Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu ISSN 2656-7202 (P) ISSN 2655-6626 (O) Volume 4 Nomor 2. Juli-Desember 2021 DOI: https://doi. org/10. 35961/perada. SEJARAH DAN KARAKTERISTIK METODOLOGI TAFSIR AL-QUR'AN Muhammad Rezi Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi Indonesia rezineddin@gmail. ABSTRAK Artikel ini berutujuan untuk mengeksplorasi perkembangan metode tafsir dan penafsiran terhadap Al-QurAoan yang telah berkembang hingga saat ini. Metode penulisan tafsir yang selama ini berkembang ialah ijmali . , maudhui . , tahlili . dan muqoran . Dalam perkembangannya para mufasir juga banyak menghasilkan metode penafsiran dalam upaya mengunggap pesan yang terkandung dalam Al-QurAoan. Sebagaimana yang dijelaskan dalam artikel ini, bahwa penafsiran terhadap al-QurAoan merupakan sebuah upaya untuk mengaktualisasikan kandungan dalam Al-QurAoan dalam realitas kehidupan saat ini. Oleh sebab itu, lahirnya teori-teori tafsir yang baru tidak lepas dari upaya menafsirkan Al-QurAoan sesuai dengan konteks dan realitas saat ini. Bahkan, variasi metode dan keberagaman corak menjadi bukti kemajuan dan fleksibilitas pemikiran umat Islam dalam merelevansikan ajaran Agama dengan tuntutan zaman dan kondisi masyarakat. Dengan realita semakin jauhnya umat dari pemahaman agama dan berkembangnya berbagai pengaruh ideologi luar, ulama dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan syariAoat Islam dengan tetap menjaga keaslian dan validitas sumber ajarannya. This article aims to explore the development of the method of interpretation and interpretation of the Qur'an that has developed to date. The methods of writing commentary that have been developed so far are ijmali . , maudhui . , tahlili . and muqoran . In its development, the commentators also produced many methods of interpretation in an effort to reveal the message contained in the Qur'an. As explained in this article, the interpretation of the Qur'an is an attempt to actualize the content in the Qur'an in the reality of today's life. Therefore, the birth of new interpretation theories cannot be separated from efforts to interpret the Qur'an in accordance with the current context and reality. In fact, the variety of methods and the variety of styles are evidence of the progress and flexibility of Muslim thought in relevating religious teachings to the demands of the times and conditions of society. With the reality that people are getting farther away from religious understanding and the development of various external ideological influences, scholars are required to be more creative and innovative in conveying Islamic law while maintaining the authenticity and validity of the source of their teachings. Kata Kunci: tafsir al-quran, metode tafsir, kontekstual Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode PENDAHULUAN Al-QurAan adalah sumber agama Islam yang pertama dan paling utama. AlQurAan yang biasa disebut juga sebagai kitab suci umat Islam adalah perkataan Allah berbentuk tulisan yang terkumpul dalam sebuah kitab atau biasa disebut juga dengan mushhaf. Ditinjau dari segi kebahasaan. Al-QurAan berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata AlQurAan adalah bentuk kata benda . dari kata kerja qara'a yang artinya Definisi Al-Qur'an terminologi adalah firman Allah yang tiada tandingannya, diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW penutup para Nabi dan Rasul, dengan perantaraan malaikat Jibril dan ditulis pada mushhaf-mushhaf yang kemudian disampaikan kepada kita secara mutawytir . ingkat validitas