EduKarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 01. Nomor 01. April 2025, hal. ISSN : x-x . | ISSN : x-x . Implementasi Pembelajaran Membaca Al-QurAoan dengan Metode UMMI dan Media Audio Visual Youtube bagi Anak-Anak Usia Dini di Kelompok Dawis Kacang Tanah i Kelurahan Bangetayu Kulon Semarang Meilan Arsanti1. Oktarina Puspita Wardani2. Aida Azizah3. Evi Chamalah4. Leli Nisfi Setiana5. Turahmat6 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia 3Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia 4Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia 5Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia 6Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Sultan Agung. Indonesia E-mail : meilanarsanti@unissula. Abstrak Al-QurAoan merupakan pedoman bagi umat Islam agar selamat di dunia dan di akhirat maka umat Islam dianjurkan dapat membaca dan memahami maknanya. Oleh karena itu, agar dapat membacanya maka umat Islam diwajibkan memiliki keterampilan membaca Al-QurAoan dan memahami maknanya dengan baik. Pembelajaran membaca Al-QurAoan harus dimulai sejak dini dengan metode yang mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati. Akan tetapi, anak-anak usia dini di Kelompok Dawis Kacang Tanah i. Kelurahan Bangetayu Kulon. Kota Semarang mengalami kesulitan dalam belajar membaca Al-QurAoan yaitu . kurang jelasnya melafalkan huruf hijaiyah dengan tepat, . kurang bisa membaca Al-QurAoan sesuai dengan tajwidnya, dan . kurang jelas dalam melafalkan bacaan huruf yang hampir sama bunyinya. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan dengan benar bagi anak-anak usia dini di kelompok tersebut Anak-anak usia dini yang menjadi sasaran kegiatan ini sebanyak 10 orang. Anak-anak usia dini tersebut diajarkan bagaimana membaca Al-QurAoan sesuai tingkatan jilidnya sebagai dasar pemahaman lafad sesuai dengan makhroj, tajwid, dan tartilnya dengan metode yang mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati. Metode yang digunakan adalah metode UMMI yang dikombinasikan dengan media audio visual Youtube. Setelah dilaksanakan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan membaca Al-QurAoan pada anak usia dengan indikator . anak mampu melafadzkan dan mengenal huruf-huruf hijaiiyah dalam Al-QurAoan dengan benar, . anak mampu membaca Al-QurAoan dengan benar sesuai dengan tajwidnya, . anak mampu mengikuti bacaan yang diajarkan oleh guru, dan . anak mampu mengulangi kembali bacaan Al-QurAoan yang telah diajarkan sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode UMMI dapat meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan pada anak usia dini. Kata kunci: membaca Al-QurAoan. metode UMMI. media audio visual. anak usia dini Abstract The Qur'an is a guideline for Muslims to be safe in the world and the hereafter, so Muslims are advised to be able to read and understand its meaning. Therefore, in order to be able to read it. Muslims are required to have the skills to read the Qur'an and understand its meaning well. Learning to read the Qur'an must begin early with easy, fun, and touching methods. However, early childhood children in the Dawis Kacang Tanah i Group. Bangetayu Kulon Village. Semarang City have difficulty in learning to read the Qur'an, namely . not being able to pronounce the hijaiyah letters clearly, . not being able to read the Qur'an according to its tajwid, and . not being able to pronounce Arsanti. Wardani. Azizah. Chamalah. Setiana. Turahmat the reading of letters that sound almost the same. This community service was carried out to help improve the skills of reading the Qur'an correctly for early childhood children in the group. The early childhood children who were the target of this activity were 10 people. These early age children are taught how to read the Qur'an according to its volume level as a basis for understanding