharapkan dapat ditemukan solusi dan inspirasi untuk melibatkan umat Islam secara aktif dalam upaya pelestarian dan perlindungan alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan kepustakaan . ibrary researc. dalam kajian ini acuan, rujukan dalam mengolah data dan menafsirkannya, harus dilakukan dengan diterima kebenarannya dalam berbagai literatur 22, yang mana peneliti berusaha menggali informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai macam literatur melalui membaca, mengamati, dan menganalisis dokumen yang berkaitan dengan tema kajian. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, yakni melakukan pengamatan, pencatatan dengan sistematis fenomena-fenomena yang diambil. Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai untuk mengumpulkan informasi atau fakta-fakta dari sumber kitab yaitu Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Mustafa alMaraghi. 23 Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi . tudi dokumente. , yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa kajian ilmiah, website, berita yang berkaitan dengan tema penelitian. Sumber data primer dalam kajian ini adalah kitab Tafsir Al-Maraghi jilid 1 AuExegesis of the Holy Qur'anAy khususnya pada QS. Al-Maraghi 205-207 hlm. 279281 penerbit Dar Al-Kotob Al-Ilmiyah Ae Beirut. Deskriptif analitis digunakan untuk menjelaskan dan memaparkan penafsiran Al-Maraghi terkhusus QS. Al-Baqarah ayat 205-207. Sedangkan analitis konten digunakan dalam kajian ini untuk membahas konten . si dan/atau makn. dan mengategorisasi ide, gagasan dan pemikiran AlMaraghi tentang kerusakan alam dalam kitab tafsirnya serta mengungkap mitigasi dari krisis kerusakan lingkungan. 25 Analisis data, sumber data primer, yaitu sumber asli yang memuat informasi atau data tersebut. Adapun sumber data primer yang digunakan adalah Tafsir al-Maraghi karya Ahmad Musthafa al-Maraghi. Sumber data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari sumber yang bukan asli yang memuat informasi atau data tersebut. Buku, jurnal dan artikel adalah sumber utama maklumat yang telah digunakan sebagai data sekunder untuk kajian ini. Sekilas Biografi Ahmad MuafaE al-MaraEgiE dan Tafsir Al-Maraghi Ahmad MuafA al-MarAg bin MuafA bin Muhammad bin AoAbd al-Mun'im alMarAg, juga dikenal sebagai al-MarAg. Lahir pada tahun 1300 H. /1883 M. di Maragi. Al-Maraghi meninggal pada tahun 1371 H. /1952 M. Ketika al-Maraghi mencapai usia sekolah, orang tuanya mendaftarkannya ke pendidikan dasar dan menengah. Dia sangat cerdas dan hafal semua ayat Al-QuAoran sebelum dia berusia 13 tahun. Selain Limbong et al. AuKesalehan Ekologis Masyarakat Muslim Pekanbaru: Studi Terhadap Hadis Dalam Upaya Meminimalisir Kerusakan Lingkungan. Ay Hadari Nawawi. MImi Martini. Penelitian Terapan (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Andi Prastowo. AuMetode Penelitian Kualitatif Dalam Perspektif Rancangan Penelitian,Ay 2012. Rineka Cipta. AuArikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta,Ay Jurnal Gerbang 8, no. E D Prof. Darmiyati Zuchdi and M P Wiwiek AAfah. Analisis Konten Etnografi & Grounded Theory. Dan Hermeneutika Dalam Penelitian (Bumi Aksara, https://books. id/books?id=YoM_EaQBAJ. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan itu, ia juga mempelajari ilmu Tajwid dan Syariah hingga menyelesaikan pendidikan Kemudian orang tuanya menyuruhnya untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar. Di sini ia belajar banyak tentang bahasa Arab, balaghah, etika, fiqih dan ilmu falaq. dan sempat mengikuti perkuliahan di Perguruan Dar al-'Ulum. menyelesaikan studinya pada tahun 1907 M menjadi lulusan terbaik dan alumni termuda Universitas Al-Azhar. Setelah menyelesaikan studinya dengan predikat sangat memuaskan, alMaraghi memulai karirnya sebagai guru di berbagai sekolah menengah. ia diangkat menjadi profesor dan rektor Universitas Al-Azhar. Usia 47 tahun ini merupakan usia yang sangat muda bagi setiap guru besar di Universitas Al-Azhar untuk dinobatkan, sehingga ia tercatat sebagai rektor dan guru besar termuda sepanjang sejarah. Selama mengajar di Al-Azhar, beliau sudah lama menekuni bidang tafsir, namun tafsirnya belum sempurna, melainkan