Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Analisis Watak Dan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Novel Ravendra Pernikahan Rahasia Siswa SMA Karya Winsari 1, 2, 3 Vevi Agustin1*. Kasmantoni2. Dina Putri Juni Astuti3 Program Studi Tadris Bahasa Indonesia. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu *Email: pepiagustin707@gmail. Received 07/08/2025 . Revised 10/08/2025 . Accepted 11/08/2025 . Published 12/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis watak tokoh dan nilai pendidikan karakter dalam novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya sastra sebagai cerminan realitas sosial sekaligus media edukatif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi, dengan objek berupa kutipan narasi dan dialog yang relevan. Analisis karakter mengacu pada teori M. Abrams, sedangkan nilai pendidikan karakter merujuk pada teori Thomas Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarang berhasil membangun karakter tokoh secara konsisten, meliputi tokoh dinamis (Ravendra. Kiar. , statis (Mama Elis. Syelin. Ke. , dan antagonis (Alena. Keisy. Novel ini juga memuat tiga dimensi pendidikan karakter Lickona, yaitu pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral, yang tercermin dalam perilaku tokoh seperti empati, tanggung jawab, dan integritas. Berdasarkan temuan tersebut, novel Ravendra layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar literasi sastra di sekolah untuk menanamkan nilai karakter kepada siswa. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya kajian lanjutan terhadap karya sastra remaja Indonesia lainnya guna memperkaya sumber pembelajaran karakter yang kontekstual. Keywords: Watak karakter, nilai pendidikan karakter, novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA. Abrams. Thomas Lickona. Abstract This study aims to analyze the character traits and character education values in the novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA by Winsari. The background of the study is based on the importance of literature as a reflection of social reality as well as an educational medium. The study uses a qualitative descriptive approach with a content analysis method, with objects in the form of relevant narrative excerpts and dialogues. Character analysis refers to M. Abrams' theory, while character education values refer to Thomas Lickona's theory. The results show that the author has succeeded in building character consistently, including dynamic characters (Ravendra. Kiar. , static characters (Mama Elis. Syelin. Ke. , and antagonists (Alena. Keisy. This novel also contains three dimensions of Lickona's character education, namely moral knowledge, moral feelings, and moral actions, which are reflected in the character's behavior such as empathy, responsibility, and integrity. Based on these findings, the novel Ravendra is suitable for use as a literary literacy teaching material in schools to instill character values in students. The recommendation of this study is the need for further studies on other Indonesian youth literature to enrich contextual character learning resources. Keywords: Character traits, character education values, novel Ravendra: The Secret Marriage of High School Students. Abrams. Thomas Lickona. PENDAHULUAN Sastra merupakan bagian integral dari kebudayaan yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga berperan sebagai medium pembelajaran moral dan sosial. Dalam konteks pendidikan, karya sastra diposisikan sebagai wahana yang efektif untuk menanamkan nilainilai etika dan karakter, terutama di kalangan generasi muda. Salah satu bentuk karya sastra yang sangat digemari oleh remaja adalah novel. Novel menawarkan pengalaman imajinatif dan reflektif mengenai kehidupan manusia melalui tokoh, konflik, dan alur cerita yang Karya ini tidak hanya menjadi konsumsi literasi semata, melainkan juga This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 141 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ mencerminkan realitas sosial serta problematika yang relevan dengan perkembangan psikologis dan moral pembacanya (Mulia et al. , 2. Novel remaja dapat menjadi media efektif dalam pembelajaran karakter di sekolah. Karya sastra memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran moral generasi muda di tengah tantangan globalisasi (Ezquerro et al. , 2. Selanjutnya. Zuliani menekankan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel mampu mendorong pembaca, khususnya