Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PEMASARAN DIGITAL PADA BUMDES SAMBILAWANG KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN Vidila Rosalina1. Dior Briliandy2. Teddy Putra Nur Akbar3. Marsya Bella Putri Aprilia4. Azmi Khoirul Insani5. Diaz Fathu Rahman6. Fadila Ramadhani Putri7. Ibnu Danur8. Irsyad Syaputra9. Muhammad Adha Gunawan10. Muhammad Rafi Hidayat11. Reza Febrian Nugraha12. Richard Selamat Pardede13. Satrio Abyasa Wicaksana14. Sefina Putri Maulidina15. Tiara Monica16. Akmal Fuadi17. Zhafirin Syihab Rakin18 Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Teknologi Informsi. Universitas Serang Raya 2,3. KKM Kelompok 59 Universitas Serang Raya. *Email korespondensi: vidila. suhendarsah@gmail. ABSTRAK Di era digital saat ini mengharuskan para pelaku usaha untuk beradaptasi dengan teknologi dalam berbagai kegiatan usaha, salah satunya dalam aktivitas pemasaran. Digitalisasi dalam pemasaran seharusnya dapat dimanfaatkan oleh BUMDes agar produk yang dikelola semakin dikenal luas dan laris di pasaran. Masih terbatasnya pengetahuan tentang pemasaran digital . igital marketin. mendorong tim Pengabdian masyarakat dan KKM Kelompok 59 Universitas Serang Raya untuk memperkenalkan konsep pemasaran digital dan aktivitas dalam pemasaran digital. Adapun tujuan kegitatan pengabdian ini adalah mendukung para pelaku unit usaha desa untuk memajukan dan meningkatkan penjualan produk unggulannya yaitu emping mlinjo melalui pemasaran digital. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema pengenalan digital marketing kepada BUMDes ini dilakukan dengan cara presentasi dan pemberian materi oleh fasilitator, diskusi serta pendampingan pelatihan bersama para pengelola BUMDes Sambilawang. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, para pengelola BUMDes beserta unit usaha desa diberikan materi tentang bagaimana pemanfaatan dan peran digital marketing dalam mengembangkan sebuah usaha, termasuk juga pemanfaatan media sosial dan website sebagai sarana informasi, komunikasi, hingga berdagang secara online. Dilihat dari pelatihan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa para peserta secara keseluruhan mampu memahami dan mulai mempraktekkan kegiatan pemasaran secara digital melalui penggunaan akun media sosial serta website untuk menginformasikan dan mempromosikan setiap produk yang dimiliki unit usaha BUMDes Sambiwang. Dengan demikian, melalui kegiatan yang telah dilakukan maka diharapkan akan mampu meningkatkan kinerja BUMDes Sambilawang serta mencapai kesejahteraan masyarakat desa Sambilawang. Kata Kunci : BUMDes. Desa Sambilawang. Emping Mlinjo. Pemasaran Digital. UMKM ABSTRACT In today's digital era, business actors are required to adapt to technology in various business activities, one of which is in marketing activities. Digitalization in marketing should be utilized by BUMDes so that the products managed are increasingly widely known and in demand in the market. The limited knowledge about digital marketing encouraged the Community Service team from Serang Raya University to introduce the concept of digital marketing and activities in digital The purpose of this community service activity is to support village business unit actors to advance and increase sales of their superior products, namely mlinjo chips, through digital Community Service activities with the theme of introducing digital marketing to BUMDes were carried out through presentations and provision of materials by facilitators, discussions and SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 training assistance with BUMDes Sambilawang managers. In the Community Service activity. BUMDes managers and village business units were given material on how to utilize and play a role in developing a business, including the use of social media and websites as a means of information, communication, and online trading. Judging from the training that has been carried out, it can be concluded that the participants as a whole are able to understand and begin to practice digital marketing activities through the use of social media accounts and websites to inform and promote each product owned by the Sambiwang BUMDes business unit. Thus, through the activities that have been carried out, it is hoped that it will be able to improve the performance of Sambilawang BUMDes and achieve the welfare of the Sambilawang village community. Keywords: BUMDes. Digital Marketing. Emping Mlinjo Crakers. Sambilawang Village. SMES Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Dalam pendapatan desa termasuk masyarakat desa, maka Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa dengan mempertimbangkan kebutuhan dan potensi yang dimiliki Desa. Dengan demikian, pembentukan Badan Usaha Milik Desa perundangundangan (Ibrahim dkk. , 2. Badan Usaha Milik Desa atau yang dikenal juga dengan BUMDes merupakan usaha berbadan hukum yang dikelola oleh pemerintah desa. Dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, disebutkan bahwa BUMDes sebagai badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa yang berasal dari kekayaan Desa melalui penyertaan secara langsung. Modal yang diperoleh BUMDes dapat berasal dari Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan, hingga bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan demikian, alokasi dana Desa dapat digunakan untuk mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya demi kesejahteraan masyarakat desa. Seperti yang disebutkan UU No. tahun 2004 juncto UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pada Pasal 213 ayat . bahwa AuDesa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desaAy, maka keberadaan BUMDes di Desa Sambilawang menggerakkan perekonomian masyarakat BUMDes Sambilawang didirikan dengan landasan UU No. 32 tahun 2004 juncto UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. UU No. tahun 2014 tentang Desa serta PP No. tahun 2005 tentang Desa. Guna mendukung pilar kegiatan ekonomi desa. BUMDes Sambilawang memiliki peran sebagai lembaga sosial yang berkontribusi dalam penyediaan pelayanan sosial, dan menawarkan sumber daya lokal ke pasar guna memperoleh keuntungan. UndangUndang No. 4 Tahun 2015 juga BUMDes Sambilawang berkewajiban melaksanakan dan mengembangkan BUMDes agar menjadi lembaga yang tidak hanya pelayanan umum masyarakat desa, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan desa melalui pemanfaatan potensi usaha ekonomi desa dan kerjasama dengan lembaga-lembaga perekonomian desa Pengembangan yang dapat menambah jenis usaha diluar usaha yang dilakukan saat ini, terutama yang bertujuan untuk menyebarluaskan hasil produk UMKM masyarakat desa kepada pasar lebih luas. BUMDes Sambilawang memiliki banyak potensi sumber daya yang dapat dioptimalisasi lebih baik, namun terdapat beberapa permasalahan akibat belum dikelola secara maksimal Masih pemahaman pengelola BUMDes serta masyarakat setempat mengenai fungsi BUMDes lemahnya pengetahuan akan teknologi. menjadi permasalahan yang dihadapi BUMDes Sambilawang. Sebagaimana temuan Aris, dkk . bahwa terbatasya pemahaman dan pengetahuan pengelola BUMDes serta masyarakat setempat tentang bisnis terutama berkaitan dengan pemasaran digital. Oleh sebab itu, pengembangan potensi yang dimiliki desa perlu didukung dengan strategi yang mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi. Salah satu upaya yang memasarkan segala potensi yang dimiliki desa, khususnya untuk meningkatkan kinerja BUMDes termasuk kesejahteran masyarakat setempat. Hasil observasi di lapangan menunjukkan para pengelola BUMDes Sambilawang tidak optimal dalam melakukan memasarkan produk UMKM desa yang disebabkan kurangnya pemahaman tentang aktivitas pemasaran yang efektif. Seiring berkembangnya teknologi era digital saat ini, kegiatan pemasaran tidak hanya dilakukan secara Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 memanfaatkan media digital online atau lebih dikenal sebagai pemasaran digital . igital marketin. Digital marketing merupakan tindakan mempromosikan barang atau jasa yang teknologi digital melalui infrastruktur online yang melibatkan komputer, telepon seluler, media, serta platforn digital lainnya (Sulianta, 2. Strategi digital marketing dianggap lebih menjanjikan saat ini karena dapat memungkinkan para calon pelanggan mendapatkan berbagai informasi produk dan bertransaksi secara online melalui jaringan internet (Pramiana dan Gilang, 2. Selain mendirikan unit usaha berbasis potensi dan ketersediaan akses keuangan desa, pengembangan BUMDes juga membutuhkan digitalisasi. BUMDes mengembangkan platform market place (BUMDes Onlin. guna memfasilitasi masyarakat desa dalam mengakses pasar (Sanjaya, dkk. , 2. Arifin, dkk . menjelaskan bahwa edukasi digital marketing yang dilakukan terhadap Desa Wisata Sumber Biru sebagai salah satu unit usaha BUMDes Benowo di Jawa Timur pengetahuan para pengelola BUMDes terkait urgensi pemasaran digital sehingga diharapkan unit usaha BUMDes Benowo tersebut menjadi semakin terkenal dan ramai pengunjung. Masih serupa dengan yang dikemukakan oleh Herman, dkk . mengenai adanya peningkatan signifikan dalam strategi pemasaran digital pada anggota BUMDes Karya Bersama di Desa Lombok yang dapat mengoptimalkan kinerja BUMDes secara keseluruhan guna menghadapi persaingan Begitu pula sosialisasi digital marketing untuk pemasaran produk UMKM di Desa Kurungdahu. Pandeglang yang dilakukan oleh Akbari . telah mampu meningkatkan wawasan pelaku UMKM mengenai digital marketing. Para pelaku UMKM tersebut juga telah mampu e-commerce membantu proses memasarkan produknya ke target pasar yang lebih luas. Pemasaran digital menjadi penting untuk dipahami dengan melihat fakta bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022-2023 yang mengalami pertumbuhan 2,67% dibandingkan periode sebelumnya . asil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia https://diskominfo. id/). Oleh pendampingan bagi pengurus BUMDes Sambilawang, masyarakat serta aparatur Desa Sambilawang AuPengenalan Digital Marketing untuk Mendukung Kemajuan Unit Usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Sambilawang. Kabupaten Serang. Provinsi BantenAy. Pengabdian ini salah satunya dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai konsep dasar dari digital marketing yang merupakan tindakan mempromosikan barang atau jasa yang teknologi digital melalui infrastruktur online yang melibatkan komputer, telepon seluler, media, serta platforn digital (Sulianta. Cakupan aktivitas yang tergolong digital marketing sangat luas, seperti optimisasi mesin pencari seperti Google, e-mail marketing, social media marketing, konten marketing, dan pemasaran melalui website. METODE PELAKSANAAN Metode Penyelesaian Masalah Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode pendekatan peer coaching, yaitu suatu metode yang informasi, pesan, ide, pengetahuan yang (Rosalina, 2. Dalam hal ini kami KKM Kelompok 59 Universitas Serang Raya merupakan teman sejawat bagi pengelola BUMDes Sambilawang. Tentunya ini didasari dengan pertimbangan agar informasi yang seluasluasnya tentang permasalahan yang dihadapi oleh BUMDes dengan sebaikbaiknya. Sedangkan teknik penyampaian sosialisai dan pelatihan pemasara digital produk-produk UMKM adalah melalui: ceramah, tanya jawab, diskusi, dan Tahapan Program Kegiatan Prosiding Seminar Pengabdian Masyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 Langkah-langkah yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini Melakukan studi pendahuluan berupa kajian literatur terkait dan studi lapangan di BUMDES Sambilawang. Melakukan survey dan observasi terhadap BUMDes Sambilawang terutama yang berkaitan dengan pemasaran produk. Melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pemasaran digital. Melakukan pendampingan pemasaran Adapun sosialisasi dan pengenalan pengabdian ini berfokus pada 3 . topik utama, yaitu pertama pada konsep Selanjutnya. Instagram sebagai sarana pemasaran untuk target pembeli yang cakupannya Secara singkat, social media marketing merupakan berbagai bentuk aktivitas pemasaran, baik langsung maupun tidak langsung, yang dilakukan pengenalan, ingatan, dan tindakan terhadap suatu merek, bisnis, produk, menggunakan alat web sosial, seperti blog, mikroblog, jejaring sosial, bookmark sosial, dan berbagi konten (Gunelius. Media sosial di era digital memang telah menjadi bagian penting dari strategi penjualan, layanan, komunikasi, dan pemasaran yang lebih luas (Solis, 2. Serta topik terakhir, yaitu pemanfaatan website sebagai media komunikasi online yang dapat digunakan sebuah usaha, terutama dengan berkembangnya tren berjualan secara online . -commerc. di era saat ini (Aryanto dan Wismantoro. Gambar 1. Produk Unggulan BUMDes Sambilawang: Emping Mlinjo Gambar 2. Sosialisasi dan Pendampingan Digital Marketing BUMDes Sambilawang . Mei 2. Prosiding Seminar Pengabdian Massyarakat LPPM Unsera Website: https://e-jurnal2. org/index. php/Senama E-ISSN : 3063-4849 HASIL DAN PEMBAHASAN Dari pertanyaan pre-test yang bersifat menggali kepada 5 orang pengelola BUMDes Sambilawang ternyata tidak ada yang memahami tentang pemasaran digital dan aktifitaspemasaran . Dari hasil post-test yang dilakukan setelah sosialisasi dan pendampingan pemasaran digital produk BUMDes, didapatkan hasil bahwa 100% pengelola BUMDes pemasaran digital . Tabel 1. Tingkat Pemahaman Digital Markering (Pre-tes. Tingkat Jumlah Tidak Memahami Sedikit Memahami Memahami Sangat Memahami Tabel 2. Tingkat Pemahaman Digital Marketing(Post-tes. Tingkat Jumlah Tidak Memahami Sedikit Memahami Memahami Sangat Memahami KESIMPULAN Kegiatan BUMDes Sambilawang pada tanggal 10 Mei 2025 bisa dikatakan berhasil dengan indikator sebagai berikut: Meningkatnya pemasaran digital dari pengelola BUMDes sebanyak 100%. Dibuatnya toko online yang menjual BUMDes Sambilawang di marketplace dan ecommerce. DAFTAR PUSTAKA