Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 AN NAHDLIYAH JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM E-ISSN: 2830-5612 e-mail: annahdliyah@stainumalang. INSTRUMEN DAN PENGUMPULAN DATA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS DATA PADA PENELITIAN PENDIDIKAN Endang Sih Pujiharti STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Jl. Raya Kepuharjo 18 A Karangploso Malang e-mail: endangsihp@gmail. Umi Isnaini STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang Jl. Raya Kepuharjo No. 18A Karangploso Malang e-mail: umiisnaini349@gmail. Abstract: Educational research aims to improve the quality of education and solve various problems faced in the teaching and learning process. Educational research can be carried out using a qualitative approach or a quantitative approach. Data is a very important factor in research. To obtain quality data, researchers must use valid and reliable research instruments, and follow systematic and objective data collection Testing the validity and reliability of instruments is an important step in educational research to ensure that the instrument to be used can measure what it wants to measure accurately and consistently. Selection of appropriate data collection methods according to the research objectives, type of data required, and characteristics of the research It is also important to ensure that data collection is carried out systematically, objectively and ethically to minimize errors and maximize the validity of the data. Keywords: Research Instruments. Data Collection. Data Quality. Educational Research Abstrak: Penelitian pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memecahkan berbagai masalah Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. Penelitian pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif ataupun pendekatan kuantitatif. Data merupakan faktor yang sangat penting dalam penelitian. Untuk mendapatkan data yang berkualitas, peneliti harus menggunakan instrumen penelitian yang valid dan reliabel, serta mengikuti prosedur pengumpulan data yang sistematis dan obyektif. Uji validitas dan reliabilitas instrumen merupakan langkah penting dalam penelitian pendidikan untuk memastikan bahwa instrumen yang akan digunakan dapat mengukur apa yang ingin diukur secara akurat dan Pemilihan metode pengumpulan data yang tepat sesuai dengan tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, dan karakteristik subyek penelitian. Penting juga untuk memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan secara sistematis, obyektif, dan etis untuk meminimalkan kesalahan dan memaksimalkan keabsahan data. Kata Kunci: Instrumen Penelitian. Pengumpulan Data. Kualitas Data. Penelitian Pendidikan Pendahuluan Penelitian dilakukan dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di lapangan. Demikian pula dalam penelitian pendidikan, kegiatan penelitian dilakukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam bidang pendidikan. Penelitian pendidikan merupakan suatu kegiatan sistematis yang dilakukan untuk mengembangkan teori, konsep, dan praktik pendidikan. Tujuan utama penelitian pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. Penelitian pendidikan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif ataupun pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian pendidikan dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan kurikulum, pembuatan kebijakan pendidikan, serta perbaikan proses belajar mengajar. Dengan demikian, penelitian pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Proses penelitian harus dilakukan secara ilmiah dan berdasarkan datadata yang ada, sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan. Dalam upaya mengumpulkan data-data tersebut maka alat ukur serta keabsahan alat ukur yang digunakan haruslah benar, karena kesalahan salah satu dari Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 aspek tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kesalahan hasil Demikian pula dengan pengumpulan datanya, harus dilakukan secara tepat. Data merupakan faktor yang sangat penting dalam penelitian, karena data merupakan suatu kumpulan yang terdiri dari fakta-fakta untuk memberikan gambaran yang luas terkait dengan suatu keadaan. Dalam proses mengambil suatu kebijakan atau keputusan umumnya menggunakan data sebagai bahan pertimbangan. Melalui data seseorang dapat menggambarkan, menganalisis ataupun menjelaskan suatu Oleh karena itu data yang dikumpulkan harus berkualitas sehingga dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat. Menurut Sugiyono, ada dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data penelitian yaitu: kualitas instrumen penelitian dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen berkaitan dengan validitas dan reliabilitas instrumen, sedangkan kualitas pengumpulan data berkaitan dengan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Sehingga instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya belum tentu menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrumen penelitian pada penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif adalah peneliti itu sendiri karena keberhasilan dalam pengumpulan data banyak ditentukan oleh kemampuan peneliti menghayati situasi sosial yang dijadikan fokus penelitian. 