masih terdapat beberapa ayat dari keseluruhan Al-Qur'an. Sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1940 M, ia menyelesaikan tafsirnya dan diberi nama AuTafsir al-MaraghiAy. Selain tafsir al-Maraghi, beliau juga mencurahkan waktunya untuk kepentingan keilmuan bahkan di sela-sela sibuk mengajar beliau terus menulis, tentang tafsir, hadis Islam. Beliau menerbitkan karyakarya abadi di bidang pengajaran, bahasa dan bidang lainnya. Di antaranya 'Ulum guci al-Balaghah. Hidayah al-Talib. Tahdzib al-Tauhid. Buhuts wa Ara, dll. Tafsir al-Maraghi merupakan salah satu karya Al-Maraghi yang paling terkenal dan fenomenal serta salah satu kitab Tafsir modern yang menekankan pada penafsiran dari segi ketelitian redaksional, kemudian penyusunan isi ayat-ayatnya untuk memberikan petunjuk. Selanjutnya, selaraskan makna ayat ini dengan hukum alam yang berlaku di masyarakat. Latar belakang penulisan tafsir al-Maraghi adalah karena masyarakat masih menganggap Al-Quran sulit untuk dipelajari, dan kitab-kitab tafsir terdahulu masih sulit dipahami oleh masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam tafsir ini ialah menggabungkan metode bil maAotsur dan bil raAoyi atau disebut juga dengan metode bil iqtirani. Menurut Al-Maraghi sendiri, menafsirkan dengan menggunakan bil ma'tsur saja tidak mungkin lagi di zaman sekarang, karena tidak mungkin menyusun tafsir dengan mengandalkan bil ra'yi . Pembahasan Tafsir Al-Maraghi ini membahas ayat-ayat di awal pembahasan, penjelasan kata-kata, pengertian ayat secara ijmal, asbAb al-Nuzl, menghilangkan istilah-istilah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, gaya bahasa para mufassir, dan keuntungan dan kelemahan tafsir al-Maraghi. Cara menafsirkan Al-Qur'an secara rinci, baik dengan menggunakan Muqarin maupun dengan menggunakan itnabi tafsili. Sementara Al-Maraghi menggunakan metode bi al-Tahlili dan al-Adabi al-Ijtima'i adalah coraknya yang paling populer. Tafsir al-Marghi berbeda dengan tafsir salaf yang lebih sederhana, meskipun pembahasannya sangat mendalam. Tafsir al-Marghi lebih sistematis. Dalam muqaddimah tafsirnya, al-Maraghi memberikan penjelasan khusus tentang sistem dan prosedur penulisan yang digunakannya. Di antaranya adalah: Menghadirkan satu, dua, atau sekelompok ayat yang akan ditafsirkan. Memberikan penjelasan kosa kata yang sulit (Sharh al-Mufrada. Memberikan penjelasan lengkap tentang ayat (Ma'na al-Ijmal. Memberikan penjelasan rinci tentang ayat (Tafsil. Taufikurrahman. AuSketsa Biografis Ahmad Mustafa Al-Maraghi Dan Tafsir Al-Maraghi,Ay Al-Fath 14, no. : 1Ae24. Supriadi Supriadi. AuStudi Tafsir Al-Maraghi Karya Ahmad Musthafa Al-Maraghi,Ay Jurnal AsySyukriyyah 16, no. : 1Ae24, https://doi. org/10. 36769/asy. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. Tidak menampilkan istilah kebahasaan seperti dalam nahwu, sorof, dan balaghah. Meskipun demikian. Maraghi menyatakan bahwa ilmu-ilmu tersebut sangat penting untuk penjelasan dan bahwa Mufasir harus mempelajarinya. Menulis penjelasan harus dilakukan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami Ini didasarkan pada gagasan bahwa ideologi masyarakat selalu berubah. Bersikap selektif terhadap cerita isrA'iliyyAt. Maraghi mengatakan bahwa rujukan ke cerita yang berasal dari Ahli Kitab adalah salah satu kelemahan penjelasan Menurutnya, mereka hanya memasukkan cerita tersebut ke dalam buku penjelasan tanpa memberikan pilihan kritis. Mereka menerima cerita yang benar dan salah. Analisis Konten/Isi QS Al-Baqarah ayat 205-207 dalam Tafsir Al-Maraghi Allah berfirman: a ca a a e a ae a a a a a ae a a a e c AO c EA aA cA aA eO aN aO aO eN aEEc E ec aOEI eEc c OA c AaOa aOEcO acO aAO E e ac aE aOA aA aAcEEc E A AuDan apabila ia berpaling . ari mukam. , ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Ay Ayat 205 dari Surah Al-Baqarah ini menyiratkan bahwa ketika seseorang berpaling dari orang yang menyapa mereka dan mengurus urusan mereka, niat baik mereka yang menyuarakan kebenaran bisa berlawanan dengan tindakan mereka. Dalam konteks ini, al-Maraghi menjelaskan kata AuA AyEAdapat diartikan sebagai bumi secara umum, yang mencerminkan bahwa perilaku mereka dapat menimbulkan kerusakan di tempat mana pun mereka berada. Ini menekankan pentingnya keselarasan antara kata-kata dan perbuatan, serta peringatan tentang adanya potensi dan dampak negatif dari sikap yang tidak konsisten, seperti pada tindakan merusak tanaman, hewan ternak, dan lingkungan, secara umum adalah tindakan yang merugikan, baik bagi alam maupun bagi pelakunya sendiri. Di dalam konteks Islam, tindakan seperti itu dapat dianggap sebagai pelanggaran nilai-nilai moral dan etika, karena Islam mendorong keberlanjutan, keadilan, dan menjaga keseimbangan alam. Oleh karena itu. Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Ayat ini menunjukkan bahwa sifat-sifat terpuji hanya akan diridai oleh Allah jika di wujudkan dalam perbuatan, di mana Allah menilai hati dan perbuatan bukan hanya sekedar fisik dan perkataan. Pada ayat 205 juga ditemukan perbandingan dari tafsir Al-Munir dan Ibnu Katsir. Dari keduanya jika diperhatikan secara sepintas, tafsir Al-Munir menjelaskan orang yang bengkok . idak sesua. dengan apa yang diucapkan dan buruk tingkah lakunya disebut dengan As-saAoyu, pada ayat ini Allah menggambarkan sifat FirAoaun, jadi orang munafik tidak akan ada tujuan selain dari membuat kerusakan di muka bumi seperti memusnahkan ladang yang ditumbuhi tanaman dan buah-buahan. Allah SWT sangat tidak menyukai orang yang memiliki sifat yang tersebut. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan tentang bagaimana manusia tindak tanduknya bertentangan apa yang ia katakan itu diibaratkan merusak tanaman dan membantai binatang ternak untuk memuaskan hawa nafsunya, karena manusia seperti ini lebih mementingkan keinginan duniawi dari pada akhirat. Sama halnya dengan tafsir alMunir bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang menciptakan kerusakan. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan ca a a a e a a e a ca a a a e e a e a e a a a a AA c A E aI aNA c a AcEE cN E aac c aE a aIc A e a cN aNI acI aOE aA c cAE ENc aCA c AOa aCOA AuDan apabila dikatakan kepadanya AoBertakwalah kepada AllahAo, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan berbuat dosa. Maka cukuplah . neraka Jahannam. Ay Argumentasi Al-Baqarah ayat 206 ini menegaskan bahwasanya seorang pembuat onar atau orang yang suka merusak ketika diperintah untuk melaksanakan kebaikan dan dilarang dari keburukan maka rentan akan cepat marah, dan timbul permasalahan kesombongan dan kebodohannya menguasai dirinya, karena menurutnya nasihat dan bimbingan itu suatu hinaan yang bertentangan dengan Orang-orang pembuat onar itu benci terhadap orang yang suka memerintahkan untuk berbuat kebaikan, karena mereka melihatnya sebagai pencemaran nama baik dan akan membuka keburukan-keburukan mereka dan menutupi dengan keindahan kata-katanya. Jika mampu menutupinya, mereka akan memenjarakannya jika mampu. Maka tempat yang pantas adalah neraka Jahanam, adalah tempat siksaan bagi balasan atas perbuatan yang takabur dan fanatik, cukuplah bahwa neraka adalah tempat takdirnya dan neraka akan menjadi tempat tinggalnya serta tempat berlindungnya, tempat seburuk-buruknya tempat tinggal dan tidak ada kenyamanan dan ketenangan bagi orang yang tinggal di dalamnya. Dikatakanlah kepada Sahabat Umar bin al-Khattab R. A : Aubertakwalah kepada AllahAy. Kemudian Umar menempelkan pipinya ke tanah. Lalu sahabat Ibnu MasAoud berkata : AuSalah satu dosa besar menurut Allah adalah ketika diucapkan kepada seorang hamba Aubertakwalah kepada AllahAy, kemudian ia . AuUruslah dirimu sendiriAy, maksudnya perbaiki saja dirimu dan jangan mengurus orang Perbandingan pada ayat 206 dari tafsir Al-Munir dan Ibnu Katsir ditemukan bagaimana teks tersebut menjelaskan tentang sifat-sifat manusia tercela. Dalam tafsir Al-Munir, digambarkan apabila manusia berbuat jahat dalam perkataan dan perbuatannya, maka jika diberi nasihat dia akan menolak, mengabaikan, sombong, dan marah. Tafsiran ini ditegaskan dalam Q. S Al-Hajj : 72, oleh karena itu Allah berfirman didalam ayat ini maka cukuplah balasannya neraka jahanam. