Sienna (E -ISSN: 2745-9861 | P-ISSN: 2745-987X) https://jurnal. id/index. php/sienna DOI: https://doi. org/10. 47637/sienna. Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM dan Isolation Forest untuk Deteksi Realtime Serangan SQLi. Brute-Force, dan Data Exfiltration pada MariaDB Khusnul Khotimaha,1*. Hartonoa,2. Rama Apriandoa,3. Farisa,4 khotimah@umko. id, 2hartono@umko. id, 3rama. apriando@umko. id, 4faris@umko. Universitas Muhammadiyah Kotabumi. Lampung *Korespondensi: email Abstract Cybersecurity threats targeting database systems continue to Status Artikel: increase, particularly SQL injection (SQL. , brute-force attacks, and Diterima: 30-05-2026 data exfiltration, which can compromise data confidentiality. Direvisi: 13-06-2026 integrity, and availability. Conventional rule-based detection Diterima: 14-06-2026 approaches often struggle to identify evolving attack patterns and Kata Kunci: may generate high false-positive rates. This research aims to develop MariaDB Security. a real-time attack detection system for MariaDB databases using a SQL Injection Detection. hybrid architecture that combines Long Short-Term Memory (LSTM) Brute-Force Detection. and Isolation Forest to improve detection accuracy and adaptability Data Exfiltration. in modern database environments. The study employed a Research Hybrid LSTM-Isolation Forest. and Development (R&D) approach consisting of three detection The first module utilized a Bidirectional LSTM (Bi-LSTM) model to identify SQLi attacks through query sequence analysis. The second module implemented Isolation Forest and Rotated Isolation Forest algorithms to detect brute-force attacks based on access behavior patterns. The third module applied Isolation Forest to identify data exfiltration activities from traffic characteristics and data transfer behavior. Data preprocessing included feature engineering, tokenization, normalization, and model evaluation using confusion matrix, precision, recall. F1-score, and AUC Experimental results demonstrated that the Bi-LSTM model 99% accuracy in SQLi detection. For brute-force detection, the standard Isolation Forest outperformed Rotated Isolation Forest with a recall of 99. 94% and an F1-score of 99. The data exfiltration detection module successfully identified 100% of simulated exfiltration attacks and achieved an overall accuracy of These findings indicate that the proposed hybrid LSTMAe Isolation Forest architecture provides highly accurate and adaptive real-time attack detection, making it a viable solution for enhancing MariaDB database security against multiple attack vectors. A 2026 Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN MariaDB merupakan salah satu sistem manajemen basis data relasional yang banyak digunakan pada berbagai aplikasi modern, mulai dari layanan bisnis, pendidikan, hingga sistem Jurnal Sienna Volume 7 Nomor 1 Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Tingginya penggunaan MariaDB menjadikannya sebagai target utama berbagai serangan siber yang terus berkembang dari sisi teknik, skala, maupun kompleksitas. Berdasarkan berbagai penelitian sebelumnya (Bhardwaj dkk. , 2022. Ghozali dkk. , 2022. Hartono dkk. , 2024. Stiawan dkk. , 2023. Triloka dkk. , 2. , terdapat tiga jenis serangan yang paling sering mengancam keamanan database, yaitu SQL Injection (SQL. , brute-force, dan data exfiltration. Ketiga serangan tersebut mampu mengeksploitasi celah keamanan aplikasi secara masif dan persisten sehingga berpotensi menyebabkan kebocoran data, gangguan layanan, hingga kerusakan SQL Injection (SQL. masih menjadi salah satu ancaman paling berbahaya terhadap database karena mampu memanipulasi query untuk memperoleh akses ilegal ke data sensitif. Menurut BitNinja Security (Molnar, 2021. SQLi berkontribusi pada lebih dari 50% kasus serangan pada aplikasi web. Selain itu, serangan brute-force juga terus meningkat dan menjadi metode yang paling sering digunakan dalam berbagai kasus data breach (Faircloth dkk. , 2022. Molnar, 