Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pendeteksian Fraud Dalam Laporan Keuangan dengan Cash Flow Shenanigans pada Perusahaan BUMN yang Terdaftar di BEI Periode 2018-2022 Dhea Aristy Pricylia. Martinus Budiantara Universitas Mercu Buana Yogyakarta. Yogyakarta dheaaristyprc@gmail. com, budiantara@mercubuana-yogya. ABSTRACT. Indonesia is one of the developing countries where the phenomenon of fraud is not unfamiliar to the public. Types of fraud that occur in Indonesia include financial statement fraud, misappropriation of state assets/wealth, and corruption. Therefore, it is essential to address financial statement fraud. This research aims to prove whether cash flow shenanigans have an impact on detecting fraud in financial statements. The results of the study indicate that days sales outstanding (DSO) significantly influences the detection of fraud in financial statements. Delaying payment of obligations (DPO) does not have a significant impact on detecting fraud in financial Reducing inventory purchases (DSI) significantly influences the detection of fraud in financial statements. Net income (CFNI) significantly affects the detection of fraud in financial Keywords : Cash Flow Shenanigans. Fraud. Financial Reports ABSTRAK. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dimana fenomena fraud yang terjadi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat, fraud yang terjadi di Indonesia antara lain : fraud laporan keuangan, penggelapan aset/kekayaan negara dan korupsi. Oleh karena itu fraud laporan keuangan perlu dituntaskan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah cash flow shenanigans berpengaruh dalam pendeteksian adanya fraud yang terjadi dalam laporan Hasil studi yang telah dilakukan adalah menagih piutang sebelum jatuh tempo (DSO) memberikan pengaruh secara signifikan dalam pendeteksian fraud dalam laporan keuangan. Menunda pembayaran kewajiban (DPO) tidak memberikan pengaruh secara signifikan dalam pendeteksian adanya fraud dalam laporan keuangan. Mengurangi pembelian persediaan (DSI) memberikan pengaruh secara signifikan dalam pendeteksian adanya fraud dalam laporan Laba bersih (CFNI) memberikan pengaruh secara signifikan dalam mendeteksi terjadinya fraud dalam laporan keuangan. Kata Kunci : Cash Flow Shenanigans. Fraud. Laporan Keuangan PENDAHULUAN Negara berkembang lebih berpotensi terjadinya fraud dibandingkan dengan negara maju, karena negara berkembang memiliki sistem keamanan yang lemah dibandingkan dengan negara maju yang sistem keamanannya terstruktur dan diterapkan dengan baik (Zuberi & Mzenzi, 2. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dimana fenomena fraud yang terjadi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat, fraud yang terjadi di Indonesia antara lain : fraud laporan keuangan, 1835 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. penggelapan aset/kekayaan negara dan korupsi. Data dari ACFE 2019 menunjukkan bahwa kasus fraud laporan keuangan dengan frekuensi kasus paling rendah. Tetapi, kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 10 miliar per kasus, sehingga perlu penanganan dan perhatian lebih, karena dampak tindakan fraud laporan keuangan yang terjadi cukup signifikan, antara lain : para korban akan mengalami trauma mental dan fisik yang berkepanjangan, bahkan jika tidak dihentikan akan berakibat serius dan berdampak fatal hingga merenggut nyawa korban, dapat menimbulkan kerugian terhadap negara, persentase peluang pribadi dan perusahaan berkurang, berdampak pada perekonomian sehingga reputasi negara menurun, hilangnya kepercayaan investor pada perusahaan, dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara (Christian & Veronica, 2. Untuk itu, fraud laporan keuangan perlu diminimalisir salah satunya dengan melakukan pendeteksian adanya fraud dalam laporan keuangan, cara ini sangat efektif dan dapat diterapkan oleh berbagai pihak yang berkaitan dengan laporan keuangan. Beberapa teori yang dapat digunakan untuk mendeteksi fraud dalam laporan keuangan yang digagaskan oleh Cressey . melalui teori fraud triangle dengan kesimpulan bahwa ada tiga faktor utama penyebab terjadinya fraud laporan keuangan. Pertama, tekanan . Kedua, kesempatan . Ketiga, rasionalisasi . Kemudian dalam teori fraud diamond yang dikembangkan