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir ayat 206 ini lebih menunjukkan kelompok orang-orang munafik yang melakukan kerusakan dari dalam, mereka tidak bertakwa dan tidak takut kepada Allah, pantaslah siksa neraka jahanam baginya. ca a a a a a a e a a e a e e ca e a a AcEEc c aOA ca AA aE a aA c AcEEc a a eOA a cAA a Ac IIc O acOc IA cN acc I eA a AOIa Ic EIA AuDan sungguh neraka Jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. Dan di antara manusia ada yang mengorbankan dirinya karena mencari keridaan Allah, dan Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya. Ay Selanjutnya Allah menyebutkan kelompok yang lain dalam ayat ini di antara sebagian manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah, artinya di antara manusia ada sekelompok orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah tanpa imbalan apa pun selain rida-Nya, hanya berusaha beramal dan berbicara kebenaran dengan tulus. Oleh karena itu, orang-orang semacam ini tidak Syaikh Ahmad MushthafA Al-MarAgh. Tafsr Al-MarAgh 1-3, ed. Basil AoUyoun As-Soud, 3rd . Col (Lebanon: Dar Al-Kotob Al-ilmiyah-Beirut, 2. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. berbicara dengan berbohong dan bermuka dua, serta tidak memilih kemegahan dunia dan perhiasan. Yang ia pilih tidak berdampak baginya dibandingkan dengan Allah. Baginya ini tidak akan terealisasi kecuali orang mukmin itu bersungguh-sungguh mengorbankan atau merelakan dirinya dan hartanya di jalan Allah jika dalam keadaan darurat dan dibutuhkan, seperti berjihad di jalan Allah. Barang siapa yang mampu berjihad dengan harta dan tenaganya maka wajib baginya untuk berjihad, dan jika ia tidak memenuhi salah satu keduanya . arta dan tenag. , maka lebih mengutamakan dirinya sendiri dari pada rida-Nya dan keluar dari golongan kaum mukminin yang menyerahkan dirinya kepada Allah, artinya Allah membalas kepada mereka atas amalan yang sedikit dengan kenikmatan, dan Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali mampu melakukan, dan Allah akan mengganti harta-harta yang merupakan milik-Nya, dengan sesuatu yang tidak terhitung banyaknya berupa rahmat, kebaikan dan kemuliaan-Nya. Allah memberikan keinginan menggunakan hartanya di jalan Allah . , untuk mengurangi kejahatan dan kerusakan, menegakkan kebenaran dan keadilan. Jika tidak ada hal ini, keburukan akan merajalela dari pembuat kerusakan bumi ini dan tidak ada kebaikan yang tetap di dunia. Sebagaimana firman Allah: ea a a a a ca e a ae a e a ca cAc a aN eIc a ac EA a ac E eA AcEEc EIA a AaOE eOE A acA AuSeandainya Allah tidak melindungi sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi iniAy. Ayat 207 ini menjelaskan tentang sifat-sifat manusia terpuji, dimana terdapat perbandingan dalam tafsir Al-Munir dan Ibnu Katsir. Dalam tafsir Al-Munir menjelaskan ayat tersebut turun berkenaan dengan orang yang berperang dijalan Allah SWT, seperti yang ditegaskan dalam Q. S At-Taubah: 111. Dimana ketika Hisyam Bin Amir Radhiyallah Anhu menyerang diantara dua barisan musuh, dia melaksanakan jihad dijalan Allah sehingga dia ridho akan semua yang terjadi. Sedangkan dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan manusia yang menjual dirinya untuk keridhoan Allah, berjihad dijalan Allah, melakukan amal maAoruf nahi munkar, menjalankan amal soleh, mengucapkan perkataan yang baik, kejujuran, dan keikhlasan. Maka Allah memberi mereka atas apa yang mereka perbuat, tetapi jika manusia tidak termasuk golongan diatas maka niscaya kejahatan para perusak akan merajalela di muka bumi ini. Kontekstualisasi Kerusakan Alam terhadap Mitigasi Krisis Lingkungan Secara ekologis, krisis lingkungan secara umum adalah rusaknya keseimbangan ekosistem dan berkurangnya daya bantu ekosistem bagi berbagai macam organisme yang hidup di dalamnya. Ketika membahas lingkungan hidup dari sudut pandang realistis, terlihat jelas bahwa isu ini sering kali menjadi ulasan terhadap disparitas sosial yang disebabkan oleh penggunaan teknologi dan ilmu pengetahuan yang berlebihan. 