remaja, untuk memahami pentingnya tanggung jawab, kejujuran, dan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi informasi yang serba cepat, pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak. Perubahan nilai-nilai sosial yang terjadi akibat pengaruh budaya luar, seringkali mempengaruhi sikap dan perilaku remaja, khususnya dalam hal pengambilan keputusan, keberanian bertanggung jawab, dan etika pergaulan. Oleh sebab itu, sastra hadir sebagai alat edukatif yang dapat menyisipkan pesan moral melalui narasi dan penggambaran karakter tokoh. Novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari merupakan contoh representatif dari karya sastra remaja yang sarat dengan muatan karakter dan nilai moral, sekaligus menggambarkan dilema sosial dan psikologis yang umum dialami oleh pelajar sekolah menengah atas (Zuliani et al. , 2. Tokoh utama dalam novel ini. Ravendra, dihadapkan pada keputusan besar yang melibatkan pernikahan rahasia di usia remaja. Keputusan tersebut membawa dampak multidimensi terhadap kehidupan akademik, sosial, dan psikologisnya. Ravendra mengalami dinamika batin yang menunjukkan pergulatan antara idealisme remaja dan realitas kehidupan, yang menjadi dasar utama untuk menganalisis watak dan perkembangan karakter tokoh secara mendalam. Perkembangan watak Ravendra juga mencerminkan proses pendidikan karakter secara naratif, yang dapat dipahami melalui pendekatan teoritis M. Abrams dan Thomas Lickon. , yang menitikberatkan pada pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral (Setya Handayani & Sudiatmi, 2. Karya Winsari ini bukan hanya menarik dari segi alur dan konflik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai tanggung jawab, kejujuran, dan keberanian ditanamkan melalui tokoh-tokohnya. Penulis dengan cermat menyisipkan refleksi nilai-nilai moral tersebut dalam dialog dan tindakan para tokoh, baik protagonis maupun antagonis. Misalnya, tokoh perempuan dalam cerita digambarkan memiliki dilema antara cinta dan masa depan, sementara tokoh pendukung memperlihatkan tekanan sosial yang berlapis, menciptakan dinamika naratif yang kaya untuk dianalisis secara sosiologis dan psikologis (Astuti et al. Novel Ravendra tidak hanya menampilkan konflik internal dan eksternal tokoh, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas latar budaya dan sosial masyarakat sekolah. Hal ini menjadikan novel ini sebagai cerminan realitas sosial yang seringkali diabaikan dalam wacana pendidikan formal. Oleh karena itu, novel ini sangat relevan dijadikan objek kajian ilmiah, khususnya dalam konteks pendidikan karakter melalui sastra. Penelitian ini hadir sebagai respon terhadap kelangkaan kajian yang secara spesifik menganalisis hubungan antara watak tokoh dan pendidikan karakter dalam novel remaja Indonesia kontemporer (Wahyuni et al. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas peran sastra dalam pendidikan Misalnya. Rachmijati & Anggraeni . menekankan bahwa novel remaja dapat menjadi media pembelajaran karakter yang lebih efektif dibandingkan metode konvensional. (Coban,2. menunjukkan bahwa cerita fiksi dapat meningkatkan kesadaran moral remaja, sedangkan (Tandana et al. ,2. menggarisbawahi pentingnya integrasi novel dalam kurikulum pendidikan karakter. Mengulas konflik dalam novel sebagai refleksi tantangan This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 142 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ moral remaja. Kendati demikian, kajian terhadap novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA belum banyak dilakukan secara mendalam, terutama dalam mengaitkan secara langsung perkembangan watak tokoh dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang disisipkan penulis melalui narasi. Penelitian ini mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan pendekatan analisis konten yang sistematis, berfokus pada narasi, dialog, dan deskripsi karakter untuk mengungkapkan makna moral yang terkandung dalam cerita (Julita, 2. Analisis dalam penelitian ini tidak hanya bertujuan mendeskripsikan watak karakter dan nilai karakter, tetapi juga mencoba memahami bagaimana dinamika perubahan karakter Ravendra mencerminkan tantangan moral remaja dalam kehidupan nyata. Misalnya. Ravendra digambarkan harus memilih antara menyembunyikan pernikahan demi menjaga reputasi atau mengakui kenyataan demi kejujuran. Pilihan ini menunjukkan bahwa tindakan moral dalam sastra tidak selalu bersifat ideal, melainkan juga sarat kompromi dan risiko, yang justru memperkuat pesan moral yang realistis (Jurnal et al. , 2. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis bagaimana novel Ravendra dapat digunakan sebagai media pembelajaran karakter di kalangan remaja. Dengan menganalisis secara mendalam tokoh-tokoh dalam novel dan konflik yang mereka hadapi, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya penguatan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan formal maupun non-formal. Selain itu, penelitian ini juga mendorong pemanfaatan karya sastra lokal sebagai sarana edukatif yang kontekstual, menarik, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar Indonesia. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan bagian yang sangat penting dalam proses ilmiah karena menjelaskan secara sistematis langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam mengkaji objek Dalam penelitian ini, metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis isi . ontent analysi. Tujuan utamanya adalah untuk mendeskripsikan watak tokoh serta mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif digunakan untuk memahami fenomena secara mendalam berdasarkan konteks yang terjadi secara alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam narasi novel, khususnya yang berkaitan dengan watak tokoh utama dan pesan pendidikan karakter yang disampaikan oleh pengarang. Metode deskriptif memungkinkan peneliti untuk menguraikan secara rinci dan mendalam unsur-unsur sastra tanpa manipulasi variabel, melainkan melalui analisis naratif. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra yang dikombinasikan dengan pendekatan intrinsik karya sastra. Pendekatan sosiologi sastra menekankan pada hubungan antara karya sastra dan realitas sosial yang tercermin dalam teks, terutama menyangkut nilai-nilai yang berkembang di masyarakat. Sedangkan pendekatan intrinsik digunakan untuk menganalisis unsur-unsur pembentuk karya sastra seperti tokoh, alur, latar, tema, dan amanat yang berkontribusi dalam membangun karakter tokoh serta nilai-nilai moral yang terkandung. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 143 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari yang diterbitkan oleh Cloud Books pada tahun 2024. Novel ini dipilih karena mengangkat isu remaja yang aktual, seperti pernikahan dini, tanggung jawab sosial, serta konflik batin yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Data dalam penelitian ini berupa kutipan naratif, dialog antar tokoh, serta deskripsi situasi yang mencerminkan watak dan nilai karakter dalam cerita. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, yaitu dengan membaca, mencermati, dan menandai bagian-bagian novel yang relevan dengan fokus Peneliti membuat pencatatan . terhadap kalimat atau paragraf dalam novel yang menunjukkan karakterisasi tokoh serta nilai pendidikan karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, keberanian, dan kepedulian. Teknik ini dilakukan secara intensif dan berulang agar hasil analisis valid dan mendalam. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis isi yang dikembangkan oleh (Sabil et al. , 2. , yang terdiri atas tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pertama, data yang dikumpulkan direduksi berdasarkan kategori watak dan nilai karakter. Kedua, data disajikan dalam bentuk narasi analitis. Ketiga, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan temuan-temuan utama yang telah diinterpretasi secara teoritis. Melalui metode ini, peneliti diharapkan dapat mengungkap makna yang tersembunyi dalam teks secara sistematis, serta memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan kajian sastra yang berorientasi pada pendidikan karakter. Dengan pendekatan yang komprehensif ini, nilai-nilai yang terkandung dalam novel Ravendra dapat dijelaskan secara kontekstual dan relevan dengan perkembangan psikologis serta sosial remaja saat ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan watak dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari. Pada bab ini akan dipaparkan hasil temuan penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari analisis isi novel, serta pembahasannya sesuai teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama: . Watak tokoh dalam novel, dan . Nilainilai pendidikan karakter yang terkandung dalam novel tersebut. Watak Tokoh dalam Novel Ravendra Tokoh utama dalam novel ini adalah Ravendra, seorang siswa SMA yang mengalami konflik kehidupan cukup kompleks akibat pernikahan rahasia