kembali oleh Wolfe & Hermanson . dengan menambahkan faktor kemampuan . dan dikembangkan kembali oleh Horwath . dengan sebutan fraud pentagon dengan menambahkan faktor arogansi . Penelitian yang berfokus pada deteksi fraud dalam laporan keuangan dengan menerapkan teori Fraud Triangle oleh Mulyaningsih & Merawati . menunjukkan bahwa adanya target perusahaan dan tekanan memiliki dampak signifikan pada kasus fraud dalam laporan keuangan. Namun, penelitian selanjutnya yang memanfaatkan teori Fraud Diamond dan Fraud Pentagon pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2018 hingga 2020, yang dilakukan oleh Sastiana & Alisah . , menghasilkan temuan bahwa teori-teori yang digunakan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kejadian fraud dalam laporan keuangan. Dalam beberapa penelitian lain yang mengadopsi teori-teori fraud yang beragam, diperoleh hasil yang bervariasi. Penelitian-penelitian terdahulu yang menggunakan kerangka kerja Fraud Triangle. Fraud Diamond, dan Fraud Pentagon telah umum dilakukan di Indonesia. Walau demikian, terbukti bahwa teori-teori ini belum sepenuhnya berhasil membantu pihak yang menggunakan laporan keuangan dalam mendeteksi kasus fraud yang terjadi dalam laporan keuangan dan mengatasi masalah fraud laporan keuangan yang kerap terjadi di Indonesia. Saat ini perlu cara berbeda dalam mendeteksi fraud laporan keuangan yang lebih efektif dan efisien sehingga mudah diterapkan oleh pihak pengguna laporan Cara baru untuk mendeteksi fraud laporan keuangan yang diungkapkan oleh 1836 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Schilit et al. yaitu dengan financial shenanigans. Schilit et al. membagi tiga financial shenanigans yaitu : earnings manipulation shenanigans, cashflow shenanigans, key metric shenanigans. Menurut Christian et al. financial shenanigans adalah langkah yang dilakukan untuk memberikan gambaran pada laporan keuangan yang salah, guna membantu para pengguna laporan keuangan untuk lebih waspada dalam pengambilan keputusan yang didasarkan dari laporan keuangan. Financial shenanigans merupakan cara efisien dan mudah yang dapat diterapkan oleh pihak berkepentingan menggunakan laporan keuangan, karena metode ini mampu mengungkap kasus fraud laporan keuangan tahap awal, sehingga dapat dideteksi sedini mungkin sebelum menjadi kasus yang dapat merugikan berbagai pihak (Christian et al. Penelitian tentang kecurangan laporan keuangan dengan financial shenanigans telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Dalam penelitian Christian et al. dengan earning manipulation shenanigans pada perusahaan PT Garuda Indonesia (Perser. Tbk. periode 2016-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Garuda Indonesia melakukan fraud laporan keuangan menggunakan teknik mencatat pendapatan sebelum menyelesaikan kewajiban material yang dianalisis dengan common size, teknik mencatat pendapatan palsu yang dianalisis dengan profitability ratio dan teknik untuk menyembunyikan kerugian melalui analisis pertumbuhan aset tetap. Penelitian Christian et al. pada PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, dengan earnings manipulation shenanigans, terungkap bahwa perusahaan telah melakukan manipulasi laporan keuangan dengan cara mencatat pendapatan palsu. Penelitian selanjutnya oleh Christian et al. pada PT Envy Technologies Indonesia Tbk, periode 2016-2020 menggunakan earnings manipulation shenanigans menunjukkan hasil bahwa perusahaan melakukan kecurangan laporan keuangan dengan cara mencatat pendapatan sebelum menyelesaikan kewajiban, meningkatkan pendapatan dengan kegiatan yang tidak berkesinambungan dan memindahkan beban periode ini ke periode yang akan datang sehingga laporan keuangan yang ditampilkan tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam perusahaan. Berdasarkan uraian diatas, pendeteksian fraud dalam laporan keuangan dengan financial shenanigans terbukti dapat mendeteksi fraud dalam laporan keuangan. Penelitian ini dilakukan menggunakan cash flow shenanigans dengan melihat CF shenanigans no. 3 yaitu meningkatkan arus kas operasi menggunakan kegiatan yang tidak berkesinambungan dengan melihat bahaya yang memungkinkan terjadinya fraud dalam laporan keuangan yang dilakukan perusahaan dengan empat cara yaitu : meningkatkan arus kas operasi dengan menunda pembayaran kewajiban, meningkatkan arus kas operasi dengan menagih piutang sebelum jatuh tempo, meningkatkan arus kas operasi dengan mengurangi pembelian persediaan, meningkatkan arus kas operasi dengan laba bersih (Schilit et al. , 2. 