Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. MANAJEMEN ENTREPRENEUR DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI PONDOK PESANTREN NURUL HIDAYAH DESA BANDUNG KECAMATAN KEBUMEN Imroh Atul Khasana. Agus Nur Soleh Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen E-mail: khasanahzaa23@gmail. Abstract This study aims to describe entrepreneurial management in enhancing economic independence at Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Bandung Village. Kebumen District. The research method employed a qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through data condensation, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that entrepreneurial planning at the pesantren was carefully arranged through the determination of business types, activity scheduling, financial planning, and task distribution adjusted to the potential and conditions of the students. Business implementation, such as the production of caps . and tempeh, was able to run sustainably with the integration of religious education and entrepreneurial practice. Supporting factors came from community support and the availability of internal resources within the pesantren, while obstacles included price competition, limited workforce during peak orders, and the influence of external culture on students. Overall, the application of entrepreneurial management at Pondok Pesantren Nurul Hidayah proved effective in improving the economic independence of the pesantren while also providing students with skills to face community life. Keywords: Management. Entrepreneurship. Economic Independent. Islamic Boarding School Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen entrepreneur dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Desa Bandung. Kecamatan Kebumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kewirausahaan di pesantren dilakukan secara matang melalui penentuan jenis usaha, penjadwalan kegiatan, perencanaan keuangan, serta pembagian tugas yang disesuaikan dengan potensi dan kondisi santri. Pelaksanaan usaha, seperti produksi peci dan tempe, mampu berjalan Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. berkelanjutan dengan integrasi antara pendidikan agama dan praktik kewirausahaan. Faktor pendukung berasal dari dukungan masyarakat dan ketersediaan sumber daya internal pesantren, sedangkan hambatan meliputi persaingan harga, keterbatasan tenaga saat pesanan meningkat, serta pengaruh budaya luar terhadap santri. Secara keseluruhan, penerapan manajemen entrepreneur di Pondok Pesantren Nurul Hidayah terbukti efektif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memberikan bekal keterampilan bagi santri untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat. Kata kunci: Manajemen. Entrepreneur. Kemandirian Ekonomi. Pondok Pesantren PENDAHULUAN Keberadaan pesantren yang sudah lama dan menerapkan berbagai kultur budaya serta nilai-nilai yang luhur. Lembaga pesantren memiliki image sebagai model lembaga dalam bidang pendidikan yang memiliki keunggulan, baik ditinjau dari budaya keilmuan yang merupakan sebuah tradisi yang agung . reat traditio. , serta pada sisi transparansi dan intemalisasi moralitas yang dimiliki. 1 Tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi lembaga pesantren juga berpotensi mengembangkan ekonomi melalui kegiatan wirausaha. Berbagai potensi yang dimiliki pondok pesantren antara lain sumber daya ekonomi, pengajaran ilmu agama dan terjalinnya hubungan antara kiai, para santri, seluruh keluarga dari santri, lulusan, dan masyarakat yang berada disekitar Potensi tersebut sebagai salah satu modal sosial yang amat berarti dalam menunjang kegiatan bidang ekonomi. Tidak hanya memberikan ilmu agama, tetapi lembaga pesantren juga berpotensi mengembangkan ekonomi melalui kegiatan wirausaha. Berbagai potensi yang dimiliki pondok pesantren antara lain sumber daya ekonomi, pengajaran ilmu agama dan terjalinnya hubungan antara kiai, para santri, seluruh keluarga dari santri, lulusan, dan masyarakat yang berada disekitar Potensi tersebut sebagai salah satu modal sosial yang amat berarti dalam menunjang kegiatan bidang ekonomi. 