2021a. Sharma dkk. , 2. Serangan ini dilakukan melalui percobaan login berulang secara otomatis untuk mendapatkan kredensial akses database. Kondisi yang lebih kritis terjadi pada data exfiltration karena serangan ini umumnya berjalan secara tersembunyi dan sulit dideteksi oleh sistem keamanan tradisional (Mundt & Baier, 2024. Security Magazine Staff. Pelaku dapat memindahkan data sensitif keluar sistem tanpa menimbulkan indikasi serangan yang jelas sehingga menyebabkan kerugian besar bagi organisasi. Di sisi lain, pendekatan keamanan tradisional seperti Web Application Firewall (WAF) dan signature-based detection memiliki keterbatasan dalam mendeteksi pola serangan baru dan serangan yang terus berubah secara dinamis. Gartner melaporkan bahwa sistem berbasis pola statis gagal mendeteksi sekitar 56% serangan zero-day (F5. Inc. , 2023. Goh dkk. , 2. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa metode konvensional tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman keamanan database modern yang semakin adaptif dan kompleks. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa metode LSTM telah banyak digunakan untuk mendeteksi serangan SQL Injection (SQL. karena mampu mengenali pola sekuens query dengan baik (Ghozali dkk. , 2022. Liu & Dai, 2024. Stiawan dkk. , 2. Namun, pendekatan tersebut masih menghasilkan false positive yang cukup signifikan dalam proses deteksi. Di sisi lain. Isolation Forest digunakan pada beberapa penelitian untuk mendeteksi anomali brute-force, lonjakan lalu lintas jaringan, serta aktivitas data exfiltration mencurigakan (Marteau dkk. , 2017. Mundt & Baier, 2024. Mykhaylova dkk. , 2023. Vaccari dkk. , 2. Meskipun memiliki kemampuan yang baik dalam mendeteksi outlier, metode tersebut masih kurang optimal dalam menangkap pola temporal pada log aktivitas secara berurutan. Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan arsitektur hybrid yang mengintegrasikan LSTM dan Isolation Forest dalam satu sistem terpadu. Pendekatan hybrid ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi deteksi, mengurangi false positive melalui mekanisme konfirmasi dua lapis, serta mendukung proses deteksi real-time dengan latency rendah pada lingkungan MariaDB. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan arsitektur hybrid berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) dan Isolation Forest untuk mendeteksi serangan secara real-time pada MariaDB. LSTM digunakan untuk menganalisis pola temporal query dan mendeteksi SQL Injection, sedangkan Isolation Forest dimanfaatkan untuk mengidentifikasi anomali perilaku akses yang berkaitan dengan brute-force dan data exfiltration. Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Arsitektur hybrid ini dirancang agar mampu memberikan deteksi yang lebih adaptif, akurat, dan responsif terhadap ancaman keamanan siber modern, sehingga dapat meningkatkan keamanan database MariaDB secara signifikan. METHODS SQL Injection Penelitian ini menggunakan model Bi-LSTM berbasis DL untuk mendeteksi serangan SQLi di MariaDB. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan NLP pada preprocessing untuk semakin meningkatkan tingkat akurasi. Tahapan penelitian dilakukan melalui beberapa proses yaitu pengumpulan data, pra-pemrosesan data, pembangunan arsitektur model, pelatihan model, serta evaluasi performa. Gambar 1 Metode Penelitian dan tahapan pra-pemrosesan data Deteksi SQLi Brute Force Penelitian ini memilih pendekatan unsupervised learning dengan algoritma IF untuk mendeteksi serangan brute force pada MariaDB. IF dipilih karena telah diterapkan secara luas untuk mendeteksi anomali pada berbagai domain keamanan siber, seperti deteksi intrusi jaringan, malware, anomali lalu lintas web, keamanan email, dan perlindungan infrastruktur kritis. Pemilihan metodologi ini dilandasi oleh kebutuhan untuk mendeteksi anomali secara efektif pada data log yang berukuran besar, kompleks, dan tidak selalu memiliki label eksplisit. Dengan pendekatan ini, penelitian