Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index PELATIHAN BUDIDAYA IKAN HIAS SKALA RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI DESA KARANG BONGKOT Muhammad Sumsanto*. Wastu Ayu Diamahesa. Thoy Batun Citra Rahmadhani. Damai Diniariwisan. Yuliana Asri. Bagus Dwi Hari Setyono. Rangga Idris Affandi Program Studi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. Universitas Mataram Jalan Pendidikan No. Kota Mataram. Nusa Tenggara Barat Korespondensi: muhammadsumsanto@unram. Artikel history : Received Revised Published : 28 Februari 2024 : 25 April 2024 : 30 April 2024 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Kemiskinan dan tekanan ekonomi merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak rumah tangga di daerah pedesaan. Desa Karangbongkot adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melalui pengembangan budidaya ikan hias skala rumah Budidaya ikan hias dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumahtangga miskin, karena tidak membutuhkan modal yang besar dan dapat dikelola dengan sumber daya lokal yang tersedia. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, tim dari Universitas Mataram menggunakan metode partisipatif. Pendekatan partisipatif masyarakat adalah suatu metode dimana masyarakat secara aktif terlibat dan berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah proyek atau program. Setelah implementasi program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan dasar dan praktik lapangan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknik budidaya ikan Secara keseluruhan, program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Namun, keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan dampak jangka panjang yang lebih besar. Kata Kunci: Budidaya ikan, ikan hias, ekonomi. Platty Pedang. Karang Bongkot PENDAHULUAN Kemiskinan dan tekanan ekonomi merupakan masalah yang dihadapi oleh banyak rumah tangga di daerah pedesaan (Delly et all. , 2. Penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan di Indonesia sebagian besar terjadi di daerah pedesaan, dengan penduduk lebih banyak bekerja di sektor pertanian dengan tingkat pendapatan rendah (Payapo et al. Selain itu, infrastruktur penunjang yang masih terbatas serta akses terhadap pemenuhan kebutuhan dasar yang sulit juga menjadi faktor yang mempen-garuhi kemiskinan di pedesaan. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index Desa Karangbongkot adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Indonesia. Kecamatan Labuapi sendiri adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Lombok Barat yang memiliki sejumlah desa dengan berbagai karakteristik dan potensi masing-masing. Desa Karangbongkot terletak di wilayah yang strategis dengan akses yang cukup baik ke berbagai fasilitas dan infrastruktur penting di Kabupaten Lombok Barat. Desa Karang Bongkot memiliki potensi di bidang pertanian, terutama dengan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan sayur-sayuran. Selain itu, beberapa masyarakat juga terlibat dalam kerajinan tangan dan usaha kecil menengah. Ikan hias di Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat luas, karena selain dijual di pasar lokal, juga diekspor ke luar negeri. Budidaya ikan hias banyak diminati karena modalnya bisa berputar dengan cepat dan bisa dijalankan dalam skala besar maupun skala rumah tangga (Rahmadani et al. , 2. Pada tahun 2010-2013 budidaya ikan hias mampu memberikan penghasilan mencapai Rp. 000 per tahun untuk skala rumah tangga (Soebiakto, 2. Total volume produksi ikan hias di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 1. 820,07, dengan Nusa Tenggara Barat menyumbang 2. 697,29. Produksi ikan hias terus meningkat pada tahun 2022 karena tingginya permintaan di pasar global untuk ikan hias dari Indonesia, serta pemulihan kondisi pasca pandemi COVID-19 yang memberikan dampak positif signifikan terhadap budidaya ikan hias (KKP, 2. Untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan, salah satu strategi yang dapat dipertimbangkan adalah melalui pengembangan budidaya ikan hias sk-ala rumah tangga. Budidaya ikan hias dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah- tangga miskin, karena tidak membutuhkan modal yang besar dan dapat dikelola dengan sumber daya lokal yang tersedia (Hasnidar, 2017. Kusrini, 2. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Desa Karangbongkot adalah budidaya ikan hias skala rumah tangga. Budidaya ikan hias memiliki prospek ekonomi yang baik dengan permintaan yang terus meningkat, baik di pasar lokal pada Kawasan Pulau Lombok. Selain itu, budidaya ikan hias dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang terbatas di sekitar rumah, sehingga sangat cocok untuk diterapkan di desa ini. Usaha Budidaya ikan hias mulai dikembangkan oleh masyarakat sekitar diantaranya adalah jenis Platy Pedang (Xiphophorus heller. dan Molly Marble (Poecilia sp. (Diniariwisan et al. , 2. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal, serta mengurangi ketergantungan pada sektor pertanian dan pekerjaan informal lainnya yang cenderung tidak stabil. Melalui pelatihan dan pendampingan yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan dapat menjalankan usaha budidaya ikan hias secara mandiri dan berkelanjutan, serta menciptakan jaringan pemasaran yang efektif. Selain aspek ekonomi, budidaya ikan hias juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Pemeliharaan ikan hias dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan desa dan memperbaiki kualitas air. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi semata, tetapi juga mempertimbangkan aspek lingkungan yang berkelanjutan. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat Desa Karang Bongkot sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal, diharapkan Desa Karang Bongkot dapat menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index Namun, keberhasilan budidaya ikan hias tidak dapat dicapai tanpa dukungan yang Masyarakat Desa Karangbongkot memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis, serta akses terhadap modal dan pasar. Oleh karena itu, berdasarkan analisis situasi yang dilakukan tim pengabdian masyarakat merasa perlu untuk melaksanakan program pemberdayaan budidaya ikan hias skala rumah tangga di desa ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya ikan hias serta membantu masyarakat dalam menjangkau pasar untuk menjual hasil budidaya mereka. METODE KEGIATAN Universitas Mataram mengadakan pengabdian pada bulan Januari 2023 dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan tentang cara Budidaya ikan hias skala rumah tangga kepada Masyarakat di Desa Karangbongkot. Dalam pelaksanaan pengabdian ini, tim dari Universitas Mataram menggunakan metode partisipatif. Pendekatan partisipatif masyarakat adalah suatu metode dimana masyarakat secara aktif terlibat dan berperan dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sebuah proyek atau program. Dalam metode ini, masyarakat memiliki peran yang penting dalam mengidentifikasi permasalahan, mencari solusi dan terlibat dalam setiap tahapan pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Pendekatan partisipatif masyarakat bertujuan untuk memastikan bahwa Solusi yang ditawarkan tepat sasaran dan merupakan kebutuhan yang Masyarakat inginkan. Berikut adalah rincian metode yang digunakan dalam pelatihan ini: Penelitian Awal: Langkah pertama dalam pelatihan adalah melakukan penelitian awal untuk memahami situasi dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Karangbongkot. Bagian ini meliputi identifikasi masalah terkait kondisi perekonomian, potensi Sumberdaya alam dan potensi perikanan serta tingkat pengetahuan saat ini. Penetapan Tujuan: Setelah memahami masalah, tujuan pelatihan ditetapkan dengan jelas. Tujuan ini mencakup peningkatan pengetahuan masyarakat tentang Budidaya ikan hias skala rumah tangga yang meliputi cara memelihara, keterampilan dalam menangani penyakit ikan dan cara pemasaran hasil ikan yang Pengiriman Informasi: Penyuluhan disampaikan melalui pertemuan, lokakarya, dan diskusi kelompok dengan masyarakat. Informasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mencakup tata cara pemeliharaan, pemberian pakan, penyebab dan gejala penyakit, serta mencari pangsa pasar. Praktik Lapangan: Petani diajak untuk terlibat dalam praktik lapangan untuk memperkuat pembelajaran. Mereka dapat mengamati dan mempraktikkan metode cara budidaya yang telah diajarkan, seperti pemberian pakan, pengontrolan kualitas air dan cara pemijahan. Diskusi Kelompok: Diskusi kelompok digunakan untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan pengetahuan antara Masyarakat dengan tim dosen dari Program Studi Budidaya Perairan UNRAM. Materi Edukasi: Materi pendukung seperti brosur, poster, dan video digunakan untuk membantu visualisasi dan pemahaman. Materi ini juga dapat diakses kembali oleh masyarakat. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index Evaluasi: Setelah penyuluhan selesai, dilakukan evaluasi untuk mengukur pemahaman dan peningkatan pengetahuan petani. Ini membantu mengevaluasi efektivitas program penyuluhan. Tindak Lanjut: Tindak lanjut diperlukan untuk memastikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh tetap terjaga. Ini dapat berupa kunjungan lapangan berkelanjutan atau penyediaan sumber daya tambahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan di Desa Karang Bongkot. Kecamatan Labuapi. Kabupaten Lombok Barat. Nusa Tenggara Barat. Secara geografis, desa ini terletak di koordinat -8. 