3 Potensi pemberdayaan masyarakat dalam konteks pesantren Norliana. Tesis : AoAoManajemen Kewirausahaan untuk Meningkatkan Kemandirian Pondok PesantrenAoAo (Jawa Timur : Universitas Islam Internasional Darullughah WaddaAowah, 2. ,1. Salim Al Idrus. Manajemen Kewirausahaan Membangun Kemandirian Pondok Pesantren,(Malang: Media Nusa Creative, 2. , 1. Ibid, 1. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. menjadikan santri sebagai pelaku utama proses pemberdayaan tersebut. 4 Kemandirian ekonomi saat ini menjadi pokok penting dalam menghadapi tantangan zaman yang menuntut pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat ekonomi berbasis Islam. Manajemen dalam entrepreneurship merupakan bagian penting dari entrepreneur, karena manajemen dapat menentukan berkembang atau tidaknya dalam suatu usaha yang dijalankan. Suatu usaha agar berkembang dan menjadi baik harus memiliki manajemen dan pengelolaan yang baik agar dapat bertahan dari tekanan dan kendala. Sebaliknya jika suatu usaha memiliki manajemen pengelolaan yang tidak baik maka akan mengalami kemerosotan bahkan terancam Manajemen entrepreneurship dalam konteks pesantren mencakup berbagai aspek, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan sumber daya, inovasi produk, hingga pemasaran yang berbasis nilai-nilai Islami. Dengan penerapan manajemen yang baik, pesantren dapat menciptakan berbagai unit usaha yang berkelanjutan, seperti koperasi, usaha kuliner, pertanian, hingga produksi barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren, tetapi juga menjadi sarana pendidikan kewirausahaan bagi para santri, sehingga mereka memiliki keterampilan yang berguna di masa Pondok Pesantren Nurul Hidayah menghadapi tantangan masa kini dengan mengembangkan keterampilan berwirausaha bagi generasi millenial khususnya untuk para santri. Pondok pesantren Nurul Hidayah selain sebagai pusat pendidikan islam dan pendalaman agama, juga harus membekali santrinya dengan keterampilan wirausaha sebagai modal dasar menghadapi dunia luar, sehingga disamping berdakwah dengan baik juga mampu berwirausaha dengan Pondok pesantren Nurul Hidayah menjawab permasalahan bangsa Indonesia pada umumnya terkait lulusan pesantren menganggur, dan bertambah banyaknya angkatan kerja setiap tahun sementara lapangan pekerjaan terbatas yang mengakibatan kemiskinan, pengangguran dan Dalam hal ini, pelatihan wirausaha di Pondok Pesantren Nurul Hidayah diharapkan mampu memberikan semangat berwirausaha dan mengembangkan bakat sesuai potensi masing4 Purnomo, dkk. Model pengelolaan pesantren menuju kemandirian ekonomi berbasis kewirausahaan dan sanitasi lingkungan, (Bogor: negeri ternak Indonesia, 2. , 130. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. masing untuk mencukupi hidupnya setelah terjun di masyarakat. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif. Disebut pendekatan kualitatif karena data yang dikumpulkan bukan berbentuk angka. Penelitian kualitatif sering disebut juga sebagai metode penelitian naturalistik, karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural settin. Untuk mendapatkan data dukung penelitian ini, maka dari itu penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. 6 Dalam hal ini, penulis menentukan yang akan menjadi subjek dan informan dalam penelitian yang berjudul Manajemen Entrepreneur Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren Nurul Hidayah, yaitu: Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Lurah Putri Pondok Pesantren Nurul Hidayah Ketua Setiap Bidang Kewirausahaan Perwakilan santri yang tergabung dalam produksi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kata manajemen berasal dari bahasa Latin yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agree . Kata-kata itu digabung menjadi manager yang artinya menangani. Managere diterjemahkan dalam bahasa inggris to manage sebagai kata kerja, management sebagai kata 7 Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. 