diharapkan menghasilkan sistem deteksi yang robust, sistematis, serta dapat direproduksi. Alur implementasi metode dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2 Alur Metode Penelitian Deteksi Serangan Brute Force Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Data Exfiltration Penelitian ini membangun dan mengevaluasi sistem deteksi anomali data exfiltration dengan fokus pada lalu lintas database MariaDB menggunakan algoritma IF. Berdasarkan klasifikasi umum, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam kategori tindakan balasan detektif . etective counter measure. , karena berfokus pada identifikasi upaya exfiltration saat sedang berlangsung, bukan pada pencegahan di tahap awal. Metodologi ini mencakup deskripsi dataset yang digunakan, tahapan pra-pemrosesan data, detail algoritma deteksi anomali, serta metrik evaluasi kinerja model. Gambar 11 menunjukkan bagaimana metode di penelitian ini diterapkan. Gambar 3 Metode Penelitian Data Exfiltration RESULTS AND DISCUSSION Results SQL Injection Model Bi-LSTM untuk deteksi SQL Injection dilatih menggunakan dataset terkurasi 615 query dan dievaluasi pada 53. 323 sampel data uji. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score untuk mengukur kemampuan model dalam membedakan query normal dan query berbahaya secara akurat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model mampu mencapai performa yang sangat tinggi yakni Ou 98% dengan tingkat kesalahan klasifikasi yang rendah. Rincian hasil evaluasi model Bi-LSTM pada data uji SQLi disajikan pada Tabel 1. Tabel 1 Hasil Evaluasi Model Bi-LSTM pada Data Uji SQLi Metrik Overall Accuracy Nilai Precision (Normal, . Interprestasi Persentase total query (Normal SQL. yang diklasifikasikan dengan benar oleh model. Dari semua query yang diprediksi sebagai Normal, 99% benar-benar query Normal. Tingkat False Positive sangat Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Metrik Recall (Normal, . Nilai F1-Score (Normal, . Precision (SQLi, . Recall (SQLi, . F1-Score (SQLi, . Macro Avg Weighted Avg Interprestasi Dari seluruh query Normal yang sebenarnya, 100% berhasil Model tidak melewatkan query Normal (False Negative renda. Rata-rata harmonik antara Precision dan Recall untuk kelas Normal, menunjukkan keseimbangan performa. Dari semua query yang diprediksi sebagai SQL Injection, 99% benar-benar serangan SQLi. Dari seluruh query SQLi yang sebenarnya, 98% berhasil False Negative sangat rendah, menandakan keamanan terjaga. Rata-rata harmonik antara Precision dan Recall untuk kelas SQLi, menunjukkan performa seimbang. Rata-rata metrik (Precision. Recall. di semua kelas, memberikan gambaran keseluruhan performa. Rata-rata metrik berbobot sesuai jumlah query tiap kelas, mencerminkan performa keseluruhan dengan memperhitungkan distribusi label. Hasil evaluasi disajikan dalam bentuk classification report, confusion matrix, dan visualisasi persentase klasifikasi (Gambar . Confusion matrix menunjukkan nilai true positive, true negative, false positive, dan false negative dalam proses klasifikasi query. Visualisasi persentase klasifikasi memperlihatkan dominasi prediksi benar pada diagonal utama dan kesalahan klasifikasi yang sangat rendah, sehingga menunjukkan bahwa model mampu membedakan query Normal dan SQL Injection dengan sangat baik. Gambar 4 Confusion Matrix SQL Injection Brute Force Model Isolation Forest dilatih menggunakan hasil data cleaning sebanyak 6. 042 baris unik untuk mendeteksi aktivitas brute-force pada MariaDB dan menghasilkan nilai akurasi 99% (IF) dan 98% (RIF). Evaluasi dilakukan dengan 100. 