The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah. Mandi Air Dingin, dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi Wahyudi Widada1* . Zainab Mohd Shafie2. Joko Suwito3. Asmuji1. Annisa AW1. Ananda R1. Aura Nabila1 Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember Jember 68121. Indonesia Universiti Sultan Zainal Abidin. Terengganu Malaysia Politeknik Kesehatan Surabaya Penulis Korespondensi: Wahyudi Widada Email: wahyudiwidada@unmuhjember. Diterima: 24 April 2025 | Disetujui: 26 Juni 2. Dipublikasikan: 28 Juni 2025 Abstrak Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama yang membutuhkan penanganan yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin, dan minum air dingin terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Peneliti menggunakan desain quasi experimental pretest-posttest dengan kelompok kontrol, sebanyak 35 peserta dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan intervensi satu kali. Pengukuran dilakukan 10menit sebelum dan sesudah perlakuan. Data yang diobservasi adalah tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, nadi. MAP (Mean Arterial Presur. , dan satuurasi oksigen. Analisis data menggunakan Anova, paired samples test, dan post hoc test . Hasil penelitian menunjukkan : . Ada pengaruh antara kelompok perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin dibanding kelompok kontrol. Pengaruh terbesar perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin adalah terhadap tekanan darah sistolik dan nadi. Temuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel perancu. Penelitian ini sangat menarik karena belum ada penelitan serupa sebelumnya. Penelitian ini sudah memiiki uji lolos etik NO. 0022/KEPK/FIKES/i/2025 yang dikeluarkan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fikes Unmuh Jember. Kata kunci: Hipertensi. Hentakan Kaki. Air Dingin. Mandi. Minum Air Dingin Sitasi: Widada. Wahyudi. Shafie. Zainab Mohde. Suwito. Joko. Asmuji. Annisa A. Ananda. , & Nabila. Aura. Pengaruh Hentakan Kaki ke Tanah. Mandi Air Dingin, dan Minum Air Dingin terhadap Tekanan Darah Pasien Hipertensi. The Indonesian Journal of Health Science. , 50-58. DOI: 10. 32528/tijhs. Copyright: A2025 Widada. Wahyudi et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Abstract Hypertension is a major health problem that requires effective and safe management. This study aimed to examine the effect of foot tapping, cold showers, and drinking cold water on blood pressure in hypertensive Researchers used a quasi-experimental pretest-posttest design with a control group. A total of 35 participants were divided into five groups and given a single intervention. Measurements were taken 10 minutes before and after the treatment. The observed data included systolic blood pressure, diastolic blood pressure, pulse. MAP (Mean Arterial Pressur. , and oxygen saturation. Data analysis used ANOVA, paired samples test, and post hoc test. The study results showed: . There was an effect between the foot tapping, cold shower, and cold water drinking treatment groups compared to the control group. The greatest effect of foot tapping, cold showers, and cold water drinking treatments was on systolic blood pressure and These findings warrant follow-up with other studies using more rigorous methodologies, especially regarding confounding variables. This research is particularly interesting as there have been no similar studies before. This study has ethical approval with NO. 0022/KEPK/FIKES/i/2025 issued by the Health Research Ethics Committee of Fikes Unmuh Jember. Keywords: Hypertension. Foot Stomping. Cold Showers. Drinking Cold Water PENDAHULUAN Hipertensi adalah hasil pengukuran tekanan darah diatas normal sebagaimana Pedoman Tatalaksana Hipertensi pada penyakit Ou140mmHg dan atau tekanan diastolic Ou90mmHg. Pasien hipertensi secara medis konvensional harus mengkonsumsi obat farmakologi seumur hidup. Hal ini dapat menyebabkan angka mortalitas penyakit hipertensi tinggi dikarenakan komplekasi yang menyertai (Setyawan & Hasnah, 2. Dosis yang dikonsumsi tidak sama setiap pasien begitu pula efek samping yang dirasakan juga berbedabeda. Pasien diliputi kecemasan serangan jantung tiba-tiba, operasi pemasangan rings maupun efek samping