SURPLUS: Jurnal Riset Mahasiswa Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. No. Desember 2024 Website: http://ejournal. id/index. php/surplus ISSN 2828-0105 PENGARUH DAYA TARIK WISATA DAN SOSIAL MEDIA MARKETING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG WISATAWAN MELALUI ONLINE CUSTOMER REVIEW DI SALOKA THEME PARK Dwi Putri Rahma Iriyanti1. Nunuk Supraptini2. Nurmiyati3. UNDARIS. Ungaran. Indonesia, dwiputrirahma09@gmail. UNDARIS. Ungaran. Indonesia, nunuksupraptini@undaris. UNDARIS. Ungaran. Indonesia, nurmiyati@undaris. DOI: https://doi. org/10. 35449/surplus. ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk menginvestigasi pengaruh daya tarik wisata dan social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review di Saloka Theme Park. Metode penelitian yang digunakan adalah survei terhadap sampel wisatawan ke Saloka Theme Park melalui online customer review secara online berupa minat berkunjung dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan untuk analisis data adalah menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang sesuai untuk model reflektif menggunakan aplikasi SmartPLS versi 3. 0 untuk mengetahui hubungan antar variabel. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner online berbasis skala likert untuk mengetahui persepsi daya tarik wisata dan social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review. Hasil dari penelitian ini adalah daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan dan social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan tidak berpengaruh secara signifikan, sedangkan daya tarik wisata terhadap online customer review, social media marketing terhadap online customer review, dan online customer review terhadap minat berkunjung wisatawan memiliki pengaruh positif dan Hal ini dapat dilihat dari fasilitas destinasi, konten promosi, dan ulasan komentar dari wisatawan. Sedangkan pengaruh tidak langsung dari daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review dan social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review memiliki pengaruh positif dan signifikan yang artinya memiliki factor yang baik dalam meningkatkan destinasi wisata. Kata kunci: Daya Tarik Wisata. Social Media Marketing. Online Customer Review. Minat Berkunjung Wisatawan Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 PENDAHULUAN Saat ini pariwisata di Indonesia sudah mengalami perkembangan yang begitu cepat, ditandai dengan munculnya berbagai wisata di setiap wilayah. Beragam destinasi tersebut menawarkan kekayaan budaya yang unik, sehingga dapat memikat perhatian wisatawan lokal maupun internasional. Perkembangan ini sangat signifikan karena sektor pariwisata berperan penting dalam perekonomian, meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat identitas budaya, serta mempromosikan keindahan alam dan warisan sejarah. Jawa tengah, merupakan salah satu provinsi di Indonesia, kaya akan kekayaan alam dan budaya yang melimpah. Peningkatan sektor pariwisata di daerah ini menunjukkan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meingkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri pariwisata tumbuhnya sangat dipengaruhi oleh banyaknya wisatawan yang datang berkunjung, sehingga peningkatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ini (Rustam, 2. Berita dari Disporapar (Dinas Kepemudaan. Olahraga, dan Pariwisat. menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah setelah pandemi COVID-19, dengan sektor pariwisata menyumbang sekitar 16. dari PAD (Rp 52,88 milia. (PKS Jawa Tengah, 2. Menurut BPS, pada tahun 2022 terdapat 930 usaha wisata yang menawarkan objek daya tarik komersial di Indonesia, dengan 1. perusahaan fokus pada pariwisata buatan. Kabupaten Semarang adalah salah satu daerah dengan banyak destinasi wisata. Terdapat 63 daya tarik wisata yang menawarkan berbagai objek, mulai dari bangunan bersejarah, wisata edukasi, taman rekreasi, hingga destinasi alam yang memukau. Saloka Theme Park merupakan salah satu tempat rekreasi yang sangat direkomendasikan, karena tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga edukasi. Saloka Theme Park menawarkan pemandangan indah seperti rawa pening, pegunungan, dan hamparan sawah yang luas. Berikut ini adalah data wisatawan yang berkunjung di Saloka Theme Park. Tabel 1. Data Kunjungan Wisata DTW Saloka Theme Park . Bulan Nusantara Mancanegara Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Sumber: kabsemarangtourism Pada Tabel 1. menunjukkan tahun 2023 belum ada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Saloka Theme Park, dan jumlah pengunjung nusantara mengalami fluktuasi, disebabkan karena tingkat persaingan dengan destinasi wisata lain di Jawa Tengah dan faktor pertimbangan wisatawan. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi tentang destinasi wisata. Media sosial dan ulasan daring menjadi sarana utama bagi masyarakat umum untuk mengeksplorasi berbagai destinasi sebelum melakukan perjalanan. Banyak destinasi wisata yang memanfaatkan media sosial untuk menarik perhatian calon Namun, tidak semua destinasi wisata mampu secara optimal memanfaatkan potensi media sosial dan online review. Fenomena online review yang kontradiktif, yaitu wisatawan memberikan ulasan positif dan negatif, menimbulkan pertanyaan tentang seberapa besar pengaruh daya tarik wisata dan social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan, terutama melalui online customer review sebagai faktor perantara. Penelitian ini dilakukan karena dapat memberikan wawasan mengenai hubungan antara daya tarik wisata dan strategi social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan, terutama melalui mekanisme online customer review. Saloka Theme Park dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dan memperbaiki layanan berdasarkan umpan balik wisatawan. Penelitian ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan literatur mengenai pemasaran digital di Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam pariwisata adalah menarik minat wisatawan. Studi ini menyoroti hal-hal yang memengaruhi minat berkunjung dan cara mengembangkannya untuk meningkatkan kunjungan. Menurut teori minat berkunjung yang dikemukakan oleh Adinda dan Pangestuti . dalam (Nugraha & Adialita, 2. , minat berkunjung setara dengan minat pembelian, karena keduanya merupakan rangsangan internal yang kuat dan dapat mempengaruhi motivasi untuk bertindak melalui perasaan positif terhadap produk. Ningrum et . , menambahkan bahwa ketika seseorang mendapat dorongan untuk bertindak, mereka akan memiliki perasaan minat untuk berkunjung. Dengan demikian, dalam konteks pariwisata minat berkunjung adalah sama dengan minat pembelian. Menurut Hanifah . , menyatakan bahwa dalam konteks pembelian jasa pariwisata, niat untuk membeli yang berkaitan dengan kunjungan wisatawan dikenal sebagai behavior attention to visit. Hal ini terkait dengan pelayanan yang dirasakan, nilai layanan, dan kepuasan, serta dampaknya pada keinginan untuk beli. Hal tersebut sesuai dengan Nugraha & Mawo . yang mengungkapkan bahwa faktor kualitas objek wisata, termasuk kebersihan dan kenyamanan, sangat berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung. Ketika kualitas objek wisata diperbaiki, wisatawan akan merasa lebih nyaman dan aman, yang berpotensi meningkatkan kepuasan mereka selama berkunjung. Salah satu faktor yang sering menjadi fokus dalam penelitian pariwisata adalah daya tarik wisata, karena banyak yang percaya jika daya tarik suatu destinasi merupakan hal utama yang bikin wisatawan tertarik untuk berkunjung. Daya tarik wisata bisa mencakup banyak hal, seperti pemandangan yang indah, budaya yang kaya, dan fasilitas yang ada, sehingga semuanya dapat menarik perhatian wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi tempat tersebut. Pada penelitian Wijaya . , dijelaskan bahwa keberagaman daya tarik wisata yang memberikan pengalaman unik menjadi kunci untuk mempertahankan minat Di zaman digital sekarang ini, social media marketing memainkan peran yang semakin penting dalam mempromosikan destinasi wisata dan dianggap sebagai alat yang sangat efektif untuk menarik minat wisatawan. Media sosial memungkinkan informasi mengenai destinasi wisata tersebar dengan cepat dan luas, serta dapat menjangkau audiens yang lebih besar. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Kemudahan bagi wisatawan dalam mengakses informasi tentang wisata di sebuah negara menjadi hal yang utama dalam menilai berapa banyak wisatawan yang datang ke negara itu (Surentu et al. , 2. dalam (Ningrum et al. , 2. Sementara itu terdapat faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah online customer review sebagai variabel mediasi dalam studi yang mengkaji dampak daya tarik wisata dan social media marketing untuk menarik minat Menurut teori Dzulqarnain . dalam (Faradita & Widjajanti, 2. , online customer review adalah salah satu bentuk electronic word of mouth yang memberikan informasi produk dan saran berdasarkan pengalaman konsumen. Dalam teori perilaku konsumen, online customer review dianggap lebih dapat dipercaya dibandingkan iklan Hal ini sesuai dengan hasil riset Wang dan Li . , yang menunjukkan kalau pengunjung cenderung lebih mempercayai online customer review karena dianggap lebih objektif dan jujur dibandingkan iklan destinasi itu sendiri. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu menjaga reputasi online mereka. Adanya daya tarik wisata dan upaya pemasaran melalui media sosial menghasilkan lebih banyak ulasan positif, hal ini dapat memperkuat kepercayaan dan minat wisatawan untuk mengunjungi destinasi tersebut. Dengan demikian, online customer review memiliki pengaruh besar dalam dalam menghubungkan daya tarik wisata dan social media marketing dengan minat kunjungan wisatawan. Berdasarkan literatur sebelumnya yang belum maksimal, peneliti tertarik untuk melakukan studi lanjutan untuk mengeksplorasi dampak daya tarik wisata dan social media marketing terhadap minat kunjungan wisatawan di Saloka Theme Park. Tujuan dari penelitian ini guna menguji pengaruh daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan, menguji pengaruh social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan, menguji daya tarik wisata terhadap online customer review, menguji social media marketing terhadap online customer review, menguji online customer review terhadap minat berkunjung wisatawan, menguji daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review, dan menguji social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review. Perbedaan dari penelitian ini terletak pada penggabungan dua variabel utama dalam industri pariwisata, yaitu daya tarik wisata dan social media marketing melalui online customer review sebagai variabel perantara yang masih jarang diteliti, khususnya dalam konteks taman hiburan tematik di Indonesia. Jadi, peneliti memutuskan untuk meneliti tentang AuPengaruh Daya Tarik Wisata dan Social Media Marketing Terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Melalui Online Customer Review di Saloka Theme ParkAy. METODOLOGI PENELITIAN Ruang Lingkup Penelitian Cakupan penelitian ini terkait dengan area dan/atau subjek yang diteliti. Penelitian ini dilakukan di Saloka Theme Park. Kabupaten Semarang dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan survei untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel. Fokus penelitian ini ialah minat kunjungan wisatawan di Saloka Theme Park dengan variabel penelitian daya tarik wisata, social media marketing, online customer review, serta minat berkunjung wisatawan. Populasi dan Sampel Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Populasi penelitian mencakup seluruh pengunjung Saloka Theme Park, sementara sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (Fahimah & Yuliani, 2. , menghasilkan 100 responden yang diambil secara purposive sampling. Sampel ini mencakup pengunjung yang memenuhi kriteria spefisik, yaitu pernah mengunjungi Saloka Theme Park setidaknya 12 kali, pengguna sosial media TikTok, berusia 17-50 tahun, serta terdiri dari pria dan wanita. Kuesioner disebarkan melalui google form. Jenis Data Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan langsung dari pengunjung melalui kuesioner berbasis skala Likert, dengan rentang skor 1 hingga 5, untuk mengukur persepsi responden terhadap daya tarik wisata, social media marketing, online customer review, serta minat berkunjung wisatawan. Data sekunder diambil dari berbagai sumber literatur, seperti jurnal dan buku yang relevan dengan topik penelitian ini. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS versi 3. 0 dengan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang sesuai untuk model reflektif karena sebagai alat analisis data penelitian yang tidak dapat digunakan untuk menentukan hipotesis data yang tidak dapat memenuhi kenormalan data atau data penelitian sedikit. Menurut Ghozali dan Latan . PLS-SEM terdiri dari model pengukuran yang menunjukkan representasi variable laten, dan model struktural yang menggambarkan kekuatan hubungan antar variable laten, termasuk daya tarik wisata, social media marketing, online customer review, dan minat berkunjung wisatawan. Model Pengukuran (Outer Mode. Convergent Validity Indikator dikatakan reliabel jika nilai korelasi lebih tinggi dari 0,70. Jika pemuatan nilai 0,50 hingga 0,60 masih bisa diterima dalam skala penelitian. Pengujian lainnya adalah dengan mengevaluasi validitas konstruk dan nilai AVE, artinya jika rata Ae rata varians yang diekstraksi (AVE) masing-masing konstruk lebih dari 0,50 maka model tersebut harus menjadi model yang baik (Ghozali & Latan, 2. Discriminat Validity Jika korelasi antara konstruk dan item yang diukur lebih tinggi dibandingkan dengan konstruk lainnya, ini menunjukkan bahwa konstruk laten memiliki deskriminasi yang memadai dan mewakili ukuran pada bagian-bagian lainnya. Reliabilitas Konstruk Composite reliability dan CronbachAos alpha dari blok indeks yang mengukur konstruk dapat digunakan untuk mengukur reliabilitas konstruk. Validitas konstruk dipertimbangkan jika komposit valid dan nilai composite realiability atau CronbachAoh alpha diatas 0,70. Model Struktural (Inner Mode. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Model struktural variabel laten ini menitikberatkan pada hubungan linier dan hubungan sebab akibat antara variabel laten. Hipotesis diuji menggunakan model internal. R2 (R-square. digunakan dalam PLS untuk mengevaluasi variabel dependen. Untuk mengetahui tingkat signifikasi koefisien jalur, algoritma amplifikasi log dijalankan pada SmartPLS untuk menentukan apakah hipotesis yang diajukan diterima atau tidak. Hipotesis dikatakan diterima apabila nilai p Ae value < a dengan tingkat signifikansi 0,05. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Data dan Instrumen Penelitian Outer Model Outer model guna melihat bagaimana indikator berkaitan dengan variabel latennya. Dalam metode PLS menggunakan software SmartPLS 3. 