DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 1, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar PPKN di SMK MaAoarif Abd. Rahman1*. Abdul Latief2. Siti Zuhra3. Rafida Rasyid4 Universitas Al Asyariah Mandar. Polewali Mandar. Indonesia 4Sekolah Tinggi Agama Islam Majene. Polewali Mandar. Indonesia 1,2,3 *Coresponding Author: abdrahman@gmail. Article history Dikirim: 24-12-2025 Direvisi: 04-01-2026 Diterima: 07-01-2026 Key words: Metode Relevansi. Keaktifan Siswa. Hasil Belajar. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana metode relevansi mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa serta prestasi pengajaran mereka dalam mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Pendekatan yang dipakai adalah riset Tindakan Kelas (PTK) karena relevan dengan permasalahan pada penelitian dan dilaksankan selama dua siklus. masing-masing siklus meliputi bagian perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta gambaran. Subjek dalam riset ini ialah 17 mujrid kelas X TKR di SMK MaAoarif Husnul Khatimah tahun pengajaran 2024/2025. Data dihimpun melalui instrumen lembar observasi dan tes hasil belajar. Siklus pertama menunjukkan bahwa rata-rata nilai murid sampai 69,41 lewat jenjang kelengkapan belajar sebesar 47,05% dan keaktifan siswa sebesar Setelah dilakukan penyempurnaan strategi pembelajaran di Siklus kedua, terdapat peningkatan nilai rata-rata menjadi 85,88, lewat kelengkapan belajar sebesar 76,47%, serta partisipasi aktif siswa meningkat menjadi 83,33%. Temuan ini mengindikasikan bahwasanya model relevansi efektif pada menumbuhkan keaktifan serta prestasi pengajaran murid, karena memungkinkan mereka menghubungkan bahan pengajaran lewat situasi kehidupan nyata, yang mendorong keterlibatan lebih dalam selama proses belajar. PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia saat ini begitu menarik untuk diperbincangkan, mulai dari perjalanan pemerintah mengubah kurikulum hingga pelatihan-pelatihan profesi guru yang diprioritaskan untuk kemajuan kualitas guru dalam mengajar. Proses perencanaan pendidikan di Indonesia diarahkan pada relevansi, efisiensi, dan efektivitas pendidikan, sehingga sasaran pendidikan akan tercapai sesuai dengan tujuan yang telah digariskan (Kartika & Sirozi, 2. Di zaman ini yang dimana para generasi baru telah ada yang di ikuti dengan akses ke Internet dan teknologi digital tentu banyak tantangan yang di hadapi pengajar dalam proses pembelajaran dan tak terhindar dari berbagai metode-metode yang di gunakan dalam mengajar tentu hal tersebut menjadi tantangan atau masalah tersendiri bagi pengajar. Setiap metode pembelajaran memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, jenis materi, jumlah peserta didik, waktu yang tersedia, dan fasilitas yang ada. Misalnya, metode ceramah dan tanya jawab mungkin lebih efisien untuk kelas dengan jumlah peserta didik yang banyak, sementara metode diskusi dan praktikum lebih sesuai untuk materi yang @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA membutuhkan pemahaman mendalam dan penerapan praktis serta metode-metode lainnya (Zuhdiah et al. , 2. Hubungan yang terjalin antara pengajar serta murid punya maksud krusial untuk menciptakan tahap pengajaran yang efektif serta bermakna (Ria & Eliasa, 2. Interaksi ini menjadi komponen sentral dalam pendidikan karena meliputi setiap fase kegiatan belajar. Mulai dari pertemuan awal hingga tahap evaluasi, proses pembelajaran memposisikan pengajar tidak mesti sebagai penyampai materi, tapi juga sebagai penyedia yang membimbing, memotivasi, serta menciptakan suasana pengajaran yang mendukung keterlibatan aktif siswa,tetapi juga bermaksud sebagai penyedia, pendorong, serta pembimbing yang mendampingi siswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun karakter mereka. Selain itu, guru juga berperan sebagai pembelajar yang senantiasa mengembangkan diri demi meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran melalui penguasaan ilmu, penguatan keterampilan, serta pembentukan sikap profesional yang mendukung