108 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 Literasi Digital dan Ancaman Cybergrooming: Tingkat Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Ainun Najib Alfatih1. Innayah Azis2. Fidia Maulidka Maisha Fachri3. Nurmi Azzahra Wahab4. Dhea Anatasya Tahir5. Muhammad Fahri6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Negeri Makassar. Indonesia1,2,3,4,5,6 E-mail korespondensi: ainun. alfatih@unm. Abstract. The advancement of digital technology necessitates the strengthening of digital literacy from an early age, particularly in elementary school, to help students navigate the risks of online interactions such as cyber grooming. This study aims to develop an interactive learning media called Cyber Smart Kids as an educational tool to enhance studentsAo understanding and awareness of the dangers of cyber grooming. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes the stages of needs analysis, media design, product development, implementation, and evaluation. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, expert validation, as well as pretests and posttests conducted in five elementary schools in Parepare City. Statistical tests showed that the data were normally distributed and there was a significant difference between pretest and posttest scores . = -18. p < 0. , with an average increase of 21. These findings indicate that Cyber Smart Kids is effective in improving studentsAo understanding of the concept, forms, and prevention of cyber grooming, while also promoting a positive attitude towards safe and responsible internet use. This media product is expected to serve as a reference for innovative learning based on digital literacy and character education, and to support elementary schools in creating a safe digital environment for children. Keywords: cyber grooming, instructional media, education. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. Literasi Digital dan Ancaman Cybergrooming 109 PENDAHULUAN Kemajuan teknologi digital yang berkembang dengan sangat cepat menuntut adanya penguasaan literasi digital sejak dini, khususnya bagi siswa sekolah dasar yang mulai aktif beraktivitas di ruang digital. Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi dalam penggunaan internet oleh anak-anak adalah cyber grooming, yakni tindakan manipulatif yang dilakukan oleh pelaku untuk membangun hubungan kedekatan dengan anak dengan maksud yang merugikan. Menurut Andaru . kasus child grooming tergolong sebagai bentuk kejahatan yang relatif baru di Indonesia. Tindakan ini, yang juga dikenal sebagai eksploitasi seksual terhadap anak melalui media sosial, menunjukkan peningkatan seiring dengan tingginya permintaan pasar seks global yang terus berkembang. Untuk itu, dibutuhkan media pembelajaran yang bersifat inovatif dan edukatif guna meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif bernama AuCyber Smart KitAy yang dirancang untuk meningkatkan literasi digital siswa sekolah dasar, terutama dalam mengenali dan mencegah praktik cyber grooming. Media ini tidak hanya menyajikan informasi yang relevan, tetapi juga dilengkapi dengan fitur refleksi serta aktivitas interaktif yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia pendidikan. Prensky . dalam karyanya Digital Natives, digital Immigrants menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan konsekuensi dari pesatnya penyebaran teknologi digital di berbagai aspek kehidupan. Selain didorong oleh dunia pendidikan yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam kurikulum, penggunaan perangkat digital juga telah menjadi kebutuhan personal bagi setiap Selain menghasilkan produk berupa media pembelajaran, penelitian ini juga berupaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga keamanan saat berinteraksi di dunia maya agar mereka mampu memahami dan menghindari potensi bahaya cyber grooming sejak dini. Lebih jauh, penelitian ini menghasilkan laporan ilmiah yang dapat dijadikan acuan dalam pengembangan kebijakan pendidikan berbasis literasi digital di jenjang sekolah dasar. Produk media dan hasil penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat dipublikasikan secara resmi serta memiliki hak cipta yang sah, sehingga dapat dimanfaatkan secara luas oleh guru dan lembaga pendidikan sebagai sumber belajar pendukung dalam pembelajaran tematik maupun pendidikan karakter berbasis digital. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan Metode ADDIE, yang terdiri dari lima tahap yaitu Analisis (Analyz. Perancangan (Desig. Pengembangan (Developmen. Implementasi (Implementatio. , dan Evaluasi (Evaluatio. Penelitian ini fokus pada pengembangan media digital untuk mencegah cyber grooming pada anak-anak. Metode R&D sendiri digunakan untuk menciptakan sebuah produk sekaligus menguji 110 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 efektivitas produk tersebut. Dengan menggunakan model ADDIE, penelitian ini menitikberatkan pada bagaimana pengembangan Cyber Grooming Prevention Kit mampu meningkatkan pemahaman pengguna mengenai teknik dan strategi yang digunakan oleh pelaku cyber grooming sehingga dapat membantu mencegah terjadinya tindakan tersebut. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang disesuaikan dengan tahapan dalam model pengembangan ADDIE. Tujuan utamanya adalah memperoleh data yang komprehensif terkait kebutuhan pengguna, efektivitas media, serta peningkatan pemahaman siswa terhadap isu cyber grooming. Berikut uraian teknik yang digunakan: Wawancara Teknik ini digunakan pada tahap Analyze untuk menggali informasi mendalam dari guru dan siswa mengenai pengalaman mereka dalam pembelajaran digital dan pemahaman tentang cyber grooming. Wawancara dilakukan secara semi- terstruktur menggunakan panduan wawancara yang memuat pertanyaan terbuka, seperti AuApa kesulitan yang Anda hadapi saat menggunakan media digital untuk edukasi keamanan siber?Ay Data yang diperoleh bersifat kualitatif dan dianalisis untuk menemukan pola kebutuhan dan permasalahan pengguna. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati keterlibatan peserta dan aktivitas pembelajaran sebelum, selama, dan sesudah penggunaan media Cyber Smart Kids. Lembar observasi berisi indikator perilaku siswa, seperti keaktifan, kolaborasi, dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan. Data hasil observasi bersifat kualitatif dan digunakan untuk menilai aspek keterlibatan belajar siswa. Kuesioner / Angket Kuesioner diberikan kepada siswa untuk mengukur persepsi, kemudahan, dan kebermanfaatan media pembelajaran yang dikembangkan. Instrumen menggunakan skala Likert 1Ae4 dengan butir pernyataan seperti AuMedia ini membantu saya memahami cara mencegah cyber grooming. Ay Data dari kuesioner bersifat kuantitatif dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Validasi Ahli Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi untuk menilai kelayakan isi, tampilan, kebahasaan, dan aspek pembelajaran dari produk. Lembar validasi menggunakan skala Likert 1Ae4 serta dilengkapi kolom komentar dan saran untuk Hasil validasi dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Pretest dan Posttest Tes diberikan kepada siswa sebelum . dan sesudah . menggunakan media untuk mengukur peningkatan pemahaman terhadap cyber Bentuk tes berupa pilihan ganda dan uraian singkat berdasarkan indikator kompetensi yang dikembangkan. Data yang diperoleh bersifat Literasi Digital dan Ancaman Cybergrooming 111 kuantitatif dan digunakan untuk uji efektivitas media melalui perbandingan skor. Dokumentasi Teknik dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan foto, video, catatan lapangan, serta hasil kerja siswa selama kegiatan berlangsung. Data ini mendukung hasil wawancara, observasi, dan tes untuk memperkuat analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dikembangkan berdasarkan tujuan setiap tahap penelitian dan teknik pengumpulan data yang telah dijelaskan. Berikut uraian instrumen yang digunakan: Panduan Wawancara (Interview Guid. : Berisi daftar pertanyaan terbuka untuk menggali informasi mendalam mengenai pengalaman guru dan siswa terkait penggunaan media digital dan pemahaman tentang cyber grooming. Lembar Observasi (Observation Shee. : Digunakan untuk mencatat perilaku siswa dan guru selama pembelajaran menggunakan media Cyber Smart Kids. Indikator yang diamati meliputi keaktifan, partisipasi, kerja sama, dan antusiasme belajar. Lembar Kuesioner Respon Pengguna: Berfungsi untuk mengetahui persepsi siswa terhadap kemudahan, daya tarik, dan kebermanfaatan media. Menggunakan skala Likert 1Ae4 dengan 10 butir pernyataan. Lembar Validasi Ahli Media dan Ahli Materi: Memuat aspek penilaian terhadap isi, tampilan, kebahasaan, dan kesesuaian pembelajaran, dengan skala Likert serta kolom saran kualitatif. Lembar Tes Awal (Pretest Shee. dan Tes Akhir (Posttest Shee. : Masing-masing terdiri dari 10 soal yang mengukur pemahaman siswa sebelum dan sesudah Checklist Dokumentasi dan Catatan Lapangan: Berisi kolom jenis dokumen, tanggal, dan deskripsi kegiatan untuk merekam data pendukung seperti foto kegiatan, hasil kerja siswa, dan lembar nilai. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di lima sekolah dasar di kota Parepare, yaitu SDN 3 Parepare. SDN 5 Parepare. SDN 24 Model Parepare. SDN 55 Parepare, dan SDN 57 Parepare, diperoleh data mengenai potensi dan bentuk perilaku Cyber grooming yang dialami oleh siswa. Hasil capaian pelaksanaan penelitian telah mencapai 97,5%, dengan hasil yang diperoleh sebagai berikut: 112 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 Tabel 1 Jenis Cyber grooming yang Dialami oleh Siswa Sekolah Dasar Jenis Cyber Grooming Kecanduan Persentase potensi cyber grooming SDN 3 SDN 5 SDN 55 SDN 24 SDN 57 Parepare Parepare Parepare Parepare Parepare Ket Tinggi Rendah Rendah Pemberian Tinggi Komunikasi orang asing Tinggi Pemberian Pelecehan Setelah mengindefikasikan fitur dan elemen yang sesuai Digital Natives Theory Marc Prensky serta menyesuaikan dengan lima jenis Cyber grooming ditemukan dilima sekolah dasar yang kami lakukan. Menurut Prensky . bahwa neuroplastisitas membuat otak anak berkembang sesuai stimulus digital, mengubah cara mereka belajar dan menjadikan metode tradisional kurang efektif sehingga dalam penelitian ini kami mengembangkan media digital dengan beberapa komponen utama, berupa teks sebagai dasar pemahaman siswa, video untuk memperkuat materi ajar yang akan diberikan, serta game interaktif salah satu yang kami gunakan yaitu blooket yang berfungsi sebagai penilaian formatif untuk mengukur kemajuan belajar. Selain itu, disediakan kuis interaktif sebagai asesmen sumatif dengan platform seperti wordwall dan quizizz. untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi siswa secara menyeluruh. Pengembangan media ini bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan efektif melalui pemanfaatan teknologi digital interaktif. Menganalisis efektivitas Cyber Grooming Prevention Kit dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SD terhadap ancaman cyber grooming serta langkah pencegahannya. Statistik deskriptif Setelah mengembangkan fitur-fitur pada buku media interaktif secara digital dan non-digital dengan judul Cyber Smart Kids pada tahap develop. Kemudian kami menguji keefektifan dari media yang telah dibuat dengan memberikan posttest kepada kelima sekolah dasar yang kami jadikan sampel penelitian yang dapat dilihat perbandingannya sebagai berikut: Literasi Digital dan Ancaman Cybergrooming 113 SDN 3 SDN 5 SDN 55 SDN 57 SDN 24 Gambar 1. Pemahaman siswa sekolah dasar terhadap cyber grooming pada awal SDN 3 SDN 5 SDN 55 SDN 57 SDN 24 Gambar 2. Pemahaman siswa sekolah dasar terhadap cyber grooming pada akhir Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, diperoleh bahwa nilai pretest siswa memiliki nilai minimum sebesar 27,40, maksimum 44,90, dengan rata-rata . 36,15 dan median 35,90. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum diberi intervensi melalui penggunaan media pembelajaran Cyber Smart Kids, tingkat pemahaman siswa terhadap materi cyber grooming masih berada pada kategori rendah hingga sedang, dengan distribusi data yang relatif merata karena nilai median mendekati Sementara itu, hasil posttest menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dengan nilai minimum 48,20, maksimum 67,30, rata-rata 57,17, dan median 57,17. Nilai mean dan median yang hampir sama menunjukkan distribusi data posttest 114 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 yang juga simetris, menandakan tidak ada perbedaan mencolok antar siswa setelah Perbandingan kedua rata-rata . ,17 Ae 36,. menunjukkan adanya peningkatan sebesar 21,02 poin setelah implementasi media pembelajaran. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media interaktif berbasis Digital Natives Theory efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap isu keamanan digital. Uji Normalitas (Shapiro-Wilk Tes. Berdasarkan Shapiro-Wilk Test: a Pretest: W = 0. 97524, p-value = 0. Posttest: W = 0. 98839, p-value = 0. Hasil uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk Test memperkuat temuan ini. Nilai signifikansi untuk data pretest . = 0,7. dan posttest . = 0,9. keduanya lebih besar dari 0,05, sehingga data dinyatakan berdistribusi normal. Dengan demikian, penggunaan uji Paired Sample t-Test layak diterapkan untuk menganalisis perbedaan kedua kelompok data. Paired Sample t-Test a Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t-hitung = -18,686, dengan derajat kebebasan . = 28 dan p-value < 0,05 . epatnya < 2,2y10. Nilai p yang sangat kecil ini menandakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara hasil pretest dan posttest. Rata-rata perbedaan sebesar -21,018 . elisih posttest Ae pretes. menunjukkan bahwa nilai posttest secara konsisten lebih tinggi daripada nilai Secara keseluruhan, hasil analisis ini membuktikan bahwa intervensi media pembelajaran Cyber Smart Kids memberikan pengaruh nyata dan signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai cyber grooming. Dengan peningkatan rata-rata sebesar 21 poin, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran menggunakan media interaktif berbasis digital efektif dalam memperkuat literasi dan kesadaran digital siswa. Berdasarkan hasil observasi awal sampai evaluasi yang dilakukan di lima sekolah dasar, diperoleh sampel data yang menunjukkan bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap Cyber