8 Kemudian kemandirian adalah persiapan diri dan kemampuan Imam Satibi & Najati. Marketing Pendidikan Best Practice Manajemen RekrutmenPeserta Didik Baru di Masa Pandemi Covid-19. (Yogyakarta: Gestal Media, 2. , 53. Suharsini Arikuntoro. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013Ay, 211. Rusydi Ananda dan Oka Kinata Bunurea. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan,cetakan pertama,(Medan: CV. Widya Puspita. , 1. Anang Firmansyah dan Anita Roosmawarni, kewirausahaan . asar dan konse. (Surabaya: Qiara Media. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. seseorang untuk berdiri sendiri yang digambarkan dengan keberanian untuk melangkah, tegas dalam mengambil keputusan, dan konsisten berusaha untuk mengurus masalah tanpa meminta bantuan orang lain, dan selalu berusaha mengkoordinasikan cara berperilaku menuju 9 Aspek adalah kemampuan dalam mengatur,memanajemen serta mengelola ekonomi secara mandiri. Kemandirian terdiri dari empat aspek, yakni: Aspek intelektual . emampuan dalam berpikir untuk menyelesaikan masalahnya Aspek sosial . emampuan dalam membina jaringan relasi secara akti. Aspek emosi . emampuan dalam mengelola atau manajemen emosi diri sendir. Berikut penulis paparkan hasil penelitian dan pembahasan tentang manajemen entrepreneur dalam meningkatkan kemandirian ekonomi Pondok Pesantren Nurul Hidayah, teknik yang digunakan untuk pengumpulan data melalui observasi . , wawancara . , dan dokumentasi yaitu sebagai berikut: Hasil Penelitian Perencanaan Perencanaan Enterpreneur di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Seperti yang dijelaskan oleh K. Abdul Kodir Jaelani, selaku pengasuh Ponpes, tentunya tidak asal dalam membuat usaha tetapi didasarkan pada perencanaan yang matang dan pertimbangan untuk melihat kemampuan yang dimiliki pesantren. Penjelasan tersebut menurut pengasuh ponpes, sebagai berikut: Aukami damel usaha niki mboten asal damel. Harus ada rencana-rencana sing kulo angen-angen lan kulo musawaraken kalih keluarga. Selain itu juga kulo mirsani, tanglet tentang usaha sing badhe kulo buka teng tiang-tiang sing sampun menekuni usaha lan pengalaman teng usaha niku. Minimal sudah mengetahui ilmunya untuk berjalan dan pengembangan usaha. Selain itu, setiap usaha kan ada kemampuan masing-masing karena memang tempatya beda. Ya harus dimaksimalkan kemampuan-kemampuan yang ada di pesantren untuk pengembangan usaha yang 2. , 2. Tim Penulis Rumah Kitab. Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren, (Jakarta: Rumah Kitab,2. , 211. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. akan dijalaniAy10 Menurut Rofingah, selaku ketua umum putri menjelaskan proses perencanaan dapat memberikan kemudahan dalam petugas harian yang ikut serta dalam kegiatan wirausaha, lebih mudah dalam menjalankan usaha tersebut. Lebih jelasnya Rofingah menjelaskan. Aumenurut saya dengan direncanakan lebih mudah untuk kegiatan usaha disini, karena harus berbagi waktu dengan kegiatan pondok yaitu ngaji, jadi sebelum diadakan usaha pasti sudah diangan-angan supaya usaha berjalan ngaji berjalan. Jadi, santri tetap bisa ngaji sambil belajar wirausaha sebagai bekal jika sudah menjadi alumni pondok Ay11 Dari wawancara yang dilakukan dengan keempat narasumber dapat disimpulkan bahwa perencanaan dalam pengelolaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dilakukan dengan mempertimbangkan secara matang dan baik. Dimulai dari tahap awal dalam memilih usaha. Dengan adanya perencanaan menjadikan santri dalam melaksanakan usaha pesantren lebih mudah dan terarah karena sudah direncanakan dengan baik