000 data dummy untuk membandingkan performa Standard Isolation Forest (IF) dan Rotated Isolation Forest (RIF) dalam skenario real- Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedua model memiliki performa yang sangat tinggi, namun Standard IF memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat dibandingkan RIF. Rincian hasil evaluasi Standard IF disajikan pada Tabel 2 berikut. Tabel 2 Metrik Evaluasi dan Confusion Matrix Standard IF Benign Brute Force macro avg weighted avg f1-score Metric Value Accuracy AUC F1 Score Precision Recall (Sensitivit. Specificity RIF memiliki performa yang tinggi juga tetapi jumlah false negative pada RIF lebih besar dibandingkan Standard IF, sehingga tingkat sensitivitasnya sedikit menurun. Rincian hasil evaluasi Rotated IF disajikan pada Tabel 3. Tabel 3 Metrik Evaluasi dan Confusion Matrix Rotated IF Benign Brute Force macro avg weighted avg f1-score Metric Value Accuracy AUC F1 Score Precision Recall (Sensitivit. Specificity Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Data Exfiltration Model Isolation Forest untuk deteksi anomali data exfiltration dilatih menggunakan 17. data train dan 4. 000 data test. Hasil pengujian pada test set internal . menunjukkan akurasi sebesar 94,92%, dari seluruh prediksi yang dikategorikan sebagai anomali, hanya sebagian kecil yang benar-benar merupakan kasus data exfiltration dalam dataset ini. Selain itu, pengujian pada dataset exfiltration menunjukkan rata-rata skor risiko sebesar 72,96, dengan 54 dari 67 rekaman memiliki skor risiko Ou 70. Hasil ini menunjukkan bahwa model mampu mengidentifikasi pola transfer data mencurigakan dengan tingkat sensitivitas yang tinggi. Rincian hasil klasifikasi model Isolation Forest disajikan pada Gambar 5. Gambar 5 Classification Report Hasil Prediksi Model IF Discussion SQL Injection Sebelum proses pelatihan dilakukan, dataset mentah terlebih dahulu melalui tahapan prapemrosesan untuk memastikan kualitas dan konsistensi data. Tahapan ini mencakup penggabungan beberapa dataset, pembersihan query yang tidak relevan seperti gibberish pada query normal, tokenisasi, serta padding sequence. Proses tersebut bertujuan agar model menerima data yang lebih terstruktur, bersih, dan optimal selama pelatihan maupun evaluasi. Hasil visualisasi dataset setelah tahapan pra-pemrosesan disajikan pada gambar berikut. Gambar 6 Visualisasi Dataset setelah Melakukan Tahapan Pra-Pemrosesan Data Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Model Bi-LSTM dibangun dengan arsitektur sebagai berikut: input layer dengan dimensi . , embedding layer dengan output dimensi 128, lapisan Bi-LSTM dengan 64 unit, dropout layer dengan rate 0. 5, serta dense output layer dengan aktivasi sigmoid untuk klasifikasi biner. Model dikompilasi menggunakan loss function binary_crossentropy, optimizer Adam, dan metrik Proses pelatihan berlangsung selama 5 epoch dengan batch size 256 dan validation split Gambar 7 Penerapan pada Arsitektur Jaringan Bi-LSTM untuk Deteksi Serangan SQL Injection Hasil evaluasi model Bi-LSTM yang ditampilkan pada Tabel 1 dan divisualisasikan dalam Gambar 4 memberikan gambaran kinerja model secara komprehensif terhadap data uji yang terdiri dari 53. 323 sampel. Secara umum, model menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam membedakan query Normal dan SQL Injection (SQL. Akurasi keseluruhan model tercatat sebesar 0,99, menandakan bahwa 99% query pada data uji berhasil diklasifikasikan dengan benar. Nilai macro average dan weighted average untuk precision, recall, dan f1-score yang konsisten di angka 0,99 menunjukkan stabilitas performa model pada kedua kelas, tanpa bias terhadap salah satu kelas. Lebih rinci, pada kelas 0 (Norma. , precision sebesar 0,99 mengindikasikan bahwa dari seluruh query yang diprediksi sebagai Normal, 99% memang benar-benar Normal. Recall sebesar 1,00 memperlihatkan bahwa seluruh query Normal dalam data uji berhasil dikenali oleh model tanpa ada kasus FN. Kemampuan model tersebut menunjukkan bahwa model Bi-LSTM mampu mempelajari pola sekuens query SQL secara efektif sehingga dapat membedakan aktivitas normal dan serangan SQL Injection dengan tingkat kesalahan yang sangat rendah. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ghozali dkk. Liu dan Dai . , serta Stiawan dkk. yang menyatakan bahwa arsitektur LSTM memiliki kemampuan yang baik dalam menangkap dependensi temporal pada query SQL. Namun demikian, pada penelitian ini performa yang diperoleh mencapai akurasi 99% dengan keseimbangan precision dan recall yang tinggi, menunjukkan bahwa pendekatan yang diterapkan mampu menghasilkan deteksi yang stabil dan minim false positive. Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Brute Force Terdapat total 25 domain pada access log. Dari total 25 domain tersebut, terdapat 1 domain yang diakses hingga 4. 678 kali. Dengan membandingkan hasil terhadap ambang batas . , kode mengidentifikasi pasangan IPAepath yang menunjukkan anomali intensitas atau frekuensi login tinggi sebagai indikasi brute force attack, menghasilkan tiga keluaran: data normal, data serangan, dan statistik agregat per IPAepath. Proses ini mendapatkan 1. 989 data normal dan 5. 052 serangan seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut. Distribusi 10 alamat IP terbanyak akses dapat dilihat pada gambar 5 berikut ini. IP Address Gambar 8 Distribusi 10 Alamat IP Terbanyak Akses Benign Data Benign Data Brute Force Data Brute Force Data Gambar 10 Proporsi Data Benign dan Brute-force dalam Dataset Gambar 9 Distribusi Total Insiden: Benign vs Brute force Hasil penghitungan fitur statistik temporal yang digunakan untuk menganalisis pola serangan brute force berdasarkan log aktivitas. Fitur-fitur seperti rata-rata waktu antar percobaan, variansi waktu, dan rasio percobaan cepat menjadi indikator penting dalam membedakan perilaku serangan dengan aktivitas normal. Tabel 4 Hasil Perhitungan Fitur Statistik Temporal pada Analisis Serangan Brute Force Statistic Total Avg Min Fast Time Time Attempts Fast Attempts Time Diff Time Diff Attempts Variance Span Hours Per Hour Attempt Rasio 85,65 25,111 25,111 85,650 16,468 85,650 85,650 85,650 165,029 107,405 2,293 278,950 279,564 2,284. 10,063 82,725 5,720. 196,927 51,317. 52y10AA Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Statistic Total Avg Min Fast Time Time Attempts Fast Attempts Time Diff Time Diff Attempts Variance Span Hours Per Hour Attempt Rasio 210,26 5,151,442 5,151,442 210,251 5. 62y10AA 1,430. 8,775. Model IF dibangun dengan parameter n_estimators=175 untuk jumlah pohon, contamination=0. 1 sebagai proporsi data anomali, max_samples=AoautoAo agar setiap pohon menggunakan hingga 256 sampel, max_features=1. 0 untuk memakai seluruh fitur, bootstrap=False tanpa pengembalian sampel, random_state=6 guna menjaga konsistensi hasil, verbose=0 agar proses berjalan tanpa log, dan n_jobs=-1 untuk memanfaatkan seluruh CPU. Model kemudian dilatih pada data ter-standardisasi menggunakan metode fit. Selanjutnya. Eksperimen dilakukan dengan melatih model Standard IF dan Rotated IF pada data training benign yang telah distandardisasi. Kedua model dievaluasi performanya dalam mengklasifikasikan data uji, yang terdiri dari campuran data benign dan brute force. Tabel 4 merangkum metrik evaluasi kunci untuk kedua model. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua pendekatan tersebut mampu mendeteksi serangan dengan tingkat akurasi yang sangat baik. Pada beberapa metrik tertentu. Rotated IF sedikit lebih unggul dalam mengidentifikasi data benign, sedangkan Standard IF menunjukkan keunggulan dalam overall accuracy. Temuan ini mengindikasikan pemilihan model dapat disesuaikan dengan prioritas sistem keamanan, apakah fokus pada deteksi atau meminimalkan kesalahan klasifikasi pada data normal. 1,02 0,98 0,96 0,94 0,92 0,88 0,86 0,84 Standard IF Rotated IF Overall Accuracy Benign Accuracy 0,9928 0,8996 0,9881 0,9002 Standard IF Recall 0,9994 0,9944 AUC Score 0,9495 0,9473 F1 Score 0,9961 0,9936 Rotated IF Gambar 11 Perbandingan Kinerja Model Standard Isolation Forest dan Rotated Isolation Forest Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model IF mampu membedakan dengan baik antara aktivitas normal dan serangan brute force. Precision yang tinggi . ,9. menunjukkan bahwa sebagian besar deteksi serangan oleh model memang benar-benar serangan, sehingga risiko alarm palsu . alse positiv. relatif rendah. Recall atau sensitivitas yang sangat tinggi . ,9. menegaskan bahwa model hampir selalu mampu menangkap serangan brute force yang terjadi, sehingga kemungkinan adanya serangan yang terlewat . alse negativ. sangat kecil. Spesifisitas sebesar 0,9002 menandakan model juga cukup andal dalam mengenali aktivitas normal, meskipun masih ada sejumlah aktivitas normal yang salah dikategorikan sebagai serangan. Dengan demikian, model IF tidak hanya efektif mendeteksi serangan, tetapi juga dapat diandalkan dalam meminimalkan alarm palsu yang membebani tim keamanan. Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Metrik Tabel 5 Hasil Evaluasi Kinerja Model Deteksi Serangan Brute Force Nilai Interpretasi True Positive (TP) Jumlah serangan brute force yang berhasil terdeteksi dengan benar oleh model. Angka tinggi menunjukkan model sangat efektif mengenali aktivitas berbahaya. False Negative (FN) 2. Kasus serangan brute force yang tidak terdeteksi . oleh model. Nilai kecil menandakan tingkat kelulusan serangan sangat rendah. True Negative (TN) 329. Jumlah aktivitas normal . yang terklasifikasi benar sebagai aman. Ini menunjukkan kemampuan model dalam mengenali lalu lintas normal. False Positive (FP) 36. Aktivitas normal yang salah diklasifikasikan sebagai Nilai ini perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan peringatan palsu . alse alar. Recall (Brute Force 99. Detection Rat. Persentase serangan brute force yang berhasil terdeteksi dari total serangan sebenarnya. Nilai hampir sempurna menunjukkan sensitivitas model yang sangat tinggi. Precision (Brute Forc. Persentase prediksi serangan yang benar-benar serangan. Nilai tinggi menandakan model jarang memberikan peringatan palsu. Specificity (True Negative Rat. Kemampuan model dalam mengenali aktivitas normal dengan benar. Masih terdapat sebagian kecil aktivitas normal yang terdeteksi salah sebagai serangan. Benign Classification Accuracy . Akurasi pengenalan aktivitas normal . etara specificit. Metrik ini penting untuk menilai keseimbangan performa antara deteksi serangan dan pengenalan trafik normal. F1-Score Rata-rata harmonik antara Precision dan Recall. Nilai sangat tinggi ini menunjukkan keseimbangan optimal antara deteksi yang akurat dan minim kesalahan. AUC (Area Under Curv. Menunjukkan kemampuan model membedakan antara serangan dan trafik normal. Nilai mendekati 1 menunjukkan performa klasifikasi yang sangat baik. Accuracy (Keseluruha. Persentase keseluruhan prediksi yang benar . aik serangan maupun norma. Nilai hampir sempurna menunjukkan model sangat kuat secara umum. Secara keseluruhan, metrik-metrik ini menunjukkan bahwa model standard IF yang dikembangkan efektif dalam mendeteksi serangan brute force pada dataset log akses web ini. Detection Rate yang tinggi . 94%) adalah kekuatan utama, yang sangat penting dalam aplikasi keamanan siber untuk meminimalkan serangan yang tidak terdeteksi. Tingkat False Positive relatif terkendali mengingat volume data dan kompleksitas pola trafik. Temuan penting dari pengujian brute force adalah bahwa Standard Isolation Forest memberikan performa yang lebih baik dibandingkan Rotated Isolation Forest, terutama pada metrik recall dan akurasi keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan Isolation Forest standar lebih sesuai untuk karakteristik data log akses yang digunakan dalam penelitian ini. Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA Temuan tersebut mendukung penelitian sebelumnya oleh Marteau dkk. Vaccari dkk. , dan Mykhaylova dkk. yang menunjukkan bahwa Isolation Forest efektif dalam mendeteksi aktivitas anomali dan serangan berbasis perilaku. Tingginya nilai recall sebesar 99,94% juga menunjukkan bahwa model mampu meminimalkan kemungkinan serangan brute force yang tidak terdeteksi, yang merupakan aspek penting dalam sistem keamanan siber. Data Exfiltration Data pelatihan memiliki jumlah yang lebih besar dibandingkan data pengujian, yaitu sekitar 500 data untuk train set dan 4. 