Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Pengaruh Penggunaan Chatbot Cinta SADARI Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai SADARI Kelas IX MTsN 2 Kota Bandung Putri Sulistyowati1*. Yuni Nurchasanah2. Yulinda3. Henny Cahyaningsih4 1,2,3,4Poltekkes Kemenkes Bandung *Email korespondensi: putrisulistyowati69@gmail. Info Artikel Dikirim: 5 september 2024 Diterima: 20 September 2024 Diterbitkan: September 2024 Kata Kunci: SADARI, Chatbot. Pengetahuan dan Sikap Keywords: Breast Self Examination. Chatbot, knowledge and Abstrak Latar belakang: kanker payudara penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker di kalangan wanita di dunia. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan sejak remaja karena kurun waktu terjadinya kanker payudara cukup lama dan tidak diketahui kapan sel tersebut aktif menjadi kanker. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan informasi bahwa pengetahuan dan sikap remaja mengenai SADARI masih Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan. Chatbot merupakan suatu metode baru dalam memberikan pendidikan kesehatan yaitu dengan menggunakan aplikasi yang dapat menjawab pertanyaan dengan sistem dan dapat mencantumkan video serta gambar di aplikasi tersebut. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penggunaan chatbot cinta SADARI terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai SADARI kelas IX MTsN 2 Kota Bandung. Metode: jenis penelitian yang digunakan adalah quasi experiment design, dengan rancangan nonequivalent control group design. Penelitian ini mengalokasikan 62 siswi kelas IX MTsN 2 Kota Bandung untuk mendapatkan pendidikan kesehatan menggunakan media chatbot dan e-leaflet. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan quota sampling. Hasil: uji mann whitney pengetahuan diperoleh p value = 0,032 (<0,. dan sikap diperoleh 0,001 (<0,. Berdasarkan hasil secara inferensial dengan uji mann whitney dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara media chatbot dengan eleaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai SADARI. Simpulan: chatbot cinta SADARI berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri mengenai SADARI kelas IX MTsN 2 Kota Bandung. Abstract Background: breast cancer is the second most common cause of cancer deaths among women in the Early detection of breast cancer can be done from adolescence because the time period for breast cancer occurs is quite long and it is not known when the cells are active and become cancerous. Based on the research results, information was obtained that teenagers' knowledge and attitudes regarding BSE are still low. One effort that can be made to improve knowledge and attitudes is by providing health Chatbot is a new method of providing health education, namely by using an application that can answer questions with the system and can include videos and images in the application. Objective: to determine the effect of using the chatbot cinta SADARI on the knowledge and attitudes of young women regarding SADARI in class IX MTsN 2 Kota Bandung. Method: the type of research used is a quasi experimental design, with a nonequivalent control group design. This research allocated 62 class IX students of MTsN 2 Kota Bandung to receive health education using chatbot and e-leaflet The sampling technique in this research used quota sampling. Results: Mann Whitney test of knowledge obtained p value = 0. 032 (<0. and attitude obtained 0. 