2 Oleh karena itu, peneliti dalam penelitian kualitatif harus memiliki kompetensi yang baik tentang apa yang akan diteliti dan metode penelitian yang digunakan sehingga dapat mengumpulkan data yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Sedangkan instrumen dalam penelitian kuantitatif dapat berupa soal tes, kuesioner, pedoman wawancara dan yang lainnya. Instrumeninstrumen ini ada yang sudah tersedia dan teruji validitas serta reliabilitasnya, seperti untuk mengukur prestasi, minat bakat. Tetapi banyak variabel penelitian yang mengharuskan peneliti untuk menyusun sendiri instumen yang akan digunakannya. Oleh karena itu kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai instrumen penelitian dan pengumpulan data yang berkualitas agar bisa menghasilkan data penelitian yang berkualitas pula. 1 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatf dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2. Cetakan ke-19, 137 2 Muri Yusuf. Metode Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif & Penelitian Gabungan, (Jakarta: Kencana, 2. Cetakan V, 372 Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 Metode penelitian Pada penelitian ini peneliti menggunakan studi literatur/kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan informasi dari berbagai literatur baik buku-buku bacaan maupun dari jurnal-jurnal yang berkaitan dengan instrumen dan pengumpulan data serta kualitas data penelitian Dari berbagai sumber bacaan tersebut, dilakukan penggalian data dengan membaca dan mencatat bahan kajian kepustakaan yang relevan dengan penelitian. Setelah itu memproses bahan kajian untuk mengeksplorasi data tersebut, dan melakukan analisis secara sistematis. Kemudian mendiskripsikannya dalam bentuk laporan penelitian. Pembahasan Instrumen Penelitian Dalam penelitian, data yang berkualitas merupakan data yang akurat, valid, dan reliabel. Data tersebut harus bebas dari kesalahan dan bias, serta dapat dipercaya untuk digunakan sebagai dasar pengambilan Untuk mencapai kualitas data yang tinggi, peneliti harus menggunakan instrumen penelitian yang valid dan reliabel, serta mengikuti prosedur pengumpulan data yang sistematis dan obyektif. Selain itu, peneliti juga harus memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian dan dapat menjawab pertanyaan penelitian. Dengan demikian, data penelitian yang berkualitas dapat meningkatkan keabsahan dan kebermanfaatan hasil Pada prinsipnya meneliti adalah melakukan pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Alat ukur dalam penelitian biasanya dinamakan instrumen penelitian. Jadi instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. 3 Instrumen penelitian merupakan alat atau sarana yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian. Instrumen penelitian yang baik harus memenuhi kriteria validitas, reliabilitas, dan obyektivitas. Validitas instrumen menunjukkan seberapa baik instrumen tersebut mengukur apa yang akan diukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan seberapa konsisten hasil pengukuran instrumen tersebut. Sedangkan obyektivitas instrumen menunjukkan seberapa bebas instrumen tersebut dari pengaruh subyektif peneliti. Contoh instrumen penelitian yang umum digunakan 3 Ahmad Nizar Rangkuti. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. PTK, dan Penelitian Pengembangan, (Bandung: Citapustaka Media, 2. Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 dalam penelitian pendidikan adalah tes, kuesioner, pedoman wawancara, dan panduan observasi. Pemilihan instrumen penelitian yang tepat sangat bergantung pada tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, dan karakteristik subyek penelitian. Instrumen memiliki peranan penting di dalam penelitian. Sukardi menyatakan bahwa fungsi dari instrumen penelitian adalah untuk memperoleh data yang diperlukan ketika peneliti sedang mengumpulkan informasi di lapangan. Menurutnya, pembuatan instrumen dalam penelitian kuantitatif merupakan bagian dari kegiatan yang harus dibuat secara intensif sebelum peneliti memasuki lapangan atau sebagai kelengkapan proposal. Berbeda dengan penelitian kualitatif, pada penelitian kualitatif instrumen penelitian dapat dibuat ketika penelitian berlangsung agar sesuai dengan penelitian di Dalam penelitian pendidikan, instrumen penelitian seperti tes, kuesioner, atau pedoman wawancara memerlukan pengujian validitas dan reliabilitas. Validitas instrumen menunjukkan seberapa baik instrumen tersebut mengukur apa yang ingin diukur, sedangkan reliabilitas menunjukkan seberapa konsisten hasil pengukuran instrumen tersebut. Jika instrumen tidak valid dan reliabel, maka hasil penelitian tidak dapat diandalkan dan tidak dapat digunakan untuk membuat kesimpulan atau keputusan. Menurut Bryman, ketika suatu alat ukur tidak dapat diandalkan, digunakan atau tidak sesuai dengan konsep yang hendak diukur, maka hasilnya cenderung mengarah pada kesimpulan yang tidak akurat, kurang obyektif, dan mungkin tidak mencerminkan keadaan sesungguhnya dari subyek atau individu yang sedang diuji. 