trtinggi dalam ilmu periwayata. , serta membaca dan mempelajarinya merupakan ibadah, yang dimulai dengan surat Al-Fytihah dan ditutup dengan surat Al-Nys. Secara umum Allah swt menurunkan al-QurAan sebagai petunjuk bagi umat manusia melalui bimbingan utusan-Nya nabi Muhammad saw. Pada awal diturunkan, al-QurAan diturunkan sebagai tanda kebesaran Allah dan kenabian Muhammad saw khususnya dalam menandingi syair-syair orang Arab yang sangat terkenal pada masanya. Maka alQurAan turun sebagai tanda mukjizat Rasulullah saw. Tetapi pada hakikatnya, alQurAan berfungsi sebagai petunjuk dan pelajaran bagi umat Islam. Allah menurunkan al-QurAan dengan berbahasa Arab karena belakangan bahasa Arab diklaim sebagai bahasa terkaya yang memilik makna yang luas di setiap kata dan Hal ini terbukti ketika Allah menjelaskan pada surat Yusuf bahwa Allah menurunkan al-QurAan dengan bahasa 1 MannyA Al-Qaththyn. Mabyhits fy Ulym alQurAyn, (Kairo: Maktabah Wahbah, t. , hlm. Arab dengan harapan dan tuntutan manusia untuk berpikir. Berpikir dalam arti mengkaji dan meneliti. Ulama sering membagi ayat-ayat alQurAan menjadi empat jenis dalam aspek Pertama adalah ayat-ayat yang jelas, baik makna atau hukum yang terkandung di dalamnya sehingga siapapun mampu dengan mudah memahami maksud dan kandungan ayat tersebut. Hal ini seperti perintah berpuasa dan shalat. Kedua adalah ayat-ayat yang cukup jelas kandungannya tetapi harus dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk dapat memahaminya dan mengerti maksud ayat Hal ini seperti tata cara shalat yang hanya bisa dipahami dengan mengikuti penjelasan hadis-hadis Nabi saw. Ketiga adalah ayat-ayat yang hanya bisa dipahami oleh ulama dan pakar dalam bidang tafsir dan kajian al-QurAan. Untuk mampu memehami rahasia kandungan ayat-ayat tersebut dibutuhkan keahlian dan kompetensi dalam penguasaan berbagai ilmu-ilmu yang berkaitan seperti kaedah bahasa Arab, kaedah ilmu al-QurAan, kaedah ilmu fiqh, dan ilmu-ilmu penunjang lainnya agar tidak terkesan sembarangan dalam menafsirkan ayat dan merelevansikannya dengan realita terkini. Dan keempat adalah ayat-ayat alQurAan yang hanya Allah yang tahu rahasia yang terkandung di dalamnya dan tidak satupun manusia mampu menengkap makna yang tersirat. Hal ini seperti penyebutan huruf-huruf muqaththah ( UAEIA A EIAUA )EAdan lain sebagainya. Berdasarkan ketegori di atas, ada indikasi yang menunjukkan kepada kita bahwa dalam memahami ayat-ayat alQurAan bukanlah perkara yang mudah dan sekenanya saja. Hal ini sejalan dengan hadis Nabi saw. AAEOO ICN II EIA c AII CE OA ECI O EIA AuSiapa saja yang berkata dalam . al-QurAan tanpa disertai . dengan ilmu maka bersegeralah ia mengambil tempat di nerakaAy Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode Dalam perkembangannya, memahami al-QurAan baik secara tekstual dan kontekstual lebih dikenal dengan istilah tafsir atau mengupas dan membongkar rahasia-rahasia kandungan al-QurAan dari berbagai aspek. Pada masa Rasulullah, belum banyak ilmu-ilmu yang berkembang terkait ilmu bahasa dan sains. Untuk aspek kebahasaan memang masa Nabi saw ketika itu terkenal dengan masanya para penyair Arab. Tetapi penggunaan kaedah bahasa Arab dalam menyiratkan kandungan ayat belum terlihat jelas karena tafsiran yang digunakan para sahabat adalah pemehaman langsung dari Rasulullah yang tertuang dalam bentuk hadis. Dalam sejarahnya, tafsir pada masa shabat dan tybiAyn tidak menaruh perhatian kepada ilmu tafsir, iArab dan majaz pada masa permulaan pembukuan tafsir. Metode yang digunakan cenderung sama dengan metode yang digunakan