29 Maka kajian lingkungan bisa disebut ekologi yang diartikan pula mengenai krisis lingkungan, konservasi lingkungan. Krisis lingkungan atau ekologi telah menjadi subjek pembahasan mengenai limit to growth. Penulis mendesak perubahan dalam gagasan utama pertumbuhan seperti perlindungan keanekaragaman hayati, pencemaran dan kerusakan lingkungan, penanganan krisis iklim, yang sekarang merupakan isu yang sangat kompleks dan multi-dimensional. Penanganannya-pun memerlukan aksi kerja sama untuk membangun kebijakan perubahan krisis lingkungan yang berorientasi pada resiliensi Nanda Khairani and Ahmad Fauzi. AuProgram Eco-Pesantren: Peran Dan Solusi Dalam Pembangunan Berkelanjutan Terhadap Krisis Lingkungan,Ay Jurnal Inovasi Penelitian 4, no. : 211Ae18. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan dari pembahasan. Dalam ekosistem, manusia dan lingkungan merupakan dua hal yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sehingga sering disebut sebagai pemegang kehidupan, karena memiliki hubungan interaksi yang erat. Hal tersebut terdapat dalam penafsiran Al-Maraghi yang menjelaskan krisis lingkungan terhadap surah AlBaqarah ayat 205, 206 dan 207, pada ayat tersebut menjadi tolak ukur adanya berbagai kerusakan di bumi sebagai akibat dari orang-orang yang mengakui dirinya modernisasi dunia, tetapi sikapnya bertentangan dengan perkataannya dan menimbulkan kerusakan di muka bumi. Al-Maraghi juga menekankan pentingnya mencari keridaan Allah, tidak mengincar hal lain melainkan amal saleh dan berjihad kepada Allah. Kerusakan lingkungan kini semakin parah, dan destruksi hutan adalah salah Deforestasi merupakan salah satu wujud kerusakan lingkungan karena hutan merupakan paru-paru dunia dan rumah bagi jutaan macam makhluk hidup serta berperan sebagai penjaga kelangsungan hidup di muka bumi dengan menyokong sistem tanah dan air, melindungi keanekaragaman hayati, serta menjadi penopang 30 Ruang lingkup ekologi yang menyangkut krisis lingkungan terdapat berbagai aspek salah satunya disebut oleh Al-Maraghi tentang masalah rusaknya ekosistem tentang pembunuhan hewan dan rusaknya tumbuhan jika dikaitkan di era sekarang yang ditimbulkan oleh manusia dan alam ada beberapa jenis: Kerusakan Tanaman Kerusakan tanaman didefinisikan sebagai perubahan pada tanaman yang diakibatkan oleh aktivitas manusia atau resistensi tanaman . ifat-sifat tanaman yang dipengaruhi oleh serangg. Kerusakan tanaman disebabkan oleh di . Perubahan iklim, terkait peningkatan suhu dan kekeringan yang dapat mencegah tanaman tumbuh dan merusak tanaman yang pada akhirnya mengurangi hasil panen, misalnya aktivitas yang terjadi di era sekarang ada aksi langgar peraturan KPU memakai alat peraga kampanye calon anggota dewan legislatif . yang ditancap ke pohon. Bahaya sampah vape sekali pakai yang berdampak terhadap lingkungan bisa memicu kebakaran. Dampak tambang nikel terhadap pulau Wawoni. Sulawesi Tenggara yang menimbulkan dampak terhadap warga lokal, salah satu dampak utamanya adalah penggusuran lahan masyarakat, yang telah menyebabkan penolakan dan protes dari masyarakat. Pembangunan kawasan Kutai, seperti di ibu kota baru di Kalimantan Timur yang menimbulkan berbagai dampak yakni Deforestation (Infrastruktur yang dibangun untuk proyek pembangunan ibu kota baru dapat melebihi tata ruang yang direncanakan, yang dapat menyebabkan pembangunan di area yang seharusnya dihutanka. Fire Hotspots (Titik panas 3. 487 titik yang bisa menyebabkan daerah bekas kebakaran hutan dan lahan seluas lebih 35. hektar terjadi kembal. 31 Fenomena yang dikenal sebagai perubahan iklim mengubah pola cuaca bumi, menyebabkan kondisi ekstrem seperti kekeringan ekstrem atau hujan ekstrem. Akibatnya, gangguan terhadap keseimbangan Aroyandini. Krismawati, and Anas. AuMenanam Tumbuhan Dalam Perspektif Islam Dan Sains Sebagai Upaya Preventif Untuk Mengurangi Kerusakan Lingkungan. Ay Naufal Ridhwan Aly and Nurhadi. AuInilah 5 Dampak Perubahan Iklik Terhadap Tanaman,Ay co, 2022, https://tekno. co/read/1573545/inilah-5-dampak-perubahan-iklim-terhadaptanaman. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. ekosistem ini menimbulkan ancaman bagi semua bentuk kehidupan, termasuk . Aktivitas manusia, perubahan yang terjadi karena ulah manusia dan dapat mempengaruhi kerusakan tanaman. Misalnya, resistensi tanaman dan penggunaan pestisida yang terus meningkat karena ancaman parasit juga meningkat akibat perubahan iklim. Selain itu, aktivitas manusia juga dapat menyebabkan erosi tanah, yang dapat merusak struktur tanaman dan mengurangi hasil panen. Maka dari itu, perlu untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia terhadap kerusakan tanaman, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap perubahan iklim, penggunaan pestisida secara selektif, melalui greeninflation dan pemanfaatan informasi iklim untuk sistem peringatan dini. Berkurangnya Populasi Satwa Kebijakan perlindungan hewan dan tumbuhan nasional Indonesia telah terstandarisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (UUKSDHE). 35 Pentingnya penerapan pengawasan terhadap populasi satwa yang dilakukan bertujuan memberikan kesempatan terhadap satwa yang berkembang biak dan menjaga kondisi habitat tetap terjaga. Peran baik dari negara maupun masyarakat memiliki peran yang penting dalam perlindungan alam maupun satwa. Daerah perlindungan milik negara cenderung memiliki kinerja yang buruk ketika tidak ada penegakan hukum yang baik, tata kelola yang baik, serta korupsi dan konflik kepentingan dalam lembaga negara. Misalnya, kasus penutupan sementara yang terjadi di Medan Zoo akibat kematian tiga ekor harimau dalam dua bulan karena krisis utang untuk pakan satwa, gaji pegawai yang belum dibayar selama empat bulan, dan masalah kesehatan satwa. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa area yang dikelola oleh masyarakat atau komunitas adat, baik sebagian maupun keseluruhan, memiliki hasil yang baik bagi hutan dan juga komunitas adat terutama ketika mereka Tetapi, terdapat kekurangan dalam jumlah studi ilmiah yang menggunakan metode yang ketat dan membandingkan hasilnya, terutama dalam area yang dikelola oleh masyarakat adat. Keberhasilan dalam konservasi juga tergantung pada bagaimana kawasan tersebut membantu menjaga ritual, budaya, dan tradisi suatu komunitas. Berbagai kajian penelitian dapat disimpulkan bahwa perburuan hewan sudah tidak berkelanjutan lagi, fenomena ini dikenal dengan the Hilabi. AuThawalib | J. Kependidikan Islam. Ay Doktor Ilmu Pertanian. AuDampak Perubahan Iklim Terhadap Perkembangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tanaman Perkebunan,Ay PDAI Universitas Medan Area, 2022, https://doktor. id/2022/11/dampak-perubahan-iklim-terhadap-perkembanganorganisme-pengganggu-tumbuhan-opt-tanaman-perkebunan/. Pertanian. Jhon Sahusilawane and Lesly Latupapua. AuKonservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal Di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon,Ay Jurnal Inovasi Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 3, no. : 461Ae68, https://doi. org/10. 54082/jippm. Ayat S Karokaro. AuLagi. Harimau Sumatera Mati Di Medan Zoo,Ay Mongabay, 2024, https://w. id/2024/01/16/lagi-harimau-sumatera-mati-di-medan-zoo/. ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan empty forest. Penyebab utamanya adalah meningkatnya perdagangan hewan Dalam rangka perlindungan dan pengelolaan satwa, salah satu penangkaran hewan adalah perlindungan terhadap jenis satwa. Melalui pelarangan perburuan ilegal, intensitas perburuan dapat ditentukan dan digunakan sebagai indikator konservasi dan pengelolaan kawasan. Hal ini memungkinkan seseorang untuk menentukan suatu kerawanan terhadap kawasan konservasi satwa, antara lain: Perburuan sebagai kesenangan, salah satu alasan utama melakukan perburuan adalah untuk memperolah kesegaran jasmani. Setelah berburu satwa sebagai kesenangan dan kepuasan batin. Perburuan sebagai sarana ekonomi, perburuan dengan tujuan mencari mata pencaharian dan menjualnya dengan harga tinggi, seperti kasus di hutan Aceh pada Jumat 19 Januari 2024, melalui perdagangan kulit dan organ harimau Sumatera. Sebagaimana juga Al-Maraghi menjelaskan dalam QS. Al-Baqarah a A aOOa eNEaEa eE a eAyakni sekelompok orang yang sering menimbulkan ayat 205 A aOEIac e aEA kerusakan lingkungan, seperti tindakan perburuan hewan. Perburuan sebagai bagian dari konflik antropologis, dalam beberapa kasus, hewan yang diburu sebagai bagian dari konflik antropologis, seperti konflik antara manusia dan hewan liar yang menyerang ternak atau tanaman. Mitigasi dan Relevansi Terhadap Krisis Lingkungan Tujuan adanya mitigasi krisis lingkungan untuk mengurangi atau menghentikan lebih banyak kerusakan alam dan memperbaiki kondisi lingkungan yang terkena dampak. Al Maraghi berpendapat bahwa terdapat beberapa poin penting mengenai mitigasi krisis lingkungan di antaranya sebagai berikut:39 Kepedulian Ekosistem Dalam Islam, konsep ini menekankan kepedulian terhadap hak hidup, sejalan dengan sistem lain dengan menjaga hak-hak dasar seperti kebebasan, dan keamanan. Sekaligus secara eksplisit melarang tindakan bunuh diri dan pembunuhan. Tindakan mengakhiri kehidupan secara tidak adil sama dengan pemusnahan seluruh makhluk. Sebaliknya, mereka yang menghargai dan memelihara kehidupan dianggap menjaga seluruh makhluk. 