Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri KONSUMSI ZAT-ZAT GIZI MENURUT METODE RECALL-RECORD BERDASARKAN WAKTU MAKAN REMAJA PUTRI Merryna Nia Silvia1. Marudut2. Idrus JusAoat3 1Student of Gajah Mada Universtity 2Polytechnic of Health Jakarta II. Department of Nutrition. Ministry of Health Republic of Indonesia 3Department of Nutrition Faculty of Health Sciences. Esa Unggul University Jln. Arjuna Utara Tol Tomang. Kebun Jeruk. Jakarta 11510 jusat@esaunggul. Abstract Level of dietary intakes for individual and community can be obtained by food consumption surveys. By increasing the measurement, the quantitative estimates of habitual food intake will be getting closer to actual food intake. The aims of this study was to determine the differences energy consumption and dietary intake according to recall Aerecord method with time interval based on food consumption Ibadurrahman Boarding School Tangerang municipality. This study is cross-sectional. Total of Respondents are 109 adolescence girls. We used independent t-test and ANOVA test to compare two methods of assessing food consumption according to the average length of days. The average intake of energy and carbohydrates for 1 day and 7 days recall shows that there is significant difference, with the difference means respectively are 143. 71 kcal and 22:28 g(P<0. There is no difference in the average intake of protein, fat. Fe. Vitamin C. Vitamin A, and folic acid (POu0. In the record-method shows that there is differences in average intake of Vitamin C in 1 day to 7 days and 3 days to 7 days, with the difference means respectively are (- 5. mg and (- 4. mg (P<0. However, we can't found significant difference in the average intake of energy, protein, fat. Fe, vitamin A, folic acid. The comparison of recall and record methods also showed no difference in intake of energy and macro nutrients. The pattern of homogeneous food services should be made at least 3 days for recall and 7 days for record method. Keywords: Dietary Intake. Recall-Record Method. Adolescence girls Abstrak Tingkat kecukupan zat gizi individu maupun kelompok masyarakat dapat diperoleh melalui survei konsumsi pangan. Dengan meningkatkan hari pengukuran, perkiraan kuantitatif terhadap kebiasaan asupan makanan akan semakin mendekati asupan makanan yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan konsumsi energi dan zat-zat gizi menurut metode recall dan record berdasarkan interval waktu konsumsi makanan di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang. Jenis Penelitian ini adalah cross Responden berjumlah 109 remaja putri. Analisa data menggunakan uji t-independen dan uji anova untuk menilai perbandingan dua metode konsumsi makanan menurut rata-rata lama hari. Rata-rata konsumsi energi dan karbohidrat 1 hari dan 7 hari recall menunjukkan perbedaan yang signifikan, dengan selisih 143. 71 kkal . <0. 28 g . <0. Tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi protein, lemak. Fe. Vitamin C. Vitamin A, dan asam folat. Rata-rata konsumsi 3 hari dan 7 hari hampir sama. Metode record menunjukkan adanya perbedaan rata-rata konsumsi Vitamin C pada 1 hari dengan 7 hari dan 3 hari dengan 7 hari, selisih - 5. 27 mg . <0. dan - 4. 