0 untuk menghitung outer model terdaoat tiga kriteria yaitu convergent validity, discriminant validity, dan composite reliability (Ghozali & Latan, 2. Gambar 2. Outer Model Uji Validitas Konvergen (Convergent Validit. Convergent Validity atau validitas konvergen adalah untuk mengukur seberapa baik indikatorindikator yang merefleksikan konstruk laten berkorelasi satu sama lain. Nilai Convergent Validity adalah nilai loading faktor pada variabel laten dengan indikator-indikatornya. Indikator dianggap valid kalau nilai koefisien > 0,70. Jika Factor loadings pada penelitian semua variabel indikatornya sudah memiliki nilai > 0,70. Hal ini berarti indikator dapat dianggap valid / sudah memiliki nilai validitas convergent yang baik. Tabel 2. Rekapitulasi Nilai Outer Loading Indikator X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. Nilai Loading Factor 0,784 0,852 0,825 0,840 0,768 0,784 0,772 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 0,827 0,868 0,806 0,822 0,752 0,847 0,879 0,886 0,852 0,872 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Data Diolah . Dalam tabel tersebut, menunjukkan bahwa nilai outer loading untuk semua variabel berada di atas di atas 0,7 sehingga seluruh indikator tersebut dinyatakan valid dan layak digunakan dalam penelitian. Sedangkan AVE yaitu untuk mengukur validitas konvergen selain loading factor . Model dikatakan mempunyai convergent validity yang cukup baik, jika nilai AVE . quare of Average Variance Extracte. lebih dari 0,50. Hal ini menunjukkan bahwa secara rata-rata konstruk menjelaskan lebih dari setengah varian dari indikatornya. Tabel 3. Rekapitulasi Nilai Average Variance Extracted (AVE) Variabel AVE Kriteria Keterangan Daya Tarik Wisata 0,707 > 0,50 Valid Social Media Marketing > 0,50 Valid Online Customer Review > 0,50 Valid Minat Berkunjung > 0,50 Valid Wisatawan Sumber: Data Diolah . Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki nilai AVE yang lebih besar dari 0,5 sehingga seluruh variabel tersebut dinyatakan valid dan memenuhi kriteria Average Variance Extracted (AVE). Uji Validitas Diskriminan (Discriminant Validit. Salah satu cara untuk menentukan Validitas Diskriminan adalah dengan menentukan seberapa jauh suatu konstruk berbeda dari konstruk lain dalam model. Nilai rekapitulasi cross loading adalah nilai yang berguna untuk mengetahui apakah konstruk memiliki diskriminan yang memadai. Nilai beban pada konstruk yang dituju harus lebih besar daripada nilai beban pada konstruk lain. Tabel 4. Rekapitulasi Nilai Cross Loading X1. X1. X1. X2. X2. X2. Daya Tarik Wisata Social Media Marketing 0,883 0,784 0,852 0,446 0,480 0,282 0,402 0,426 0,446 0,825 0,840 0,768 Minat Berkunjung Wisatawan 0,599 0,360 0,529 0,429 0,468 0,425 Online Customer Review 0,538 0,481 0,599 0,565 0,518 0,382 Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 X2. 0,361 0,784 0,371 0,511 X2. 0,410 0,772 0,429 0,635 0,530 0,377 0,827 0,532 0,563 0,519 0,868 0,693 0,444 0,558 0,806 0,585 0,451 0,285 0,822 0,514 0,515 0,429 0,590 0,752 0,513 0,555 0,625 0,847 0,572 0,641 0,578 0,879 0,581 0,571 0,646 0,886 0,525 0,572 0,525 0,852 0,571 0,601 0,631 0,872 Sumber: Data Diolah . Berdasarkan hasil pada tabel di atas, semua indikator telah memenuhi kriteria validitas Hal ini terlihat dari nilai cross loading untuk masing-masing indikator terhadap konstruk atau variabelnya sendiri lebih besar daripada nilai cross loading untuk indikator Uji Reliabilitas Composite Reliability (CR) dan CronbachAos Alpha digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas. CronbachAos Alpha dan Composite Reliability : Evaluasi konsistensi internal. Suatu variabel dinyatakan reliable jika Cronbach's Alpha dan Composite Reliability dari masing-masing variabel nilainya lebih besar (> 0,. , hal ini menunjukkan bahwa reliabilitas yang dapat Tabel 5. Rekapitulasi Uji Reliabilitas Variabel Composite Kriteria Keterangan Reliability Daya Tarik Wisata > 0,70 Relibel Social Media Marketing > 0,70 Relibel Minat Berkunjung Wisatawan > 0,70 Relibel Online Customer Review > 0,70 Relibel Sumber: Data Diolah . Berdasarkan tabel tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa nilai Composite Reliability untuk setiap variable > 0,70. Dengan demikian, seluruh variabel dapat dianggap reliabel dan memenuhi kriteria composite reliability. Uji Model Struktural (Inner Mode. Coefficient Determination (R. Koefisien determinasi (R. mengindikasikan sejauh mana model dapat menerangkan variasi variabel dependen, dan digunakan untuk menilai pengaruh variabel independent terhadap variabel dependen. Nilai RA berada di rentang 0 hingga 1, di mana: Model kuat ditunjukkan oleh RA = 0,75 Model moderat ditunjukkan oleh RA = 0,50 Model lemah ditunjukkan oleh RA = 0,25 . Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Nilai RA yang lebih tinggi menunjukkan model tersebut semakin baik dalam menjelaskan variabel dependen. Tabel 6. Rekapitulasi Nilai R2 Variabel R-square Kriteria Minat Berkunjung 0,540 Moderat Wisatawan Online Customer Review 0,570 Moderat Sumber: Data Diolah . Penelitian ini melibatkan dua variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel online customer review (Z) dipengaruhi oleh daya tarik wisata dan social media marketing, serta varibel minat berkunjung wisatawan (Y) dipengaruhi oleh online customer review (Z). Berdasarkan hasil R-square pada tabel 7, nilai R-square untuk variabel online customer review sebesar 0,570 yang berarti 57% variabel online customer review dijelaskan oleh daya tarik wisata dan social media marketing. Sementara itu, nilai R-square untuk variabel minat berkunjung wisatawan sebesar 0,540 yang menunjukkan bahwa 54% variabel minat berkeunjung wisatawan dijelaskan oleh daya tarik wisata, social media marketing, dan online customer review. Predictive Relevance (Q. Predictive relevance QA adalah uji yang digunakan untuk mengukur kemampuan prediktif model struktural terhadap konstruk endogen. Jika nilai QA lebih dari 0, ini menunjukkan bahwa model memiliki relevansi prediktif untuk konstruk endogen. Sedangkan, jika QA kurang dari 0 menunjukkan bahwa model tersebut tidak memiliki relevansi prediktif. = 1- . -R2Online Customer Revie. -R2Minat Berkunjun. = 1 - . -0,. -0,. = 1 - . = 0,8022 Berdasarkan hasil perhitungan, menunjukkan bahwa model predictive relevance adalah baik, dengan nilai Q2 sebesar 0,8022. Uji Hipotesis Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui signifikansi hubungan antar variabel dalam Hasil uji hipotesis dilihat dari t-statistics dan p-value. Jika t-statistic > 1,96 . ntuk tingkat signifikansi 5%) dan p-value < 0,05, maka hipotesis diterima, artinya hubungan tersebut Jika t-statistic > 1,96 dan p-value < 0,05, maka hipotesis diterima, karena menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel-variabel laten. Jika t-statistic < 1,96 atau p-value > 0,05, maka hipotesis ditolak, yang artinya hubungan antara variabel-variabel laten tidak signifikan. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Tabel 7. Rekapitulasi Hasil Path Coefficients (Pengaruh Langsun. Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard T Statistics Deviation (|O/STDEV (STDEV) P Values Daya Tarik Wisata -> Minat Berkunjung Wisatawan Social Media Marketing -> Minat Berkunjung Wisatawan Daya Tarik Wisata -> Online Customer Review Social Media Marketing -> Online Customer Review Online Custoer Review -> Minat Berkunjung Wisatawan Sumber: Data Diolah . Dari tabel 7, diperoleh hasilnya sebagai berikut ini: Daya Tarik Wisata berdampak positif namun tidak signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai original sample sebesar 0,240. Nilai t-statistic sebesar 1. 890 dan pvalue sebesar 0,059 menunjukkan bahwa nilai tersebut tidak memenuhi kriteria signifikan, dikarenakan nilai t-statistic nya tidak lebih besar daripada t-tabel . dan nilai p-value lebih besar dari 0,05. Akibatnya, hipotesis 1 ditolak. Social Media Marketing berdampak positif namun tidak signifikan terhadap minat berekunjung wisatawan dengan nilai original sample sebesar 0,081. Nilai t-statistic sebesar 0,605 dan p-value sebesar 0,545 menunjukkan bahwa nilai tersebut tidak memenuhi kriteria signifikan karena, nilai t-statistic tidak lebih besar daripada t-tabel . dan nilai p-value lebih besar dari 0,05. Akibatnya, hipotesis 2 ditolak. Daya Tarik Wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online customer review dengan nilai original sample sebesar 0,415. Nilai t-statistic sebesar 5,145 dan p-value 0,000 menunjukkan bahwa nilai memenuhi kriteria signifikan, di mana nilai t-statistic lebih dari t-tabel . dan nilai p-value kurang dari 0,05. Akibatnya, hipotesis 3 diterima. Social Media Marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online customer review dengan nilai original sample sebesar 0,455. Nilai t-statistic sebesar 5,358 dan p-value 0,000 menunjukkan bahwa nilai tersebut memenuhi kriteria signifikan di mana nilai tstatistik lebih dari t-tabel . dan p-value bernilai kurang dari 0,05. Akibatnya, hipotesis 4 diterima. Online Customer Review memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai original sample sebesar 0,498. Nilai t-statistic sebesar 4,339 dan p-value 0,000 menunjukkan bahwa nilai tersebut memenuhi kriteria signifikan di mana nilai t-statistik lebih besar daripada t-tabel . dan p-value kurang dari 0,05. Akibatnya, hipotesis 5 diterima. Tabel 8. Rekapitulasi Hasil Specific Effect (Pengaruh Tidak Langsun. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Original Sample (O) Daya Tarik Wisata -> Online Customer Review -> Minat Berkunjung Wisatawan Social Media Marketing -> Online Customer Review -> Minat Berkunjung Wisatawan Sumber: Data Diolah . Standard Deviation (STDEV) Sample Mean (M) T Statistics (|O/STDEV P Values Berdasarkan pada tabel rekapitulasi di atas, diperoleh hasilnya seperti berikut ini: Berdasarkan tabel di atas, hasil specific indirect efect dari variabel daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review, menunjukkan nilai original sample (O) nya sebesar 0,207 atau 20,7%, dengan hasil t-statistic 3. 