5 Oleh karena itu, pengujian validitas dan reliabilitas instrumen merupakan langkah penting dalam penelitian pendidikan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan dapat diandalkan. Dengan demikian, penelitian dapat menghasilkan temuan yang kredibel dan bermanfaat untuk pengembangan teori dan praktik pendidikan. Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus AudivalidasiAy seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman 4 Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , 73. 5 Anisa Fauziyah dkk. Instrumen Tes dan Non Tes pada Penelitian. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. 08 No. Desember 2023 Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang melakukan validasi adalah peneliti sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti, serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan. Peneliti kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya. Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrumen kunci dalam pengumpulan data. Oleh karena itu peneliti dalam penelitian kualitatif harus memiliki kemampuan yang memadai terkait masalah yang akan diteliti serta metode penelitian yang digunakan. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif instrumen dapat berupa soal tes, kuesioner, pedoman wawancara dan yang lainnya. Instrumen-instrumen ini ada yang sudah tersedia secara baku dan teruji validitas dan reliabilitasnya, seperti untuk mengukur prestasi, minat bakat. Tetapi banyak variabel penelitian yang mengharuskan peneliti untuk menyusun sendiri instrumen yang akan digunakannya. Sehingga peneliti harus melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen terlebih dahulu sebelum turun ke Pembahasan tentang jenis instrumen tidak akan terlepas dari jenis metode pengumpulan data yang digunakan. Arikunto mengungkapkan bahwa beberapa instrumen memiliki nama yang sama dengan metodenya, antara lain adalah sebagai berikut: . Instrumen untuk metode tes adalah soal tes, . Instrumen untuk metode observasi adalah pedoman observasi atau panduan pengamatan dan juga check list, . Instrumen untuk metode dokumentasi adalah pedoman dokumentasi atau checklist. Instrumen dalam penelitian kuantitatif, disusun sesuai dengan variabel yang akan diteliti dengan mengacu pada teori yang akan diuji. Peneliti harus menentukan indikator dari masing-masing variabel yang diteliti kemudian menyusun pertanyaan-pertanyaan/pernyataan-pernyataan. Pertanyaan atau pernyataan inilah yang akan diberikan kepada responden untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Agar data yang yang dikumpulkan berkualitas, maka instrumen yang telah disusun 6 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. Cetakan Ke-19, 222 7 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta. , 193 Volume 4. Nomor 1 sebelumnya harus Maret 2025 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data Auyang tidak berbedaAy antara data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian. 8 Sedangkan reliabilitas berkenaan dengan derajad konsistensi dan stabilitas data atau temuan. Dalam pandangan kuantitatif, suatu data dinyatakan reliabel apabila dua atau lebih peneliti dalam obyek yang sama menghasilkan data yang sama, atau peneliti sama dalam waktu yang berbeda menghasilkan data yang sama, atau sekelompok data bila dipecah menjadi dua menunjukkan data yang tidak berbeda. Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen meliputi:10 Pengujian Validitas Instrumen . Pengujian Validitas konstruksi (Construct Validit. , instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diteliti berdasarkan teori tertentu, selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli. Para ahli yang akan memberikan keputusan, apakah instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, dan mungkin dirombak Jumlah ahli minimal tiga orang, umumnya mereka yang telah bergelar doktor sesuai dengan lingkup yang diteliti. Pengujian Validitas Isi (Content Validit. , jika instrumen berbentuk tes maka pengujian bisa dilakukan dengan membandingkan isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan. Seorang dosen yang memberikan ujian di luar materi pelajaran, berarti instrumen ujian tidak mempunyai validitas isi. Untuk instrumen yang akan mengukur efektivitas pelaksanaan program, pengujian validitas isi dilakukan dengan membandingkannya dengan rancangan program yang telah ditetapkan. Secara teknis pengujian validitas konstruksi dan isi, bisa dibantu dengan menggunakan kisikisi instrumen atau matriks pengembangan instrumen. Dari