Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 JURNAL DEDIKASI http://jurnalftijayabaya. id/index. php/Dedikasi DOI: https://doi. org/10. 31479/dedikasi. Pelatihan Pembuatan Automatic Hand Sanitizer Dispenser Untuk Mendukung Aksi Tanggap Darurat COVID-19 BAZNAS Kota Depok Reza Diharja*. Renggo Mike Al-AoAziz. Wike Handini. Sri Wiji Lestari. Nur Witdi Yanto Prodi Teknik Elektro. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Jayabaya. Jakarta *) Corresponding author: reza. diharja@jayabaya. (Received: 12 Nov 2020 A Revised: 15 Dec 2020 A Accepted: 20 Dec 2. Abstract Depok City is categorized as a red zone area for the spreading of COVID-19, where as of 1stof May 2020, about 298 confirmed cases of COVID-19 had occurred here. To overcome this problem. BAZNAS Depok as a partner of Faculty of Industrial Engineering Jayabaya University (FTI-UJ) conducted an Emergency Response Action for COVID-19. These actions included: Clean and healthy movement. PPE assistance for health workers and Kadeudeuh Pangan Movement. To optimize the implementation of that action. BAZNAS Depok needs to collaborate with local agencies within Depok City. The collaboration is needed because the supporting facilities for the action are still supplied from third parties. Departemnt of Electrical Engineering FTI-UJ lecturers were moved to offer the solutions in the form of training in making Automatic Hand Sanitizer Dispensers and provide supporting facilities of 10 units of those tools and educational posters about clean and healthy Apart from these facilities, donations were also given to organize the Kadeudeuh Pangan The results of a survey of 20 respondents that participating in this Community Service program, have obtained an average index value of 3. 5 out of 7 variables or a conversion interval value of 88. However, the reliability value of the speakers in preparing and delivering training materials was lower, namely 3. 25 or 81. Abstrak Kota Depok merupakan wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah penyebaran COVID-19 dimana hingga per 1 Mei 2020, terkonfirmasi sebanyak 298 kasus positif COVID-19 terjadi di sini. Menurut data Sitrep Cegat COVID-19. Kota Depok merupakan daerah dengan rasio penyebaran COVID-19 tertinggi di Bodetabek. Untuk menanggulaginya. BAZNAS Kota Depok sebagai Mitra FTI Universitas Jayabaya melakukan Aksi Tanggap Darurat COVID Ae 19. Aksi tersebut antara lain: Gerakan bersih dan sehat. Bantuan APD Tenaga Kesehatan dan Gerakan Kadeudeuh Pangan. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan Aksi Tanggap Darurat COVID-19. BAZNAS Kota Depok perlu melakukan kerjasama dengan instansi lokal yang ada di Kota Depok. Latar belakang kerjasama dikarenakan fasilitas pendukung aksi masih didatangkan dari pihak ketiga. Dosen-dosen Teknik Elektro FTI-UJ yang berasal dari wilayah lokal, tergerak untuk menawarkan solusi berupa pelatihan pembuatan Automatic Hand Sanitizer Dispenser dan memberikan bantuan fasilitas pendukung berupa 10 unit alat tersebut serta poster edukasi pola hidup bersih dan sehat. Selain fasilitas tersebut, diberikan juga donasi untuk penyelenggaraan aksi kadedeuh pangan. Hasil survei terhadap 20 responden peserta program Pengabdian kepada Masyarakat, diperoleh rata-rata nilai indeks 3,5 dari 7 variabel atau nilai interval konversi sebesar 88,2%. Namun nilai keandalan para narasumber dalam menyiapkan dan menyampaikan materi pelatihan lebih rendah, yakni 3,25 atau 81,25%. Keywords: Automatic Handsanitizer Dispenser. BAZNAS Depok. Departemnt of Electrical Engineering FTI-UJ. Emergency Response Action for COVID-19. Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 PENDAHULUAN Kegiatan pengabdian masyarakat bekerjasama dengan Badan Amal Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Depok. BAZNAS Kota Depok merupakan organisasi yang aktif membantu pemerintah dalam penanggulangan COVID-19 di lingkup lokal kota. Kota Depok merupakan wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah penyebaran COVID-19, di mana per tanggal 1 Mei 2020 terkonfirmasi 298 kasus positif COVID-19. Menurut data Sitrep Cegat COVID19. Kota Depok merupakan daerah dengan rasio penyebaran COVID-19 tertinggi di Bodetabek, yakni: dari 1. 