000 data untuk test set. Model ini dikonfigurasi dengan contamination=0. 05, menunjukkan asumsi bahwa sekitar 5% data dalam training set mungkin merupakan outlier. Hasil prediksi pada test set internal . menunjukkan akurasi sebesar 9484 . 84%). Confusion Matrix untuk pengujian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 417 record benign, sebanyak 4. 189 record berhasil diklasifikasikan dengan benar sebagai nonanomali (True Negativ. , sedangkan 228 record salah diklasifikasikan sebagai anomali (False Positiv. Nilai False Positive Rate (FPR) pada test set internal tercatat sebesar 5,16% . /4. Hasil prediksi model Isolation Forest (IF) menunjukkan bahwa seluruh 67 record exfiltration berhasil terdeteksi sebagai anomali, menghasilkan Detection Rate (True Positive Rat. sebesar 0000 . %). Secara keseluruhan, evaluasi gabungan terhadap test set internal dan eksternal menghasilkan akurasi total sebesar 0. ,92%), menandakan kinerja model yang cukup andal dalam mendeteksi anomali jaringan. Berdasarkan Classification Report gabungan, kinerja per kelas dapat dirinci sebagai berikut: Kelas Benign . : Precision 1. Recall 0. F1-score 0. Kelas Exfiltration . : Precision 0. Recall 1. F1-score 0. Gambar 12 Jumlah Prediksi Gabungan pada Kelas Benign dan Exfiltration Gambar 12 memperlihatkan hasil prediksi model terhadap dua kelas utama, yaitu Benign . dan Exfiltration . Mayoritas data diprediksi sebagai Benign dengan jumlah lebih dari 4000 sampel, sedangkan prediksi untuk kelas Exfiltration jauh lebih sedikit, hanya sekitar 300 sampel. Distribusi yang tidak seimbang ini menunjukkan bahwa aktivitas normal . enign traffi. masih Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA mendominasi dataset, sementara aktivitas anomali berupa data exfiltration terjadi relatif jarang. Hal ini menggambarkan tantangan umum dalam deteksi anomali jaringan, yaitu ketidakseimbangan kelas yang signifikan. Hasil pengujian secara eksplisit menunjukkan bahwa model menghasilkan 4189 True Negatives (TN) atau data Benign yang berhasil diprediksi sebagai normal, 228 False Positives (FP) yaitu data Benign yang keliru diklasifikasikan sebagai anomali, 0 False Negatives (FN) atau tidak ada data Exfiltration yang salah diklasifikasikan sebagai normal, serta 67 True Positives (TP) yakni data Exfiltration yang berhasil terdeteksi sebagai anomali. Temuan ini menegaskan bahwa model Isolation Forest (IF) memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mendeteksi anomali dengan Detection Rate mencapai 100%, namun masih menghadapi tantangan dalam membedakan antara anomali sebenarnya dengan outlier pada data normal. Hal ini tercermin dari nilai False Positive Rate (FPR) sebesar 5,16% dan Precision untuk kelas Exfiltration yang hanya 0,23. Rendahnya nilai Precision disebabkan oleh jumlah False Positive yang jauh lebih tinggi dibandingkan True Positive . FP berbanding 67 TP). Pengujian pada dataset exfiltration . f_test_e. menghasilkan dataframe hasil yang mencakup prediksi IF, kategori protokol, pola panjang paket, kategori tujuan, pola spesifik database, tingkat risiko database, dan skor risiko database. Semua 67 record dalam dataset exfiltration terdeteksi sebagai anomali oleh IF. Tabel 6 Distribusi Protokol Database Protocol Category Prediction Count Sum Mean Database Risk Score Mean Max DATABASE_DIRECT_CRITICAL_RISK DATABASE_ENCRYPTED_VERY_HIGH_RISK DATABASE_EXPORT_HTTP_HIGH_RISK DATABASE_TCP_HIGH_RISK DATABASE_WEB_HIGH_RISK Analisis terhadap distribusi kategori protokol database menunjukkan bahwa rekaman exfiltration tersebar pada beberapa kelompok risiko. Berdasarkan Tabel 6, kategori dengan tingkat risiko tertinggi adalah DATABASE_DIRECT_CRITICAL_RISK, yang umumnya terkait dengan penggunaan protokol seperti MYSQL/MARIADB atau koneksi langsung menuju port standar Pada kategori ini, skor prediksi anomali rata-rata tercatat sebesar 1. 