1837 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pemilihan variabel independen dalam penelitian ini yaitu dengan cash flow shenanigans no. 3 yang terindikasi dengan : menagih piutang sebelum jatuh tempo, menunda pembayaran kewajiban, mengurangi pembelian persediaan dan laba bersih untuk memanipulasi laporan keuangan karena Schilit et, al. mengungkapkan empat cara tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi fraud dalam laporan keuangan perusahaan dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dilakukan. Penelitian menggunakan cash flow shenanigans secara garis besar masih terbatas di Indonesia. Oleh karena itu, peneliti tertarik melakukan penelitian dengan cash flow shenanigans. Penelitian ini memilih perusahaan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai subjek populasi. Pemilihan ini didasarkan pada pernyataan Menteri BUMN, yang disampaikan dalam situs web bumn. id pada "Siaran Pers No PR119/S. MBU. B/08/2022". Erick Tohir menyatakan bahwa BUMN memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia, dan sekitar sepertiga pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat diatribusikan kepada kontribusi BUMN. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa perusahaan BUMN, seperti PT Garuda Indonesia telah terlibat dalam kasus fraud dalam pelaporan keuangannya. Sebagai tambahan, berdasarkan laporan dari kontan. id pada tanggal 27 Juli 2022, terungkap bahwa PT Waskita Beton Precast Tbk juga terlibat dalam kasus tindakan korupsi yang melibatkan pencatatan barang fiktif dan transaksi yang tidak berkesinambungan selama periode 2016-2020. Oleh karena itu, penelitian ini memilih untuk mengambil sampel laporan keuangan tahunan dari perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI untuk periode 2018-2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah praktik cash flow shenanigans memiliki dampak secara signifikan dalam mendeteksi kasus fraud dalam laporan keuangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan dengan kegiatan terencana dan sistematik dalam melakukan pengujian, penyelidikan atau mempelajari suatu fenomena yang terjadi dan memerlukan pemecahan masalah (Djaali, 2. Laporan keuangan perusahaan periode 2018-2022 yang diambil dari website BEI merupakan data sekunder dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode dokumentasi yang dilaksanakan dengan cara mengumpulkan informasi dari berbagai jenis sumber terpercaya yang didapatkan dari pihak ketiga. Data yang didapatkan berupa laporan keuangan tahunan yang telah dipublikasi oleh perusahaan BUMN yang listing di BEI pada periode tersebut. Selain itu, metode studi pustaka dalam penelitian ini dengan merujuk pada berbagai sumber, termasuk buku, berita, artikel ilmiah, dan literatur review yang relevan dengan permasalahan penelitian. Untuk menganalisis data pada penelitian ini digunakan perangkat lunak SPSS. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dimana sampel yang digunakan dalam penelitian ini akan mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu untuk menentukan pemilihan sampel (Sugiyono, 2. 1838 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Analisis data dilakukan melalui teknik statistik deskriptif, yang melibatkan pengumpulan, penyajian, dan penafsiran data dalam bentuk angka, dijelaskan dalam bentuk kalimat agar mudah dimengerti, dan diubah menjadi informasi (Silvia, 2. Penelitian ini menggunakan regresi linear berganda sebagai pengukuran variabel. Regresi linear berganda adalah metode yang memanfaatkan dua atau lebih variabel independen untuk memprediksi nilai variabel dependen (Y) atau menjelaskan hubungan antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Aditya,2. Formula untuk regresi linear berganda adalah sebagai berikut : Y = 1X1 2X2 3X3 4X4 A KETERANGAN : Y : Fraud Laporan Keuangan : Konstanta : Koefisien Regresi X1 : Menunda Pembayaran Kewajiban X2 : Menagih Piutang Sebelum Jatuh Tempo X3 : Mengurangi Pembelian Persediaan X4 : Laba Bersih A : Faktor diluar model Pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah : Fraud Laporan Keuangan fraud laporan keuangan yang merupakan tindakan mengubah, merekayasa, memanipulasi laporan keuangan dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi dan merupakan tindakan ilegal yang merugikan para pemangku kepentingan, seperti investor, kreditor, dan pemerintah. Fraud laporan keuangan dalam variabel ini diukur dengan model F-Score, dengan rumus : F-Score = Accrual Quality Financial Performance Accrual Quality = (OIWC OINCO OIFIN)/(Average Total Asse. WC : working capital NCO : non current operating FIN : financial accrual Financial Performance = DSO DPO DSI CFNI DSO : rasio rata-rata piutang yang dapat tertagih DPO : rasio rata-rata perusahaan dalam membayar kewajiban 1839 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. DSI : rasio rata-rata hari saat perusahaan melakukan pembelian persediaan CFNI : rasio yang menunjukkan signifikan atau tidaknya laba bersih dengan arus kas Menagih Piutang Sebelum Jatuh Tempo Menagih piutang sebelum jatuh tempo bukanlah hal yang negatif tetapi dengan menagih piutang sebelum jatuh tempo yang dilakukan perusahaan berulang kali harus diwaspadai karena hal ini akan mengakibatkan peningkatan arus kas dari operasi yang dihasilkan akan dianggap sebagai peningkatan yang tidak berkesinambungan (Schilit et , 2. Untuk melihat teknik pencatatan ini akan diukur dengan days sales outstanding (DSO) merupakan rasio yang digunakan untuk menunjukkan berapa piutang yang dapat tertagih. DSO yang mengalami peningkatan menunjukkan bahwa perusahaan terlambat menerima pembayaran dan dapat mempengaruhi arus kas, jika DSO mengalami penurunan maka perusahaan menerima pembayaran lebih cepat. Tetapi penagihan piutang yang terlalu cepat harus diperhatikan bagi investor karena kegiatan ini akan mengakibatkan arus kas dari operasi yang tidak berkelanjutan Schilit et al. Rasio ini dirumuskan : DSO = (Account Receivable/Net Credit Sale. y Number of days in the period Menunda Pembayaran Kewajiban Waktu penundaan pembayaran kewajiban yang dilakukan dan ditentukan oleh Misalnya, dengan menunda pembayaran kewajiban pada bulan Desember dan akan dibayarkan pada Januari, sehingga saldo akhir yang dihasilkan lebih tinggi dan akan menggambarkan penghasilan yang lebih banyak. Namun hal tersebut akan menimbulkan peningkatan arus kas dari operasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan (Schilit et al. , 2. Pengukuran teknik pencatatan ini dengan days payable outstanding (DPO) merupakan rasio keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar hutang atau kewajiban. Investor dapat melihat jika DPO mengalami peningkatan maka perusahaan melunasi kewajibannya dalam jangka waktu yang lebih lama dari tempo, tetapi jika DPO mengalami penurunan maka perusahaan membayar kewajibannya lebih cepat dari tempo. Kewajiban yang digunakan untuk memanipulasi arus kas tidak hanya pada hutang dagang atau utang usaha saja termasuk pembayaran pajak, pembayaran gaji dan bonus dan dana pensiun Schilit et al. Rasio ini dirumuskan : DPO = (Account Payable/Cost of Good Sol. y Number of days in the period Mengurangi Pembelian Persediaan Membeli persediaan yang lebih banyak pada awal periode dan akan mengurangi pembelian pada akhir periode dengan tujuan agar di periode selanjutnya dapat membeli persediaan lebih banyak. Strategi ini digunakan untuk memanipulasi arus kas dari bagian operasi sehingga investor akan berpikir bahwa perusahaan tetap dengan 1840 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. likuiditas yang normal saat sedang diambang kebangkrutan (Schilit et al. , 2. Teknik pencatatan ini diukur dengan days sales of inventory (DSI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui rata-rata waktu perusahaan untuk mengisi kembali persediaan barang, dengan mengurangi pembelian persediaan akan mempengaruhi peningkatan arus kas operasi yang tidak berkesinambungan Schilit et al. Rasio ini dirumuskan : DSI = (Average Inventory/Cost of Good Sol. yNumber of days in the period Laba Bersih Peningkatan arus kas dari operasi yang berulang dan akan disajikan pada laporan arus kas, untuk itu investor harus melakukan pengecekan berkala pada laporan keuangan perusahaan karena laba bersih yang dihasilkan perusahaan dan mengalami peningkatan yang tidak wajar