919 penduduk terdapat 1 kasus positif atau suspek COVID-19, dalam wilayah per km2, terdapat rata-rata 6,26 kasus positif atau suspek COVID-19. Semua kelurahan di Kota Depok masuk zona merah kasus positif COVID-19 . Status zona merah diberikan pada wilayah dengan tingkat penularan yang sudah tidak Pada zona ini berbagai aktivitas harian telah ditangguhkan. Kegiatan belajar mengajar diliburkan, kegiatan ekonomi dihentikan, bahkan kegiatan ibadah berjamaah juga tidak dilaksanakan . Oleh karena itu, banyak pekerja sektor informal di Kota Depok yang merasakan dampaknya, seperti aktivitas mereka dalam memenuhi kebutuhan untuk hidup terbatasi, banyak karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena manajemen perusahaan tempat mereka bekerja yang tidak mempu membayar dikarenakan operasional tidak berjalan dengan normal. Aksi BAZNAS kota Depok tanggap darurat COVID Ae 19 terlihat pada Gambar 1 antara lain: Gerakan bersih dan sehat. Bantuan APD Tenaga Kesehatan dan Gerakan Kadeudeuh Pangan. Gerakan bersih dan sehat antara lain berupa bantuan perlengkapan kebersihan, penyemprotan disinfektan, edukasi pola hidup bersih dan sehat untuk masjid dan pondok Bantuan APD Tenaga Kesehatan diberikan bagi tenaga kesehatan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok. Gerakan kadeudeuh pangan memberikan bantuan seratus ribu paket bahan pokok penting untuk pekerja sektor informal terdanpak COVID-19. Untuk mensukseskan kegiatan tersebut maka BAZNAS Kota Depok memerlukan kerjasama dengan beberapa instansi baik instansi pendidikan, perbankan ataupun industri di Kota Depok. Gambar 1. Aksi BAZNAS Kota Depok Tanggap Darurat COVID -19 . Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Salah seorang perwakilan dari BAZNAS Kota Depok melakukan diskusi dengan pihak FTI Universitas Jayabaya berkaitan dengan aksi tanggap darurat COVID-19. Hasilnya adalah semua sarana pendukung seperti perlengkapan APD Tenaga Kesehatan dan perlengkapan kebersihan berupa cairan pembersih /desinfektan yang masih belum diproduksi mandiri, melainkan membeli dari pihak ketiga. Untuk menyukseskan kegiatan tersebut. BAZNAS Kota Depok memerlukan keterlibatan instansi-instansi yang ada di Kota Depok. Oleh sebab itu pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikakn pemahaman mengenai pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser. METODE PENELITIAN Target yang diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah BAZNAS Kota Depok dapat menyukseskan Aksi Tanggap Darurat COVID Ae 19 dengan menggunakan sarana pendukung yang dibuat secara mandiri. Solusi yang ditawarkan oleh khususnya dosendosen Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya pada pengabdian masyarakat ini dapat dilihat berikut ini pada Tabel 1. Tabel 1. Solusi Kegiatan Pengabdian Masyarakat No. Solusi Memberikan penyuluhan pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser Membagikan Automatic Hand Sanitizer Dispenser sebanyak 10 buah Menjadi donatur pada kegiatan kadedeuh Deskripsi Luaran Memberikan pelatihan melalui webinar mengenai pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser Menyerahkan Automatic Handsanitizer Dispenser . kepada BAZNAS untuk diberikan kepada pondok Terselenggaranya Webinar mengenai Pelatihan Automatic Handsanitizer Dispenser Terdapat serah terima 10 buah Automatic Handsanitizer Dispenser dari FTI- UJ kepada BAZNAS Memberikan dana sebesar 1,5 juta rupiah untuk program kadedeuh Memberikan donasi kepada BAZNAS untuk program kadedeuh pangan Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan kegiatan menjelaskan tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang memuat hal-hal berikut sebagaimana tercantum pada Tabel 2. Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Tabel 2. Lingkup dan Tahapan Kegiatan No. Lingkup Kegiatan Sosialisasi kegiatan Pembuatan alat Automatic Handsanitizer Dispenser di laboratorium kontrol dan otomasi Teknik Elektro FTI- UJ Memberikan penyuluhan pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser kepada relawan BAZNAS Kota Depok Menyumbangkan Automatic Handsanitizer Dispenser sebanyak 10 buah Menyumbangkan 10 seri poster mengenai edukasi PHBS untuk masjid dan pondok pesantren Menjadi donatur pada kegiatan kadedeuh pangan. Evaluasi Tahapan Kegiatan Berkoordinasi dengan staf BAZNAS, mengenai pelaksanaan Webinar Pelatihan pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser . aik teknis pelaksanaan webinar maupun pesert. Dilakukan oleh tim yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa Melaksanakan webinar pada tanggal 21 Juli 2020 dengan dosen-dosen sebagai fasilitator dan diwakili oleh Reza Diharja. Si. Pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser dilakukan di laboratorium kontrol dan otomasi Teknik Elektro FTI-UJ Poster dibuat oleh tim dosen FTI-UJ dan diserahkan kepada BAZNAS setelah penyelenggaraan webinar Memberikan dana kepada BAZNAS untuk kegiatan kadedeuh pangan sebesar 1,5 juta Rupiah setelah penyelenggaraan webinar Evaluasi dilakukan dengan membagikan questioner kepada peserta Waktu Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sudah dimulai sejak bulan Maret 2020 dengan melakukan riset di Laboratorium Sistem Kontrol dan Otomasi Teknik Elektro FTI-UJ untuk mendapatkan rancangan dan membuat Automatic Handsanitizer Dispenser. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan pembuatan alat Automatic Handsanitizer Dispenser yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 21 Juli. Link, meeting id serta password sebagai berikut: https://us02web. us/j/84536063598?pwd=S1h0OTIrS1RpQlk0ZTB6UURWbT BVdz09 Meeting ID 845 3606 3598 Pasword 210720 Lebih lengkapnya seperti terlihat pada Gambar 2. Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Gambar 2. Undangan Zoom Meeting HASIL DAN PEMBAHASAN Luaran Pengabdian kepada Masyarakat Jenis luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pertama Pengetahuan, pemahaman dan keterampilan tentang pembuatan alat Automatic Handsanitizer Dispenser. Kedua alat Automatic Handsanitizer Dispenser sebanyak 10 buah. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan berjalan dengan efektif serta dalam rangka meningkatkan kinerja program ini, maka dilakukan survei untuk mengukur tingkat AuKepuasan MasyarakatAy terhadap kualitas pelatihan yang diberikan. Survei bertujuan untuk mendapatkan umpan balik atas kinerja/kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat guna perbaikan kualitas secara berkesinambungan. Program ini diselenggarakan untuk melaksanakan Peraturan Menteri Riset. Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dimana menyatakan bahwa Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa . Sehingga untuk mengawal kerjasama yang sudah ditandatangani antara Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya dengan Pemerintah Daerah Kecamatan Cimanggis yang tertuang dalam MoU nomor 71. 004/KS/FTI-UJ/I/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM). Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Kali ini dilakukan Pelatihan Pembuatan Automatic Handsanitizer Dispenser sebagai bentuk dukungan aksi BAZNAS Kota Depok dalam menghadapi New Normal dalam masa pandemi Covid-19. Untuk itu perlu dilakukan survei kepuasaan pelanggan sehingga dapat diperoleh manfaat antara lain: Pertama diketahui kelemahan atau kekurangan dari masingmasing unsur/variabel dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat. Kedua diketahui kinerja program pelatihan yang telah dilaksanakan. Ketiga sebagai bahan penetapan kebijakan yang perlu diambil dan upaya tindak lanjut yangperlu dilakukan atas hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat. Keempat bagi masyarakat dapat diketahui gambaran tentang kinerja Pengabdian Kepada Masyarat. Tahapan Pelaksanaan Survey Pelaksanaan survei dilakukan setelah sesi pemaparan Pengabdian kepada Masyarakat selesai dilakukan dengan tahapan seperti terlihat pada Gambar 3. Persiapan Persiapan dilakukan dengan mengumpulkan data awal . ata sekunde. terkait rencana kerja dan pelaksanaan kegiatan survei, seperti data seluruh aktifitas layanan dan jumlah peserta dari masing-masing lokasi. Selain hal tersebut, perlu dilakukan persiapan berupa peralatan yang dibutuhkan tim untuk kegiatan survei seperti link materi kuesioner dalam google form dan menyiapkan usulan atau masukan terkait materi kuesioner yang akan digunakan sebagai media survei. Gambar 3. Tahapan Pelaksanaan Survei Penyusunan Pertanyaan Penyusunan kuesioner untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ini digunakan kuesioner yang mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M. PAN/2/2004 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Kuesioner . terdiri dari: Bagian pertama berisikan judul kuisioner. Bagian kedua berisikan identitas responden. Bagian ketiga berisikan daftar pertanyaan yang terstruktur dengan jawaban pilihan ganda. Bentuk jawaban dalam setiap pertanyaan unsur pelayanan dalam kuesioner berupa pilihan ganda dengan 4 Pertama Kurang, diberi nilai persepsi 1. Kedua Cukup, diberi nilai persepsi 2. Ketiga Baik/Sesuai, diberi nilai persepsi 3 keempat sangat Baik/Sangat Sesuai, diberi nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (CSI) didefinisikan sebagai nilai yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang telah diberikan. Nilai CSI dibagi dalam 4 kriteria seperti terlihat pada Tabel 3. Tabel 3. Empat kriteria nilai CSI sesuai pedoman penyusunan survei kepuasan masyarakat Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Nilai Persepsi Nilai Interval Nilai Interval Konversi Mutu Pelayanan PkM Kinerja Pelayanan PkM 1,00 Ae 1,75 25,00 Ae 43,75 Kurang 1,76 Ae 2,50 43,76 - 62,50 Cukup 2,51 Ae 3,25 62,51 Ae 81,25 Baik/Sesuai 3,26 Ae 4,00 81,26 Ae 100,00 Sangat Baik/Sesuai Pelaksanaan Survei Penetapan jumlah responden ditentukan setelah peserta pelatihan melakukan kunjungan ke link http://tiny. cc/lty7rz. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam survei ini seluruhnya adalah 20 orang, namun aktualnya adalah 17, hal ini disebabkan ada salah satu peserta pelatihan yang mengisi survei sebanyak dua kali. Para responden mengisi kuesioner menggunakan ponsel/laptop masing-masing. Pengolahan dan Analisis Data Data hasil survei dalam kegiatan PkM merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden yang menjadi peserta pelatihan dengan aplikasi google form. Tahap selanjutnya adalah pengolahan dan analisis data survei terdiri dari 4 langakah yang diantaranya adalah Proses Pemeriksaan Data. Proses Pengkodean Data. Proses Tabulasi Data dan Proses Analisis Data. Proses Pemeriksaan Data (Cleanin. Pada tahapan ini dilakukan proses pemeriksaan data hasil survei seperti memeriksa kuesioner yang masuk apakah layak untuk diproses atau dibuang, bilamana jawaban tidak lengkap, memberi nomor pada kuesioner sebagai kendali, memeriksa kelengkapan dan kejelasan jawaban, memeriksa konsistensi antar jawaban dan relevansinya. Proses Pengkodean Data Sebagai bagian dari penelitian kuantitatif, data yang terkumpul dalam penelitian survei biasanya berupa angka-angka yang merupakan nilai dari variabel-variabel tertentu. Untuk kuesioner dengan sistem tertutup maka kode- kode jawaban harus dibuatkan. Pemberian kode ini dengan mengacu prinsip- prinsip pengukuran atau skala pengukuran, contoh: Jenis pelayanan apa yang dirasakan responden? Pada pertanyaan tersebut mempunyai jawaban tertentu yang harus dipilih oleh responden yaitu: Quality. Brand Equity. Reliability. Responsibility. Empathy. Tangible, dan Intangible. Namun dalam proses pengkodean data sudah langsung diterapkan dalam aplikasi google form. Proses Tabulasi Data Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dari Microsoft Office. Setelah data dimasukkan, selanjutnya membersihkan data dari salah ketik atau salah mengkode data. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memastikan kebenaran data yang dimasukkan, antara lain: memproses data untuk diperiksa ulang, misalnya dengan Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 pilihan statistik deskriptif seperti frekuensi, mean, modus dan median. memeriksa apakah ada dan mencocokkan kembali data yang telah dimasukkan dengan data Proses Analisis Data Dilakukan dengan perhitungan nilai indeks kepuasan masyarakat sesuai pedoman dalam Keputusan Menteri PAN Nomor KEP/25/M. PAN/2/2004. Data hasil survei tersebut kemudian direkapitulasi/klasifikasi, analisis serta evaluasi sehingga didapatkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), yaitu nilai yang menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pelayanan yang telah diberikan. Deskripsi Kepuasan maupun Ketidakpuasan. serta Diagram Importance dan Performance Analysis (IPA Diagra. Dari