yang ia jalani. Dalam novel. Ravendra ditampilkan sebagai tokoh yang dinamis, di mana perkembangan wataknya sangat jelas terlihat dari awal cerita hingga akhir. Pada awal cerita. Ravendra digambarkan sebagai sosok yang keras kepala, impulsif, dan tidak berpikir panjang dalam mengambil keputusan. memutuskan untuk menikah dengan Saska secara diam-diam tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang. Namun seiring berjalannya cerita, berbagai tekanan datang bertubi-tubi, mulai dari konflik keluarga, tekanan sosial, hingga masalah akademik. Dari sinilah terjadi proses This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 144 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pendewasaan diri pada tokoh Ravendra. Ia mulai menyadari tanggung jawab yang harus ia emban sebagai seorang suami muda dan siswa yang masih mengemban pendidikan. Transformasi ini menunjukkan perubahan signifikan dalam wataknya, yang semula egois dan reaktif menjadi lebih reflektif dan bertanggung jawab. Sementara itu, tokoh Saska digambarkan sebagai sosok yang lebih stabil dan dewasa dibandingkan Ravendra. Ia memahami risiko yang mereka ambil, dan selalu mencoba menjadi penyeimbang dalam hubungan mereka. Sifat lembut dan bijaksana Saska menjadi kontras yang memperkuat karakterisasi Ravendra. Selain tokoh utama, tokoh pendukung seperti orang tua Ravendra, guru, dan sahabat juga memberikan kontribusi terhadap perkembangan karakter tokoh utama. Peran tokoh-tokoh ini membantu membentuk dinamika watak Ravendra dalam cerita. Watak Ravendra dapat diklasifikasikan sebagai tokoh protagonis yang dinamis. mengalami perkembangan watak secara bertahap dan realistis. Penokohan ini berhasil menampilkan kompleksitas remaja dalam menghadapi situasi yang tidak biasa, yakni pernikahan di usia sekolah. Hal ini sesuai dengan pendapat Abrams . yang menyatakan bahwa tokoh dinamis adalah karakter yang mengalami perubahan akibat konflik dalam cerita. Ravendra menjadi contoh nyata dari karakter remaja yang berkembang dari pribadi yang labil menjadi sosok yang lebih matang secara emosional dan moral. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Berdasarkan analisis terhadap teks novel, ditemukan berbagai nilai pendidikan karakter yang dikemas secara naratif dalam alur cerita. Nilai-nilai tersebut antara lain: Nilai Tanggung Jawab Nilai ini paling dominan ditampilkan dalam cerita. Setelah pernikahan rahasia mereka diketahui publik. Ravendra terpaksa menghadapi kenyataan bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap pilihannya. Ia mulai menata kembali hidupnya, memperbaiki hubungan dengan orang tua, dan berusaha menjadi siswa yang tetap berprestasi meskipun statusnya telah berubah menjadi suami. Hal ini menunjukkan bahwa karakter Ravendra telah berkembang dan memahami pentingnya bertanggung jawab terhadap tindakan yang telah Nilai Kejujuran Kejujuran menjadi nilai yang sangat penting dalam novel ini. Awalnya. Ravendra dan Saska memilih menyembunyikan pernikahan mereka karena takut akan reaksi orang tua dan Namun, seiring dengan tekanan yang semakin berat, keduanya akhirnya mengungkapkan kebenaran. Pengungkapan ini membawa kelegaan dan membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekolah. Pesan yang disampaikan adalah bahwa kejujuran, meskipun pahit di awal, pada akhirnya membawa kebaikan. Nilai Disiplin Disiplin tergambarkan dalam perjuangan Ravendra untuk tetap menyelesaikan pendidikan meski mengalami tekanan psikologis. Ia berusaha menjalankan perannya sebagai siswa dan suami dengan seimbang. Kehidupan rumah tangga tidak lantas membuatnya lalai terhadap tugas sekolah. Ia tetap belajar, mengerjakan tugas, dan menjaga nilai akademiknya. Nilai Kepedulian Sosial Dalam novel ini, kepedulian sosial tampak dalam bentuk dukungan sahabat dan guru yang mencoba membantu Ravendra menghadapi permasalahan hidupnya. Kehadiran orangorang yang peduli membuktikan bahwa lingkungan sosial yang suportif sangat penting bagi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 145 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ proses pertumbuhan dan pemulihan individu. Selain itu. Ravendra juga mulai menunjukkan kepedulian terhadap perasaan orang lain, terutama orang tuanya, yang semula ia abaikan. Nilai Kerja Keras Setelah mengalami tekanan batin. Ravendra sadar bahwa jalan satu-satunya untuk membuktikan bahwa ia bisa bertanggung jawab adalah dengan kerja keras. Ia mulai menata waktu, belajar lebih sungguh-sungguh, dan menunjukkan