grooming mencapai sekitar 61,4%. Angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai pengertian, bentuk, dan potensi bahaya dari cyber grooming, meskipun masih terdapat sebagian yang belum sepenuhnya memahami risiko tersebut. Hasil ini juga menggambarkan bahwa upaya edukasi digital yang telah dilakukan mulai memberikan dampak positif terhadap kesadaran siswa dalam menggunakan internet secara aman. Menurut Sifa & Winarto . Seseorang dengan tingkat literasi digital yang baik cenderung mampu menyaring informasi dengan bijak, sehingga tidak mudah terpengaruh atau turut menyebarkan berita palsu. Hasil analisis uji Paired Sample t-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest pada seluruh sekolah dasar tempat implementasi media Cyber Grooming Prevention Kit (Cyber Smart Kid. Nilai p-value < 0,05 menandakan bahwa media pembelajaran ini berpengaruh secara Literasi Digital dan Ancaman Cybergrooming 115 signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa mengenai cyber grooming. Sebelum penggunaan media, rata-rata pemahaman siswa tergolong rendah, berada pada rentang 1537%, menandakan bahwa sebagian besar siswa belum memahami konsep dan bahaya cyber grooming. Setelah penerapan media interaktif berbasis Digital Natives Theory, rata-rata pemahaman meningkat menjadi 4090%. Peningkatan tertinggi terjadi di SDN 57 Parepare sebesar 74,2 poin persentase, menunjukkan efektivitas media dalam membantu siswa memahami topik yang kompleks melalui pendekatan visual, interaktif, dan berbasis teknologi. Selain meningkatkan pengetahuan kognitif, hasil observasi juga menunjukkan perubahan sikap belajar yang lebih positif siswa lebih aktif, berani bertanya, dan mampu mengidentifikasi situasi berisiko di dunia digital. Hal ini sejalan dengan teori Prensky . yang menegaskan bahwa generasi digital lebih mudah memahami informasi melalui media interaktif. Dengan demikian, hasil penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan Cyber Smart Kids efektif meningkatkan literasi dan kesadaran digital siswa sekolah dasar terhadap bahaya cyber grooming serta memperkuat pembelajaran berbasis teknologi di lingkungan sekolah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di lima sekolah dasar di Kota Parepare, ditemukan bahwa cyber grooming merupakan ancaman nyata yang mulai dialami oleh siswa, dengan bentuk paling umum berupa kecanduan game, pemberian informasi pribadi, dan komunikasi dengan orang asing. Ketiga bentuk tersebut menunjukkan tingkat potensi yang tinggi di kalangan siswa. Tingkat pemahaman siswa terhadap cyber grooming sebelum intervensi masih tergolong rendah hingga sedang, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 36,15. Setelah diberikan intervensi melalui media pembelajaran interaktif Cyber Smart Kids yang dikembangkan berdasarkan Digital Natives Theory oleh Marc Prensky, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai posttest sebesar 57,17, atau peningkatan sebesar 21,02 poin. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest . -value < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran ini efektif dalam meningkatkan literasi digital dan kesadaran siswa terhadap bahaya cyber grooming. Selain peningkatan pemahaman secara kognitif, penelitian juga mencatat perubahan positif dalam sikap belajar siswa, seperti keberanian bertanya dan kemampuan mengidentifikasi situasi berisiko di dunia digital. Dengan demikian, penggunaan media interaktif berbasis teknologi seperti Cyber Smart Kids terbukti efektif sebagai sarana edukasi digital yang mampu memperkuat pemahaman siswa sekolah dasar terhadap isu-isu keamanan siber, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih relevan dengan karakteristik generasi digital masa kini. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Negeri Makassar atas fasilitas dan dukungan yang diberikan sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih yang tulus juga kami sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi Republik Indonesia 116 INSIGHT: Indonesian Journal of Social Studies and Humanities Vol. No. 2, 2025 (Kemendiktisainte. melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, selaku pemberi hibah utama yang telah memberikan dana penelitian. Dukungan pendanaan ini menjadi fondasi yang sangat penting dalam mendukung segala aktivitas penelitian, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga tahap analisis dan pelaporan Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan sehingga penelitian ini dapat terlaksana dengan optimal dan memberikan kontribusi berarti bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Kami mengapresiasi semua pihak yang turut berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam membantu kelancaran penelitian ini meskipun tidak tercantum sebagai penulis utama dalam DAFTAR PUSTAKA