ahli hadis dalam meriwayatkan makna-makna alQurAan. Dan masa selanjutnya, dengan semakin berkembang dan meluasnya interaksi bangsa Arab dengan non Arab dan terkikisnya rasa kebahasaan maka para pakar tafsir merasa sangat memerlukan ilmu-ilmu bahasa Arab. Masa awal pembukuan tafsir, para pakar tafsir tidak terlalu memperhatikan metode dan sistematika penulisan yang Ini terlihat dari kitab-kitab tafsir awal seperti karya Ibn Jaryr alThabariy. Al-Zamakhsyariy, dan juga Tafsir Ibn AAbbys yang belakangan disusun dan dibukukan dan karya-karya lainnya yang kesemuanya mengusung metode tahlyly dengan tata ayat sesuai urutan mushaf. Seiring perkembangan pemikiran dan keadaan serta kebutuhan umat, mulai berkembang metode-metode penafsiran ayat yang variatif seperti maudhyAiy . , muqyranah . , dan 2 Ali Hasan Al-AAridh. Sejarah dan Metodologi Tafsir (Terj. ), (Jakarta: CV. Rajawali, 1. Cet. Hingga saat sekarang ini, metode penafsiran terus berkembang dengan berbagai corak yang terpengaruh dari ideologi mufassir . hli tafsi. METODE DAN CORAK TAFSIR Metodologi dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah uraian atau ilmu tentang metode-metode. 3 Maka saya menggunakan kata metodologi pada judul makalah ini karena pembahasan yang disajikan adalah tentang metode-metode penafsiran alQurAan. Sedangkan metode yang dalam bahasa Yunani disebut juga metodik yang berasal dari kata metha yang berarti melalui dan hodos yang berarti jalan atau cara. Dengan kata lain metodik adalah ilmu tentang cara yang harus dilalui dalam sebuah proses agar dapat mencapai Metode dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah cara yang teratur berdasarkan pemikiran yang matang untuk mencapai maksud atau tujuan . alam ilmu pengetahua. , atau cara kerja yg teratur dan sistematis untuk dapat melaksanakan suatu kegiatan dengan mudah guna mencapai maksud yg ditentukan. Dalam bidang pendidikan, metode diartikan sebagai berikut:6 Metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan (Hasan Langgulun. Metode adalah cara-cara praktis dalam mencapai tujuan pengajaran (Abdul Raman Ghunaima. Metode adalah jalan yang kita ikuti untuk memberikan pengertian kepada peserta didik tentang segala macam 3 Tim Penyusun,Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2. , hlm. 4 Ramayulis. Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2. Cet. VI, hlm. 5Tim Penyusun. Op. Cit. 6 Ramayulis. Op. Cit. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode metode dalam berbagai pelajaran (AlAbrasy. Lebih lanjut dijelaskan metode mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh pendidik dalam mengadakan hubungan dengan peserta didik pada saat berlangsungnya proses Dalam bahasa Arab metode diartikan dengan manhaj, sedangkan cara diartikan dengan tharyqah. Masih menurut Ramayulis bahwa metode yang diartikan tharyqah dalam bahasa Arab berarti lankahlangkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan suatu pekerjaan. 8 Hal ini juga disebutkan dalam Lisyn al-AArab bahwa tharyqah (A )OCAadalah langkah-langkah ( AA c AEA A)OA EOA. Dan manhaj (A )IIANAadalah bentuk ism ylat atau kata keterangan cara dari akar katanya nahaja (A )IANAyang berarti melalui suatu jalan atau jalan yang dilalui yaitu jalan yang jelas dan terang 10 dan sinonim yang paling mendekati adalah maslak (A)IEEA. 11 Maka kata metode dalam bahasa Indonesia lebih cocok ditransliterasikan ke dalam bahasa Arab dengan manhaj. Sedangkan madzhab (A )IOAyang merupakan bentuk kata dasar . dari akar kata dzahaba (A )OAyang artinya pergi, dapat juga diartikan tujuan bepergian