001 (<0. Based on inferential results using the Mann Whitney test, it can be said that there is a significant difference between chatbot media and e-leaflets in increasing knowledge and attitudes regarding BSE. Conclusion: Chatbot cinta SADARI has an effect on increasing the knowledge and attitudes about BSE of class IX MTsN 2 Kota Bandung. PENDAHULUAN Kanker payudara adalah penyebab paling umum kedua kematian akibat kanker di kalangan wanita di dunia. (Fadi M. Alkabban & Troy Ferguson, 2. Kematian pada kanker payudara terjadi bukan karena tumor primer tetapi metastasis tumor yang menyebabkan lebih dari 90% kematian Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 akibat kanker. Kanker payudara yang didiagnosis sejak ditemukannya tumor primer atau pada tahap awal metastasis, dapat ditatalaksana dengan operasi dan kemoterapi sehingga pengobatan yang diberikan dapat bekerja secara efektif. (Sun et , 2. Menurut data WHO tahun 2020, terdapat 2,3 juta wanita yang terdiagnosis kanker payudara dan terjadi 685,000 kematian secara global. Hingga akhir tahun 2020, terdapat 7,8 juta wanita hidup yang didiagnosis menderita kanker payudara menjadikannya kanker paling umum di (WHO, 2. Jumlah kanker payudara yang teridentifikasi di Indonesia yaitu sebanyak 16,6% atau sebanyak 65. Data kematian akibat kanker payudara sebanyak 9,6% atau sebanyak 22. (The Global Cancer Observatory, 2. Hasil pendataan di Jawa Barat berdasarkan open data jabar pada tahun 2019 menunjukkan terdapat 1. 179 wanita dengan suspek kanker serviks dan kanker (Dinas Kesehatan, 2. Data tersebut menunjukkan bahwa masih banyak sekali kasus kanker payudara di Indonesia sehingga masyarakat harus lebih waspada terhadap kasus kanker payudara. (The Global Cancer Observatory, 2. Berdasarkan data yang didapatkan kementerian kesehatan RI dalam riset Penyakit Tidak Menular (PTM) pada tahun 2016 menyatakan bahwa perilaku masyarakat dalam deteksi dini kanker payudara masih Hasil yang tercatat menunjukkan 53,7% masyarakat tidak pernah melakukan SADARI, 46,3% pernah melakukan SADARI, 95,6% masyarakat tidak pernah melakukan SADANIS dan 4,4% pernah SADANIS. (Kementerian Kesehatan RI, 2. Hasil penelitian Selvita BR Barus pada tahun 2019 mengenai Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri Kelas X di SMA RK Delimurni Bandar Baru Tahun 2019 dengan sampel sebanyak 52 orang siswi kelas X terhadap SADARI menunjukkan bahwa didapakan hasil pengetahuan remaja putri kelas X mayoritas kurang, yaitu 28 responden . 8%), sedangkan pengetahuan cukup 12 responden . 1%) dan baik 12 responden . 1%). (Barus & Yufdel. Kep. Ns, 2. Penelitian lain yang dilakukan oleh Ratna Jelita Sari dan Sulastri pada tahun 2022 mengenai Pengetahuan. Sikap dan Motivasi Remaja Putri tentang Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Sadari di SMPN 13 Tanjung Jabung Timur dengan sampel sebanyak 59 orang siswi menunjukan bahwa sebanyak 36 responden . %) memiliki pengetahuan kurang baik, 21 responden . ,6%) memiliki pengetahuan cukup, sedangkan 2 responden . ,4%) memiliki pengetahuan baik. (R. Sari, 2. Berdasarkan penelitian yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa pengetahuan yang masih kurang disebabkan pengetahuan yang kurang akan SADARI. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Selvita BR Barus pada tahun 2019 mengenai Hubungan Pengetahuan dan Sikap Remaja dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) pada Remaja Putri Kelas X di SMA RK Delimurni Bandar Baru Tahun 2019 dengan sampel sebanyak 52 orang siswi kelas X terhadap SADARI menunjukkan bahwa didapakan hasil sikap pada remaja putri kelas X mayoritas negatif yaitu 28 responden . ,8%), sedangkan positif 24 responden . ,2%). (Barus & Yufdel. Kep. Ns, 2. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Berdasarkan didapatkan informasi bahwa pengetahuan dan sikap remaja mengenai SADARI masih Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan. Media pendidikan kesehatan yang dapat diberikan dari media seperti video, leaflet dan lainnya. 