the pronunciation according to its makhroj, tajwid, and tartil with an easy, fun, and touching method. The method used is the UMMI method combined with Youtube audio-visual media. After the learning process was carried out, it can be concluded that there was an increase in the skills of reading the Qur'an in children with indicators . children are able to pronounce and recognize the hijaiiyah letters in the Qur'an, . children are able to read the Qur'an correctly according to its tajwid, . children are able to follow the reading taught by the teacher, and . children are able to repeat the reading of the Qur'an that has been taught previously. Thus, it can be concluded that the UMMI method can improve the skills of reading the Qur'an in early age children. Keywords: reading the Qur'an. UMMI method. audio-visual media. early age children PENDAHULUAN Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang memuat banyak ajaran dan petunjuk bagi orang beriman untuk mengikutinya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ajaran yang paling menonjol dalam Al-Qur'an adalah perintah untuk membaca dan mencari ilmu. Perintah membaca terdapat dalam Al-Qur'an surat Al Alaq ayat 1 yang menyoroti pentingnya pendidikan dan memperoleh pengetahuan dalam Islam. Perintah membaca yang terdapat dalam Al-Qur'an ini dapat mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan pribadi, serta berkontribusi pada perbaikan masyarakat. Dalam Islam, menulis dan membaca dipandang sebagai alat penting untuk melestarikan dan mewariskan pengetahuan. Kemampuan membaca dan menulis memungkinkan umat Islam untuk mengakses informasi yang terkandung dalam Al-Qur'an. Hadits, dan literatur Islam lainnya. Oleh karena Al-QurAoan merupakan pedoman bagi umat Islam agar selamat di dunia dan di akhirat maka umat Islam dianjurkan dapat membaca dan memahami maknanya. Oleh karena itu, agar dapat membacanya maka umat Islam diwajibkan memiliki keterampilan membaca Al-QurAoan dan memahami maknanya dengan baik. Orang tua dan guru sebagai suri tauladan bagi anak memiliki kewajiban untuk memberikan stimulus yang bukan hanya untuk kecerdasan otaknya saja, tetapi dalam hal menyeluruh baik secara jasmani maupun rohani. Dengan demikian, anak akan tumbuh dan berkembang dengan pengetahuan, keterampilan yang sesuai dengan ajaran islami. Sudah menjadi kewajiban guru dan orang tua membekali keterampilan membaca Al-QurAoan pada anak-anak yang merupakan bagian dari kaum Dengan memberikan pemahaman melek aksara Al-QurAoan sejak dini diharapkan dapat memahami pedoman hidupnya (Al-QurAoa. sebagai generasi muslim (Mulyani et al. , 2. Agar dapat membaca Al-QurAoan dengan baik maka harus dilatih sedini mungkin. Pada fase inilah saat yang tepat diarahkan untuk melakukan kegiatan pembelajaran Al-QurAoan dengan menerapkan nilai-nilai Al-QurAoan dalam kehidupan sehingga pondasi keislaman anak akan terbentuk dan kedepannya anak akan tumbuh dan berkembang dengan dominan memiliki nilai religius (Syariffudin 2005:. Idealnya anak dapat menerima pendidikan Al-QurAoan adalah sejak usia kanakkanak atau usia 4-6 tahun (Aini, 2. Anak berusia 4-6 tahun sudah siap untuk memulai belajar AlQurAoan sesuai dengan tingkatannya. Permasalahan yang sering terjadi dalam anak belajar membaca Al-QurAoan yaitu kurang jelasnya melafalkan huruf hijaiyah dengan tepat dan kurang jelasnya suara huruf yang dikeluarkan dengan bunyi dan simbol yang hampir sama. Hal ini sebagai tugas guru dan orang tua melatih anak dalam membaca Al-QurAoan sesuai dengan makhraj dengan dilatih secara konsisten . Demikian Implementasi pembelajaran membaca Al Quran dengan metode UMMIAA. ISSN : x-x . | ISSN : x-x . halnya dengan permasalahan yang dihadapi anak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah i. Perum Korpri. Kel. Bangetayu Kulon. Kota Semarang. Sesuai dengan 10 Program Pokok