terciptanya pengalaman belajar yang efektif dan bermakna. (Latief et al. , 2. Permasalahan dalam pembelajaran merupakan kondisi yang menunjukkan adanya kesenjangan yang memerlukan penyelesaian atau solusi alternatif. Dalam kegiatan belajar mengajar, baik siswa maupun guru sering menghadapi berbagai tantangan yang menghambat kelancaran proses tersebut (Yulifah et al. , 2. Kesulitan dalam pembelajaran bisa menjadi faktor pengganggu yang menyulitkan pencapaian tujuan pendidikan, bahkan berpotensi menyebabkan kegagalan. Munculnya permasalahan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain ketidakfokusan siswa, gangguan disiplin, rendahnya hasil kendala teknis, karakteristik peserta didik, sikap guru, serta dinamika dalam proses belajar itu sendiri (Syahada et al. , 2. Keaktifan belajar peserta didik dapat dikenali melalui sepanjang mana mereka terikat secara langsung pada kegiatan pengajaran, seperti berpartisipasi dalam diskusi, mengajukan pertanyaan, menjawab soal, serta menunjukkan perhatian dan respons terhadap materi yang disampaikan. Indikator-indikator keaktifan tersebut antara lain mencakup partisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, seperti memperhatikan penjelasan guru, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, berpendapat, serta terlibat dalam diskusi atau kerja kelompok. Kesibukan pengajaran murid dapat diidentifikasi lewat berbagai indikator yang muncul selama proses Beberapa indikator tersebut meliputi: . menjalankan penugasan pengajaran yang dilkasih. berpartisipasi pada penyelesaian masalah yang berkaitan dengan materi. mengusulkan pertanyaan pada guru pun teman sejawat saat terjadi kendala mendalami konsep. berinisiatif meninjau sumber informasi pelengkap yang relevan untuk memecahkan masalah. berkontribusi aktif dalam kegiatan diskusi sesuai dengan arahan yang ditentukan. melatih kemampuan diri dalam menyelesaikan soal atau tantangan pembelajaran. melakukan refleksi terhadap capaian dan perkembangan hasil belajar. mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh untuk menyelesaikan tugas atau permasalahan Belajar sendiri merupakan kegiatan yang diberlakukan dengan sadar dan terstruktur dari person, dengan tujuan agar mendapat pemahaman, konsep, serta pengetahuan baru. Dalam proses tersebut, terjadi perubahan perilaku yang sifatnya relatif tetap, seamacam dimensi kognitif, afektif, serta psikomotorik, yang tercermin dalam cara berpikir, merasakan, serta bertindak (Susanto, 2. Hasil belajar peserta didik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam evaluasi pembelajaran, yang merefleksikan perubahan perilaku setelah @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA pembelajaran (Zainudin & Ubabuddin, 2. Moore mengemukakan bahwa capaian belajar terbagi ke pada tiga ranah utama, antara lain: Bagian kognitif bersangkutan lewat bidang intelektual peserta didik, seperti kemampuan untuk mengingat informasi, memahami isi materi, mengaplikasikan pengetahuan, melakukan analisis, menyusun gagasan, serta mengevaluasi konsep atau situasi tertentu. Ranah afektif menyangkut sikap, emosi, dan sistem nilai yang diyakini oleh murid. Perkara ini bisa terlihat pada kesediaan menerima suatu nilai, memberikan respon, hingga menjadikan nilai tersebut bagian dari perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari dan Ranah psikomotorik, menggambarkan keterampilan fisik yang diasah melalui proses pembelajaran. Perkembangan pada ranah ini berlangsung bertahap, mulai dari penguasaan gerakan dasar, gerakan umum. Gerakan yang terkoordinasi,hingga kemampuan melakukan gerakan yang bersifat kreatif. Setiap tahapan menunjukkan pertumbuhan dalam pengendalian motorik, koordinasi tubuh, serta kemampuan menyampaikan ide melalui aktivitas fisik (Ariani et al. , 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) merupakan bagian yang esensial pada tatanan pengajaran Oleh karena itu, mapel ini telah diintegrasikan ke dalam kurikulum sejak jenjang sekolah dasar untuk menanamkan Pendidikan karakter. Pembelajaran PPKN berfungsi sebagai pondasi awal dalam membentuk karakter positif generasi muda, dimulai dari tingkat pendidikan dasar (Abid et al. , 2. Pendidikan di Indonesia memiliki urgensi yang tinggi untuk dikaji secara mendalam, terutama dalam konteks dinamika pembaruan kurikulum oleh pemerintah dan pelaksanaan berbagai pelatihan bagi pendidik guna meningkatkan kualitas proses Potensi mencakup kecerdasan intelektual, sikap, keterampilan, serta aspek spiritual, pengelolaan diri, karakter, kecakapan emosional, dan nilai-nilai Selain itu, pendidikan juga berperan dalam membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan Keberhasilan proses pendidikan sangat bergantung pada pelaksanaan pembelajaran yang dilengkapi dengan dukungan berupa motivasi, arahan, bimbingan, nasihat, serta layanan konseling, agar peserta didik mampu menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah secara mandiri (Misdar et al. , 2017a, hlm. 52Ae. Kata "relevansi" berasal dari istilah "relevan", yang berarti adanya keterkaitan, hubungan, atau kesesuaian dengan suatu hal. Dalam Kamus Populer. Paus Apartando mendefinisikan relevansi sebagai adanya hubungan atau pertalian yang selaras. Sementara itu. John Dewey menyatakan bahwa pendidikan yang ideal seharusnya memiliki hubungan langsung dengan Pengajaran menjelma amat efektif serta bermakna ketika murid merasa bahwa materi yang dipelajari memiliki keterkaitan langsung dengan kehidupan nyata yang mereka alami (Dewey, t. Pembelajaran kontekstual yang menekankan keterkaitan materi dengan pengalaman nyata siswa, termasuk learning by doing serta pengalaman nyata sehari-hari Ai yang sejalan dengan gagasan bahwa pendidikan bermakna jika berkaitan langsung dengan kehidupan peserta didik (Aksan et al. , 2. Pendekatan relevansi menegaskan vitalnya menghubungkan alat pengajaran lewat kemahiran hidup serta ketertarikan ketika relevansi dijadikan sebagai komponen utama dalam proses pembelajaran, hal tersebut dapat meningkatkan efektivitas dan makna dari pengalaman belajar yang dialami siswa. Melalui strategi ini, siswa bukan cuma meraih ketrpahaman yang amat mendalam terhadap materi, tapi pun terlatih dalam @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA menumbuhkan keahlian yang esensial untuk menyelesaikan berbagai tantangan pada penghidupan keseharian (Kartini et al. , 2022, hlm. 9092Ae9. Capaian observasi yang dipakai di SMK MaAoarif Husnul Khatimah Polewali Mandar mengungkapkan adanya beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Diantaranya permasalahan yang paling menonjol adalah rendahnya keikutsertaan aktif murid dalam tahap pengajaran berlangsung, yang turut berdampak pada kurang optimalnya capaian hasil belajar mereka. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh penerapan metode pembelajaran yang kurang menarik dan tidak mampu memberikan dorongan belajar yang optimal bagi peserta didik. Hanya sebagian kecil siswa yang terlihat berpartisipasi dalam diskusi maupun sesi tanya jawab, mencerminkan kurangnya interaksi aktif selama proses belajar berlangsung. Keadaan tersebut secara langsung berkontribusi terhadap rendahnya nilai ujian pada mapel PPKN. Dengannya, bisa tersimpul bahwasanya salah satu faktor maksud utama permasalahan ini ialah model pengajaran yang tak sepenuhnya relevan lewaw keperluan dan karakteristik peserta didik. Menindaklanjuti permasalahan yang telah diidentifikasi sebelumnya, penulis merasa perlu untuk melaksanakan sebuah penelitian yang berfokus pada efektivitas pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) lewat pengimplementasian model relevansi. Pendekatan ini dipilih sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang diyakini bisa menumbuhkan keterkaitan aktif murid pun capaian capaian pengajaran mereka. Riset ini dinantikan bisa membagikan partisipasi nyata pada upaya peningkatan mutu pengajaran di SMK MaAoarif Husnul Khatimah Kabupaten Polewali Mandar. Sejalan dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana efektivitas penerapan metode relevansi dalam proses pengajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) dapat