1 Hasil penelitian yang dituliskan oleh Novaria Wijayanti, dkk pada tahun 2019 menunjukan terdapat penggunaan media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMK Muhammadiyah Cawas Klaten efektif dalam SADARI. (Wijayanti et al. , 2. Penelitian lain yang dituliskan oleh Diana Eka Lestari, dkk pada tahun 2022 mengenai efektivitas menunjukkan bahwa Media Leaflet efektif dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswi Tentang SADARI. (D. Lestari et al. , 2. Selain media yang sudah disebutkan, terdapat salah satu media yang sedang banyak dikembangkan dalam penyampaian informasi yaitu chatbot. Chatbot adalah program yang mampu memproses masukan dari pengguna dan menghasilkan tanggapan yang kemudian dikirim kembali ke (Mursidah Pemanfaatan chatbot salah satunya adalah sebagai media informasi mengenai COVID19. Hasil penelitian K U Syaliman, dkk pada tahun 2021 mengenai Chatbot Sebagai Wadah Informasi Perkembangan Covid-19 di Kota Pekanbaru Menggunakan Platform Whatsapp menunjukan bahwa media tersebut mampu memberikan informasi sesuai harapan. (Bin Lukman et al. , 2. Chatbot merupakan suatu metode baru dalam memberikan pendidikan kesehatan yaitu dengan menggunakan aplikasi yang dapat menjawab pertanyaan dengan sistem dan dapat mencantumkan video serta gambar di aplikasi tersebut. Keunggulan dari penggunaan chatbot yaitu responden merasa lebih tertarik karena disajikan oleh aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari namun didalam chatbot tersebut terdapat beberapa informasi mengenai SADARI beserta video langkah-langkah SADARI. (Masturo et al. , 2. Hasil penelitian Fakhriatul Falah dan Syamsidar pada tahun 2021 mengenai Pengaruh Penerapan Aplikasi Chatbot Sebagai Media Informasi Online Terhadap Kepuasan Pengguna Layanan Kesehatan Primer di Masa Pandemik menunjukan hasil bahwa penggunaan aplikasi chatbot efektif dalam meningkatkan kepuasan responden dalam mengakses informasi kesehatan dari (Falah & Syamsidar, 2. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di MTsN 2 Kota Bandung melalui penyebaran kuesioner pada 31 orang siswi kelas IX didapatkan hasil bahwa 17 orang siswi berpengetahuan kurang . ,8%) dan 14 orang siswi berpengetahuan cukup . ,2%). Siswi di MTsN 2 Kota Bandung belum pernah mendapatkan informasi mengenai SADARI sehingga masih banyak yang berpengetahuan kurang baik. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Penggunaan Chatbot Cinta SADARI Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai SADARI Kelas IX MTsN 2 Kota Bandung. METODE Jenis penelitian pada penelitian ini adalah quasi experiment design, dengan rancangan nonequivalent control group design. Quasi experiment design adalah rancangan yang berupaya untuk mengungkapkan sebab akibat dengan cara melibatkan kelompok Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 kontrol dibandingkan dengan kelompok intervensi tanpa adanya random. Pada penelitian ini terdapat dua kelompok responden yaitu kelompok kontrol yang diberikan e-leaflet dan intervensi yang diberikan chatbot. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 2 Kota Bandung dengan alamat Jl. Antapani lama no. Antapani Kulon. Kota Bandung. Provinsi Jawa Barat. Waktu penelitian dilakukan pada bulan april 2023. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 124 orang remaja berjenis kelamin perempuan yang berusia 14-15 tahun. Analisis univariat pada penelitian ini dilakukan untuk menganalisis setiap variabel dari hasil penelitian berupa nilai rata-rata mengenai pengetahuan dan sikap sesudah dan sebelum diberikan intervensi. Hasil analisis disajikan dalam bentuk table distribusi frekuensi dan persentase berupa kategori pada pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Analisa bivariat yang digunakan adalah uji non parametrik karena data yang digunakan berupa kategorik. Pengukuran pengetahuan masing-masing kelompok sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon karena merupakan data berpasangan. Pengukuran pengetahuan maupun sikap pada 2 kelompok baik sebelum maupun sesudah menggunakan uji mann whitney. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner, chatbot dan eleaflet. Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan layak etik dari komite etik poltekkes kemenkes Bandung nomor 70/KEPK/EC/II/2023. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Univariat Tabel Tabel Distribusi Rata-Rata Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Diberikan Chatbot dan E-leaflet Pengetah N Mea SD Mi Ma Chatbot Sebelum Sesudah E-leaflet Sebelum Sesudah Pengetahuan pada kelompok chatbot dari 62 responden diperoleh nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot adalah 52. dengan nilai minimal 35 dan maksimal 75, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot adalah 68,71 dengan nilai minimal 35 daan maksimal 100 (Tabel 4. Pengetahuan pada kelompok e-leaflet dari 62 responden diperoleh nilai rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui e-leaflet adalah 51. dengan nilai minimal 25 dan maksimal 75, sedangkan nilai rata-rata pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui e-leaflet adalah 62. 26 dengan nilai minimal 25 dan maksimal 90 Tabel 2 Distribusi Rata-Rata Sikap Sebelum dan Sesudah Diberikan Chatbot dan Eleaflet Variabel N Mean SD Min Max Sikap Chatbot Sebelum 62 45. Sesudah 62 49. E-leaflet Sebelum 62 44. Sesudah 62 47. Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Sikap pada kelompok chatbot dari 62 responden diperoleh nilai rata-rata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot adalah 45. 89 dengan nilai minimal 38 dan maksimal 50, sedangkan nilai rata-rata sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot adalah 05 dengan nilai minimal 44 daan Sikap pada kelompok e-leaflet diperoleh nilai rata-rata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui eleaflet adalah 44. 92 dengan nilai minimal 36 dan maksimal 50, sedangkan nilai rata-rata sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui e-leaflet adalah 47. 21 dengan nilai minimal 34 dan maksimal 50 Tabel 3 Distribusi Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Diberikan Chatbot dan E-leaflet Pengetahuan Sebelum Sesudah Chatbot Baik Cukup Kurang Jumlah E-leaflet Baik Cukup Kurang Jumlah Pengetahuan pada kelompok chatbot berdasarkan kategori sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot mengenai SADARI didapatkan hasil pengetahuan responden dengan kategori baik yaitu sebanyak nol responden. Sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot mengenai SADARI didapatkan hasil pengetahuan responden dengan kategori baik yaitu 23 responden . ,1%). Pengetahuan pada kelompok e-leaflet didapatkan hasil pengetahuan responden dengan kategori baik yaitu nol responden. Sesudah diberikan pendidikan kesehatan e-leaflet SADARI didapatkan hasil pengetahuan responden dengan kategori baik yaitu 6 responden . Tabel 4 Distribusi Frekuensi Sikap Sebelum dan Sesudah Diberikan Chatbot dan E-leaflet Sikap Sebelum Sesudah Chatbot Negatif Positif Jumlah E-leaflet Negatif Positif Jumlah Dari tabel 4 diketahui bahwa sikap responden sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot dan eleaflet mengenai SADARI semuanya semuanya berada dikategori positif dengan jumlah 62 responden . %). Analisis Bivariat Pengaruh Pemberian Chatbot Terhadap Pengetahuan dan Sikap Tabel 5 Pengaruh Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pemberian Chatbot Rank P value Pretest Negative 0,000a Posttest Positif Ties Total Uji Wilcoxon Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Dalam uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan chatbot terhadap pengetahuan SADARI dengan p value yang dihasilkan adalah 0,000 (<0,. Sebanyak 45 responden mengalami peningkatan nilai pretest ke nilai posttest Tabel 6 Pengaruh Sikap Sebelum dan Sesudah Pemberian Chatbot Rank Pretest Negative ranks 0,000a Positif ranks Posttest Ties Total Uji Wilcoxon Dalam uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan chatbot terhadap sikap SADARI dengan p value yang dihasilkan adalah 0,000 (<0,. Sebanyak 35 responden mengalami peningkatan nilai pretest ke nilai posttest Pengaruh Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pemberian E-leaflet Tabel 7 Pengaruh Pengetahuan Sebelum dan Sesudah Pemberian E-leaflet Rank P value Pretest Negative 0,000a Posttest Positif Ties Total Uji Wilcoxon Dalam uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan e-leaflet terhadap pengetahuan SADARI dengan p value yang dihasilkan adalah 0,000 (<0,. Sebanyak 49 responden mengalami peningkatan nilai pretest ke nilai posttest (Tabel 4. Tabel 8 Pengaruh Sikap