PKK bidang Pendidikan dan Keterampilan, maka seorang ibu dalam perannya di dalam rumah tangga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya khususnya pada saat di rumah. Salah satu hal yang perlu dilakukan seorang ibu adalah mendidik anak-anaknya untuk gemar membaca Al-QurAoan sejak dini. Akan tetapi, masalah lain yang dihadapi adalah ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah i tidak semua memiliki keterampilan membaca AlQurAoan yang baik sesuai dengan makhraj. Oleh karena itu, banyak anak usia dini yang mengikuti kegiatan mengajaji di masjid sekitar rumah. Akan tetapi, meskipun rata-rata anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah i sudah mengikuti kegiatan mengaji di masjid masih banyak anak yang belum lancar dalam membaca Al-QurAoan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan pada anak-anak usia dini tersebut dengan metode yang menyenangkan, yaitu metode UMMI dan media audio visual Youtube. Metode Ummi ditulis berdasarkan observasi Ustaz Muzammil atas kesalahan-kesalahan umum yang terjadi saat membaca Al-QurAoan, seperti seringnya terjadi tawallud dalam membaca huruf sukun, seringnya tanaffuz ketika membaca ayat yang panjang, tidak stabilnya membacaan hukum mad, ketidaktelitian dalam membaca bacaan mad yang panjang 5 atau 6 harakat, dan mendengungkan bacaan gunnah yang terbaru-buru, sehingga kadar dengung tidak sesuai ketentuan 3 harakat lama tempo dengung. Penyebutan Ummi berasal dari kata AuummunAy, berbahasa Arab yang bermakna ibu. Jasa seorang ibu sangat tinggi untuk tumbuh kembang anak, antara lain mengajarkan, membimbing, mendidik kepada putra dan putrinya agar menjadi orang yang bermanfaat dan sukses. Ibu juga pengajar pertama terhadap seorang anak menjadi pandai dalam berbagai hal. Oleh karenanya, pendekatan dalam metode Ummi adalah pendekatan bahasa ibu. Strategi pendekatan bahasa ibu meliputi . Direct Method . , yaitu membaca langsung tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan atau dengan kata lain learning by doing, belajar dengan melakukan secara langsung. Repetition . iulang-ulan. , yaitu bacaan Al-QurAoan akan semakin kelihatan keindahan, kekuatan, dan kemudahannya ketika kita mengulang-ulang ayat atau surat dalam Al-Qur'an. Begitu pula seorang ibu dalam mengajarkan bahasa kepada anaknya. Kekuatan, keindahan, dan kemudahannya juga dengan mengulang-ulang kata atau kalimat dalam situasi dan kondisi yang berbeda-beda. Affection . asih sayang yang tulu. , yaitu kekuatan cinta, kasih sayang yang tulus, dan kesabaran seorang ibu dalam mendidik anak adalah kunci kesuksesannya. Metode Ummi dapat digunakan untuk semua golongan, baik anak-anak, remaja, maupun kalangan dewasa. Ciri khas dari metode ini terdapat pada nada yang digunakan. Proses pembelajarannya terdiri atas 6 jilid ditambah buku gharaibul QurAoan dan tajwid dasar. Dari jilid 1 sampai jenjang akhir dengan menggunakan pola nada yang seragam. Media yang digunakan adalah buku ajar sebanyak 6 jilid dan media lain, seperti peraga pengajaran metode Ummi, buku prestasi santri, buku hafalan doa-doa dan beberapa peraga lainnya seperti aplikasi metode Ummi. Metode Ummi adalah salah satu metode membaca Al-QurAoan yang mempraktikkan secara langsung bacaan tartil sesuai kaidah ilmu tajwidnya (Tashih dan Tahsi. (Yasyakur, 2. Metode Ummi ini memiliki beberapa keunikan, yaitu yang pertama guru lebih memahami di mana letak kekurangan pada anak didik dalam memahami materi yang diberikan kepada peserta didik dan yang kedua anak akan lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Metode Ummi juga merupakan metode pembelajaran yang mengenalkan huruf bacaan yang sulit dalam Al-QurAoan. METODE Kegiatan PkM ini dilaksanakan di lingkungan kelompok Dawis Kacang Tanah i. Kelurahan Bangetayu Kulon. Kota Semarang pada bulan Juni 2024. Mitra yang dilibatkan pada kegiatan ini