40 Seperti kegiatan melibatkan kejahatan terhadap satwa liar Adapun para pelakunya yaitu mulai dari eksportir hingga ahli taksidermi, pemburu, pengumpul, dan anggota lain dari rantai dan jaringan yang Hal ini cukup untuk membuktikan bahwa manusia sudah mencapai kejahatan pada alam dan kejahatan kesejahteraan sosial. Ditegaskan dalam Q. S Al-AnAoam ayat Sahusilawane and Latupapua. AuKonservasi Satwa Liar Berbasis Kearifan Lokal Di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon. Ay Woro Anjar Verianty. AuPoaching Adalah Perburuan Liar. Ini Penyebab. Efek Dan Cara Mengatasinya,Ay Liputan 6, 2023, https://w. com/hot/read/5271426/poaching-adalahperburuan-liar-ini-penyebab-efek-dan-cara-mengatasinya. Al-MarAgh. Tafsr Al-MarAgh 1-3. Rusnatun. AuProblematika Dan Solusi Krisis Lingkungan Perspektif Al-QurAoan,Ay Falasifa 11, no. : 1Ae20. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. a a a a a ca a a a ae a e a e a cAI ac c aA cO E ec ac aOE c cOai c acO a eO ac aI eO acN aE c aI cI eIEE ecI c aI AacIc aA cO E aE c ac aI eIc eO c accI aEc cO a a aN eIA c AaO aI aIA a ea cAO a eOIA AuDan tidaklah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat . seperti kalian. Tidaklah kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab. Kemudian kepada Tuhan lah mereka dihimpunkan. Ay Dalam konteks ini menjelaskan hubungan kesetaraan antara manusia dengan hewan, manusia memiliki kewajiban alamiah untuk menjaga segala sesuatu dari halhal yang merusak dan memanfaatkannya dengan tetap menjaga apa yang diciptakan Allah. Pengelolaan yang Berkelanjutan Allah membuat alam dengan segala sumbernya untuk memenuhi kebutuhan hidup Jika seseorang ingin memanfaatkan sumber daya alam untuk membantu hidup, maka harus melakukannya dengan cara yang tepat dan tidak berlebihan . Sikap tersebut akhirnya akan menghasilkan sosok manusia yang akan membahayakan kehidupan manusia secara keseluruhan. 41 Demikian pula, jika sumber daya alam sementara mengabaikan kebutuhan generasi masa depan, maka hak untuk memanfaatkan semua kehidupan akan berkurang dan hilang. Pengelolaan lingkungan merupakan kegiatan dan tugas manusia dalam kehidupan. Jadi manusia diberi peran sebagai khalifah di muka bumi. Peran ini ditegaskan dalam Q. Al-AnAoam ayat 141: ca a a a ca a a a a a a a a e a a e ca a a e ca ca a a aea AE eO eOIc aOEacIIc aI aN acO eO acA A I aE cA EENc OA c Ac OEIEc OEA c A acO eO ac aI a eOA c AA c AaON aOc E a eOc Ic cIc acI a eOA a a ca e a a a ea a a e eaa e e a a a a a e ca a e a AIA c AO c E aI a aA eOA c AaI a cN EEO aIA aAI aI aNc a aI ac aOcO CNc aOOIc A aNc aOE e aAO c aINc E c A AuDialah yang menumbuhkan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, serta zaitun dan delima yang serupa . entuk dan warnany. dan tidak serupa . Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya . pada waktu memetik hasilnya. Akan tetapi, janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihanAy Dalam konteks seperti ini, ditegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan dengan hati-hati dan baik sehingga tidak merusak ekosistem, menyebabkan ketidakseimbangan dalam keseimbangan alam. Manusia bertanggung jawab atas segala tindakan dan keputusan mereka, dan sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara wajar. Akibatnya, setelah dunia berakhir, pemeliharaan alam akan dipertanggungjawabkan di hadapan tuhan, dan agama Islam melarang pemanfaatan alam yang melampaui batas. Muzakkir. Simamora, and Adawiyah. AuKonsep Kerusakan Lingkungan Menurut Tafsir Al-Azhar Buya Hamka. Ay ULUMUL QURAoAN: JURNAL