Sebelum dan Sesudah Pemberian E-leaflet Rank P value Pretest Negative 0,000a Posttest Positif Ties Total Uji Wilcoxon Dalam uji Wilcoxon diperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan e-leaflet terhadap sikap SADARI dengan p value yang dihasilkan adalah 0,000 (<0,. Sebanyak 38 responden mengalami peningkatan nilai pretest ke nilai posttest (Tabel 4. Tabel 9 Skor Pengetahuan dan Sikap Mengenai SADARI Sesudah Diberikan Intervensi Chatbot dan Eleaflet Median . in- Selisih P mean value Chatbot Eleaflet Pengetahuan 70. - 65. ,032 . Mean Rank Sikap - 49. ,001 Mean Rank Uji Mann whitney Hasil menggunakan Mann whitney menunjukkan pada rata-rata pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot = 69. 39 dan e-leaflet = 55. 61 dengan p value = 0,032 . <0,. Rata-rata sikap sesudah diberikan pendidikan kesehatan melalui chatbot = 72. 56 dan e-leaflet = 52. dengan p value = 0,001 . <0,. Dilihat dari hasil tersebut berarti Ha diterima dan Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 H0 ditolak, sehingga secara inferensial dengan uji mann whitney dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara media chatbot dengan e-leaflet dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai SADARI (Tabel 4. Pengaruh Pemberian Chatbot dan Eleaflet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pengetahuan pengindraan manusia, atau hasil tahu manusia melalui indra yang dimilikinya baik mata, hidung, telinga dan sebagainya. Proses munculnya pengetahuan dari pengindraan sangat dipengaruhi oleh indra pendengaran dan indra penglihatan. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengalaman, pendidikan, instruksi verbal, dan penerimaan informasi verbal dari pihak lain, pekerjaan, umur, informasi dan (Aeni et al. , 2. Berdasarkan tabel 4. 1 distribusi ratarata dapat diketahui bahwa rata-rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan menggunakan chatbot lebih besar dibandingkan dengan e-leaflet yaitu 52. 98 dan Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh media informasi, pendidikan kesehatan, peran orang tua dan peran teman sebaya. Pada era digital saat ini kemudahan dalam mengakses media informasi dan banyaknya informasi yang tersedia baik media informasi cetak, eletronik dan online akan sangat berpengaruh pada remaja. Pendidikan kesehatan reproduksi juga akan membantu remaja untuk memiliki informasi yang akurat menyangkut tubuh serta aspek reproduksi dan seksual secara akurat. (Thaha & Yani. Selain itu orangtua memiliki peran dan tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anaknya untuk mencapai tahapan masa remaja dengan baik dan sehat terutama tentang kesehatan Pada lingkungan dalam menentukan perilaku diakui cukup kuat. Remaja sangat terbuka terhadap kelompok teman sebaya sehingga (Purba Rahayu, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rezky Yuliana Thaha, dkk pada tahun 2021 mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMPN 1 Buntao Kabupaten Toraja Utara bahwa terdapat pengaruh pengetahuan remaja mengenai kespro dengan media informasi, pendidikan kesehatan dan peran orang (Thaha & Yani, 2. Hasil penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini yaitu penelitian Agnes Purba, dkk pada tahun 2021 mengenai Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi di SMU Gema Buana Bandar Khalipah bahwa Terdapat hubungan antara peran orang tua, peran teman sebaya dan sumber informasi dengan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. (Purba & Rahayu, 2. Namun pada saat pengambilan data peneliti tidak mengkaji mengenai karakteristik responden sehingga kemungkinan faktor yang menyebabkan hal tersebut tidak dapat diketahui. Berdasarkan hasil uji statistik wilcoxon didapatkan hasil p value 0,000 (<0,. yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan chatbot dan e-leaflet pada pengetahuan remaja putri mengenai SADARI. Peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok dapat dipengaruhi karena adanya pemberian informasi mengenai SADARI melalui chatbot dan e-leaflet. Terdapat