adalah 10 anak-anak usia dini yang mengikuti kegiatan mengajai (TPQ) pada sore hari di masjid Bentuk kegiatan PkM ini adalah praktik pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan Implementasi pembelajaran membaca Al Quran dengan metode UMMIAA. Arsanti. Wardani. Azizah. Chamalah. Setiana. Turahmat mengimplementasian metode Ummi dan media audio visual Youtube. Pembelajaran membaca AlQurAoan dilaksanakan selama libur sekolah setiap hari Jumat dan Sabtu setelah salat maghrib. Kegiatan PkM dilakukan dalam beberapa tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan . , observasi dan evaluasi dan refleksi. Perencan meliputi . melakukan koordinasi dengan ketua Dawis kacang Tanah i. Kel. Bangetayu Kulon. Kec. Genuk. Kota Semarang, . mensosialisasikan Kegiatan Pengabdian Masyarakat kepada anggota kelompok Dawis Kacang Tanah i dengan mengundang ketua RT, dan . menyusun program pengabdian berdasarkan hasil analisis situasi. Pelaksanaan Tindakan, yaitu implementasi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode UMMI dan media audio visual Youtube. Observasi dan Evaluasi, dilakukan secara langsung oleh tim pelaksana. Observasi berupa hasil kerja peserta . nak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah . terhadap penerapan metode UMMI dan media audio visual Youtube pada saat implementasi pembelajaran membaca Al-QurAoan pad aanak-anak usia dini. Proses evaluasi dilaksanakan dengan memberikan kuesioner kepuasan mitra untuk mengetahui tingkat kepuasan mitra, kekurangan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Refleksi, dilakukan bersama antara tim dan peserta . nak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah . Hal ini dilakukan untuk mengetahui seluruh proses pelaksanaan kegiatan PkM. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PkM ini dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan tahap refleksi yang dapat diuraikan sebagai berikut. Perencan Pada tahap perencanaan. Tim PkM melakukan . koordinasi dengan ketua Dawis Kacang Tanah i. Kel. Bangetayu Kulon. Kec. Genuk. Kota Semarang, . mensosialisasikan kegiatan PkM kepada anggota kelompok Dawis Kacang Tanah i dengan mengundang ketua RT, dan . menyusun program pengabdian berdasarkan hasil analisis situasi. Selain itu. Tim PkM menyusun persiapan jadwal pelaksanakan kegiatan, media audio visual Youtube, jilid mengaji dari 1-6, undangan kepada peserta kegiatan, dan hadiah. Berikut ini jadwal pelaksanaan pembelajaran membaca AlQurAoan dengan metode Ummi dan media audio visual Youtube. Tabel 1 Jadwal Pelaksanaan Implementasi Pembelajaran Membaca Al-QurAoan Nama Ayesh Ayran Kiano Keisha Keyla Mecca Izza Dewa Duta Jenna Umur . Jilid Pra Pra Keterampilan Membaca Lancar Belum Oo Oo Oo Oo Oo Oo Hari Jumat Oo Oo Sabtu Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Implementasi pembelajaran membaca Al Quran dengan metode UMMIAA. Oo ISSN : x-x . | ISSN : x-x . Pelaksanaan Tindakan Pada saat implementasi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode UMMI dan media audio visual Youtube dibedakan menjadi kelompok kecil dan kelompok besar. Kelompok kecil terdiri atas anak yang masih pada parjilid dan jilid 1, sedangkan kelompok besar terdiri atas anak yang sudah pada jilid 2 dan 3. Jumlah total pelaksanaan pembelajaran sebanyak enak kali dengan masing-masing hasilnya sebagai berikut. Pada pertemuan ke-1 dan ke-2 anak yang masih prajilid dan jilid 1 masih malu dan belum dapat melafalkan huruf hijaiyah dengan jelas misalnya pada huruf A( Ar. Adapun anak yang sudah jilid 2 dan 3 masih banyak anak yang belum jelas dalam melafalkan huruf AEA. ACA. AA. AA. Pada saat mereka melafalkan huruf-huruf tersebut pelafalannya hampir mirip meskipun sudah diperdengarkan masing-masing pelafalan huruf yang benar. Selain itu, ada beberapa anak yang masih belum tepat melafalkan sesuai tajwidnya. Pada