dan mempunyai tanggung jawab sesuai bidang usaha yang dilaksanakan. Perumusan Tujuan Setiap kegiatan kewirausahaan pada lembaga pendidikan islam mempunyai tujuan yang menjadikan santri untuk belajar mandiri secara ekonomi sebagai bekal untuk kehidupan Pondok pesantren Nurul Hidayah dalam membuat usaha tidak hanya asalasalan membuat usaha, tetapi mempunyai tujuan yang baik. Hal tersebut juga disampaikan oleh K. Abdul Kodir Jaelani: AuPastinya dari kami para masyayikh tetap mengajarkan ilmu agama karena itu yang utama di pesantren ya kados kitab, nahwu shorof dan lainnya karena pesantren ini salaf. Tapi disamping niku kami nyambi mengajarkan wirausaha, karena harapan kami dan Almarhum Khalawi Mahasin santri-santri teng mriki tidak hanya pandai dalam urusan ilmu Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025. Wawancara dengan Rofingah selaku ketua umum putri Pondok pesantren Nurul Hidayah pada hari Rabu 16 Juni 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. agama saja, tetapi mempunyai keterampilan dan kemandirian sesudah lulus nyantri dari Jadi kewirausahaan yang ada disini sebagai cara nyanguni atau memberi bekal santri untuk mengembangkan ekonom secara mandirii dan menyiapkan untuk bekal kehidupan mengabdi di masyarakat atau sudah mukim, tapi tidak menghilangkan ajaran pesantren justru harus menjadi ciri khas kalau santri sini lulus bikin usaha di rumah dan tentunya untuk kemandirian ekonomi pesantren. Ay12 Perencanaan Menentukan Jadwal Kegiatan Kewirausahaan Dalam kewirausahaan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah tetap diadakan penjadwalan agar tidak berbenturan dengan waktu mengaji. Untuk menyusun jadwal biasanya dilakukan pada saat awal rapat para pengasuh bersama pengurus harian, seperti yang dijelaskan pada saat wawancara oleh K. Abdul kodir Jaelani: AuJadi selanjutnya seperti ini, setelah kami memiliki tujuan dalam berwirausaha yaitu tinggal membuat jadwal untuk kegiatannya. Supaya jamnya tidak barengan sama santri yang ngaji dan tidak saling menganggu satu sama lain. Tetapi walaupun mereka sudah masuk dalam berwirausaha harus tetap megaji, karena kewajiban. Jadi tetap bisa imbang antara ilmu agama dan dunia bisa didapatkan semuaAy. Untuk lebih jelasnya Rofingah selaku ketua umum putri mengatakan bahwa: AuKami selaku pengurus membantu menyesuaikan jadwal kegiatan santri mbak, agar mereka bisa belajar disiplin terhadap aturan yang sudah ditentukan. Untuk jadwal kegiatan wirausaha sendiri kan biasanya pagi sampai siang jadi tidak mengganggu kegiatan mengaji. Jadi penjadwalan sangat penting agar kegiatan mengaji dan kewirausaan tetap berjalan tidak bertabrakan,ya dalam menyusun jadwal ini berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang ya contohnya untuk siapa yang bertugas dalam Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025. Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. wirausaha tempe misalkan bagian pengemasan kedelai. Ay14 Dari beberapa hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa jadwal yang diterapkan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah sudah direncanakan berdasarkan pertimbangan yang dimana dalam melaksanakan kewirausahan tidak berbenturan dengan kegiatan mengaji sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik. Perencanaan Keuangan Perencanaan keuangan dalam manajemen kewirausahaan menjadi sangat penting. Hal ini keuangan sebagai dasar dalam memulai berwirausaha, dikarenakan modal uang yang cukup dan besar dapat membuat produknya bisa maksimal serta sesuai yang diharapkan. Sebagaimana juga disampaikan oleh bapak K. Abdul Kodir Jaelani, menyampaikan bahwa: AuDalam memulai berwirausaha perencanaan keuangan sangat penting, karena dapat menghitung kebutuhan produksi serta dalam hasil produksinya sesuai dengan yang diharapkanAy. Kemudian sumber keuangan untuk memenuhi produksi yang dibutuhkan, bapak K. Abdul Kodir