0, sementara skor risiko database mencapai nilai maksimum, yaitu 100. Temuan ini sejalan dengan karakteristik lalu lintas exfiltration yang bersifat langsung, jelas, dan memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Selain itu, analisis terhadap distribusi pola database mengungkapkan sejumlah pola yang muncul dalam data exfiltration simulasi, antara lain LARGE_DATA_TRANSFER. DIRECT_DB_CONNECTION. CLOUD_STORAGE_TARGET. ENCRYPTED_BULK_TRANSFER. SUSPICIOUS_DESTINATION. Kombinasi pola yang melibatkan koneksi langsung ke database disertai dengan transfer data berukuran besar, terutama apabila diarahkan ke tujuan yang dikategorikan mencurigakan, menunjukkan skor risiko tertinggi, yaitu mencapai 100. Temuan utama pada skenario data exfiltration adalah kemampuan model Isolation Forest mendeteksi seluruh data exfiltration yang diuji dengan Detection Rate sebesar 100%. Hasil ini Khusnul Khotimah. Hartono. Rama Apriando. Faris Pengembangan Arsitektur Hybrid LSTM danA menunjukkan bahwa karakteristik anomali pada aktivitas exfiltration berhasil dikenali dengan baik oleh model melalui pola transfer data, tujuan koneksi, dan perilaku lalu lintas jaringan. Temuan tersebut sejalan dengan penelitian Mundt dan Baier . yang menyatakan bahwa pendekatan berbasis deteksi anomali efektif digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas data exfiltration yang sulit dideteksi oleh metode berbasis aturan. Meskipun demikian, nilai precision yang masih rendah menunjukkan adanya false positive pada sebagian trafik normal sehingga optimasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk meningkatkan ketepatan klasifikasi anomali. SIMPULAN Modul pertama menangani deteksi SQL Injection melalui Bi-LSTM. Dataset multi-sumber diproses melalui pembersihan duplikasi, penanganan missing values, normalisasi query, tokenisasi, dan padding. Arsitektur final terdiri atas embedding layer. Bi-LSTM layer, dropout, dan dense layer. Evaluasi menunjukkan performa sangat tinggi dengan akurasi 99,99%, precision 99,99%, recall 99,99%, dan F1-score 99,99%, menegaskan kemampuan model dalam membedakan query benign dan malicious secara nyaris sempurna. Model dan tokenizer disimpan untuk kebutuhan inference real-time. Modul kedua memfokuskan pada deteksi brute-force menggunakan Isolation Forest standar dan Rotated Isolation Forest. Dataset log akses berskala besar dikurasi menjadi 1. 989 entri benign dan 5. 052 entri brute-force melalui pipeline preprocessing dan rekayasa fitur perilaku IF standar memberikan performa terbaik dengan Recall 99,94%. Precision 99,29%. F1Score 99,61%. AUC 0,9495, dan akurasi 99,28%. Confusion matrix menunjukkan TP = 224. TN = 329. FP = 36. 797, dan FN = 2. Sebagai perbandingan. Rotated Isolation Forest menghasilkan Recall 99,44%. Precision 99,29%. F1-Score 99,36%. AUC 0,9473, dan akurasi 98,81%, dengan TP = 5. TN = 329. FP = 36. 558, dan FN = 28. Hasil ini mengonfirmasi bahwa IF standar lebih stabil dan presisi pada konteks brute-force berskala besar. Modul ketiga menerapkan Isolation Forest untuk deteksi data exfiltration. Dataset benign digabungkan kemudian diperkaya melalui EDA dan rekayasa fitur, mencakup profil waktu, frekuensi, panjang paket, protokol, dan tujuan trafik. Model menghasilkan akurasi internal 94,84% pada benign data, dan 100% detection rate pada simulated exfiltration traffic . Akurasi gabungan mencapai 94,92% dengan confusion matrix: True Positive = 67. False Positive = 228. True Negative = 4. 189, dan False Negative = 0. Analisis lanjutan menunjukkan bahwa protokol langsung (MySQL/MariaDB), transfer data besar, dan tujuan eksternal seperti cloud storage memiliki database risk score tertinggi. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa arsitektur hybrid LSTMAeIsolation Forest mampu memberikan deteksi yang akurat, adaptif, dan dapat dioperasionalkan secara real-time untuk tiga vektor serangan kritis terhadap MariaDB. Dengan tingkat akurasi sangat tinggi pada SQLi dan brute-force, serta tingkat deteksi sempurna untuk skenario eksfiltrasi data, arsitektur ini menawarkan landasan kuat bagi pengembangan sistem pemantauan keamanan siber generasi berikutnya. REFERENSI