pertemuan ke-3 dan ke-4 sudah mulai jelas tajwidnya meskipun beberapa anak masih ada yang belum benar ketika melafalkan huruf hijaiyah. Akan tetapi, ketika diperdengarkan pelafalan yang jelas sudah bisa menirukan dengan tepat baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Adapun pada pertemuan ke-5 dan ke-6 anak sudah mampu melafadzkan dan mengenal huruf-huruf hijaiiyah dalam Al-QurAoan dengan benar sesuai dengan tajwidnya. Selain itu, anak juga sudah mampu mengikuti bacaan yang diajarkan oleh guru, dan mampu mengulangi kembali bacaan Al-QurAoan yang telah diajarkan sebelumnya. Dalam menerapkan metode Ummi yang mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati tim PkM melakukan pendekatan kepada anak-anak usia dini dengan bermain bersama, menggambar hingga menonton Youtube. Selain itu, tim PkM memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang malu atau bahkan takut ketika mulai membaca Al-QurAoan sesuai jilidnya. Tim PkM tidak memaksa anak yang memang belum mau membaca pada saat gilirannya. Tim PkM juga menggunakan bahasa ibu mereka . ahasa Jawa ngok. dikombinasikan dengan bahasa Indonesia sesuai dengan level perkembangan bahasa anak usia dini. Strategi pendekatan bahasa ibu yang digunakan meliputi . Direct Method . , yaitu membaca langsung tanpa dieja/diurai atau tidak banyak penjelasan atau dengan kata lain learning by doing, belajar dengan melakukan secara Pada anak prajilid dilakukan dengan memeberi contoh dahulu pada saat melafalkan tiap-tiap huruf hijaiyah, tetapi untuk anak jilid 1, 2, dan 3 anak sudah bisa langsung melafalkannya meskipun masih banyak yang belum benar sesuai pelafalan dan tajwidnya. Repetition . , yaitu tim PkM yang didampingi guru dengan sabar mengulang-ulang pelafalan anak yang belum tepat khusunya pada huruf hijaiyah yang pelafalannya hampir mirip. Affection . asih sayang yang tulu. , yaitu tim PkM melakukan pendekatan khusus kepada anak-anak dengan sabar dan lembut agar anak-anak nyaman dan merasa disayangi. Berikut ini implementasi pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode Ummi dan media audio visual Youtube pada anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah i. Kelurahan Bangetayu Kulon. Kota Semarang. Gambar 1 Pelaksanakan Pengabdian Masyarakat (PkM) Implementasi pembelajaran membaca Al Quran dengan metode UMMIAA. Arsanti. Wardani. Azizah. Chamalah. Setiana. Turahmat Gambar 2 Penerapan Metode Ummi yang Mudah. Menyenangkan, dan Menyentuh Hati Observasi dan Evaluasi Tahap observasi dan evaluasi dilakukan secara langsung oleh tim pelaksana. Observasi berupa hasil kerja peserta . nak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah . terhadap penerapan metode UMMI dan media audio visual Youtube pada saat implementasi pembelajaran membaca Al-QurAoan pada anak-anak usia dini. Proses evaluasi dilaksanakan dengan memberikan kuesioner kepuasan mitra untuk mengetahui tingkat kepuasan mitra, kekurangan dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dari hasil pengisian kuesioner disimpulkan bahwa hampir seluruh peserta atau sasaran kegiatan memberikan sikap positif dengan presentase 93%. Refleksi Tahap refleksi dilakukan bersama antara tim dan peserta . nak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah . Hal ini dilakukan untuk mengetahui seluruh proses pelaksanaan kegiatan PkM. Dari hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa metode Ummi dan media audio visual efektif digunakan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca Al-QurAoan bagi anakanak usia dini sesuai dengan tingkat pencapaian jilidnya. Setelah dilaksanakan kegiatan PkM keterampilan membaca anak-anak usia dini di kelompok Dawis Kacang Tanah i mengalami peningkatan yang signifikan. Pada anak yang masih prajilid dapat dilihat dari kejelasan pelafalan huruf hijaiyah meskipun harus dengan menirukan pelafalan