91 mg . <0. Sedangkan, rata-rata konsumsi energi, protein, lemak. Fe. Vitamin A, dan asam folat tidak ada perbedaan yang signifikan. Perbandingan antara metode recall dan record juga menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi energi dan zat gizi Pola penyelenggaraan makanan homogen sebaiknya dilakukan minimal recall 3 hari dan record 7 hari. Kata Kunci: Zat Gizi. Waktu Makan. Remaja Putri Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri metode food record hampir sama dengan metode recall 24 jam. Sehingga hasil analisis paired t test asupan energi antara perbedaan yang signifikan(Gibson, 1. Ada pula penelitian yang bertujuan melakukan penilaian dengan metode food record selama 4 hari dan recall 24 jam lebih dari sehari tanpa diberitahukan interview via telepon, menunjukkan hasil bahwa recall 24 jam tanpa diberitahukan terlebih dahulu mungkin lebih baik memonitor perubahan diet pada studi intervensi (Buzard, et. , 1. Sebuah penelitian menunjukkan adanya tanggapan korektif manusia terhadap penyimpangan dari rata-rata asupan energi dan zat gizi makro dengan selang waktu selama 3 sampai 4 hari. Tetapi tidak terdeteksi ketika asupan makanan diteliti untuk periode 1 sampai 2 Bahkan tanggapan korektif dianggap berperan penting dalam mengimbangi variasi besar energi dan zat gizi makro yang sangat penting bagi stabilitas berat badan (Bray, et. , 2. Survei diet atau penilaian konsumsi makanan adalah salah satu metode yang digunakan dalam penentuan status gizi perorangan atau kelompok. Banyak pengalaman membuktikan bahwa dalam melakukan penilaian konsumsi makanan banyak terjadi bias tentang hasil yang Hal ini disebabkan oleh ketidaksesuaian dalam menggunakan alat ukur, waktu pengumpulan data yang tidak tepat, instrumen tidak sesuai dengan tujuan, ketelitian alat timbang pengumpulan data, daya ingat responden, daftar komposisi makanan yang tidak sesuai dengan makanan yang dikonsumsi responden dan interpretasi hasil yang kurang tepat (Supariasa, 2. Ada berbagai penyimpangan dalam menyimpulkan survei konsumsi pangan dengan lama hari survei konsumsi pangan dikarenakan variasi asupan makanan setiap harinya. Recall selama 7 hari sangat ideal untuk mendeskripsikan asupan makan individu. Recall 24 jam sehari hanya dapat dilakukan untuk studi Pendahuluan Tingkat kecukupan zat gizi individu maupun kelompok masyarakat dapat Penilaian pangan ada 2 macam, yaitu secara kualitatif dan kuantitatif (Gibson, 1. Penilaian asupan secara kualitatif, seperti food frequency, dietary history, metode telepon, dan food list. Metode kualitatif biasanya untuk mengetahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi menurut jenis bahan makanan dan menggali informasi tentang kebiasaan makan serta cara-cara memperoleh bahan makanan tersebut (Supariasa, 2. Penilaian asupan secara kuantitatif yaitu dengan food recall dan food record dimaksudkan untuk mengukur jumlah konsumsi makanan setelah satu hari berakhir. Dengan perkiraan kuantitatif terhadap kebiasaan asupan makanan dapat diperoleh. Jumlah hari pengukuran, pemilihan, dan jarak, perbedaan asupan makanan, dan variasi asupan gizi setiap harinya. Penilaian kebiasaan asupan sangatlah penting ketika menilai hubungan antara diet dan parameter biologis (Supariasa, 2. Pada menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna jumlah asupan energi antara metode food record, dan multiple food recall 24 jam. Dari hasil pengukuran dengan metode food record dan food recall 24 jam jumlah asupan energi subyek sangat bervariasi. Jumlah total rata-rata asupan energi hasil pengukuran dengan metode dari semua kelompok semuanya menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sedangkan dari uji korelasi menunjukkan bahwa total rata-rata asupan energi semua metode mempunyai pengaruh hubungan yang bermakna. Dilihat dari reliabilitas metode pengukuran, metode food recall 24 jam mempunyai reliabilitas lebih baik dibandingkan dengan metode food record (Gibson, 1. Penelitian lain menunjukkan bahwa pengukuran asupan energi pada anak sekolah dasar di Kota Palu diestimasi berbeda-beda yaitu food record dan recall 24 jam. Rerata asupan energi dengan Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri menilai tingkat rata-rata makanan dan asupan gizi suatu kelompok. Recall lebih dari 1 hari meningkatkan nilai korelasi antara asupan zat gizi dengan status gizi dibandingkan dengan recall selama 1 hari (Cameron dan Van Staveren, 1. Pada penimbangan yang dilakukan pada 500 sampel, persentase rata-rata perbedaan angka pengamatan asupan zat gizi pada setiap sampel yang dilakukan selama sehari sebesar 6-8%. Record selama 3 hari hanya 5 % untuk semua zat gizi, dan persentase rata-rata record selama 7 hari adalah 4-5%. Dari hasil tersebut, record 3 hari sangat dianjurkan (Cameron dan Van Staveren, 1. Asupan energi dan zat-zat gizi yang rendah dapat berdampak pada timbulnya satunya adalah anemia gizi. Anemia gizi merupakan salah satu masalah gizi utama di Indonesia yang harus ditanggulangi secara serius. Terjadinya anemia gizi biasanya disebabkan karena jumlah zat besi yang dikonsumsi tidak sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan. Di samping itu, berbagai faktor juga dapat mempengaruhi terjadinya anemia gizi antara lain kebiasaan makan, kurangnya konsumsi zat gizi lain misalnya vitamin A, vitamin C, protein, infeksi, sanitasi lingkungan, investasi cacing, dan sosial ekonomi. Konsekuensi perkembangan mental dan kecerdasan, menurunnya kekebalan terhadap penyakit infeksi, morbiditas dll (Basuki, 2. Sebuah menggunakan data sekunder dari Pusat Penelitian Pengembangan Gizi. Departemen Kesehatan RI, mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian status anemia remaja putri, yaitu investasi cacing, tingkat konsumsi energi, protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, status Cu, pendidikan ayah, pendidikan ibu, dan kebiasaan minum teh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia gizi remaja putri sebesar 41. 54 %. Variabel yang berhubungan bermakna secara statistik dengan kejadian anemia gizi remaja putri adalah variabel investasi cacing, tingkat konsumsi energi, protein, dan vitamin C. Variabel yang paling Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 bersama-sama terhadap kejadian anemia gizi adalah variabel tingkat konsumsi vitamin C (Basuki, 2. Remaja putri membutuhkan zat besi paling banyak, yang digunakan untuk mengganti besi yang terbuang bersama keperluan untuk menopang pertumbuhan serta pematangan seksual. Rata-rata kebutuhan besi remaja ini berkisar antara 1,2 Ae 1,68 mg, yang ditunjukan untuk mengganti besi yang hilang secara basal . ,65-0,79 mg/har. dan haid . ,481,9mg/har. (Arisman, 2. Berdasarkan data Riskesdas 2007, nilai rerata nasional kadar hemoglobin pada perempuan dewasa (Ou 15 tahu. adalah 13,00 g/dl dengan standar deviasi 1,72. Sebanyak 17 provinsi mempunyai nilai rerata kadar hemoglobin pada perempuan dewasa dibawah nilai rerata nasional, yaitu Sumatera Utara. Sumatera Barat. Riau. Lampung. Bangka Belitung. DKI Jakarta. Jawa Tengah. DI Yogyakarta. Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur. Sulawesi Selatan. Sulawesi Tenggara. Gorontalo. Maluku, dan Maluku Utara. Menurut data WHO tahun 1993 Ae 2005, batasan normal Hb perempuan dewasa adalah Ou 12 g/dl. Terdapat perbedaan anemia pada dewasa perkotaan menurut Riskesdas dan WHO, secara berurutan adalah 11,3% dan 19,7%. Sampel yang dipilih adalah remaja putri, karena prevalensi anemia gizi remaja putri masih cukup tinggi. Masih kurangnya perhatian terhadap masalah dibandingkan dengan anemia gizi ibu hamil yang lebih diperhatikan, yaitu dengan pemberian tablet tambah darah. Cadangan besi bagi remaja putri sangat berguna untuk persiapan kebutuhan kehamilan dan persalinan ketika beranjak dewasa (Barasi, 2. Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang, dengan responden remaja putri, yang dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2011. Penelitian ini merupakan cross sectional untuk menguji Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri makanan dengan melihat rata-rata fase awal . , tengah . , dan akhir . menggunakan uji t test independen dan uji anova. Penelitian ini merupakan bagian dari payung penelitian dengan judul AuEfikasi Multi Zat Gizi Mikro Untuk Memperbaiki Status Zat Besi Anak Sekolah Remaja PutriAy dan sudah . thical clearanc. dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Kementerian Kesehatan R. Sebelum melakukan penelitian, para peneliti dilatih terlebih dahulu untuk menaksir berat bahan makanan atau penaksiran berat bahan makanan diatas Tahap-tahap yang dilakukan : Menaksir berat bahan makanan dan makanan dengan cara melihat Menaksir berat bahan makanan Mencatat hasil penaksiran pada Menimbang berat bahan makanan menggunakan timbangan digital Mencocokkan dengan berat sebenarnya Kegiatan ini dilakukan secara berulang sampai mencapai ratarata Tabel 1 Bahan Makanan atau Makanan yang Diujicobakan Kacang tanah Margarin Kacang hijau Tempe goreng Jagung kering Kol Wortel Jeruk manis Kentang Jeruk nipis Nasi Laos Ayam goreng Bawang bombay Telur ayam Makaroni Sawi putih Keju Otak-otak Daun bawang Paprika Gula merah Gula pasir Cabe merah Minyak Populasi adalah semua remaja putri di Pondok Pesantren Ibadurrahman Kotamadya Tangerang yang tinggal di mendapat makanan dari manajemen Kriteria inklusi untuk sampel Remaja putri yang sehat dan duduk di kelas 10, 11, dan 12 Berumur antara 14 Ae 18 tahun Tidak menderita penyakit yang berkaitan dengan kelainan darah . isalnya : thalassemia, dl. Menderita anemia dan tidak anemia Bersedia secara sukarela terlibat penuh dalam penelitian dengan menandatangani form kesediaan Sedangkan kriteria sample adalah : Menderita anemia gizi berat dengan kadar hemoglobin < 8 mg/dl Menderita penyakit kronis dan gangguan metabolik paling kurang 6 bulan yang lalu Menstruasi yang tidak normal Donor darah paling kurang 6 bulan sebelum penelitian Sampel populasi 166 orang. Dari populasi tersebut, terdapat 146 orang yang aktif terlibat di dalam penelitian ini dan hanya 109 orang yang memiliki data yang lengkap dan sesuai kriteria sampel. Sebanyak 57 orang tidak diikutsertakan karena tidak masuk ke dalam kriteria inklusi diantaranya adalah sakit diantara hari survei konsumsi dan pulang saat hari Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Jenis data yang dikumpulkan adalah : Data primer, meliputi : Identitas pasien, seperti nama, umur, tinggi badan, berat badan Jan Prosedur pengambilan recall dan record : 1 Feb Jan Jan Jan Jan Jan Jan Recall (H. Record (H1 & Pola konsumsi zat gizi dengan food recall dan food record Kadar hemoglobin Sistematika Recall (H. Record (H. Recall (H. Record (H. Recall (H. Record (H. Pada tanggal 26 Jan dilakukan recall H1 dan record (H1 dan H2 hariny. , pada tanggal 27 Jan dilakukan recall H2 dan record H3, dan seterusnya. Tahapan melakukan Recall dan Record Wawancara responden Pengumpulan pemberian form record baru Pemeriksaan kelengkapan form Kegiatan lain . Pengecekan . Membeli dan menimbang Data sekunder, meliputi : Lokasi dan keadaan tempat Pesantren Tangerang Recall (H. Record (H. Recall (H. 3 hari konsumsi energi, lemak, karbohidrat. Vitamin A, dan asam folat lebih besar dibandingkan dengan ratarata Sedangkan, dibandingkan rata-rata 1 hari dengan rata-rata 7 hari, rata-rata 1 hari konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat. Vitamin A, dan asam folat lebih besar hasilnya dibandingkan dengan rata-rata 7 hari. Namun. Menurut AKG rata-rata konsumsi Vitamin A termasuk dalam (Ou100%), termasuk dalam kategori kurang . 79%), sedangkan energi. Fe. Vitamin C, dan asam folat termasuk dalam kategori defisit (<70%). Metode record menunjukkan bahwa rata-rata 1 hari konsumsi energi, protein, lemak, karbohidrat, dan Fe lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 3 hari. Rata-rata 3 hari konsumsi energi, lemak, dan Vitamin A lebih besar daripada ratarata 7 hari. Sedangkan rata-rata 1 hari konsumsi energi, lemak, karbohidrat. Vitamin C, dan Vitamin A lebih besar dibandingkan dengan 7 hari. Jika dibandingkan dengan AKG 2004, ratarata konsumsi dengan metode record tidak berbeda dengan recall. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Data Umur penelitian berkisar antara 14 tahun sampai 18 tahun dengan rata-rata IMT 59 kg/m2. Dari 109 responden, terdapat 63 orang . yang anemia. Berdasarkan hasil penelitian dengan metode recall, ratarata 1 hari konsumsi energi dan zat-zat gizi lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 3 hari konsumsi, kecuali Fe dengan selisih 0. 08 mg. Hasil rata-rata Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Recall (H. Record (H. Recall Menurut Lamanya Hari Buku Manual On Methodology For Food Consumption Studies mengatakan bahwa metode recall sebaiknya diambil selain hari Jumat. Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Sabtu, dan Minggu. Karena rata-rata konsumsi yang dihasilkan kurang dapat menggambarkan konsumsi yang Terdapat korelasi yang meningkat antara asupan gizi dan indikator status gizi telah dibuktikan untuk recall yang dilakukan berulang bila dibandingkan dengan recall sehari. Konsumsi Energi Recall 1 hari kurang dapat melihat rata-rata asupan seharihari dikarenakan hasil rata-rata energi 1 hari cenderung lebih besar dibanding dengan rata-rata energi 3 hari dan 7 hari, dimana hasil keduanya relatif sama. Nilai uji anova antara rata-rata 1 hari dan 7 hari menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan, dengan 71 kkal. Konsumsi Zat Gizi Makro Pada zat gizi protein dan lemak tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara recall 1 hari, 3 hari, maupun 7 hari. Sedangkan ada perbedaan yang bermakna rata-rata karbohidrat antara 1 hari dan 7 Rata-rata karbohidrat 1 hari cenderung lebih Konsumsi Zat Gizi Mikro (Fe. Vitamin C. Vitamin A. Asam Fola. Tidak ada perbedaan yang bermakna rata-rata konsumsi Fe. Vitamin C. Vitamin A, dan asam folat selama 1 hari, 3 hari, dan 7 Rata-rata konsumsi Fe selama 7 hari lebih tinggi dibanding ratarata 1 hari dan 3 hari. Hal ini dibawakan makanan dari rumah, seperti daging ayam, daging sapi. Sedangkan, sehari-hari mengkonsumsi lauk nabati yang biasa didapat dari makanan asrama dan penjual keliling. Rata-rata konsumsi Vitamin C selama 7 hari juga lebih tinggi. Saat akhir pekan, responden juga dibawakan buahbuahan. Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Record Menurut Lamanya Hari Pada metode record dengan penimbangan yang dilakukan pada 500 sampel, persentase rata-rata perbedaan angka pengamatan asupan energi, protein, dan lemak selama sehari sebesar 6-7%. Record selama 3 masing-masing didapat sebesar 5 %, dan persentase rata-rata record selama 7 hari adalah 4-5%. Dari hasil tersebut, record 3 hari sangat dianjurkan. Record satu hari menghasilkan data konsumsi yang Record selama 7 hari cukup untuk menggambarkan lebih banyak variasi makanan pada orang yang memiliki kebiasaan makan tidak Hasil penelitian George A Bray, dkk . terhadap respon korektif manusia terhadap konsumsi makanan yang dilakukan dengan metode record 7 hari memperoleh hasil bahwa ratarata 1-2 hari tidak menunjukkan respon korektif terhadap rata-rata konsumsi energi dan zat gizi makro, namun sebaliknya, rata-rata konsumsi energi dan zat gizi makro selama 3-4 harilah yang menunjukkan respon korektif manusia. Konsumsi Energi Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada rata-rata energi antara 1 hari, 3 hari, dan 7 Tetapi rata-rata konsumsi 1 hari lebih tinggi dibandingkan dengan 3 hari . 