perubahan sikap yang signifikan. Hal ini mencerminkan bahwa kerja keras merupakan bagian dari nilai karakter yang esensial bagi remaja. Nilai Religius Meski tidak dominan, unsur religius juga muncul dalam beberapa bagian cerita. Ravendra beberapa kali merefleksikan perbuatannya melalui doa dan instrospeksi diri. menyadari bahwa keputusannya tidak hanya berdampak pada kehidupan duniawi, tetapi juga bernilai dalam perspektif spiritual. Nilai ini mengajarkan pentingnya menghadirkan kesadaran moral yang berlandaskan keimanan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Ravendra tidak sekadar menyajikan cerita fiksi remaja yang penuh konflik, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai pendidikan karakter yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. Karakterisasi tokoh utama yang kuat dan realistis membuat pesan-pesan tersebut terasa lebih hidup dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini. Watak Ravendra yang dinamis dan kompleks memperlihatkan bagaimana karakter seseorang dibentuk oleh pengalaman, konflik, dan dukungan sosial. Dalam konteks pendidikan karakter, hal ini sejalan dengan gagasan Retno yang menyebut bahwa karakter terbentuk melalui proses berkelanjutan yang mencakup pengetahuan moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Ravendra mengetahui bahwa tindakannya salah, ia merasa bersalah, dan akhirnya mengambil tindakan yang benar. Proses ini merupakan gambaran konkret dari pembentukan karakter dalam kehidupan remaja (Retno et al. , 2. Temuan ini diperkuat oleh penelitian Qin et al. , . yang menyatakan bahwa karakter tokoh dalam novel remaja dapat menjadi model perilaku positif bagi pembaca karena menampilkan nilai-nilai moral yang dekat dengan realitas mereka. Selain itu, hasil penelitian Monika et al. , . menunjukkan bahwa penggunaan novel sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia efektif untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras melalui kegiatan analisis tokoh dan konflik. Nilai-nilai pendidikan karakter yang tercermin dalam novel ini dapat digunakan sebagai bahan ajar yang kontekstual di sekolah. Guru bahasa Indonesia dapat memanfaatkan novel ini untuk mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras kepada siswa dengan pendekatan literasi sastra. Novel ini juga mencerminkan realitas sosial di mana pernikahan dini, konflik keluarga, dan tekanan sosial menjadi persoalan yang nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan sosiologi sastra dalam menganalisis novel ini menjadi relevan karena mampu menjembatani antara teks sastra dan konteks kehidupan Temuan ini senada dengan penelitian Nurhayati . yang menegaskan bahwa karya sastra remaja sering kali memuat kritik sosial yang dapat menjadi sarana refleksi bagi Dengan demikian. Ravendra tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sastra remaja, tetapi juga memperkuat posisi sastra sebagai media pendidikan karakter yang aplikatif dan relevan. Novel ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang tidak hanya membangun kemampuan literasi, tetapi juga membentuk kepribadian siswa secara utuh. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 146 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis terhadap novel Ravendra: Pernikahan Rahasia Siswa SMA karya Winsari, dapat disimpulkan bahwa watak tokoh utama. Ravendra, menunjukkan perkembangan karakter yang signifikan. Tokoh Ravendra digambarkan sebagai pribadi yang awalnya emosional dan impulsif, namun perlahan tumbuh menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab dan reflektif seiring perjalanan konflik yang ia hadapi. Wataknya yang dinamis menjadi pusat dari cerita yang sarat akan nilai-nilai moral. Selain itu, terdapat enam nilai pendidikan karakter yang dominan dalam novel ini, yaitu tanggung jawab, kejujuran, disiplin, kerja keras, kepedulian sosial, dan religiusitas. Nilai-nilai ini disampaikan melalui dialog, tindakan tokoh, dan narasi, yang secara implisit maupun eksplisit memberikan pesan moral kepada pembaca, khususnya kalangan remaja. Penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra remaja dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk karakter generasi muda, dengan menjadikan pengalaman tokoh sebagai cermin reflektif bagi pembaca. Dengan demikian, novel Ravendra tidak hanya memiliki nilai estetika sastra, tetapi juga nilai edukatif yang relevan untuk dijadikan bahan ajar dan media pembinaan karakter di lingkungan DAFTAR PUSTAKA