Jaelani mengatakandalam pembuatan produk-produk wirasusaha sumber keuangannya yaitu dari keuangan pribadi para masayikh pondok pesantren yang meiliki usaha. Hal ini juga disampaikan oleh pengurus pondok putri. Rofingah mengatakan: Aupembuatan produk-produk yang ada di pesantren sini semuanya bersumber dari para masayikh yang memiliki usaha, kami sebagai pengurus dan santri diminta untuk memproduksi yang sudah ditentukanAy. Adapun untuk upah para santri yaitu berupa uang saku dan makan ditanggung oleh masayikh yang meiliki usaha tersebut. Hal tersebut juga disampaikan oleh Faiz Qurba Najati sebagai santri yang tergabung dalam Wawancara dengan Rofingah selaku ketua umum putripada hari Rabu 18 Juni 2025. Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Wawancara dengan Rofingah selaku ketua umum putri pada hari Rabu 18 Juni 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. kewirausahaan Peci: AuIya, saya ikut dikewirausahaan produksi peci dibagian menjahit atau sering disebut mangkis, disini kami di beri upah untuk uang saku dan makan dua kali sehari ditanggung Ay17 Kemudian diperkuat oleh santri yang tergabung di kewirausahaan Tempe yaitu Eka Nailil Ngazamah: AuSaya mengikuti kegiatan kewirausahaan di produksi tempe bagian pengepressan kacang Saya mengikuti kewirausahaan ini mendapatkan makan tiga kali sehari dan bulanan ditanggung oleh ndalem. Ay18 Hasil Penelitian Pelaksanaan Pelaksanaan Kewirausahaan Peci Berdasarkan hasil observasi ditemukan wirausaha yaitu pembuatan peci yang diproduksi di Pondok tersebut. Kemudian disampaikan oleh ketua produksi kewirausahaan Peci Muhamad Abror Slamet mengatakan bahwa: AuProduksi Peci ini yang dimiliki oleh salah satu masayikh pondok pesantren Nurul Hidayah beliau ibu Nyai. Hj. Anisa Yusuf. Pembuaatan peci ini diproduksi oleh santri putra, mulai dari proses pemotongan atau rajangan bahan, pemberian cap dan nomor, menggabungkan potongan dengan dijahit atau nylontong, memasang blusdru kain hitam, serta proses jilid atau jahit tangan, terakhir packing. Untuk merknya diberi nama yaitu AlAqso. Ay19 Berdasarkan hasil observasi, adapun tempat produksi peci ini bertempat di sebelah barat asrama santri putra atau persis di belakang ndalem ibu Nyai Hj. Anisa Yusuf, hal ini bertujuan untuk pengasuh lebih mudah mengontrol pelaksanaan pembuatan peci yang dilaksanakan oleh Wawancara dengan Faiz Qurba Najati selaku santri yang mengikuti Kewirausahaan Peci pada hari JumAoat 20 Juni 2025 Wawancara dengan Eka Nailil NGazamah selaku santri yang mengikuti Kewirausahaan tempepada hari JumAoat 20 Juni 2025 Wawancara dengan Muhamad Abror Slamet selaku ketua Kewirausahaan Peci pada hari Rabu 18 Juni Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kemudian seiring waktu produksi peci ini dikatakan berhasil karena pemasarannya sudah seluruh Kebumen bahkan sampai sudah keluar kota dan luar pulau. Berdasarkan hasil wawancara dengan Muhamad Abror Slamet terdapat banyak tahapantahapan yaitu mulai dari pemotongan bahan, nylontong, masang blusdru, jilid sampai dengan Kemudian dalam proses menjahit peci dilakukan oleh santri putra dan proses penjilidan dilakukan oleh masyarakat sekitar pondok pesantren, dan ditahap akhir pemackingan dilakukan oleh santri putra. Pelaksanaan Pembuatan Tempe Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua bidang kewirausahaan bidang tempe Khoerunnisa menyampaikan bahwa: AuProduksi pembuatan tempe ini milik K. Abdul Kodir Jaelani. Adapun proses pelaksanaan pembuatan tempe tersebut yang berat dilaksanakan oleh santri putra, sedangkan yang ringan dilakukan oleh santri putri misalnya pengemasan tempe. Untuk nama produk tempe ini diberi nama NH Jaya dengan menggunakan plastik sebagai Langkah-langkah pembuatan tempe dilaksanakan sebagian besar dilaksanakan oleh santri putra mulai dari merendam kedelai selama 12 jam kemudian kedelainya direbus lalu direndam kembali sekitar 1 hari 