308 lintang selatan dan 116. 873 bujur timur. Secara administratif, desa ini berbatasan dengan Desa Terong Tawah di sebelah utara. Desa Suka Makmur di sebelah selatan. Desa Kuranji di sebelah barat, dan Desa Telagawaru di sebelah timur. Luas tanah yang digunakan untuk pemukiman adalah sekitar 66 hektar. desa ini, terdapat budidaya ikan hias yang dilakukan oleh seorang warga bernama Andik. Peserta kegiatan terdiri dari 10 orang yang merupakan warga yang juga melakukan budidaya ikan hias. Tahap pertama kegiatan melibatkan pembukaan dan penyampaian materi secara lisan tentang produksi dan permintaan ikan hias di pasar lokal maupun Selanjutnya, dilakukan diskusi mengenai cara Budidaya ikan hias mulai dari persiapan wadah. Manajemen kualitas air. Manajemen pemberian pakan dan penanganan biota saat terserang penyakit. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri, serta praktik langsung. Gambar 1. Penyuluhan Kepada Masyarakat Terkait Budidaya Ikan Hias Skala Rumah Tangga di Desa Karang Bongkot Dengan metode penyampaian yang komprehensif dan inklusif ini, diharapkan masyarakat Desa Karang Bongkot dapat secara efektif mengimplementasikan budidaya ikan hias skala rumah tangga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kualitas hidup mereka secara keseluruhan. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 2. Praktik Persiapan Alat dan Bahan yang Diperlukan Untuk Memulai Budidaya Ikan Hias Setelah implementasi program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot sebagian besar peserta yang mengikuti pelatihan dasar dan praktik lapangan menunjukkan peningkatan pemahaman tentang teknik budidaya ikan hias. Pengetahuan tentang persiapan kolam, pemilihan bibit, pemberian pakan, dan pemeliharaan air menjadi lebih baik. Peserta mampu mempraktikkan teknik-teknik budidaya yang diajarkan, seperti mengelola kualitas air, mengidentifikasi penyakit ikan, dan mengatur pakan secara efektif. Menurut Satyani & Priono . , wadah budidaya yang sering digunakan untuk memelihara ikan, adalah kolam tanah, bak semen, kolam terpal/plastik, serta bak fiber dengan ukuran yang Selain itu, juga dapat memanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya. Pemanfaatan barang bekas sebagai wadah budidaya juga dapat menjadi solusi dalam menekan biaya Program ini berhasil memberdayakan masyarakat, khususnya kelompok perempuan dan pemuda yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan budidaya. Dampak positif juga terlihat saat masyarakat mulai memperhatikan kualitas air dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari pemeliharaan ikan hias. Beberapa tantangan yang harus peserta hadapi antara lain kendala teknis seperti penyakit ikan dan kualitas air yang buruk. Solusi yang diterapkan termasuk memberikan pelatihan tambahan tentang manajemen kesehatan ikan dan teknologi filtrasi air. Kualitas air yang tidak sesuai dengan kehidupan ikan dapat menyebabkan kegagalan budidaya. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. April 2024 h"ps://journal. id/index. php/pepadu/index sebaliknya kualitas air yang optimal dapat mendukung pertumbuhan ikan (Nasir, 2. Menurut Sasongko, . , beberapa penyebab dari penurunan kualitas air diantaranya adalah dari limbah industri dan limbah rumah tangga baik dalam bentuk limbah padat dan limbah cair. Meskipun ada peningkatan pendapatan, akses pasar masih menjadi tantangan bagi beberapa rumah tangga. Selanjutnya pembentukan kelompok tani ikan hias dan pelatihan pemasaran diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini sebagian, namun perlu pengembangan lebih lanjut. KESIMPULAN DAN SARAN Secara keseluruhan, program pengabdian kepada masyarakat tentang budidaya ikan hias skala rumah tangga di Desa Karang Bongkot menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Karang Bongkot dengan menekuni budidaya ikan hias skala rumah tangga. Namun, keberlanjutan dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk mengatasi tantangan yang ada dan memastikan dampak jangka panjang yang lebih besar. Serta untuk mempersiapkan menuju pasar yang lebih besar. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada bapak Andik selaku koordinator warga yang telah memfasilitasi tempat pelatihan dan seluruh warga Karang Bongkot yang sudah bersedia mengikuti pelatihan ini. DAFTAR PUSTAKA