atau sebuah keterikatan yang dipeganginya atau dianutnya. Madzhab atau dalam ejaan bahasa Indonesia mazhab diartikan juga dengan sistem pemikiran, sebuah pendekatan Secara khusus pengertian 7Ibid. 8Ibid. 9 Muhammad Ibn Mandzyr. Lisyn al-AArab, (Beirut: Dyr al-Shydhir, t. Cet. Jil. 10, hlm. 10Ibid. Jil. 2, hlm. 11Ibid. Jil. 10, hlm. Lihat Juga Al-Ryghib Al-Ashfahyniy. Mufrodyt Alfydz al-QurAan, (Beirut: Dyr al-Kutub al-AIlmiyyah, t. , hlm. 12Ibid. Jil 1, hlm. mazhab berkaitan erat dengan aliran-aliran . dalam hukum Islam . Dan istilah lawn (A )EEOIAyang biasa diartikan dengan warna atau istilah umum untuk deskripsi seperti hitam, merah, putih, dan lainnya, 14 yang juga kerap dipakai dalam penjelasan ilmu tafsir dan metodologinya diistilahkan untuk corak Sedangkan terminologi, metodologi tafsir kerap dikaitkan dengan istilah manhaj al-tafsyr . etodologi tafsi. atau manhaj al-mufassiryn . etode para ahli tafsi. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa manhaj adalah jalan yang jelas dan metode adalah jalan yang sistematis yang dilalui untuk mencapai tujuan. Al-Khylidiy menyimpulkan bahwa pembahasan kata nahaja atau manhaj adalah:15 AOO EI OOIO OIE OA EOC EO OEOI OA AICOI IOA OI O IEI IAO OIOON OONE EOEOA A OI IEIN ANO EOC EO EcO IECOIAUAOEO AOOA AuPembahasan suatu perkara dan . disinonimkan dengan tharyq atau jalan yang jelas, lurus dan terang dengan kemungkinan untuk mengetahui dan membedakannya sehingga memudahkan untuk melewati dan menempuhnya, sedangkan manhaj adalah jalan atau cara yang yang jelas, terang dan lurusAy Lebih lanjut dijelaskan bahwa kata manhaj digunakan untuk dua pemakaian:16 Penggunaan dalam bentuk pembahasan fisik (A )IO OAdengan penggunaan untuk Aujalan yang jelas dan Cyril Glasse. Ensiklopedi Islam (Ringka. ,(Terjemahan oleh Ghufron A. MasAud. , (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1. Cet. II, 14Ibid. Jil. 13, hlm. 15 Shylih AAbd al-Fattyh al-Khylidiy. TaAryf alDyrisyn bi Manyhij al-Mufassiryn, (Damaskus: Dyr alQalam, 2. Cet. I, hlm. 16Ibid. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode lurusAy, yang setiap orang mengetahuinya dan bisa melaluinya dengan kedua kakinya. Penggunaan teoritis (A )IIOO IOAdengan penggunaan dalam pembahasan teoritis seperti metode pembelajaran atau metode penelitian yang diperlukan rencana-rencana strategis dan sistematis agar tercapai tujuannya TAFSIR DAN PEMAKNAANYA Etimologi Tafsir adalah kata benda verbal . dari akar kata fassara (A )AAyang berarti menyingkap, membuka, menjelaskan, dan menguraikan atau yang lebih tenar dijelaskan dengan istilah al-kasyf (A)EOIA dan al-bayyn (A)EEAA. Tafsir penjelasan khususnya penjelasan mengenai al-QurAan. Istilah tafsir menunjukkan informasi latar belakang, dan penafsiran teks al-QurAan. Dalam Kamus Bahasa Indonesia tafsir adalah keterangan atau penjelasan ayat-ayat al-QurAan maksudnya lebih mudah dipahami. Menafsirkan berarti menerangkan maksud ayat-ayat al-QurAan atau kitab suci lain atau menangkap maksud perkataan tidak menurut apa adanya saja, melainkan diterapkan juga apa yg tersirat. Dan AupenafsiranAy adalah proses, cara, dan perbuatan, sedangkan AumenafsirkanAy adalah upaya untuk menjelaskan arti sesuatu yg kurang jelas. Terminologi Secara istilah, tafsir atau ilmu Tafsir sebenarnya sudah ada sejak turunnya al-QurAan, tetapi pada zaman nabi Muhammad saw ilmu Tafsir belum 17 Cyril Glasse. Op. Cit. , hlm. 18Tim Redaksi. Op. Cit. , hlm. dibukukan dengan pembahasan yang jelas dan sistematis. Ilmu Tafsir adalah bagian dari ilmu-ilmu al-QurAan. Dalam pengertian bahasa aslinya (Ara. para pakar mendefinisikan ilmu Tafsir dengan. AEI OA O E NEE IO IEIAE EO IOO II IEO NOE NEE OEA OOIA AIIOO O EIO OEIO OI EE II EI EEA AOEIO OEAA OEI EOI OAOE EACO OEI ECA AOO IEA EIAOE OEI OIEIO o IIA AIEEOI EAIOI IEECA AuIlmu untuk mengetahui al-QurAan . itab Allah sw. yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw dan menerangkan makna-makna serta mengungkap hukumhukum dan menyiratkan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya dan ditopang dengan ilmu-ilmu bahasa (Ara. seperti nahwu, sharf, dan bayyn serta ilmu Ushyl al-Fiqh dan ilmu QiryAat. Dan juga diperlukan pengetahuan tentang asbyb al-nuzyl, nysikh dan mansykh, dan pengetahuan lainnya yang terkait. Dan Al-Zarkasyi menjelaskan bahwa ilmu Tafsir adalah:20 AEI IOE EO OON OCAOAN OuE EIE AON IA AO IEON OIION OIEIN OINN OIN OIIONA AOIN OAN OIECN OICOO OIIEN OIAO OEI ENEA AOIN o o OIO ONION OOA AuIlmu tentang turunnya ayat, suratnya, kisah-kisahnya dan isyarat-isyarat akan turunnya ayat dan ururtan makkiy dan madaniy, muhkam dan mutasyybih, nysikh dan mansykh. Aym dan khysh, muthlaq dan muqayyad, mujmal dan mufassar, dan juga ilmu tentang halal dan haramnya, janji dan peringatan, perintah dan larangan, serta hikmahhikmahnya. Ay 19 Khylid AAbd al-Rahman al-AAkk. Ushyl al- Tafsyr wa QowyAiduh, (Beirut: Dyr al-Nafyis, 1. Cet. II, hlm. 20 Muhammad Abdullah Al-Zarkasyi. AlBurhyn fy AUlym al-QurAan, (Kairo: Dyr al-Turyts, . Cet. Jil. 2, hlm. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode Dikutip dari Aby Hayn. AEI O AOO I EOAO EIC EA ECI OIEOENA AOEIN uEAO OEEOO OIION EO IE EON EA AEEO OI eA AuIlmu yang mempelajari bagaimana melafalkan ayat-ayat al-QurAan dan kaitan-kaitannya dan hukum-hukum yang menunjangnya dan makna-makna yang ilmu-ilmu penyempurnanyaAy Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa ilmu Tafsir adalah ilmu yang mempelajari al-QurAan dengan segala aspeknya baik yang lahir ataupun yang batin. Aspek lahir maksudnya adalah aspekAeaspek yang tampak dan mudah dipahami oleh manusia meski hanya dengan pemikiran yang Dan batin maksudnya adalah kajian mendalam dalam setiap makna, hukum dan hikmah yang terkandung dalam setiap butir ayat al-QurAan. Diperlukan bekal yang cukup dan dasar yang kuat untuk mengeksplorasi ayat-ayat al-QurAan secara lebih tajam. Keutamaan Tafsir Para ulama tafsir memandang bahwa ilmu Tafsir adalah ilmu yang paling mulia di anatara ilmu-ilmu Allah lainnya. Diantara beberapa keutamaan ilmu Tafsir menurut para ulama adalah:22 Ilmu Tafsir adalah ilmu yang paling mulia karena ilmu Tafsir adalah ilmu yang langsung berkaitan dengan kitab suci yang diturunkan untuk menjadi pedoman bagi setiap manusia. Maka apapun yang berkaitan dengan kitab suci baik dari aspek pemahaman atau penjagaannya adalah hal yang mulia. Ilmu Tafsir adalah ilmu yang paling bisa membuat manusia lebih mendekatkan diri kepada Allah dan terhindar dari halhal yang bythil serta tetap terjaga dengan hal-hal yang baik. Ilmu Tafsir adalah ilmu yang mendasari ilmu-ilmu lainnya seperti halnya alQurAan yang menjadi dasar syariAat umat Islam maka Tafsir sangat mempengaruhi pengambilan hukum dan pelajaran lainnya. METODE TAFSIR DAN KONTEKSTUALISASI AL-QURAoAN Para ulama tafsir berbeda pendapat tentang klasifikasi pembahasan tafsir menurut bentuk, metode, atau corak penafsiran yang diusung para mufassir dalam kitab-kitabnya. Sebagian ulama mengklasifikasikan tharyqah tafsir kepada bentuk penafsiran yaitu bi al-maAtsyr . engan ayat lain atau hadi. dan bi al-raAyi . engan pendapat teoriti. seperti yang dijelaskan Ibn Katsyr bahwa jalan atau cara atau metode yang diinginkan beliau yang paling baik adalah dengan menafsirkan ayat dengan ayat lain kemudian dengan hadis terkait. Sejalan dengan perkembangan zaman dan ilmu, istilah yang digunakan dalam klasifikasi metodologi Tafsir menjadi lebih variatif. Dr. Fahd al-Rymiy24 menggunakan istilah tharyqah atau uslyb seperti yang digunakan Ibn Katsyr. Beliau menjelaskan bahwa manhaj adalah bagaimana seorang mufassir menulis tafsir diinginkannya, dan ittijyh atau wajh adalah tujuan utama yang ingin dikemukakan seperti wajh iAtiqydiy atau wajh syarAiy. Ringkasnya, beliau mengklasifikasikan ilmu 23 Ahmad 21Muhammad Shofa Ibrahim Haqqiy. AUlym al-QurAan min Khilyl Muqaddimyt al-Tafysyr, (Beirut: Muassasah Al-Risalah, 2. Cet. I, hlm. 22Ibid. , hlm. Syykir. AUmdah al-Tafsyr Aan Ibn Katsyr Mukhtashar Tafsyr al-QurAan al-AAdzhym, (Dyr al-WafyA, 2. Cet. II. Jil. 1, hlm. 24Dr. Fahd ibn Sulaymyn al-Rymiy. Buhyts fy Ushyl al-Tafsyr wa Manyhijuhu, (Riyad. Maktabah alTawbah, t. , hlm. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode Tafsir Ittijyh . ecenderungan Manhaj . Beliau memasukkan corak . penafsiran seperti syyAiy, shyfiy. Ailmiy, tahlyliy, maudhyAiy, kedalam kategori variasi metode Tafsir26 Tharyqah . ara/bentu. Dr. Shylih al-Khylidiy menjelaskan perbedaan istilah dalam klasifikasi pembahasan dengan analisa yang juga Dalam bukunya TaAryf al-Dyrisyyn beliau menyebutkan bahwa mayoritas pakar yang membahas kajian ilmu Tafsir tidak membedakan antara spesifikasi pengertian manhaj dan tharyqah, bahkan tak jarang mereka terkesan menggabungkannya. Lebih detil beliau menjelaskan bahwa manhaj adalah:29 AE IEOI IE ECOC EO IE OA ECO OEA AA EON IEA OEO IEC IIN OA ANIOA c AOIEIEC EOA A ON ECO OEA. AEECI EEIO OEO EI N OA AON EOA A EIO o OIE I E NEEAUAEI O EO OEAONA AOOANIO OOAN AEI OEAO OIE O IOA Auperencanaan mendasar yang sistematis dan detil yang tergambar dari kaedahkaedah dan dasar-dasar dan keterkaitan lainnya yang menjadi identitas penafsir tersebut dan pegangan dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat al-QurAan dalam . Tafsirnya. Kaedah dan dasar tersebut menjadi landasan . atasan/kotido. penting baginya dalam terhadap al-QurAan dengan tidak 25 AuEN OO NEA EO OO uEOO IEAOI OA AOOI OOEOIA menyelisihi dan keluar dari sistematika yang telah digariskannyaAy Sedangkan tharyqah adalah:30 AEEO EO EEO IEA I AON EE NEE OEOC EOA A O O OO OCA. A AO E NEE II ENEA AIEA EECO OE IEINO EO EI IINO OA ANIA A OC EE ECO OA IEA EOI EOI EAO EAOA. AECIA AO ECO OO EIE OO ECAA OO EEA Aulangkah-langkah yang ditempuh seorang penafsir dalam menafsirkan ayat-ayat alQurAan dan menunjukkan fokus tafsirnya. Atau dengan istilah lain tharyqah adalah aplikasi seorang penafsir terhadap kaedah dan dasar metodik yang menjadi metode Aplikasi tersebut tampak dalam variasi corak ilmu Tafsir seperti dalam menafsirkan ayat-ayat tentang Aaqydah, amtsyl, kisah-kisah, atau yang lain sebagainyaAy Dengan contoh yang dijabarkan dalam bukunya (Al-Khylidiy-pe. Imam Al-Thabariy dalam tafsirnya menggunakan prinsip . dengan mengedepankan teori-teori yang disandarkan kepada para sahabat ra. dan para tybiAyn dengan periwayatan yang bervariasi dan berulangulang. Sedangkan tharyqah . istematika penulisa. yang digunakan adalah dengan contoh-contoh penjelasan dari tafsiran tersebut, yaitu dengan penjelasan ayat-ayat menggunakan variasi riwayat dan teori para salaf. Lebih lanjut Iyyziy menjelaskan istilah-istilah manhaj, ittijyh dan lawn di awal AIE IN EAOO ANO IEE EO OO IEA OA OI IEOA AOIN II EEA ON N OE I O AONA AIA OINI OOI OEOI I OEOIA 26 AIEIN OO EOE EO O uOE O NEA IEOIA 27 AEOC OO EEO EO OCO IEA I EOEO EEIINA AIEO uOE NEA O uENA 28 Shylih AAbd al-Fattyh al-Khylidiy. Op. Cit. 29 Ibid. , hlm. 30 Ibid. 31 Muhammad AAli Iyyziy. Al-Mufassiryn Hayytuhum wa Manhajuhum, (Teheran: Wazyrah alTsaqyfah wa al-Irsyyd al-Islymiyyah, 1313 H). Cet. I, hlm. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode AII OuI IEO II EE OEI OIO OIO OOA Ao EN IEA EAEO OIEOO OOAC CAO OAOOA AuManhaj tafsir adalah jalan yang ditempuh . seorang penafsir ayat-ayat, mengungkap kandungan-kandungannya, mengkorelasikan satu sama lain, mencantumkan ytsyr . yat atau hadi. , dan menggali dalil-dalil dan hukum serta pengetahuan agama dan sejarah dan lainnya dengan tetap mengikuti kecenderungan dalam pemikiran atau mazhabnya sejalan dengan pengetahuan dan pendiriannyaAy Dan ittijyh adalah:32 AIOCA IEA OIN OIOO OONO EO OOEON II ECA AE II EI OEO OIEE OE O EI ONNA AI AO E NEE II CEO O OA AuPendirian seorang mufassir berupa pemikiran, teori, mazhab, dan kecanderungan yang menggambarkan Ahlu Sunnah. SyiAah. MuAtazilah, atau AsyAariyyah baik itu kecenderungan yang bersifat taqlyd atau baru pada saat menafsirkan al-QurAanAy Dan al-lawn adalah:33 AIE II EEOI OO I EA EO OA IA OEOI O EIAA A u I IEANI E I OO EO OAUAAON OO OANIO uONA AAOO IEOO EAEO NEA AuYang dimaksud dengan lawn adalah seseorang . menafsirkan naskah ayat al-QurAan dengan mewarnainya . dengan pemahaman dan pemikirannya dengan maksud yang dapat menangkap tujuannya adalah orang yang memiliki taraf pemikiran yang setingkat dengannyaAy Maka dengan berbagai perbedaan teori dan penempatan klasifikasi ilmu Tafsir, ada beberapa klasifikasi yang bisa diuraikan yaitu: 32Ibid. 33Ibid. , hlm. Manhaj. Adalah dasar-dasar yang menjadi landasan seorang mufassir dalam memahami dan mejelaskan ayat yang dianut dalam penafsirannya. Dalam pengertian ini, kata manhaj-lah pengertian metode. Manhaj tidak bisa dilepaskan dari tharyqah karena manhaj tidak akan bisa terlaksana dengan baik tanpa dasar tharyqah yang jelas. Manhaj dapat juga diartikan dengan sistematika penulisan dan penyusunan tulisan penafsiran seorang mufassir yang menjadi ciri khas penulisan tafsir. Sejarah tafsir mencatat setidaknya ada empat metode mendasar atau gaya penulisan dalam Tafsir dan penafsiran. Pertama, metode Tahlyliy. Adalah mengkaji ayat-ayat al-QurAan dari segala segi dan maknanya, dengan tata letak dan sistematika penulisan mengikuti urutan mushaf. Metode ini juga lebih dikenal dengan sebutan Metode Analitis. Seperti Tafsir Al-Manyr. Tafsir Al-Kasysyyf, dan lainnya. Kedua, metode Ijmyliy. Adalah menafsirkan al-QurAan secara singkat dan global, tanpa uraian panjang lebar. Seperti Tafsir Al-SaAdiy. Aysyr al-Tafysyr, dan lainnya. Ketiga, metode Muqyran. Adalah metode yang ditempuh seorang mufassir dengan cara mengambil sejumlah ayat al-QurAan, kemudian mengemukakan penafsiran para ulama tafsir terhadap ayat-ayat Dalam bahasa Indonesia disebut juga Metode Perbandingan. Ketiga, metode MawdhyAiy. Adalah metode yang ditempuh seorang mufassir dengan cara menghimpun seluruh ayatayat al-QurAan yang berbicara tentang suatu masalah/tema/pembahasan serta mengarah kepada satu pengertian dan satu tujuan, sekalipun ayat-ayat tersebut . turunnya berbeda. Metode ini 34 Ali Hasan Al-AAridh. Op. Cit. , hlm. Lihat Juga Fahd ibn Sulaymyn al-Rymiy. Op. Cit. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode dikenal juga dengan sebutan Metode Tematik. Tharyqah. Adalah cara atau bentuk penafsiran seorang mufassir yang bersandar kepada dua klasifikasi umum. naqliy atsariy . i al-maAtsy. dan Aaqliy nazhariy . i al-raAy. dan selanjutnya menjadi tiga dengan tambahan . Sejatinya tharyqah adalah hal yang paling mendasar dalam menyusun dan menetukan manhaj atau metode penafsiran karena awal mula klasifikasi ilmu Tafsir adalah atsar atau pendapat Dalam perkembangannya tafsir atsariy lebih dijabarkan ke dalam empat urutan, yakini tafsir ayat dengan ayat, tafsir ayat dengan sunnah atau hadis . ,T tfsir ayat dengan perkataan sahabat, tafsir ayat dengan pendapat tybiAyn ra. Dan tafsir nazhariy juga dihukumi menjadi dua, yaitu raAyu mahmyd . endapat yang baik /diperbolehka. dan raAyu madzmym . endapat yang buruk/dilaran. Ittijyh. Adalah kecenderungan yang terpengaruh dari ideologi dan pendirian seorang mufassir tersebut. Setidaknya ada beberapa kecenderungan yang mempengaruhi arah penafsiran seorang penafsir seperti syiAah, sunnah, shyfiy, muAtaziliy, asyAariy, dan bentuk ideologi Lawn. Adalah corak atau nuansa tingkat pemikiran mufassir tersebut. Berbeda dengan Ittijyh, lawn cenderung kepada pengertian pengembangan pemikiran yang dimiliki penafsir tersebut dengan didasari kajian ilmuilmu pengetahuan yang terkait dengan keahliannya seperti Ailmiy . , falsafiy . , lughawiy . , al-adab alijtimyAiy . osio-kultura. , fiqhiy, dan Dalam perkembangan lebih lanjut, muncul berbagai macam variasi corak dan gaya penafsiran, baik secara ideologi, mazhab, kelompok, keadaan politik, atau adopsi gaya pemahaman luar seperti penafsiran hermeneutik 35 yang sebenarnya mentikberatkan kepada nuansa pengambangan kebahasaan. KESIMPULAN Dan dapat kita simpulkan bahwa ilmu Tafsir adalah ilmu yang paling menentukan dalam mencerna dan mencurahkan kembali kandungan ayat-ayat al-QurAan. Eksplorasi pelajaran dan pengajaran dalam al-QurAan sangat bergantung kepada kedalaman dan kematangan dalam menguasai ilmu Tafsir dan segala penunjangnya. Metode dan sistematika yang jelas dan berkarakter kuat akan mengantarkan masyarakat kepada pemahaman ayat yang jelas dan tidak Keberagaman dan variasi dalam Tafsir tidak semestinya dinilai sebagai sebuah bentuk perselisihan yang berujung kepada perpecahan karena sesungguhnya ilmu Allah sangat luas dan manusia hanyalah mahkluk Allah yang diciptakan dengan segala keterbatasan pikiran dan kemampuan. Metode adalah dasar-dasar pijakan seorang mufassir dalam menyusun pemahamannya terhadap alQurAan agar lebih tertata dalam penyampaian kepada khalayak umum. Penanaman pemahaman ayat yang benar sesuai dengan kaedah-kaedah yang telah digariskan merupakan tanggung jawab para ulama dan pakar Keislaman di muka bumi Variasi metode dan keberagaman corak menjadi bukti kemajuan dan fleksibilitas pemikiran umat Islam dalam merelevansikan ajaran Agama dengan tuntutan zaman dan kondisi masyarakat. Dengan realita semakin jauhnya umat dari pemahaman agama dan berkembangnya 35 Islah Gusmian. Khazanah Tafsir Indonesia dari Hermeneutika hingga Ideologi, (Bandung: Teraju, . Cet. I, hlm. Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu. Vol. No. Desember 2021 http://ejournal. id/index. php/perada Muhammad Rezi Sejarah dan Karakteristik Metode berbagai pengaruh ideologi luar, ulama dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan syariAat Islam dengan tetap menjaga keaslian dan validitas sumber ajarannya. Karena sesungguhnya Allah-lah yang menunjuki manusia dan dengan kehendak-Nya juga untuk menjaga petunjuk-Nya. Syykir. Ahmad. AUmdah al-Tafsyr Aan Ibn Katsyr Mukhtashar Tafsyr al-QurAan alAAdzhym. Dyr al-WafyA, 2005. Cet. Tim Penyusun. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008. DAFTAR PUSTAKA