329 yang lebih besar dari t-tabel . , sehingga hipotesis dapat diterima dan menunjukkan adanya pengaruh positif. Sementara itu, tingkat signifikasi hubungan antara variabel daya tarik wisata dan minat berkunjung wisatawan melalui online customer review ditunjukkan oleh nilai P-value sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel daya tarik wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawa melalui online customer review. Oleh karena itu, hipotesis 6 dapat diterima karena, nilai tstatistic lebih besar dari t-tabel . dan nilai P-value lebih kecil dari 0,05 yang membuktikan bahwa hipotesis 6 valid. Berdasarkan tabel 9, hasil specific indirect efect dari variabel social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review, menunjukkan nilai original sample (O) sebesar 0,227 atau 22,7%, dengan hasil t-statistic 3,394 yang lebih besar dari t-tabel . , sehingga hipotesis dapat diterima dan menunjukkan adanya pengaruh positif. Sementara itu tingkat signifikasi hubungan antara variabel social media marketing dan minat berkunjung wisatawan melalui online customer review ditunjukkan oleh nilai P-value sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel social media marketing memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawa melalui online customer review. Oleh karena itu, hipotesis 7 dapat diterima karena, nilai t-statistic lebih besar dari t-tabel . dan P-value lebih kecil dari 0,05 yang membuktikan bahwa hipotesis 7 valid. Pembahasan Pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap Minat Berkunjung di Saloka Theme Park Dari hasil pengujian analisis yang ditunjukkan di tabel 8 untuk hipotesis pertama, ditemukan bahwa daya tarik wisata memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan, dengan nilai original sample sebesar 0,240. Nilai t-statistic 890 dan p-value 0,059 menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak signifikan, karena Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 nilai t-statistic tidak melebihi dari t-tabel . dan nilai p-value lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis pertama ditolak. Sehingga hubungan daya tarik wisata dan minat berkunjung tidak signifikan dapat dikatakan tidak memiliki hubungan atau tidak berpengaruh secara signifikan. Seperti terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi, khususnya saat hari libur sekolah. Tantangan ini mencakup antrian panjang yang sering terjadi, keterbatasan jumlah wahana yang diperuntukkan bagi dewasa sementara kebanyakan wahana lebih banyak untuk anak-anak, serta kekurangan wahana indoor yang menjadi masalah karena ketika hujan banyak wahana yang harus berhenti beroperasi. Hal ini membatasi pilihan aktivitas bagi pengunjung Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Prihatnawan & Sumiyarsih . Ningrum et al. , dan Novitaningtyas et al. yang menyatakan bahwa daya tarik wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Pengaruh Social Media Marketing terhadap Minat Berkunjung di Saloka Theme Park Berdasarkan analisis yang dilakukan pada hipotesis kedua. Social Media Marketing memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan dengan nilai original sample sebesar 0,081. Nilai t-statistic sebesar 0,605 dan p-value sebesar 0,545 yang menunjukkan bahwa pengaruh ini tidak signifikan, karena nilai t-statistic tidak melebihi t-tabel . dan nilai p-value lebih besar dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis 2 ditolak yang artinya bahwa variabel Social Media Marketing tidak terlalu menimbulkan dampak signifikan dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke Saloka Theme Park. Hasil ini bertentangan dengan penelitian Saununu et al. dan Andiaresmi & Pramono . yang menyatakan bahwa Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan. Sejalan dengan Social Media Marketing di Saloka Theme Park yang telah menggunakan aplikasi Tik Ae tok sebagai salah satu platform media sosial untuk promosi untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi konten yang dibagikan agar para pengunjung tertarik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan promosi melalui platform media sosial seperti Tik Ae tok telah berhasil, namun masih terdapat kebutuhan untuk mengembangkan konten yang lebih menarik dan relevan untuk berbagai segmen audiens, serta memastikan konten tersebut disampaikan secara konsisten dan efektif sehingga para pengunjung dapat melirik wisata Saloka Theme Park. Pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap Online Customer Review Berdasarkan hasil analis hipotesis ketiga, ditemukan bahwa daya tarik wisata memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap online customer review dengan nilai original sample sebesar 0,415. Nilai t-statistic 5,145 dan p-value 0,000 menunjukkan bahwa pengaruh ini signifikan, karena nilai t-statistic melebihi t-tabel . dan nilai p-value kurang dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis 3 diterima, artinya semakin banyak, lengkap, dan menarik daya tarik wisata dengan melakukan inovasi dan kreatifitas maka semakin banyak yang melakukan review seperti online customer review karena dapat memberikan ulasan positif, komentar yang baik, merekomendasikan destinasi wisata kepada keluarga, teman dan orang lain. Oleh karena itu untuk menjadi pertimbangan pengelola wisata Saloka Theme Park selalu meningkatkan daya tarik wisata dengan solusi mengadakan event, atraksi, festival budaya, fasilitas yang memadai, wahana yang menarik, dan nyaman bagi wisatawan. Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 Pengaruh Social Media Marketing terhadap Online Customer Review Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada hipotesis keempat, bahwa variabel social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap online customer review dengan nilai original sample sebesar 0,455. Nilai t-statistic 5,358 dan p-value 0,000 yang berarti nilai tersebut termasuk dalam kriteria signifikan dimana nilai t-statistik melebihi t-tabel . dan p-value bernilai kurang dari 0,05. Dengan demikian hipotesis 4 diterima yang artinya social media marketing untuk memberikan pengaruh positif tehadap online customer riview dengan memberikan pelayanan yang baik, promosi penggunaan social media secara gencar maka para wisatawan memberikan review dan ulasan komentar dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata. Hal ini bertentangan dengan penelitian Sharen . yaitu hasil penelitiannya menjelaskan bahwa social media marketing tidak memiliki pengaruh terhadap online customer review. Pemanfaatan social media marketing yaitu dengan membuat konten promosi yang menarik, informasi yang disampaikan jelas, memiliki keunikan tersendiri, menunjukkan keunggulan wisata dan membuat konten memperkenalkan destinasi dengan mudah sehingga para wisatwan dapat tertarik dan berkunjung di Saloka Theme Park. Pengaruh Online Customer Review terhadap Minat Berkunjung Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, bahwa variabel online customer review memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan, dengan nilai original sample sebesar 0,498. Sementara itu, nilai t-statistic sebesar 4,339 dan p-value sebesar 0,000 menunjukkan bahwa pengaruh ini signifikan, karena nilai t-statistic melebihi t-tabel . dan p-value kurang dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis 5 diterima, atau online customer review memiliki pengaruh terhadap minat berkunjung di Saloka Theme Park. Saloka Theme Park menarik banyak pengunjung dengan berbagai atraksi menariknya seperti pertunjukan baru klinting di malam hari. Museum Galilelo dan berbagai wahana yang berhubungan dengan air, uji nyali, dan anak Ae anak. Dalam wisata saloka theme park sudah lumayan baik sehingga para pengunjung memiliki pendapat dan rekomendasi berupa ulasan untuk menarik para wisatawan dengan minat berkunjung yang baik. Disamping itu juga terdapat beberapa kendala yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan. Salah satu masalah utama adalah harga makanan di dalam taman yang dianggap mahal oleh banyak Hal ini sesuai dengan ulasan online yang di mana banyak pelanggan mengeluhkan harga makanannya. Selain itu, kebijakan yang melarang membawa makanan dari luar menambah kekhawatiran pengunjung tentang biaya tambahan yang harus mereka keluarkan selama berada di taman hiburan. Kondisi ini membuat calon pengunjung mempertimbangkan kembali keputusan mereka untuk berkunjung, karena biaya yang harus dikeluarkan untuk makan selama di sana bisa menjadi faktor penentu. Pengaruh Tidak Langsung Daya Tarik Wisatawan terhadap Minat Berkunjung Wisatawan Melalui online customer review Hasil specific indirect efect dari variabel daya tarik wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review menunjukkan nilai original sample (O) sebesar 0,207 atau 20,7% dengan hasil t-statistic sebesar 3. 329 yang melebihi t-tabel . Ini Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 menunjukkan bahwa hipotesis enam dapat diterima dan memiliki pengaruh positif. Tingkat signifikan hubungan antara variabel daya tarik wisata dan minat berkunjung wisatawan melalui online customer review dapat dilihat dari nilai P-value sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel daya tarik wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawa melalui online customer review. Oleh karena itu, hipotesis 6 dapat diterima, karena nilai t-statistic melebihi t-tabel . dan P-value kurang dari 0,05 yang membuktikan bahwa hipotesis 6 valid. Hal ini sejalan dengan penelitian Kusumawati . bahwa daya tarik wisata dapat menarik perhatian jumlah pengunjung melalui memasarkan produknya lewat konten promosi yang menarik sehingga minat berkunjung wisatawan meningkat dan melalui pemasaran dalam video tiktok, website resmi