teori yang mengatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil AutahuAy dan ini Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan ini terjadi melalui panca indra Pengetahuan atau merupakan domain yang sangat penting bagi (Rachmawati, n. Hasil penelitian ini sejalan juga dengan penelitian Shylviana Permata Sari, dkk pada tahun 2015 dengan judul Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video tentang Sadari terhadap Pengetahuan dan Sikap di SMA Negeri 1 Samarinda yang menyatakan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap dari remaja putri di SMA Negeri 1 Samarinda tentang SADARI. Hal tersebut didukung dengan hasil anlisis pada penelitian tersebut yang menunjukan bahwa perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pada remaja putri tersebut. (S. Sari et al. , 2. Hasil penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini yaitu Nurul Aeni dan Diyah Sri Yuhandini pada tahun 2018 mengenai Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Dan Metode Demonstrasi Terhadap Pengetahuan SADARI bahwa Pengetahuan remaja sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi berupa video dan demonstrasi pengetahuan remaja mengalami peningkatan menjadi lebih baik dan terdapat pengaruh peningkatan pengetahuan dengan menggunakan media video dan metode (Aeni & Yuhandini, 2. Sikap Sikap adalah penilaian seseorang terhadap suatu stimulus atau objek, berupa perasaan mendukung atau memihak maupun tidak mendukung atau tidak memihak pada objek tersebut. Sikap mempunyai peranan penting terhadap perilaku seksual, dimana sikap terdiri dari 3 komponen, yakni kognitif, afektif, dan konatif . Komponen ini secara bersama-sama membentuk sikap yang (Rina et al. , 2. Rata-rata sikap kelompok chatbot sebelum diberikan pendidikan kesehatan lebih besar dibandingkan dengan e-leaflet yaitu 89 dan 44. Berdasarkan hasil uji statistik wilcoxon didapatkan hasil p value 0,000 (<0,. yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan chatbot dan e-leaflet pada sikap remaja putri mengenai SADARI. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Sejalan dengan penelitian Nelva Rina, dkk dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Terhadap Seks Pranikah pada tahun 2014 mengatakan bahwa tingkat pengetahuan remaja yang tinggi tentang seksualitas dapat disebabkan karena sebagian besar remaja tersebut pernah mendengar atau menerima informasi tentang seks, serta tidak dipungkiri dengan adanya kemajuan tekhnologi sekarang memudahkan remaja untuk mencari informasi dari berbagai sumber salah satunya media Hal ini didukung dengan hasil analisis pada penelitian tersebut yang menunjukkan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan tinggi tentang seks berpeluang sebanyak 1,987 kali untuk bersikap positif daripada remaja yang memiliki pengetahuan yang rendah tentang seks. (Rina et al. , 2. Media massa sebagai sarana komunikasi juga memberikan pengaruh dalam membawa pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarah pada opini yang kemudian dapat mengakibatkan adanya landasan kognisi (Rachmawati, n. Hasil penelitian lain yang sejalan dengan penelitian ini yaitu penelitian Dwi Puji Lestari, dkk dengan judul Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan. Sikap Dan Praktik Periksa Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 Payudara Sendiri (SADARI) Santri Putri Pondok Pesantren Dawar Kabupaten Boyolali pada tahun 2016 mengatakan bahwa penyuluhan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan seseorang mengenai SADARI akan membentuk sikap positif yang dapat dibuktikan dengan praktik SADARI oleh Tingkat pengetahuan yang tinggi akan cenderung membentuk sikap positif yang tercermin melalui perilaku. Hal tersebut dibuktikan bahwa dari semua test pada kelompok perlakuan menunjukkan bahwa 100% santri memiiliki sikap mendukung terhadap SADARI. (D. Lestari et al. , 2. Perbandingan Skor Antara kelompok Chatbot dan E-leaflet Hasil uji statistik mann whitney diperoleh nilai p=0,032 . <0,. , dengan SADARI dibanding e-leaflet. Pemberian chatbot ini merupakan suatu metode baru dalam memberikan pendidikan kesehatan yaitu dengan menggunakan aplikasi yang dapat menjawab pertanyaan dengan system dan dapat mencantumkan video serta gambar di aplikasi tersebut. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Fakhriatul Falah dan Syamsidar pada tahun 2021 yang menyatakan bahwa penggunaan aplikasi chatbot efektif dalam meningkatkan kepuasan responden dalam mengakses informasi kesehatan dari (Falah & Syamsidar, 2. Perlakuan berupa pendidikan pada penelitian ini adalah suatu stimulus yang diberikan dengan dua cara yang berbeda yaitu dengan chatbot dan e-leaflet, hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan stimulus yang berbeda akan menimbulkan hasil atau respon yang berbeda. Pendidikan kesehatan yang diberikan pada penelitian ini memiliki kesamaan yaitu dengan media elektronik namun hanya saja media yang digunakan berbeda karena chatbot memiliki materi dengan penambahan video sedangkan media yang satunya hanya menggunakan eleaflet. Keunggulan dari penggunaan chatbot yaitu responden merasa lebih tertarik karena disajikan oleh aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari namun didalam chatbot tersebut terdapat beberapa informasi mengenai SADARI beserta video langkah-langkah SADARI. (Masturo et al. , 2. Chatbot merupakan salah satu program dalam kecerdasan buatan yang dirancang untuk dapat berkomunikasi pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing Sytem Aligoritm. yang digunakan meskipun banyak bots yang dapat menanggapi manusia sebenarnya bots itu hanya yang paling mirip dengan data dalam database yang telah dibuat. Chatbot ini merupakan salah satu sumber media pembelajaran yang mudah untuk diakses melalui android, computer dan laptop pribadi serta mudah dipahami dimana dan Karena chatbot berupa teks pendek sperti chat whatsapp yang bisa diakases melalui link atau biasa dikenal dengan ELearning. (Kasmayanti et al. , 2. Sejalan dengan penelitian Nyemas Umi Kasmayanti, dkk pada tahun 2023 dengan judul Pengembangan Bahan Ajar Chatbot Berbasis Artifical Intelligence pada Materi Sistem Pencernaan Manusia Kelas V di Sekolah Dasar menyatakan bahwa dari hasil rata-rata persentase respon peserta didik pada bahan ajar chatbot dapat dibuktikan bahwa bahan ajar chatbot dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi sistem pencernaan (Kasmayanti et al. , 2. Chatbot lebih bermakna dalam meningkatkan pengetahuan dibanding e-leaflet Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna ISSN 2829-5536 Vol. 3 No. 3 September 2024 karena memberikan kesan baru yang tidak hanya menampilkan tulisan saja tetapi juga terdapat video yang dapat ditonton oleh remaja sehingga remaja tidak jenuh dengan media yang diberikan. (Masturo et al. , 2. Selain itu, chatbot dapat memberikan pengguna tanpa harus mencari dan membaca semua materi dari awal sampai akhir seperti halnya e-leaflet. Hasil uji statistik mann whitney pada sikap menunjukkan nilai p=0,001 . <0,. , dengan demikian chatbot terbukti signifikan sikap mengenai SADARI dibanding e-leaflet. Sikap dapat dipengaruh oleh tingkat pengetahuan. Sejalan dengan penelitian Dadan Priyatna Yudiansah pada tahun 2022 mengenai Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Tentang Perilaku Seks Bebas Di SMK Bhaktikencana Subang bahwa terdapat hubungan antara sikap remaja dengan pengetahuan tentang perilaku seks bebas di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang tahun 2020. Hasil uji statistik Chi Square diketahui p. Value= 0,000 . Value> 0,. dan terdapat hubungan antara sikap remaja dengan pengetahuan tentang perilaku seks bebas di SMK Kesehatan Bhakti Kencana Subang tahun 2020. Hasil uji statistik Chi Square diketahui p. Value= 0,000 . Value> 0,. (Yudiansah, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan chatbot cinta SADARI terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri kelas IX MTsN 2 Kota Bandung mengenai SADARI. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA