Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM DAMPAK RELOKASI PEMUKIMAN AKIBAT PEMBANGUNAN WADUK JATI GEDE DALAM PERSPEKTIF PERUBAHAN SOSIAL Agus Rianto Dosen Tetap Program Studi S1 Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Cirebon. Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email: agusrian1976@gmail. Abstrak Tujuan mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak tentang relokasi pemukiman dari persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waduk Jatigede dalam perspektif perubahan sosial pada di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi timbulnya persepsi yang muncul di benak masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penelitian kualitatif bertujuan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah serta mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum, dan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dampak pembangunan waduk jatigede di desa sukamenak secara umum persepsi tentang relokasi pemukiman warga terhadap arah perubahan sosial masyarakat desa sudah cukup sesuai dengan kriteria faktor penerimaan dalam teori persepsi. Umumnya konsep diri yang dimiliki oleh warga yang berada di daerah relokasi di desa sukamenak sangat baik dan positif. Begitu pula dengan nilai dan sikap, nilai dan sikap yang dimiliki warga desa sukamenak sangat menerima dan terbuka terhadap perubahan. Namun harapan dari warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede ini sangat tinggi, mereka sangat berharap agar pemerintah dapat memenuhi harapa dari warga masyarakat yang tinggal di daerah relokasi di desa sukamenak. Karena secara perbandingan, tempat tinggal mereka yang sekarang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan tempat tinggal warga yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede sebelumnya. Sadangkan variabel lain yaitu arah perubahan sosial lebih ke arah perubahan sosial yang kurang begitu baik . , karena dari segi lokasi, daerah relokasi menjadi sulit terjangakau. Selain itu belum memadainya faktor akses pendukung seperti sarana prasarana maupun akses transportasi yang belum sepenuhnya sesuai harapan menjadi penilaiannya bahwa arah perubahan sosial lebih condong ke regresif bukan progresif. Berdasarkan kesimpulan studi, maka meningkatkan sarana maupun prasarana perlu dilakukan di daerah relokasi dengan programprogram peningkatan dan pemberdayaan ekonomi namun pelaksanaannya tetap dikoordinatori oleh Kata Kunci : Relokasi. Pembangunan Waduk Jati Gede, dan Perubahan Sosial listrik tenaga air (PLTA). Waduk Jatigede dibangun dengan cara membendung aliran sungai Cimanuk. Pembangunan Waduk Jatigede yang berada di Desa Cijeungjing Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang direncanakan pembangunannya sejak dulu, bahkan telah di bahas pada waktu sebelum Pemerintahan Presiden Soekarno pada sebelum masa Orde Lama. Namun pembangunannya telah berlangsung melalui liku-liku yang tidak selalu sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dianut bangsa Indonesia dan tidak sejalan dengan kepentingan pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya lokal yang ada di sekitar Bendungan. PENDAHULUAN Latar Belakang Waduk Jatigede dibangun dan diproyeksikan sebagai sarana irigasi untuk mengairi lahan pertanian produktif di wilayah Majalengka. Indramayu dan Cirebon. Seperti waduk lainnya. Waduk Jatigede memiliki fungsi utama dari sebuah waduk yaitu untuk sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga Disamping kedua fungsi utama itu. Waduk pun berfungsi sebagai sarana budidaya perikanan air tawar, sarana olah raga air, sarana rekreasi, dan lain sebagaianya. Untuk Waduk Jatigede, fungsi utamanya adalah sebagai sarana irigasi dan pembangkit Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Akhir abad 19 tahun 1812 dalam (Suwartapradja, 2. Hindia Belanda pernah berencana membangun Waduk Jatigede tetapi ditolak oleh Dalem Pancaniti atau Bupati Pringga Koesoemah Wangsaradja atau Oesman Ardikoesoemah atau Pangeran Koesoemah Adinata atau Angga Diredja 1 atau yang dikenal dengan Pangeran Kornel. Penolakan ini karena Waduk tersebut akan merendam Tanah. Sawah. Ladang subur dan petilasan leluhur Sumedang. Tahun 1963 Presiden Soekarno pada masa Orde Lama mengangkat wacana Waduk Jatigede dibantu oleh Bank Dunia, namun gagal setelah Soekarno runtuh tahun 1965. Tahun 1980 setelah 15 tahun berlalu dari masa Orde Lama. Presiden Soeharto pada masa Orde Baru mulai merintis pembangunan Waduk Jatigede dengan memaksa masyarakat menjual tanahnya, dan Presiden Soeharto memerintahkan kepada Jajarannya untuk dimulainya pembangunan dengan menanam pohon jati disekitar area Waduk Jatigede tersebut pada tahun 1984. Tanggal 25 Maret 1990 Indonesia menolak bantuan Belanda, yang berakibat di tahun 1992-an akhir Bank Dunia mundur. Setelah Presiden Soeharto lengser dari kedudukan kekuasaannya tahun 1998-1999, tidak ada kejelasan pendanaan mengenai Waduk Jatigede. Pada tahun 2006 pemerintahan Presiden SBY-JK pada masa Orde Reformasi sekarang ini dapat pendanaan dari Sinohydro China, kemudian tahun 2007 Wakil Presiden Yusuf Kalla datang ke China dan mendapat kepastian pendanaan melalui Bank Exim China. Selanjutnya pada tahun 2007 itu pula dicanangkan pembangunan Waduk Jatigede dimulai lagi sampai rencananya berakhir tahun 2011, dan penyelesaiannya tertunda berlarut sampai tahun 2015. Sampai akhir jabatan Presiden SBY-JK, tidak ada penandatanganan Pepres karena masih banyaknya masalah di lapangan yang masih belum terselesaikan. Akhirnya pada tahun 2015 Presiden Jokowi menandatangani Pepres No. 1/2015 untuk menuntaskan ganti rugi dan santunan bagi korban penggenangan Waduk Jatigede . ttp://sumedangonline. Walaupun pada awal rencananya akan diresmikan pada tanggal 1 Agustus tapi mundur menjadi tanggal 31 Agustus 2015. Pelaksanaan Peresmian/Penutupan Waduk Jatigede dilakukan sebagai tanda mulai digenangnya Waduk Jatigede untuk mulai dioperasikannya waduk tersebut. Ironis. Presiden Jokowi yang diharapkan oleh Warga Jatigede dan Masyarakat OTD (Orang yang Terkena Dampa. pengoperasian Bendungan dibatalkan kini hanya tinggal harapan. Pemerintah telah memberikan ganti rugi pada 10. 924 kepala keluarga (KK). Ganti rugi yang diberikan sebesar Rp. 200,- untuk setiap KK. Uang tunai itu diberikan kepada 4. 514 kepala penampungan pemukiman baru dan tunjangan kehilangan pendapatan selama enam bulan. Sedangkan untuk 6. 410 KK yang berada di area genangan Waduk Jatigede diberikan ganti rugi sebesar Rp. 192,- per KK. ttp://m. com, 2. Faktanya . ttp://m. harian (Sumedang Ekspres, 2. meski bendungan telah resmi dibuka dan dioperasikan, masih banyak warga yang masih memilih bertahan di lokasi genangan Waduk Jatigede. Warga masih bertahan karena banyak yang tidak tahu akan pindah kemana setelah pemukiman mereka digenangi air, seperti warga Dusun Betok Desa sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Mereka masih menempati daerahnya walaupun mereka tahu kalau air sudah mulai semakin mendekat dan masuk ke wilayah pemukiman mereka, mereka berujar, mereka bingung harus pindah kemana dengan uang yang mereka dapatkan sebesar Rp. 192,-. Apalagi kehilangan mata pencaharian mereka sebagai petani yang membuat mereka bingung kedepannya mau berbuat apa. Setelah peresmian dan pengoprasian dilakukan, maka warga hanya diberi waktu dua minggu untuk Jika tidak, maka warga harus rela di gusur dan di usir paksa oleh Pemerintah tanpa mendapatkan konvensasi apa-apa. Pemerintah menyiapkan beberapa titik daerah relokasi yang tersebar di beberapa di wilayah Sumedang. Untuk daerah Betok sendiri, tempat relokasi