Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. Nomor 1 Mei 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: https://doi. org/ 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. PEMANFAATAN INTERNET MARKETING MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM PEMASARAN UNTUK PELAKU UMKM DI DESA BENER KECAMATAN MAJENANG Laili Ulviah*1. Hendro Welas Setiawan2 STKIP Majenang. Cilacap. Indonesia Korespondensi : laili. ulviah09@gmail. Abstrak Desa Bener merupakan salah satu desa di Kecamatan Majenang. Para pelaku UMKM di desa ini mengalami penurunan pendapatan. Mereka memasarkan produknya secara konvensional atau membuka toko fisik. Untuk meningkatkan pendapatannya perlu ada pelatihan untuk memasarkan produk mereka dengan cara yang berbeda, seperti pemanfaatan internet marketing melalui media sosial. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pelatihan tentang pemanfaatan internet marketing melalui media sosial dalam pemasaran untuk pelaku UMKM. Instrumen yang digunakan berupa angket. Laptop, smartphone, dan LCD Proyektor. Data diperoleh dari angket kemudian dihitung Hasil dari pengabdian ini adalah adanya peningkatan pemahaman peserta tentang internet marketing dan adanya peningkatan penjualan produk para pelaku UMKM. Kata kunci: internet marketing, media sosial. UMKM Abstract Bener Village is one of the villages in Majenang District. MSMEs in this village experienced a decline in They market their products conventionally or open physical stores. To increase their income, they need training to market their products in different ways, such as using internet marketing through social media. The purpose of this service is to provide understanding and training about the use of internet marketing via social media in marketing for MSMEs. The instruments used were questionnaires, laptops, smartphones and LCD projectors. Data was obtained from a questionnaire and then the percentage was calculated. The result of this service is an increase in participants' understanding of internet marketing and an increase in product sales for MSME players. Keywords: internet marketing, social media. MSMEs Submit: Mei 2024 Diterima: Mei 2024 Publis: Mei 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 8 No. Mei 2024 internet untuk berkomunikasi dan juga untuk berbelanja. Hal tersebut dapat memudahkan pelaku UMKM untuk memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan konsumen, meningkatkan penjualan (Febriyantoro & Arisandi, 2. Usaha Mikro. Kecil Menengah atau biasa kita sebut sebagai UMKM merupakan usaha produktif orang perorangan dan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro, kecil dan menengah sebagaimana diatur dalam undangundang (Ramadhanu & Priandika. Usaha perdagangan ini dapat dikelola oleh perorangan ataupun badan usaha sesuai dengan kriteria usaha dalam lingkup kecil atau juga dalam lingkup mikro (Ariyanto, 2. UMKM yang dikelola oleh perorangan akan ada permasalahan yang muncul. Salah satu masalah yang dijumpai di Desa Bener adalah maasalah dalam cara memasarkan produknya. Para pelaku UMKM masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan membuka toko. Penjualan secara konvensional sepertinya sudah kurang maksimal dijalankan karena kurangnya daya beli masyarakat sekitar. Apalagi jika melihat letak Desa Bener yang jauh dari pusat keramaian di Kecamatan Majenang, diperlukan suatu strategi supaya usaha mereka tetap berjalan dan berkembang luas hingga menjangkau pasar yang lebih luas. Bentuk optimalisasi internet marketing dapat melalui marketplace dan juga media Marketplace seperti Tokopedia. Shopee. OLX, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk media sosial seperti facebook, instagram, whatsapp, tiktok, dan lain sebagainya. Pemilihan media untuk internet marketing tentunya perlu kecenderungan perilaku konsumen. Ketepatan dalam pemilihan media yang sesuai dengan kecenderungan perilaku konsumen dalam media elektronik, dengan sendirinya memberikan opini yang menimbulkan pertimbangan bagi calon konsumen lain untuk melakukan pembelian (Nadya, 2. Media sosial menjadi pilihan yang tepat untuk pelaku UMKM yang baru akan mencoba memasarkan produk mereka melalui internet marketing. Berdasarkan survei yang telah dilakukan di Desa Bener Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, pendapatan pelaku UMKM di Desa Bener mengalami penurunan sejak adanya pandemic covid 19 karena banyak pesaing baru bermunculan dengan produk yang serupa. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya marketing melalui media sosial. Media sosial dipilih karena mereka sudah sangat sering menggunakannya untuk berkomunikasi dan diharapkan mereka pemasaran produk mereka. Pelaku UMKM Pemilihan strategi pemasaran yang tepat dapat meraih pangsa pasar meningkatkan penjualan (Pradiani. Salah satu strategi pemasaran yang dapat digunakan oleh pelaku UMKM adalah dengan memanfaatkan internet marketing. Internet marketing merupakan suatu fasilitas internet yang digunakan untuk memasarkan produk dan layanan serta membangun atau mempertahankan citra perusahaan (Watson, et al, 2. Cara ini digunakan mengingat para konsumen dewasa ini lebih sering menggunakan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) mengkomunikasikan produk secara intensif dengan melakukan pemasaran produk dengan memanfaatkan internet marketing melalui media sosial untuk dapat menjangkau konsumennya secara langsung dan dapat menekan biaya promosi (Hardilawati, 2. Sasaran utama pemasaran produk mereka dimulai dari teman media sosial dan nantinya apabila sudah memiliki reputasi baik diharapkan bisa sampai pada tingkat nasional yaitu melalui media marketplace seperti tokopedia atau