dapat dimanipulasi dan akan terlihat pada laporan arus kas dari operasi sehingga investor dapat mengambil kesimpulan bahwa hal ini terjadi dan akan mengakibatkan sumber arus kas yang tidak berkesinambungan (Schilit et al,. Teknik pencatatan ini akan diukur dengan cash flow to net income ratio (CFNI) merupakan rasio yang menunjukkan signifikan atau tidaknya antara pendapatan bersih dengan laporan arus kas Schilit et al. Untuk melihat kejanggalan dalam arus kas maka investor harus melihat dari laba bersih perusahaan karena memanipulasi laba bersih akan menimbulkan jejak pada arus kas dari operasi. Rasio ini dirumuskan : CFNI = CFFO/Nett Income HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel yang digunakan dalam penelitian didapat dari 27 perusahaan BUMN yang terdaftar di BEI dan dilakukan eliminasi dengan kriteria perusahaan yang dipilih yaitu perusahaan yang telah melaporkan laporan keuangan tahunan ke BEI periode 2018-2022, ada 23 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan melaporkan laporan keuangan tahunan selama 2018-2022 sehingga total sampel yang digunakan sebanyak Tabel 1. Sampel Penelitian Kriteria Populasi Purposive Sampling Perusahaan BUMN . Variabel DSO DPO Sampel Tabel 2. Statistik Deskriptif Min Max 1841 | Volume 6 Nomor 3 2024 Jumlah Mean Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. DSI CFNI F-Score Untuk variabel menagih piutang sebelum jatuh tempo (DSO), ditemukan nilai min sebesar 103,14, nilai maximum 512,08 dengan mean sebesar 299,9197 dan standar deviasi sebesar 96,55075. Variabel menunda pembayaran kewajiban (DPO) memiliki nilai min sebesar 109,96 dan maximum 594,75, dengan mean sebesar 306,5941 dan standar deviasi sebesar 101,72566. Variabel mengurangi pembelian persediaan (DSI) memiliki nilai min sebesar 120,30 dan maximum sebesar 592,32, dengan mean sebesar 329,1932 dan standar deviasi sebesar 108,44829. Variabel laba bersih (CFNI) memiliki nilai min sebesar 0,01 dan maximum sebesar 2,45, dengan mean sebesar 0,8683 dan standar deviasi sebesar 0,51408. Variabel fraud laporan keuangan (F-Scor. memiliki nilai min sebesar 1,03 dan maximum sebesar 1,10, dengan mean sebesar 1,0634 dan standar deviasi sebesar 0,01401. Tabel 3. Analisis Regresi Linear Berganda Variabel DSO DPO DSI CFNI Sig. Hasil Berpengaruh Tidak Berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Hasil pengujian dengan metode regresi linear berganda menunjukkan nilai signifikansi pada DSO adalah 0,003 dengan nilai kurang dari 0,05 yang berarti bahwa DSO berpengaruh signifikan terhadap fraud laporan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa ketika manajemen perusahaan menerapkan penagihan piutang lebih cepat sebelum jatuh tempo maka akan berakibat dan membekas dalam laporan keuangan yang kemudian dapat dianalisis sebagai bahaya terjadinya fraud dalam laporan keuangan perusahaan (Sakti, et al. DSO yang secara signifikan berbeda dari ratarata industri atau perusahaan sejenis dapat menunjukkan adanya masalah. Perusahaan yang terlibat dalam kecurangan laporan keuangan mungkin mencoba memperlambat pengumpulan piutang untuk meningkatkan pendapatan atau laba. Hasil dalam penelitian ini sesuai dengan Schilit, et al. tentang pendeteksian fraud dalam laporan keuangan dengan hasil DSO memiliki pengaruh yang signifikan dalam pendeteksian fraud laporan keuangan. Nilai signifikansi pada DPO adalah 0,111 lebih banyak dari 0,05 yang berarti bahwa DPO tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendeteksian fraud laporan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa DPO tidak dapat mendeteksi fraud dalam laporan keuangan, karena utang usaha menjadi salah satu hal yang diperhatikan 1842 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. oleh investor dalam menganalisis laporan keuangan, sehingga kecil kemungkinan perusahaan akan melakukan penundaan membayar kewajiban dan memanipulasi utang usaha dalam laporan keuangan. Dalam penelitian hasil uji pengaruh DPO terhadap fraud laporan keuangan menunjukkan hasil yang kurang memuaskan karena tidak sejalan dengan Schilit et, al. hal ini disebabkan karena dalam penelitian ini menggunakan data sampel dan sektor perusahaan yang berbeda, serta tahun penelitian dan alat bantu analisis yang berbeda. Nilai signifikansi pada DSI adalah 0,017, yang