16 kka. dan 7 hari . 83 kka. Konsumsi Zat Gizi Makro Rata-rata konsumsi protein, menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang bermakna menurut lama hari record. Rata-rata hari pertama cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 3 hari dan 7 hari. Hal ini mungkin disebabkan karena masih ada bekal makanan yang dibawakan dari Konsumsi Zat Gizi Mikro (Fe. Vitamin C. Vitamin A. Asam Fola. Tidak ada perbedaan yang signifikan rata-rata konsumsi Fe. Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Vitamin C. Vitamin A, dan Asam Folat menurut lama hari record. Semua rata-rata konsumsi zat gizi mikro relatif sama, kecuali Vitamin Hal ini mungkin disebabkan dari buah-buahan yang dibawakan oleh anggota keluarga responden, seperti jambu, belimbing, dsb. record, dan recall 24 jam pada anak SD di Palu menunjukan bahwa rata-rata asupan energi dengan metode record dan recall hampir sama dan tidak ada perbedaan yang signifikan. Konsumsi Zat Gizi Makro Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi protein, lemak, dan karbohidrat selama 1 hari, 3 hari, dan 7 hari antara metode recall dan record. Pada gambar di bawah ini terlihat bahwa varian recall rata-rata protein selama 7 hari dan varian recall rata-rata konsumsi lemak selama 3 hari dan 7 hari lebih besar dibandingkan dengan recall. Hal ini mungkin disebabkan pelaporan makanan yang dikonsumsi lebih bervariasi dibandingkan dengan penulisan Sedangkan rata-rata karbohidrat antara recall dan record hampir sama. Perbandingan Metode Recall dan Record Menurut penelitian Mary E Hise, dkk. mengenai validitas pengukuran asupan energi pada gizi lebih dan obesitas dengan kombinasi metode record dan recall, memberikan kesimpulan bahwa kombinasi kedua metode tersebut dapat mengukur asupan energi pada individu dengan gizi lebih dan obesitas. Konsumsi Energi Tidak ada perbedaan yang bermakna antara konsumsi recall dan record selama 1 hari, 3 hari, dan 7 hari. Rata-rata recall 1 hari lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata record 1 hari, yaitu dengan selisih 88. 65 kkal. Hal ini responden kurang lengkap mengisi makanan yang dikonsumsi dan responden masih kurang mengerti bagaimana kelengkapan penulisan sesuai keinginan peneliti. Setelah dilakukan recall beberapa hari, responden mulai terbiasa dan tahu Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil konsumsi energi selama 7 hari lebih tinggi dari pada recall, yaitu 23. 23 kkal. Penelitian Putu Candriasih . terhadap estimasi asupan Food Frequency Questionnaire (FFQ), food Keterbatasan Penelitian Metode recall dan record memiliki kekurangan masing-masing. Metode ini sangat membutuhkan kejujuran responden dan terkadang Responden diwawancarai karena kemungkinan disebabkan oleh jadwal kegiatan di pesantren yang cukup padat dan responden merasa pengisian record sebagai pekerjaan tambahan mereka. Karena perbandingan antara metode recall dan record terhadap zat gizi mikro tidak 1,550 95% CI Rata-Rata Energi 1 Hari 1,500 1,450 1,400 1,350 1,300 1,250 Recall Record Recall Record Gambar 1 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Energi Selama 1 Hari Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri 1,400 95% CI Rata-Rata Energi 3 Hari 1,375 1,350 1,325 1,300 1,275 1,250 Recall Record Recall Record Gambar 2 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Energi Selama 3 Hari 1,400 