ILMU AL-QURAoAN DAN TAFSIR Kerusakan Alam dan Mitigasi Krisis Lingkungan Mematuhi Regulasi Dalam agama Islam, ada pemahaman yang jelas tentang hubungan antara manusia dan alam. Mematuhi regulasi adalah bagian penting dari lingkungan. Konsep ini berkaitan dengan kesadaran seseorang yang bertanggung jawab untuk melindungi orang lain dari keangkuhan, ketidakadilan, dan kecerobohan. Manusia harus bertindak hati-hati sehingga tidak sewenang-wenang dan melampaui batas, patuh terhadap peraturan sehingga masyarakat dinilai karena kerja sama yang baik, dan membantu mengurus lingkungan. Oleh karena itu, semakin kuat kerja sama, semakin banyak yang didapat dari alam. 42 Sebagaimana ditegaskan dalam Q. S Al-AAoraf ayat 96: a a a e a a a a ca a e a e a caa a a a a a ca a a e a AEI ac aOE e ac aOEc aE eIc E a eO AcIN eIc aI EI eOcA AIA c A aIA c AEA c AaOE eOc Ic NEc ECcO c aII eO aOC eO EAIc E eO aN eIc a aA cAaOE a a eOIA AuJikalau sekiranya penduduk kota-kota beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Ay Dalam konteks ini kerusakan alam dan krisis lingkungan disebabkan beberapa hal, di mana dampak langsung atau tidak langsung dari segala aktivitas manusia. Kerusakan lingkungan mempunyai dampak yang beragam terhadap manusia. Namun, akibat kerusakan lingkungan, seperti beberapa perilaku manusia pasti berdampak pada tanah, air, dan udara. Maka dari konsep mematuhi regulasi ini menjadi solusi atas kerusakan lingkungan, karena dengan konsep orang-orang tidak mungkin melakukan tindakan-tindakan yang bersifat merusak lingkungan. Kesimpulan Pemahaman mendalam mengenai Al-Baqarah ayat 205-207 dalam Tafsir alMaraghi terhadap kerusakan alam, serta identifikasi upaya mitigasi yang dapat diambil untuk mengatasi krisis lingkungan. Tanpa kajian ini, pemahaman tentang konsep ekologi dalam Islam dan pentingnya menjaga lingkungan dari perspektif spiritual dan etis tidak akan tercapai. Unsur kebaruan temuan dari kajian ini adalah penggabungan antara teori ekologi dengan ajaran Islam, yang memberikan landasan yang kokoh untuk menjaga bumi sebagai amanah dari Allah SWT. Kontribusi keilmuan dari kajian ini adalah memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi dalam konteks lingkungan. Teori dan konsep yang digunakan dalam kajian ini mampu menjawab pertanyaan kajian dengan baik, yaitu bagaimana pandangan Islam terhadap kerusakan alam dan bagaimana manusia seharusnya berperan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab di muka bumi. Namun, terdapat kekurangan dalam studi ini, yaitu terbatasnya sumber data primer yang hanya mengacu pada Tafsir al-Maraghi. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan kajian lanjutan yang melibatkan sumber data primer yang lebih luas dan diversifikasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang konsep ekologi dalam Islam. Dengan demikian, kajian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman tentang hubungan antara agama, lingkungan, dan tanggung jawab manusia sebagai makhluk khalifah. Melalui integrasi antara nilaiAisyah Nurhayati. Zulfa Izzatul Ummah, and Sudarno Shobron. AuKerusakan Lingkungan Dalam AlQurAoan,Ay Suhuf 30, no. : 194Ae220. Nurhayati. Ummah, and Shobron. Volume 4, nomor 1. Maret 2024 Muhammad Anas Al Hazmi, dkk. nilai spiritual dan ilmiah, diharapkan dapat terwujud harmoni yang lebih baik antara manusia dan alam, sesuai dengan ajaran Islam yang mengajarkan kelestarian dan keadilan bagi seluruh ciptaan Allah SWT. Implikasi praktis dari hasil kajian ini adalah kepedulian ekosistem, pengelolaan yang berkelanjutan, dan mematuhi regulasi. Hal ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan cara menjaga lingkungan hidup, mengurangi penggunaan bahan-bahan berbahaya, dan memperhatikan dampak dari setiap tindakan yang dilakukan terhadap lingkungan. Meskipun kajian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang perspektif Tafsir al-Maraghi terhadap kerusakan alam, namun masih terdapat kekurangan dalam hal keterbatasan sumber data dan literatur yang digunakan. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan kajian lanjutan dengan menggunakan sumber data dan literatur yang lebih lengkap dan variatif. Daftar Pustaka