yang di siapkan yaitu Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM di Dusun Munjul dan daerah Pasir Lempah Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Tempat relokasi ini sebelumnya merupakan daerah perbukitan dan hutan-hutan. Di tempat relokasi sendiri Masyarakat menyewa alat berat untuk meratakan tanah yang memang sebelumnya perbukitan, kemudian pembuatan akses jalan serta kapling-kapling tanah untuk per KK nya. Masyarakat harus membangun rumah sesuai dengan dana yang telah diberikan dari pemerintah, dengan kondisi ini daerah memprihatinkan, pembangunan rumah yang dengan hanya uang sebesar Rp. 192,tidak cukup untuk membangun rumah yang permanen, warga hanya membangun rumah seadanya yang terkadang masih banyak rumah yang belum memakai lantai dan hanya berdindingkan batu bata saja, selebihnya ada juga yang membangunkan rumah panggung dan berdinding bilik serta berdinding kayu LANDASAN TEORI Perubahan Sosial Pengertian Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikapsikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Dalam (Abdulsyani, beberapa definisi perubahan sosial yang dikemukakan oleh para ahli sebagaimana Menurut Gillin mengatakan bahwa AuPerubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuanpenemuan baru dalam masyarakatAy. Emile Durkheim juga mengemukakan bahwa AuPerubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistikAy. Kingsley Davis mengemukakan AuPerubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakatAy. Ciri-Ciri Perubahan Sosial Tidak semua gejala-gejala sosial yang mengakibatkan perubahan dapat dikatakan sebagai perubahan sosial, dalam (Ranjabar, 2. gejala yang dapat memiliki ciri-ciri antara lain: Setiap masyarakat tidak akan berhenti mengalami perubahan baik lambat maupun cepat. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan pada lembagalembaga sosial lainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat disorganisasi yang bersifat sementara sebagai proses penyesuaian diri. Rumusan Masalah Bagaimanakah relokasi pemukiman dari persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waduk Jatigede dalam perspektif perubahan sosial pada di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang? Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi terjadinya persepsi Masyarakat terhadap arah perubahan sosial di tempat relokasi? Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas maka tujuan yang hendak dicapai yaitu : Untuk mengetahui dampak tentang relokasi pemukiman dari persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waduk Jatigede dalam perspektif perubahan sosial pada di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Untuk mengetahui faktor-faktor apa Masyarakat terhadap arah perubahan sosial di tempat relokasi. Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Perubahan tidak dibatasi oleh bidang kebendaan atau bidang spiritual karena keduanya memiliki hubungan timbal balik yang kuat. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial Berdasarkan cepat lambatnya, perubahan sosial dibedakan menjadi dua bentuk umum yaitu perubahan yang berlangsung cepat dan perubahan yang berlangsung lambat. Dalam (Soekanto, 2. Kedua bentuk perubahan tersebut dalam sosiologi dikenal dengan revolusi dan evolusi. Perubahan evolusi Perubahan evolusi adalah perubahanperubahan sosial yang terjadi dalam proses lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak Perubahan-perubahan ini berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu usaha-usaha sehari-hari. Dengan kata lain, perubahan sosial terjadi karena dorongan dari usahausaha masyarakat guna menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan masyarakat pada waktu tertentu. Contoh, perubahan sosial dari masyarakat berburu menuju ke masyarakat meramu. Perubahan Revolusi Perubahan perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau perencanaan sebelumnya. Secara perubahanperubahan sosial mengenai unsurunsur kehidupan atau lembagalembaga berlangsung relatif cepat. Dalam revolusi, perubahan dapat terjadi dengan direncanakan atau tidak direncanakan, dimana sering kali diawali dengan ketegangan atau konflik dalam tubuh masyarakat yang Arah Perubahan Sosial Apabila perubahan Masyarakat, perlu pula diketahui ke arah mana perubahan dalam Masyarakat itu bergerak. Yang meninggalkan faktor yang diubah, akan tetapi setelah meninggalkan faktor itu, mungkin perubahan itu bergerak kepada sesuatu bentuk yang sama sekali baru. Namun, mungkin pula bergerak ke arah suatu bentuk yang sudah ada didalam waktu yang (Soekanto, 1994:. Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial Dalam (Ranjabar, 2. faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial, antara lain sebagai Penemuan-penemuan baru Suatu proses sosial dan kebudayaan terjadi dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain masyarakat dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang Struktur sosial . erbedaan posisi dan fungsi dalam masyaraka. Salah satu cara yang berguna untuk meninjau penyebab perubahan sosial adalah dengan memperhatikan struktur-struktur atau proses-proses dinamik tentang masyarakat dalam keseluruhan satuan atau sistem sosial. Inovasi Inovasi tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Tidak menjadi soal sejauh dihubungkan dengan tingkah laku manusia, apakah ide itu betul-betul baru atau tidak jika diukur digunakannya atau ditemukan pertama Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Perubahan lingkungan hidup Tidak ada seorang pun yang akan menyatakan bahwa manusia tidak terpengaruh oleh lingkungan Perubahan besar dalam lingkungan hidup walaupun jarang terjadi, akan tetapi bila perubahan lingkungan hidup tersebut benar-benar terjadi maka akibatnya sangat besar terhadap makhluk hidup termasuk kehidupan masyarakat manusia. Ukuran penduduk dan komposisi Perubahan komposisi penduduk itu sendiri merupakan perubahan sosial dan berakibat pada struktur masyarakat lembaga-lembaga Inovasi dalam teknologi Bila memperhatikan berbagai perubahan sosial tertentu dan mencoba mencari penyebabnya ke perubahan teknologi yang terjadi, atau dapat memperhatikan inovasi teknologi tertentu dan mencoba menurut perkembangan selanjutnya, maka melalui rentetan proses sebab akibat berantai akan terlihat perubahan sosial yang sangat besar. revolusi dalam masyarakat. Karakter masyarakat Secara etnosikologis tiap kelompok masyarakat berbeda karakter sehingga berbeda pula sikap menanggapi sesuatu masalah sosial. Pendidikan Masalah perubahan adalah masalah sejauh mana sikap menerima dan mengubah sikap merupakan masalah dilakukan melalui pendidikan. Ideologi Ideologi merupakan sistem nilai yang diarah-dagingkan sesuatu anggota masyarakat untuk mengatur tingkah laku bermasyarakat. Faktor-Faktor Penghambat Perubahan Sosial Ranjabar . faktor penghambat perubahan sosial, dibawah ini: Kehidupan masyarakat yang terasing Perubahan terjadi bila ada kontak antara satu sama lain, dan dengan adanya kontak dimungkinkan adanya Perkembangan ilmu pengetahuan yang Ilmu pengetahuan membuka mata untuk menyesuaikan diri kepada kondisi baru atas dasar penalaran. Sikap masyarakat yang sangat Sikap merupakan kecenderungan bertindak terhadap sesuatu objek. Adanya kepentingan yang tertanam Masyarakat yang merasa aman dalam keadaan masa kini akan menolak perubahan, terlebih-lebih anggota kedudukan atas dasar garis keturunan. Adanya prasangka Prasangka merupakan sikap terhadap kelompok atau golongan tertentu yang bukan kelompok atau golongan Adat istiadat atau kebiasaan Adat merupakan pola-pola perilaku bagi Faktor-Faktor Pendorong Perubahan