meningkatkan partisipasi giat serta capaian pengajaran murid di SMK MaAoarif Husnul Khatimah Kabupaten Polewali Mandar. KAJIAN TEORI Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN) berfungsi untuk membentuk kesadaran, partisipasi, dan karakter sebagai warga negara, sekaligus menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan sikap demokratis. Pendidikan ini menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan global dan digital, karena generasi kini perlu memahami konteks sosial politik secara kontekstual dan relevan (Judijanto, 2. Konsep relevansi pembelajaran merujuk pada pengaitan materi pembelajaran dengan pengalaman, kebutuhan, dan konteks kehidupan peserta didik, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menarik. Pendekatan seperti ini didukung teori konstruktivisme yang menekankan pembelajaran aktif dan kontekstual. Meskipun literatur spesifik tentang Aumetode relevansiAy dalam PPKN masih terbatas, penelitian pendidikan menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang bersifat interaktif dan kontekstual cenderung meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa, khususnya ketika materi dikaitkan dengan kehidupan nyata (Younas & Imran. Keaktifan belajar atau student engagement merupakan indikator penting dalam proses pembelajaran yang melibatkan dimensi behavioral, emotional, dan cognitive @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA engagement siswa (Zulaika et al. , 2. Keterlibatan aktif siswa secara langsung berpengaruh pada motivasi, partisipasi diskusi, dan pemahaman materi, yang akhirnya meningkatkan hasil belajar (Bizimana, 2. Kajian literatur juga menekankan bahwa strategi pengajar yang relevan dan interaktif mampu meningkatkan keterlibatan belajarAimisalnya melalui diskusi, kolaborasi, dan pendekatan partisipatif Ai dibandingkan metode ceramah tradisional yang bersifat pasif (Rahma et al. , 2. Hasil belajar mencerminkan capaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah proses pembelajaran. Dalam konteks PPKN, bukan hanya aspek kognitif yang diukur, tetapi juga kemampuan siswa menerapkan nilai kewarganegaraan dalam kehidupan nyata. Berbagai model pembelajaran yang memicu keterlibatan aktif siswa terbukti meningkatkan hasil belajar secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional (Puspitarini, 2. Salah satu studi yang sangat relevan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis active learning dengan kegiatan yang dirancang untuk mendorong siswa berpikir dan ikut serta secara aktif . teka-teki silang berbasis kegiatan pembelajara. secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian hasil belajar di Civics (PPKN) di tingkat SMA. (Halik et al. , 2. Implementasi metode diskusi kelompok dalam pembelajaran PPKN mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memacu partisipasi aktif, dan memperkaya interaksi dalam kelas Ai meskipun dilakukan pada jenjang SMP, prinsip ini relevan untuk SMA karena fokusnya pada keterlibatan aktif peserta didik (Erliana et al. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)yang mengacu pada model siklus. Model ini terdiri atas empat tahapan utama dalam setiap siklus, yaitu: perencanaan . , pelaksanaan tindakan . , observasi . , dan refleksi . (Arikunto et al. , 2. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Ae mei tahun 2025. Dalam penelitian ini menggunakan instrument lembar observasi digunakan untuk mengamati siswa saat melaksanakan proses pembelajaran didalam kelas. Instrument kedua Adalah tes hasil belajar, tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan melalui Teknik observasi, dokumentasi dan tes atau penilaian. Kemudian teknis analisis data dilakukan dalam dua pendekatan yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bermaksud agar menelaah kemanjuran model relevansi pada menumbuhkan keaktifan serta capaian pengajaran murid pada mapel Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Subjek penelitian adalah murid kelas X TKR SMK MaAoarif Husnul Khatimah yang berjumlah 17 orang. Melalui pendekatan ini, peneliti secara langsung mengidentifikasi berbagai permasalahan pembelajaran di kelas serta menerapkan strategi yang didesain agar menumbuhkan kualitas tahap pengajaran dan capaian akademik peserta didik. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA HASIL DAN PEMBAHASAN Urgensi pendidikan di Indonesia saat ini begitu menarik untuk diperbincangkan, mulai dari perjalanan pemerintah mengubah kurikulum hingga pelatihan-pelatihan profesi guru yang diprioritaskan untuk kemajuan kualitas guru dalam mengajar. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan akan berhasil melalui salah satu usaha yaitu melalui pengajaran dengan pelaksanaan melalui bimbingan yaitu pemberian bantuan arahan, motivasi, nasehat dan penyuluhan agar peserta didik mampu mengatasi dan memecahkan masalah sendiri (Misdar et al. , 2017. Dalam konteks PPKn, keterkaitan materi dengan situasi kehidupan siswa sangat penting karena tujuan PPKn bukan sekedar pengetahuan konseptual, tetapi internalisasi nilai kewarganegaraan, etika sosial, tanggung jawab politik, dan perilaku demokratis. Pembelajaran PPKn yang relevan dapat meliputi isu sosial nyata, studi kasus lokal, atau simulasi kewarganegaraan yang memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas dan aktivitas pembelajaran (Afifah & Mukhlis, 2. Pada tahap perencanaan siklus I, peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang meliputi modul ajar yang pada modul ajar tersebut berisikan materi pembelajaran yang sistematis dan terstruktur untuk mencapai tujuan pembelajaran Modul ajar dapat berfokus pada berbagai topik, lembar observasi keaktifan siswa, lembar observasi aktivitas guru, serta instrumen tes hasil belajar. Semua perangkat ini dirancang untuk mengukur efektivitas penerapan metode relevansi. Peneliti juga menyiapkan materi dengan mengaitkan isi Undang-Undang Dasar 1945 pada subtema pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dengan peristiwa nyata yang relevan dengan kehidupan siswa. Pada siklus II, dilakukan perbaikan terhadap perangkat ajar, terutama dalam variasi metode dan media pembelajaran agar lebih kontekstual dan menarik (Pertiwi & Samsuri, 2. Langkah ini juga sejalan dengan teori behaviorisme, yang menekankan pentingnya stimulus pembelajaran yang diberikan secara terstruktur dan dapat membentuk respons belajar yang positif (Teori Behaviorism. (Hidayat et al. , 2. Penyusunan perangkat ajar seperti kuis, soal uraian, dan instrumen observasi merupakan bagian dari penguatan stimulus yang dirancang secara sistematis. Perencanaan ini juga menunjukkan perhatian terhadap . rgensi relevansi pendidika. , yaitu perlunya keterkaitan antara konten pelajaran dan realitas kehidupan siswa, agar mereka merasa memiliki peran dan keterlibatan dalam proses Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan sebanyak dua siklus. Selama pembelajaran, metode relevansi diterapkan untuk menghubungkan materi PPKn dengan realitas sosial siswa, seperti ketidakadilan, kerja bakti, dan kegiatan sosial Hal ini membuat siswa lebih mudah memahami materi secara bermakna. Pada siklus I, pelaksanaan berjalan cukup baik namun belum optimal. Keaktifan dan hasil belajar belum mencapai indikator keberhasilan. Namun, pada siklus II terlihat adanya peningkatan signifikan. Siswa mulai aktif berdiskusi, bertanya, serta mengaitkan materi dengan situasi konkret. Hal ini menunjukkan @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA bahwa metode relevansi berhasil mendorong siswa lebih terlibat dalam proses Hasil siklus I Pada pelaksanaan Siklus I, terdapat tiga indikator keaktifan peserta didik yang telah muncul selama proses pembelajaran berlangsung, dengan persentase ketercapaian sebesar 50%. Sementara itu, tiga indikator lainnya belum teridentifikasi, sehingga menyumbang persentase sebesar 50% dari total keseluruhan indikator yang Oleh karena itu, pada siklus I Tingkat keaktifan siswa secara keseluruhan masih belum maksimal, karena hanya setengah dari indicator yang muncul dalam Tabel. 