p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business PENGARUH KOMPETENSI DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PENGELOLA WISATA ALAM DI BUKIT SAMPALAN ASRI KABUPATEN CIAMIS Wulan Fitrianingsih1. Herdiyanti2. Yudi Setia Rachmanda3 1,2,3 Universitas Cipasung Tasikmalaya. Jl. Borolong Ciawi-Singaparna. Jawa Barat. Indonesia Email: wulanfitrianingsih23@gmail. Article History Received: 23-10-2025 Revision: 09-11-2025 Accepted: 12-11-2025 Published: 30-11-2025 Abstract. This study aims to determine the influence of competence and job satisfaction on the performance of nature tourism managers at the Bukit Sampalan Asri in Ciamis regency. The approach used in this study was a quantitative method, with data collection conducted through a questionnaire distributed to 30 respondents. This study used SPSS version 27 as the analysis The results showed that competence had a positive and significant effect on performance, while job satisfaction had no effect. This finding suggests that in the context of Bukit Sampalan Asri nature tourism, job satisfaction still needs to be improved to further influence the performance of nature tourism managers at the Bukit Sampalan Asri in Ciamis regency. Keywords: competence, job satisfaction, performance of natural tourism Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi dan kepuasan kerja mempengaruhi kinerja pengelola wisata alam Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 30 responden. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 27 sebagai alat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan kepuasan kerja tidak berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks wisata alam, kepuasan kerja masih perlu ditingkatkan agar dapat lebih mempengaruhi kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Kata Kunci: kompetensi, kepuasan kerja, kinerja pengelola wisata alam How to Cite: Fitrianingsih. Herdiyanti. , & Rachmanda. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Pengelola Wisata Alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7421-7429. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Wisata alam adalah sektor ekonomi yang memiliki dampak besar dan signifikan dalam industri pariwisata, maka pengelola wisata alam perlu diperhatikan dan dikembangkan karena SDM yang berkompeten berperan penting dalam memastikan pengelolaan wisata alam berkelanjutan (Salsabila et al. , 2. Kompetensi merupakan salah satu aspek yang harus dimiliki oleh pengelola wisata alam yang berhubungan dengan efektivitas pencapaian kerja. Dengan kompetensi dan kepuasan kerja yang belum optimal, dapat menjadi faktor atau masalah mendasar mengenai kinerja pengelola wisata alam saat ini (Sumerdana & Heryanda. K, 2. Selain kompetensi, kepuasan kerja juga merupakan aspek yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia yang mengelola wisata alam. Kepuasan kerja mengenai sikap pengelola terhadap Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A suatu pekerjaan yang berhubungan dengan situasi kerja, rekan kerja serta semua hal yang terjadi pada diri pengelola wisata alam selama melakukan tugas dan tanggung jawab ketika bekerja (Ningmabin & Adi, 2. Pada penelitian ini ditemukan fenomena gap yang terjadi di wisata alam Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis yaitu kurangnya keterlibatan sumber daya manusia di sektor wisata alam. Hal ini diperkuat dengan data pengunjung yang dominan berkunjung ke wisata buatan dari pada ke wisata alam di Bukit Sampalan Asri. Table 1. Data Pengunjung Destinasi Wisata Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis Bulan Wisata Alam Wisata Buatan Agustus September Oktober November Desember Total Kunjungan Sumber: Bukit Sampalan Asri, 2024 Berdasarkan tabel 1. dalam data penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah pengunjung wisata alam lebih rendah dibandingkan dengan jumlah pengunjung wisata buatan yang lebih tinggi, sehingga data pengunjung bersifat fluktuatif atau mengalami ketidakstabilan. Penelitian ini penting dilakukan karena kompetensi serta kepuasan kerja dapat menentukan kinerja pengelola wisata alam. Oleh karena itu, pembina harus senantiasa berusaha mengembangkan kompetensi dan kepuasan kerja pengelola wisata alam yang baik sehingga mampu mewujudkan kinerja yang optimal. Berdasarkan uraian latar belakang penelitian di atas, maka dalam menyusun penelitian ini penulis terlebih dahulu merumuskan masalah sebagai dasar kajian penelitian yang akan dilakukan yaitu sebagai berikut. Bagaimana kompetensi, kepuasan kerja dan kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Bagaimana pengaruh kompetensi terhadap kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Bagaimana pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. Tujuan dari peneliian ini adalah sebagai berikut, . Untuk mengetahui kompetensi, kepuasan kerja dan kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. , . Untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. , . Untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A Ciamis. Hasil dari penelitian ini diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis, hasil penelitian ini diharapkan mampu membagikan pengetahuan yang bermanfaat bagi penerapan ilmu penelitian pada aspek manajemen sumber daya manusia spesifik mengenai pengaruh kompetensi dan kepuasan kerja terhadap kinerja pengelola wisata Manfaat praktis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur faktor kompetensi dan kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pengelola wisata alam di Bukit Sampalan Asri Kabupaten Ciamis. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah pengelola wisata alam Bukit Sampalan Asri. Adapun objek dalam penelitian ini adalah kompetensi, kepuasan kerja dan kinerja. Pada penelitian ini terdapat beberapa variabel yang akan diteliti, yang merupakan penjelasan dari teoritis variabel untuk diukur serta diamati. Adapun variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Kompetensi dan kepuasan kerja merupakan variabel bebas (X), sedangkan variabel terikat (Y) adalah kinerja pengelola wisata alam. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, interview, studi pustaka, dokumentasi dan metode survei dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner disebarkan kepada responden menggunakan pengukuran skala likert. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui uji asumsi klasik dan uji regresi berganda. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan jenis data primer berbentuk angket yang dikumpulkan langsung dari responden. Data utama juga dicatat melalui wawancara atau pengamatan, yang diperoleh melalui kombinasi kegiatan melihat, mendengarkan dan bertanya. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 orang. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh nonprobability, yang berarti setiap orang dalam populasi diambil sebagai sampel. HASIL Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pada penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov, dengan dasar apabila nilai signification > 5%, artinya nilai residual berdistribusi normal. Berdasarkan penelitian ini dapat kita ketahui bahwa nilai signifikansi residual . > 0,05, yang menunjukkan bahwa nilai Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A Asymp. Signifikansinya > 0,05. Artinya menunjukkan bahwa nilai signifikansi residual berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Berdasarkan nilai tolerance, nilai kedua variabel independent adalah 0,436 > 0,10. Sementara itu, besaran VIF untuk kedua variabel sebesar 2,293 < 0,10. Dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan gejala multikolinieritas pada kedua variabel bebas, sehingga asumsi uji multikolinieritas telah terpenuhi. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan uji Glejser, dapat diketahui bahwa nilai Sig. dari setiap variabel sebesar 0,369 untuk variabel kompetensi dan 0,629 untuk variabel kepuasan kerja. Dikarenakan nilai uji Glejser dari setiap variabel > 5%. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model persamaan regresi. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan dalam penelitian yang menggunakan rangkaian data waktu. Test run dapat digunakan untuk menentukan apakah ada korelasi atau tidak. Berdasarkan penelitian ini dapat kita ketahui bahwa tidak ada gejala autokorelasi pada data yang diuji, karena nilai Asymp Sig. -taile. > 0,05. Uji Linearitas Apabila dalam uji linearitas terdapat Sig. Deviation From Linearity > 5%, berarti dapat dipastikan keduanya memiliki hubungan linier. Berdasarkan penelitian ini dapat kita ketahui bahwa hasil uji linearitas pada variabel X1 dan X2 lebih dari 0,05. Artinya variabel X1 dan X2 mempunyai hubungan linear dengan variabel independent. Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan tabel hasil uji analisis regresi linier berganda, menunjukkan hasil persamaan regresi berikut ini: Table 2. Analisis Regresi Linier Berganda Model Std. Error Constant 1,912 3,372 Kompetensi 0,534 0,126 Kepuasan Kerja 0,210 0,141 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Y = 1,912 0,534X1 0,210X2 Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A Berdasarkan penelitian ini dapat kita ketahui bahwa nilai konstanta adalah 1,912 yang menunjukkan bahwa variabel independent adalah 0 dan variabel dependent adalah 1,912. Koefisien regresi variabel X1 . , memiliki nilai positif ( ) sebesar 0,534. Artinya menunjukkan bahwa kinerja cenderung lebih baik jika pengaruh kompetensi lebih besar dan sebaliknya kinerja cenderung lebih rendah jika pengaruh kompetensi lebih lemah. Koefisien regresi variabel X2 . epuasan kerj. sebesar 0,210 adalah nilai positif ( ). Artinya pengaruh kepuasan kerja yang lebih kuat terkait dengan kinerja yang lebih baik. Sebaliknya pengaruh kepuasan kerja yang lebih lemah terkait dengan kinerja yang lebih buruk. Koefisien Determinasi Table 3. Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of th Estimate 0,733 0,713 2320,904 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,733 yang berarti bahwa 73,3% variasi dalam model pada kinerja pengelola wisata alam dipengaruhi oleh beberapa variabel. Sementara 26,7% lainnya berasal dari faktor-faktor eksternal yang tidak Adapun angka r berdasarkan hasil yaitu sebesar 0,856. Angka ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara variabel kompetensi dan kepuasan kerja dengan variabel kinerja. Uji Kesesuaian Model Table 4. ANOVA Model F hitung F tabel Sig. 37,028 3,35 < 0,001 Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa F hitung > F tabel yaitu 37,028 > 3,35 maka H0 tidak diterima dan H diterima. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel ANOVA diketahui bahwa F hitung sebesar 37,028 sedangkan F tabel sebesar 3,35 atau sig (<,001. O alpha 5%. Dengan diterimanya hipotesis alternative menunjukkan bahwa model ini fit atau layak dijadikan model Uji Hipotesis Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A Table 5. Coefficients Variabel Nilai t hitung Nilai Signifikansi Keterangan 4,238 0,000 Berpengaruh Signifikan 1,492 0,147 Tidak Signifikan Sumber: Data primer yang diolah, 2025 Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa X1 berpengaruh terhadap Y, hal ini dibuktikan dengan hasil tabel coefficients. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa t hitung sebesar 4,238 > t tabel 3,659 atau sig. Ou alpha 5% maka hipotesis alternatif diterima dan hippotesis nol tidak Artinya secara parsial X1 berpengaruh signifikan terhadap Y. Sedangkan hasil uji hipotesis mengenai Kepuasan kerja membuktikan bahwa tidak terjadi pengaruh pada Kinerja, hal ini diperkuat dengan hasil yang menunjukkan bahwa Thitung sebesar 1,492 > Ttabel 3,659 atau signification . O 5% maka hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian secara parsial dan signifikan variabel Y tidak dipengaruhi oleh X2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa kedua variabel bebas dan variabel terikat dengan jumlah skor keseluruhan indikator termasuk ke dalam kategori cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dengan t hitung sebesar 4,238 > t tabel 3,659 atau sig sebesar . < alpha 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi tidak hanya meningkatkan loyalitas pengelola, tetapi juga memperkuat hubungan antara pengelola dalam organisasi yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja. Pengelola yang merasa berkompeten dalam melakukan pekerjaannya cenderung lebih peduli dengan kinerja tim dan berusaha untuk mendukung rekan kerja dalam mencapai hasil yang optimal. Pengelola bersedia melangkah lebih jauh untuk memastikan bahwa tujuan wisata alam tercapai, baik melalui kontribusi individu maupun kerja sama tim yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja pengelola wisata alam, dibuktikan dengan nilai t hitung sebesar 1,492 > t tabel 3,659 atau sig . > alpha 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja pengelola wisata alam seperti membantu rekan kerja, penerimaan upah dan pengarahan dari pembina tersebut tidak cukup kuat untuk mendorong mereka melakukan kinerja yang lebih kolaboratif dan produktif. Fitrianingsih. et al. Pengaruh Kompetensi Dan Kepuasan A REKOMENDASI Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan, berikut beberapa saran yang diusulkan yaitu sebagai berikut, . Wisata Alam, khususnya Bukit Sampalan Asri disarankan untuk mendapatkan pelatihan praktis mengenai manajemen konflik, komunikasi efektif serta pengambilan keputusan cepat di lapangan. Organisasi disarankan membuat SOP yang jelas untuk skenario umum di lapangan, agar pengelola wisata alam memiliki panduan tindakan yang tepat dan konsisten. Kemudian pengelola wisata alam sebaiknya menjadwalkan pertemuan rutin dengan Dinas terkait dan membangun komunikasi proaktif. Serta sebaiknya pengelola wisata alam mendata kebutuhan peralatan secara terstruktur, ajukan proposal pengadaan ke pihak terkait serta manfaatkan teknologi tepat guna. , . Bagi peneliti selanjutnya, berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Hal ini berarti pengelola yang memiliki kompetensi tinggi cenderung merasa berkompeten dan termotivasi untuk berkontribusi lebih dari tugas-tugas yang diwajibkan seperti mendukung keberhasilan tim, menunjukkan sikap loyal dan tanggung jawab. Dengan demikian, bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk dapat melakukan penelitian yang sifatnya mengembangkan dan bila perlu ditingkatkan dengan menambahkan variabel independent atau faktor lain yang akan diteliti, sehingga dapat dilihat faktor apa saja yang berkaitan dengan kinerja selain dari kompetensi dan kepuasan kerja yang dapat menjadi bahan perbandingan serta menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pengelolaan wisata alam. REFERENSI