Sosial Dalam (Ranjabar, 2. faktorfaktor pendorong perubahan sosial, antara lain dikemukakan dibawah ini: Toleransi Toleransi merupakan sikap menerima sesuatu keadaan. Sistem terbuka lapisan masyarakat Sistem terbuka memungkinkan adanya gerakan sosial vertikal yang luas, atau memberi kesempatan kepada individu untuk maju atas dasar kemampuan Heterogenitas . enduduk Tiap kelompok penduduk memiliki aspirasi serta saluran mencapai Rasa tidak puas Ketidakpuasan masyarakat yang telah berakar, menyebabkan timbulnya Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM kesejahteraan bagi masyarakat namun sebaliknya membawa kesengsaraan. Penyebab adalah penguasaan akses terhadap sumberdaya dan faktor produksi menyebabkan eksploitas terhadap kaum buruh yang tidak memiliki Eksploitasi ini harus dihentikan melalui proses kesadaran kelas dan perjuangan merebut akses sumberdaya dan faktor produksi untuk menuju tatanan masyarakat tanpa kelas. Tahapan Pembangunan Dalam terdapat berbagai tahapan. Dalam sosiologi pembangunan terdapat beberapa tahapan antara lain : Perencanan Pada tahap ini faktor yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Seperti : C Pusat perhatian sosial C Stratifikasi sosial C Pusat kekuasaan C Sistem dan saluran komunikasi Pelaksanaan Dalam proses pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta proses perubahannya. Evaluasi Dalam tahap evaluasi yang harus dilakukan adalah analisis atau penilaian terhadap dampak sosial dari pembangunan tersebut. Dalam setiap pembangunan dilakukan prosedur yang sedemikian rupa agar setiap pembangunan berjalan sesuai dengan perkembangan sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Pembangunan Pengertian Pembangunan Ginanjar Kartasasmita . memberikan pengertian sederhana, yaitu sebagai Ausuatu proses perubahan ke arah yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencanaAy. Dalam (Suharto, 2. Pembangunan adalah serangkaian aktivitas yang terencana yang ditujukan untuk meningkatkan standar dan kualitas kehidupan manusia. Pembangunan perubahan sosial yang terarah dan terencana melalui berbagai macam Dalam (Moeis, 2. teori pembangunan mengerucut pada dua buah teori besar, yaitu teori modernisasi dan teori dependensi. Dua teori ini saling bertolak belakang dan merupakan sebuah pertarungan paradigma hingga saat ini. Teori modernisasi merupakan hasil dari keberhasilan Amerika Serikat dalam membawa pembangunan ekonomi di negara-negara Sedangkan kegagalan pembangunan di Afrika. Amerika Latin dan Asia menjadi awal lahirnya teori dependensi. Teori Modernisasi berasal dari dua teori dasar yaitu teori pendekatan psikologis dan teori pendekatan Teori pendekatan psikologis menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang gagal pada negara mentalitas masyarakatnya. Menurut teori ini, keberhasilan pambangunan mensyaratkan adanya perubahan sikap mental penduduk negara berkembang. Sedangkan kebudayaan lebih melihat kegagalan ketidaksiapan tata nilai yang ada dalam masyarakatnya. Secara garis besar teori modernisasi merupakan perpaduan antara sosiologi, psikologi dan ekonomi. Teori dependensi bertitik tolak dari pemikiran Marx tentang kapitalisme Marx Persepsi Pengertian Persepsi Menurut Philip Kotler dalam (Riadi, 2. Persepsi adalah proses masukan-masukan menciptakan gambaran keseluruhan yang Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Persepsi dapat diartikan sebagai suatu proses kategorisasi dan interpretasi yang bersifat selektif. Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang dipersepsi dan faktor situasional. Bimo Walgito menyatakan dalam (Hariyanto, 2. bahwa persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya. dianggap lebih disukai daripada obyek-obyek yang tidak disukai. Hal ini sering disebut dengan seleksi informasi tentang keberadaan suatu obyek baik fisik maupun sosial. Yang kedua yaitu kesamaan. Kesamaan adalah kecenderungan dalam proses mengklasifikasikan orang-orang ke dalam suatu kategori yang kurang lebih sama. Pada konteks relasi sosial dengan orang lain seringkali individu mengelompokkan orang lain ke dalam stereotype tertentu seperti berdasar pada latar belakang jenis kelamin, status sosial dan etnik. Kemudian unsur ketiga dalam faktor sosial adalah organisasi perseptual. Dalam proses persepsi sosial, individu cenderung untuk memahami orang lain sebagai obyek persepsi ke dalam sistem yang bersifat logis, teratur dan runtut. Pemahaman sistematik semacam itu biasa disebut dengan organisasi perseptual. Apabila sesorang menerima informasi maka akan mencoba untuk menyesuaikan informasi itu ke dalam pola-pola yang telah ada. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persepsi Selanjutnya menurut siagian . mengemukakan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang memberi pengaruh terhadap pembentukan persepsi Faktor-faktor itu adalah : Faktor penerima . he perceive. Tidak dapat disangkal bahwa pemahaman suatu proses kognitif akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik Diantaranya adalah konsep diri, nilai, sikap, pengalaman masa lalu dan harapan-harapan yang terdapat dalam Seseorang yang memiliki konsep diri tinggi akan cenderung melihat orang lain dari sudut tinjauan yang bersifat positif dan optimistis. Orang yang memegang nilai dan sikap otoritarian tentu akan memiliki persepsi sosial yang berbeda dengan orang yang memegang nilai dan sikap Pengalaman di masa lalu sebagai bagian dasar informasi juga menetukan pembentukan persepsi Demikian pula harapanharapan sering memberi semacam kerangka dalam diri seseorang untuk melakukan penilaian orang lain. Faktor situasi . he situatio. Pengaruh faktor situasi dalam proses persepsi sosial dapat dibagi menjadi tiga yaitu seleksi, kesamaan dan organisasi. Secara alamiah sesorang akan lebih memusatkan perhatian pada obyek-obyek yang METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Berdasarkan pada pokok permasalahan yang dikaji, yaitu mengenai Persepsi Masyarakat Tentang Relokasi Pemukiman Warga Terhadap Arah Perubahan Sosial maka penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode deskriptif kualitatif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subjek dan atau objek penelitian . eseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lai. pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Hadari Nawawi, 2. Operasionalisasi Konsep Dalam menyusun dengan menggunakan indikator dan tolok ukur. Identifikasi indikator dilakukan dengan menggunakan studi Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM literatur, yang meliputi teori-teori dan Dengan menggunakan indikator dan tolok ukur yang Konsep Dampak Persepsi (Siagia. telah dihasilkan, dilakukan perbandingan terhadap situasi dan kondisi di lapangan. Berikut adalah indikator dan fokus penelitian dalam penelitian ini. Tabel 1 Operasionalisasi Konsep Penelitian Dimensi Indikator Penerimaan Konsep diri . he perceive. (Melihat orang lain dari sudut tinjauan yang bersifat positif dan optimistis, ataupun bersifat negatif dan pesimisti. Nilai dan Sikap (Orang yang memegang nilai adat istiadat dan sikap otoritarian tentu akan memiliki persepsi sosial yang berbeda dengan orang yang memegang nilai modern dan sikap libera. Pengalaman masa lalu (Membandingkan kondisi di masa lalu dan sekaran. Harapan (Harapan menjadi lebih baik, harapan itu muncul ketika rasa optimis maupun rasa pesimis dalam diri seseorang Perubahan 1. Perubahan ke arah 1. Faktor pendorong Sosial yang lebih baik. Adanya toleransi (Soekant. (Progresi. Sistem masyarakat yang terbuka Masyarakat yang heterogen Timbulnya revolusi di dalam masyarakat Berusaha menyatukan perbedaan karakter masyarakat Perubahan ke arah 2. Faktor penghambat yang lebih buruk. Masyarakat yang terasing . idak adanya interaks. (Regresi. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat persepsi yang berkembang di daerah faktor-faktor mempengaruhi persepsi tersebut. Peneliti ini melakukan observasi di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Wawancara Dalam wawancara digunakan pedoman wawancara yaitu instrumen pertanyaan yang ditujukan kepada responden yaitu masyarakat yang di relokasi di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Pengumpulan Data Primer dengan wawancara terstruktur dilakukan untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan program relokasi pemukiman Orang Terkena Dampak (OTD) Teknik dan Alat Pengumpul Data Penelitian ini menggunakan beberapa cara dalam mengumpulkan data diantaranya adalah sebagai berikut : Observasi Observasi biasa diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Nawawi, 2. Dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi sistematik faktor-faktor yang Dengan kata lain wilayah atau ruang lingkup observasi telah dibatasi secara tegas sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Data yang didapat melalui observasi langsung untuk mengetahui Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini sampling bertujuan. Dalam hal ini peneliti memilih informan yang dianggap mengetahui permasalahan dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data pengetahuan yang mendalam. Namun demikian informan yang dipilih dapat menunjukkan informan lain yang dipandang lebih tahu. Maka pilihan informan dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan dan kemantapan peneliti dalam memperoleh data (H. Sutopo 2002: . Teknik purposive sampling juga digunakan atas dasar teknik ini dipandang mampu menangkap kedalaman data dalam menghadapi realitas jamak dan tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi tetapi untuk kedalaman penelitian dalam konteks Responden dipilih berdasarkan warga yang terelokasi dan warga yang terkena dampak relokasi. Adapun untuk dilakukan juga wawancara kepada Kepala Desa. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Obyek Penelitian Sejarah Desa Desa Sukamenak merupakan daerah pedesaan yang subur, tumbuhan yang menghijau, diatas tanah yang datar dan ada juga wilayah perbukitan yang ditumbuhi pohon dan semak yang masih Desa Sukamenak terletak 8 . km ke arah utara Darmaraja, 30 km ke arah kota Sumedang. Desa Sukamenak merupakan pokok Desa yang sekarang menjadi 5 . Desa. Yaitu : Desa Sukamenak. Desa Ranggon. Desa Sukapura. Desa Neglasari. Desa Cisurat. Pemekaran terakhir yaitu Desa Cisurat pada tahun 1983 sampai sekarang Desa Sukamenak sudah berjalan 33 tahun yang mana waktu itu yang menjadi Kepala Desanya Bapak H. Sarja yang menjabat Kepala Desa Sukamenak selama 2 periode. Pada tahun 2000 dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkade. dan yang terpih menjadi Kepala Desa adalah Bapak Odih Sodikin, kepemimpinan beliau tidak tuntas dan dilaksanakan lagi Pilkades pada tahun 2004, dan terpilih sebagai kepala Desa Ibu Sukaesih Desa Sukamenak Periode 2004-2010, pada bulan Nopember 2010 dilaksanakan pemilihan Kepala Desa 2010-2016, dan yang terpilih sebagai kepala Desa di Desa Sukamenak Bapak Entjo. Letak Geografis Desa Sukamenak Wilayah Desa Sukamenak berada di sebelah Timur Ibukota Kecamatan dan Desa Sukamenak terdiri dari 2 Dusun, yaitu Dusun Munjul dan Dusun Pasirlempah, terdiri dari 3 RW dan 17 RT dengan batas wilayah sebagai berikut : Barat : Genangan Waduk Jatigede Timur : Genangan Waduk Jatigede Utara : Genangan Waduk Jatigede Selatan : Desa Neglasari. Kecamatan Darmaraja Teknik Analisis Data Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan selama proses penelitian dilaksanakan. Data diperoleh, kemudian dikumpulkan untuk Dimulai aktivitas penyajian data serta mengumpulkan Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman . alam Sugiyono, 2. , yang mengemukakan bahwa aktivitas dalam anilisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas sehingga datanya Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Sukamenak yang kini Dusunnya sudah tergenang dan kemudian di Relokasi ke Dusun Munjul Desa Sukamenak. Ibu Wasti selaku warga Dusun Pasir Lempah Desa Sukamenak yang merupakan daerah baru ataupun bisa disebut daerah Relokasi, dan Pak Joyo Suhada selaku warga Masyarakat Dusun Munjul sendiri yang masih merupakan daerah relokasi di Desa Sukamenak. Adapun wawancaranya berlangsung dan bertempat di rumahnya masing-masing di Desa Sukamenak Kecamatan Darrnaraja Kabupaten Sumedang. Menurut penjelasan Pak Samu yang merupakan Masyarakat dari Dusun Munjul yang sebelumnya pindahan dari Dusun Betok bahwa : AuyaA lingkungan sih baik-baik saja. Karena tetangganya balageur, cuman nya. masih aya nu isinan keneh. Ay Topografi Secara fisik kondisi Tofografi Desa Sukamenak merupakan desa yang berada di daerah berbukit, dengan ketinggian antara 130 Ae 280 mdpl . iatas permukaan lau. Sebagian besar wilayah Desa Sukamenak adalah bukit dengan kemiringan antara A200 - A450. Di sebelah timur dibatasi oleh Genangan Waduk Jatigede, dan disebelah selatan dengan Desa Neglasari. Kondisi tofografis yang Curah hujan rata-rata pertahun cukup tinggi mencapai A2. 242 mm dengan jumlah hari hujan efektif Antara 93-123 hari. Lama penyinaran matahari termasuk sedang yang rata-rata sekitar 62,4 %, sedangkan suhu udara rata-rata berkisar antara 22,5 -23,3 AC dan kelembaban relatif sekitar 78,9%. Kecepatan angin yang terjadi secara umum relatif sedang yakni antara 2,8 knot atau sekitar 5,18 km/jam, dengan kecepatan tertinggi terjadi Bulan Desember yakni rata-rata 3,6 knot atau setara 6,66 km/jam. Kecepatan terendah terjadi pada Bulan Mei yakni rata-rata 2,4 knot atau 4,44 km/jam. Senada dengan Pak Samu. Ibu Wasti pun selaku Masyarakat dari Dusun Pasir Lempah juga memberikan komentar yang baik dan lebih menerima terhadap kondisi lingkungannya yang baru, berikut pernyataan beliau: Aulingkungan mah saeA cuman tatanggana teu acan loma sadayana sareng tatangga baru teh. Nya duka isin, atanapi aya kasibukan nu sanes. ingkungan mah bagus, hanya berbaur semuanya dengan tetangga Ya mungkin masih malu atau kemungkinan ada kesibukan yang Au Hasil Penelitian Dampak Sosial dari Persepsi Masyarakat Berdasarkan secara deskriptif . di tempat Relokasi di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, untuk mencari Persepsi Masyarakat Tentang Relokasi Pemukiman Warga yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede Terhadap Arah Perubahan Sosial Masyarakat Desa perlu mengacu pada indikator dan tolok ukur. Dalam rangka untuk mencari Persepsi Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede tersebut. Konsep Diri Mengenai konsep diri dalam Masyarakat Desa yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak yang kemudian harus di Dalam hal ini, maka peneliti pun melakukan wawancara dengan Pak Samu selaku warga Dusun Betok Desa Bapak Joyo Suhada selaku masyarakat dari Dusun Munjul yang menerima baik kehadiran tetangga baru di daerahnya dan menerima kondisi daerahnya sekarang di daerah relokasi di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Pak Joyo mengatakan bahwa : Auya segini mah lumayan lah sama-sama Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM disieuhkeun ku cai hehee. a segini mah lumayan lah soal sama-sama merasakan gimana rasanya harus Bendungan Jatiged. Ay menjelaskan bahwa, dia sepenuhnya mendukung program pemerintah, akan tetapi pemerintah harus punya persiapan yang matang dalam semua hal yaitu dari segi infrastruktur