shopee. Vol. 8 No. Mei 2024 Prosedur Pengumpulan Data Angket untuk mengukur tingkat pemahaman responden tentang internet marketing diberikan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan diberikan. Sedangkan data untuk mengukur responden tiga bulan sesudah kegiatan Analisis Data Data yang diperoleh dari angket dihitung prosentase jumlah skornya dan data penjualan dianalisis dengan melihat prosentase peningkatannya. Data-data diinterpretasikan berdasarkan pada Tabel 1. Tujuan pengabdian masyarakat pemahaman dan pelatihan tentang pemanfaatan internet marketing melalui media sosial dalam pemasaran untuk pelaku UMKM. Tabel 1. Kriteria skor angket Interval Kriteria 80 Ae 100 % Sangat Tinggi METODE PELAKSANAAN 60 Ae 79 % Tinggi Rancangan Pengabdian 40 Ae 59 % Cukup Kegiatan ini dirancang untuk internet marketing dan pelatihan dalam menggunakan internet marketing untuk memasarkan produk hasil UMKM. 20 Ae 39 % Rendah 0 Ae 19 % Sangat Rendah Subyek Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diawali dengan observasi dan wawancara bersama kepala desa Bener kecamatan Majenang kabupaten Cilacap. Jawa Tengah. Bersarkan hasiil observasi dan informasi ada sekitar 12 pelaku UMKM di Desa tersebut. Dari 12 pelaku UMKM ada 10 yang belum berkembang atau belum memanfaatkan internet marketing dalam memasarkan Pelaku UMKM yang belum memanfaatkan internet marketing inilah yang selanjutnya menjadi subjek pengabdian ini. Pelaku UMKM di Desa Bener. Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah. Instrumen Instrument untuk menggunakan angket. Untuk pelatihan LCD Dan untuk mengukur keberhasilan kegiatan menggunakan data penjualan dari responden selama tiga bulan sesudah kegiatan pelatihan. Sebelum pelatihan dilakukan, pelaku UMKM yang menjadi subjek Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) pengabdian diberi angket untuk Pemberian angket juga dilakukan sesudah pelaksanaan pelatihan. Data hasil analisis angket disajikan dalam Berdasarkan Tabel 2, rerata skor angket responden sebelum dilakukan pelatihan adalah sebesar 31,3 % yang berada dalam kategori rendah. Data tersebut menggambarkan pemahaman responden tentang internet marketing yang masih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh responden belum menampilkan dan menawarkan produk mereka dengan menarik melalui internet marketing. Setelah pelatihan pemahaman responden tentang internet Hal tersebut dibuktikan dengan data rerata skor angket responden yang diisi setelah pelatihan Rerata responden sebesar 75,8 % yang berada dalam kategori tinggi. Peningkatan pemahaman ini akan dijadikan bekal para responden untuk memasarkan produk mereka melalui internet Tabel 2. Prosentase Pemahaman Responden Respo Prose Angke Sebel Krit Prose Angke Sesud Krit Rend Ting Cuk Sang Ting Rend Sang Ting Rend Ting Rend Ting Sang Rend Ting Cuk Sang Ting Rend Ting Rend Sang Ting Vol. 8 No. Mei 2024 Setelah pelatihan dilakukan, responden diberi waktu selama 3 bulan perkembangan atau kenaikan penjualan produk mereka. Selama waktu 3 bulan tersebut, responden diberi fasilitas konsultasi apabila ada sesuatu yang mereka kurang paham tentang cara Data perkembangan atau kenaikan penjualan disajikan dalam Tabel 3. Tabel 3. Data kenaikan penjualan Responden Kenaikan Kriteria Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Ting Rend Sangat Tinggi Rerata Rend Ting Sangat Tinggi Sangat Tinggi Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Rerata 82,5 % Sangat Tinggi Vol. 8 No. Mei 2024 informasi yang mereka perlukan tentang barang tersebut. Dengan adanya komunikasi yang berlangsung baik tersebut, tidak sedikit dari mereka yang memiliki hubungan baik dengan Hal tersebut sejalan dengan pendapat Mokhtar . yang menyatakan bahwa internet marketing dapat menurunkan biaya pemasaran dan dapat meningkatkan hubungan baik dengan pelanggan. Berdasarkan Tabel 3, rerata kenaikan penjualan responden adalah sebesar 82,5 % berada pada kategori sangat tinggi. Data ini diperoleh dari rerata penghasilan responden delama 3 Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan, penggunaan internet marketing bagi UMKM lebih efektif dalam pengembangan produk Penggunaan internet marketing dalam pemasaran dapat memudahkan melakukan transaksi dimanapun dan Hal tersebut sejalan dengan pendapat Kotler, et al. yang menyatakan bahwa internet marketing memungkinkan terjadinya komunikasi dan transaksi setiap waktu atau real time, bisa di akses ke seluruh dunia, dapat melihat berbagai jenis barang, membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Penyajian atau pemaparan produk yang menarik dapat membentuk pemikiran irasional yang pembelian produk oleh para konsumen (Febriyantoro, 2. KESIMPULAN Selain itu, berdasarkan penuturan dari pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini penggunaan internet marketing dapat menurunkan biaya pemasaran karena mereka tidak harus memiliki tempat atau bangunan khusus untuk berjualan. Mereka bisa melayani pembeli dimanapun dan kapanpun mereka berada. Konsumen juga merasa mantap untuk membeli barang mereka karena mereka telah memdapatkan Ariyanto. Aris. Strategi Pemasaran UMKM di Masa Pandemi. Insan Cendekia Mandiri: Solok. Hasil pemanfaatan internet marketing ini terhadap 10 pelaku UMKM di Desa Bener peningkatan pemahaman responden dengan rerata 31,3 % berada pada kategori rendah menjadi 75,8% berada pada kategori tinggi. Dan juga kenaikan penjualan sebesar 82,5 % yang berada pada kategori sangat tinggi. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat (P3M) STKIP Majenang yang telah memberikan dana untuk pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk tahun anggaran dan tahun pelaksanaan 2023. REFERENSI