berbagai persepsi tingkat kepentingan, dapat dirumuskan tingkat kepentingan yang paling dominan. Diharapkan dari hasil tersebut dapat ditangkap persepsi yang lebih jelas mengenai pentingnya unsur tertentu. Sebagai tambahan penilaian dibuat penilaian terhadap saran dari peserta pelatihan. Penilaian dibuatkan skala 1 sampai 3 agar didapat nilai yang menjadi tolak ukur. Hasil Survey dan Pembahasan Data yang digunakan dalam analisis diperoleh dari jawaban responden terhadap pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner yang telah disebarkan. Kuesioner digunakan untuk mengetahui kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya secara umum. Responden yang dipilih oleh pihak BAZNAS merupakan relawan BAZNAS Kota Depok. Jumlah kuesioner yang berhasil dikumpulkan . engisi kuesione. dalam survei ini adalah sebanyak 20 responden dengan prosentase kelompok usia seperti terlihat pada Gambar 4. Berdasarkan informasi pada Gambar 4, diperoleh data bahwa ternyata hanya 1 . %) peserta dengan usia di atas 45 tahun yang merupakan usia rentan terpapar COVID-19. Gambar 4. Profil Usia Responden Selain itu, dari data survei yang diperoleh, dilakukan analisis terhadap nilai indeks kepuasan masyarakat, hasil dari analisis dari data yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 4. Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Tabel 4. Analisis dan penghitungan Nilai Indeks Kepuasan (NIK) Time Responden 7/21/2020 10:27:07 7/21/2020 10:28:13 7/21/2020 10:29:01 7/21/2020 10:29:44 7/21/2020 10:29:45 7/21/2020 10:29:50 7/21/2020 10:30:07 7/21/2020 10:30:22 7/21/2020 10:30:32 7/21/2020 10:30:40 7/21/2020 10:31:27 7/21/2020 10:32:26 7/21/2020 10:32:48 7/21/2020 10:33:31 7/21/2020 10:33:49 7/21/2020 10:34:50 7/21/2020 10:35:31 7/21/2020 10:36:12 7/21/2020 10:57:15 7/21/2020 10:57:33 Rata-rata Pertanyaan Indeks NIK Parameter penilaian: Q1 = Quality | Q2 = Brand Equity | Q3 = Reliability | Q4 = Responsibility | Q5 = Emphaty Q6 = Tangible | Q7 = Intangible | NIK = Nilai indeks Kepuasan Untuk melihat sistem pelayanan, dapat menggunakan data hasil kuesioner,selain itu juga dapat dijadikan pedoman perbaikan kinerja. Sehingga dari indeks per unsur ini dapat digunakan untuk melihat kekurangan dari sistem unit kerja, keluhan masyarakat, hal-hal yang harus diutamakan, unsur yang harus ditingkatkan dan harus dipertahankan. Setiap indikator sangat penting untuk dijadikan tolak ukur keberhasilan program pengabdian kepada Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 Dari survei yang dilakukan, didapatkan nilai indeks terendah ada pada reliability (Gambar . atau keandalan pada narasumber dalam menyampaikan materi dengan nilai indeks 3,25 . ,25% of max value = . atau paling rendah diantara 6 variabel lainnya. Dari hasil pendataan peserta pelatihan yang pernah mengikuti pelatihan serupa ternyata belum ada peserta yang pernah mengikuti pelatihan serupa. Sehingga sangat menarik untuk dikatakan bahwa materi, atau penjelasan oleh narasumber saat menyampaikan materi mudah dipahami oleh peserta pelatihan. Gambar 6. Grafik Nilai Indeks Rata-rata dari 7 pertanyaan KESIMPULAN Dari survei yang dilakukan pada tanggal 21 Juli 2020 terhadap 20 responden peserta program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam khususnya Pelatihan Pembuatan Automatic Hand Sanitizer Dispenser kepada relawan BAZNAS Kota Depok, diperoleh rata-rata nilai indeks 3,5 dari 7 variabel yang berada dalam nilai interval 2. 86 Ae 4,00 atau nilai interval konversi sebesar nilai indeks x nilai dasar = 3,5 x 25 = 88,2% yang berada dalam nilai interval konversi antara 81,26 Ae 100,00. Angka ini menunjukkan bahwa Mutu Pelayanan program Pengabdian Kepada Masyarakat mendapatkan nilai A yang berarti Kinerja Unit Pelayanan PKM AuSangat Baik/SesuaiAy. Namun perlu adanya perbaikan di poin keandalan . para narasumber dalam menyiapkan dan menyampaikan materi pelatihan karena nilai indeks ini merupakan nilai yang paling rendah dibandingkan variabel lainnya yaitu 3,25 atau 81,25%. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya yang telah menjembatani kerjasama dengan BAZNAS Kota Depok dan sebagai penyedia dana kegiatan ini. Reza Diharja et al / Jurnal Dedikasi 1 . 2020 33-43 DAFTAR PUSTAKA