dan fasilitas pengganti. Selain itu, masyarakat juga memerlukan pelatihan pengembangan skill yang memang mengharuskan masyarakat korban dari pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak harus beralih dari masyarakat petani, manjadi masyarakat industri. Berikut kutipan wawancara dengan Pak Samu, dan beliau mengatakan bahwa: Aukalo ka pamarentah mah setuju, ngan kudu di didik dalam hal buat penghidupan kedepannya. Dan soal fasilitas, rakyat mah menta di utamakan jalan, soalna jauh ka jalan raya. Dan soal gang minta . alaubuat pemerintah mah setuju, hanya rakyat harus di berikan pendidikan serta pelatihan buat penghidupan kedepannya. Soal fasilitas, rakyat minta jalan harus di utamakan, soalnya akses menuju jalan raya jauh. Dan gang minta Ay Dilihat dari hasil wawancara dengan Warga Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa Konsep diri dari Warga Masyarakat Desa Sukamenak dalam menilai lingkungan baru dengan hadirnya tetangga baru sangat beragam. Tetapi menilik dari berbagai komentar masyarakat Desa Sukamenak selaku Masyarakat OTD . rang yang terkena dampa. , maka dapat diambil garis besar dari komentarnya bahwa mereka menilai baik terhadap lingkungannya, walaupun dihadapkan pada pilihan yang sulit karena harus pindah dari tempat tinggalnya yang lama, tetapi mereka memiliki respon yang baik terhadap suasana baru yang mereka tempati Adapun kendala yang dihadapi oleh warga yang tinggal di daerah relokasi yaitu dalam hal membangun komunikasi dan membangun chemistry, masih butuh waktu bagi warga yang tinggal di daerah relokasi untuk beradaptasi agar aktivitas sosialnya khususnya dalam komunikasi sosial bisa terjalin dengan baik. Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede sangat pengembangan skill untuk memberikan keterampilan agar bisa bersaing di sektor industri dan pariwisata. pelatihan pembuatan kerajinan tangan sebagai buah tangan/cendra mata bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Waduk Jatigede. Masyarakat juga meminta agar fasilitas di utamakan seperti jalan atau sarana angkutan dan jangkauan rute angkutan di tingkatkan agar akses untuk menjalankan roda perekonomian di daerah relokasi bisa berjalan dengan baik. Selain Pak Samu yang peneliti ajukan pertanyaan, kemudian ada Ibu Wasti yang peneliti ajukan pertanyaan yang sama. menanggapi perihal pertayaan tersebut kemudian beliau berpendapat Nilai dan Sikap Nilai dan sikap adalah nilai yang tertanam pada diri masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, serta sikap yang di tunjukan pembangunan Waduk Jatigede dalam menyikapi kondisi saat ini dan menyebabkan mereka harus tinggal di daerah relokasi. Menurut Pak Samu selaku warga masyarakat dari Dusun Munjul yang Dusun Betok Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM AuNya setuju wae sih da ayena mah tos kajadian. Ari rakyat mah ngiringan wae, tapiA kudu sing bener-bener nyaah ka rakyat teh. a setuju, kan sekarang mh sudah Kalo rakyat sih mengikuti, tapi haru benar-benar sayang sama Ay penolakan serta respon lainnya yang Wajar jika warga menuntut agar pembangunan Waduk Jatigede di perhatikan dan meminta perbaikan kondisi daerah relokasi mereka, seperti perbaikan akses jalan dan kemudahan sarana akses transportasi. Memang sudah selayaknya Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede menuntut hak pengganti yang sepadan atau bahkan lebih dari yang sebelumnya mereka dapatkan. Pengalaman Masa Lalu Dusun Betok merupakan daerah strategis dan merupakan pusat dari Ibukota Desa Sukamenak. Dusun Betok merupakan kawasan persawahan yang sangat subur, suasana yang sejuk dan hamparan persawahan yang luas di Dusun Betok Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang ini, di belah oleh jalan Provinsi yang menghubungkan antara bandung menuju Garut dan Tasik, ataupun dari arah sebaliknya. Maka wajar jika masyarakat yang sebelumnya tinggal di Dusun Betok Desa Sukamenak, merasa belum terbiasa dengan kondisi di daerah relokasi di Dusun Munjul Dan Pasir Lempah yang jauh dari keramaian seperti jalan raya. Kondisi tanah di daerah relokasi di Dusun Munjul dan Pasir lempah yang Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang ini, memang tidak sesubur di Dusun Betok dengan hamparan sawahnya yang luas dan pepohonan yang rindang. Dusun Munjul dan Dusun Pasir lempah merupakan daerah perbukitan, yang sekarang hampir padat dengan pemukiman penduduk. Tidak ada sawah ataupun lahan yang bisa di olah, kemudian posisi dari Dusun Munjul bersentuhan dengan bibir air genangan waduk jatigede yang menyebabkan suhu di tempat relokasi semakin gersang. Kemudian, menanyakan lebih dalam lagi ke Pak Kusnadi mengenai dampak apa yang Ibu Wasti menerima dengan baik dan menyatakan setuju dengan proyek pembangunan waduk jatigede, tetapi beliau hanya meminta agar Pemerintah lebih peduli akan nasib korban-korban dari Pembangunan Waduk Jatigede ini. Senada dengan pendapat Pak Samu dan Ibu Wasti, mengenai bagaimanakah pendapat Warga yang tergenang Waduk Jatigede, tentang relokasi yang menyebabkan mereka harus pindah dari tempat yang selama puluhan tahun mereka tempati demi terwujudnya pembangunan Waduk Jatigede ini. Maka. Pak Joyo mengatakan pendapatnya AuNya kedah dikumahakeun deui atuh, ayeuna mah nampi weA di tolak sakumaha di tolak ge angger wae gening. Cuman nya mentana kudu diperbaiki deui aksesna. a harus gimana lagi, sekarang menerima saja, meski penolakan bagaimanapun tetep saja terjadi. Hanya minta diperbaiki lagi Ay Berdasarkan dari hasil wawancara dengan Warga Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam segi nilai dan sikap, responnya cukup baik, akan tetapi walaupun seseorang itu memegang nilai adat istiadat dan sikap otoritarian yang cukup kuat, mereka tidak bisa menghalangi niat pemerintah untuk merampungkan program pembangunan Waduk Jatigede ini. Faktanya program pembangunan Waduk Jatigede tetap dilaksanakan dan tetap dijalankan Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM terjadi yang dirasakan warga yang terelokasi di Desa Sukamenak tentang pendapatan atau penghidupan warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak. Berikut kutipan wawancaranya: Audulu mah, tiasa ngebon, masih enya ge misalna teu aya nu miwarang ka sawah masih aya puluk-pulukkeun. Ay hal yang lebih baik, maka kondisi sekarang menjadi tidak lebih baik bila Banyak hal yang dirasakan oleh warga Dusun Betok yang harus pindah ke Dusun Munjul, penyebabnya kondisi tanah dan lingkungannya yang tidak sesubur di Dusun Betok. Berdasarkan hasil wawancara dengan Warga Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Maka peneliti pun dapat menarik kesimpulan bahwa Dusun Betok Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang menilai, kondisi terdahulu lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi yang sekarang. Mereka punya beragam pertimbangan dengan pernyataan mereka tersebut. Diantaranya, mengenai kondisi tempat tinggal yang lebih layak, lingkungan yang bisa di manfaatkan, kemudian fasilitas umum yang memadai, akses jalan yang bisa dan mudah di jangkau, terbukanya lapangan pekerjaan dari sawah dan ladang, serta kondisi sosial ekonomi yang lebih baik dan lebih ke arah makmur serta sejahtera. Menurut Bapak Kusnadi bahwa kondisi di daerah sebelumnya di Dusun Betok jauh lebih layak dan lebih bagus dari segi kondisi rumah ataupun jangkauan akses menuju jalan raya. Selain Pak Kusnadi menambahkan, lingkungan di tempat sebelumnya masih banyak yang bisa di manfaatkan sebagai sumber penghidupan dan pendapatan dari lahan persawahan dan perkebunan. Selain Bapak Kusnadi, ada Ibu Haryati yang masih merupakan