berupa instagram dan youtube para pengunjung dapat melihat ulasan, komentar, atau review rekomendasi destinasi wisata menarik pengunjung. Pengaruh Tidak Langsung terhadap Social Media Marketing Minat Berkunjung Wisatawan Melalui online customer review Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditemukan bahwa specific indirect efect dari variabel social media marketing terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review menunjukkan nilai original sample (O) sebesar 0,227 atau 22,7% dengan nilai t-statistic sebesar 3,394 yang melebihi t-tabel . Ini menunjukkan bahwa hipotesis dapat diterima dan memiliki pengaruh positif. Sementara itu, tingkat signifikansi hubungan antara variabel social media marketing dan minat berkunjung wisatawan melalui online customer review ditunjukkan oleh nilai p-value sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa social media marketing berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung wisatawan melalui online customer review. Oleh karena itu, hipotesis 7 diterima, karena nilai t-statistic melebihi t-tabel. dan nilai p-value kurang dari 0,05, membuktikan adanya pengaruh tidak langsung dari variabel social media marketing terhadap minat berkunjung melalui online customer review. Hasil ini mendukung penelitian Nugraha & Adialita . yang menunjukkan bahwa pemasaran media social dapat mempengaruhi minat berkunjung yaitu melalui dimensi communication sebagaimana akun media sosial memiliki kemampuan untuk berbagi pesan dan cerita yang berisi informasi dengan mendengarkan, merespon, serta berinteraksi dengan baik, membuat pengguna merasa nyaman dan pesan tersampaikan dengan efektif. Adanya pemaparan yang baik maka melalui online customer review dapat meningkatkan ulasan dan penilaian kualitas yang baik dan jelas. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan temuan dari hasil analisis dan pembahasan dari penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan Hubungan Daya Tarik Wisata dan minat berkunjung tidak signifikan dapat dikatakan tidak memiliki hubungan atau tidak berpengaruh secara Karena terdapat tantangan yaitu mencakup antrian panjang yang sering terjadi, keterbatasan jumlah wahana yang diperuntukkan bagi dewasa sementara kebanyakan wahana lebih banyak untuk anak-anak, serta kurangnya wahana indoor, sehingga pengunjung tidak bisa bermain ketika hujan. Social Media Marketing tidak terlalu memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan minat berkunjung wisatawan ke Saloka Theme Park. Karena Social Media Marketing di Saloka Theme Park menunjukkan bahwa strategi promosi melalui media Iriyanti, et al Surplus. Vol. No. Desember 2024 sosial seperti Tiktok telah berhasil, namun masih terdapat kebutuhan untuk mengembangkan konten yang lebih menarik dan relevan untuk berbagai segmen audiens, serta memastikan konten tersebut disampaikan secara konsisten dan efektif sehingga para pengunjung dapat melirik wisata Saloka Theme Park. Daya tarik wisata memberikan pengaruh positif terhadap Online Customer Review karena semakin banyak, lengkap, dan menarik daya tarik wisata dengan melakukan inovasi dan kreatifitas maka semakin banyak yang melakukan review seperti Online Customer Review karena dapat memberikan ulasan positif, komentar yang baik, merekomendasikan destinasi wisata kepada keluarga, teman dan orang lain. Social Media Marketing untuk memberikan pengaruh positif tehadap Online Customer Review dengan memberikan pelayanan yang baik, promosi penggunaan social media secara gencar maka para wisatawan memberikan review dan ulasan komentar dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata. Online Customer Review berpengaruh terhadap minat berkunjung di Saloka Theme Park. Saloka Theme Park menarik banyak pengunjung dengan berbagai atraksi menariknya seperti pertunjukan baru klinting di malam hari. Museum Galileo dan berbagai wahana yang berhubungan dengan air, uji nyali, dan anak Ae anak. Dalam wisata saloka theme park sudah lumayan baik sehingga para pengunjung memiliki pendapat dan rekomendasi berupa ulasan untuk menarik para wisatawan dengan minat berkunjung yang baik. Pada pengaruh tidak langsung Daya Tarik Wisata terhadap minat berkunjung wisatawan melalui Online Customer Review memiliki pengaruh signifikan sehingga daya tarik wisata dapat menarik perhatian jumlah pengunjung melalui memasarkan produknya lewat konten promosi yang menarik sehingga minat berkunjung wisatawan meningkat dan para pengunjung dapat melihat ulasan, komentar, atau review rekomendasi destinasi wisata menarik pengunjung. Sehingga, berdasarkan pengaruh tidak langsung. Social Media Marketing mempengaruhi minat berkunjung wisatawan melalui dimensi communication sebagaimana suatu akun media sosial mampu berbagi pesan dan cerita berupa informasi denga n cara mendengarkan dan merespon, sehingga terdapat pemaparan yang baik maka melalui online customer review dapat meningkatkan ulasan dan penilaian kualitas yang baik. REFERENSI