95% CI Rata-Rata Energi 7 Hari 1,375 1,350 1,325 1,300 1,275 1,250 Recall Record Recall Record Gambar 3 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Energi Selama 7 Hari 95% CI Rata-Rata Protein 1 Hari Recall Record Recall Record Gambar 4 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Protein Selama 1 Hari Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri 95% CI Rata-Rata Protein 3 Hari Recall Record Recall Record Gambar 5 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Protein Selama 3 Hari 95% CI Rata-Rata Protein 7 Hari Recall Record Recall Record Gambar 6 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Protein Selama 7 Hari 95% CI Rata-Rata Lemak 1 Hari Recall Record Recall Record Gambar 7 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Lemak Selama 1 Hari Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri 95% CI Rata-Rata Lemak 3 Hari Recall Record Recall Record Gambar 8 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Lemak Selama 3 Hari 95% CI Rata-Rata Lemak 7 Hari Recall Record Recall Record Gambar 9 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Lemak Selama 7 Hari 95% CI Rata-Rata Karbohidrat 1 Hari Recall Record Recall Record Gambar 10 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Karbohidrat Selama 1 Hari Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri 95% CI Rata-Rata Karbohidrat 3 Hari Recall Record Recall Record Gambar 11 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Karbohidrat Selama 3 Hari 95% CI Rata-Rata Karbohidrat 7 Hari Recall Record Recall Record Gambar 12 Perbandingan Recall dan Record Rata-Rata Konsumsi Karbohidrat Selama 7 Hari karbohidrat. Fe. Vitamin A, dan asam Perbedaan terdapat pada rata-rata konsumsi Vitamin C 1 hari dengan 7 hari dan 3 hari dengan 7 hari. Sedangkan, rata-rata konsumsi Vitamin C 1 hari dengan 3 hari menunjukkan tidak ada Perbandingan antara metode recall dan record menggambarkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata energi dan zat gizi makro antara kedua metode Khususnya pada kelompok yang homogen penyelenggaraan makanannya. Secara umum, metode recall seharusnya dilakukan selama 3 hari dan metode menggambarkan pola konsumsi dan asupan zat gizi sebenarnya. Kesimpulan Pada metode recall, tidak ada perbedaan rata-rata konsumsi energi dan karbohidrat 1 hari dengan 3 hari dan 3 hari dengan 7 hari. Sedangkan, ada perbedaan rata-rata konsumsi energi dan karbohidrat antara 1 hari dengan 7 hari. Tidak ada perbedaan yang bermakna terhadap rata-rata konsumsi protein, lemak. Fe. Vitamin C. Vitamin A, dan asam folat selama 1 hari, 3 hari, dan 7 hari pada metode recall. Oleh karena itu untuk recall asupan zat gizi pada kelompok remaja putri di pesantren sebaiknya dilakukan selama 3 hari. Hasil penelitian metode record menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata Nutrire Diaita Volume 3 Nomor 2. Oktober 2011 Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri Almatsier. Sunita. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Food Records dan Recall 24 Jam pada Anak Sekolah Dasar di Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah, tesis magister (Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada, 2. Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan, (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2. Depkes RI. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2007, (Jakarta: Depkes, 2. Astawan. Made dan Andreas L. Khasiat Warna-Warni Makanan, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2. Gibney. Michael J. , et al. Gizi Kesehatan Masyarakat, diterjemahkan oleh Andry Hartono, (Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2. Daftar Pustaka