Pelafalan tersebut juga belum sempurna karena anak masih belum bisa berbicara dengan lancar bahkan masih ada yang cadel. Pada anak yang sudah jilid 1 pelafalan huruf hijaiyah sudah mulai benar, meskipun ketika melafalkan huruf hijaiyah yang baru masih belum bisa melafalkannya. Akan tetapi, dengan dibimbing guru lambat laun anak bisa melafalkan huruf hijaiyah dengan benar. Pada anak yang sudah mencapai jilid 2 dan 3 sudah mulai bisa membaca huruf hijaiyah dengan benar sesuai harokatnya meskipun masih ada beberapa yang belum tepat sesuai dengan panjang pendek dan ketukan ayunannya. Selain dibimbing guru, anak-anak tersebut juga berlatih secara berulang dengan menyimak video membaca Al-QurAoan dengan metode Ummi di chanel Youtube sesuai dengan tingkat jilidnya. Meskipun terjadi peningkatan yang signifikan, tetap masih ditemukan kendala dalam mengimplementasikan pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metode Ummi dan media audio visual Youtube. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan kondisi anak yang moodnya gampang berubah dari senang menjadi sedih atau marah. Misalnya karena rebutan alat gambar dengan teman atau karena buku jilidnya sobek. Kondisi tersebut mengakibatkan anak kurang antusias ketika diminta membaca jilidnya bahkan ada anak yang menangis minta ditemani ibunya. Selain itu, tim PkM tidak ada yang memliki latar belakang keilmuan pendidikan anak usia dini, sehingga kurang Implementasi pembelajaran membaca Al Quran dengan metode UMMIAA. ISSN : x-x . | ISSN : x-x . maksimal dalam menangani anak-anak usia dini tersebut. Solusi masalah tersebut adalah tim PkM dapat melibatkan praktisi pendidikan anak usia dini atau guru TK sehingga dapat memberikan pendekatan-pendekatan khusus dengan tepat sesuai dengan karakteristik anak-anak usian dini. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan memuat hasil atau capaian target pengabdian. Jangan mengulang Abstrak, atau menguraikan apa yang ada di Hasil dan Pembahasan. Uraikan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif hasil evaluasi pelaksanaan atau temuan yang sesuai dengan tujuan atau solusi kegiata. Berikan pembenaran ilmiah yang jelas untuk pekerjaan Anda dan tunjukkan kemungkinan penerapan dan perluasan. Simpulan ditulis dalam bentuk paragraph deskriptif, tidak dalam bentuk numbering. Berikan saran yang menggambarkan hal-hal yang akan dilakukan terkait dengan ide pengabdian selanjutnya. Hambatan atau masalah yang dapat mempengaruhi hasil pengabdian juga disajikan pada bagian ini. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan PkM dengan judul AyImplementasi Pembelajaran Membaca Al-QurAoan dengan Metode Ummi dan Media Audio Visual Youtube pada Anak-Anak Usia Dini di Kelompok Dawis Kacang Tanah i. Kelurahan Bangetayu Kulon. Kota SemarangAy dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-QurAoan harus dimulai sejak dini. Agar anak dapat mencintai dengan setulus hati maka pengenalan Al-QurAoan dilakukan dengan mudah, menyenangkan, dan penuh kasih, sehingga anak-anak tidak merasa mendapat tekanan dari orang tua atau guru meskipun menjadi tugas mereka untuk mengenalkan kita suci agamanya. Untuk memudahkan anakanak belajar membaca Al-QurAoan harus dilakukana dengan metode yang tepat, salah satunya adalah metode Ummi yang dinilai mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati. Ketika mengajar, guru menggunakan strategi bahasa ibu yang dilaksanakan dengan direct method . , repetition . iulang-ulan. , dan . asih sayang yang tulu. Dari kendala yang dihadapi sebaiknya dalam mengimplementasian kegiatan ini anak dalam kondisi senang, kenyang, dan bahagia sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Dengan demikian, proses pembelajaran membaca Al-QurAoan dengan metodei Ummi dan media audio visual Youtube dapat dilaksanakan dengan sebaik mungkin. UCAPAN TERIMA KASIH