variabel yang diteliti, ditentukan indikatornya, kemudian dikembangkan menjadi butir-butir pertanyaan/pernyataan. Untuk pengujian validitas, butir-butir instrumen dikonsultasikan dengan ahli, 8 Sugiyono. Op. Cit. , 267 9 Ibid. , 268 10 Ibid. , 125-131 Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 menggunakan korelasi. Validitas Eksternal, dilakukan dengan membandingkan antara kriteria yang ada pada instrumen dengan fakta-fakta empiris yang ada di lapangan. Penelitian mempunyai validitas eksternal bila hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada sampel lain dalam populasi yang diteliti. Pengujian Reliabilitas Instrumen Pengujian reliabilitas dapat dilakukan secara eksternal maupun Secara eksternal diakukan dengan menggunakan test-retest . , equivalent dan gabungan keduanya. Secara internal, reliabilitas instrumen dilakukan dengan menganalisis konsistensi butirbutir instrumen dengan teknik tertentu. Test-retest, dengan cara mengujicobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi instrumen sama, responden sama, tetapi waktu yang berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dan yang berikutnya. Ekuivalen, instrumen yang ekuivalen adalah pertanyaan yang secara bahasa berbeda, tetapi maksudnya sama. Pengujian ini dilakukan dengan dua instrumen, pada responden yang sama, waktu sama, instrumen berbeda. Reliabilitas diukur dengan mengkorelasikan antara instrumen yang satu dengan instrumen yang dijadikan . Gabungan, dilakukan dengan mengujicobakan instrumen yang ekuivalen beberapa kali ke responden yang sama. Reliabilitas dilakukan dengan mengkorelasikan dua instrumen, setelah itu dikorelasikan pada pengujian kedua, dan selanjutnya dikorelasikan secara silang. Internal Consistency, dilakukan dengan cara mengujicobakan instrumen sekali saja, setelah itu dianalisis dengan teknik tertentu. Pengujian reliabilitas instrumen dapat dilakukan dengan teknik belah dua dari Spearman Brown (Split Hal. KR 20. KR 21 dan Anova Hoyt. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa uji validitas dan reliabilitas instrumen merupakan langkah penting dalam penelitian pendidikan untuk memastikan bahwa instrumen yang akan digunakan dapat mengukur apa yang ingin diukur secara akurat dan konsisten. Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen dapat membantu peneliti untuk: . memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur konsep atau variabel yang ingin diukur, . meningkatkan keabsahan dan kebermanfaatan hasil penelitian, . mengurangi Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 kesalahan dan bias dalam pengukuran, . meningkatkan kepercayaan diri peneliti terhadap hasil penelitian. Dengan demikian, uji validitas dan reliabilitas instrumen merupakan langkah yang tidak dapat diabaikan dalam penelitian pendidikan untuk memastikan bahwa instrumen yang kita gunakan merupakan instrumen yang berkualitas, sehingga data yang kita dapatkan juga akan berkualitas pula. Hal ini akan membuat hasil penelitian yang diperoleh juga akurat, valid, dan reliabel. Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan tahap penting dalam penelitian pendidikan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Dalam penelitian pendidikan, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti observasi, wawancara, kuesioner, tes, dan analisis dokumen. Sedangkan menurut Mahmud, teknik pengumpulan data yang dapat dan lazim digunakan dalam penelitian adalah observasi, wawancara, daftar angket, skala bertingkat, pencatatan dan item tes. Pemilihan metode pengumpulan data yang tepat sangat bergantung pada tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, dan karakteristik subyek penelitian. Selain itu, penting juga untuk memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan secara sistematis, obyektif, dan etis untuk meminimalkan kesalahan dan memaksimalkan keabsahan data. Dengan demikian, data yang dikumpulkan dapat dijadikan sebagai dasar untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi yang tepat dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan. Pengumpulan data berdasarkan tekniknya, meliputi:12 Interview (Wawancar. Teknik ini digunakan ketika peneliti melakukan studi pendahuluan untuk menemukan masalah yang akan diteliti, serta ketika peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil. Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, serta bisa dilakukan secara tatap muka atau melalui telepon. Wawancara Terstruktur, digunakan apabila peneliti sudah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Oleh karena itu peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun sudah disiapkan. Dengan wawancara terstruktur ini setiap 11 Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 165 12 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 137-146 Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 responden diberi pertanyaan yang sama, dan pengumpul data Selain itu pengumpul data bisa menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar. Wawancara Tidak Terstruktur, wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Wawancara ini sering dilakukan pada penelitian pendahuluan atau bahkan untuk penelitian yang lebih mendalam tentang responden. Kuesioner (Angke. Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab, cara ini efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden. Kuesioner juga cocok digunakan untuk jumlah responden yang cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Bisa bersifat terbuka atau tertutup, dapat diberikan secara langsung, melalui pos atau internet. Menurut Uma Sekaran dalam Sugiyono, ada beberapa prinsip dalam penulisan angket sebagai teknik pengumpulan data yaitu: prinsip penulisan, pengukuran dan penampilan fisik. Prinsip penulisan angket menyangkut: . isi dan tujuan pertanyaan . erupakan bentuk pengukuran atau buka. , . bahasa yang digunakan . isesuaikan dengan kemampuan berbahasa responde. , . tipe dan bentuk pertanyaan . apat terbuka atau tertutu. , . pertanyaan tidak mendua . idak menyulitkan responden untuk menjawa. , . tidak menanyakan yang sudah lupa, . pertanyaan tidak menggiring, . pertanyaan sebaiknya jangan terlalu panjang, . urutan pertanyaan . isalnya dari hal yang umum ke hal yang khusus, dari yang mudah ke yang sulit atau diaca. , . prinsip pengukuran . gar mendapatkan data yang valid dan reliabel, maka instrumen harus diuji dulu validitas dan reliabilitasny. , dan . penampilan fisik angket . kan mempengaruhi respon dan keseriusan dari responden dalam mengisi angke. Observasi Observasi memiliki ciri yang spesifik dibandingkan dengan wawancara dan kuesioner. Observasi tidak terbatas pada orang, tetatpi juga obyekobyek alam yang lain. Dari segi proses pelaksanaan pengumpulan data dibedakan menjadi: Observasi Berperan serta (Participant observatio. , disini peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 partisipan ini data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang . Observasi Nonpartisipan, disini peneliti hanya sebagai pengamat Selain itu observasi juga dibedakan atas observasi terstruktur dan tidak Observasi terstruktur telah dirancang secara sistematis tentang apa yang akan diamati, kapan dan dimana tempatnya. Sedangkan observasi yang tidak terstruktur tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengumpulan data merupakan tahap penting dalam penelitian pendidikan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan relevan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pengumpulan data yang efektif pengumpulan data yang tepat, dan pelaksanaan yang sistematis dan Dengan demikian, pengumpulan data yang baik dapat meningkatkan kualitas data yang dikumpulkan, keabsahan dan kebermanfaatan hasil penelitian, kemampuan peneliti untuk menjawab pertanyaan penelitian, serta pengembangan teori dan praktik pendidikan yang lebih baik. Oleh karena itu, pengumpulan data yang efektif dan efisien merupakan kunci untuk mencapai hasil penelitian yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan. Kesimpulan Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: Untuk mendapatkan data yang berkualitas, peneliti harus menggunakan instrumen penelitian yang valid dan reliabel, serta mengikuti prosedur pengumpulan data yang sistematis dan obyektif. Serta memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian dan dapat menjawab pertanyaan penelitian. Uji validitas dan reliabilitas instrumen merupakan langkah penting dalam penelitian pendidikan untuk memastikan bahwa instrumen yang akan digunakan dapat mengukur apa yang ingin diukur secara akurat dan konsisten. Dalam penelitian pendidikan, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metode, seperti observasi, wawancara, kuesioner, tes, dan analisis dokumen. Pemilihan metode pengumpulan data yang tepat sangat bergantung pada tujuan penelitian, jenis data yang dibutuhkan, dan karakteristik subyek Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 Penting juga untuk memastikan bahwa pengumpulan data dilakukan secara sistematis, obyektif, dan etis untuk meminimalkan kesalahan dan memaksimalkan keabsahan data. Volume 4. Nomor 1 Maret 2025 Daftar Rujukan Fauziyah. , . Instrumen Tes dan Non Tes pada Penelitian. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar. Vol. 08 No. Desember 2023 Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2. , 165 Yusuf. Metode Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif & Penelitian Gabungan, (Jakarta: Kencana, 2. Cetakan V Rangkuti. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. PTK, dan Penelitian Pengembangan, (Bandung: Citapustaka Media, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatf dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2. Cetakan ke-19 Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2. Sukardi. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kompetensi dan Praktiknya, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2.