1 Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus I Kategori Tuntas (Ou . Tidak Tuntas (< . Jumlah Siswa Persentase 52,94 % 47, 06 % Berdasarkan penjelasan tabel 1 yang telah disampaikan, dapat ditarik Kesimpulan bahwa penerapan metode pembelajaran relevansi pada siklus I memberikan pengaruh dengan Tingkat yang masih termasuk kategori sedang terhadap peningkatan keaktifan dan prestasi pengajaran muird. Walaupun terlihat adanya perkembangan pada kedua aspek tersebut, capaian yang diraih belum mencapai batas ketuntasan klasikal yang ditetapkan yakni 77%. Pada pelaksanaan siklus I, persentase ketuntasan klasikal hanya mencapai 52,94 %, dengan nilai rata Ae rata siswa sebesar 69,41 yang masih berada dibawah ambang batas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti mengambil Keputusan untuk melanjutkan ke siklus II dengan melakukan penyempurnaan terhadap strategi pembelajaran yang digunakan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penerapan metode relevansi agar hasil belajar peserta didik dapat mencapai Tingkat ketuntasan yang diharapkan. Hasil Siklus II Pada pelaksanaan siklus II diketahui bahwa dari enam indikator keaktifan siswa yang telah ditetapkan, lima di antaranya muncul secara konsisten selama proses pembelajaran berlangsung, sementara satu indikator belum tampak secara Secara keseluruhan, tingkat keaktifan siswa mencapai persentase sebesar 83 %, yang dikategorikan dalam Tingkat sangat baik berdasarkan kriteria penilaian yang Tabel. 2 Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Siklus II Kategori Tuntas (Ou . Tidak tuntas (< . Siswa Persentase 76, 47% Berdasarkan tabel 2. hasil evaluasi pada Siklus II, tercatat bahwa dari 17 siswa kelas X TKR di SMK Husnul Khatimah, sebanyak 13 orang atau sekitar 76,47% telah mencapai nilai ketuntasan minimal, yaitu 77. Namun, masih terdapat 4 siswa atau sebesar 23,53% yang belum memenuhi standar tersebut. Hasil ini mencerminkan adanya peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan siklus I yang saat itu hanya menunjukan Tingkat ketuntasan sebesar 47,05 %. @2026 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Rahman dkk. EFektivitas Metode Relevansi dalam Meningkatkan Keaktifan dan Hasil BelajarA Peningkatan ini mengisyaratkan bahwa penggunaan metode pembelajaran relevansi berkontribusi secara positif terhadap pencapaian capaian belajar murid pada mapel PPKN. Temuan ini memperlihatkan bahwasanya pendekatan itu efektif untuk menyokong murid memahami materi secara sangat menyeluruh serta meningkatkan partisipasi aktif mereka selama tahap pengajaran berlangsung. KESIMPULAN Berdasar pelaksanaan riset tindakan kelas di kelas X TKR SMK Husnul Khatimah, bisa tersimpul bahwasanya penerapan model relevansi dalam pembelajaran PPKN terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan dan pencapaian capaian pengajarab murid. Perkara ini terlihat dari adanya kenaikan rata-rata nilai siswa, yaitu dari 69,41 pada Siklus I menjadi 85,88 pada Siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan belajar siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 47,05% menjadi 76,47%. Hasil ini mengindikasikan bahwa ambang batas keberhasilan klasikal sebesar 75% telah berhasil dicapai dan dilampaui. Terjadi peningkatan yang signifikan pada keaktifan siswa selama tahap pengajaran, yakni dari 50% pada Siklus I menjadi 83,33% pada Siklus II. Kenaikan sebesar 33,33% ini menandakan bahwa sasaran peningkatan minimal sebesar 20% telah mencapai bahkan melampaui target. Peningkatan ini juga tampak pada membaiknya kualitas interaksi antara guru dan siswa. Peserta didik menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif, antara lain dengan mengajukan pertanyaan, berpartisipasi dalam diskusi, serta mampu menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan keseharian. Dari penjelasan diatas dapat ditarik Kesimpulan bahwa penerapan metode relevansi sangat efektif berkontribusi untuk meningkatkan keaktifan murid serta memperdalam pemahaman mereka terhadap materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. DAFTAR PUSTAKA