pindahan dari Dusun Betok yang ditanya perihal pertanyaan tersebut, dan jawaban beliau AuJauh mela melu atuh sareng nu kapungkur mah, lingkungan ge subur kapungkur mah, ayeuna mh jaba tebih kamamana, jalan ka jalan raya teh jauh, ongkos ararawis, jaba ayena mah seueur nu nganggur. Sok geura tinggal ku ujang ayeuna mh paling marulungan rongsok di sisi cai teu lalaki teu awewe. angat jauh bila dibandingkan dengan yang dulu mah, lingkungan yang subur, sekarang mah jauh kemana-mana, ke jalan raya jauh, ongkos angkutan mahal. Coba liat dipinggiran air bendungan paling sekarang mah jadi laki-laki perempuan sama. Ay Harapan Harapan adalah bentuk dasar dari diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang, dan biasanya harapan itu adalah harapan menjadi lebih baik, kemudian harapan itu muncul ketika rasa optimis maupun rasa pesimis dalam diri seseorang timbul. Untuk mengetahui sejauh mana harapan dari warga masyarakat yang terdampak yang ada di daerah relokasi di Desa Sukamenak maka peneliti pun mengajukan pertanyaan sebagai berikut, pertanyaan yang akan peneliti ajukan mengenai tanggapan mereka dalam menjalani hidup kedepannya, serta apa harapan mereka kedepannya jika melihat kondisi yang sekarang mereka jalani ditempat baru. Kondisi perubahan yang terjadi menjadi dampak yang harus dirasakan oleh warga yang tergenang pembangunan Waduk Jatigede. Jika sebelumnya masyarakat dari dusun betok merasakan Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Masyarakat yang terkena dampak Waduk Jatigede sebelumnya sangat bergantung pada lahan pekerjaan sawah dan ladang yang kini tergenangi air bendungan, maka secara otomatis mereka pun kehilangan sumber mata pencaharian dan sumber Salah satu jalan keluar yang dimaksud adalah penyediaan lapangan pekerjaan baru ataupun program pemberdayaan seperti budi daya oleh-oleh, pembuatan kerajinan pernak pernik yang menjadi ciri khas dari Waduk Jatigede atau ciri khas dari daerah Sumedang Sedangkan menurut Ibu Wasti yang masih merupakan masyarakat yang tinggal di daerah relokasi di Dusun Munjul, perihal pertanyaan yang sama yang peneliti ajukan kepada Bapak Kusnadi. Ibu Wasti pun menerangkan pendapatnya bahwa : AuNya kangge kapayunna kahoyong mah di sadiakeun lapangan pekerjaan Soalnya sekarang banyak yang putus sekolah, ongkos ararawis, putra abdi ge teu di teraskeun sakolana. a buat kedepannya supaya bisa di sediakan lapangan pekerjaan buat menambah Soalnya ongkosnya mahal, anak saya juga tidak di lanjutka. Ay sebelumnya mereka bergantung pada hasil pertanian yaitu dari tanah dan dihadapkan pada posisi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif dan semakin terbuka dengan hadirnya sektor pariwisata di daerahnya. Perubahan Sosial Masyarakat Desa Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses berubahnya struktur serta tatanan, didalam masyarakat yang meliputi pola pikir, sikap, serta kehidupan sosialnya. Pergeseran dimaksud bisa perubahan ke arah yang lebih baik yang berarti sebuah kemajuan, ataupun perubahan ke arah yang lebih buruk yang berarti sebuah kemunduran. Adapun untuk mencari perubahan sosial masyarakat desa perlu mengacu pada indikator dan tolok ukur. Berikut indikator dan tolok ukur meliputisebagai berikut: Faktor pendorong Faktor penghambat Dari beberapa indikator dan tolak wawancaranya sebagai berikut. Faktor Pendorong Kriteria yang termasuk sebagai faktor pendorong dalam suatu perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat desa yang ada di daerah relokasi misalnya adanya toleransi, sistem masyarakat yang semakin terbuka, masyarakat yang heterogen, timbulnya revolusi di dalam masyarakat, serta berusaha menyatukan Kondisi yang terjadi di daerah relokasi merupakan kondisi dimana semua orang akan dihadapkan pada suatu hal-hal yang baru. Lingkungan baru, suasana baru, tetangga baru dan adat istiadat kebiasaan baru merupakan fenomena yang siap tidak siap haru dihadapi dan dijalani oleh masyarakat yang terkena dampak pembangunan Dari hasil wawancara tersebut ternyata dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya kondisi Warga Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang tidak lebih baik dari kondisi Mereka sangat berharap adanya sumber mata pencaharian agar bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan lebih baik terutama dalam hal Mereka seperti terlihat menyongsong hari kedepannya dengan situasi yang mengarah ke pergeseran kultur masyarakatnya, yang dimana Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Waduk Jatigede di daerah relokasi Desa Sukamenak. Warga yang ada di daerah relokasi di Desa Sukamenak, tepatnya di Dusun Munjul dan di Dusun Pasir Lempah tidak hanya berasal dari Dusun Betok saja, melainkan ada yang berasal dari Daerah/Desa lain misalkan pindahan dari Desa Leuwi Hideung. Desa Cibungur. Desa Padajaya, dan masih banyak lagi dari daerah yang tergenang lainnya. Selain komposisi lapisan masyarakat yang berbeda-beda yang ada di tempat relokasi, keterbatasan akses misalkan ketersediaan air bersih yang belum melimpah, kemudian kondisi jalan untuk menuju daerah relokasi yang belum Untuk mencari faktor pendorong dalam perubahan sosial masyarakat di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Pada tanggal 15 juli 2016 peneliti mengajukan pertanyaan tentang bagaimanakah cara warga yang tinggal di daerah relokasi dalam berbagi setiap fasilitas untuk upaya agar memenuhi semua kebutuhan ditempat Maka menurut Ibu Yamah selaku warga yang tinggal di tempat Ausaling menghargai saja dan alhamdulillah, semuanya kompak. Misalkeun dalam hal ngabangun gang ti payun kangge ka bumi, kan basa eta mah masih tanah ieu teh, teu acan kieu ditembok. isalkan dalam pembangunan jalan gang didepan sampai ke depan rumah, dulu masih tanah, tidak seperti sekarang yang sudah di tembo. Ay tentang pertanyaan tadi. Ibu Awat Ausilih bantosan wae, silih berbagi. Dan wargana ge sangat kompak Ngadameul saluran cai, ngadamel . aling membantu, saling berbagi, dan warganya sangat kompak dalam hal kegotong Membuat saluran air, membuat jalan gan. Ay Saling membantu dan saling berbagi merupakan salah satu cara bagi warga masyarakat di daerah relokasi untuk mempererat hubungan dalam Dengan begitu, sisi positif dalam pandangan masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede sangat dominan terhadap kehidupan bertetangga di daerah relokasi. Setelah mendengar pendapat dari Ibu Yamah dan Ibu Awat, kemudian ada Ibu Haryati dari Dusun Pasir Lempah yang menjawab pertanyaan tersebut. Beliau mengatakan bahwa : AuNyaA kumaha atuh, da kudu saling ngabagi komo sami-sami sariungan mah kedah sauyunan, komo da keur saha deui, pan keur alurang-urang keneh. Da batur mah moal ngaraoskeun. a gimana atuh, harus saling berbagi apalagi sama-sama sekumpulan harus saling membantu dan kompak, buat siapa lagi, kan buat kita-kita jug. Ay Dalam kondisi seperti ini yang di rasakan oleh masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak. Mereka beradaptasi dengan tempat baru yang belum tentu sesuai dengan apa yang diharapkan, berbaur dengan tetangga baru dengan orang yang berbeda, kekompakan adalah salah satu cara agar mereka punya kekuatan untuk bangkit kembali dan membangun kehidupan serta daerah baru Seperti apa yang dikatakan oleh Ibu Haryati, beliau berpesan agar saling membantu dan berbagi, kompak dan tetap akur, karena semua hasilnya untuk warga Ibu Yamah menilai bahwa warga di tempat relokasi sangat kompak. Hal itu bisa di lihat ketika dalam pembangunan fasilitas dan sarana prasarana di daerah mereka, warga secara bahu membahu gotong royong untuk membangun jalan gang. Kemudian senada