lainnya. Kasus hipertensi akan semakin meningkat seiring dengan pola hidup yang tidak sehat, baik secara psikis maupun fisik (Nurman. Ada ayat didalam Al-Quran surat Shad ayat 42 yang mengisahkan perintah Allah Subhanallahu WataAoala kepada Nabi Ayub AS yang sedang mendapat ujian sakit. Beliau diperintahkan untuk menghentakan kaki ke tanah dilanjutkan mandi air dingin dan minum air Setelah melakukan tiga tindakan ini Nabi Ayub AS mendapat kesembuhan. Formulasi hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan 32528/tijhs. minum air dingin adalah solusi dari Allah Subhanallahu wataAoala . ttps://tafsirweb. com/8528-surat-shad-ayat42. Peneliti tertarik meneliti pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi dan minum air dingin terhadap mekanisme kerja sistem Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin terhadap tekanan darah pasien hipertensi. Hipertensi merupakan penyakit silent killer dimana ditandai dengan naiknya tekanan darah baik sistolik ataupun diastolik yang melampaui batas normal yaitu >120/80 mmHg. Hipertensi apabila dibiarkan akan mengakibatkan serangan jantung hingga kelumpuhan akibat pecahnya pembuluh darah . Terapi untuk pasien hipertensi bertujuan untuk menurunkan komplikasi yang terus Terapi farmakologis dan non-farmakologis. Terapi farmakologis yaitu terapi dengan menggunakan bantuan obat hipertensi. Sedangkan terapi nonfarmakologis yaitu melakukan perubahan pada gaya hidup seperti perubahan konsumsi makan dengan membatasi asupan garam, meningkatkan konsumsi potassium serta melakukan olahraga secara teratur seperti berjalan kaki secara The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 terprogram, terstruktur, dan sistematis akan mempengaruhi tingkat kebugaran dan kesehatan (Afiffudin et al. , 2. Bagi pasien hipertensi dengan usia 35-50 tahun, latihan olahraga ringan dapat menurunkan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik (Putri et al. , 2. Terdapat tingkatan durasi untuk latihan fisik yaitu 15-30 menit dalam 3x seminggu, 30 menit dalam 4x seminggu, 30-45 menit dalam 4x seminggu, dan 45-60 menit dalam 3x seminggu. Pada pasien aktivitas berjalan selama 30 menit dengan intensitas sedang yaitu 5-7 hari seminggu atau setara dengan 3000 langkah per hari. Menurut jurnal dalam penelitian menyimpulkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan terhadap penurunan hipertensi apabila melakukan aktivitas jalan kaki selama 20 menit (Darma et al. , 2. Terapi air dingin berdampak positif pada faktor risiko kardiometabolik, merangsang jaringan adiposa coklat, dan meningkatkan pengeluaran energi yang berpotensi mengurangi risiko penyakit kardiometabolik. mandi air dingin juga memicu pelepasan hormon stres, katekolamin, dan endorfin, yang meningkatkan kewaspadaan dan suasana hati, yang dapat meringankan kondisi kesehatan mental. Selain itu juga mengurangi peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kualitas tidur, berolahraga (Agustira et al. , 2. Paparan air dingin pada tubuh menyebabkan beberapa respons dalam tubuh yang pada akhirnya dapat Salah penjelasannya adalah bahwa paparan terapi air dingin mengaktifkan respons adaptif dalam tubuh, sebuah fenomena yang dikenal sebagai Saat mandi dengan air dingin sensasi yang mungkin dirasakan yaitu bulu kuduk Hal ini merupakan respons yang membantu menghasilkan panas. Pembuluh darah di permukaan kulit menyempit sehingga darah 32528/tijhs. diarahkan ke organ dalam untuk membatasi kehilangan panas (Nurman, 2. Tubuh juga meningkatkan produksi panas melalui aktivasi lemak coklat, sejenis jaringan adiposa yang dapat menghasilkan panas (Pasien & Studi, 2. Khususnya saat berendam di air dingin, tubuh juga mengalami refleks yang mempengaruhi sistem saraf, pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah (HernyndezZambrano et al. , 2. secara umum mandi air dingin seringkali mengacu pada air dengan suhu di bawah 21AC . AF). Namun, untuk tujuan terapi, beberapa orang mungkin menggunakan air yang lebih dingin, bahkan mendekati 10AC . AF). Suhu air yang di rekomendasikan adalah diantara 7-21AC dengan berkonsultasi kepada Penelitian lain juga dilakukan oleh yang menyatakan bahwa tekanan darahnya biasanya sekitar 118/77, tetapi suhu dingin akan menaikkan tekanan darahnya hingga 160/100 (Hipertensi et al. , 2. Hidroterapi merupakan suatu metode perawatan dan penyembuhan dengan menggunakan air untuk mendapatkan efek terapis atau Salah satu hidroterapi adalah minum air dingin (Setyawan & Hasnah, 2. Mengkonsumsi air dingin dapat menurunkan tekanan darah tinggi sebab air dingin dapat melarutkan kelebihan garam sehingga terbuang bersama urin. Secara fisiologis dijelaskan bahwa pada mekanisme kerja sistem ReninAngiotensin-Aldosterone (RAAS). Angiotensin II untuk mempertahankan atau meningkatkan volume cairan ekstraseluler dilakukan melalui peningkatan asupan air dan natrium (Udani et al. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Bullah et al. , 2. Menunjukkan bahwa dengan adanya pemberian terapi air dengan minum air putih diperoleh hasil yang secara signifikan efektif menurunkan tekanan darah, baik sistolik maupun diatsolik. Hal tersebut sejenis dengan hasil yang didapatkan Lestari bahwa pemberian air putih sesaat setelah bangun The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 tidur 500 mL dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik (A-value= 0,. Penting untuk mengonsumsi setidaknya 8 gelas . air putih per hari, terutama saat tubuh mulai berkeringat untuk menghindari dampak negatif dari suhu panas yang ekstrem. Peningkatan kehilangan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan tekanan darah rendah yang parah pada pasien hipertensi, terutama akibat penggunaan obat diuretik. Hal ini dapat berujung pada masalah serius seperti pingsan dan disfungsi ginjal (Putri et al. , 2. METODOLOGI Desain penelitian ini menggunakan Quasy experiment pretest-posttest with nonequivalent kontrol group design. Populasi dari penelitian ini adalah pasien hipertensi di Kaliwates Jember. Sampel penelitian didapat melalui teknik Purposive Sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 35 orang dibagi 5 kelompok yaitu 7 orang kelompok hentakan kaki, 7 orang kelompok minum air dingin, 7 orang kelompok mandi air dingin, 7 orang kelompok kombinasi hentakan kaki-mandiminum, dan 7 orang kelompok kontrol tanpa Variabel bebas meliputi Hentakan kaki ke tanah. Mandi air dingin. Minum air Variabel Tergantung Tekanan darah. Variabel Antara meliputi : Nadi. MAP, saturasi oksigen darah. Definisi operasional. Hentakan kaki adalah lompat-lompat sebanyak 20 kali. ni ekuivalen dengan jalan kaki cepat 15-30 menit, setara dengan berjalan 3000 langkah (Kitt et al. Mandi air dingin adalah Mandi dengan mengguyurkan air ke seluruh tubuh secara merata dengan air suhu 10-25 C (Damanik et al. , 2. Minum air dingin adalah mengkonsumsi air sehat dengan suhu 10-25C sejumlah 500ml (Agustira et al. , 2. Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisa sebagai berikut uji normalitas. Paired samples test. Uji Anova. Uji post Hoc test. Penelitian ini sudah memiiki uji lolos etik NO. 32528/tijhs. 0022/KEPK/FIKES/i/2025 yang dikeluarkan Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fikes Unmuh Jember. HASIL Hasil pengukuran pre dan post variabel sistolik, diastolik. MAP, nadi dan saturasi Tabel 1. Hasil Pengukuran Pengaruh perlakuan Hentakan kaki, mandi dan minum air dingin terhadap MAP Sistolik. Diastolik. Saturasi O2 dan Nadi, pada pasien hipertensi. Jember, 2025. Variabel Sistolic-pre Mean Sistolic-post Diastolicpre Diastolicpost MAP-pre MAP-post Nadi-pre Nadi-post Satur-pre Satur-post Hasil pengukuran variabel Hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien hipertensi dengan paired samples test. Tabel 2. Analisis menggunakan paired samples test pengaruh Hentakan kaki ke The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien hipertensi berpengaruh terhadap Sistolik. Diastolik. MAP. Nadi Saturasi Pair 1 Pair 7 Pair 12 Pair 18 Variabel Tekanan darah sistolik sebelum hentakan kaki-tekanan darah sistolik setelah hentakan kaki oksigen dengan paired samples test. Jember Mean Tekanan darah diastolik sebelum mandi dingin-tekanan darah diastolik setelah mandi dingin Tekanan darah diastolik sebelum minum dingin-tekanan darah diastolik setelah minum dingin Nadi/menit sebelum kontrol-nadi/menit setelah kontrol Hasil pengukuran variabel Hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien hipertensi dengan Anova. Sig. -taile. Tabel 