1 malam kemudian kedelai tersebut dibilas menggunakan air bersih untuk menghilangkan kulit tipisnya. Ay20 Berdasarkan observasi oleh penulis tempat pembuatan tempe disebah timur pondok pesantren Nurul Hidayah atau disebelah bantaran sungai yang membelah Desa Bandung kecamatan Kebumen. Kemudian dalam pembuatan tempe tersebut terdiri fajri dkk. dalam pengemasan tempe dilakukan oleh santri putri pondok barat atau halaman asrama putri. Berdasarkan hasil wawancara dengan Khoerunnisa menyampaikan waktu pelaksanaan pembuatan tempe dilakukan mulai pukul 3 dini hari kemudian untuk proses perendaman dan memcuci kedelai membutuhkan waktu yang lama sekitar 24 jam maka dibagi tugas masingmasing seperti ada yang bertugas mencuci, merebus sampai ke tahap packing atau pengemasan. Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025. Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Dalam pembuatan tempe harus diperhatikan dalam memberi ragi ke kedelainya supaya tempe yang dihasilkan maksimal. Untuk proses pengemasan tempe dimulai pukul 8 pagi sampai pukul 11 siang. Khaerunnisah juga menambahkan bahan baku pembuatan tempe kedelai membutuhkan 75 kilogram untuk hari biasa, sedangkan ramai banyak pesanan bisa 1 kwintal. Untuk 75 kilogram kedelai bisa menghasilkan sekitar 1. 100 bungkus tempe. Berdasarkan observasi proses pembuatan tempe diponpes nurul hidayah cukup rumit dan membutuhkan waktu yang lama serta kecermatan dalam pembuatan tempe supaya hasilnya bisa maksimal serta tempenya baik. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Manajemen Entrepreneur Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren Nurul Hidayah Faktor Pendukung Pondok Pesantren Nurul Hidayah Bandung Sruni Kebumen sebagai obyek penelitian manajemen entrepreneur dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pondok pesantren yang kegiatan wirausaha tersebut dijalankan oleh santri putra dan santri putri, dengan di bekali ketrampilan yang dimiliki pribadi masing-masing. Pada pesantren ini sesuai dengan data yang di dapat dari wawancara penelitian. Pesantren Nurul Hidayah mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan kegiatan yang ada di masyarakat. Karena dulu juga asalnya dari masyarakat maka tidak bisa lepas bahkan sampai kegiatan Pesantren seperti khataman masyarakat ikut di libatkan menjadi panitia. Seperti yang dikatakan oleh K. Abdul Kodir Jaelani: AuPondok ini mendapat banyak dukungan dari masyarakat sekitar, karena dulunya yang menginginkan berdirinya pondok juga dari warga masyarakat. Bahkan saat pondok ada acara besar banyak masyarakat yang membantu mulai dari segi materi, tenaga dan Contohnya saat khataman pondok, kami melibatkan masyarakat untuk membantu menjadi panitia agar hubungan sosial tetap terjalin dengan baik. Ay23 Wawancara dengan Khoerunisah selaku ketua Kewirausahaan Tempe pada hari Rabu 18 Juni 2025 Wawancara dengan Khoerunisah selaku ketua Kewirausahaan Tempe pada hari Rabu 18 Juni 2025 Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Kemudian K. Abdul Kodir Jaelani juga menambahkan hal positif yang diperoleh santri yang berbaur dengan masyarakat sekitar: Ausebenarnya banyak hal positifnya dengan santri yang bisa bersosialisasi dengan masyarakat salah satunya ya memiliki pengalaman baik, memiliki jiwa sosial yang tinggi dan lainnya. Ay24 Untuk faktor pendukung yang berhubungan dengan kegiatan kewirausahaan mengatakan: Aufaktornya ya banyak si, mereka membantu memasarkan produk pesantren dengan mengambil keutungan. Ay25 Faktor Penghambat Dalam dunia bisnis tidak luput dari persaingan kualitas produk dan harga, menurut para petugas pelaksana wirausaha minat bakat santri dalam segi bentuk hasil prodak harus ada uptodate dan memiliki strategi baru. Penentuan harga pasar pun juga menjadi pertimbangan petugas, dikarnakan apabila pemasangan harga tidak melihat stabilnya harga pasar maka nanti yang di takutkan cutomer