berada di bawah batas signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa DSI memiliki pengaruh yang signifikan dalam proses deteksi fraud dalam laporan keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa rasio DSI dapat efektif digunakan untuk mengidentifikasi adanya fraud dalam laporan keuangan, karena DSI yang tidak sesuai dengan kebijakan persediaan perusahaan bisa menjadi tanda adanya masalah. Perusahaan mungkin melakukan manipulasi persediaan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti memenuhi target laba, perubahan dalam kepemilikan saham dan bonus eksekutif yang terkait dengan kinerja persediaan dan penjualan dapat menjadi tanda bahwa manajemen mencoba untuk mempengaruhi DSI dan laporan keuangan secara keseluruhan untuk keuntungan pribadi, jika DSI tiba-tiba mengalami perubahan yang signifikan dari tahun ke tahun atau dari periode ke periode, ini bisa menjadi petunjuk bahwa ada masalah dengan pelaporan persediaan. Kecurangan laporan keuangan mungkin melibatkan manipulasi data persediaan untuk meningkatkan pendapatan atau laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Schilit et al. , yang juga menemukan bahwa DSI memiliki dampak yang signifikan dalam upaya mendeteksi fraud dalam laporan keuangan. Nilai signifikansi pada CFNI adalah 0,015 kurang dari 0,05 yang bermakna bahwa CFNI memiliki pengaruh signifikan terhadap fraud laporan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa manipulasi laba bersih yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan akan menimbulkan jejak yang signifikan dan mencerminkan laba bersih yang tidak berkesinambungan terhadap laporan arus kas dari bagian operasi. Kecurangan dalam laporan keuangan sering melibatkan manipulasi angka laba. Perusahaan yang ingin menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada yang sebenarnya dapat mencoba menggelembungkan laba bersih mereka. Sebaliknya, perusahaan yang ingin mengecilkan pajak atau menunjukkan performa yang buruk bisa mencoba menurunkan laba bersih mereka, erpindahan dana atau transaksi yang tidak sah di dalam perusahaan. Akibatnya, uang atau aset yang diambil atau ditransfer dengan tidak benar mungkin tidak akan terlihat dalam neraca, tetapi dampaknya akan tercermin dalam laba bersih. Inilah sebabnya mengapa laba bersih sering menjadi target utama dalam praktik kecurangan. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan Schilit et, al. dan penelitian Mukaromah & Budiwitjaksono . yang menunjukkan hasil bahwa CFNI memiliki pengaruh yang signifikan dalam mendeteksi fraud dalam laporan 1843 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 No 3 . 1835-1846 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini telah melakukan tinjauan yang memungkinkan kita untuk menyimpulkan bahwa ada dampak signifikan dalam mendeteksi fraud dalam laporan keuangan terkait dengan menagih piutang sebelum jatuh tempo (DSO). Di sisi lain, menunda pembayaran kewajiban (DPO) tidak memiliki dampak signifikan dalam pendeteksian fraud dalam laporan keuangan. Selain itu, mengurangi pembelian persediaan (DSI) memiliki dampak signifikan dalam mendeteksi fraud dalam laporan keuangan. Selain itu, laba bersih (CFNI) juga memiliki dampak yang signifikan dalam mendeteksi fraud dalam laporan Untuk penelitian selanjutnya, kami merekomendasikan agar penelitian lebih mendalam dengan mempertimbangkan cashflow shenanigans nomor 1 dan nomor 2, serta menggunakan lebih banyak variabel. Selain itu, disarankan untuk melibatkan sektor lain dalam penelitian ini dan mempertimbangkan penggunaan laporan keuangan triwulanan untuk memperoleh sampel yang lebih besar, sehingga penelitian dapat menjadi lebih Hal ini karena penelitian ini hanya fokus pada teknik pencatatan cash flow shenanigans nomor 3, yaitu meningkatkan arus kas operasi dengan menggunakan aktivitas yang tidak berkesinambungan. Selain itu, masih ada teknik pencatatan cash flow shenanigans nomor 1, yaitu memindahkan dana arus kas masuk dari bagian pembiayaan ke bagian operasi, dan nomor 2, yaitu mengubah arus kas keluar dari bagian operasi ke bagian investasi. Selain itu, penelitian ini hanya melibatkan satu sektor perusahaan dan hanya menggunakan laporan keuangan tahunan, sehingga sampel yang dihasilkan menjadi terbatas dan kurang akurat. DAFTAR PUSTAKA