3. Analisis menggunakan Anova Pengaruh Hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien hipertensi berpengaruh terhadap Sistolik. Diastolik. MAP. Nadi. Saturasi oksigen. Jember 2025. Sig Tekanan darah sistolik selisih sebelum dan sesudah perlakuan Tekanan darah diastolik selisih sebelum dan sesudah perlakuan Nadi/menit selisih sebelum dan sesudah 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 MAP . ean arterial preassur. selisih sebelum dan sesudah perlakuan Saturasi oksigen selisih sebelum dan sesudah Hasil pengukuran variabel Hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien hipertensi dengan post Hoc test. Tabel 4. Analisis Menggunakan Post Hoc Test Pengaruh Hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin pada pasien Variable hipertensi berpengaruh terhadap Sistolik. Diastolik. MAP. Nadi Saturasi oksigen. Jember 2025. Post Hoc Test Sig Tekanan darah sistolik selisih sebelum dan sesudah perlakuan Hentakan Mandi `Tekanan darah sistolik selisih sebelum dan sesudah perlakuan Hentakan Kontrol Nadi/menit selisih sebelum dan sesudah Minum Kontrol PEMBAHASAN Uji Normalitas menggunakan t tes independent pada nilai tekanan darah sistolik, diastolik, nadi. MAP, dan saturasi oksigen pada perlakuan hentakan kaki, mandi dingin, minum dingin, dan kontrol menunjukkan nilai p>0,05 yang berarti tidak ada perbedaan nilai rata-rata dari variable di atas, sehingga dapat disimpulkan data yang diperoleh berdistribusi normal. Variabel tekanan darah sistolik mengalami penurunan 3,65 mmHg . ermakna bai. Diastolik mengalami penurunan 0,65 mmHg . ermakna MAP penurunan 2,51 . ermakna bai. Nadi mengalami kenaikan -0,37 kali permenit . ermakna Saturasi 32528/tijhs. mengalami penurunan -0,05 . ermakna Berdasarkan hasil paired t test dependent Ada perbedaan nilai rata-rata tekanan darah sistolik antara sebelum dan setelah Tindakan hentakan kaki . Ada perbedaan nilai rata-rata tekanan darah diastolik antara sebelum dan setelah Tindakan mandi air dingin Ada perbedaan nilai rata-rata tekanan darah diastolik antara sebelum dan setelah Tindakan minum air dingin The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Ada perbedaan jumlah rata-rata nadi/menit antara sebelum dan setelah Tindakan pada kelompok kontrol . Berdasarkan uji Anova: Ada perbedaan nilai rata-rata selisih penurunan tekanan tekanan darah sistolik antara sebelum dan setelah intervensi pada kelompok hentakan kaki, mandi air dingin, minum air dingin, dan kontrol . Ada perbedaani rata-rata selisih penurunan jumlah nadi/menit antara sebelum dan setelah intervensi pada kelompok hentakan kaki, mandi air dingin, minum air dingin, dan kontrol Hasil Post Hoc test: Ada perbedaan nilai rata-rata selisih penurunan tekanan darah sistolik antara sebelum dan setelah Tindakan pada kelompok hentakan kaki dan kelompok mandi air dingin . Ada perbedaan nilai rata-rata selisih penurunan tekanan darah sistolik antara sebelum dan setelah Tindakan pada kelompok hentakan kaki dan kelompok kontrol . Ada perbedaan nilai rata-rata nadi/menit antara sebelum dan setelah Tindakan kelompok minum air dingin dan kelompok kontrol KESIMPULAN Ada pengaruh antara kelompok perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan 32528/tijhs. minum air dingin dibanding kelompok Pengaruh terbesar perlakuan hentakan kaki ke tanah, mandi air dingin dan minum air dingin adalah terhadap tekanan darah sistolik dan nadi. Berdasarkan temuan yang diperoleh, disarankan agar penelitian ini direplikasi pada masa mendatang dengan melibatkan jumlah subjek yang lebih besar serta durasi pengukuran yang lebih terstruktur dan Hal ini penting untuk meningkatkan validitas eksternal hasil penelitian serta memperoleh data yang lebih representatif mengenai efektivitas intervensi terhadap parameter tekanan darah. Selain itu, intervensi yang diterapkan dalam studi ini juga layak untuk diuji coba pada populasi individu yang sehat. Tujuannya adalah untuk mengevaluasi potensi manfaat terapi tersebut dalam konteks pencegahan, khususnya dalam upaya mempertahankan tekanan darah dalam batas normal dan mendukung kesehatan Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas mendukung pengembangan strategi promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan DAFTAR PUSTAKA