akan berpindah prodak atau tempat penjual yang lain. Maka dari itu petugas dari wirausaha minat bakat santri di Pesantren Nurul Hidayah memberikan prodak atau harga yang terbaik kepada masyarakat. Abdul Kodir Jaelani mengatakan bahwa: Auada beberapa faktor penghambat karena pondok ini bercampur jadi satu dengan lingkungan masyarakat salah satunya santri mudah terpengaruh budaya luar pondok, santri bermalam di rumah masyarakat saat ada acara besar pondok, terkadang menitipkan Ay26 Untuk faktor penghambat sendiri dibidang kewirausahaan menurut K. Abdul Kodir Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Jaelani masih tergolong ringan: Auuntuk faktor penghambat kewirausahaan dari segi masyarakat kan adanya persaingan bisnis jadi masyarakat terkadang memilih harga yang lebih miring pada produsen luar. Kalau untuk santri sendiri ya kadang tidak masuk, karena mungkin capek atau sedang mengejar ngaji yang tertinggal. Kalau untuk bahan baku kami selalu siap tidak sampai Ay27 Kemudian diperjelas lagi oleh Muhamad Abror selaku ketua kewirausahaan Peci: Aumenurut saya kendalanya tidak ada. Cuma kadang tenaga jahit kurang atau kewalahan kalau lagi banyak pesanan peci. Untuk bahan pembuatan disini siap banyak, karena ibu nyai sangat memperhatikan. Ay28 Pada pelaksanaan yang selanjutnya Pondok Nurul Hidayah Kebumen sudah berusaha kerjasama dengan pihik luat pesantren. Sepertihal nya peternakan dan mesin penjahit pelaksanaan tersebut kerjasama dengan pemerintah, namun dalam bantuannya masih terbatas. KESIMPULAN Perencanaan entrepreneurship di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dilaksanakan melalui proses yang matang dengan melibatkan pengasuh, masayikh, dan pengurus pesantren. Perencanaan mencakup penentuan jenis usaha yang relevan dengan potensi pesantren, penjadwalan kegiatan yang tidak mengganggu jadwal mengaji santri, rekrutmen petugas berdasarkan karakter, keterampilan, dan kedisiplinan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang Selain itu, perencanaan keuangan didasarkan pada modal internal pesantren tanpa ketergantungan pada bantuan pemerintah, sehingga keberlangsungan usaha dapat terjaga. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan kewirausahaan di pesantren sangat dipengaruhi oleh perencanaan strategis yang selaras dengan visi lembaga dan nilai-nilai Wawancara dengan K. Abdul Kodir Jaelani selaku pengasuh pondok pesantren dan pemilik usaha pada hari Senin 9 Juni 2025 Wawancara dengan Muhamad Abror Slamet selaku ketua Kewirausahaan Peci pada hari Rabu 18 Juni Tarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4 . Tahun 2025: 387-400 ISSN: 2829-5072 Jalan Tentara Pelajar No 55B. Telp: ( 0. 385902 Kebumen 54312 Web jurnal : w. iainu-kebumen. id email: tarbichannel@gmail. Pelaksanaan entrepreneurship di Pondok Pesantren Nurul Hidayah dilakukan secara terstruktur melalui pembagian tugas yang jelas, penegakan disiplin waktu, dan pengawasan mutu Unit usaha yang dikelola santri, seperti produksi tempe dan peci, telah berjalan secara berkelanjutan dengan sistem operasional yang disesuaikan dengan kemampuan dan jadwal santri. Pelaksanaan usaha menunjukkan adanya integrasi yang harmonis antara kegiatan ekonomi dan pendidikan agama, sehingga santri tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Hambatan yang dihadapi meliputi persaingan harga dengan produsen luar, keterbatasan tenaga kerja saat pesanan meningkat, serta potensi pengaruh budaya luar terhadap fokus santri. Adapun solusi yang diterapkan meliputi kerja sama dengan pihak luar, termasuk pemerintah, dalam penyediaan peralatan produksi, penataan jadwal kerja yang seimbang antara kegiatan belajar dan produksi, serta pelatihan keterampilan untuk meningkatkan kapasitas santri. Strategi ini telah membantu meminimalkan hambatan dan mendukung keberlanjutan usaha sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren. DAFTAR PUSTAKA