dengan Ibu Yamah, maka Ibu Awat pun mengemukakan pendapatnya Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM masyarakat Desa Sukamenak yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Selain itu, berkaitan dengan faktor pendorong dalam perubahan sosial, untuk melengkapi penjelasan yang peneliti perlukan, maka peneliti juga mengajukan pertanyaan lain, pertanyaan ini di ajukan kepada warga Dusun Munjul dalam menerima masyarakat pendatang dari daerah lain. Peneliti menanyakan tentang bagaimana sikap yang ditunjukan warga dusun munjul dalam upaya menerima kehadiran warga baru di daerahnya. Maka peneliti pun mewancarai Ibu Karwati dan Bapak Asep yang merupakan Warga Masyarakat dari Dusun Munjul. Menanggapi pertanyaan yang peneliti ajukan, menurut penjelasan Ibu Karwati kemudian dibenarkan oleh Bapak Asep yaitu: AuYa responnya menerima saja. Terbuka, hak apa kami bersikap tidak baik? . ambil tersenyu. Sareng tatangga kedah rarukun. ama tetangga harus ruku. Ay Dilihat dari hasil wawancara dengan Ibu Yamah. Ibu Awat dan Ibu Haryati sampai dengan Pak Asep dan Ibu Karwati yang tinggal di Dusun yang berbeda dapat ditarik kesimpulan bahwa, warga Dusun Pasir Lempah dan warga Dusun Munjul sangat kompak, mereka kompak dalam hal gotong royong, bahu membahu dalam upaya untuk memenuhi ataupun membangun kembali daerah Kemudian mereka sangat terbuka serta tidak mempermasalahkan dengan hadirnya atau datangnya tetangga baru, baik itu perpindahan dalam satu Desa ataupun warga masyarakat yang berasal dari luar daerah Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Pada intinya, masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede yang tinggal di daerah relokasi di Desa Sukamenak memiliki sikap toleransi yang Selain masyarakatnya yang heterogen atau berbeda-beda, warga Desa Sukamenak juga sangat terbuka terhadap masyarakat lain yang bukan berasal dari bagian daerah Desa Sukamenak. Ibu Karwati berpendapat bahwa beliau tidak punya hak untuk tidak bersikap baik kepada warga pendatang. Beliau juga berpesan agar tetap rukun sesama masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede, agar bisa membangun kembali daerahnya. Kemudian Pak Asep Aunu mahA ngamunclutkeun, ngamumule ieu . ang penting harus pada baik, harus saling dorong, harus saling bantu, menjaga dan membangkitan lagi ini daera. Ay Faktor Penghambat Pertanyaan yang diajukan yaitu, bagaimana penilaian warga relokasi di Desa Sukamenak tentang jarak yang harus ditempuh dari tempat tinggal mereka ke pusat perkotaan, pasar, pusat pemerintahan, maupun pusat pendidikan. Pertanyaan itu peneliti ajukan ke warga Dusun Munjul yang merupakan titik tempat terujung atau terjauh daripada wilayah Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Peneliti melakukan wawancara dengan Ibu Karwati dan Bapak Asep. Menurut pendapat Ibu Karwati yang peneliti wawancarai pada tanggal 15 Juli 2016 menyatakan bahwa : AuTebih pisan, ngarasa seungah. Jaba ongkos teh ararawis ujang. Kanu ojeg ge ka jalan raya teh teu cukup ku lima rebu. Kapungkur mah pan mapah ge tiasa da caket. auh pisan, merasa malas. Biaya ongkos yang mahal. Pakai ojeg Seperti yang disampaikan oleh Bapak Asep, bahwa masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede di desa sukamenak harus tetap kompak, saling menjaga lingkungan dan saling bahu membahu dalam membangun dan memajukan daerahnya. Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM juga ke jalan raya tidak cukup dengan uang lima ribu. Dulu mah hanya berjalan kaki juga bisa dan jaraknya deka. Ay(Wawancara Ibu Karwati, 15 Juli 2. prihatin karena pembangunan Bendungan Jatigede masyarakat yang terdampak, terutama dampak yang terjadi pada sosial Ibu Karwati merasa keberatan dengan kondisi yang sekarang. Selain jarak tempuh yang menjadi jauh, biaya transportasi pun menjadi semakin mahal. Hal itulah yang menjadi salah satu permasalahan yang di alami oleh pembangunan Waduk Jatigede yang tinggal di daerah relokasi di Dusun Munjul Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Warga di daerah relokasi di Dusun Munjul Desa Sukamenak umumnya mengeluhkan tentang jarak tempuh yang harus mereka lalui setiap harinya untuk menuju tempat-tempat yang menjadi pusat tujuan mereka. Selain itu, biaya transportasi yang menjadi mahal juga banyak dikeluhkan oleh mereka, seperti yang telah diungkapkan oleh Ibu Karwati dan Bapak Asep. Setelah mendengar penjelasan dari Ibu Karwati dan Bapak Asep yang tinggal di Dusun Munjul Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Dapat disimpulkan bahwa mereka sebagai masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede yang berada di daerah relokasi Dusun Munjul yang sebelumnya tinggal didaerah yang mudah di jangkau ke daerah-daerah perkotaan, pasar, pusat pemerintahan maupun pusat pendidikan merasakan hal yang berbeda setelah mereka pindah ke tempat yang sekarang mereka tinggali, mereka umumnya mengeluhkan masih minimnya akses untuk menjangkau jalan raya, akses sarana umum, pusat keramaian, perkotaan pemerintaha, pasar, dan pusat pendidikan. Masyarakat yang tinggal di daerah genangan di Desa Sukamenak dan DesaDesa lainnya merasakan dampak dari perubahan yang terjadi pada kondisi daerah mereka, banyak yang merasa Pembahasan Persepsi Masyarakat Konsep Diri Konsep diri Masyarakat Desa yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang sangat beragam. Tetapi menilik dari berbagai komentar yang dikemukakan oleh warga masyarakat Desa Sukamenak selaku Masyarakat OTD . rang yang terkena dampa. , maka dapat diambil garis besar dari komentarnya bahwa mereka cukup menilai baik terhadap lingkungannya, walaupun dihadapkan pada pilihan yang sulit karena harus pindah dari tempat tinggalnya yang lama, tetapi mereka memiliki respon yang baik terhadap suasana baru yang mereka tempati sekarang. Adapun kendala yang dihadapi oleh warga yang tinggal di daerah relokasi di Desa Sukamenak chemistry, masih perlu waktu bagi warga yang tinggal di daerah relokasi untuk beradaptasi agar aktivitas komunikasi sosial bisa terjalin dengan Nilai dan Sikap Dalam segi nilai dan sikap yang ditunjukan Masyarakat Desa yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Responnya cukup baik, akan tetapi walaupun seseorang itu memegang nilai adat istiadat dan sikap otoritarian yang cukup kuat, mereka Pemerintah untuk merampungkan Waduk Jatigede ini. Faktanya program pembangunan Waduk Jatigede tetap Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM dilaksanakan dan tetap dijalankan meskipun telah banyak berbagai penolakan serta respon lainnya yang Wajar jika warga menuntut agar masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede di perhatikan dan meminta perbaikan kondisi daerah relokasi mereka, seperti perbaikan akses jalan dan kemudahan sarana akses transportasi. Memang Masyarakat yang terkena dampak Waduk Jatigede menuntut hak pengganti yang sepadan atau bahkan lebih dari yang sebelumnya mereka dapatkan. Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang tidak lebih baik dari kondisi sebelumnya. Mereka sangat berharap adanya sumber mata pencaharian agar bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan lebih Mereka seperti terlihat gagap dan kebingungan dalam menyongsong hari kedepannya dengan situasi yang mengarah ke pergeseran kultur masyarakatnya, yang dimana sebelumnya mereka bergantung pada hasil pertanian yaitu dari tanah dan ladang, sekarang mereka harus dihadapkan pada posisi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif dan semakin terbuka dengan hadirnya sektor pariwisata di daerahnya. Pengalaman Masa Lalu Pengalaman masa lalu yang terjadi pada masyarakat yang terkena Waduk Jatigede di Desa Sukamenak masih sulit terlupakan dan belum bisa tergantikan dengan kondisi mereka yang sekarang. Masyarakat Dusun Betok Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang menilai, kondisi terdahulu lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi yang sekarang. Warga punya beragam pertimbangan dengan pernyataan Diantaranya, mengenai kondisi tempat tinggal yang lebih layak, lingkungan yang bisa di manfaatkan, kemudian fasilitas umum yang memadai, akses jalan yang bisa dan mudah di jangkau, terbukanya lapangan pekerjaan dari sawah dan ladang, serta kondisi sosial ekonomi yang lebih baik dan lebih ke arah makmur serta sejahtera. Harapan Ketika Masyarkat yang terkena dampak Pembanguna Waduk Jatigede di Desa Sukamenak tidak sesuai dengan apa yang mereka bayangkan, pada akhirnya mereka hanya bisa berharap dengan adanya perbaikan dari kondisi yang sekarang. Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede Desa Sukamenak Perubahan Sosial Masyarakat Desa Faktor Pendorong Faktor pendorong tentang yangterkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Faktor pendorong tersebut yaitu tentang adanya toleransi, sistem masyarakat yang terbuka, masyarakat yang heterogen, timbulnya revolusi di dalam masyarakat, serta berusaha Masyarakat yang terkena Waduk Jatigede yang ada di daerah relokasi sangat kompak dalam hal gotong Mereka kompak dalam hal gotong royong, bahu membahu dalam upaya untuk memenuhi ataupun membangun kembali daerah mereka. Kemudian mereka sangat terbuka serta tidak mempermasalahkan dengan hadirnya atau datangnya tetangga baru, baik itu perpindahan dalam satu Desa ataupun warga masyarakat yang berasal dari luar daerah Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Pada intinya, masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede yang tinggal di daerah Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM relokasi di Desa Sukamenak memiliki sikap toleransi yang tinggi. Selain masyarakatnya yang heterogen atau berbeda-beda, warga Desa Sukamenak masyarakat lain yang bukan berasal dari bagian daerah Desa Sukamenak. PENUTUP Kesimpulan Dampak Persepsi Masyarakat Persepsi Masyarakat yang terkena dampak Pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang dari segi konsep diri serta nilai dan sikap cukup baik. Mereka menilai baik terhadap lingkungannya dan sangat menerima dengan kondisi sekarang yang mengharuskan mereka terelokasi ke tempat baru. Akan tetapi jika dibandingkan dengan kondisi daerah pemukiman yang sebelumnya, kondisi yang sekarang tidak lebih baik dari kondisi yang sebelumnya. Masyarakat menilai kondisi terdahulu lebih baik bila dibandingkan dengan kondisi yang sekarang, karenai kondisi tempat tinggal sebelumnya lebih layak dan nyaman, kondisi lingkungan seperti sawah dan ladang yang lebih bisa di manfaatkan, kemudian kondisi sosial ekonomi yang lebih baik dan lebih ke arah makmur serta Masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang sangat berharap adanya sumber mata pencaharian agar bisa mendapatkan penghidupan yang layak dan Karena masyarakat yang sebelumnya bergantung pada hasil pertanian yaitu dari tanah dan ladang kini tidak bisa lagi mengelolanya akibat terendam oleh Bendungan Jatigede, sekarang mereka harus dihadapkan pada posisi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif dan semakin terbuka dengan hadirnya sektor pariwisata di daerahnya. Faktor Penghambat Faktor penghambat tentang perubahan sosial masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang. Faktor tersebut yaitu. Masyarakat yang terasing . idak adanya interaks. , dan Perkembangan ilmu pengetahuan yang Masyarakat Waduk Jatigede yang berada di daerah Dusun Munjul sebelumnya tinggal didaerah yang mudah di jangkau ke daerah-daerah perkotaan, pasar, pusat pemerintahan maupun pusat pendidikan merasakan hal yang berbeda setelah mereka pindah ke tempat yang sekarang mereka tinggali, mereka umumnya mengeluhkan masih minimnya akses untuk menjangkau jalan raya, akses sarana umum, pusat keramaian, perkotaan pemerintaha, pasar, dan pusat pendidikan. Masyarakat yang tinggal di daerah genangan di Desa Sukamenak dan Desa-Desa lainnya merasakan dampak dari perubahan yang terjadi pada kondisi daerah mereka, banyak pembangunan Bendungan Jatigede ini malah menyulitkan masyarakat yang terdampak, terutama dampak yang terjadi pada sosial ekonominya. Faktor-faktor yang mempengaruhi Persepsi Masyarakat Berdasarkan dengan masyarakat Desa Sukamenak. Kecamatan Darmaraja. Kabupaten Sumedang. Bahwa. Masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede lebih dominan mengalami perubahan sosial ke arah yang tidak begitu baik dari kehidupan sosial ekonominya. Vol. XII No. 01 Tahun 2018 SOSFILKOM Faktor persepsi masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede yang ada di daerah relokasi yaitu kondisi mereka yang sebelumnya tinggal didaerah yang mudah di jangkau ke daerah-daerah perkotaan, pasar, pusat pemerintahan maupun pusat pendidikan kini merasakan hal yang berbeda setelah mereka pindah ke tempat yang sekarang mereka tinggali, mereka umumnya mengeluhkan masih minimnya akses untuk menjangkau jalan raya, akses sarana umum, pusat keramaian, perkotaan pemerintaha, pasar, dan pusat pendidikan. Edi Suharto. Kebijakan Sosial Sebagai Kebijakan Publik. Oleh: . Penerbit: Alfabeta. Harga: Ginandjar Kartasasmita. Pembangunan untuk Rakyat : Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. Jakarta : PT. Pustaka Cidesindo. Sutopo. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta : UNS Press Hadari Nawawi. Penelitian Terapan. Yogyakarta:Gajah Mada University. Jacobus Ranjabar. Perubahan Sosial Ae TeoriTeori Dan Proses Perubahan Sosial Serta Teori Pembangunan. Bandung : Alfabeta Saran Berdasarkan hasil kesimpulan dan analisis data maka peneliti memberi masukan saran kepada Pemerintah dan Masyarakat sebagai berikut: Saran untuk Pemerintah atau penguasa pengambil kebijakan dalam hal ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah selaku pelaksana agar berlaku seadiladilnya. Pemerintah sudah seharusnya bisa memenuhi apa yang menjadi hak Masyarakat yang terdampak pembangunan Waduk Jatigede ini khususnya masyarakat Desa Sukamenak, umumnya masyarakat Kabupaten Sumedang yang merupakan daerah genangan sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah agar bisa terciptanya pembangunan yang dapat mensejahterakan Warga Negaranya. Saran untuk masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede di Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja Kabupaten Sumedang, tetap semangat dalam membangun kembali daerahnya. Selain itu, untuk nanti dan kedepannya agar warga masyarakat di daerah relokasi bisa memelihara dan menjaga lingkungan barunya, tetap kompak dan saling bahu membahu dalam menjalani aktivitas demi pembangunan dan kemajuan daerahnya. Moeis. , 2009. Pembangunan Masyarakat Indonesia Menurut Pendekatan Teori. Modernisasi dan Teori Dependensi. Diskusi Jurusan Pendidikan Sejarah,. Bandung: FPIPS UPI Bandung Opan S. Suwartapradja. Sumber Daya Aquatic dan Penyerapan Tenaga Kerja. (Studi Kasus Pada Perikanan AuKJAAy di Perairan Waduk Cirata Jawa Bara. Volume 1 No. 2 Agustus 2012 Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Peneliti PPSDAL dan PPKSDM-. LPPM Universitas Padjajaran. Riadi. Muchlisin. Definisi. Fungsi dan Bentuk Keluarga. Soekanto. Soerjono. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: P. Raja. Grafindo Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta Internet: http://m. http://m. http://sumedangonline. Sumedang Ekspres, 2015 DAFTAR PUSTAKA